Anda di halaman 1dari 3

Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis dalam bentuk tes essay untuk menilai

keterampilan proses sains siswa, tes tersebut berjumlah 13 butir soal. Adapaun indicator
keterampilan proses sains adalah: 1) observasi, 2) komunikasi, 3) interpretasi, 4) prediksi, 5)
klasifikasi, 6) mengajukan pertanyaan, 7) mengajukan hipotesis, dan 8) menerapkan konsep.

Menilai keterampilan proses dapat digunakan cara non tes dengan menggunakan lembar
pengamatan agar tidak memberatkan guru, pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap,
misalnya dalam salah satu kali pengamatan cukup dilakukan terhadap lima orang siswa, begitu
seterusnya sampai seluruh siswa mendapat giliran. Hal ini dilakukan oleh guru pada waktu
siswa sedang belajar. Dalam menentukan atau membuat lembar pengamatan perlu diperhatikan
hal-hal berikut: (a) Menentukan keterampilan yang akan diamati, (b) Membuat kriteria
penilaian untuk masingmasing keterampilan. Penilaian terhadap keterampilan proses dapat
pula dilakukan dengan tes tertulis, namun tidak dapat menjangkau semua kemampuan, karena
menggunakan indera pendengaran dan perabaan tidak mungkin dinilai dengan tes tertulis.
Disamping itu, penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dengan tes perbuatan, tetapi
dalam hal ini diperlukan lembar pengamatan yang lebih rinci untuk menilai tingkah laku yang
diharapkan (Ariyati, 2009).

Menurut Arikunto (2009), penilaian dalam bentuk pilihan ganda, lebih representative mewakili
isi dan luas bahan atau materi. Selain itu, dalam proses pemeriksaan dapat terhindar dari unsur-
unsur subjektivitas. Namun demikian, penggunaan penilaian model ini, cenderung
mengungkapkan daya pengenalan kembali dan banyak memberi peluang tebakan. Hasil yang
diperoleh pun dapat berbeda dengan kondisi siswa yang sesungguhnya.

Menurut Sumiati dan Asra (2008), Arikunto (2009) dan Widyatiningtyas (2010), penilaian
keterampilan proses dengan melalui bukan tes diperlukan lembar pengamatan yang lebih rinci
untuk menilai perilaku yang diharapkan. Lembar pengamatan ini dapat berupa rubrik, daftar
chek atau skala bertingkat. Menilai siswa dengan menggunakan rubrik, dapat
mendeterminasikan kemampuan siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Rubrik
penilaian memuat indikator atau standar keterampilan proses sains yang akan diamati.

Tabel Rubrik Percobaan

Skor
Kriteria
4 3 2 1
(sangat baik) (baik) (cukup) (kurang)

Mengidentifikasi Salah
Tujuan Mengidentifikasi Mengidentifikasi
tujuan dan cirri mengidentifikasi
percobaan tujuan sebagian tujuan
khusus tujuan
Alat dan Melist semua alat Melist semua Melist beberapa Salah melist
Bahan dan bahan bahan bahan bahan
Memprediksi
dengan benar Memprediksi Memprediksi
Hypotesis fakta dan dengan benar dengan beberapa Menebak-nebak
membuat fakta fakta
hipotesis
Melist semua
Melist semua Melist beberapa Salah melist
Prosedur tahap dan detail-
tahap tahap tahap
detail khusus
Data direkam,
Data direkam, Hasil salah atau
Hasil diorganisir, dan Data direkam
diorganisir tidak betul
digrafiskan
Tampak
memahami
Tampak Tidak ada
konsep dan Tampak
memahami kesimpulan atau
Simpulan membuat memahami
konsep yang tampak
hipotesis baru beberapa konsep
telah dipelajari miskonsepsi
untuk aplikasi
pada situasi lain.

Sebagaimana pada contoh di atas, sebuah rubric memuat dua komponen, yaitu kriteria dan level
unjuk kerja (performance). Pada setiap rubrik terdiri atas minimal dua criteria dan dua level
unjuk kerja. Criteria biasanya ditempatkan pada kolom paling kiri, sedangkan level unjuk kerja
ditempatkan pada baris paling atas dalam tabel rubrik. Untuk memudahkan dalam
penggunaannya, level unjuk kerja terdiri atas level kuantitatif berupa angka (1, 2, 3, dan 4) dan
level kualitatif.

Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan secara efisien
dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitas. Proses didefinisikan
sebagai perangkat keterampilan kompleks yang digunakan ilmuwan dalam melakukan
penelitian ilmiah. Proses merupakan konsep besar yang dapat diuraikan menjadi komponen-
komponen yang harus dikuasai seseorang bila akan melakukan penelitian (Devi, 2011)
Menurut Semiawan (1992:14-15) dalam Nuh (2010), terdapat empat alasan mengapa
pendekatan keterampilan proses sains diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari,
yaitu :
1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin cepat sehingga tidak
mungkin lagi guru mengajarkan semua konsep dan fakta pada siswa,
2. Adanya kecenderungan bahwa siswa lebih memahami konsep-konsep yang rumit dan
abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret,
3. Penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bersifat mutlak 100 %,
tapi bersifat relatif,
4. Dalam proses belajar mengajar, pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan
sikap dan nilai dalam diri anak didik.

Menurut Nuh (2010), beberapa hal yang mempengaruhi keterampilan proses sains yang
dituntut untuk dimiliki siswa. Hal-hal yang berpengaruh terhadap keterampilan proses sains,
diantaranya yaitu perbedaan kemampuan siswa secara genetik, kualitas guru serta perbedaan
strategi guru dalam mengajar