Anda di halaman 1dari 3

MEP (MEDICAL AND PROFESSION)

SEBAGAI

PENCERDAS MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

ISMKI merupakan kepanjangan dari ikatan senat mahasiswa kedokteran


Indonesia. Sebagaimana namanya ISMKI merupakan suatu organisasi yang menaungi seluruh
mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia. ISMKI ini sendiri awalnya ialah suatu organisasi
perseorangan yang masih bernama IMKI hingga suatu saat pemerintah melalui Dr. abdul gafur
mencoba melkukan pendekatan kepada senat mahasiswa untuk ikut mendukung program
pemerintah ng NKK dengan cara membentuk suatu organisasi kemahasiswaan yang bernam
Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Respon pertama di berikan oleh senat dari
mahasiswa kedokteran UNHAS dan akhirnya di adakannya Pra MUNAS ISMKI 1 di Makassar.
Pada kesempatan ini terjadi banyak pertentangan antara peserta siding sebagian peserta masih
ingin mempertahankan IMKI dan sebagian lainnya ingin membentuk suatu organisasi
kemahasiswaan yang bernama ISMKI. Pendekatan terus dilakukan hingga pada akhirnya
keputusan yang di ambil ialah di adakannya MUNAS 1 ISMKI di Makassar pada bulan
September 1981. Dan pada akhirnya di deklerasikanlah suatu organisasi kemasiswaan yang
mencakup seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia yang bernama ISMKI pada tanggal 20
september 1981 di Makassar.

Hingga saat ini sudah banyak kontribusi yang di lakukan oleh ISMKI di bidang
kesehatan terutama bidang kedokteran. ISMKI memiliki susunan structural yang telah di atur
dalam AD/ART organisasi yang dimana ISMKI memiliki beberapa bidang dan di antara beberapa
bidang itu ialah bidang PENDPRO (Pendidikan dan Profesi). Sebagaimana namanya bidang ini
bergerak di bidang pendidikan dan profesi. PENDPRO ini sendiri memiliki berbagai fungsi di
antaranya ialah seperti saya sebutkan di bawah ini :

 Sebagai wadah yang menaungi kebutuhan mahasiswa mengenai pendidikan dan profesi
kedokteran
 Sebagai wadah yang mengkaji solusi dalam masalah-masalah pendidikan dan keprofesian
yang terjadi di Indonesia.
 Sebagai jembatan pada stokeholders terhadap kebijakan-kebijakan system pendidikan dan
keprofesian mahasiswa kedokteran Indonesia
 Sebagai penyokong berbagai aktifitas mahasiswa dalam peningkatan pengetahuan dan
keterampilan profesi dokter
 Sebagai wadah penampung aspirasi masalah pendidikan dan profesi kedokteran.

Bila melihat berbagai fungsi dari bidang PENDPRO yang telah di sebutkan di atas
jelas bahwa PENDRO merupakan suatu bidang yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa
kedokteran yang ada di Indonesia, kita ketahui tidak semua mahasiswa kedokteran butuh kajian,
tidak semua mahasiswa kedokteran butuh latihan pengkaderan tapi satu hal yang pasti
dibutuhkan oleh seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia ialah pendidikan kedokteran, suatu
ilmu-ilmu mengenai kedokteran yang terbaru dan mumpuni. Itu semua tidak lepas dari tujuan
kita untuk menjadi seorang dokter yang profesional. Nah di sinilah jelas terlihat bahwa peran
bida di sdang PENDPRO itu sangat di butuhkan. Bisa di bilang kalau PENDPRO ini berperan
sebagai PENCERDAS bagi seluruh mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia. Hal ini
menjadi tantangan yang jelas bagi PENDPRO agar bisa memberikan kontribusi yang nyata
sehingga mampu membantu seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia agar bisa mencapai tujuan
mereka menjadi seseorang dokter yang profesional.

Tidak hanya itu bidang PENDPRO ini juga memiliki peran penting dalam dalam
mengkaji berbagai macam kebijakan dan masalah yang ada terutama yang berkaitan dengan
pendidikan dan profesi mahasiswa kedokteran, kita mengetahui bahwa begitu banyak kebijakan-
kebijakan yang dikeluarkan oleh para stokeholder dibidang kesehatan terutama yang
bersangkutan dengan pendidikan dan profesi dan kita ketahui pula tidak semua kebijakan yang
ada itu berdampak baik dan bias di terima oleh seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia nah
disinilah PENDPRO memiliki peran untuk mengkaji kebijakan yang ada dan jika terdapat
sesuatu yang tidak sesuai dan merugikan bagi mahasiswa PENDPRO memiliki peran untuk
mengkritisi dan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa kedokteran kepada para stokeholder.
Diantara begitu banyak kebijakan yang ada salah satunya ialah akreditasi kampus atau institusi.
Kita ketahui pula bahwa untuk meningkatkan suatu akreditasi yang ada di kampus mahasiswa
memiliki peran penting dalam hal itu dimana ketika hasil atau kemampun dari mahasiswa yang
baik mampu meningkatkan akreditasi dari kampus itu sendiri, ini yang menjadi tantangan bagi
PENDPRO yang bias saya sebut sebagai PENCERDAS para mahasiswa harus mampu membuat
para mahasiswa yang ada memiliki kompetensi yang baik secara menyeluruh dan merata di
seluruh Indonesia. Hal ini bias kita nilai dan evaluasi dari hasil ujian kompetensi atau kebijakan
yang terbaru yang dikeluarkan bernama exit exam.

Melihat hal-hal yang telah disebutkan diatas mengenai begitu pentingnya


PENDPRO dalam meningkatkan kualitas dari mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia,
muncul pertanyaan apakah yang bisa kita lakukan agar semua fungsi yang telah disebutkan di
atas bisa tercapai. Jika kia melihat proker (program kerja) yang telah di canangkan oleh
PENDPRO sebelumnya menurut saya sudah memiliki tujuan sangat baik, akan tetapi yang
menjadi kendala ialah implementasi yang terjadi dilapangan masih sangat kurang, masih banyak
institusi yang belum mengetahui apa sebenarnya itu PENDPRO sehingga dampak yang di
rasakan oleh mahasiswa institusi itu sendiri belum tercapai. Di sini saya memberikan suatu
solusi yang dimana PENDPRO harus memiliki hubungan yang lebih intens dengan BEM atau
SENAT dari setiap institusi, hal ini bias dilakukan dengan cara memberikan kepercayaan di
setiap institusi perwakilan dari PENDPRO yang bias di follow up tentang perkembangan
program-program yang dilakukan oleh PENDPRO, saya mengetahui bahwa di beberapa BEM
atau SENAT yang ada di institusi telah memiliki bidang PENDPROnya masing-masing hanya
saja yang menjadi masalah ialah kurangnya follow up dari pengurus PENDPRO nasional itu
sendiri kepada para institusi dalam menjalankan proker yang sudah di canangkan. Selanjutnya
untuk menindak lanjuti follow up proker ke institusi itu kita bias mengundang perwakilan dari
setiap institusi untuk duduk bersama dan membicarakan tentang perkembangan dari kompetensi
mahasiswa di institusi masing-masing dan membicarakan apa saja kendala yang ad kemudian
kita mencari solusi yang terbaik.

Selanjutnya salah satu inovasi yang ingin saya berikan ialah pelatihan tentang
pelaksanaan UKDI atau Exit exam secara merata dan menyeluruh kepada seluruh mahasiswa
kedokteran yang ada di Indonesia dengan standard dan kompetensi yang sama kepada seluruh
institusi yang ada di Indonesia sehingga kemampuan yang di miliki oleh mahasiswa yang
bersangkutan juga bias lebih merata di seluruh Indonesia, kemudian untuk melihat hasil dari
pelatihan yang dilakukan bias diadakan Try out secara nasional dan serentak di seluruh institusi
yang ada di Indonesia dengan materi dan standar yang sama sehingga ketika hasilnya telah
keluar kita bias melihat institusi mana yang masih tertinggal dengan melihat kelulusan try out
yang masih kurang. Dan dengan melihat hal itu kita bias terfokus kepada institusi yang masih
kurang dan mengajak perwakilan dari institusi-institusi tersebut untuk mendiskusikan apa yang
menjadi kendala dan bersama-sama mencari solusi yang tepat.

Kemudian satu lagi inovasi yang ingin saya tawarkan ialah melakukan suatu
diskusi terbuka bersama para stoke holder untuk membahas apa sebenarnya yang masih kurang
dan yang masih di butuhkan oleh mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia, hal ini bias kita
lakukan di akhir dari masa jabatan di bidang PENDPRO dimana kita telah melakukan berbagai
macam program dan kajian tentang proses pendidikan dan profesi yang berlangsung di Indonesia
dan memberikan advokasi apa yang telah kita dapatkan selama menjalakan program kerja kita
tersebut.