Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Definisi Reksadana

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan


investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di
Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola
oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham,
obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat


(27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh
Manajer Investasi.”

Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian
Reksadana yaitu:

1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi


2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah
terdiversifikasi; dan
3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat
investor.

Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang


ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian
dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih"
(NAB) reksadana tersebut.

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib


untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi,
dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif
dan administratur.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 1
B. Sejarah dan Bentuk Reksadana

Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang


diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki
sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai US$ 392.000.

Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri
reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika
mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan
Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).

Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada


Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di
Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu
pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat
informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga yang
menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan
reksadana.

SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang Perusahaan Investasi


tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk
setiap pendaftaran reksadana hingga hari ini.

Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai


tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270
reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.

Reksadana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John
Bogle dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard
500 Index Fund yang merupakan reksadana dengan dana kelolaan terbesar yang
mencapai 100 triliun US Dollar.

Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksadana di Amerika yaitu


dengan adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual
retirement account - IRA), yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue
Code( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk
mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan
sebesar 4.000 US $ setahun.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 2
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18,
ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk
Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif (KIK).

a. Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)


suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak
berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu
jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.
b. Kontrak Investasi Kolektif
kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga
mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini
Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank
Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi
investasi.

C. Kategori Reksadana

Berdasarkan karakteristiknya maka reksadana dapat digolongkan sebagai


berikut:

a. Reksadana Terbuka
adalah reksadana yang dapat dijual kembali kepada Perusahaan Manajemen Investasi
yang menerbitkannya tanpa melalui mekanisme perdagangan di Bursa efek. Harga
jualnya biasanya sama dengan Nilai Aktiva Bersihnya. Sebagian besar reksadana
yang ada saat ini adalah merupakan reksadana terbuka.
b. Reksadana Tertutup
adalah reksadana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan manajemen
investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksadana tertutup hanya dapat
dijual kembali kepada investor lain melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek.
Harga jualnya bisa diatas atau dibawah Nilai Aktiva Bersihnya.
Sedangkan berdasarkan jenisnya, reksadana terbagi menjadi:
1. Reksadana Pendapatan Tetap.
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang
dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang.
2. Reksadana Saham.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 3
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang
dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.
3. Reksadana Campuran.
Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham
dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana
lainnya.
4. Reksadana Pasar Uang.
Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh
tempo yang kurang dari satu tahun.

D. Cara Kerja Reksadana

Dalam berinvestasi di suatu Reksa Dana, Anda membeli sejumlah Unit


Penyertaan dengan penentuan harga per unit ditentukan oleh Nilai Aktiva Bersih
(NAB). Dengan memiliki Unit Penyertaan, maka Anda telah menjadi bagian dari
pemodal kolektif bersama pemodal-pemodal lain dalam suatu produk Reksa Dana.
Seluruh pemodal memiliki bagian dalam portofolio Reksa Dana secara proporsional,
berdasarkan dari berapa dana yang mereka investasikan

Manajer Investasi bertanggung jawab untuk menginvestasikan dana yang


terkumpul tersebut ke dalam suatu portofolio efek seperti saham, obligasi, pasar uang,
dan surat berharga lainnya, tergantung dari jenis dan tujuan Reksa Dana tersebut.

Bank Kustodian berfungsi sebagai pihak yang melakukan administrasi


investasi, yang antara lain meliputi penyelesaian transaksi (settlement/clearing)
dengan broker atau bank, registrasi dan pendaftaran efek, perhitungan dan pembagian
dividen, perhitungan kenaikan atau penurunan aset, memastikan kenaikan atau
penurunan nilai investasi, dan pelaporan. Apabila suatu ketika terjadi hal buruk
menimpa Manajer Investasi sehingga dinyatakan bubar, maka dana pemodal akan
tetap aman tersimpan di tempat yang terpisah, yaitu di Bank Kustodian.

BAPEPAM & LK bertugas dalam membina, mengatur dan mengawasi


kegiatan sehari-hari pasar modal di Indonesia. Dalam kaitannya dengan Reksa Dana,
BAPEPAM & LK mengeluarkan peraturan-peraturan dan pengawasan yang ketat
terhadap kegiatan operasional seluruh Reksa Dana di Indonesia.

Gambar 1.1 Contoh Cara Kerja Reksadana

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 4
Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk
memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi dibalik.
Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan
kepada investor.

Bagaimana caranya? Pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan


Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor
(penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang
akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi.

Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah
Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola
investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito
di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan.

Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke


dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP),
dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi
senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun :
Rp 1.000 = 1 miliar UP.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 5
Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan
demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu.
Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan
harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan
Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100
UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu
tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar
komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai
dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP
dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500
sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi.

Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut
dengan nama "biaya penjualan". Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada
saat Anda membeli UP yang dijual itu.

Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito


Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang
didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik.

Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000,


setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik
UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung


pada instrumen investasi yang dipilih tim pengelola investasi. Apabila mereka
memilih instrumen deposito sebagai produk investasinya, maka NAB reksa dananya
akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito
yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah
nilai aset reksa dana.

Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham,
tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya.
Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki
kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 6
Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-
saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham
naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya,
reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income.

Reksa dana lainnya ada yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang),
dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dari dua atau lebih instrumen
investasi, semisal gabungan saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

E. Resiko dalam Reksadana

Untuk melakukan investasi Reksa Dana, Investor harus mengenal jenis risiko
yang berpotensi timbul apabila membeli Reksadana:

a. Risiko turunnya nilai unit penyertaan reksa dana

Meskipun produk reksa dana merupakan produk diversifikasi. Hal ini tidak
menutup kemungkinan bahwa nilai unit penyertaannya akan turun. Turun atau
naiknya nilai unit penyertaan tidak terlepas dari kenaikan atau penurunan harga
efek ekuitas atau efek utang yang menjadi alat investasi reksa dana tersebut.

Sebagai ilustrasi, sebuah produk reksa dana berinvestasi pada jenis obligasi dan
saham. Ketika suku bunga naik akan menyebabkan harga obligasi turun, dan pada
saat yang sama kinerja emiten ekuitas melemah menyebabkan harga saham pun
turun. Maka nilai unit penyertaan pada produk reksa dana ini akan turun.

Selain itu, berkurangnya nilai unit penyertaan ini dapat juga disebabkan karena
biaya-biaya yang dikenakan oleh perusahaan reksa dana atas produknya. Ketika
kegiatan investasi ini memperoleh hasil 0%, tetapi karena reksa dana menanggung
beban seperti biaya manajemen, maka beban tersebut akan dikurangkan dari
aktiva yang ada.

b. Risiko Perubahan Ekonomi dan Politik

Perubahan ekonomi dan politik yang terjadi di suatu negara dapat mempengaruhi
pandangan umum perusahaan-perusahaan di Indonesia termasuk yang tercatat di
Bursa Efek Jakarta maupun Surabaya. Berubahnya pandangan umum tersebut
dapat mempengaruhi likuiditas portofolio efek sehingga harga efek dapat turun
ataupun naik.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 7
Sebagai contoh, ketika Indonesia dilanda krisis moneter. Pada kondisi krisis
moneter, kepercayaan investor asing terhadap keamanan berinvestasi di Indonesia
mulai berkurang. Banyak investor asing yang menjual portofolio efeknya dan
membawa hasil penjualannya ke luar negeri.

Hal ini mengakibatkan harga efek di Indonesia menjadi turun sehingga


mempengaruhi turunnya nilai aktiva bersih reksa dana.

c. Risiko Wanprestasi

Resiko wanprestasi ini dapat terjadi ketika pihak-pihak terkait pasar modal seperti
emiten, bank kustodian, broker gagal memenuhi kewajibannya. Kegagalan ini
dapat mempengaruhi nilai aktiva bersih reksa dana. Wanprestasi dapat terjadi
akibat dari pihak-pihak yang terkait dengan reksa dana, misalnya pialang, bank
kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, kebakaran serta kerusuhan, yang
mungkin akan mempengaruhi penurunan NAB reksa dana tersebut.

Sebagai contoh wanprestasi terjadi ketika perusahaan asuransi yang


mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayarkan ganti rugi atau
membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan ketika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.

d. Risiko yang Berhubungan dengan Peraturan

Reksadana memiliki batasan-batasan yang dimaksud untuk melindungi investor,


tetapi mungkin batasan-batasan ini dapat menjadi batu sandungan bagi investor
juga. Contoh batasan adalah tidak diperbolehkan reksa dana membeli efek di luar
negeri dan membeli efek yang diterbitkan oleh perusahaan melebihi 10% dari
nilai aktiva reksa dana pada saat pembelian.

Batasan-batasan ini sangat dirasakan ketika pasar modal Indonesia turun tajam,
pengelola reksa dana tidak dapat memindahkan dananya ke pasar modal luar
negeri yang lebih bergairah. Pengelola reksa dana pun tidak dapat membeli saham
lebih dari 10% NABnya meskipun saham tersebut potensial.

e. Risiko Likuiditas Reksa Dana Terbuka

Resiko ini dapat terjadi ketika perusahaan reksa dana tidak memiliki dana tunai
untuk membeli kembali unit penyertaan investornya. Sebuah perusahaan reksa
dana memperoleh dananya dengan menjual unit penyertaan kepada investor.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 8
Ketika investor menjual kembali unit penyertaannya sedangkan perusahaan reksa
dana tidak dapat menjual portofolio investasinya dan tidak memiliki uang tunai,
maka ia tidak dapat membeli unit penyertaan yang dijual investornya.

Sebagai solusi teratasinya masalah tersebut, perusahaan reksa dana diijinkan


untuk memperoleh pinjaman untuk melunasinya. Pinjaman yang diberikan
biasanya dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan perusahaan reksa dana
tersebut. Apabila keadaan demikian terus berlangsung, maka proses penjualan
kembali unit penyertaan oleh investor akan tertunda sampai memungkinkan.

BAB II

REKSADANA KONVENSIONAL vs NON KONVENSIONAL

A. Definisi Reksadana Konvensional

Dalam paper ini, definisi Reksadana Konvensional adalah sama dengan


definisi Reksadana pada umumnya. Definisi reksadana konvensional adalah wadah
yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan kembali dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

B. Definisi Reksadana Non Konvensional / Syari’ah

Pembahasan Reksadana Non Konvensional dalam paper ini adalah mengenai


reksadana syariah yang diterapkan di Indonesia.

Definisi Reksadana Syariah adalah Reksa Dana yang beroperasi menurut


ketentuan dan prinsip Syari’ah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai
pemilik harta (sahib al-mal/ Rabb al Mal) dengan Manajer Investasi sebagai wakil
shahib al-mal, maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan
pengguna investasi.

Reksa dana syariah yang juga sering disebut dengan istilah Islamic Investment
Fund atau Syariah Mutual Fund merupakan lembaga intermediari (intermediary)
yang membantu surplus unit melakukan penempatan dana untuk selanjutnya
diinvestasikan kembali (reinvestment). Selain untuk memberikan kemudahan bagi
calon investor untuk berinvestasi di pasar modal maka pembentukan Islamic
Investment Fund atau Syariah Mutual Fund juga bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan kelompok investor yang menginginkan keuntungan dari sumber dan

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 9
mekanisme investasi yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan secara religius
serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, misalnya tidak diinvestasikan
pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya
bertentangan dengan syariat Islam.

C. Perbandingan / Perbedaan Reksadana Konvensional dengan Syari’ah

Dalam bab ini lebih banyak membahas tentang Reksadana Syari’ah


mengingat reksadana konvensional sudah lebih banyak dipahami daripada reksadana
syariah. Dengan demikian, diharapkan dapat mengerti perbedaan secara mendasar
mengenai Reksadana Konvensional dengan Reksadana Syari’ah.

1. Landasan Hukum

Dasar hukum Reksadana Konvensional adalah dalam Undang-Undang Pasar


Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah suatu wadah yang
dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya
diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manager investasi yang telah mendapat izin
dari BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal). Portofolio investasi dari reksa dana
dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi,
instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas.

Sedangkan dasar hukum Reksadana Syariah adalah UU Pasar Modal no. 8


tahun 1995 dan menurut fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 20/DSN-MUI/IV/2001
Tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syari’ah.

2. Latar Belakang dan Prinsip Transaksi Reksadana Syari’ah

Pembentukan reksa dana syariah adalah sebagai lembaga investasi syariah


yang juga memiliki keterkaitan yang erat dengan implementasi konsep ekonomi
Islam yang mengacu pada sistem nilai dan asas-asas pokok filsafat ekonomi Islam
yang berpedoman pada Al Quran serta sumber-sumber hukum Islam lainnya.

Dasar transaksi yang mendasari pembentukan reksa dana syariah pertama kali
adalah adanya kontrak. Dalam hal reksa dana syariah tersebut berbentuk perseroan
maka terdapat kontrak antara pihak direksi dengan manajer investasi sebagai pihak
pengelola dan bank kustodian sebagai pihak penyimpan kekayaan milik reksa dana
syariah. Lain halnya dengan reksa dana syariah berbentuk kontrak investasi kolektif

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 10
(KIK) yang pembentukannya hanya didasarkan pada adanya kontrak antara manajer
investasi dengan bank kustodian.

Pada dasarnya, hukum ekonomi Islam juga mengatur tentang urgensi kontrak
sebagai dasar dari transaksi bisnis khususnya dalam hal pembentukan reksa dana
syariah. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al Quran menjelaskan bahwa
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (QS.5 : 1). Untuk
memperjelaskan urgensi kontrak sebagai pedoman dalam melakukan transaksi atau
akad maka dalam HR Abud Dawud, Ibn Majah dan Tirmizy dari Amru bin ‘Auf
dijelaskan bahwa “Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka
sepakati, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang
haram”

Prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang harus diperhatikan oleh pelaku


investasi syariah (pihak terkait) adalah:

a. Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi zatnya maupun cara
mendapatkannya, serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram.

b. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.

c. Keadilan pendistribusian kemakmuran.

d. Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha.

e. Tidak ada unsur riba, maysir (perjudian/spekulasi), dan gharar


(ketidakjelasan/samar-samar).

Prinsip umum syariah dalam jual beli sebagaimana dapat disimpulkan dari
pendapat para ulama dalam kitab-kitab fiqih seperti M. Rifa’i dalam Kifayatul
Akhyar (184) dan Wahbah Az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu yaitu:

1. Pada dasarnya diperbolehkan transaksi jual beli sebagai salah satu sarana yang baik
dalam mencari rezki. (QS.al-Baqarah:194, an-Nisa’:29)

2. Barang ataupun instrumen yang diperjualbelikan itu harus halal sehingga dilarang
menjualbelikan barang haram seperti miras, narkoba, bunga bank ribawi. (QS.Al-
Maidah: 3, 90)

3. Bermanfaat dan bermaslahat dengan adanya nilai guna bagi konsumen maupun
pembeli serta tidak membahayakan.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 11
4. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahkan, baik secara langsung keseluruhan
maupun secara simbolis

5. Barang yang diperjualbelikan harus jelas keadaannya, sifat-sifatnya, kualitasnya,


jumlah dan satuannya dan karakteristik lainnya.

6. Dilakukan proses “ijab qabul” baik dalam arti tradisionalnya maupun modern.
seperti dalam paper trading yang menampilkan dokumen dagang berupa kertas
maupun elektronic trading/ e-commerce yang menampilkan data komputer dan data
elektronik lainnya (paperless trading). Kedua media tersebut substansinya
menunjukkan sifat barang, mutu, jenis, jaminan atas kebenaran data dan dokumen
serta bukti kesepakatan transaksi (dealing).

7. Transaksi dilangsungkan atas dasar saling sukarela (‘an taradhin), kesepahaman


dan kejelasan. (QS. An-Nisa’:29)

8. Tidak ada unsur penipuan maupun judi (gambling). (QS.al-Baqarah:278, al-


Maidah: 90)

9. Adil, jujur dan amanat (QS.al-Baqarah:278)

10. Dalil umum transaksi jual-beli dalam Allah berfirman: “…dan Allah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.al-Baqarah: 275). “Hai orang
yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang
batil, kecuali dengan dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di
antara kamu,…” (QS. al-Nisa’ : 29). “Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad
itu…” (QS. al-Ma’idah : 1).“…kamu tidak (boleh) menganiaya dan tidak (pula)
dianiaya” (QS. al-Baqarah: 279).

Berdasarkan keterangan di atas, maka kegiatan di pasar modal mengacu pada


hukum syariat yang berlaku. Perputaran modal pada kegiatan pasar modal syariah
tidak boleh disalurkan kepada jenis industri yang melaksanakan kegiatan-kegiatan
yang diharamkan. Pembelian saham pabrik minuman keras, pembangunan
penginapan untuk prostitusi dan lainnya yang bertentangan dengan syariah berarti
diharamkan.

Semua transaksi yang terjadi di bursa efek harus atas dasar suka sama suka,
tidak ada unsur pemaksaan, tidak ada pihak yang didzalimi atau mendzalimi. Seperti
goreng-menggoreng saham. Tidak ada unsur riba, tidak bersifat spekulatif atau judi
dan semua transaksi harus transparan, diharamkan adanya insider trading.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 12
Kriteria dalam Reksadana Syariah

Kriteria Emiten Surat Berharga Syariah:

1. Jenis usaha, produk dan jasa yang diberikan serta cara pengelolaan perusahaan
Emiten tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

2. Jenis kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah antara lain adalah :

a. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang
dilarang;

b. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan


asuransi konvensional;

c. Usaha yang memproduksi, mendistribusi, serta memperdagangkan makanan


dan minuman yang haram;

d. Usaha yang memproduksi, mendistribusi, dan/atau menyediakan


barangbarang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.

3. Emiten Efek Syariah wajib menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang
sesuai dengan syariah atas Efek Syariah yang dikeluarkan.

Transaksi Surat Berharga Syariah yang dilarang:

1. Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurut prinsip kehati-hatian serta


tidak diperbolehkan melakukan spekulasi gambling (maysir) yang di
dalamnya mengandung unsur dharar, gharar, maysir, dan zhulm.

2. Tindakan yang dimaksud di atas meliputi:

o Najsy, yaitu melakukan penawaran palsu

o Bai’ al-ma’dum, yaitu melakukan penjualan atas barang (Efek Syariah) yang
belum dimiliki (short selling)

o Insider trading, yaitu memakai informasi orang dalam untuk memperoleh


keuntungan transaksi yang dilarang.

o Menyebarluaskan informasi yang menyesatkan untuk memperoleh


keuntungan transaksi yang dilarang

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 13
o Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi, tingkat
(nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari
modalnya.

o Margin trading, yaitu melakukan transaksi atas Efek Syariah dengan fasilitas
pinjaman atas kewajiban penyelesaian pembelian Efek Syariah tersebut

o Ihtikar (penumpukan), yaitu melakukan pembelian atau dan pengumpulan


suatu Efek Syariah untuk menyebabkan perubahan harga Efek Syariah, dengan tujuan
mempengaruhi Pihak lain.

3. Penentuan dan Pembagian Hasil Investasi Reksadana Syari’ah

Hasil investasi yang diterima dalam harta bersama milik pemodal dalam
Reksa Dana Syari’ah akan dibagikan secara proporsional kepada para pemodal. Hasil
investasi yang dibagikan harus bersih dari unsur non-halal

Penghasilan investasi yang dapat diterima oleh Reksa Dana Syari’ah adalah:

a. Dari saham dapat berupa:

o Dividen yang merupakan bagi hasil atas keuntungan yang dibagikan dari
laba yang dihasilkan emiten, baik dibayarkan dalam bentuk tunai maupun dalam
bentuk saham.

o Rights yang merupakan hak untuk memesan efek lebih dahulu yang
diberikan oleh emiten.

o Capital gain yang merupakan keuntungan yang diperoleh dari jual-beli


saham di pasar modal.

b. Dari Obligasi yang sesuai dengan syari’ah dapat berupa:

o Bagi hasil yang diterima secara periodik dari laba emiten.

c. Dari Surat Berharga Pasar Uang yang sesuai dengan syari’ah.

d. Dari Deposito dapat berupa:

o Bagi hasil yang diterima dari bank-bank Syari’ah.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 14
Perhitungan hasil investasi yang dapat diterima oleh Reksa Dana Syari’ah dan
hasil investasi yang harus dipisahkan dilakukan oleh Bank Kustodian dan setidak-
tidaknya setiap tiga bulan dilaporkan kepada Manajer Investasi untuk kemudian
disampaikan kepada para pemodal dan Dewan Syari’ah Nasional

4. Pilihan Reksadana Syari’ah di Indonesia

Sebelas reksadana syariah telah ditawarkan kepada masyarakat terkategori


pada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran. Reksadana pendapatan
tetap adalah reksadana yang sebagian besar komposisi portofolio-nya di efek
berpendapatan relatif tetap seperti; Obligasi Syariah, SWBI, CD Mudharabah,
Sertifikat Investasi Mudharabah antar bank serta efek-efek sejenis. Yang termasuk
reksadana syariah jenis ini antara lain; BNI Dana Syariah (sejak tahun 2004), Dompet
Dhuafa-BTS Syariah (2004), PNM Amanah Syariah (2004), Big Dana Syariah (2004)
dan I-Hajj Syariah Fund (2005). Tahun lalu reksadana pendapatan tetap bisa
memberikan keuntungan sekitar 13-14 persen.

Sedangkan reksadana campuran merupakan reksadana yang sebagian besar


komposisi portofolio ditempatkan di efek yang bersifat ekuitas seperti saham syariah
(JII) yang memberikan keuntungan relatif lebih tinggi. Termasuk dalam reksadana ini
adalah: Reksadana PNM Syariah (sejak tahun 2000), Danareksa Syariah Berimbang
(2000), Batasa Syariah (2003), BNI Dana Plus Syariah (2004), AAA Syariah Fund
(2004) dan BSM Investa Berimbang (2004). Rata-rata keuntungan yang bisa
dibukakan investor pada reksadana ini tahun lalu sekitar 23 persen. Dari pengamatan
rutin yang dilakukan terlihat Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit-nya seluruh
reksadana syariah terus merangkak naik, pertanda kinerjanya baik.

Setidaknya ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan


berinvestasi pada reksadana syariah, antara lain; investasi sesuai kesanggupan
(terjangkau), bukan objek pajak (bebas pajak), perkembangan dapat dipantau secara
harian melalui media (termasuk beberapa koran), hasil relatif lebih tinggi (dibanding
deposito), mudah dijangkau (ada yang bisa dengan ATM dan Phoneplus), yang
terpenting juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan akan diaudit secara
rutin.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 15
Modal untuk memulai investasi pada produk ini bisa bervariasi ada yang
minimal Rp 5 juta seperti BSM Investa Berimbang, atau Rp 1 juta untuk BNI Dana
Syariah, bahkan ada yang hanya Rp 250 ribu. Untuk pemesanannya pun relatif mudah
tinggal mendatangi kantornya masing-masing. Untuk BNI Dana Syariah dan BSM
Investa Berimbang tinggal mendatangi Kantor Cabang BNI Syariah dan BSM yang
sudah relatif tersebar.

Untuk menjatuhkan pilihan pemodal perlu berhati-hati. Meneliti produk


sebelum membeli. Jangan sampai membeli produk tanpa terlebih dahulu membaca
prospektus. Atau lebih parah lagi, membeli reksadana yang sama sekali tidak
memiliki prospektus. Sebagai produk investasi reksadana syariah bukanlah sesuatu
yang imun dan kebal dari kerugian. Investasi syariah tetap saja mengandung resiko
kerugian ketika dikelola sang manajer investasi. Hal ini bisa kita buktikan dengan
pembubaran reksadana Rifan Syariah oleh Bapepam akhir tahun 2004 karena NAB-
nya telah menjadi Rp 0,- akibat ketidakberhasilan mengelola dana investasi. Beberapa
yang penting untuk dipertimbangkan lagi adalah kapasitas dan kemampuan Manajer
Investasi untuk mengelola dana, hal ini bisa dilihat dari kinerja yang berjalan selama
ini. Perlu pula dipertimbangkan biaya-biaya yang dibebankan seperti; biaya
pembelian dan biaya penjualan kembali, imbalan jasa Manajer Investasi dan imbalan
jasa Kustodian.

5. Kinerja Reksadana Konvensional dan Syari’ah

Banyak penelitian yang mencoba untuk membuktikan manakah yang lebih


baik antara reksadana syariah atau reksadana konvensional. Sebagian besar reksadana
syariah rata-rata memiliki tingkat return yang cukup kompetitif. Berikut ini
ditampilkan dua buah reksadana yang akan dijadikan komparasi perhitungan yaitu
reksadana Danareksa Syariah Berimbang dan reksadana Danareksa Anggrek. Nilai
return dari reksadana Danareksa Anggrek dan Danareksa Syariah Berimbang
tertanggal 3 Oktober 2007 masing-masing sebesar 29.91 % dan 32.93 % dengan
volume perdagangan Danareksa Anggrek (2/10) sebesar 48,527,776.12 dan volume
perdagangan Danareksa Syariah Berimbang sebesar 15,825,213.14 . Jika dilihat
berdasarkan return terlihat bahwa reksadana Danareksa Syariah Berimbang lebih
unggul dari reksadana Danareksa Anggrek tetapi volume perdagangannya masih jauh
lebih kecil. Namun, untuk mengukur kinerja reksadana tidak hanya sebatas melihat

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 16
pada return tetapi juga harus melihat pada risiko. Salah satu alat yang dapat
digunakan sebagai pengukuran kinerja adalah Sharpe indeks.

Berdasarkan Sharpe indeks nilai reksadana Anggrek sebesar 2.14% dan nilai
reksadana Danareksa Syariah Berimbang sebesar 2.17%. Hal ini mengindikasikan
bahwa kinerja reksadana syariah mengungguli reksadana konvensional. Hasil analisis
ini juga memberikan rekomendasi kepada investor dalam mengalokasikan investasi.

Pangsa pasar reksa dana syariah saat ini makin menunjukkan pertumbuhan
yang menjanjikan. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru
muncul beberapa tahun belakangan, pertumbuhan reksa dana syariah terus mengalami
kenaikan.

Presdir Fortis Investment Eko Pratomo menyebutkan bahwa pada Maret 2007,
dana kelolaan reksa dana syariah mencapai Rp700 miliar, sementara reksadana
konvensional mencapai Rp58,247 triliun.

Jumlah tersebut diproyeksi akan terus meningkat dengan makin banyaknya


investor yang kini mulai melirik berinvestasi di reksa dana syariah yang dianggap
lebih menguntungkan.

Hal ini dipicu oleh makin diminatinya instrumen investasi syariah selama
beberapa tahun belakangan. Jakarta Islamic Index (JII) dalam lima tahun terakhir
mencatat pertumbuhan transaksi investasi syariah yang jauh lebih tinggi
dibandingkan IHSG.

Bahkan, otoritas pasar modal pun memperkirakan pertumbuhan reksadana ke


depannya semakin pesat, seiring dengan banyaknya perusahaan yang berniat
menerbitkan produk-produk syariah, seperti corporate sukuk (obligasi syariah
korporasi) yang belum lama diperkenalkan itu.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ada beberapa jenis reksadana. Salah satunya adalah reksadana campuran.


Pada reksadana campuran terdapat berbagai jenis antara lain konvensional dan
syariah. Prinsip reksadana Campuran syariah yang membedakan dari konvensional
antara lain: Reksa Dana yang membatasi diri untuk berinvestasi hanya pada jenis
Efek yang memberi hasil sesuai dengan Syariah Islam (tidak ada unsur ribawi) dan
diterbitkan oleh perusahaan yang dalam operasinya tidak melanggar Syariah Islam
sementara pemilihan Efek dilakukan secara cermat agar investasi tersebut tidak
termasuk dalam kategori Gharar (Ketidakjelasan dan manipulatif). Reksadana syariah
merupakan campuran investasi dalam bentuk saham halal dan campuran, yakni dana
yang ditempatkan di Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) dan Sertifikat
Investasi Mudharabah Antar Bank (SIMA).

Adanya pemisahan antara reksadana konvensional dan reksadana syariah ini


menuntut investor untuk melakukan pemilihan investasi yang sesuai dengan
preferensi mereka. Salah satu yang dijadikan kriteria preferensi adalah performa dari
reksadana tersebut.

B. Saran

Dengan makin banyaknya pilihan produk dan manajer investasi ini, maka
masyarakat harus lebih jeli dalam memilih jenis portofolio yang dikelolanya.

Menurut Ahmad Gozali, pilihan produk investasi yang bisa dipilih antara lain
saham, obligasi, deposito di bank konvensional, dan juga valas.Sementara itu, jenis
investasi reksa dana yang bisa dipilih antara lain saham, campuran dan pendapatan
tetap. Dari tiga jenis investasi ini, investasi sahamlah yang memiliki risiko paling
besar dibandingkan dengan investasi lainnya.

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 18
FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)

1. Mengapa memilih reksa dana ?

Reksa Dana bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang


konsisten dan lebih baik daripada deposito selain juga memiliki mekanisme
yang jelas dengan melalui bank kustodi.

2. Prinsip-prinsip apa saja yang harus diperhatikan dalam berinvestasi ?

Nasabah dianjurkan untuk membaca prospektus perusahaan efek yang


bersangkutan.

Prinsip kehati-hatian

Prinsip konsistensi atas hasil investasi

3. Apakah uang saya dijamin seperti deposito ?

Tidak, namun jika berinvestasi di dalam reksa dana pendapatan tetap


khususnya di Reksa Dana Panin, dana nasabah akan relatif terjamin karena
portfolionya ada di dalam obligasi yang diterbitkan pemerintah Republik
Indonesia.

4. Apakah aman menaruh uang saya di Reksadana ?

Aman, namun nasabah harus memperhatikan komposisi portfolio daripada


Reksadana tersebut serta kinerja dari masa lampau Manajer Investasinya.

5. Mengapa reksa dana menggunakan bank kustodian ?

Bank kustodi berperan sebagai lembaga penitipan yang telah terlebih dahulu
memperoleh persetujuan dari BAPEPAM untuk menyimpan dana yang
terhimpun dari masyarakat pemodal/investor dan diadministrasikan secara
terpisah sehingga tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh Manajer
Investasinya.

6. Apabila ada keperluan mendadak, apakah saya bisa mencairkan


investasi saya sewaktu-waktu ?

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 19
Dapat, karena sudah merupakan kewajiban dari Manajer Investasi bahwa
setiap penjualan oleh Pemegang Unit Penyertaan wajib dibeli kembali oleh
Manajer Investasi.

7. Bagaimana saya tahu apakah nilai investasi saya naik atau turun ?

Dengan mengikuti perkembangan NAV

8. Apa arti NAB (Nilai Aktiva Bersih) ?

Nilai aktiva bersih adalah nilai pasar yang wajar dari suatu Efek dan kekayaan
lain dari Reksa Dana dikurangi seluruh kewajibannya.

9. Apakah saya sebaiknya mengikuti performance harian, bulanan atau


tahunan dari reksa dana ?

Harian, karena perubahan NAB terjadi setiap harinya.

10.Saya belum pernah berinvestasi dalam Reksadana, jenis Reksadana apa


yang cocok untuk saya ?

• Jika dana disimpan untuk jangka panjang maka dapat diinvestasikan ke


Panin Dana Maksima, yang portfolionya adalah cenderung ke saham.

• Jika dana disimpan dalam jangka yang lebih pendek maka dapat
diinvestasikan ke Panin Dana Utama Plus atau Panin Gebyar Indonesia, yang
portfolionya dalam pendapatan tetap.

11.Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang reksa dana, apakah saya
dapat bertemu salah satu representative dari Panin Sekuritas ?

Dapat menghubungi Manajer Investasi atau penjual yang ditunjuk.

12.Apakah reksa dana pendapatan tetap dapat memberikan tingkat


pengembalian yang lebih tinggi dari deposito ?

Ya

13.Fee apa saja yang umumnya dibebankan kepada investor ?

Biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya penjualan kembali


unit penyertaan (redemption fee), biaya transfer bank, pemindahan buku dan
biaya biaya lain (bila ada).

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 20
14.Apakah saya dapat menambah jumlah unit penyertaan ?

Nasabah dapat menambah Unit Penyertaan kapanpun yang diinginkan, dengan


menggunakan account yang sama pada saat pembelian awal.

15.Bukti kepemilikan seperti apa yang diberikan kepada investor reksa


dana ?

Berupa Konfirmasi Unit Penyertaan yang dicetak oleh Bank Kustodian dan
dikirimkan ke nasabah ± 7 hari bursa.

16.Bagaimana caranya memilih reksa dana yang terbaik bagi saya?

Harus melihat komposisi portfolio dari Reksadana tersebut sehingga sesuai


dengan kebutuhan, selain itu harus dilihat kinerja yang penah dihasilkan oleh
Manajer Investasi tersebut.

Sumber : http://www.paninreksadana.com/edukasifaqrd.php

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 21
DAFTAR PUSTAKA

Budi Setiawan, Azis. Reksadana Syariah; Alternatif Investasi Islami. 2008

Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 20/DSN-MUI/IV/2001 Tentang Pedoman


Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syari’ah
http://hendrakholid.net/blog/2009/05/reksadana-syariah-2/
http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana
http://www.dakwatuna.com/2008/trading-sekuritas-dan-jual-beli-saham/
http://www.paninreksadana.com/edukasifaqrd.php
http://www.perencanakeuangan.com/files/dasar.html
http://www.prudent.web.id/file/Reksadana%20Syariah,%20Alternatif%20Investasi
%20Islami.pdf
http://www.reksadanasyariah.net/
http://www.vibiznews.com/articles_financial_last.php?
id=11&sub=article&month=OKTOBER&tahun=2007&awal=0&page=reksada
na
http://www.vibiznews.com/articles_financial_last.php?
id=14&sub=article&month=OKTOBER&tahun=2007&awal=0&page=reksada
na

http://www.scribd.com/mzloveme_as Page 22

Anda mungkin juga menyukai