Anda di halaman 1dari 7

113

SOAL UJIAN MASUK


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER (P3A)
FAKULTAS FARMASI UNHAS
SEMESTER AWAL
TAHUN AKADEMIK 2010/2011
MATERI KEMAMPUAN FARMASI DASAR

PETUNJUK UMUM
1. Sebelum mengerjakan ujian, periksalah terlebih dahulu jumlah dan nomor halaman soal naskah ujian
2. Tulislah nomor peserta Saudara dan kode naskah pada lembar jawaban di tempat yang disediakan, sesuai
dengan petunjuk pengawas.
3. Bacalah dengan cermat setiap petunjuk yang menjelaskan cara menjawab soal
4. Semua jawaban yang benar memiliki nilai yang sama, tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang
salah
5. Jawablah lebih dahulu soal-soal yang Saudara anggap mudah
6. Tulislah jawaban Saudara pada lembar jawaban ujian yang disediakan dengan cara dan petunjuk yang
diberikan oleh pengawas
7. Perbaikan jawaban hanya diperkenankan satu kali, dengan cara mencoret jawaban pertama dengan dua
garis datar, lalu pilih jawaban yang lain.
8. Selama ujian, Saudara tidak diperkenankan untuk bertanya atau minta penjelasan mengenai soal-soal yang
diujikan kepada siapapun, termasuk kepada pengawas
9. Naskah soal tidak boleh dibawa pulang. Setelah ujian selesai, harap Saudara tetap duduk di tempat Saudara
sampai pengawas datang ke tempat Saudara untuk mengumpulkan lembar jawaban.

SOAL :
1. Pernyataan yang paling sesuai dengan 6. Karakteristik dari suatu proses transpor aktif
bioavailabilitas adalah : meliputi hal-hal berikut ini, KECUALI :
A. Jumlah obat yang dirusak oleh hati sebelum A. membutuhkan energi
terjadinya absorbsi sistemik dari saluran B. bisa jenuh pada konsentrasi obat yang
pencernaan tinggi
B. Hubungan antara sifat-sifat fisika-kimia obat C. membawa molekul obat melawan gradien
dengan absorbsi sistemiknya konsentrasi
C. Ukuran laju dan jumlah obat aktif terapetik D. mengikuti hukum difusi Fick
yang mencapai sirkulasi sistemik E. sistem transpor yang dimediasi pembawa
D. Perpindahan obat ke dalam jaringan sepan- 7. Berpindahnya obat dari daerah berkonsentrasi
jang waktu tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah dikenal
E. Pelarutan obat di dalam saluran pencer- dengan istilah :
naan A. Difusi sederhana
2. Laju bioavailabilitas obat paling cepat bila obat B. Pinositosis
diformula sebagai : C. Transpor aktif
A. Larutan D. Biavailabilitas
B. Suspensi E. Biofarmasetika
C. Produk lepas terkendali 8. Persamaan yang menyatakan laju disolusi obat
D. Kapsul gelatin keras dari tablet adalah :
E. Tablet kempa A. Persamaan Noyes – Whitney
3. Rute pemberian obat yang memberikan mula B. Hukum Fick
kerja efek farmakologi yang paling cepat adalah C. Persamaan Henderson – Hesselbalch
A. Injeksi intradermal D. Hukum aksi massa
B. Pemberian per oral E. Persamaan Michaelis – Menten
C. Injeksi subkutan 9. Suatu antibiotik sefalosporin baru diberikan
D. Injeksi intramuskular dengan dosisi 5 mg/kg secara IV bolus tunggal
E. Injeksi intravena kepada seorang pasien laki-laki 58 tahun, berat
4. Rute pemberian obat yang menghasilkan badan 75 kg. Antibiotik tersebut mengikuti
bioavailabilitas sempurna (100%) adalah : farmakokinetik model satu kompartemen
A. Injeksi subkutan dengan waktu paruh eliminasi 2 jam. Volume
B. Injeksi intramuskular distribusinya 0,28 l/kg, dan obat tersebut 35%
C. Injeksi intravena terikat pada protein plasma. Berapa kadar
D. Injeksi intradermal plasma awal (Cp0) obat pada pasien tersebut ?
E. Pemberian per oral A. 56,0 mg/l
5. Setelah pemberian per oral, umumnya obat B. 100 mg/l
paling baik diabsorbsi dari : C. 0,24 mg/l
A. Rektum D. 1,80 mg/l
B. Rongga bukal E. 17,9 mg/l
C. Lambung
D. Duodenum
E. Ileum

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 1 dari 7


10. Kondisi berikut ini yang biasanya meningkatkan 19. Penyakit autoimun yang terjadi karena antibodi
laju disolusi obat dari tablet adalah : menyebabkan kelenjar tiroid mengeluarkan
A. Penggunaan salut gula pada tablet hormon tiroid dalam jumlah berlebihan disebut :
B. Peningkatan ukuran partikel obat A. Psoriasis
C. Penurunan luas permukaan obat B. Penyakit Graves’
D. Penggunaan bentuk asam atau basa bebas dari C. Miastenia gravis
obat D. Pemphigus vulgaris
E. Penggunaan bentuk terion atau garam dari obat E. Rheumatoid arthritis
11. Klirens kreatinin digunakan sebagai ukuran 20. Pernyataan yang benar tentang obat-obat oto-
untuk : nom adalah :
A. Absorbsi ginjal pasif A. Adrenergik dan kolinergik umumnya bekerja
B. Laju metabolisme obat sinergis
C. Laju ekskresi ginjal B. Obat kolinergik meniru kerja dari epinefrin
D. Laju filtrasi glomerular C. Reseptor obat adrenergik terdiri dari resep-
E. Sekresi ginjal aktif tor  dan 
12. Waktu mula kerja (onset time) suatu obat yang D. Antagonis kolinergik disebut juga simpato-
diberikan secara oral, adalah waktu untuk obat : litik
A. mulai dieliminasi dari tubuh E. Agonis adrenergik termasuk parasimpato-
B. mulai diabsorbsi dari usus halus mimetik
C. mencapai konsentrasi puncak dalam 21. "Prodrug" dapat diartikan sebagai :
plasma A. Obat yang hanya memiliki aktivitas
D. mencapai konsentrasi efektif minimum profilaktik di dalam tubuh
(MEC) B. Obat yang digolongkan “mungkin efektif”
E. mencapai konsentrasi toksik minimum C. Zat kimia yang menjadi bagian prosedur
(MTC) sintetik dalam pembuatan obat
13. Jaringan yang memiliki kemampuan terbesar D. Senyawa yang melepaskan obat aktif di
untuk biotransformasi obat adalah : dalam tubuh
A. Kulit E. Senyawa yang mungkin aktif terapetik tetapi
B. Otak masih dalam tahap uji coba
C. Ginjal 22. Suatu obat memiliki waktu paruh eliminasi 3 jam
D. Hati dan volume distribusinya 100 ml/kg. Klirens
E. Paru-paru tubuh total obat ini pada pria 70 kg adalah :
14. Yang merupakan diuretik hemat kalium adalah : A. 14,6 l/jam
A. Hidroklorotiazid B. 16,3 l/jam
B. Bumetanid C. 0,5 l/jam
C. Asam etakrinat D. 1,6 l/jam
D. Spironolakton E. 8,0 l/jam
E. Furosemid 23. Saraf yang menghantarkan impuls dengan cara
15. SGPT ialah zat endogen yang digunakan untuk melepaskan norepinefrin adalah saraf :
mengukur fungsi : A. Antikolinergik
A. Pernapasan B. Kolinergik
B. Saraf C. Parasimpatik
C. Koordinasi D. Simpatik
D. Hati E. Parasimpatolitik
E. Ginjal 24. Yang berhubungan dengan istilah “biotransformasi”
16. Farmakodinamika meliputi kajian-kajian berikut dari pernyataan berikut ini adalah :
ini, KECUALI : A. Perubahan biokimiawi obat di dalam tubuh
A. Mekanisme kerja obat B. Proses yang mempercepat distribusi obat
B. Interaksi obat C. Akumulasi zat di dalam jaringan lemak
C. Ikatan obat - reseptor D. Pengikatan zat dengan protein plasma
D. Efek biologis dan terapetik obat E. Akumulasi zat di dalam suatu jaringan
E. Absorpsi dan distribusi obat 25. Antibiotik berikut yang tidak termasuk golongan
17. Suatu obat sediaan kapsul yang diberikan aminoglikosida adalah :
dengan dosis 100 mg menunjukkan nilai AUC A. Kanamisin
20 mg/dl/jam. Bila obat yang sama diberikan B. Eritromisin
secara injeksi IV bolus 100 mg menunjukkan C. Tobramisin
nilai AUC 25 mg/dl/jam maka bioavailabilitas D. Neomisin
obat dalam kapsul tersebut adalah : E. Streptomisin
A. 0,75 26. Yang mana di antara pernyataan berikut ini
B. 0,80 yang tidak ensensial untuk titrasi asidimetri :
C. 0,85 A. Kesetimbangan asam basa
D. 0,55 B. Pengukuran jumlah asam
E. 0,60 C. Pengukuran volume
18. Reaksi hipersensitivitas dengan mekanisme IgE D. Penimbangan bobot konstan
dimanifestasi dengan : E. Jumlah ml titran
A. Reaksi hipersensitivitas lambat
B. Reaksi hipersensitivitas sedang
C. Reaksi hipersensitivitas cepat
D. Antibodi terhadap sel
E. Kompleks antigen – antibodi

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 2 dari 7


27. Kandungan sulfadiazin dalam tablet dapat dianalisis 36. Pereaksi Seliwanoff digunakan untuk identifikasi
dengan metode diazotasi dengan menggunakan A. Galaktosa
larutan titran : B. Pentosa
A. Natrium tiosulfat C. Ketosa
B. Natrium hidroksida D. Karbohidrat
C. Perak nitrat E. Sukrosa
D. Natrium nitrit 37. Dalam analisis spektrofotometri, yang dimaksud
E. Natrium nitrat dengan max (panjang gelombang maksimum)
28. Analisis kadar asam benzoat dengan metode adalah :
bromometri berdasarkan reaksi antara : A. Serapan maksimum suatu larutan yang
A. Eter dengan brom
B. Ester dengan brom
digunakan untuk menentukan panjang
C. Inti benzen dengan brom gelombang
D. Asam karboksilat dengan brom B. Panjang gelombang yang memberikan
E. Fenol dengan brom serapan minimun suatu larutan
29. Pereaksi spesifik untuk analisis golongan C. Panjang gelombang maksimum yang dapat
barbiturat adalah : digunakan untuk mengukur absorbans
A. Dragendorf suatu larutan
B. Fehling D. Panjang gelombang maksimum yang dapat
C. Parri digunakan untuk mengukur transmitans
D. Murexid suatu larutan
E. DAB HCl E. Panjang gelombang yang memberikan
30. Iodometri dilakukan dengan cara melarutkan contoh serapan maksimum suatu larutan
dalam HCl dan titrasi dengan I2 1 N, indikator amilum, 38. Dalam proses identifikasi protein, tahap di mana
dan titik akhir titrasi ditandai dengan : amonium sulfat dipecah menjadi amonia
A. Terjadinya endapan dengan penambahan NaOH termasuk dalam :
B. Timbulnya warna biru A. Tahap preparasi
C. Timbulnya warna pink B. Tahap akhir
D. Hilangnya warna biru C. Tahap destruksi
E. Warna pink hilang D. Tahap destilasi
31. Identifikasi tablet aspirin dapat dilakukan E. Tahap titrasi
dengan pereaksi warna : 39. Dari tahapan-tahapan berikut ini :
A. Selliwanoff 1) Preparasi sampel
B. DAB HCl 2) Penentuan panjang gelombang maksimum
C. FeCl3 3) Pembuatan kurva baku
D. Parri 4) Penentuan persamaan A = Ao + KC
E. Murexide Yang termasuk tahapan penentuan kadar
32. Uji Murexid adalah suatu uji reaksi untuk secara spektrofotometri adalah:
identifikasi senyawa : A. 1-2-3-4
A. Asam hidroksi benzoat B. 1-3-2-4
B. 1,3 dimetilxantin C. 1-2-4-3
C. 2,4 dihidroksi benzoat D. 2-1-3-4
D. 1,3 dimetil salisilat E. 4-3-2-1
E. Fenol-fenol 40. Seorang farmasis memerlukan alkohol 70%
33. Di antara reaksi-reaksi berikut: untuk preskripsi desinfektan, namun ternyata
1) Reaksi Wagner’s yang ada hanya alkohol 58% dan alkohol 95 %.
2) Reaksi Dragendorf Untuk efisiensi, farmasis tersebut akan
3) Reaksi Mayer mencampur kedua alkohol yang ada. Jika
4) Reaksi Erdmann tersedia 100 liter alkohol 58%, berapa liter
Reaksi untuk identifikasi protein adalah : alkohol 95% yang akan ditambahkan untuk
A. 1), 2), dan 3) memperoleh alkohol 70% ?
B. 1) dan 3) A. 95 L
C. 2) dan 4) B. 148 L
D. Hanya 4) C. 48 L
E. 1), 2), 3), dan 4) D. 58 L
34. Suatu formula mengandung sulfur endap, Pb E. 70 L
asetat, gliserin dan air. Pernyataan yang benar 41. Jika suatu larutan stok tembaga sulfat
berkaitan dengan formula tersebut adalah : diencerkan 50 kali dengan air, maka konsentrasi
A. Termasuk sediaan kosmetik akhir yang diperoleh adalah 0,1 %b/v. Untuk
B. Tidak ada metode analisis yang sesuai membuat larutan stok tersebut sebanyak 400 ml
C. Dapat dianalisis secara spektrofotometri visibel dalam air, maka jumlah tembaga sulfat yang
D. Dapat dianalisis secara spektrofotometri serapan diperlukan adalah :
atom A. 0,2 g
E. Efek samping akan aman saja B. 20 g
35. Kadar vitamin C dapat ditentukan dengan cara C. 0,4 g
berikut ini, KECUALI : D. 40 g
A. Spektrofotometri sinar tampak E. 50 g
B. Spektrofotometri 2,6 diklorofenolindofenol
C. Spektrofotometri serapan atom
D. Spektrofotometri UV
E. Spektrofotometri Vis

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 3 dari 7


42. Jika kelarutan suatu obat dinyatakan 1 dalam 40 47. Unit monomer dari protein dikenal sebagai :
bagian air, maka jumlah air yang dibutuhkan A. Purin
untuk melarutkan 200 mg obat terebut paling B. Nukleosida
sedikit : C. Monosakarida
A. 4000 ml D. Gugus prostetik
B. 800 ml E. Asam amino
C. 40 ml 48. Gula yang terdapat di dalam RNA dan DNA
D. 8 ml adalah :
E. 4 ml A. Digitoksosa
43. Di bawah ini yang bukan senyawa basa adalah : B. Maltosa
A. Al(OH)3 C. Glukosa
B. KOH D. Sukrosa
C. NaOH E. Ribosa
D. CH3CH2OH 49. Berapa milimol air yang terdapat di dalam 1000
E. Ba(OH)2 mg kalsium klorida heksahidrat ? (Ar. Ca = 40,
44. Berikut yang termasuk senyawa asam adalah : Cl = 35,5, H = 1, O = 16 g/mol)
A. CH3CH2COOH A. 18,6 mmol
B. CH3CH2COH B. 54,8 mmol
C. CH3CH2CH2OH C. 13,7 mmol
D. CH3CH2COOCH3 D. 82,6 mmol
E. CH3CH2COCH3 E. 27,4 mmol
45. Senyawa ini mengandung semua gugus fungsi 50. Jika diketahui massa molekul relatif natrium
berikut, KECUALI : klorida 58,5 g/mol, maka jumlah natrium klorida
O
yang dibutuhkan untuk membuat 300 ml larutan
N
yang mengandung 50 mmol/liter adalah :
A. 0,878 g
O
B. 0,585 g
C. 1,756 g
D. 1,147 g
OH E. 1,522 g
S 51. Kelarutan zat didefinisikan sebagai jumlah bagi-
HO
an pelarut yang diperlukan untuk melarutkan 1
A. Keton bagian zat. Sukar larut artinya 1 bagian zat larut
B. Fenol dalam bagian pelarut :
C. Ester A. 1000 – 10000
D. Cincin fenil tersubstitusi B. 100 – 1000
E. Nitrogen alisiklik C. 30 – 100
46. Rumus berikut yang menggambarkan bentuk D. 10 – 30
zwitterion dari asam amino adalah : E. 1 – 10
A. 52. Suhu kamar terkendali menurut farmakope
H adalah suhu :
H2N C COO- A. 20o – 30o
B. 15o – 30o
C. 10o – 15o
R
D. 8o – 15o
B.
E. 2o – 8o
H+ 53. Untuk meningkatkan titik lebur dari lemak coklat
H3N C COOH
pada pembuatan supositoria, maka dapat di-
tambahkan cera flava sebanyak :
R A. 4 – 6%
C. B. 2 – 6%
H C. Kurang dari 2%
H2N C COOH D. Kurang dari 4%
E. Lebih dari 6%
54. Untuk menghitung dosis untuk bayi, biasa
R
digunakan rumus Fried sebagai berikut :
D. bobot badan
H A. xdosis dewasa
+ - 150
H3N C COO
luas permukaan tubuh (m2 )
B. xdosis dewasa
1,73 m2
R usia (tahun)
E. C. xdosis dewasa
Usia+12
H H usia pada tahun berikutnya
H2N C CONH C COOH D. x dosis dewasa
24
usia (bulan)
E. xdosis dewasa
R R 150

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 4 dari 7


55. Bentuk sediaan dari resep di bawah ini adalah : 63. Jika diketahui ptb atropin SO4 = 0,073; ptb NaCl
R/ Minyak Zaitun 60,0 ml = 0,576; maka NaCl yang dibutuhkan untuk
Vitamin A 60.000 UI pembuatan tetes mata yang mengandung
Air 120 ml atropin sulfat 50 mg/10 ml adalah
S. tid 15 ml A. 84 mg
A. Suspensi B. 27 mg
B. Losio C. 839 mg
C. Larutan D. 896 mg
D. Eliksir E. 269 mg
E. Emulsi 64. Di antara mikroba berikut, yang dapat
56. Untuk meracik resep tersebut, farmasis perlu menyebabkan kerusakan pada mata adalah :
menambahkan : A. Escherichia coli
A. Propilen glikol B. Xanthomonas campsestris
B. Tween 80 C. Pseudomonas aeruginosa
C. Akasia D. Staphylococcus aureus
D. Gliserin E. Streptococcus thermophillus
E. Alkohol 65. Bakteri yang tumbuh pada suhu setinggi 55C
57. Jika Dosis Maksimum (DM) Codein untuk dewasa disebut :
adalah 60 mg/300 mg, maka DM untuk anak usia 10 A. Mesofil
tahun dengan bobot badan 30 kg adalah B. Auksotrofil
A. 30 mg/150 mg C. Isofil
B. 26 mg/128 mg D. Psikoprofil
C. 26 mg/132 mg E. Termofil
D. 27 mg/136 mg 66. Zat yang tidak lazim digunakan sebagai peng-
E. 28 mg/100 mg awet pada sediaan steril adalah :
58. Jika 1 pon setara dengan 0,435 kg, maka jum- A. p-kloro-m-kresol
lah kapsul kloramfenikol 250 mg yang diperlu- B. Nitromersol
kan untuk menyediakan dosis 25 mg/kg/hari C. Benzalkonium klorida
selama 7 hari untuk seorang pasien yang bobot D. Benzethonium klorida
badannya 200 pon adalah : E. Butil hidroksi anisol
A. 13 67. Spora pada bakteri berfungsi untuk
B. 90 A. Menyerang
C. 61 B. Berkembang biak
D. 25 C. Mempertahankan diri
E. 20 D. Berkembang biak dan mempertahankan diri
59. Tujuan granulasi dalam formulasi tablet adalah : E. Berkembang biak dan menyerang
A. Mentransformasi sifat permukaan serbuk 68. Yang tidak sesuai dengan sifat emulgator dalam
yang hidrofil menjadi hidrofob formulasi emulsi, adalah :
B. Agar tablet memiliki disolusi lebih cepat A. Teradsorpsi dengan cepat di sekeliling
C. Agar bahan aktif tetap stabil tetesan terdispersi
D. Menjamin agar aliran campuran dalam B. Aktif pada permukaan dan meningkatkan
lubang cetak tetap seragam tegangan permukaan
E. Menambah sifat adhesi serbuk selama dan C. Memberikan potensial listrik yang memadai
sesudah kompresi D. Meningkatkan kekentalan emulsi
60. Sifat yang harus dimiliki oleh bahan baku untuk E. Efektif pada konsentrasi rendah
metode cetak langsung dalam formulasi tablet 69. Berapa banyak larutan 0,9 % yang dapat dibuat
adalah dari 20 g natrium klorida ?
A. Kompresibilitas dan aliran yang baik A. 2222 ml
B. Kompresibilitas, aliran, dan kapasitas B. 1000 ml
pegang yang baik C. 222 ml
C. Kompresibilitas yang baik D. 122 ml
D. Aliran yang baik E. 900 ml
E. Kapasitas pegang tinggi 70. Jika suatu larutan vitamin mengandung 0,5 mg
61. Yang BUKAN fungsi penyalut dalam formula ion fluorida tiap mililiter, berapa mg ion fluorida
tablet adalah : yang keluar dari suatu penetes yang meng-
A. Agar zat aktif dapat dilindungi dari pengaruh alirkan 0,6 ml?
luar A. 0,3
B. Agar tablet dapat hancur di usus B. 0,1
C. Agar tablet dapat hancur di lambung C. 0,5
D. Agar bau dan rasa zat aktif yang tidak enak D. 0,6
dapat tertutupi E. 1,0
E. Agar penampilan lebih menarik 71. Ilmu pengetahuan dan teknologi tentang
62. Sediaan yang dimaksudkan untuk diberikan partikel-partikel kecil dikenal sebagai :
pada mata adalah : A. Mikrogram
A. Sediaan topikal B. Mikrokosmos
B. Sediaan irigatif C. Mikrobiologi
C. Sediaan parenteral D. Mikropartikelogi
D. Sediaan okular E. Mikromeritika
E. Sediaan nasal

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 5 dari 7


72. Berapa gram aspirin yang diperlukan untuk 80. Perbedaan struktur kimia antara selulosa
membuat 1,25 kg serbuk formula berikut ? dengan pati adalah :
ASA 6 bagian A. Selulosa disusun oleh residu glukosa yang
Fenasetin 3 bagian terdiri dari rantai 1,4-β-D-glukosa, pati
Kafein 1 bagian memiliki rantai linear dan bercabang dari
A. 125 1,4-α-, dan 1,6-α-D-glukosa.
B. 750 B. Selulosa disusun oleh molekul α-glukosa
C. 175 sedangkan pati memiliki residu β-glukosa
D. 350 bercabang
E. 250 C. Selulosa disusun oleh molekul β–glukosa
73. Suatu larutan mengandung 500 satuan/ml pada tidak bercabang, pati juga memiliki molekul
saat dibuat. Setelah 40 hari tersisa 300 α- dan β-glukosa tidak bercabang
satuan/ml. Jika penguraian berjalan dengan D. Keduanya terdiri dari rantai linear dan
orde satu, tetapan laju peruraiannya adalah bercabang 1,2-β-D-glukosa
A. 0,0128 per hari E. Tidak ada perbedaan yang berarti
B. 0,1280 per hari 81. Metode yang tepat untuk pemeriksaan kan-
C. 0,0128 per bulan dungan minyak menguap di dalam simplisia
D. 0,0128 per minggu menurut farmakope adalah :
E. 1,2800 per bulan A. Pengukuran kehilangan bobot pada pengeringan
74. Waktu paruh peruraian zat dalam larutan pada B. Destilasi uap air
soal di atas adalah : C. Ekstraksi dengan petroleum eter
A. 541,4 hari D. Ekstraksi dengan etanol
B. 54,14 hari E. Kromatografi lapis tipis
C. 54,14 minggu 82. Secara struktural, kodein adalah :
D. 0,541 bulan A. Dimetil ether dari papaverin
E. 0,054 tahun B. Dietil ether dari morfin
75. Suatu larutan sakarosa (BM=342 g/mol) dibuat C. Monometilether dari morfin.
dengan melarutkan 0,5 g dalam 100 g air. D. Amida dari apomorfin
Konsentrasi larutan dalam satuan molal adalah E. Derivat asetil dari morfin
A. 0,00146 m 83. Bentuk pati jangung yang paling tepat adalah :
B. 0,0146 m A. Segitiga dengan garis-garis vertikal
C. 0,146 m B. Oval dengan garis-garis horizontal
D. 1,460 m C. Bulat dengan bentuk “V” di bagian pinggir
E. 14,6 m D. Pentagon dengan bentuk “V” di bagian
76. Minyak menguap adalah campuran kompleks dari tengah
A. sesquiterpen dan senyawa aromatic lainnya E. bentuk titik
B. monoterpen asam dan lakton. 84. Tipe stomata yang jumlah sel tetangganya dua,
C. monoterpen eter dan aldehid. bidang persekutuannya segaris dengan celah
D. mono- dan sesquiterpen serta derivate stomata, disebut :
phenyl-propane. A. Aktinositik
E. mono- dan diterpene alkohol dan eter. B. Bidiasitik
77. Balsam adalah : C. Anomositik
A. polisakarida yang tercampur dengan minyak D. Anisositik
menguap E. Parasitik
B. jus yang diuapkan sampai kering 85. Metode yang tepat untuk pembuatan sediaan
C. resin-resin yang terlarut dalam minyak minyak lemak sesuai kualitas farmakope adalah
menguap A. Pengempaan dan ekstraksi pelarut.
D. campuran minyak menguap dengan B. Ekstraksi pelarut.
sesquiterpen C. Pengempaan-panas
E. resin-resin yang terlarut dalam air D. Pengempaan-dingin
78. Alkaloid adalah senyawa yang terbentuk secara E. Distilasi uap air.
alami yang molekulnya mengandung 86. Di antara simplisia berikut ini, kandungan
A. satu atau lebih atom O disamping atom S kafeinnya paling tinggi adalah
B. satu atau lebih atom N A. Coffeae Semen
C. dua cincing heterosiklik B. Colae Semen
D. satu rantai samping C15 pada cincin C. Mate Folium
benzene D. Theae Folium
E. satu atau lebih atom N yang diperoleh dari E. Guarana
asam amino 87. Simplisia yang memiliki efek karminatif adalah
79. Identifikasi alkaloid paling tepat dengan meng- A. Silybi mariani Fructus
gunakan reagen : B. Foeniculi Fructus
A. potassium-tetraiodomercurate C. Frangulae Cortex
B. Fluoroglusin dilarutkan dalam HCl pekat D. Centaurii Herba
C. 2,4-dinitrophenylhydrazine E. Graminis Rhizoma
D. Besi-III-chloride
E. antimony-III-chloride

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 6 dari 7


88. Cara mengekstraksi alkaloid tersier dalam 95. Pada kolom kromatografi ekskulusi ukuran,
bentuk garamnya adalah molekul yang …………. Akan bergerak bebas
A. Mengekstraksi dengan pelarut organik seperti pada matriks fase diam, dan oleh karena itu
kloroform. akan bergerak dari kolom …………
B. Mengekstraksi dengan larutan asam-aqueous A. besar, lebih cepat
C. Mendidihkannya dengan aqueous-ammonia. B. polar, lebih lambat
D. Mengekstraksi dengan pelarut organik yang C. kecil, lebih cepat
mengandung basa. D. polar, lebih cepat
E. Mengekstraksi dengan pelarut organik yang E. besar, lebih lambat
mengandung asam. 96. Di antara senyawa berikut ini, yang lebih dulu
89. Berikut ini yang merupakan karakteristik terelusi dari kolom kromatografi gas adalah
saponin adalah : A. n-Butanol
A. Selalu mengandung asam asetat pada B. n-Pentanol
molekulnya
C. Metanol
B. Mengendap jika dikocok dengan air
D. Etanol
C. Senyawa diterpenoid
E. n-Propanol
D. Menyebabkan haemolisis pada sel darah merah
97. Sepuluh gram padatan senyawa organik mula-
E. Hasil negative pada uji Keller-Kiliani
90. Di antara pernyataan berikut ini, yang merupa- mula dilarutkan dalam 100 ml air kemudian
kan karakteristik dari tannin adalah : diekstraksi dengan eter. Cara yang akan
A. Derivat 3-phenylbenzopyrane. menarik paling banyak senyawa organik
B. Menghasilkan endapan warna pink pada iodine tersebut dari larutan air adalah
C. Menghasilkan endapan pada alkaloid. A. tiga kali ekstraksi dengan 50 ml eter
D. Menghasilkan warna kuning atau kemerah- B. dua kali ekstraksi dengan 50 ml eter
an pada Fe(III)-klorida. C. satu kali ekstraksi dengan 150 ml eter
E. Semua benar D. satu kali ekstraksi dengan 50 ml eter
91. Opium digunakan sebagai E. tiga kali ekstraksi dengan 25 ml eter
A. Penghilang demam 98. Tahapan kunci pada proses rekristalisasi adalah
B. Laxativa A. Melarutkan padatan ke dalam sejumlah
C. Tranquiliser besar pelarut dingin
D. Prekursor morfin B. Membiarkan larutan panas menjadi dingin
E. Emetika secara perlahan dan mengendapkan
92. Pernyataan yang paling tepat berkaitan dengan padatan
Opium adalah : C. Menghilangkan semua pengotor yang
A. Opium dengan kualitas bagus mengandung 1,5% terlarut dengan penyaringan vakum
morphine. D. Membiarkan kristal dingin mencapai titik
B. Opium adalah getah kering dari torehan kapsul leburnya
poppy yang belum matang. E. Bukan salah satu di atas
C. Opium adalah jus yang dikeringkan dari 99. Yang termasuk terpenoid adalah :
guntingan daun Opium poppy. A. Minyak lemak
D. Opium adalah ekstrak air yang dikeringkan dari B. Antosianin
batang Opium poppy. C. Musilago
E. Opium digunakan sebagai diuretic dan laxative. D. Tannin
93. Alkaloid terdapat di dalam tanaman dalam E. Karotenoid
bentuk 100. Kandungan utama dari Catharanthi Herba
A. Garam dari asam organik adalah :
B. Garam mineral A. Catharanthine
C. Basa terikat B. Vindoline
D. Lakton dari asam organik C. Vincamine
E. Ester asam mineral D. Vincristine
94. Di antara sifat berikut, yang merupakan sifat E. Viteksin
dari pati adalah :
A. Mengandung asam amino dalam jumlah besar
B. Mengandung asam lemak dalam strukturnya
C. Sangat mudah larut di dalam air
D. Membentuk jelly di dalam air mendidih
E. Membentuk warna biru atau hijau pada asam-
asam mineral

UJIAN MASUK P3A AW 2010/2011 (113) halaman 7 dari 7

Anda mungkin juga menyukai