Anda di halaman 1dari 2

BAB II

1. Tinjauan Teoritis
1.1. Definisi
Ulkus peptikum adalah suatu gambaran bulat atau semi bulat pada permukaan mukosa
lambung sehingga kontinuitas mukosa lambung terputus pada daerah tukak.
Ulkus peptikum adalah ekskavasasi (area berlubang) yang terbentuk dalam dinding mukosal
lambung, pilorus, duodenum atau esofagus. Ulkus peptikum disebut juga sebagai ulkus lambung,
duodenal atau esofageal, tergantung pada lokasinya. (Bruner and Suddart, 2001).
Menurut definisi, ulkus peptikum dapat terletak pada setiap bagian saluran cerna yang
terkena getah asam lambung, yaitu esofagus, lambung, duodenum, dan setelah
gastroenterostomi, juga jejenum. (Sylvia A. Price, 2006).

1.2. Etiologi
a. Penyebab umum
Penyebab umum dari ulkus peptikum adalah ketidakseimbangan antara kecepatan sekresi
cairan lambung dan derajat perlindungan yang diberikan oleh sawar mukosa Gastroduodenal dan
netralisasi asam lambung oleh deudenum. Semua daerah yang secara normal terpapar oleh cairan
lambung dipasok dengan baik oleh mukosa, antara lain kelenjar mucus campuran pada
efophagus bawah dan meliputi sel mucus penutup pada mukosa lambung.
Sebagai tambahan terhadap perlindungan mucus dari mukosa, duodenum dilindungi oleh
sifat alkali dari sekresi usus halus, terutama adalah sekresi pancreas yang mengandung sejumlah
besar natrium bikarbonat berfungsi menetralisir asam klorida cairan lambung sehingga
mengaktifkan pepsin untuk mencegah pencernaan mukosa. Sebagai tambahan ion ion bikarbonat
disediakan dalam jumlah besar oleh sekresi kelenjar Brunner yang terketak dibeberapa inci
pertama dinding Deudenum dan didalam empedu yang berasal dari hati(Lewis,2000). Akhirnya
dua mekanisme control umpan balik memastikan bahwa netralisasi cairan lambung ini sudah
sempurna meliputi :
1. Jika asam yang berlebihan memasuki duodenum, secara reflex mekanisme ini menghambat
sekresi dan gerakan peristaltic lambung baik secara pernafasan maupun secara hormonal,
sehingga menurunkan kecepatan penurunan lambung.
2. Adanya asam pada usus halus memicu pelepasan sekretin dari mukosa usus, kemudian melalui
darah menuju pancreas untuk menimbulkan sekresi yang cepat dari pancreas yang mengandung
Natrium Bikarbonat berkonsentrasi tinggi sehingga tersedia lebihbanyak Natrium Bikarbonat
untuk menetralisir asam,

b. Penyebab Khusus
1. Infeksi Bakteri H. Pylori
Ditemukan paling sedikit 75% pasien Ulkus Peptikum menderita infeksi kronis pada bagian
akhir mukosa lambung, dan bagian mukosa Deudenum oleh bakteri H. Pylori. Sekali pasien
terinfeksi maka infeksi dapat berlangsung seumur hidup, kecuali kuman dibrantas dengan
pengobatan anti bacterial lebih lanjut.bakteri mampu melakukan penetrasi sawa mukosa baik
dengan kemampuan fisiknya sendiri maupun dg melepaskan enzim pencernaan yang mencairkan
sawar. Akibatnya cairan asam kuat pencernaan yang disekresikan oleh lambung dapat
berpenetrasi kedalam jaringan epitelium dan mencernakan epitel, bahkan di jaringan sekitar
(Sibernagl, 2007)
2. Peningkatan sekresi asam
Padan pasien Ulkus Peptikum, dibagian awal Duodenum jumlah sekresi asam lambungnya lebih
besar dari normal, bahkan sering dua kali lipat dari normal. Walaupun setengah dari peningkatan
asam ini disebabkan oleh bakteri (Guyton,1996)
3. Konsumsi obat-obatan
Obat seperti untuk anti inflamasi nosteroid seperti Indometasin, Ibuprofen, Asam Salisilat
mempunyai efek penghambatan sehingga menghambat sintesis prostaglandin dari asam
Arakhidonat secara sistemik sehingga memperlemah perlindungan mukosa (Sibernalg,2007)
4. Refluk usus
Refluk usus lambung dengan materi garam empedu dan enzim pancreas yang berlimpah dan
memenuhi permukaan mukosa dapat menjadi predisposisi kerusakan epitel mukosa.
1.3. Patofisiologi