Anda di halaman 1dari 2

Batas Administrasi

1. Data yang ada dalam folder administrasi:


 Data batas Desa Poligon dan Polyline (Dua kecamatan)
 Data batas Kecamatan Poligon dan Polyline (Satu Kabupaten)
 Data batas Kabupaten Poligon dan Polyline (Satu Kabupaten)
 Total data / total SHP = 6 (enam) data.
 Data batas administrasi (Desa,Kecamatan,Kabupaten) harus merupakan data yang
paling terbaru.
 Data batas administrasi tidak boleh memotong bangunan (pada kenampakan citra
satelit).
2. Penamaan file data batas:
 Desa : Admin_NamaBWP_LN.shp dan Admin_NamaBWP_AR.shp
 Kecamatan : AdminKec_NamaKabupaten_LN.shp dan
AdminKec_NamaKabupaten_AR.shp
 Kabupaten : AdminKab_Namakabupaten_LN.shp dan
AdminKab_NamaKabupaten_AR.shp
3. Aturan pembuatan Atribut Data batas administrasi:
 Untuk setiap Poligon batas administrasi (Kabupaten, Kecamatan, Desa), kolom yang
harus ada yaitu:
- Kolom Nama Kabupaten/Kecamatan/Desa, yang berisikan informasi tentang
nama kabupaten/kecamatan/desa pada setiap bagian poligon batas administrasi.
- Kolom Sumber Data, yang berisikan informasi mengenai sumber data yang
digunakan untuk penulisan atau penamaan tiap kabupaten/kecamatan/desa,
sumber data yang ditulis dapat disamakan sumbernya dengan sumber yang
digunakan pada batas polyline.
 Pada Polyline batas kabupaten, kolom yang harus ada yaitu:
- Kolom Jenis Deliniasi, yang berisikan informasi tentang apakah batas tersebut
merupakan batas indikatif atau definitif Kemendagri.
- Kolom Sumber Data, yang berisikan informasi tentang sumber data yang
digunakan untuk data batas kabupaten tersebut, apakah SK untuk penetapan batas
(No. SK lengkap) atau Permendagri (No. Permendagri Lengkap), atau keputusan
lainnya yang menentukan deliniasi tersebut beserta tahun data-nya.
 Pada Polyline batas kecamatan, kolom yang harus ada yaitu:
- Kolom Jenis Deliniasi, yang berisikan informasi tentang apakah batas tersebut
merupakan batas indikatif citra atau kesepakatan daerah.
- Kolom Sumber Data, yang berisikan informasi tentang sumber data yang
digunakan untuk data batas kecamatan tersebut, apakah SK untuk penetapan batas
(No. SK lengkap) atau aturan lain yang mengatur tentang batas tersebut beserta
tahun data-nya.
 Pada Polyline batas desa, kolom yang harus ada yaitu:
- Kolom Jenis Deliniasi, yang berisikan informasi tentang apakah batas tersebut
merupakan batas indikatif citra atau kesepakatan daerah.
- Kolom Sumber Data, yang berisikan informasi tentang sumber data yang
digunakan untuk data batas desa tersebut, apakah SK untuk penetapan batas (No.
SK lengkap) atau aturan lain yang mengatur tentang batas tersebut beserta
tahun data-nya.

BWP
1. Aturan Pembuatan BWP:
 Batas BWP (Terluar dan didalam BWP) termasuk didalamnya batas Sub BWP dan
Blok, harus mengikuti bentuk fisik pada kenampakan citra satelit antara lain AS
Jalan dan AS sungai.
 Batas BWP tidak boleh menabrak bangunan pada kenampakan citra satelit dan pada
digitasi bangunannya.
 Dalam data BWP hanya terdapat dua data (Poligon dan Polyline) yang merupakan
gabungan antara Batas Terluar (eksisting file : Batas_Kota.shp) dan Batas Sub
BWP&Blok (eksisting file : Batas_Bwp_blok.shp).
 Penamaan Data BWP (Poligon dan Polyline) yaitu sebagai beriku :
BWP_NamaBWP_LN.shp dan BWP_NamaBWP_AR.shp
2. Aturan Pembuatan Atribut Data BWP:
 Pada data Polyline BWP, atribut data yang harus ada yaitu:
- Kolom Keterangan, yang berisikan informasi mengenai garis polyline tersebut
apakah Batas SubBWP atau Batas Blok per bagian polylinenya.
 Pada data Poligon BWP, atribut data yang harus ada yaitu:
- Kolom Sub BWP, yang berisikan informasi mengenai pembagian nama Sub BWP
tiap bagian poligon tersebut.
- Kolom Blok, yang berisikan informasi mengenai pembagian nama Blok tiap bagian
poligon tersebut.