Anda di halaman 1dari 12

Kata berima pada Gurindam

kategori : Bahasa Indonesia - Mendaftar Kata Berima pada Gurindam, Syair, dan Pantun
kelas : SMP VII Semester 2

pembahasan:
Kata berima pada pantun
Kata berima pada larik ganjil(1 dan 3)
1) bayam
2) kantung
3) tidak
4) benang
5) berang-berang
6) kiri
7) selasih
8) taman

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)


1) ayam
2) sekampung
3) tidak
4) dikenang
5) orang
6) diri
7) kasih
8) zaman

Kata berima pada Gurindam:


1) kata berima pada larik 1
- peringai
- sahabat
- guru
- berbangsa
- berbahagia
- mulia

2) kata berima pada larik 2:


- ramai
- obat
- seteru
- bahasa
- sia-sia
- dia

Kata berima pada syair Perahu (Hamzah Fazuri)


kata berima pada larik 1
1) madah
2) dirimu
3) budiman
4) perahumu
5) ayar (pada soal yang diminta hanya bait pertama hingga keempat. sehingga no 5 ini hanya
alternatif, karena rima bait kelima berbeda pada bait-bait sebelumnya yang berpola a-a-b-b)

kata berima pada larik 2, 3 dan 4


1) indah, berpindah, sudah
2) hidupmu, hidupmu, hidupmu
3) pedoman, kerjakan, insan
4) kayu, situ, itu
5) layar, taksir, kabir (pada bait kelima, bait ini berpola yang berbentuk a-a-b-b)
. Mendaftar Kata Berima pada Gurindam, Syair, dan Pantun
Daftarlah kata yang memiliki bunyi akhir sama pada gurindam, syair, dan pantun di atas!
Lanjutkan seperti contoh berikut!

Kata berima pada pantun


Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3) Kata berima pada larik genap (2 dan 4)
Bayam Ayam
Kantung Sekampung
Tidak Tidak
Benang Dikenang
Berang-berang Orang
Kiri Diri
Selasih Kasih
Taman Zaman

Kata berima pada Gurindam


Kata berima pada larik 1 Kata berima pada larik 2
Perangai Ramai
Sahabat Obat
Guru Seteru
Berbangsa Bahasa
Berbahagia Sia-sia
Mulia Dia

Kata berima pada syair


Kata berima pada larik 1 Kata berima pada larik 2, 3, dan 4
Madah Indah, berpindah, sudah
Dirimu Hidupmu, hidupmu, hidupmu
Budiman Pedoman, kerjakan, insan
Perahumu Kayu, di situ, itu
Ayar Layar, taksir, kabir
. Menemukan kata berima sama secara utuh
Buka kamus dan berbagai sumber untuk menemukan kata berima yang bunyi akhirnya sama
secara utuh!
Benda di sekitar/buah/
Kata dengan bunyi akhir sama
tumbuhan/nama kota/hewan/
secara utuh
masakan
rebana, pelana Terpana, suasana, terpesona, terhina, terbina
Sulawesi Aolusi, motivasi, prestasi, promosi, emosi
Rambutan Kejutan, hambatan, jabatan, jembatan,
kecepatan
Kambing Ombang-ambing, belimbing, tebing, lembing
Sambal Tambal, tumbal, gombal, tebal, gimbal, timbal

4. Menemukan kata berima akhir sebagian


Benda di sekitar/buah/ Kata dengan bunyi akhir sama
tumbuhan/hewan/masakan sebagian
Pisang pegang, dagang, garang, tebang, hilang, kacang
Bogor longsor, bocor, kotor, mandor, tekor, molor
Nanas tebas, landas, tegas, majas, lekas, jelas, lemas
Ayam lebam, legam, kejam, sekam, selam, tanam
Rendang terbang, kencang, pegang, kejang, hilang,
remang

5. Membandingkan Pantun, Syair, dan Gurindam


Diskusikan persamaan dan perbedaan ketiganya! Tulislah pada tabel berikut!
Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

a. Perbedaan
Aspek Pantun Syair Gurindam
Tujuan Menyampaikan nasihat, Menyampaikan cerita dan Untuk menyampaikan
menyatakan rasa sayang, pengajaran serta digunakan nasihat atau kata-kata
ajaran budi pekerti dan dalam kegiatan-kegiatan mutiara.
moral untuk kepentingan yang berunsur keagamaan.
sosial dan hiburan.
Struktur1. 1 bait terdiri dari 4 baris 1. 1 bait terdiri dari 4 baris 1. 1 bait terdiri dari 2 baris
Isi 2. Baris 1 dan 2 merupakan 2. Setiap baris mempunyai 2. Bait pertama merupakan
sampiran makna yang berkaitan sebab atau persoalan
3. Baris 3 dan 4 merupakan dengan baris-baris3. Bait kedua merupakan
isi sebelumnya akibat atau penyelesaian
4. Teks pantun berbentuk 3. Empat baris merupakan 4. Isi terletah di larik kedua
bait-bait satu kesatuan ide
5. Ada keterkaitan isi baris 4. Tidak ada sampiran
pertama dan kedua maupun isi seperti pantun
6. Ada keterkaitan isi baris 5. Syair perlu dilagukan
ketiga dan keempat untuk membentuk
nyanyian
Ciri teks1. Bersajak a-b-a-b 1. Bersajak a-a-a-a 1. Bersajak a-a
2. Terdiri dari 8-12 suku
2. Terdiri dari 8-12 suku
2. Terdiri dari 10-14 suku
kata kata kata
3. Pilihan katanya, padat,
singkat dan jelas
Ciri 1. Bahasanya singkat padat
1. Menggunakan bahasa -
Bahasa dan jelas kiasan
2. Bahasa campur 2. Bahasanya harus sama
Jenis Pantun adat, Pantun agama, Syair melayu lama, Syair Gurindam Berkait dan
Pantun budi, Pantun jenaka, islami, Syair cinta, Syair gurindam berangkai,
Pantun kepahlawanan, persahabatan, Syair
Pantun kiasan, Pantun kehidupan, Syair
nasihat, Pantun percintaan, pendidikan
Pantun pribahasa, Pantun
teka-teki, Pantun
perpisahan

b. Persamaan Pantun dan Syair


1. Terdiri dari 4 baris dalam satu bait
2. Terikat oleh rima
3. Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
4. Pantun dan syair adalah puisi lama

Persamaan Syair dan Gurindam


1. Terikat oleh rima
2. Barisnya merupakan kesatuan yang utuh
3. Merupakan puisi lama

Persamaan Pantun, Syair dan Gurindam


1. Pantun, syair dan gurindam merupakan puisi lama
2. Tujuannya untuk menyampaikan pengajaran atau nasihat

6. Menyimpulkan Ciri Pantun, Syair, dan Gurindam


Setelah mengerjakan beberapa latihan tentang puisi rakyat, simpulkan dengan bahasa sendiri
ciri ketiga puisi rakyat tersebut! Simpulkan ciri-ciri pantun, gurindam, dan syair. Diskusikan
dengan teman di sebelahmu!

Simpulkan nilai pada pantun berikut!


Pantun karya nenek moyang
Pantun 1 Pantun 2
Air surut memungut bayam, Baik bergalas baik tidak,
Sayur diisi ke dalam kantung; Buli-buli bertali benang;
Jangan diikuti tabiat ayam, Baik berbalas baik tidak,
Bertelur sebiji riuh sekampung. Asal budi sama dikenang.
Pantun 3 Pantun 4
Ikan nila dimakan berang-berang, Akar keladi melilit selasih,
Katak hijau melompat ke kiri; Selasih tumbuh di hujung taman;
Jika berada di rantau orang, kalungan budi junjungan kasih,
Baik-baik membawa diri Mesra kenangan sepanjang zaman.
Pantun 5 Pantun 6
Pergi melaut membawa jala, Enak rasanya bubur yang hangat,
Jala ditebar sambil mengingat; Enak dimakan bersama kerupuk;
Meski hidup banyak kendala, Hidup memang harus semangat,
Haruslah kita slalu semangat. Janganlah mudah kita terpuruk.
Pantun 7 Pantun 8
Kota Sampit di Kalimantan, Penghasil batik di Yogyakarta,
Kota Makasar di Sulawesi; Kalaulah Brebes penghasil beras;
Teruslah berusaha jadi teladan, Berusaha terus mengajar cita,
Raihlah cita raih prestasi. Sambil berdoa dan kerja keras.

Diskusikan hal berikut!


a) Carilah makna kata sulit pada pantun tersebut!
No Kata Sulit Makna
1. Tabiat perangai; watak; budi pekerti
2. Bergalas tongkat yang ditaruh di bahu untuk menyandang (membawa)
barang-barang; pikulan
3. Buli-buli wadah sejenis guci yang terbuat dari tanah liat, bentuknya bundar,
tanpa leher, berkaki rendah, dan bagian atasnya diberi berlubang;
botol kecil; guci kecil
4. Rantau daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri)
di luar kampung halaman; negeri asing;
5. Kendala halangan; rintangan; gendala;
6. Selasih kemangi tumbuhan yang daunnya biasa untuk lalap atau
dicampurkan ke dalam pepes sebagai penyedap
7. Keladi tumbuhan jenis terna, berdaun lebar dan berumbi dan ada yang
dapat dimakan dan ada yang tidak; talas;
8. Cita rasa; perasaan hati;
9. Jala alat untuk menangkap ikan yang berupa jaring bulat
(penggunaannya dengan cara menebarkan atau mencampakkan ke
air);
10. Berang-berang binatang yang menyerupai kucing, hidup di air dan makan ikan;
anjing air

b) Uraikanlah dengan bahasamu sendiri isi pantun tersebut!


No Pantun Isi
1. 1 Biasakan bersikap tenang, dan jangan ribut hanya karena hal kecil
2. 2 Berbuat baiklah kepada siapapun dan sebab budi akan dikenang
3. 3 Jagalah diri dan tingkah laku di kampung/tempat orang
4. 4 Budi baik akan terkenang sepanjang jaman
5. 5 Walaupun kita mempunyai banyak masalah, kita harus tetap semangat.
6. 6 Selalu semangat dalam menghadapi hidup, janganlah mudah patah
semangat dan terpuruk,
7. 7 Teruslah menjadi teladan bagi orang lain, raihlah cita-cita dan prestasi
8. 8 Kita harus berusaha dan berdoa dalam menggapai cita cita.

c) Tulislah kembali nasihat dan ajakan yang terdapat dalam pantun!


No Pantun Isi
1. 1 Biasakan bersikap tenang, dan jangan ribut hanya karena hal kecil
2. 2 Berbuat baiklah kepada siapapun dan sebab budi akan dikenang
3. 3 Jagalah diri dan tingkah anda di kampung/ tempat orang
4. 4 Budi Baik akan terkenang sepanjang jaman
5. 5 Walaupun kita mempunyai banyak masalah, kita harus tetap semangat.
6. 6 Selalu semangat dalam menghadapi hidup., janganlah mudah patah
semangat dan terpuruk,
7. 7 Teruslah menjadi teladan bagi orang lain, raihlah cita-cita dan prestasi
8. 8 Kita harus berusaha dan berdoa dalam menggapai cita cita.
d) Bandingkan isi nilai-nilai/ tindakan baik yang terdapat pada pantun karya nenek moyang dan
karya generasi sekarang!

Pantun Nenek Moyang

1. Nilai sosial. Tindakan baik yang disarankan pada pantun karya nenek moyang dalam nilai
sosial adalah menyarankan tata cara dalam hidup bermasyarakat, seperti saling menghargai,
saling membantu
2. Nilai moral. Tindakan baik yang disarankan pada pantun karya nenek moyang dalam nilai
moral adalah menyarankan sikap dan tingkah laku seseorang agar sesuai dengan norma-norma
kemasyarakatan, seperti sopan santun dan tata krama.

Pantun Masa Kini

1. Nilai pendidikan. Tindakan baik yang disarankan pada pantun karya masa kini dalam nilai
pendidikan adalah menyarankan agar belajar dengan sungguh-sungguh agar cita-cita dapat
tercapai.
2. Nilai agama. Tindakan baik yang disarankan pada pantun karya masa kini dalam nilai agama
adalah menyarankan agar selalu berdoa dalam setiap usaha yang dilakukan.

2. Menyimpulkan Isi Gurindam


Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa
India, yaitu kirindam berarti “mulamula” atau “perumpamaan”. Gurindam sarat nilai agama dan
moral. Tak dimungkiri bahwa gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma
dalam kehidupan.

Jika hendak mengenal orang mulia,


lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,


bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal

Apabila dengki sudah bertanah,


datanglah darinya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala.

Latihan
a) Carilah makna kata sulit pada gurindam tersebut!
No Kata Sulit Makna
1. Jemu sudah tidak suka lagi (makan, melihat, dan sebagainya) karena
terlalu sering dan sebagainya; bosan:
2. Bertanah berurat, berakar
3. Mengumpat mengeluarkan perkataan yang keji (kotor dan sebagainya) yang
diucapkan karena marah (jengkel, kecewa, dan sebagainya);
cercaan; makian; sesalan; umpatan:
4. Tergelincir terpeleset:
5. Akal daya pikir (untuk memahami sesuatu dan sebagainya); pikiran;
ingatan:
6. Mulia tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi,
terhormat:
7. Dengki menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat
sangat kepada keberuntungan orang lain
8. Bekal sesuatu yang disediakan (seperti makanan, uang) untuk digunakan
dalam perjalanan

b) Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada gurindam di atas!


No Gurindam Pesan Moral
1. 1 Untuk mengetahui seseorang baik atau tidak, bisa dilihat dari tingkah
lakunya.
2. 2 Bila ingin pintar, jangan malu bertanya dan belajar pada orang yang lebih
pintar.
3. 3 Selalu bertindak dengan akal yang sehat sebagai pembelajaran hidup di
dunia.
4. 4 Rasa iri adalah penyakit hati yang akan terus ada apabila sudah berurat
akar di dalam hati.
5. 5 Ketika berbicara sebaiknya dipikirkan terbih dahulu agar tidak terjadi
masalah di kemudian hari.
6. 6 Apabila ada orang yang marah, jangan dibela karena yang marah akan
semakin kehilangan kendali

3. Menyimpulkan Isi Syair


Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara
bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah syair berasal dari bahasa arab
yaitu syi’ir atau syu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kata syu’ur
berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

Syair perahu
Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah iktikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil hidupmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman


Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu


Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengayuh taruh di situ
Supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar


Angkatlah pula sauh dan layar
Pada beras bekal jantanlah taksir
Niscaya sempurna jalan yang kabir

Karya: Hamzah Fansuri


Syair perahu tersebut berupa nasihat kepada para pemuda (generasi muda) untuk membekali
diri dengan ilmu dan amal yang baik agar hidup menjadi berguna dan dan bermanfaat. Hal itu
disebabkan oleh adanya hidup yang tidak akan kekal selamanya dan pasti akan ke akhirat juga.
Dengan amalan kita yang baik maka kita akan mendapat kebahagian di dunia dan di akhirat,
serta sempurnalah kehidupan kita yang kita jalani.

Latihan
a) Carilah makna kata sulit pada syair tersebut!
No Kata Sulit Makna
1. Madah kata-kata pujian
2. Iktikad kepercayaan; keyakinan yang teguh:
3. Tamsil ajaran yang terkandung dalam cerita; ibarat; lukisan (sesuatu
sebagai contoh):
4. Kemudi pemimpin (pengurus, pengatur arah) pada perserikatan,
pemerintahan, dan sebagainya;
5. Insan manusia
6. Diperbetuli diperbaiki
7. Ayar air
8. Taksir kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian
(kesusahan dan sebagainya);
9. Kabir meraih; mengayuh dengan satu pengayuh
10. Niscaya tentu; pasti; tidak boleh tidak

b) Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada syair di atas!


No Syair Pesan Moral
1. 1 Syair ini berisikan sebuah nasehat bagaimana caranya menjalani kehidupan
yang hanya sementara ini.
2. 2 Pemuda perlu membekali diri dengan ilmu dan amal yang baik agar hidup
menjadi berguna
3. 3 Jadilah generasi muda/I yang bijaksana, cerdas serta berbudi baik agar
perahu (diri kita sendiri) mampu mencapai tujuan.
4. 4 Kita harus mempersiapkan diri dalam perjalanan dalam menggapai
keindahan akhirat.
5. 5 Setelah semua perbekalan kita siapkan, maka langkah selanjutnya adalah
melangkahkan kaki menuju tujuan.
Untuk dapat melakukan kegiatan berbalas pantun tentunya harus menguasai teknik penyusunan
pantun itu sendiri. Beberapa teknik sederhana membuat pantun adalah dengan mengikuti
kaidah-kaidah penyususnan pantun. Untuk melaksanakan kegiatan berbalas pantun dapat
dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah. Lakukan berbalas pantun dengan aturan
permainan berikut!

1. Permainan ini terdiri atas dua kelompok (kelompok “gadis” dan “bujang”; atau dapat
dikembangkan menjadi kelompok “pro” dan “kontra” ).
2. Jumlah anggota kelompok minimal 3 orang, maksimal 5 orang.
3. Setiap kelompok terdiri atas ketua dan anggota.
4. Kegiatan berbalas pantun dipimpin oleh seorang moderator yang bertugas menengahi,
mengulas, dan menyimpulkan kegiatan berbalas pantun.
5. Setiap sesi berbalas pantun memiliki tema, misalnya “perkenalan”.
6. Pantun yang merupakan jawaban setiap kelompok secara berkesinambungan dan bergiliran.
7. Struktur berbalas pantun terdiri atas pembukaan, isi/maksud, dan penutup atau kesimpulan.
Pilihlah 5 orang sebagai wakil dari kelompok putri, demikian juga untuk kelompok putra.
Kelompok putri dalam berbalas pantun disebut kelompok gadis, dan kelompok putra disebut
kelompok bujang. Anggota kelompok lainnya yang tidak tampil tetap membantu membuatkan
pantun, lanjutkanlah sesi “perkenalan” di atas dengan tema “nasihat”, yaitu tentang dua
kelompok yang saling memberi nasihat, misalnya tentang bahaya narkoba, pentingnya saling
menghormati, indahnya damai, manfaat belajar, dan lain-lain. Masing-masing kelompok
sebaiknya merancang skenario pantun dalam bentuk pembuatan pantun-pantun yang terkait
dengan tema.

Hal-hal yang dinilai dalam berbalas pantun adalah:

1. Kekompakan kelompok,
2. Kecepatan membalas pantun,
3. Ketepatan pemilihan sampiran dan isi pantun,
4. Variasi pemilihan kata,
5. Vokal (pelafalan dan intonasi)
6. Gaya yang ditampilkan,
7. Busana (jika dilombakan).
Peserta tidak boleh bersikap dan menggunakan kata yang kurang santun, seperti menghina atau
merendahkan kelompok lain.

1. Tema : Perkenalan dan persahabatan


2. Peserta : Putri 5 orang, Putra 5 orang
3. Moderator : Guru atau siswa yang ditunjuk
Sebelum berbalas pantun dimulai, moderator memperkenalkan masing-masing anggota dari
tiap-tiap kelompok serta menjelaskan temanya dan pantun dimulai dengan cara diundi oleh
moderator.

Berbalas Pantun
Moderator:

Cuci tangan memakai sabun,


Sabun berbau bunga melati,
Mari kita berbalas pantun,
Sambil bernyanyi senangkan hati
Silakan siapa memulai?
Topik berbalas pantun
a) Menjadi generasi harapan untuk Indonesia yang lebih maju.
b) Tidak meninggalkan budaya daerah meski zaman telah berubah
Bujang 1 Gadis 1
Adakah jerami di pohon kenanga Ingin menari bersama nyonya
Adakah hama di tangkai delima Dia datang membawa jamu
Bolehkah kami mohon bertanya Nama kami tidak usah ditanya
Siapakah nama adinda berlima? Langsung tanyakan apa maumu
Moderator:
Ayo kelompok gadis ingin langsung ditanya apa maumu ! Ayo bujang
silakan jawab.
Bujang 2 Gadis 2
Kayu manis di kedai rempah Kedai rempah di pinggir jalan
Dibeli untuk bumbu masakan Menjual banyak bumbu yang lain.
Adik manis tidakkah marah mengapa marah hanya kenalan
kalau abang mau kenalan? Asal tidak menuju yang lain.

Menjual kain motifnya batik Siang-siang banyak cahayanya


karena batik kan banyak pilihannya panas terik yang tidak enaknya
Apa yang lain maksudnya adik Memang si abang banyak akalnya
kalau tertarik kan nggak ada salahnya? kata tertarik yang jadi akhirnya
Bujang 3 Gadis 3
Moderator: Wah, wah..wah, dua kelompok saling kuat! Ayo kita teruskan!
Jangan sampah buang sembarangan Kota Batu dekat ke Malang,
masukkan dia ke tempat yang tersedia kotanya sejuk indah pemandangan
Jangan marah ke abang serampangan Hanya begitu tekad abang
katakan saja adik tidak bersedia. bisanya merajuk batalkah berkenalan’

Bukan sejuk bukan pemandangan Kalau ke Batu jadi tujuan


menjual batik mencari keuntungan marilah kita seiring-sejalan
Bukan merajuk bukan mengurungkan Kalau begitu abang maksudkan
mengenal adik menjadi tujuan. bolehlah kita saling kenalan.
Bujang 4 Gadis 4
Dari hulu menuju kanal Pergi ke pasar membeli sandal
Jangan lagi bali ke hulu Jangan lupa membawa doku
Maunya sih kepengin kenal Kalau memang kepingin kenal
Apalah daya hati malu Katakan saja tak usah malu

Kalau cerdik cobalah terka Gali lubang buat petakan


Gulalah tebu manis rasanya Buatlah lubang di dekat huma
Wahai adik cantik jelita Kalau abang mau kenalan
Bolehkah aku tahu namanya? Berilah aku kartu nama
Bujang 5 Gadis 5
Buah bacang bukan pepaya Berlarang kita naik perahu
Nanas bersisik bukan berduri Layar berkembang di udara
Kalau abang boleh bertanya Kalau boleh adik tahu
Apakah adik masih sendiri Apa maksud abang bertanya

Jangan dimakan nasi basi Menari harus dengan irama


Karena itu sudah terkena hama Tapi jangan seorang diri
Kalau adik masih sendiri Boleh saja jalan bersama
Bolehkah kita jalan bersama Asal jangan mencuri hati