Anda di halaman 1dari 61

TINJAUAN KOMPETENSI PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP

MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSU IMELDA


PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2016

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh :

EGA FITRIYANI RITONGA


NIM. 1313466011

AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMASI KESEHATAN


(APIKES) ANGKATAN VI IMELDA MEDAN
T.A 2015/2016
TINJAUAN KOMPETENSI PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP
MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSU.IMELDA
PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2016

HASIL PENELITIAN

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya

OLEH :

EGA FITRIYANI RITONGA


NIM : 1313466011

AKADEMI PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN


(APIKES) ANGKATAN VI IMELDA MEDAN
TA. 2016/2017
LEMBAR PERSETUJUAN

TINJAUAN KOMPETENSI PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP


MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSU. IMELDA
PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2016

OLEH :

EGA FITRIYANI RITONGA


NIM. 1313466011

Penelitian ini telah disetujui oleh Dosen Pembimbing sebagai Persyaratan


Menyelesaikan Pendidikan Ahli Madya di Perekam Medik dan Informasi
Kesehatan Imelda Medan

Disetujui:
Dosen Pembimbing

(Zulham Andi Ritonga, SKM)

Diketahui Direktur
Akademi Perekam Medik dan Informasi Kesehatan
(APIKES) Imelda Medan

(dr. Suheri Parulian Gultom. M. Kes)


PERNYATAAN

TINJAUAN KOMPETENSI PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP


MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSU. IMELDA
PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2016

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali ada
beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Agustus 2016

EGA FITRIYANI RITONGA


NIM : 1313466011
LEMBAR PENGUJIAN

Pelitian dengan judul :

TINJAUAN KOMPETENSI PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP


MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSU. IMELDA
PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2016

OLEH :

EGA FITRIYANI RITONGAN


NIM : 1313466011

Telah diuji dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji


Pada tanggal Agustus tahun 2016

Penguji I : Valentina, SKM, M.Kes ( )

Pengguji II : Zulham Andi Ritonga, SKM ( )

Pengguji III : Rahmawani Fauzah, SST ( )

Disahkan Oleh :
Direktur Akademi Perekam Medik dan Informasi Kesehatan
(APIKES) Imelda Medan

Dr. Suheri Parulian Gultom, M. Kes


AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMASI KESEHATAN
IMELDA MEDAN
Nama : Ega Fitriyani Ritonga
NIM : 1313466011
Judul : Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan
Kesehatan Di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016

ABSTRAK

Kompetensi perekam medis dan informasi kesehatan merupakan pengetahuan,


keterampilan, dan prilaku yang harus dimiliki oleh seorang profesi perekam medis
dan informasi kesehatan dalam melakukan tanggungjawab diberbagai tatanan
pelayanan kesehatan. Standar Profesi Perekam Medis, bahwa ada 2 kategori
kompetensi yang harus dimiliki perekam medis dan informasi kesehatan. Kategori
tersebut adalah kompetensi pokok dan kompetensi pendukung yang kedua-duanya
harus dimiliki oleh seorang perekam medis dan informasi kesehatan untuk
menjalankan tugas di sarana pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui kompetensi perekam medis terhadap mutu pelayanan petugas
rekam medis. Jenis penelitian berupa deskriptif kuantitatif yaitu metode penelitian
yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan
secara objektif. Populasi penelitian ini adalah 23 orang petugas rekam medis,
sampel penelitian 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara teknik
total sampling. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 78% dapat dikategorikan
dalam mutu pelayanan baik sedangkan 22% cukup. Sebagai saran perlu
ditingkatkan mutu pelayanan diberbagai pelayanan seperti pelayanan medis,
fasilitas kesehatan maupun keterampilan sehingga mutu pelayanan dapat menjadi
lebih baik.

Kata Kunci : Kompetensi Petugas Rekam Medis, Mutu Pelayanan


Kesehatan
Daftar Pustaka : 11 Referensi
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. IDENTITAS DIRI

Nama : Ega fitriyani ritonga

Tempat Tanggal Lahir : Sigabu julu, 08 november 1993

Agama : Islam

Anak : 2 dari 5 bersaudara

Alamat : Dusun sigabu, desa tanjung medan

II. IDENTITAS ORANG TUA

Nama Ayah : Tuani Ritonga

Pekerjaan : Wiraswasta

Nama ibu : Lelyani

Alamat : Dusun sigabu,desa tanjung medan

III. RIWAYAT PENDIDIKAN

SD Negeri 114380 Padang Laut : 2000-2006

SMP Negeri 2 Bilah Barat : 2006-2009

MAN Rantauprapat : 2009-2012

APIKES Imelda Medan : 2013-2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah Swt. Atas rahmad dan hidayah-Nya penulis

dapat menyelesaikan penelitian ini dengan judul “Tinjauan Kompetensi Petugas

Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Rekam Medis di Rumah Sakit Umum

Imelda Pekerja Indonesia Medan 2016. Karya tulis ilmiah ini merupakan syarat

dalam memenuhi tugas Tugas Akhir dalam mencapai gelar Ahli Madya

Kesehatan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah

ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan

saran yang bersifat membangun demi kesempernaan Karya Tulis Ilmiah ini.

Keberhasilan penulis dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini tidak

terlepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan moril dari berbagai pihak, maka

dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat penulis

mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. H.R. Imran Ritonga,MSc selaku Ketua Yayasan Imelda.

2. Dr. Suheri P. Gultom, M.Kes selaku Direktur Akademi Perekam Medis dan

Informasi Kesehatan (APIKES) Imelda Medan.

3. Dr. Imelda Liana Ritonga, S.Kep, M.Pd,MN selaku Ketua Stikes Yayasan

Imelda Medan.

4. Esraida Simanjuntak, SKM, selaku Pudir 1 APIKES Imelda Medan.

5. Ali Sabela Hasibuan, S.Kep.Ns, selaku Pudir II APIKES Imelda Medan

6. Dra. Rani Robety, M. Kom, selaku pudir III APIKES Imelda Medan.

i
8. Seluruh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Akademi Perekam Medik dan

Informasi Kesehatan Imelda Medan yang telah banyak memberikan bantuan

dan dukungan serta membekali penulis ilmu pengetahuan.

9. Terima kasih kepada ayah saya tersayang Tuani dan ibunda saya Lelyani yang

telah membesarkan penulis sampai sekarang ini dan banyak memberikan

dukungan kepada penulis dari segi materi, motivasi, semangat, doa dan kasih

sayang dengan tulus yang tidak ternilai harganya dalam menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah selama mengikuti perkuliahan di Akademi Perekam Medik dan

Informasi Kesehatan Imelda Medan.

10. Buat abang saya Siaga Putra Ritonga, dan adik saya Saipul Abidin Azhar

Ritonga , Endang Sagita Ritonga, dan Jurdil Aidil Ritonga yang selalu

memberikan dukungan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah ini.

11. Buat Teman-teman satu kamar saya Ita, Nurul, Atika, Murti, Eva, Winsi,

Ruth, dan terkhusus kepada ruko 2 lantai satu Hikmah, Dede, Gita, Haijah,

Kristi, Amny, Chichilia yang telah banyak membantu dan memberikan

dukungan kepeda penulis dalam menyelesaikan penyusunan Karya Tulis

Ilmiah.

12. Buat adik-adik kelas saya : Rosmiati Ritonga, Yusnida Sinaga, yang selalu

memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan

Karya Tulis Ilmiah.

ii
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang

telah memberikan dukungan maupun bantuan dalam penyusunan Karya Tulis

Ilmiah ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca, semoga allah SWT

memberikan rahmad dan hidayah-nya kepada kita semua. Amin.

Medan, Agustus 2016

Penulis

(EGA FITRIYANI RITONGA)

iii
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PERNYATAAN
LEMBAR PENGUJIAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
ABSTRAK
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. vii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................... 7
1.3 Tujuan Penelitian..................................................................... 7
1.4 Mamfaat Penelitian ................................................................. 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kajian Teori............................................................................. 8
2.1.1 Rekam Medis ................................................................. 8
2.1.2 Tujuan Rekam Medis ....................................................... 8
2.1.3 Kegunaan Rekam Medis .............................................. 9
2.2 Kompetensi.............................................................................. 11
2.2.1 Pengertian Kompetensi ..................................................... 11
2.2.2 Kompetensi Rekam Medis ................................................ 11
2.2.3 Kategori Kompetensi Perekam Medis .............................. 12
2.2.3.1 Kompetensi Pokok ......................................................... 12
2.2.3.2 Kompetensi Pendukung ................................................. 14
2.3 Mutu Pelayanan Kesehatan ..................................................... 15
2.3.1 Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan .................................. 16
2.3.2 Faktor-Faktor Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan ....... 19
2.4 Kerangka Konsep .................................................................... 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian ........................................................................... 22
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian .................................................... 22
3.2.1 Waktu Penelitian ............................................................... 22
3.2.2 Tempat Penelitian.............................................................. 22
3.3 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel .................................... 23
3.3.1 Populasi ............................................................................. 23
3.3.2 Teknik Sampling ............................................................... 23
3.3.3 Sampel ............................................................................... 23

iv
3.4 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ........................ 23
3.4.1 Variabel Penelitian ........................................................ 23
3.4.2 Defenisi Operasional ..................................................... 24
3.5 Instrumen dan Teknik Pengumpulan data ............................... 23
3.5.1 Instrumen Penelitian...................................................... 22
3.5.2 Teknik Pengumpulan data ............................................. 24
3.6 Teknik Pengolahan data dan Analisis Data ............................. 25
3.7 Teknik Analisis data ............................................................... 27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian ...................................... 28
4.1.1 Sejarah RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan ............ 28
4.1.2 Visi dan Misi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan .. 28
4.1.3 Falsafah dan Motto........................................................ 29
4.1.4 Struktur Organisasi RSU Imelda Pekerja
Indonesia Medan ........................................................... 33
4.2 Hasil Penelitian ....................................................................... 30
4.2.1 Hasil Uji Frekuensi Krakteristik Responden................. 30
4.3 Pembahasan ............................................................................... 32

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.............................................................................. 34
5.2 Saran ........................................................................................ 34

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

v
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Tabel distribusi Jenis Kelamin ............................................................ 30

Tabel 4.2 Tabel Distribusi Umur ........................................................................ 31

Tabel 4.3 Tabel Distribusi Pendidikan ................................................................ 31

Tabel 4.4 Tabel Distribusi Kompetensi Petugas Rekam Medis .......................... 32

Tabel 4.5 Tabel Kompetensi petugas Rekam Medis Terhadap


Mutu Pelayanan kesehatan....................................................... ......... 32

vi
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konsep ......................................................................... 19

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Surat Izin Penelitian dari Akademi Perekam Medik dan Informasi
Kesehatan Imelda Medan

Lampiran II Surat keterangan selesai penelitian dari RSU Imelda Pekerja


Indonesia Medan

Lampiran III SK Dosen Pembimbing KTI

Lampiran IV Master Tabel

Lampiran V Infoemed Consent

Lampiran VI Kuesioner Penelitian

Lampiran VII Lembar Konsul

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ditengah krisis multidimensi yang melanda bangsa kita saat ini, terdapat

banyak masalah yang terjadi sehingga membuat rakyat Indonesia menjadi

bimbang untuk memajukan negara ini. Satu demi satu masalah muncul di mulai

dari bencana alam sampai penyebaran wabah penyakit. Saat ini isu yang paling

mengancam bangsa ini adalah masalah kesehatan nasional, diantaranya pelayanan

kesehatan yang buruk, serta kurangnya biaya pengadaan fasilitas kesehatan

padahal kesehatan nasional merupakan fondasi penting dalam memajukan negara.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sistem pelayanan kesehatan indonesia

sudah memadai dalam menangani masalah kesehatan indonesia.

Salah satu permasalahan yang terjadi adalah pelayanan kesehatan di

rumah sakit. Kualitas pelayanan rumah sakit dapat diketahui dari penampilan

profesional personal rumah sakit, efesiensi dan efektivitas pelayanan serta

kepuasan pasien. Kepuasan pasien ditentukan oleh keseluruhan pelayanan :

Pelayanan administrasi, dokter, perawat, obat-obatan, sarana dan peralatan,

fasilitas, lingkungan fisik rumah sakit dan pelayanan dibidang rekam medis.

Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009, Rumah Sakit

adalah Institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,

1
2

rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan kesehatan paripurna adalah pelayanan

kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Pelayanan rekam medis bukan pelayanan dalam bentuk pengobatan, tapi

merupakan bukti pelayanan, fasilitas, aspek hukum dan ilmu pengetahuan. Peran

rekam medis sangat dibutuhkan untuk mengelola bahan bukti pelayanan

kesehatan dengan aman, nyaman, efesien, efektif dan rahasia. Sehingga rekaman

pelayanan kesehatan dapat berfungsi sebaik-baiknya untuk tindakan pelayanan

yang diperlukan (Asta Qauliyah, 2007).

Menurut PERMENKES NO: 269/MENKES/PER/III/2008 yang

dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain

identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, yang telah diberikan, serta

tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

Standar profesi rekam medis dan informasi kesehatan disusun sebagai

pedoman atau acuan bagi tenaga profesi manajemen informasi kesehatan dalam

meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menjalan tugas profesinya

sebagai perekam medis (Ery rusdiyanto,2009).

Kompetensi perekam medis dan informasi kesehatan merupakan

pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang harus dimiliki oleh seorang profesi

perekam medis dan informasi kesehatan dalam melakukan tanggungjawab

diberbagai tatanan pelayanan kesehatan. Seorang perekam medis dan informasi

kesehatan harus mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang

merupakan kompetensi dari profesinya (Ery Rustiyanto,2009).


3

Pada kasus yang telah terjadi di RSUD PURWOKERTO, salah satu

pasien yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis HIV AIDS kemudian salah

seorang yang bekerja di instalasi rekam medis mempublikasikan kepada salah

seorang wartawan dengan menjanjikan akan diberikan hadiah, pada hal seperti

yang telah di jelaskan dalam PP No. 10 Tahun 1966 tentang wajib simpan rahasia.

Tindakan yang dilakukan petugas rekam medis tersebut sangat jauh dari

kompetensi yang harus dimiliki seorang petugas rekam medis selain itu tindakan

petugas rekam medis tersebut dapat berdampak buruk bagi pasien itu sendiri

misalnya di asingkan dari tempat tinggalnya karena sebagian masyarakat yang

minim pendidikan mengenai dunia kesehatan beranggapan bahwa HIV AIDS

adalah penyakit yang sangat mengerikan (Savitra Budi, 2011).

Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan RI No. 377/MENKES/SK/

III/2007 tentang Standar Profesi Perekam Medis, bahwa ada 2 kategori

kompetensi yang harus dimiliki perekam medis dan informasi kesehatan. Kategori

tersebut adalah kompetensi pokok dan kompetensi pendukung yang kedua-duanya

harus dimiliki oleh seorang perekam medis dan informasi kesehatan untuk

menjalankan tugas di sarana pelayanan kesehatan.

Kompetensi pokok merupakan kompetensi mutlak yang harus dimiliki

oleh profesi perekam medis, diantaranya: Klasifikasi dan kodefikasi penyakit dan

masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan tindakan medis, Hukum

dan Etika profesi, Manajemen rekam medis dan informasi kesehatan, Menjaga

mutu rekam medis, Statistik kesehatan.


4

Sedangkan kompetensi pendukung merupakan kemampuan yang harus

dimiliki sebagai pengembang pengetahuan dan keterampilan dasar untuk

mendukung tugas, kompetensi ini ada 2 yaitu Manajemen Unit Kerja manajemen

informasi kesehatan, Kemitraan Profesi. Artinya bahwa seorang profesi perekam

medis harus menguasai kompetensi pokok yang telah ditetepkan oleh organisasi

profesi untuk menjalankan kegiatan rekam medis dan informasi kesehatan,

sedangkan Kompetensi pendukung merupakan kemampuan yang harus dimiliki

sebagai pengembangan pengetahuandan keterampilan dasar untuk mendukung

tugas sebagai pengembangan dari kompetensi dasar.

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rini ariani 2015

dan Zainuhril Hasibuan 2014, bahwa adanya keterkaitan antara kompetensi

petugas rekam medis terhadap mutu pelayanan kesehatan. Semakin baik mutu

pelayanan yang diberikan maka semakin baik juga pelayanan yang diterima oleh

pasien.

Pentingnya penguasaan kompetensi ini untuk seorang profesional petugas

rekam medis terkait dengan kualitas kerja dan jenjang karirnya di unit rekam

medis, untuk menjalankan pekerjaan direkam medis di perlukan sumber daya

manusia yang memenuhi kompetensi perekam medis (Gemala Hatta,2011).

Munculnya tranformasi paradigma rekam medis dari tradisional menjadi

manajemen informasi kesehatan pada pertengahan 1990-an merupakan reformasi

baru di bidang informasi kesehatan yang dipicu oleh modernisasi perkembangan

teknologi informasi dan komunikasi. Perekam medis dan informasi kesehatan


5

yang profesional wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan

standar kompetensi dan kode etik profesi (Depkes, 2011).

Baik buruknya suatu rumah sakit dinilai dari mutu pelayanannya, semakin

baik mutu pelayanan maka baik pula lah mutu Rumah sakit tersebut. Mutu

pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada tingkat kesempurnaan penampilan

pelayanan kesehatan yang diselenggarakan yang disatu pihak dapat memuaskan

para pemakai jasa layanan dan pihak lain tata cara penyelenggaranya sesuai

dengan kode etik profesi serta standar yang telah ditetapkan (Azwar 2010).

Penilaian mutu pelayanan kesehatan dapat digolongkan menjadi 3 yaitu :

Input dapat diartikan masukan fasilitas kesehatan, antara lain sumber daya

manusia, dana dan sarana. Jika inputnya baik kemungkinan mutu menjadi baik.

Proses dapat dilihat dari relevan tidaknya proses itu bagi pasien, efektif atau tidak

mutu proses itu sendiri, meliputi metode atau tata cara pelayanan kesehatan dan

pelaksanaan fungsi manajemen. Output adalah hasil akhir dan tindakan dokter dan

tenaga profesi lainnya terhadap pasien (Donabediah, 2013).

RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan merupakan rumah sakit swasta tipe

B dan termaksud rumah sakit pendidikan, dan merupakan sarana pelayanan

kesehatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan, yaitu pasien umum, BPJS

(Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), dan Asuransi lainnya. Berbagai upaya

telah dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal di rumah

sakit, antara lain peningkatan sarana gedung, pengadaan fasilitas kesehatan,

peningkatan sumber daya manusia yang baik salah satu kewajiban adalah
6

penyelenggaraan rekam medis yang baik ( Profil RSU. Imelda Pekerja Indonesia

Medan, 2008 ).

Dari survey awal yang di lakukan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia

Medan bahwa tingkat pendidikan petugas rekam medis yang berbeda-beda, seperti

tingkat pendidikan D3 rekam medis 7 orang ( 30 % ), SMA 11 orang ( 48% ) dan

S1 non pendidikan rekam medis sebanyak 5 orang ( 22 % ). Ini menunjukkan

bahwa adanya kesenjangan antara tingkat pendidikan rekam medis dengan tingkat

pendidikan yang bukan rekam medis. Petugas rekam medis yang paham

melakukan pengkodingan hanya 30% dan selebihnya masih kurang memahami.

Dengan masih kurangnya petugas rekam medis di bagian rekam medis yang

sesuai dengan pendidikan rekam medis, akan berpengaruh dengan kompetensi

perekam medis yaitu kompetensi pokok dan kompetensi pendukung yang akan

berdampak dengan mutu pelayanan rekam medis yang belum berjalan secara

efesien dan efektif.

Petugas rekam medis yang tingkat pendidikannya non rekam medis dapat

dilakukan pelatihan dan pendidikan tentang kompetensi perekam medis terhadap

mutu pelayanan rekam medis dan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan telah

dilakukan pelatihan tentang rekam medis dan lain-lain.

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul “Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis

Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia

Medan Tahun 2016”.


7

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disebutkan sebelumnya

maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi

perekam medis terhadap mutu pelayanan petugas rekam medis di RSU. Imelda

Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi perekam

medis terhadap mutu pelayanan petugas rekam medis di RSU. Imelda Pekerja

Indonesia Medan Tahun 2016.

1.4 Manfaat penelitian

1. Bagi petugas rekam medis agar memahami bagaimana kompetensi

petugas rekam medis sesuai peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

2. Bagi Rumah Sakit atau tempat penelitian dengan hasil penelitian ini

dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan

kompetensi perekam medis dalam mutu pelayanan rekam medis.

3. Bagi peneliti untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya pada

kompetensi perekam medis di rumah sakit

4. Bagi lembaga pendidikan APIKES Imelda Medan untuk menambah

referensi pustaka yang akan dipergunakan untuk penelitian

selanjutnya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Rekam Medis

Menurut Gemala Hatta, (2008) Rekam Medis merupakan kumpulan fakta

tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakit, termaksud keadaan sakit,

pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan

dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

Rekam Medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam

tentang identitas, anamnese penentuan fisik laboratorium, diagnosa segala

pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik

yang dirawat inap, rawat jalan, maupun yang mendapatkan pelayanan gawat

darurat (Ery Rustiyanto,2009).

Rekam Medis merupakan keharusan yang penting bagi data pasien untuk

diagnosis dan terepi, sekarang ini lebih jauh lagi untuk kepentingan pendidikan

dan penelitian juga untuk masalah hukum yang terus berkembang (Boy

S.Sabarguna,2008).

2.1.2 Tujuan Rekam Medis

Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib

administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan dirumah sakit.

Tanpa dukungan suatu sistem pengelolaan rekam medis baik dan benar tertib

administrasi dirumah sakit tidak akan berhasil sebagaimana yang diharapkan.

8
9

Sedangkan tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan

upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit (Depkes RI,1997).

Menurut Ery Rustiyanto,(2009) Tujuan Rekam medis adalah untuk

mendapatkan catatan atau dokumen yang akurat dan aduket dari pasien, mengenai

kehidupan dan riwayat kesehatan, riwayat penyakit dimasa lalu dan sekarang, juga

pengobatan yang telah diberikan sebagai upaya meningkatkan pelayanan

kesehatan.

2.1.3 Kegunaan Rekam Medis

Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa aspek (Depkes RI,2006)

antara lain :

1. Aspek administrasi

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena lainnya

menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab

sebagai tenaga medis dan para medis dalam mencapai tujuan pelayanan

kesehatan.

2. Aspek medis

Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan / perawatan yang harus

diberikan kepada seorang pasien.

3. Aspek hukum

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya

menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar

keadilan, dalam rangka usaha untuk menegakkan hukum serta

penyediaan bahan bukti untuk menegakkan keadilan.


10

4. Aspek keuangan

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya

mengandung data / informasi yang dapat dipergunankan sebagai aspek

keuangan.

5. Aspek penelitian

Suatu berkas rekam medis mempunyai aspek penelitian, karena isinya

mempunyai data / informasi yang dapat digunakan sebagai sapek

penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

6. Aspek pendidikan

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya

menyangkut data / informasi tentang perkembangan kronologis dan

kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien. Informasi

tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pengajaran

dibidang profesi si pemakai.

7. Aspek dokumentasi

Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya

menyangkut sumber ingatan yang harus di dokumentasikan dan dipakai

sebagai bahan pertanggung jawaban dan laporan rumah sakit.

2.2 Kompetensi

2.2.1 Pengertian Kompetensi

Kompetensi merupakan suatu yang abstrak,hal ini tidak menunjukkan

adanya material dan ketergantungan pada kegiatan kecakapan individu.jadi

kompetensi bukan keadaan tapi lebih pada hasil kegiatan dan pengkombinasian
11

sumber daya personal (pengetahuan, kemampuan, kualitas, pengalaman, kapasitas

kognetif,sumber daya emosional, dan lainnya) dansumber daya lingkungan

(teknologi, data base, buku, jaringan hubungan, dan lainnya) (G. Le Bofer, 2007).

Menurut Enceng, Liestyodono dan Purwaningdyah (2008) mengatakan

bahwa kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang

dikuasai oleh seorang yang telah menjadi bagian dari dirinya,sehingga ia dapat

melakukan prilaku-prilaku kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan sebaik-

baiknya.

Menurut Yodhia Antariksa (2007), secara general,kompetensi sendiri

dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara keterampilan (skill), atribut

personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui prilaku kinerja

(job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

2.2.2 Kompetensi Perekam Medis

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI NO.377/MENKES/SK/III/

2007 Tentang Standar Profesi Perekam Medis, Kompetensi perekam medis dan

informasi kesehatan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang

harus dimili oleh seorang profesi perekam medis dan informasi kesehatan dalam

melakukan tanggung jawab berbagai tatanan tanggung jawab kesehatan.

2.2.3 Kategori Kompetensi Perekam Medis

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 377/MENKES/

SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Perekam Medis , ada dua kategori yang

harus dimiliki perekam medis dan informasi kesehatan. Kategori tersebur adalah
12

kompetensi pokok dan kompetensi pendukung yang mana keduanya harus

dimiliki seorang perekam medis dan informasi.

2.2.3.1 Kompetensi pokok

Kompetensi pokok merupakan kompetensi mutlak yang harus oleh profesi

perekam medis. Artinya bahwa seorang profesi perekam medis harus menguasai

kompetensi pokok yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi untuk

menjalankan kegiatan rekam medis dan informasi kesehatan. Adapun kompetensi

pokok perekam medis dan informasi kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit, masalah-masalah yang

berkaitan dengan kesehatan dan tindakan medis.

Seorang profesi Perekam Medis dan informasi kesehatan harus

mampu menetapkan kode penyakit dan tindakan dengan tepat sesuai

klasifikasi yang diberlakukan di indonesia (ICD 10) tentang penyakit

dan tindakan medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan. Untuk

menguasai kompetensi ini seorang perekam medis harus memiliki

pengetahuan tentang ilmu penyakit, Nomenklatur dan klasifikasi

penyakit, klasifikasi tindakan, terminologi medis, anatomi fisiologi,

biologi manusia, dan patologi.

2. Hukum dan Etika profesi

Perekam medis dan informasi kesehatan harus mampu melakukan

tugas dalam memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dengan

memperhatikan perundang-undangan dan etika profesi yang berlaku.

Untuk dapat menguasai kompetensi ini seorang perekam medis harus


13

memiliki pengetahuan tentang pengantar ilmu hukum, hukum

kesehatan, perundang-undangan kesehatan, hak dan kewajiban tenaga

kesehatan pasien, kerahasiaan informasi medis, aspek hukum rekam

medis, dan etika profesi.

3. Manajemen rekam medis dan informasi kesehatan

Seorang perekam medis rekam dan informasi kesehatan harus

memiliki kemampuan untuk mengelola rekam medis dan informasi

kesehatan sehingga memenuhi kebutuhan pelayanan medis,

administrasi dan kebutuhan informasi kesehatan sebagai bahan

pengambilan keputusan dibidang kesehatan. Pengetahuan yang harus

dimiliki untuk mendapatkan kompetensi ini meliputi defenisi dan

fungsi rekam medis, identifikasi isi rekam medis, analisi kualitatif dan

kuantitatif, sistem penamaan, penomoran, dan penyimpanan.

4. Menjaga mutu rekam medis

Seorang perekam medis dan informasi kesehatan harus mampu

melakukan perencanaan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan

menilai mutu dari rekam medis. Pengetahuan yang harus dimiliki

untuk mendapatkan kompetensi ini yaitu pengetahuan tentang

manajemen mutu pelayanan, manajemen mutu rekam medis dan

informasi kesehatan, registrasi, lisensi dan akreditasi, indikator mutu

rekam medis, dan standar pelayanan rekam medis.


14

5. Statistik kesehatan

Seorang perekam medis dan informasi kesehatan harus mampu untuk

menggunakan statistic kesehatan untuk menghasilkan informasi dan

perkiraan (forcasting) yang bermutu sebagai dasar perencanaan dan

pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan. Pengetahuan

yang harus dimiliki untuk mendukung kompetensi ini yaitu

pengetahuan tentang biostatistic, statistic kesehatan, epidemiologi,

sistem pelaporan, sistem informasi kesehatan, dasar-dasar

pemrograman, dan bentuk-bentuk penyajian informasi.

2.2.3.2 Kompetensi Pendukung

Kompetensi pendukung merupakan kemampuan yang harus dimiliki

sebagai pengembangan pengetahuandan keterampilan dasar untuk mendukung

tugas sebagai pengembangan dari kompetensi dasar. Dan kompetensi pendukung

ini ada 2 yaitu sebagai berikut :

1. Manajemen Unit Kerja manajemen informasi kesehatan.

Seorang perekam medis dan informasi kesehatan mampu untuk

mengelola unit kerja rekam medis yang berhubungan dengan

perencanaan, pengorganisasian, penataan dan pengontrolan unit kerja

rekam medis, disarana pelayanan kesehatan. Pengetahuan yang harus

dimiliki untuk mendapatkan kompetensi ini adalah tentang prinsip-

prinsip manajemen, rencana strategi, manajemen sumber daya, alur

dan prosedur kerja, administrasi perkantoran, ergonnomi, standar

ruangan dan informasi kesehatan dan proses pembelajaran.


15

2. Kemitraan Profesi

Seorang perekam medis dan informasi kesehatan mampu untuk

berkolaborasi dengan profesi yang terkait dalam pelayanan kesehatan.

Pengetahuan yang harus dimiliki adalah pengetahuan tentang psikologi

sosial, ilmu prilaku, tatakrama, bahasa inggris, hubungan antar

manusia, dan organisasi profesi.

2.3 Mutu Pelayanan Kesehatan

Menurut Jenny J.S.Clin. Mid dkk (2013) mengatakan bahwa mutu

pelayanan kesehatan adalah timbulnya kepuasan pada setiap pasiensesuai dengan

tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta tata cara penyelenggaraannya sesuai

dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.

Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan

kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan

yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi setiap pasien (Kemenkes

dalam Muninjaya, 2014).

Untuk dapat melakukan penilaian mutu dengan berbagai pendekatan di

atas diperlakukan suatu data kinerja yang akurat dan relevan sehingga dapat

membantu pihak rumah sakit dalam melakukan perubahan. Ketersediaan sumber

data merupakan syarat utama keberhasilan mutu. Masukan dari berbagai proses

spesifik di atas yang berasal dari persesi subjektif konsumen kemudian diolah

menjadi suatu pengukuran yang objektif dan berhubung dengan kebutuhan

konsumen.
16

2.3.1 Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan

Azwar (1996) mengungkapakan sekalipun pelayanan kedokteran berbeda

dengan pelayanan kesehatan, namun dapat disebut suatau pelayanan yang baik

dan keduanya haruslah memiliki berbagai persyaratan yang terdiri dari atas 5

macam yaitu:

1. Tersedia dan berkesinambungan

Syarat pokok pertama pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan

kesehatan tersebut harus tersedia di masyarakat (available) serta bersifat

berkesinambungan (continous). Artinya semua jenis pelayanan kesehatan

yang dibutuhkan oleh masyrakat tidak sulit ditemukan, serta

keberadaannya dalam masysrakat adalah pada setiap saat yang dibutuhkan.

2. Dapat diterima dan wajar

Syarat pokok yang kedua pelayanan kesehatan yang baik adalah yang

dapat diterima dan wajar. Artinya pelayanan kesehatan tersebut tidak

bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan adat istiadat,

kebudayaan, keyakinan dan kepercayaan masyarakat, serta bersifat tidak

wajar bukanlah suatu pelayanan kesehatan yang baik.

3. Mudah dicapai

Syarat pokok ketiga pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah

dicapai (accessible) oleh masyarakat. Pengertian ketercapaian yang

dimaksud disini terutama dari sudut lokasi, dengan demekian untuk dapat

mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik, maka pengaturan distribusi

sarana kesehatan menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan yang


17

terlalu terkonsentrasi di daerah perkotaan saja, dan sementara itu tidak

ditemukan di daerah pedesaan, bukanlah pelayanan kesehatan yang baik .

4. Mudah dijangkau

Syarat pokok keempat pelayanan kesehatan yang baik adalah yang mudah

dijangkau (affordable) oleh masyarakat. Pengertian keterjangkauan disini

terutama dari sudut biaya, untuk dapat mewujudkan keadaan yang seperti

ini harus dapat diupayakan biaya pelayanan kesehatan tersebut sesuai

dengan kemampuan ekonomi masysrakat. Pelayanan kesehatan yang

mahal dan karena itu hanya mungkin dapat dinikmati oleh sebagian kecil

masyarakat saja, bukanlah pelayanan kesehatan yang baik.

5. Bermutu

Syarat pokok yang kelima pelayanan kesehatan yang baik adalah yang

bermutu (quality). Pengertian mutu yang dimaksudkan disini adalah

menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang

diselenggarakan, yang disatu pihak dapat memuaskan sipemakai jasa

pelayanan, dan dipihak lain tata cara penyelenggaraan sesuai dengan kode

etik serta standar yang telah ditetapkan.

2.3.2 Faktor-Faktor Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan.

Menurut Donabedian dalam Alwi, A (2011) mutu pelayanan dapat

diukur dengan menggunakan tiga variabel, yaitu Input, Proses, dan

Output/outcome, yang penjelasannya sebagai berikut:


18

1. Input

Aspek struktur meliputi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat

melaksanakan kegiatan berupa sumber daya manusia, dana dan sarana.

Input fokus pada sistem yang dipersiapkan dalam organisasi, termasuk

komitmen, prosedur serta kebijakan sarana dan prasarana fasilitas

dimana pelayanan diberikan.

2. Proses

Merupakan semua kegiatan yang dilaksanakan secara profesional oleh

tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan tenaga profesi lain) dan

interaksinya dengan pasien, meliputi metode atau tata cara pelayanan

kesehatan dan pelaksanaan fungsi manajemen.

3. Output

Aspek keluaran adalah mutu pelayanan yang diberikan melalui

tindakan dokter, perawat yang dapat dirasakan oleh pasien dan

memberikan perubahan ke arah tingkat kesehatan dan kepuasan yang

diharapkan pasien.

Sedangkan Menurut Arikunto, 2006, ada beberapa indikator penilaian

renponden terhadap mutu pelayanan kesehatan sebagai berikut :

1. Baik, bila subjek mampu menjawab dengan benar 76 % - 100 % dari seluruh

pertanyaan.

2. Cukup, bila subjek mampu menjawab dengan benar 56 % - 75 % dari seluruh

pertanyaan.
19

3. Kurang, bila subjek mampu menjawab dengan benar 40 % - 55 % dari

seluruh pertanyaan.

2.4 Kerangka Konsep

Kerangka konsep dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

kompetensi petugas rekam medis terhadap mutu pelayanan kesehatan disebuah

rumah sakit. Dalam kerangka konsep diuraikan proses penelitian.

Gambar 2.1 Kerangka Konsep

Kompetensi Perekam medis Mutu Pelayanan


1. Kompetensi Pokok Kesehatan
- Klasifikasi dan kode
- Baik
penyakit
- Cukup
- Hukum dan etika profesi
- Kurang
- Manajemen rekam
medis dan informasi
kesehatan
- Menjaga mutu rekam
medis
- Statistik kesehatan
2. Kompetensi Pendukung
- Manajemen unit kerja
manajemen
kesehatan/rekam medis
- Kemitraan profesi

Dari kerangka konsep diatas dapat diasumsikan bahwasanya dengan

kompetensi petugas rekam medis yang baik dapat meningkatkan kinerjanya.

Sehingga mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut semakin maksimal.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk

mengetahui keterkaitan antara kompetensi perekam medis terhadap mutu

pelayanan kesehatan di sebuah rumah sakit. Menurut Notoatmodjo (2012),

metode penelitian diskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan

dengan tujuan utama untuk membuat gambar atau deskripsi tentang suatu keadan

secara objektif.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian

3.2.1 Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan juni - juli 2016

3.2.2 Tempat Penelitian

Tempat yang dipilih menjadi penelitian adalah RSU. Imelda Pekerja

Indonesia Medan, karena menurut peneliti RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan

merupakan tempat yang sesuai dan dapat dijangkau oleh peneliti.

3.3 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi merupakan keseluruhan sumber data yang diperlukan dalam

suatu penelitian, Saryono (2008). Populasi dalam penelitian ini adalah petugas

rekam medis sebanyak 23 orang.

20
21

3.3.2 Teknik sampling

Metode sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh

populasi menjadi anggota yang akan diamati sebagai sampel karena jumlah

populasi yang kecil (Arikunto,2006).

3.3.3 Sampel

Menurut Saryono (2008) sampel adalah adanya keterbatasan waktu,

tenaga, biaya dan sebab lain, dan hanya hanya menggunakan sebagian dari

populasi sebagai sumber data, dan mewakili suatu populasi. Jadi sampel dalam

penelitian ini mengambil jumlah total sampling petugas rekam medis dengan

jumlah sebanyak 23 orang.

3.4 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional

3.4.1 Variabel Penelitian

Menurut Notoadmodjo (2010) variabel adalah sesuatu yang digunakan

sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan

penelitian tentang suatu konsep pengertian tertentu. Adapun variabel dalam

penelitian ini adalah Kompetensi petugas rekam medis dan mutu pelayanan

kesehatan.

3.4.2 Defenisi Operasional

1. Kompetensi pokok merupakan kompetensi mutlak yang harus oleh

profesi perekam medis. Artinya bahwa seorang profesi perekam medis

harus menguasai kompetensi pokok yang telah ditetapkan oleh organisasi

profesi untuk menjalankan kegiatan rekam medis dan informasi

kesehatan.
22

2. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit adalah perekam medis harus mampu

menetapkan kode penyakit dan tindakan dengan tepat sesuai klasifikasi

yang diberlakukan di indonesia (ICD 10) tentang penyakit dan tindakan

medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan.

3. Hukum dan Etika profesi adalah perekam medis harus mampu melakukan

tugas dalam memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dengan

memperhatikan perundang-undangan dan etika profesi yang berlaku.

4. Manajemen rekam medis dan informasi kesehatan adalah perekam medis

harus memiliki kemampuan untuk mengelola rekam medis dan informasi

kesehatan sehingga memenuhi kebutuhan pelayanan medis, administrasi

dan kebutuhan informasi kesehatan sebagai bahan pengambilan

keputusan dibidang kesehatan.

5. Menjaga mutu rekam medis adalah perekam medis harus mampu

melakukan perencanaan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan menilai

mutu dari rekam medis.

6. Statistik kesehatan adalah perekam medis kesehatan harus mampu untuk

menggunakan statistic kesehatan untuk menghasilkan informasi dan

perkiraan (forcasting) yang bermutu sebagai dasar perencanaan dan

pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan.

7. Kompetensi pendukung merupakan kemampuan yang harus dimiliki

sebagai pengembangan pengetahuandan keterampilan dasar untuk

mendukung tugas sebagai pengembangan dari kompetensi dasar.


23

8. Manajemen Unit Kerja manajemen informasi kesehatan adalah perekam

medis mampu untuk mengelola unit kerja rekam medis yang

berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, penataan dan

pengontrolan unit kerja rekam medis, disarana pelayanan kesehatan.

9. Kemitraan Profesi adalah perekam medis harus mampu untuk

berkolaborasi dengan profesi yang terkait dalam pelayanan kesehatan.

10. Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan

kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar

pelayanan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi

setiap pasien.

1. Baik, bila subjek mampu menjawab dengan benar 76 % - 100 % dari seluruh

pertanyaan.

2. Cukup, bila subjek mampu menjawab dengan benar 56 % - 75 % dari seluruh

pertanyaan.

3. Kurang, bila subjek mampu menjawab dengan benar 40 % - 55 % dari

seluruh pertanyaan.

3.5 Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

3.5.1 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner adalah daftar

pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, sudah matang dimana responden tinggal

memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu (Notoatmodjo,

2012). Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup.


24

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode angket, angket

adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian mengenai suatu masalah

yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum. Angket dilakukan dengan

mengedarkan berupa formulir-formulir, diajukan secara tertulis kepada sejumlah

subjek untuk mendapatkan tanggapan, informasi, jawaban, dan sebagainya

(Notoatmodjo, 2012).

Menurut Saryono (2008) jenis data terbagi menjadi 2, sebagai berikut :

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan

mengenakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subjek sebagai

sumber informasi yang dicari.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung

diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya.

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data

primer ini diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada petugas rekam medis secara

langsung.
25

Variabel Jumlah Pilihan Bobot Interval Nilai


Indikator Jawaban Nilai Kategori interval
Kompetensi Perekam 20 - Setuju 3 -Baik 47-60
medis -Kurang 2 -Cukup 34-46
1. Kompetensi Setuju 1 Baik 20-33
Pokok (KS) -Kurang
- Klasifikasi dan -Tidak Baik
kode penyakit Setuju
- Hukum dan (TS)
etika profesi
- Manajemen
rekam medis
dan informasi
kesehatan
- Menjaga mutu
rekam medis
- Statistik
kesehatan
2. Kompetensi
Pendukung
- Manajemen
unit kerja
manajemen
kesehatan/reka
m medis
- Kemitraan
profesi

3.6 Teknik pengolahan dan Analisis Data

1. Editing

Yaitu dengan melakukan pengecekan isian formukir (angket dan kuesioner)

apakah jawaban sudah jelas, lengkap dan konsisten.

2. Coding

Yaitu dengan merubah data yang sudah berbentuk huruf menjadi data

berbentuk angka.
26

3. Entry (processing)

Yaitu memasukkan jawaban-jawaban dari responden dalam bentuk kode

(angka atau huruf) ke dalam program atau software komputer. Program yang

digunakan adalah SPSS for Windows.

4. Tabulasi Data

Tabulasi data merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara

memasukkan data kedalam tabel atau dapat penyajian data dalam bentuk tabel

dan daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi.

5. Cleaning

Yaitu melakukan pembersihan data dengan cara memeriksa data-data yang

telah dimasukkan apakah sesuai dengan kategori yang telah ditentukan

sebelumnya.

(Arikunto, 2006)
27

3.7 Teknik Analisis Data

Data akan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yakni teknik

analisis data yang menggambarkan situasi objek penelitian apa adanya sesuai dengan

data yang terkumpul. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan

Special product for Science Solution (SPSS Statistics 17.0).

Penentuan penilaian tinjauan kompetensi responden penilaian tentang sub

variabel dan variabel dengan cara mengkonversi nilai sub variabel kedalam kategori

kualitatif, sebagai berikut :

Skor 47-60 : baik

Skor 34-46 : cukup baik

Skor 20-33 : kurang baik


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian

4.1.1 Sejarah RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan

Awal berdirinya Rumah Sakit ini di mmulai dari klinik bersalin yang

terletak di Jl. Bilal No. 48 Medan dan didirikanoleh yayasan imelda pada tahun

1982. Seiring bertambah nya pasien bersalin dan berobat umum, memperluas

lahan dan pindah lokasi di Jl. Bilal No. 5 Medan serta mendapat izin sementara

sebagai RSU Imelda.

Pada tahun 1997 perpanjangan izin penyelenggaraan rumah sakit,

berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI. No YM, 02.04.3.5.5504 pada

tanggal 15 desember 1997. Pada tahun 2002 perpanjangan izin penyelenggaraan

rumah sakit keputusan menteri kesehatan RI. No Ym, 02. 04. 2. 2. 864. Pada

tanggal 04 Maret 2003.

Pada tahun 2004 RSU Imelda bertambah menjadi RSU Imelda Pekerja

Indonesia tepat nya pada tanggal 24 mei 2004. Pada tahun 2008 RSU Imelda

Pekerja Indonesia Menerima sertifikat Akreditasi penuh tingkat dasar dari

departemen kesehatan republik Indonesia pada tanggal 06 februari 2004.

Pada tahun 2009 keluarlah keputusan menteri kesehatan republic

Indonesia No. 822/MENKES/SK/IX/2009. Tentang penetapan RSU Imelda

pekerja Indonesia sebagai rumah sakit kelas B pada tahun 2008 izin tetap RSU

28
29

Imelda Pekerja Indonesia saat ini adalah dari departemen kesehatan republik

Indonesia No.07. 06/II/522.

4.1.2 Visi dan Misi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

1. Visi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

Rumah sakit Umeum Imelda Pekerja Indonesia menjadi rumah sakit dan

pendidikan dengan setandar Joint Committee International, ( JCI ) tahun

2020.

2. Misi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

1. Meninggkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja, pengusaha dan

umum demi terciptanya produktivitas kerja yang tinggi melalui upaya

promotif, Preventif, kuratif dan rehabilitative.

2. Meninggkatkan sarana pendidikan kesehatan termasuk bidang kesehatan

kerja.

3. Berperan aktif mengkampanyekan kesehatan kerja kepada para pekerja

dan pengusaha.

4. Meninggkatkan kinerja manajemen RSU Imelda Pekerja Indonesia

Medan sesuai dengan standart peraturan pemerintah, kebijakan

manajemen dan kebutuhan pasien.

5. Meningkatkan sumber daya manusia RSU Imelda Pekerja Indonesia

Medan melalui pendidikan dan pelatihan.

6. Meninggkatkan pengenalan dan informasi kepada masyarakat luas

bahwa RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan siap menerima dan


30

memberikan pelayanan prima. Serta besarnya rentan kendali dari

semua pimpinan diseluruh tinggkat organisasi.

7. Struktur organisasi menetapkan pengelompokkan individu menjadi

bagian-bagian organisasi menjadi suatu organisasi yang utuh.

4.1.3 Falsafah dan Motto RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

1. Falsafah

Mengutamakan keputusan pasien pelanggan secara utuh.

2. Motto

Memberi pelayanan prima

4.1.4 Struktur Organisasi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

Organisasi merupakan sekelompok atau sekumpulan orang yang mau

bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya

dalam organisasiitu sendiri. Sedangkan struktur organisasi adalah gambaran

secara skematis tentang hubungan atau kerjasama dan melaksanakan kerja antara

orang-orang yang ada dalam organisasi stuktur.

Dengan adanya organisasi, maka setiap tugas dan kepastian dapat di

distribusikan dan dikerjakan oleh setiap anggota kelompok secara efisien dan

efektif.

Ada 3 hal dasar yang dapat dilihat pada struktur organisasi yaitu :

1. Stuktur organisasi memberikan gambaran mengenai pembagian tugas serta

tannggung jawab kepada individu maupun bagian-bagia suatu Organisasi.

2. Struktur organisasi memberikan gambaran mengenai hubugan pelaporan

yang di tetapkan secara resmi dalam suatu organisasi.


31

Struktur organisasi menetapkan pengelompokkan individu menjadi bagian-bagian

organisasi menjadi suatu organisasi yang utuh.

4.2 Hasil Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan penulis mengenai “ Tinjauan Kompetensi

petugas rekam medis terhadap Mutu Pelayanan Kesehatandi RSU Imelda Pekerja

Indonesia Tahun 2016”. Data diperoleh dari 23 responden dari data primer yang

dapat dari pembagian kuisioner, maka penulis memperoleh hasil sebagai berikut :

4.2.1 Hasil Uji Frekuensi Karakteristik Responden

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Tinjauan Kompetensi Petugas


Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan
Jenis Kelamin di RSU Imelda Pekerja Indonesia MedanTahun
2016

NoJenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)


1Laki – Laki 9 39.1 %
2Perempuan 14 60.9 %
Total 23 100.0

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa minoritas jenis kelamin laki-

laki sebanyak 9 orang (39.1 %) dan mayoritas jenis kelamin perempuan 14 orang

(60.9 %).
32

Tabel 4.2Distribusi Frekuensi Responden Tinjauan Kompetensi Petugas


Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan
Umur di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016

No Umur Frekuensi Persentase (%)


1 17-24 13 56.5 %
2 25-33 8 34.8 %
3 >33 2 8.7 %
Total 23 100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa respondenyang berumur 17-

24 tahun sebanyak 13 orang (56.5 %), responden yang berumur 25-32 tahun

sebanyak 8 orang (34.8 %), dan responden yang berumur >33 tahun sebanyak 2

orang (8.7 %)

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Tinjauan Kompetensi Petugas


Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan
Pendidikan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016

No Pendidikan Frekuensi Persentase (%)


1 SMA 11 47.8 %
2 Diploma 7 30.4 %
3 Sarjana 5 21.7 %
Total 23 100 %

Berdasarkan diatas menunjukkan bahwa responden pendidikan SLTA

sebanyak 11 orang (47.8 %), responden pendidikan Diploma sebanyak 7 orang

(30.4 %), dan responden pendidikan Sarjana 5 orang (21.7%).


33

Tabel 4.4Distribusi Frekuensi Responden Tinjauan Kompetensi Petugas


Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di RSU
Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016

No Kategori Interval Frekuensi Persentase (%)


1 Baik 62-49 18 78.3 %
2 Cukup 48-35 5 21.7 %
3 Kurang 34-20 0 0
Total 23 100 %

Distribusi frekuensi jawaban yang diberikan 23 responden terhadap

tinjauan kompetensi petugas rekam medis terhadap mutu pelayanan kesehatan di

RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan menunjukkan bahwa responden yang

dikategorikan baik terdapat 18 responden (78.3%), kemudian responden yang

dikategorikan cukup terdapat 5 responden (21.7%), dan tidak ada responden yang

dikategorikan kurang baik.

Tabel 4.5Tabulasi Silang Kompetensi Petugas Rekam Medis dengan Mutu


pelayanan Kesehatan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan
Tahun 2016
Kompetensi Perekam Medis Mutu Pelayanan Total
Baik Cukup Baik
Baik 18 0 18
Cukup Baik 0 5 5
Total 18 5 23

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa Kompetensi perekam medis

18 responden memiliki mutu pelayanan baik (78%), dan 5 responden memiliki

mutu pelayanan cukup baik (22%), dan tidak dapat responden yang kurang baik

(0%).
34

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dari 23 responden tentang tinjauan

kompetensi petugas rekam medis terhadap mutu pelayanan kesehatan di RSU

Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016 dilihat dari karakteristik responden

berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa responden mayoritas perempuan

sebanyak 14 orang (60.9%) dan 9 orang (39.1%). Berdasarkan umur 17-24 tahun

sebanyak 13 orang (56.5%). Responden yang berumur 25-33 tahun sebanyak 8

orang (34.8%). Dan responden yang berumur >33 tahun 2 orang (8.7%). Dan

berdasarkan pendidikan responden yang berpendidikan SMA sebanyak 11 orang

(47.8%). Responden yang berpendidikan Diploma sebanyak 7 orang (30.4%). Dan

responden yang berpendidikan S1 non rekam medis 5 orang (21.7%).

Asumsi peneliti, berdasarkan hasil penelitian bahwa mutu pelayanan

kesehatan masuk dalam kategori baik (78%), Sehingga perekam medis sebaiknya

meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan yang baik pula. Agar mutu

pelayanan yang diberikan dengan penilaian kategori yang baik akan selalu

berkesinambungan.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang berjudul “Tinjauan

Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di RSU

Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016” yang telah disajikan pada Bab IV

dapat disimpulkan bahwa :

1. Berdasarkan hasil penelitian kompetensi petugas rekam medis terhadap

mutu pelayanan dapat dikatakan baik sebanyak 18 orang (78%), dan cukup

sebanyak 5 orang (22%). Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa

Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu

Pelayanandapat dikategorikan kedalam penilaian mutu pelayanan baik (76-

100%).

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, disarankan kepada beberapa pihak yaitu :

1. Bagi RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan

Dengan diketahuinya kompetensi petugas rekam medis terhadap mutu

pelayanan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan yang dikategorikan

baik, maka perlu ditingkatkan mutu pelayanan diberbagai pelayanan

seperti pelayanan medis, fasilitas kesehatan maupun keterampilan

sehingga mutu pelayanan dapat menjadi lebih baik.

35
36

2. Bagi Apikes Imelda Medan

Diharapkan agar lebih memperbanyak waktu dalam melakukan praktek

kerja lapangan yang sesuai dengan ketentuan yang ada agar menambah

wawasan bagi mahasiswa-mahasiswi APIKES Imelda Medan.

3. Bagi Peneliti

Bagi peneliti sebagai bahan pembelajaran dalam memberikan pelayanan

yang baik bagi pasien serta mangetahui kompetensi perekam medis yang

ada di rumah sakit.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis Revisi VI,


Jakarta : Rineka Cipta.

Ery, Rustiyanto. 2009. Etika Profesi : Perekam Medis dan Informasi Kesehatan,
Yogyakarta : Graha Ilmu.

Gemala, Hatta. 2011. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana


Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Fakultas Kedokteran Indonesia.

Jurnalbidandiah.co.id. 2012. Mutu-pelayanan-kesehatan. Dikutip pada tanggal


25 juni 2016 pukul 14.00 wib.

Menkes RI. 2007. Kepmenkes Nomor 377 Tahun 2007 Tentang Standar Profesi
Perekam medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Indonesia

Notoatmodjo. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Permenkes. 269. 2008. Tentang Rekam medis. Dikutip pada tanggal 22 juni 2016
pukul 20.00 wib. http : // www. Scribd.com/doc/permenkes-No-269-Tahun
2008- ttg-rekam-medis.

Sabarguna, Boy. S. 2008. Rekam Medis Terkomputerisasi. Jakarta : Penerbit


Universitas Indonesia (UI-Press).

Saryono. 2008. Metodologi Penelitian Kesehatan Penuntun Praktis Bagi


Pemula. Jogyakarta : Mitra Cendekia Press.

Savitri, Citra, Budi. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Quantum
Sinergis Medis : Yogyakarta.

Yodhia, Antariksa. 2007. Kompetensi. Dikutip pada tanggal 22 juni 2016 pukul
17.00 wib. http: //strategimanajemen.net/membangun-manajemen-sdm-
berbasis-kompetensi/2007/09.
INFORMED CONSENT

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Alamat :

Menyatakan kesediaan menjadi responden pada penelitian yang akan

dilaksanakan oleh :

Nama Peneliti : Ega Fitriyani Ritonga

Judul Peneliti : Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis

Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Di RSU.

Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016

Saya yakin bahwa penelitian ini tidak mengakibatkan efek samping

terhadap fisik dan mental saya dan kerahasiaan identitas saya sangat dijaga oleh

peneliti. Oleh karena itu saya tidak akan menuntut peneliti dan hasil penelitiannya

dikemudian hari.

Medan, Juli 2016

Responden

( )
LEMBAR KUESIONER

Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan

Kesehatan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Tahun 2016

1. Petunjuk Pengisian

1. Responden diharapkan memberikan jawaban dengan memberikan tanda

ceklist (√) pada tempat yang disediakan.

2. Isi identitas responden dengan lengkap.

3. Semua pertanyaan diisi dengan satu jawaba ”Setuju” , “Kurang Setuju ” dan

“ Tidak Setuju ”.

4. Semua pertanyaan harus dijawab.

5. Bila ada pertanyaan-pertanyaan yang kurang mengerti dapat ditanyakan pada

peneliti.

2. Data Demografi

Nama Responden :

Tanggal Pengambilan data :

Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

Pendidikan Terakhir : SMA D-III RMIK

S-I (Sarjana)

Umur : 17-24 Tahun > 33 Tahun

25-32 Tahun
No Pertanyaan - Pertanyaan S KS TS

A Kompetensi Pokok

1. Perekam medis harus mampu menggunakan ICD

10 dan ICD- 9 CM

2. Perekam medis menerapkan kode tindakan dengan

menggunakan ICD- 9 CM

3. Perekam medis menerapkan kode diagnosa

penyakit dengan menggunakan ICD-10

4. Perekam medis harus menyusun (assembling)

berkas rekam medis dengan baik dan benar

berdasarkan SOP yang ada di rumah sakit

5. Perekam medis harus mengetahuan tentang etika

profesi dan mampu menjaga kerahasiaan medis

6. Perekam medis harus menggunakan sistem

penomoran (seri, unit, seri unit)

7. Perekam medis harus mendesain formulir untuk

tahap pengumpulan data kesehatan

8. Perekam medis harus mampu menggunakan

aplikasi komputer untuk pengumpulan,

pengolahan dan penyajian data

9. Perekam medis menulis nama pasien dengan tidak

benar

10. Petugas rekam medis mengevaluasi agar dapat


menilai mutu pelayanan di rekam medis

11. Perekam medis melaksanakan kebijakan dan

prosedur akses dalam pelepasan informasi

12. Mengelola kualitas data disarana pelayanan

kesehatan

13. Penyusutan dilakukan 5 tahun sekali

14. Perekam medis dapat melakukan analisis

kualitatif, kuantitatif dan statistik

15. Perekam medis menyiapkan informasi pasien

kepada pihak yang berhak

B Kompetensi pendukung

16. Dapat menyusun standar operasional prosedur

dalam unit kerja rekam medis

17. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana

unit kerja rekam medis untuk memenuhi

kebutuhan kerja.

18. Dapat menjalin kerja sama dengan bagian – bagian

lain terutama dengan sistem informasi rumah sakit

(SIM-RS) dalam pengembangan teknologi baru ?

19. Menyusun analisa jabatan dan uraian tugas

perekam medis

20. Menyusun anggaran / budget dalam menejemen

unit kerja rekam medis


A. Distribusi Frekuensi

Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 17-24 13 56.5 56.5 56.5

25-33 8 34.8 34.8 91.3

>33 2 8.7 8.7 100.0

Total 23 100.0 100.0

Jeniskelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid laki-kaki 9 39.1 39.1 39.1

perempuan 14 60.9 60.9 100.0

Total 23 100.0 100.0

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid SLTA 11 47.8 47.8 47.8

Diploma 7 30.4 30.4 78.3

Sarjana 5 21.7 21.7 100.0

Total 23 100.0 100.0


B. Tabulasi Silang Mutu Pelayanan

jeniskelamin * mutupelayanan Crosstabulation

Count

Mutupelayanan

Baik Cukup Total

jeniskelamin laki-kaki 7 2 9

perempuan 11 3 14

Total 18 5 23

pendidikan * mutupelayanan Crosstabulation

Count

mutupelayanan

baik cukup Total

pendidikan sma 6 5 11

Diploma 7 0 7

Sarjana 5 0 5

Total 18 5 23

umur * mutupelayanan Crosstabulation

Count

Mutupelayanan

baik Cukup Total

umur 17-24 9 4 13

25-33 7 1 8

>33 2 0 2

Total 18 5 23
BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ega Fitriyani Ritonga

Nim : 1313466011

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan Revisi Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

“Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan

Kesehatan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan 2016”

Kepada Tim Penguji I Valentina SKM, M.Kes

Demikianlah surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui Oleh

Penguji I

(Valentina SKM, M.Kes)


BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ega Fitriyani Ritonga

Nim : 1313466011

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan Revisi Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

“Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan

Kesehatan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016”

Kepada Tim Penguji 2 Zulham Andi Ritonga SKM

Demikianlah surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui Oleh

Penguji II

(Zulham Andi Ritonga SKM)


BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ega Fitriyani Ritonga

Nim : 1313466011

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan Revisi Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

“Tinjauan Kompetensi Petugas Rekam Medis Terhadap Mutu Pelayanan

Kesehatan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016”

Kepada Tim Penguji III : Rahmawani Fauzah, SST

Demikianlah surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui Oleh

Penguji III

(Rahmawani Fauzah, SST)

Anda mungkin juga menyukai