Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN ASKEP KELUARGA DENGAN DIABETES MILITUS DI

PUSKESMAS MOJOPANGGUNG

BANYUWANGI 2018

Disusun Oleh :

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BANYUWANGI
2018
Konsep Penyakit Dan Askep Keluarga
DIABETES MELLITUS

A. Pengertian

Diabetes Melitus ( DM ) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan tanda – tanda
hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai
akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh, gangguan primer terletak pada metabolisme
karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. ( Askandar, 2000).

Gangren adalah proses atau keadaan yang ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis, namun
secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. ( Askandar, 2001 )

B. Penyebab
a. Diabetes Melitus
DM mempunyai etiologi yang heterogen, dimana berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi insulin,
tetapi determinan genetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas DM. Faktor lain yang dianggap
sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu :
1. Kelainan sel beta pankreas, berkisar dari hilangnya sel beta sampai kegagalan sel beta melepas insulin.
2. Faktor – faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta, antara lain agen yang dapat
menimbulkan infeksi, diet dimana pemasukan karbohidrat dan gula yang diproses secara
berlebihan, obesitas dan kehamilan.
3. Gangguan sistem imunitas. Sistem ini dapat dilakukan oleh autoimunitas yang disertai
pembentukan sel – sel antibodi antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan sel - sel penyekresi
insulin, kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh virus.
4. Kelainan insulin. Pada pasien obesitas, terjadi gangguan kepekaan jaringan terhadap insulin akibat
kurangnya reseptor insulin yang terdapat pada membran sel yang responsir terhadap insulin.

b. Gangren Kaki Diabetik


Faktor – faktor yang berpengaruh atas terjadinya gangren kaki diabetik dibagi menjadi endogen
dan faktor eksogen.
Faktor endogen :

a. Genetik, metabolik

b. Angiopati diabetik

c. Neuropati diabetik

Faktor eksogen :

a. Trauma

b. Infeksi

c. Obat

C. Tanda dan Gejala

Gejala klasik diabetes adalah rasa haus yang berlebihan sering kencing terutama malam hari, banyak
makan serta berat badan yang turun dengan cepat. Di samping itu kadang-kadang ada keluhan lemah,
kesemutan pada jari tangan dan kaki, cepat lapar, gatal-gatal, penglihatan jadi kabur, gairah seks menurun,
luka sukar sembuh dan pada ibu-ibu sering melahirkan bayi di atas 4 kg.Kadang-kadang ada pasien yang
sama sekali tidak merasakan adanya keluhan, mereka mengetahui adanya diabetes karena pada saat periksa
kesehatan diemukan kadar glukosa darahnya tinggi. (Soegondo S, dkk. 2007)
D. Patofisiplogi
Dalam proses metabolisme,insulin memegang peran yang sangat penting yaitu bertugas memasukkan
glukosa ke dalam sel.Insulin adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh sel beta di Pankreas.
1) Pankreas
Pankreas adalah sebuah kelenjar yang letaknya di belakang lambung. Di dalamnya terdapat kumpulan
sel yang disebut pulau-pulau Langerhans yang berisi sel beta. Sel beta mngeluarkan hormon insulin untuk
mengatur kadar glukosa darah. Selain sel beta ada juga srl alfa yang memproduksi glukagon yang bekerja
sebaliknya dengan insulin yaitu meningkatkan kadar glukosa darah. Juga ada sel delta yang mngeluarkan
somastostatin.
2) Kerja Insulin
Insulin diibaratkan sebagai anak kunci untuk membuka pintu masuknya glukosa ke dalam sel, untuk
kemudian di dalam sel, glukosa itu dimetabolismekan menjadi tenaga.
3) Patofisiologi DM Tipe 1
Mengapa insulin pada DM Tipe 1 tidak ada? Ini disebabkan oleh karena pada jenis ini timbul reaksi
otoimun yang disebabkan karena adanya peradangan pada sel beta insulitis. Ini menyebabkan timbulnya
anti bodi terhadap sel beta yang disebut ICA (Islet Cell Antibody). Reaksi antigen (sel beta) dengan antibodi
(ICA) yang ditimbulkannya menyebabkan hancurnya sel beta.
4) Patofisiologi DM Tipe 2
Pada DM Tipe 2 jumlah insulin normal, malah mungkin lebih banyak tetapi reseptor insulin yang
terdapat pada permukaan sel kurang. Reseptor inulin ini diibaratkan sebagai lubang kunci pintu masuk ke
dalam sel. Pada keadaan tadi jumlah lubang kuncinya yang kurang, hingga meskipun anak kuncinya
(insulin) banyak, tetapi karena lubang kuncinya (reseptor) kurang, maka glukosa yang masuk sel akan
sedikit, sehingga sel akan kekurangan glukosa dan glukosa di dalam darah akan meningkat. Dengan
demikian keadaan ini sama dengan pada DM Tipe 1. Perbedaanya adalah DM Tipe 2 disamping kadar
glukosa tinggi,juga kadar insulin tinggi atau normal. Keadaan ini disebut resistensi insuin (Noer,
Sjaifoellah H.M., dkk. 2003)
E. Presdiposisi
a. Poliuri (banyak kencing)
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal
terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit
sehingga klien mengeluh banyak kencing.
b.Polidipsi (banyak minum)
Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri,
sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum. .
c.Polipagi (banyak makan)
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga
untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan
tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah.
d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang.
Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama
mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus
merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk
yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap
kurus
e.Mata kabur
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena
insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan
katarak. (Arjatmo, Tjokronegoro. 2002)
F. Komplikasi
Komplikasi diabetes mellitus dapat muncul secara akut dan secara kronik, yaitu timbul beberapa bulan atau
beberapa tahun sesudah mengidap diabetes mellitus.
1. Komplikasi Akut Diabetes Mellitus
Dua komplikasi akut yang paling penting adalah reaksi hipoglikemia dan koma diabetik.
a. Reaksi Hipoglikemia
Reaksi hipoglikemia adalah gejala yang timbul akibat tubuh kekurangan glukosa, dengan tanda-tanda rasa
lapar, gemetar, keringat dingin, pusing, dan sebagainya. Penderita koma hipoglikemik harus segera dibawa
ke rumah sakit karena perlu mendapat suntikan glukosa 40% dan infuse glukosa. Diabetisi yang mengalami
reaksi hipoglikemik (masih sadar), atau koma hipoglikemik, biasanya disebabkan oleh obat anti-diabetes
yang diminum dengan dosis terlalu tinggi, atau penderita terlambat makan, atau bisa juga karena latihan
fisik yang berlebihan.
b. Koma Diabetik
Berlawanan dengan koma hipoglikemik, koma diabetik ini timbul karena kadar darah dalam tubuh terlalu
tinggi, dan biasanya lebih dari 600 mg/dl. Gejala koma diabetik yang sering timbul adalah:
1) Nafsu makan menurun (biasanya diabetisi mempunyai nafsu makan yang besar)
2) Minum banyak, kencing banyak
3) Kemudian disusul rasa mual, muntah, napas penderita menjadi cepat dan dalam, serta berbau aseton
Sering disertai panas badan karena biasanya ada infeksi dan penderita koma diabetik harus segara dibawa
ke rumah sakit

2. Komplikasi Kronis Diabetes Mellitus


Komplikasi kronik DM pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah di seluruh bagian tubuh
(angiopati diabetik). Untuk kemudahan, angiopati diabetik dibagi 2 :
a. Makroangiopati (makrovaskular)
b. Mikroangiopati (mikrovaskular)
Walaupun tidak berarti bahwa satu sama lain saling terpisah dan tidak terjadi sekaligus bersamaan. (Noer,
Sjaifoellah H.M., dkk. 2003)

G. Penatalaksanaan
a. Diit
Pada penderita dengan diabetes mellitus harus rantang gula dan makanan yang manis untuk selamanya.
Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah, jadwal dan
jenis makanan) yaitu:
J 1: jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan. .
J 2: jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar. .
J 3: jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis).
Diet pada penderitae diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain :
1. Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %, lemak 30 %, protein 20 %.
2. Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %, lemak 20 %, protein 12 %.
3. Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %, lemak 20 %, protein 20 %.
4. Diet B1 dan B2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal.
Indikasi diet A :
Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya.
Indikasi diet B :
Diberikan pada penderita diabetes terutama yang :
1. Kurang tahan lapar dengan dietnya.
2. Mempunyai hyperkolestonemia.
3. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler
4. Cident (cva) penyakit jantung koroner.
5. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang
nyata.
6. Telah menderita diabetes dari 15 tahun
Indikasi diet B1:
Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi, yaitu penderita diabetes terutama
yang :
1. Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia.
2. Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %.
3. Masih muda perlu pertumbuhan.
4. Mengalami patah tulang.
5. Hamil dan menyusui.
6. Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis.
7. Menderita tuberkulosis paru.
8. Menderita penyakit graves (morbus basedou).
9. Menderita selulitis.
10. Dalam keadaan pasca bedah.
Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi.
Indikasi B2 dan B3 :
Diet B2. Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens reatininnya masih
lebar dari 25 ml/mt.
Sifat-sifat diet B2 :
1. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang.
2. Komposisi sama dengan diet B, (68 % hidrat arang, 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya
asam amino esensial.
3. Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari.
Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah.
Diet B3. Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers reatininnya
kurang dari 25 MI/mt.
Sifat diet B3 :
1. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari).
2. Rendah protein tinggi asam amino esensial, jumlah protein 40 gram/hari.
3. Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. bila tidak akan merubah
jumlah protein).
4. Tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
5. Dipilih lemak yang tidak jenuh.
Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap
hari pada saat setengah jam sesudah makan. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari,
pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB. (Arjatmo, Tjokronegoro. 2002)
b.Olahraga
lama olahrga: 5-15 menit, jenis : lari pagi dan senam , frekwensi : 3x dalam seminggu, waktunya: pagi hari
antara jam 7- jam 8 pagi.

c.Obat OHO
jenisnya : Sulfonilurea merupakan golongan obatobatan yang meningkatkan sekresi insulin

Biguanida : Bekerja langsung pada hati, menurunkan produksi glukosa hati

cara minum obat : diminum dengan menggunakan air putih

mekanisme kerja : obat ini merangsang sekresi insulin di kelenjar pancreas, oleh sebab itu hanya efektif
apabila sel-sel β Langerhans pancreas masih dapat berproduksi. Penurunan kadar glukosa darah yang terjadi
setelah pemberian senyawa-senyawa sulfonilurea disebabkan oleh perangsangan sekresi insulin oleh
kelenjar pancreas. Biguanida itu sendiri dapat meningkatkan mekanisme insulin

efek samping obat : akan terganggu pada pencernaan seperti diare

dosis obat : pemberian obat dimulai dari dosis terendah. Dosis kemudian dinaikkan secara bertahap setiap
1-2 minggu

d Prosedur pemeriksaan kadar gula darah secara sederhana.

1. Tes gula darah puasa

Pemeriksaan ini mewajibkan Anda untuk puasa sebelumnya. Biasanya, puasa yang dianjurkan memakan
waktu kurang lebih 8 jam. Karena cek gula darah puasa dilakukan di pagi hari, maka pasien diminta untuk
tidak makan dan minum di tengah malam.

Sejauh ini, pemeriksaan gula darah puasa dianggap sebagai pemeriksaan yang cukup diandalkan untuk
mendiagnosis penyakit diabetes. Kadar gula darah yang dianggap normal pada pemeriksaan ini yaitu:

 Normal: di bawah 100 mg/dl


 Prediabetes: 100-125 mg/dl
 Diabetes: 126 mg/dl atau lebih

2. Tes gula darah 2 jam postprandial (PP)


Tes gula darah 2 jam postpandrial adalah kelanjutan dari tes gula darah puasa. Jadi, kalau Anda sudah
diambil sampel darahnya setelah puasa 8 jam penuh, Anda akan diminta untuk makan seperti biasa.
Kemudian selang 2 jam setelah makan, kadar gula darah Anda akan dicek kembali.
Sebenarnya wajar jika kadar gula darah melonjak setelah waktu makan. Hal ini terjadi baik pada orang
sehat maupun penderita diabetes. Namun, pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal
setelah 2 jam ia makan.
Ini disebabkan karena hormon insulin mereka bekerja dengan baik untuk menurunkan kadar gula darah.
Kondisi ini yang tak terjadi pada penderita diabetes, hormon insulin mereka sudah tidak bisa bekerja
dengan normal. Maka dari itu gula darah mereka akan tetap tinggi meski 2 jam setelah makan. Berikut
adalah kadar normal dari pemeriksaan gula darah 2 jam postprandial.

 Normal: kurang dari 140 mg/dl


 Prediabetes: 140-199 mg/dl
 Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

3. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dilakukan kapan saja, tidak perlu puasa sebelumnya atau bisa dibilang tanpa syarat.
Namun, pemeriksaan ini biasanya hanya diterapkan pada penderita diabetes saja. Jadi, jika Anda sudah
memiliki alat cek gula darah di rumah, Anda bisa melakukan pemeriksaan ini secara mandiri. Inilah
kategori kadar gula darah Anda menurut tes gula darah sewaktu.

 Normal: di bawah 200 mg/dl


 Diabetes: lebih dari 200 mg/dl

Konsep Keluarga
Konsep Keluarga menurut Friedman, Bowden, dan Jones (2010)

a. Definisi Keluarga

Keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat sesungguhnya mempunyai peranan yang sangat penting
dalam membentuk budaya dan perilaku sehat. Dari keluargalah pendidikan kepada individu dimulai, tatanan
masyarakat yang baik diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat lebih dini ditanamkan. Oleh karena itu,
keluarga mempunyai posisi yang strategis untuk dijadikan sebagai unit pelayanan kesehatan karena masalah
kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antar anggota keluarga, yang pada
akhirnya juga akan mempengaruhi juga keluarga dan masyarakat yang ada disekitarnya.

Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. Berikut ini
definisi keluarga menurut beberapa ahli dalam (Jhonson R, 2010) :

1. Raisner

Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dan dua orang atau lebih masing – masing mempunyai
hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, kakak, dan nenek.

2. Duval

Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi
yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.

3. Spradley dan alllender

Satu atau lebih yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional dan mengembangkan dalam
interelasi sosial, peran dan tugas.

4. Departemen Kesehatan RI

Keluarga merupakan unti terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang
yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :

a) Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau

adopsi.

b) Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap

memperhatikan satu sama lain.

c) Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masih – masing mempunyai peran

sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.

d) Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan

perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.


b. Tipe atau bentuk keluarga

Gambaran tentang pembagian Tipe Keluarga sangat beraneka ragam, tergantung pada konteks keilmuan
dan orang yang mengelompokkan, namun secara umum pembagian Tipe Keluarga dapat dikelompokkan
sebagai berikut :

1. Pengelompokan secara Tradisional

Secara Tradisional, Tipe Keluarga dapat dikelompokkan dalam 2 macam, yaitu :

a) Nuclear Family (Keluarga Inti)

Adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi
atau keduanya.

b) Extended Family (Keluarga Besar)

Adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah, seperti
kakek, nenek, paman, dan bibi

2. Pengelompokan secara Modern

Dipengaruhi oleh semakin berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualism, maka tipe
keluarga Modern dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, diantaranya :

a Tradisional Nuclear

Adalah : Keluarga INTI (Ayah, Ibu dan Anak) yang tinggal dalam satu rumah yang ditetapkan oleh sanksi-
sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, dimana salah satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.

b Niddle Age/AgingCouple

Adalah : suatu keluarga dimana suami sebagai pencari uang dan istri di rmah atau kedua-duanya bekerja di
rumah, sedangkan anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/menikah/meniti karier.

c DyadicNuclear

Adalah : suatu keluarga dimana suami-istri sudah berumur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau
salah satunya bekerja di luar umah.

d SingleParent

Adalah : keluarga yang hanya mempunyai satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian
pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.

e) DualCarrier

Adalah : Keluarga dengan suami – istri yang kedua-duanya orang karier dan tanpa memiliki anak.

f) ThreeGeneration

Adalah : keluarga yang terdiri atas tiga generasi atau lebih yang tinggal dalam satu rumah.

g) Comunal

Adalah : keluarga yang dalam satu rumah terdiri dari dua pasangan suamiistri atau lebih yang monogamy
berikut anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.

h) CohibingCouple/Keluarga Kabitas/Cahabitation

Adalah : keluarga dengan dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan.
i) Composite /Keluarga Berkomposisi

Adalah : sebuah keluarga dengan perkawinan poligami dan hidup/tinggal secara bersama-sama dalam satu
rumah.

j) Gayand Lesbian Family

Adalah : keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

c. Peranan keluarga

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang
berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh
harapan dan pola perilaku dan keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di
dalam keluarga adalah sebagai berikut

1. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah bagi anak – anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik,
pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta
sebagai anggota masyarakat dari lingkunganya.

2. Ibu sebagai istri dan ibu dari anak – anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga,
sebagai pengasuh dan pendidik bagi anak – anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari
peranan sosial serta sebagai anggota masyarakat di lingkungannya, disamping itu juga ibu perperan sebagai
pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.

3. Anak – anak melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik,
mental, sosial, dan spiritual.

d. Tugas keluarga

Pada dasarnya ada delapan tugas pokok keluarga, tugas pokok tersebut ialah :

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.

2. Pemeliharaan sumber – sumber daya yang ada dalam keluarga.

3. Pembagian tugas masing – masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing

masing.

4. Sosialisasi antar anggota keluarga.

5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.

7. Membangkitkan dorongan dan semangat pada anggota keluarga.

e. Stuktur keluarga

Struktur sebuah keluarga memberikan gambaran tentang bagaimana suatu keluarga itu melaksanakan
fungsinya dalam masyarakat. Adapun macam-macam Struktur Keluarga diantaranya adalah :

1. Patrilineal Adalah : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam

beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

2. Matrilineal Adalah : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam

beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3. Matrilokal Adalah : sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

4. Patrilokal Adalah : sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

5. Keluarga Kawin

Adalah : hubungan suami-istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang
menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

f. Fungsi keluarga menurut friedmen (2010) sebagai berikut :

1. Fungsi afektif

Yaitu fungsi keluarga yang utama adalah untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota
keluarganya dalam berhubungan dengan orang lain.

2. Fungsi sosialisasi

Adalah fungsi mengembangkan dan sebagai tempat melatih anak untuk berkehidupansocial sebelum
meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah.

3. Fungsi reproduksi

Adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.

4. Fungsi ekonomi.

Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk
mengembangkan kemampuan individu dalam meningkatkan penghasilan dalam rangka memenuhi
kebutuhan keluarga.

5. Fungsi pemeliharaan kesehatan

Yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas
yang tinggi.

g. Tugas keluarga dalam bidang kesehatan

Menurut Friedman (2010) sesuai dengan Fungsi Pemeliharaan Kesehatan, keluarga mempunyai Tugas-
tugas dalam bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, yaitu :

1. Mengenal masalah kesehatan setiap anggota keluarganya.

2. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga.

3. Memberikan perawatan bagi anggotanya yang sakit atau yang tidak mampu membantu

dirinya sendiri karena kecacatan atau usianya yang terlalu muda.

4. Mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan

kepribadian anggota keluarga.

5. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan dengan

memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada


Konsep askep keluarga : Sesuai kasus Penyakit dan tahapan perkembangan keluarganya.

(PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA )

PENGKAJIAN

Data Umum

a. Nama Kepala Keluarga : Tn A

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
tahap perkembangan keluarga Tn. A adalah keluarga dengan usia lanjut usia
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan dalam keluarga Tn. S yang belum terpenuhi adalah perawatan pada usia lanjut dalam
keluarga dengan penyakit kronis pada istrinya (Ny .S) yaitu Diabetes Militus.

3. Riwayat keluarga inti

Riwayat keseh KK : Kelg berkata : “Keluarga Tn. A dan Ny. S, tidak mempunyai riwayat penyakit

keturunan”

Riwayat keseh Istri : Kelg berkata : “Ny.S menderita penyakit diabetes melitus”

Riwayat keseh anak : Kelg berkata : “Anak Tn. A dan Ny.S kemungkinan ada yang menderita
penyakit seperti Ny. S

PENGKAJIAN LINGKUNGAN

1. Karakteristik rumah
Tipe rumah semi permanen dengan lantai dari tanah.
a. Janis bangunan : semi permanen
b. Status rumah : rumah pribadi
c. Atap rumah : genteng
d. Ventilasi : cukup.
e. Cahaya : cukup
f. Penerangan : cukup
g. Lantai : Bata / tanah
h. Saluran limbah : dibuang kebelakang rumah.
i. Jamban : jenis kloset angsatrin
Denah Rumah :

Masalah keseh dg karakteristik rumah, Kelg berkata :”

FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi perawatan kesehatan


Keluhan utama

Kelg berkata : “guladarah Ny.S mengalami penigkatan >200”

TUGAS PERAWATAN KELUARGA

a) Mengenal masalah keluarga


1) Pengertian penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : “ kencing manis”
2) Penyebab penyakit Diabetes Militus.
Kelg berkata : “kebanyakan makan manis”
3) Tanda adan gejala penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : “ tidak tau”
4) Pre dispossi/cara penularan penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : “ tidak tau”
b) Mengambil keputusan
1) Tindakan yang sudah dilakukan dlm mengatasi penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : istri Tn A yaitu Ny S selalu rutin kontrol ke puskesmas dan rutin minum obat
sesuai anjuran dokter
2) Tindakan yang akan dilakukan dlm mengatasi penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : menjaga pola makan dan olah raga yang cukup
3) Dampak penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : apa bila luka tidak sembuh sembuh
4) Komplikasi penyakit diabetes militus
Kelg berkata : tidak tau
c) Merawat anggota keluarga yang sakit
1) Cara perawatan penyakit Diabetes Militus
Kelg berkata : “ menghindari makan yang manis manis dan rutin minum obat.

2) Jelaskan & Demonstrasikan perawatan penyakit Diabetes Militus


Kelg berkata : menjaga pola makan dan rutin minum obat
3) Jelaskan & Demonstrasi perawatankan penyakit Diabetes militus
Kelg berkata
4) Jelaskan & Demonstrasi perawatankan penyakit Diabetes Militus

Kelg berkata : Fungsi reproduksi( jumlah anak/ KB/kebut sexual)

a. Mengenal masalah keluarga berencana ( KB)

1) Pengertian keluarga berencana ( KB).


Kelg berkata : 2 anak cukup
2) Jenis jenis kontrasepsi KB
Kelg berkata : pil, suntik
3) Mekanisme kerja Kontrasepsi KB.
Kelg berkata : tidak tau
b. Mengambil keputusan ikut KB

1) Tindakan yang sudah dilakukan selama tidak pakai kontrasepsi


Kelg berkata : “
2) Tindakan yang akan dilakukan tidak ikut kontrasepsi KB
Kelg berkata :
3) Dampak tidak ikut kontrasepsi KB.
Kelg berkata : “tidak tau

Pemeriksaan fisik , Nama : Ny. S

Keadaan Umum

a. Tanda – tanda Vital


Tensi : …………………………. Nadi : ……………………….

RR : …………………………. Suhu : …………………….

BB : …………………………. TB : ……………………….

LL : …………………………. LK : ……………………….

b. Cepalocaudal (fokus yang bermasalah )


………………………….……………………………………………………………………..……………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………
Pemeriksaan Penunjang/ Laborat.

a. Laborat : .....................................................................................................
b. Penunjang : .........................................................................................

ANALISA DATA

Nama Klien : ......

MASALAH : ……………………………………………….

NO KELOMPOK DATA ETIOLOGI

DATA SUBYEKTIF : KETIDAKMAMPUAN


KELUARGA MENGENAL
Keluhan utama : MASALAH. KESEHATAN
PADA ANGGOTA
Kelg berkata : “ ...................................... KELUARGA DENGAN
PENYAKIT………...............
Mengenal masalah penyakit .................

1) Pengertian penyakit…………… .
Kelg berkata : “………………………….……………………
2) Penyebab penyakit……………….
Kelg berkata : “………………………….……………………
3) Tanda adan gejala penyakit…………
Kelg berkata : “…………………………………………………
4) Pre dispossi/cara penularan penyakit
Kelg berkata :

“…………………………………………………

DATA OBYEKTIF :

Pmeriksaan fisik :.................................................................

.............................................................................................

Pemeriksaan Penunjang : ................................................

............................................................................................

DATA SUBYEKTIF : KETIDAKMAMPUAN


KELUARGA MENGAMBIL
1) Tindakan yang sudah dilakukan dlm mengatasi penyakit……… KEPUTUSAN UNTUK
Kelg berkata : MENGATASI ANGGOTA
KELUARGA DENGAN
“………………………….…………………………………………………
PENYAKIT……….....
2) Tindakan yang akan dilakukan dlm mengatasi penyakit………
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………
3) Dampak penyakit……………….
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………
4) Komplikasi penyakit……………….
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………

DATA OBYEKTIF :

DATA SUBYEKTIF : KETIDAKMAMPUAN


KELUARGA MERAWAT
1) Cara perawatan penyakit…………… . ANGGOTA KELUARGA
Kelg berkata : DENGAN
PENYAKIT……….....
“………………………….…………………………………………………
2) Demonstrasi perawatan penyakit…………… .,tentang ................
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………
) Demonstrasi perawatan penyakit…………… .,tentang .................
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………
4) Demonstrasi perawatan penyakit…………… .,tentang ...............
Kelg berkata :
“………………………….…………………………………………………

DATA OBYEKTIF :

Hasil observasi keluarga ........................................

DX Keperawatan Keluarga :
…………………………………………………………………………………………………b/d

1) KETIDAKMAMPUAN KELUARGA MENGENAL MASALAH. KESEHATAN PADA ANGGOTA


KELUARGA DENGAN PENYAKIT ……………………
2) KETIDAKMAMPUAN KELUARGA MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MENGATASI ANGGOTA
KELUARGA DENGAN PENYAKIT ……………………
3) KETIDAKMAMPUAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN PENYAKIT
……………………
SKALA UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


(BAILON DAN MAGLAYA, 1978)
Masalah :..........................................................................................................

PERHITU PEMBENARAN
NO KRITERIA Skor BOBOT
NGAN

1. Sifat Masalah 1

Skala : Tidak/kurang sehat 3

Ancaman kesehatan 2

Keadaan sejahtera 1

2. Kemungkinan masalah 2
dapat diubah

Skala : Mudah
2
Sebagian
1
Tidak dapat
0

3. Potensial masalah untuk 1


dicegah

Skala : Tinggi
3
Cukup
2
Rendah
1

4. Menonjolnya masalah 1

Skala :

 Masalah berat, harus 2


segera ditangani
 Ada masalah tetapi
tidak perlu ditangani
 Masalah tidak
dirasakan 1

JUMLAH

Skoring :

1. Tentukan skore untuk setiap criteria


2. Skore dibagi dengan angka tertinggi dan kalikanlah

Skore X bobot

Angka tertinggi

3. Jumlahkanlah skore untuk semua kriteria


RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama anggota kelg yang sakit :

Diagnosa keperawatan kelg yaitu :

TGL NO TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS KRITERIA HASIL INTERVENSI TT


RESPON STANDART

Setelah dilakukan Verbal  ……………………….. Intervensi mengikuti T.U.K


tindakan dan  ………………………..
keperawatan selama psikomo  ………………………..
….. minggu maka  ………………………..
tor
 ………………………..
……………………………
………………………
Setelah dilakukan VERBAL Keluarga mampu a. BHSP
tindakan keperawatan menjelaskan kembali Jelaskan pada /diskusikan dengan keluarga
selama 1-2 X kunjungan, tentang ………….: tentang …….. yaitu :
keluarga mampu definisi: ……………………………….
mengenal masalah a. Definisinya
yaitu……………...... …………..……………………………
pada anggota keluarga
b. Tanda dan gejalanya
dengan yaitu b. tanda dan gejala:………………….
………………........ ……………………… ………………………………………….
c. Penyebabnya yaitu
…………… Penyebab :………………………….
d. Cara penularannya
/predisposisi yaitu …………………………………………
………………
Predisposisi/ penularan :…………..
………………………………………….

c. Motivasi keluarga untuk mengulang


penjelasan
d. Berikan pujian atas kemampuan keluarga
mengenal masalah
e. Evaluasi penjelasan perawat

Setelah dilakukan VERBAL Keluarga mengatakan a. Kaji tindakan yg dilakukan keluarga baik,
tindakan keperawatan yaitu : sesuai dan yang tidak dengan solusi menurut
selama 1-2 X kunjungan, kesehatan
a. Membawa anggota b. Jelaskan solusi yang benar menurut
keluarga mampu
keluarga yang sakit ke kesehatan yaitu : …………………………….
mengambil keputusan ……………………………………………………
………….:
yang tepat untuk b. Mengatakan
mengatasi masalah dampaknya yaitu …………………………………………………..
pada anggota keluarga ………………………
………………………. c. Diskusikan dg kelg bila tidak melakukan
dengan
tindakan yaitu :
………………........
c. Komplkasinya yaitu Dampaknya : …………………………………
……………………….
……………………… …………………………………………………..

……………………… Komplikasinya : ………………………………

……………………… …………………………………………………..

…………………………………………………...

d. Motivasi keluarga untuk mengambil


tindakan yg sesuai dg solusi yaitu ………
……………………………………………………

e. Evaluasi sejaumana keluarga sudah


mengambil tindakan
Setelah dilakukan Verbal & Keluarga mampu : a. Jelaskan cara perawatan angg kelg dg peny
tindakan keperawatan psikomo …………………. ……………. Yaitu :
selama 3-4 X kunjungan, tor a. Menyebutkan kembali 1) …………………………………………………
cara perawatan pd 2) …………………………………………………
keluarga mampu
angg kelg dg 3) …………………………………………………
merawat pada anggota …………….. b. Jelaskan dan demontrasikan perawatan :
keluarga dengan peny ………………………… 1) ………….. yaitu…………………………….
………………........ …………………………………………………….
b. Mendemontrasikan
perawatan angg kelg …………………………………………………….
dengan ……… yaitu :
1) ………………….. 2) …………… yaitu…………………………….
………………………... …………………………………………………….

2) ……………………. …………………………………………………….
…………………………

3) ……………………
……………………….. 3) ……………….. yaitu……………………
…………………………………………………….

…………………………………………………….

c. Berikan kesempatan pd angg kelg untuk


mendemontrasikan prosedur perawatan
d. Berikan pujian atas pelaksanaan yg
dilakukan kelg
e. Evaluasi keberhasilan kelg dalam melakukan
perawatan
CATATAN KEPERAWATAN

Nama Pasien :

Nama KK :

Diagnosa Kep Kelg :

NO
TANGGAL JAM TINDAKAN KEPERAWATAN TT
TUK
CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien :

Nama kk :

Diagnosa Kep Kelg :

Tujuan Khusus Kriteria Hasil TANGGAL TANGGAL TANGGAL

S: S: S:

O: O: O:

A: A: A:

P: P: P: