Anda di halaman 1dari 9

CASE BASED DISCUSSION

KATARAK IMATUR
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan melengkapi Salah Satu Syarat
Dalam Menempuh Program Pendidikan Profesi Dokter
Bagian Ilmu Penyakit Mata
Rumah Sakit Tentara Dr. Soedjono Magelang

Disusun Oleh :
Lia Nur Aini
01.208. 5698

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2012
I. IDENTITAS PASIEN
- Nama : Ny.Pudjaningsih
- Jenis Kelamin : Perempuan
- Umur : 76 thn
- No RM : 2105004538
- Hari/Tanggal Periksa : Rabu, 11 Juli 2012

II. ANAMNESIS
- Keluhan Utama :
 Mata kanan dan kiri penglihatannya kabur
- Riwayat Penyakit Sekarang :
± 4 bulan yll Pasien datang ke Poli Mata dengan keluhan
penglihatan kabur pada mata kanan dan kiri. pasien. Penglihatan
kabur baik penglihatan dekat maupun penglihatan jauh. Pasien juga
mengeluh seperti melihat kabut pada kedua matanya. hari ini
pasien merasa keluhan tersebut dirasa maikin parah. Keluhan mata
merah,nerocos, dan cekot-cekot disangkal pasien. Pasien juga
menderita diabetes mellitus dan hipertensi yang di derita sejak ± 10
tahun yll.
- Riwayat Penyakit Dahulu :
 Riwayat sakit seoerti in sebelumnya disangkal
 Riwayat trauma mata sebekumnya disangkal
 Riwayat DM sejak ± 10 tahun yll
 Riwayat hipertensi ± 10 tahun yll
- Riwayat Penyakit Keluarga :
 Keluarga tidak ada yang sakit seperti pasien
- Riwayat Sosial Ekonomi
Biaya pengobatan ditanggung ASKES

III. PEMERIKSAAN FISIK


Status Generalisata
- Kesadaran : Composmentis
- Aktifitas : Normoaktif
- Kooperatif : Kooperatif
- Status gizi : Cukup
- Vital Sign
 Tekanan Darah : 150/90 mmHg
 Nadi : 80x/menit
 Pernafasan : 20x/menit

Status Lokalis

No Pemeriksaan Oculus Dexter Oculus Sinister


1 Visus 2/60 NC 6/12 NC
2 Gerakan Bola Mata Baik ke segala arah Baik ke segala arah
3 Suprasilia Normal Normal
4 Palpebra Superior :
- Edema - -
- Hematom - -
- Hiperemi - -
- Entropion - -
- Ektropion
- Silia - -
Trikiasis ( - ) Trikiasis ( - )
5 Palpebra Inferior :
- Edema - -
- Hematom - -
- Hiperemi - -
- Entropion - -
- Ektropion - -
- Silia
Trikiasis ( - ) Trikiasis ( - )
6 Konjungtiva
- Injeksi - -
konjungtiva
- Injeksi - -
siliar
- Sekret - -
7 Kornea
- Edema - -
- Infiltrat - -
- Keratik - -
presipitat - -
- Ulkus - -
- Sikatrik
- -
8 COA
- Kedalaman cukup Cukup
- Hifema - -
- Hipopion - -
9 Iris
- Kripte Normal Normal
-Edema - -

10 Pupil
- diameter ± 2 mm ± 2 mm
- reflek pupil + +
- sinekia - -
11 Lensa
- kejernihan Agak keruh Agak keruh
Kekeruhan terletak pada Kekeruhan terletak
subcapsularis posterior pada subcapsularis
posterior
- iris shadow
+ +
12 Corpus Vitreum
- kejernihan Jernih Jernih
13 Retina
- Fundus + Suram + suram
reflek
- Funduskopi Dbn Dbn

14 TIO Normal Normal

IV. DIAGNOSA BANDING :

INSIPIEN IMATUR MATUR HIPERMATUR


Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif
Cairan Normal Bertambah Normal Berkurang
Lensa (air masuk) (air+lensa keluar)
Iris Normal Terdorong Normal Tremulans
Bilik mata Normal Dangkal Normal Dalam
depan
Sudut bilik Normal Sempit Normal Terbuka
mata
Shadow test Negatif positif Negatif Positif
Penyulit - glaukoma - Uveitis+glaukoma

V. DIAGNOSA KERJA
ODS Katarak Senilis Imatur Subcapsuler Posterior

VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG


 Pemeriksaan lab Gula darah

VII. TERAPI
ODS:
 Medikamentosas
- Topical :
C.LyteerS

- Oral
Neurodex

VIII. EDUKASI
- Meminum obat secara teratur sesuai resep dokter
- Kontrol tekanan darah dan Gula darah secara teratur agar tetap
dalam keadaan normal, karena tekanan darah dan Gula darah yang
tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada mata.
- Memberitahukan kepada pasien bahwa penyakit katarak ini tidak
bisa sembuh bahkan nanti bisa bertambah menjadi keruh dengan
berjalannya waktu karena ini merupakan proses penuaan. Operasi
bila sudah sangat mengganggu penglihatan.

IX. PROGNOSA
ODS Katarak Senilis IMatur
 Quo ad visam : dubia ad bonam
 Quo ad sanam : ad bonam
 Quo ad functionam : dubia ad bonam
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad kosmetikam : ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA

KATARAK
DEFINISI
Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup
air terjun.katarak adalah kekeruhan lensa yang mengarah kepada penurunan
ketajaman visual dan/atau cacat fungsional yang dirasakan oleh pasien. Katarak
senile adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia
diatas 50 tahun.

GEJALA
Keluhan atau gejala katarak disebabkan oleh proses kekeruhan yang terjadi
pada lensa mata. Proses ini tidak terjadi dalam waktu singkat, sehingga gejalanya
tidak muncul secara mendadak. Katarak senil terdiri dari 4 stadium, yaitu :
stadium awal (insipien), stadium imatur, stadium matur, dan stadium
hipermatur. Pada stadium awal (katarak insipien) kekeruhan lensa mata masih
sangat minimal, bahkan tidak terlihat tanpa menggunakan alat periksa. Pada saat
ini seringkali penderitanya tidak merasakan keluhan atau gangguan pada
penglihatannya, sehingga cenderung diabaikan. Pada stadium selanjutnya proses
kekeruhan lensa terus berlangsung dan bertambah, sehingga keluhan yang sering
disampaikan oleh penderita katarak pada saat ini adalah kesulitan saat membaca,
penglihatan menjadi kabur, dan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari. Selain
keluhan tersebut ada beberapa gejala yang dialami oleh penderita katarak, seperti :
- Penglihatan berkabut atau justru terlalu silau saat melihat cahaya.
- Warna terlihat pudar.
- Sulit melihat saat malam hari.
- Penglihatan ganda saat melihat satu benda dengan satu mata. Gejala ini terjadi
saat katarak bertambah luas.

STADIUM
Katarak ini dibagai ke dalam 4 stadium, yaitu:
1. Katarak insipien, kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruji menuju
korteks anterior dan posterior (katarak kortikal). Katarak subkapsular posterior,
kekeruhan mulai terlihat di anterior subkapsular posterior, celah terbentuk, antara
serat lensa dan korteks berisi jaringan degenerative pada katarak insipient.
Katarak intumesen. Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat
lensa yang degeneratif menyerap air. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi
korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya bertambah, yang akan
memberikan miopisasi.

2. Katarak imatur, sebagian lensa keruh atau katarak. Merupakan katarak yang
belum mengenai seluruh lapis lensa. Volume lensa bertambah akibat
meningkatnya tekanan osmotik bahan degeneratif lensa. Pada keadaan lensa
mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil, sehingga terjadi
glaukoma sekunder .
3. Katarak matur, pada katarak matur, kekeruhan telah mengenai seluruh lensa.
Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Bila katarak
imatur tidak dikeluarkan, maka cairan lensa akan keluar sehingga lensa kembali
pada ukuran normal dan terjadi kekeruhan lensa yang lama kelamaan akan
mengakibatkan kalsifikasi lensa pada katarak matur. Bilik mata depan berukuran
dengan kedalaman normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada shadow test,
atau disebut negatif.
4. Katarak hipermatur, merupakan katarak yang telah mengalami proses
degenerasi lanjut, dapat menjadi keras, lembek dan mencair. Massa lensa yang
berdegenerasi keluar dari kapsul lensa, sehingga lensa menjadi kecil, berwarna
kuning dan kering. Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan terlihat lipatan
kapsul lensa. Kadang pengkerutan berjalan terus sehingga hubungan dengan
zonula zinii menjadi kendur. Bila proses katarak berlajut disertai dengan
penebalan kapsul, maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar,
maka korteks akan memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai
dengan nukleus yang terbenam didalam korteks lensa karena lebih berat, keadaan
tersebut dinamakan katarak morgagni.
Insipien Imatur Matur Hiperatur
Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif
Cairan lensa Normal Bertambah (air Normal Berkurang
masuk) (air+masa lensa
keluar)
Iris Normal Terdorong Normal Tremulans
Bilik mata depan Normal Dangkal Normal Dalam
Sudut bilik mata Normal Sempit Normal Terbuka
Shadow test Negatif Positif Negatif Pseudopos
Penyulit - Glaukoma - Uveitis + glaukoma

DIAGNOSIS
Katarak biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan rutin mata. Sebagian
besar katarak tidak dapat dilihat oleh pengamat awam sampai menjadi cukup
padat (matur atau hipermatur) dan menimbulkan kebutaan. Namun, katarak pada
stadium perkembangannya yang paling dini, dapat diketahui melalui pupil yang
dilatasi maksimum dengan ophtalmoskop, kaca pembesar, atau slitlamp.
Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya
kekeruhan lensa, sampai reaksi fundus sama sekali hilang. Pada stadium ini
katarak biasanya telah matang dan pupil mungkin tampak putih.
Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien katarak adalah pemeriksaan sinar
celah (slit-lamp), funduskopi pada kedua mata bila mungkin, tonometer selain
daripada pemeriksaan prabedah yang diperlukan lainnya seperti adanya infeksi
pada kelopak mata, konjungtiva, karena dapat penyulit yang berat berupa
panoftalmitis pasca bedah dan fisik umum.
Katarak Komplikata Terjadi sekunder tau karena penyakit lain. Katarak
kompikata memberikan tanda khusus dimana di daerah bawah kapsul atau pada lapisan
korteks. Kekeruhan dapat difus, pungtata ataupun linear. Dapat berbentuk rosete,
retikulum dan biasanya terlihat vakuol.
Katarak Diabetes Pada keadaan Hiperglikemia terdapat penimbutan sorbitol dan
fruktosa di dalam lensa. Pada lensa akan terlihat kekeruhan seperti tebaran salju.
Katarak Sekunder Terjadi akibat terbentuknya jaringan fibrosis pada lensa yang
tertinggal, paling cepat keadaan ini terlihat 2 hari setelah EKEK. Bentuk lain merupakan
proliferatif epitel lensa pada katarak sekunder berupa mutiara alsching dan cicin
sommering.

PENATALAKSANAAN
Operasi Katarak senilis penanganannya harus dilakukan pembedahan atau
operasi. Tindakan bedah ini dilakukan bila telah ada indikasi bedah pada katarak senil,
seperti katarak telah mengganggu pekerjaan sehari-hari walapun katarak belum matur,
katarak matur, karena apabila telah menjadi hipermatur akan menimbulkan penyulit
(uveitis atau glaukoma) dan katarak telah telah menimbulkan penyulit seperti katarak
intumesen yang menimbulkan glaukoma. Ada beberapa jenis operasi yang dapat
dilakukan, yaitu:
Intra Capsular Cataract Extraction, Ekstra Capsular Cataract Extraction yang terdiri dari
ECCE konvensional, SICS (Small Incision Cataract Surgery), Fakoemulsifikasi

PROGNOSIS
Dengan tehnik bedah yang mutakhir, komplikasi atau penyulit menjadi
sangat jarang. Hasil pembedahan yang baik dapat mencapai 95%. Pada bedah
katarak resiko ini kecil dan jarang terjadi. Keberhasilan tanpa komplikasi pada
pembedahan dengan ECCE atau fakoemulsifikasi menjanjikan prognosis dalam
penglihatan dapat meningkat hingga 2 garis pada pemeriksaan dengan
menggunakan snellen chart.