Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH

UTILITAS
MEDIA PEMANAS DAN PENDINGIN
HITEC

Disusun Oleh
1. Maulana Raka Saputra (121160057)
2. Ardans Muhammad Riza (121160080)
3. Wahyu Amalya Refiana (121160084)
4. Novi Oktaviani Maghfiroh (121160085)
5. Shafira Ratna Noviandini (121160110)
6. Alvian Deri (121160184)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2017
Media Pemanas dan Pendingin
I. Pendahuluan
Fluida transfer panas, atau pembawa panas, didefinisikan sebagai
fluida yang menyerap energi panas dikeluarkan oleh sumber dan kemudian,
dengan pendinginan atau perubahan fasa, dilepaskan panas ke sebuah
tempat pemanfaatan yang disebut sink.
Fluida berdasarkan fungsinya kemudian disebut sebagai pendingin.
Selama proses panas dapat dibawa oleh konduksi, konveksi, radiasi,
pendidihan, dan kondensasi. Untuk melengkapi siklus panas, fluida
pendingin kembali ke posisi awalnya, dimana memperoleh fresh supply
panas.
Dalam pendefisian fungsi dari pembawa panas, pada awalnya
diasumsikan bahwa fluida harus mempertahankan sifat kimia dan komposisi
aslinya (original chemical properties and composition).
Hanya sedikit jumlah pembawa panas seperti air, udara, dan
beberapa unsur dasar, mendekati kriteria dalam mempertahankan struktur
kimia yang tidak berubah. Untuk aplikasi dalam industri, kemampuan
pembawa panas untuk melawan perubahan fisika dan kimia untuk waktu
yang lama adalah yang terpenting. Pada kasus superficial deterioration,
fluida transfer panas biasanya dapat dirawat dan akhirnya dikembalikan ke
dalam sistem. Jika perubahan sifat semakin serius, fluida harus diganti
setelah waktu tertentu penggunaan.
Selama proses transfer panas, kebanyakan material transfer panas
mungkin mengalami perubahan keadaan fisik. Sebagai contoh, di bawah
kondisi equilibrium tertentu dari temperatur dan tekanan, fase uap, liquid
dan solid berlaku sendiri atau bahkan bersama. Setiap fasa digolongkan
dengan set sifat yang unik. Karena itu, penting untuk memeriksa dengan
teliti sifat dari setiap fluida relatif dengan keadaan fisiknya.
Dengan tujuan untuk menerapkan fluida transfer panas, pertama-
tama kita harus memeriksa sifat fisika, kimia, dan fisiologis yang membatasi
dan menentukan aplikasi secara tekniknya. Berikut sifat yang harus
diperiksa :
1. Design Properties (Heat Transfer and Transport Properties)
a. Density, Specific gravity, Expansion Coefficient.
b. Heat Capacity (Specific Heat)
c. Heat Content (Enthalpy)
d. Heat Conductivity
e. Viscosity
2. Construction Properties (Limiting Properties)
a. Physical Stability
b. Chemical Stability
c. Thermal Stability
d. Radiolytic Stability
e. Cost
3. Operation Properties (Handling Properties)
a. Surface Tension
b. Corrosion
c. Flammability
d. Physiological Effect
e. Less Important Properties :
 Electrical Properties
 Refractive Index
 Appearance

II. Senyawa Sintetis dan Senyawa Alam sebagai Media Transfer Panas
Senyawa sebagai media transfer panas dibagi menjadi dua jenis,
yaitu senyawa sintetis dan senyawa alam. Contoh senyawa alam sebagai
media transfer panas adalah glyceryl esters dari fatty acid yang diperoleh
dari lemak dan minyak hewani memiliki konduktivitas panas yang kecil,
yang mengisolasi tubuh dari kehilangan atau tambahan panas radikal.
Jumlah senyawa alam sebagai media transfer panas adalah terbatas,
oleh karena itu perlu dibuat senyawa sintetis sebagai pengganti senyawa
alam yang berfungsi sebagai media transfer panas. Pada pendesaian
senyawa kimia baru penting untuk mempertimbangkan sifat kimia, sifat
fisis, dan beberapa sifat khusus seperti nuclear, electricity, toxicological.

III. HITEC
HITEC adalah fluida transfer panas yang digunakan antara steam dan
pemanasan dengan api secara langsung, dengan operasi pada temperatur tinggi,
digunakan dalam proses kimia dan petroleum, dan merupakan media transfer panas
yang efisien dan ekonomis.
HITEC yang baru disiapkan adalah padatan putih dan granular, dan ketika
meleleh berwarna kuning pucat. HITEC adalah campuran eutektik dari water-
soluble, garam anorganik potasium nitrat, sodium nitrit dan sodium nitrat. HITEC
adalah media transfer panas untuk proses pemanasan dan pendinginan antara 300-
11000F (149-5380C) yang digunakan dalam proses operasi seperti :
a. Pemeliharaan temperatur reaktor
b. Distilasi dengan temperatur tinggi
c. Reaktan preheating
d. Rubber curing
e. Rotational molding
HITEC digunakan karena memiliki titik leleh yang rendah (288oF, 142oC),
koefisien transfer panasnya tinggi, mempunyai kestabilan thermal, dan harganya
rendah. HITEC bersifat non-fouling – biasanya dikenal merusak kebanyakan media
transfer panas organik. HITEC bersifat nonflammable, non-eksplosif, dan
dikembangkan tidak memiliki racun uap dibawah kondisi pemakaian yang
direkomendasikan.
HITEC memberikan biaya investasi dan operasi yang minimum, dapat
digunakan pada tekanan atmosferik dimana menghilangkan kebutuhan peralatan
bertekanan tinggi yang mahal. HITEC memiliki derajat korosifitas yang rendah ke
arah zat konstruksi yang umum.
Karena koefisien transfer panas dan kapasitas panasnya yang tinggi, ukuran
peralatan dan luas permukaan transfer panas dapat diminimumkan. Pemeliharaan
dan biaya tenaga untuk sirkulasi garam adalah rendah.
Sifat khusus :
a. Freezing point : 288°F (142°C).
b. Viscosity : 300-820°F (149-438°C)
c. Electrical Resistivity : 1.7 Ω•cm
d. Thermal Stability :
 Transfer panas sangat stabil, tanpa kontaminan, campuran garam
memberikan pelayanan sempurna pada beberapa tahun pada temperatur
lebih dari 850°F (454°C).
e. Densitas : dapat dilihat dalam gambar
f. Thermal Conductivity : dapat dilihat dalam gambar
g. Thermal expansion :
 Solid : 2.85 x 10-5/F (5.13 x 10-5/C)g.
 Liquid : 2.016 x 10-4/F (3.629 x 10-4/C)h.
h. Specific heat : 0.32 cal/g 0C (Btu/lb0F) untuk solid
i. Latent heat of fusion : 20 cal/g (35 Btu/lb).

IV. Penutup
Dari uraian materi di atas dapat ditarik sebuah garis besar bahwa :
1. Media pendingin maunpun media pemanas dapat berupa senyawa alam
ataupun senyawa sintetis yang dibuat untuk menggantikan senyawa alam.
2. Dalam pemilihan media pendingin dan media pemanas harus
mempertimbangkan sifat-sifat internal dari fluida dan sifat-sifat eksternal
lainnya yang berkaitan, seperti viskositas, densitas, kapasitas panas, entalpi
sampai dengan biaya yang harus dikeluarkan dalam pemiliharaan maupun
biaya tenaga.
3. HITEC merupakan fluida yang bisa berfungsi sebagai media pendingin, dan
media pemanas, hal ini dikarenakan range-temperatur yang dimiliki fluida
sangat luas.

Anda mungkin juga menyukai