Anda di halaman 1dari 35

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SDM

RUMAH SAKIT
JL.
Telp. (061)
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM adalah suatu bagian dari
rumah sakit yang memberikan pelayanan pemenuhan sumber daya manusia
khususnya tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan mempunyai
kompetensi yang dapat dipertanggung jawabkan. Seleksi tenaga kesehatan
tersebut harus dapat memenuhi permintaan atau kebutuhan dari setiap unit kerja
yang ada di rumah sakit.
Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut, maka perlu adanya organisasi yang
melaksanakannya, yaitu Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Bagian
tersebut pada akhirnya akan menjadi perpanjangan tangan Direktur dan Pemilik
RS. dalam mengelola Sumber Daya Manusia yang ada di RS.. Berdasarkan
Struktur Organisasi RS., Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM berada
dibawah koordinasi Sub Bagian Sekretariat dan Umum yang berada dibawah
tanggung jawab Bagian Administrasi Umum dan Keuangan.
Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM bertanggung jawab untuk
melakukan segala kegiatan yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian dan
pengembangan sumber daya manusia yang ada di RS.. Oleh sebab itu, dalam
menjalakan fungsinya maka terdapat bagian administtrasi dan diklat sehingga
tercapai tujuan pelayanan SDM di RS..

1.2 Tujuan Pedoman Pengorganisasian


Tujuan dari Pengorganisasian Kepegawaian dan Pengembangan SDM adalah
agar adanya pengaturan personil yang mengatur kegiatan administrasi dan
operasional yang berkaitan dengan Kepegawaian dan Pengembangan SDM di RS.
.

1 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


1.3. Ruang Lingkup Pelayanan
Ruang lingkup pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Umum
yaitu Pencegahan Infeksi, Kewaspadaan Isolasi, Pendidikan dan Pelatihan,
Surveilans, dan Penggunaan Obat Antibiotik secara Rasional di seluruh unit kerja
rumah sakit.

1.4. Landasan Hukum


1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.983/Menkes/XI/1992 Tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit.
4. Surat Keputusan Yayasan RS. No. tentang Struktur Organisasi, Uraian
Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum.

2 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB II
GAMBARAN UMUM RS.

2.1. Gambaran Umum


RS. merupakan salah satu rumah sakit swasta yang berada di
kawasan………. RS. dan mulai beroperasional pada tahun…….dengan dasar
Pemberian Izin Operasional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota terakhir
No………yang di tandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota
tertanggal ………….. dan merupakan Rumah Sakit Kelas C sesuai dengan
Keputusan Menteri kesehatan No………… tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit
tanggal . Adapun data umum RS. adalah sebagai berikut :
1. Nama Rumah Sakit : RS
2. Alamat : JL. Raya Medan Km. 25 No. 66

3. Status Kepemilikan :
4. Kelas Rumah Sakit : Kelas B
5. Luas Lahan :
6. Luas Bangunan :
7. Luas Perparkiran :
8. Jenis dan Jenjang Sumber Daya Manusia :
8.1. Dokter
a. Umum
b. Gigi
c. Spesialis
i. Penyakit Dalam vii. Mata
ii. Penyakit Anak viii. THT-KL
iii. Bedah ix. Kulit dan Kelamin
iv. Obgyn x. Patologi Klinik
v. Paru xi. Radiologi
vi. Saraf
8.2. Perawat 8.8. Sarjana Kesehatan masyarakat
a. S-1 Profesi Ners 8.9. Ahli Gizi
b. S-1 Keperawatan 8.10. Non Medis
c. D-3 Keperawatan a. S-2
8.3. Bidan b. S-1
8.4. Analis c. D-3
a. D-3 Analis d. SMA/ SMK/ STM
b. SMK Analis e. SMP
8.5. Farmasi f. SD

3 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


a. S-1 Apoteker
b. D-3 Farmasi
c. SMK Farmasi
8.6. Radiografer
8.7. Rekam Medis
9. Fasilitas Umum : ATM Galery, Mushala

2.2. KEGIATAN PELAYANAN


Pelayanan kesehatan yang tersedia dan dapat diberikan RS meliputi
pelayanan sebagai berikut :

2.2.1. Instalasi Gawat Darurat (IGD)


Pelayanan Instalasi Gawat Darurat di RS. beroperasional selama 24 jam
selama 7 hari dalam seminggu, dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan
mendukung serta tenaga medis dan paramedis profesional yang terlatih. Selain itu,
Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki 1 (satu) fasilitas pelayanan Kamar Bedah
Emergency untuk tindakan operatif dengan kondisi emergency.

2.2.2. Instalasi Rawat Jalan


Pelayanan Instalasi Rawat Jalan di RS. beroperasional dari pukul 08.00 WIB
s/d 19.00 WIB yang terdiri dari pelayanan spesialis profesional dan dilengkapi dengan
peralatan canggih. Adapun pelayanan klinik yang tersedia adalah sebagai berikut :
a. Klinik Spesialis Penyakit Dalam e. Klinik Spesialis Paru
b. Klinik Spesialis Penyakit Anak f. Klinik Spesialis Saraf
c. Klinik Spesialis Bedah g. Klinik Spesialis Mata
d. Klinik Spesialis Obgyn h. Klinik Spesialis THT-KL

2.2.3. Instalasi Rawat Inap


Instalasi Rawat Inap di RS. tersedia dengan kapasitas 100 tempat tidur,
dilengkapi dengan fasilitas pelayanan yang dapat memberikan kenyaman kepada
pasien dan keluarga serta memenuhi segala hak pasien dan keluarga yang
dibutuhkan. Pelayanan rawat inap yang tersedia di RS. tersedia dengan klasifikasi
kelas sebagai berikut :
a. Kelas VIP
b. Kelas I
c. Kelas II
d. Kelas III

4 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


2.2.4. Instalasi Perawatan Intensif (ICU/ NICU)
Instalasi Perawatan Intensif (ICU/ NICU) di RS. menyediakan pelayanan
yang profesional dengan perlatan canggih dan ruangan yang di design dengan
mempertimbangkan prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yaitu
menggunakan sistem ventilasi tekanan negatif.
Adapun kapasitas Instensive Care Unit (ICU) sebanyak ……. tempat tidur,
Ruang Isolasi Intensive Care Unit (ICU) sebanyak ……… tempat tidur dan
Ruang Neonati Intensive Care Unit (NICU) sebanyak ………. tempat tidur.

2.2.5. Instalasi Bedah Sentral


Instalasi Bedah Sentral di RS. menyediakan pelayanan dengan fasilitas
yang lengkap dan dapat melayani berbagai macam tindakan operatif yang
dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga paramedis yang profesional dan terlatih.

2.2.6. Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan


Instalasi Kebidanan dan Penyakit Kandungan di RS. menyediakan
pelayanan yang bermutu dan berkualitas tinggi dilengkapi dengan fasilitas dan
sumber daya manusia (tenaga medis dan paramedis) yang profesional dan terlatih.
Pelayanan Kebidanan dan Penyakit Kandungan di RS. melayani persalinan
normal dan sectio caesaria dengan 2 tempat tidur. Selain itu, juga memberikan
pelayanan perawatan rawat inap dengan klasifikasi kelas; Kelas VIP, Kelas I,
Kelas II dan Kelas III.

2.2.7. Instalasi Laboratorium Klinik


Instalasi Laboratorium Klinik di RS. melakukan pelayanan Patologi
Klinik yang berkualitas dan bermutu tinggi yang didukung oleh peralatan yang
canggih dengan tingkat akurasi hasil yang tinggi serta dilakukan oleh analis yang
profesional dan terlatih. Selain itu didukung dengan pemeriksaan dengan respon
time sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal yang berlakukan oleh Pemerintah
oleh Dokter Spesialis Patologi Klinik yang berpengalaman.

5 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


Selain itu, Instalasi Laboratorium Klinik juga melayani Pelayanan Medical
Check Up untuk pasien yang personal dan pasien perusahaan.

2.2.8. Instalasi Radiologi


Pelayanan Instalasi Radiologi di RS. dapat melayani pemeriksaan :
a. CT-Scan
b. Digital Rontgen
c. Ultra Sonography (USG)
Pelayanan radiologi di RS. diberikan oleh petugas yang profesional dan
terlatih dengan pelayanan cepat dan brkualitas.

2.2.9. Instalasi Farmasi


Pelayanan di Instalasi Farmasi RS., dilakukan oleh petugas Farmasi yang
profesional dan terlatih serta dilakukan pemantauan oleh Panitia Rekam Medis
yang bertugas secara berkesinambungan untuk memastikan kesesuaian pemakaian
obat dan menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan yang diperlukan oleh
pasien, baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap.

2.2.10. Instalasi Gizi

Memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan gizi pasien yang bermutu


dan berkualitas yang dipantau oleh ahli gizi yang profesional dan terlatih. Dalam
pemenuhan gizi pasien, ahli gizi melakukan koordinasi dengan dokter dan tenaga
kesehatan lainnya sehingga pelayanan yang didapatkan oleh pasien dapat
terintegrasi dengan baik secara menyeluruh.

2.2.11. Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPSRS)


Memberikan pelayanan untuk memelihara fasilitas, sarana dan prasarana
yang berkaitan dengan pelayanan yang ada di rawat jalan ataupun rawat inap
sehingga pasien merasakan kenyamanan selama menjalani pelayanan di RS..

2.2.12. Unit K3 dan Sanitasi


Unit K3 dan sanitasi melakukan tugas untuk memastikan kondisi sarana
dan prasarana serta fasilitas kebersihan yang ada sesuai dengan standar yang telah

6 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


ditetapkan berdasarkan ketentuan Pemerintah. Unit ini memastikan keselamatan
karyawan, pasien dan pengunjung sehingga dapat meminimalisir kejadian
kecelakan akibat lingkungan kerja yang tidak eergonomis, menghilangkan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada karyawan/ petugas kesehatan
yang ada di RS..

2.2.13. Unit Pusat Sterilisasi


Unit pusat sterilisasi di RS. menjamin ketersediaan alat yang steril dan
pelayanan pensterilan instrumen yang telah digunakan dalam pelayanan sehingga
dapat digunakan pada pelayanan selanjutnya. Upaya sterilisasi bertujuan untuk
meminimalisir penyebaran infeksi dan penularan penyakit yang diakibatkan oleh
alat dan instrumen yang tidak steril.

2.2.14. Instalasi Laundry


Instalasi laundry di RS. memberikan pelayanan linen kepada pasien
selama dirawat, sehingga pasien mendapatkan linen yang baik selama pelayanan
rawatan.

2.2.16. Instalasi Pemulasaraan Jenazah


Instalasi pemulasaraan jenazah di RS. memberikan pelayanan yang
penatalaksanaan jenazah pada pasien yang telah meninggal dunia, termasuk
pemberian formalin pada pasien tertentu dan perlakuan khusus lainnya terhadap
jenazah sesuai dengan permintaan keluarga pasien.

7 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB III

VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN

3.1. Visi
Adapun visi RS. adalah :
“………………………………………………………..“

3.2. Misi
Dalam mencapai visinya, RS. memiliki misi sebagai berikut :

3.3. Tujuan
Berikut adalah tujuan RS. dalam menjalankan misinya untuk mencapai
visi adalah :
1. Membantu program pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang maksimal dan terpadu kepada masyarakat khususnya kawasan ,
dengan kecepatan dan ketepatan penanganan, serta cakap dan tanggap;
2. Menciptakan pelayanan kesehatan dimana pasien sebagai pusat pelayanan
dengan tetap mengutamakan etika dan rasa empati serta menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan;
3. Menghasilkan tenaga profesional yang mempunyai produktivitas kerja
yang tinggi dan inovatif serta mempunyai rasa kekeluargaan yang tinggi.

8 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RS.
Berikut adalah struktur organisasi RS. adalah sebagai berikut :
Yayasan

Direktur

Bidang Pelayanan Bagian Umum dan Keuangan

Sub Bidang
Sub Bidang Sub Bagian Sub Bagian
Pelayanan dan Penunjang Medis dan
Non Medis Keperawatan Sekretariat dan Umum Keuangan

Seksi Seksi
Seksi Seksi
Seksi Pemeliharaan Seksi Pemeliharaan Seksi Tata Usaha Seksi Kepegawaian Akuntansi dan Perbendaharaan dan
Ketenagaan dan Ketenagaan dan
dan Pengembangan dan Pengembangan dan Umum dan Pengembangan Mobilisasi Dana
Pengembangan Pengembangan
SDM
Verifikasi
Fasilitas Fasilitas Mutu
Mutu

Seksi Rumah Seksi Seksi


Tangga dan SIM RS dan Pemasaran dan
Logistik Rekam Medis PKRS
IGD
IRI IRJ IKB ICU/
NICU
IKeb IPer IFR
S i S
IPSRS IPJ Isan/ K3
Gambar 1. Struktur Organisasi RS.
IGK ILaund IRa ILab
d

Komite Medik Komite Keperawatan Komite TPMKPRS


Akreditas

KSM KSM Non KSM Umum


KSM KSM dan Gigi
Penyakit Bedah
Obgyn Bedah
Anak

9 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB V
STRUKTUR ORGANISASI
KEPEGAWAIAN & PENGEMBANGAN SDM

Berikut struktur organisasi kepegawaian & pengembangan SDM RS. :

Direktur

Ka. Bagian Administrasi Umum


dan Keuangan

Ka. Sub Bagian Sekretariat dan


Umum

Ka. Sie Kepegawaian &


Pengembangan SDM
Administrasi Diklat

Gambar 2. Struktur Organisasi Kepegawaian & Pengembang SDM

10 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB VI
URAIAN JABATAN

Berikut adalah uraian tugas personil yang bertugas di bagian Kepegawaian


dan Pengembangan SDM :
1. Kepala Bagian
1.1. Fungsi
a. Pembimbing Staf Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
b. Perumus Kebijakan, Pedoman, Panduan dan Standar Prosedur
Operasional (SPO) yang berkaitan dengan Kepegawaian dan
Pengembangan SDM di RS..
c. Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan administrasi
dan pengembangan kepegawaian.

1.2. Uraian Tugas


a. Membantu Ka. Sub Bagian Sekretariat dalam perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan kegiatan operasional administrasi
kepegawaian.
b. Membantu Ka. Sub Bagian Sekretariat dalam perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan kegiatan operasional administrasi
kepegawaian.
c. Melakukan perencanaan dan menyusun program kerja
Kepegawaian dan Pengembangan SDM yang berkesinambungan
dan berkualitas.
d. Menetapkan program kerja Seksi Kepegawaian dan Pengembangan
SDM.
e. Menyampaikan program kerja yang telah disepakati kepada Kepala
Sub Bagian Sekretariat dan bertanggung jawab atas terlaksananya
rencana program yang telah disetujui.
f. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja yang
telah disepakati
g. Menyampaikan laporan kepegawaian baik bulanan dan tahunan
kepada Kepala Sub Bagian Sekretariat.
h. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah
ditetapkan.
i. Merumuskan kebijakan, pedoman, panduan dan standar prosedur
operasional berkaitan dengan administrasi kepegawaian dan
pengembangan SDM yang diberlakukan RS dengan tujuan adanya
keseragaman.

11 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


j. Memastikan keaslian dan legalitas data kepegawaian yang ada baik
medis maupu non medis.
k. Melakukan perencanaan tentang kebutuhan pegawai baik medis
maupun non medis dan berkoordinasi dengan masing – masing
kepala unit/instalasi melalui pola ketenagaan yang berlaku.
l. Mengawasi dan melakukan proses rekrutmen, mulai dari seleksi
bakal calon pegawai, interview, rekomendasi penerimaan atau
penolakan (berkoordinasi dengan unit/instalasi yang
membutuhkan), orientasi pegawai baru, pengaturan jam kerja,
disiplin pegawai, konsultasi pegawai, mutasi dan rotasi pegawai,
pengaturan administrasi pegawai (izin, cuti, evaluasi kinerja
berkaitan dengan kenaikan gaji).
m. Menyampaikan peraturan rumah sakit berkaitan dengan
kepegawaian.
n. Mengawasi dan melakukan proses rekrutmen, mulai dari seleksi
bakal calon pegawai, interview, rekomendasi penerimaan atau
penolakan (berkoordinasi dengan unit/instalasi yang
membutuhkan), orientasi pegawai baru, pengaturan jam kerja,
disiplin pegawai, konsultasi pegawai, mutasi dan rotasi pegawai,
pengaturan administrasi pegawai (izin, cuti, evaluasi kinerja
berkaitan dengan kenaikan gaji).
o. Menyampaikan peraturan rumah sakit berkaitan dengan
kepegawaian.
p. Melakukan perencanaan pengembangan pegawai dengan adanya
jadwal peningkatan mutu baik soft skill maupun hard skill.
q. Melakukan pelaporan kecelakaan kerja kepada BPJS
Ketenagakerjaan jika pegawai mengalami kecelakaan kerja.
r. Memimpin rapat koordinasi mingguan, bulanan dan tahunan Seksi
Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
s. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

1.3. Tanggung Jawab


Kepala Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM secara struktural
bertanggungjawab secara langsung kepada Kepala Sub Bagian Sekretariat dan
Umum dan Umum.

12 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


1.4. Wewenang
a. Pengambil keputusan tertinggi untuk masalah kepegawaian dan
berkoordinasi dengan Kepala Bagian Administrasi Umum dan
Keuangan melalui Kepala Sub Bagian Sekretariat dan Umum.
b. Melakukan koordinasi kerja dengan seluruh karyawan baik
structural maupun fungsional dalam hal kepegawaian dan
pengembangan.
c. Memberikan penilaian terhadap kinerja dan merekomendasikan
reward dan sanksi yang dilakukan seluruh karyawan RS dan
berkoordinasi dengan Kepala Sub Bagian Administrasi dan
Keuangan melalui Kepala Sub Bagian Sekretariat dan Umum.
d. Merekomendasikan kepada Direktur tentang pengangkatan/
pemilihan serta memberhentikan seluruh karyawan, melalui
Kepala Sub Bagian Sekretariat dan Umum.
e. Mengambil keputusan untuk setiap permasalahan yang berkaitan
dengan kepegawaian dan pengembangan SDM.
f. Merahasiakan dan mengamankan data kepegawaian

2. Staff Administrasi
2.1. Fungsi
Melakukan pelaksanaan kegiatan administrasi dan program kepegawaian
dan pengembangan SDM baik internal maupun eksternal di RS .

2.2. Uraian Tugas


Berikut adalah uraian tugas Kepala Kepegawaian dan Pengembangan
SDM RS. :
a. Membantu Kepala Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM dalam
kegiatan operasional administrasi kepegawaian;
b. Menerima dan mengarsipkan lamaran-lamaran yang masuk serta
melakukan pemilahan terhadap lamaran sesuai dengan syarat kualifikasi
yang dibutuhkan untuk masing-masing posisi;
c. Menyiapkan seluruh kelengkapan (form-form) yang berkaitan dengan
perekrutan pegawai baru;
d. Melakukan pengawasan selama proses rekrutmen pegawai baru;
e. Membuat user untuk finger scan pegawai baru sebagai absensi masing-
masing pegawai;
f. Melakukan penginputan, pemeliharaan dan pembaharuan terhadap
seluruh arsip kepegawaian;

13 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


g. Memantau pelaksanaan jadwal dinas yang telah disetujui untuk seluruh
ruangan/ instalasi/ unit;
h. Melakukan pemantauan terhadap data absensi kehadiran/ kemangkiran
pegawai.
i. Melaksanakan pemantauan terhadap pelaksaan pergantian dinas
pegawai untuk seluruh ruangan/ instalasi/ unit.
j. Melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan pengajuan izin dan
cuti (tahunan dan melahirkan) untuk seluruh ruangan/ instalasi/ unit.
k. Memberikan laporan data absesnsi pegawai serta pelanggaran-
pelanggaran yang kepada Kepala Kepegawaian dan Pengembangan
SDM sebagai masukan perhitungan gaji.
l. Melakukan pemantauan terhadap pelanggaran administrasi peraturan
yang berkaiatan dengan kepegawaian, kepatuhan pelaksanaan
Kebijakan/ SPO/ Protap kerja.
m. Melaksanakan evaluasi kinerja karayawan dengan melakukan
koordinasi dengan Kepala Seksi Kepegawaian dan Pengembangan
SDM dan kepala ruangan/ instalasi yag bersangkutan.
n. Memberikan konseling/ teguran ataupun peringatan kepada setiap
pegawai yang bermasalah baik secara lisan maupun tulisan sesuai
dengan yang telah disetujui oleh Direktur melalui Kepala Seksi
Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
o. Melaksanakan semua tugas yang diperintahkan oleh atasan.

2.3. Tanggung Jawab


Staff Administrasi Kepegawaian dan Pengembangan SDM RS. secara
struktural bertanggung jawab langsung Kepala Seksi Kepegawaian dan
Pengembangan SDM.

2.4. Wewenang
Adapun wewenang Staff Administrasi Kepegawaian dan Pengembangan
SDM RS. adalah sebagai berikut :
a. Melakukan tugas administrasi kepegawaian secara menyeluruh dengan
kewenangan penuh sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
b. Menjalankan tugas Kepala Bagian Kepegawian dan Pengembangan
SDM ketika yang bersangkutan tidak berada ditempat.

3. Staff Diklat
3.1. Fungsi

14 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


Melakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan
pengembangan berupa pendidikan dan pelatihan SDM RS.

3.2. Uraian Tugas


Berikut adalah uraian tugas Kepala Kepegawaian dan Pengembangan
SDM RS. :
a. Membantu Kepala Kepegawaian dan Pengembangan SDM dalam
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan kegiatan program pendidikan
dan pelatihan pegawai.
b. Melakukan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi terhadap program
orientasi kepada pegawai baru.
c. Memberikan rekomendasi kepada Kepala Seksi Kepegawaian dan
Pengembangan SDM terkait dengan program orientasi pegawai.
d. Melakukan pengawasan terhadap pemenuhan kuota jam pendidikan dan
pelatihan seluruh pegawai sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku
yaitu 20 jam/tahun.
e. Melakukan analisa kebutuhan pendidikan dan pelatihan seluruh
pegawai.
f. Menjadi fasilitator untuk pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang
diadakan baik internal maupun eksternal.
g. Melakukan pengawasan terhadap kualitas pegawai baik soft skill
maupun hard skill.
h. Memberikan rekomendasi kepada Kepala Seksi Kepegawaian dan
Pengembangan SDM terhadap kualitas seluruh pegawai
i. Membuat laporan untuk setiap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan
yang telah dilaksanakan secara internal.
j. Mengumpulkan laporan dan dokumentasi untuk pendidikan dan
pelatihan yang dilakukan di luar rumah sakit (eksternal) oleh pegawai
dari pegawai yang bersangkutan.
k. Menyusun laporan bulanan berkaitan dengan data pendidikan dan
pelatihan yang telah dilaksanakan dan memberikan kepada Kepala Seksi
Kepegawaian dan Pengembangan SDM
l. Mencari informasi tentang pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang
dilakukan diluar rumah sakit.
m.Melakukan analisa terhadap kesesuaian pelatihan dan pegawai yang
akan ditugaskan untuk menjalani kegiatan tersebut.
n. Melakukan evaluasi terhadap log book pegawai setiap bulannya.
o. Melakukan semua tugas yang diperintahkan oleh atasan.

3.3. Tanggung Jawab


15 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM
Staff Administrasi Kepegawaian dan Pengembangan SDM RS. secara
struktural bertanggung jawab langsung Kepala Seksi Kepegawaian dan
Pengembangan SDM.

3.4. Wewenang
Adapun wewenang Staff Administrasi Kepegawaian dan Pengembangan
SDM RS. adalah sebagai berikut :
c. Melakukan tugas administrasi kepegawaian secara menyeluruh dengan
kewenangan penuh sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
d. Menjalankan tugas Kepala Bagian Kepegawian dan Pengembangan
SDM ketika yang bersangkutan tidak berada ditempat.

16 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Untuk menyelenggarakan tugas-tugas yang ada di kepegawaian &


Pengembangan SDM, bagian SDM harus membina hubungan kerja yang baik
dengan berbagai pihak yang ada di rumah sakit seperti yang tertulis di bawah ini :

Seluruh staf klinis dan non


klinis

Gambar 3. Tata Hubungan Kerja Kepegawaian & Pengembangan SDM


SDM

Hubungan unit kerja kepegawaian dan pengembangan SDM dengan seluruh


karyawan staf klinis dan non klinis :
1. Staf SDM (administrasi) berkoordinasi dengan staf klinis dan non klinis
berkaitan dengan izin, cuti, lembur, penggajian, kelengkapan berkas/data,
serta pembuatan SIP dokter, perobatan karyawan, hak dan kewajiban
karyawan, peraturan SDM.
2. Staf Diklat berkoordinasi dengan staf klinis dan non klinis berkaitan
dengan pemenuhan kebutuhan pelatihan. Untuk menciptaka SDM yang
berkualitas sehingga berdampak kepada mutu pelayanan.

17 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB VIII

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Perhitungan Pola Ketenagaan dan Kualifikasi SDM di Kepegawaian &


Pengembangan SDM mengacu pada KMK 81/2004 tentang Pedoman
Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan.

8.1. Analisa Beban Kerja


A. Analisa Beban Kerja

Waktu Ket
No Jabatan Jenis Kegiatan
Penyelesaian
1. Kepala 1. Membantu Ka. Sub Bagian 30’  Total Waktu
Sekretariat dalam 6 jam efektif
 Jumlah
perencanaan, pelaksanaan, tenaga 1
pengawasan kegiatan orang
operasional administrasi
kepegawaian.
2. Melakukan perencanaan 60’
dan menyusun program
kerja Kepegawaian dan
Pengembangan SDM yang

18 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


berkesinambungan dan
berkualitas.
3. Menetapkan program kerja 60’
Seksi Kepegawaian dan
Pengembangan SDM.
4. Menyampaikan program 30’
kerja yang telah disepakati
kepada Kepala Sub Bagian
Sekretariat dan
bertanggung jawab atas
terlaksananya rencana
program yang telah
disetujui.
5. Melakukan pengawasan 15’
terhadap pelaksanaan
program kerja yang telah
disepakati
6. Menyampaikan laporan
kepegawaian baik bulanan 5’
dan tahunan kepada Kepala
Sub Bagian Sekretariat.
7. Melakukan evaluasi
terhadap pelaksanaan
30’
program yang telah
ditetapkan.
8. Merumuskan kebijakan,
pedoman, panduan dan
standar prosedur
operasional berkaitan 30’
dengan administrasi
kepegawaian dan
pengembangan SDM yang
diberlakukan RS dengan
tujuan adanya
keseragaman.

19 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


9. Memastikan keaslian dan
legalitas data kepegawaian
10’
yang ada baik medis
maupu non medis.
10. Melakukan perencanaan
tentang kebutuhan pegawai
baik medis maupun non
30’
medis dan berkoordinasi
dengan masing – masing
kepala unit/instalasi
melalui pola ketenagaan
yang berlaku.
11. Mengawasi dan melakukan
proses rekrutmen, mulai
dari seleksi bakal calon
15’
pegawai, interview,
rekomendasi penerimaan
atau penolakan
(berkoordinasi dengan
unit/instalasi yang
membutuhkan), orientasi
pegawai baru, pengaturan
jam kerja, disiplin
pegawai, konsultasi
pegawai, mutasi dan rotasi
pegawai, pengaturan
administrasi pegawai (izin,
cuti, evaluasi kinerja
berkaitan dengan kenaikan
gaji).
12. Menyampaikan peraturan
rumah sakit berkaitan
dengan kepegawaian.
13. Melakukan perencanaan 15’

20 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


pengembangan pegawai
dengan adanya jadwal
peningkatan mutu baik soft
30’
skill maupun hard skill.
14. Melakukan pelaporan
kecelakaan kerja kepada
BPJS Ketenagakerjaan jika
pegawai mengalami 30’
kecelakaan kerja.
15. Memimpin rapat
koordinasi mingguan,
bulanan dan tahunan Seksi
Kepegawaian dan 30’
Pengembangan SDM.
16. Melaksanakan tugas lain
yang diberikan oleh atasan.

30’
2. Staff 1. Membantu Kepala Seksi 60’  Total waktu
Administrasi Kepegawaian dan 10 jam
efektif
Pengembangan SDM Jumlah
dalam kegiatan tenaga 2
operasional administrasi orang

kepegawaian.
2. Menerima dan
15’
mengarsipkan lamaran-
lamaran yang masuk serta
melakukan pemilahan
terhadap lamaran sesuai
dengan syarat kualifikasi
yang dibutuhkan untuk
masing-masing posisi.
3. Menyiapkan seluruh
30’
kelengkapan (form-form)

21 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


yang berkaitan dengan
perekrutan pegawai baru.
4. Melakukan pengawasan
selama proses rekrutmen
60’
pegawai baru.
5. Membuat user untuk
finger scan pegawai baru
sebagai absensi masing- 15’

masing pegawai.
6. Melakukan penginputan,
pemeliharaan dan
pembaharuan terhadap 45’
seluruh arsip
kepegawaian.
7. Memantau pelaksanaan
jadwal dinas yang telah
disetujui untuk seluruh
45’
ruangan/ instalasi/ unit.
8. Melakukan pemantauan
terhadap data absensi
kehadiran/ kemangkiran
pegawai seluruh ruangan/ 120’

instalasi/ unit.
9. Melaksanakan
pemantauan terhadap
pelaksanaan pergantian
dinas pegawai untuk
30’
seluruh ruangan/ instalasi/
unit.
10. Melaksanakan pemantauan
terhadap pelaksanaan
pengajuan izin dan cuti
(tahunan dan melahirkan) 15’
untuk seluruh ruangan/
instalasi/ unit.
11. Memberikan laporan data
22 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM
absensi pegawai serta
pelanggaran-pelanggaran
kepada Kepala
Kepegawaian dan 15’
Pengembangan SDM
sebagai masukan
perhitungan gaji.
12. Melakukan pemantauan
terhadap pelanggaran
administrasi peraturan yang
berkaitan dengan
kepegawaian, kepatuhan 30’
pelaksanaan Kebijakan/
SPO/ Protap kerja.
13. Melaksanakan evaluasi
kinerja karayawan dengan
melakukan koordinasi
dengan Kepala Seksi
Kepegawaian dan 60’
Pengembangan SDM dan
kepala ruangan/ instalasi
yag bersangkutan.
14. Memberikan konseling/
teguran ataupun peringatan
kepada setiap pegawai
yang bermasalah baik
secara lisan maupun tulisan
sesuai dengan yang telah 30’
disetujui oleh Direktur
melalui Kepala Seksi
Kepegawaian dan
Pengembangan SDM.
15. Melaksanakan semua
tugas yang diperintahkan

23 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


oleh atasan.

30’

3. Staff Diklat 1. Membantu Kepala 30’  Total waktu


Kepegawaian dan 10 jam
efektif
Pengembangan SDM Jumlah
dalam perencanaan, tenaga 2
pelaksanaan, pengawasan orang

kegiatan program
pendidikan dan pelatihan
30’
pegawai.
2. Melakukan pelaksanaan,
pengawasan dan evaluasi
terhadap program orientasi
kepada pegawai baru. 30’
3. Memberikan rekomendasi
kepada Kepala Seksi
Kepegawaian dan
Pengembangan SDM
terkait dengan program
15’
orientasi pegawai.
4. Melakukan pengawasan
terhadap pemenuhan kuota
jam pendidikan dan
pelatihan seluruh pegawai
sesuai dengan ketentuan
yang telah berlaku yaitu 20 60’
jam/tahun.
5. Melakukan analisa

24 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


kebutuhan pendidikan dan
pelatihan seluruh pegawai.
90’
6. Menjadi fasilitator untuk
pelaksanaan pendidikan
dan pelatihan yang
diadakan baik internal 35’
maupun eksternal.
7. Melakukan pengawasan
terhadap kualitas pegawai
60’
baik soft skill maupun hard
skill.
8. Memberikan rekomendasi
kepada Kepala Seksi
Kepegawaian dan
Pengembangan SDM
60’
terhadap kualitas seluruh
pegawai
9. Membuat laporan untuk
setiap pelaksanaan
60’
pendidikan dan pelatihan
yang telah dilaksanakan
secara internal.
10. Mengumpulkan laporan
dan dokumentasi untuk
pendidikan dan pelatihan
yang dilakukan di luar
60’
rumah sakit (eksternal)
oleh pegawai dari pegawai
yang bersangkutan.
11. Menyusun laporan bulanan
berkaitan dengan data
pendidikan dan pelatihan
yang telah dilaksanakan 30’
dan memberikan kepada
Kepala Seksi Kepegawaian

25 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


dan Pengembangan SDM.
12. Mencari informasi tentang
pelaksanaan pendidikan
30’
dan pelatihan yang
dilakukan diluar rumah
sakit.
13. Melakukan analisa
terhadap kesesuaian
30’
pelatihan dan pegawai yang
akan ditugaskan untuk
menjalani kegiatan 30’
tersebut.
14. Melakukan evaluasi
terhadap log book pegawai
setiap bulannya.
15. Melakukan semua tugas
yang diperintahkan oleh
atasan.

B. Perhitungan Kebutuhan Tenaga

Prinsip Perhitungan Rumus ISN (Indikator Staffing needs) :

Kebutuhan Tenaga

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga :


1. Jumlah hari dalam 1 tahun = 365 hari (a)
2. Jumlah hari kerja dalam 1 tahun = 303 hari (b)
b = 365 – (jumlah hari minggu dalam 1 tahun ditambah hari libur nasional)
3. Jumlah jam kerja per hari = 7 jam
4. Jumlah hari kerja efektif = 279
279 = Jumlah hari kerja dalam 1 tahun – cuti/ijin
5. Jumlah jam kerja efektif = 5,3 jam (e)
e = Jumlah hari kerja efektif x jumlah jam kerja per hari
Jumlah hari dalam 1 tahun
= 279 x 7
365
6. Waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas (h)
Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga kerja :

26 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


Kebutuhan tenaga =

Berdasarkan rumus yang ada maka perhitungan kebutuhan tenaga di bagian


SDM adalah :
1. Kepala Kepegawaian dan Pengembangan SDM
 a = 365 hari
 b = 303 hari
 e = 5,3 jam
 h = 7 jam

Kebutuhan tenaga =

= 1,5 = 1 orang

2. Staff Kepegawaian dan Pengembangan SDM (Administrasi)


 a = 365 hari
 b = 303 hari
 e = 5,3 jam
 h = 10 jam

Kebutuhan tenaga =

= 2,27 = 2 orang
3. Staff Diklat
 a = 365 hari
 b = 303 hari
 e = 5,3 jam
 h = 10,50 jam

Kebutuhan tenaga =

=
=

27 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


= 2,38 = 2 orang

C. POLA KETENAGAAN
Berikut Pola ketenagaan Bagian Kepegawaian dan Pengembangan SDM
RS. :

Tenaga yang Tenaga yang


No. Jabatan Dibutuhkan Tersedia Keterangan
Kualifikasi Jumlah Kualifikasi Jumlah
1. Kepala
Kepegawaian
dan S2 S2 Cukup
Pengembangan
SDM
2. Staff
Kepegawaian
dan S1 S1 Cukup
Pengembangan
SDM
3. Staff Diklat S1 S1 Cukup
TOTAL

28 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
Untuk dapat memberikan pelayanan rumah sakit yang bermutu, perlu
upaya yang serius dalam menangani sumber daya manusia. Faktor manusia harus
dibina dan ditingkatkan kemampuannnya dalam rangka meningkatkan pengetahun
dan keterampilan seluruh SDM di Rumah Sakit Umum , maka dibuat perencanaan
dan pelaksanaan program pelatihan & pengembangan pegawai sesuai dengan
kebutuhan dan bidangnya masing-masing
Penambahan pegawai baru di setiap unit/ instalasi direncanakan dengan
melihat beban kerja yang ada, dan setiap pegawai baru wajib menjalani masa
orientasi di setiap unit/ instalasi sesuai dengan program orientasi pegawai baru
dengan jadwal yang telah disusun.
Program orientasi pegawai baru dilakukan untuk memberikan pemahaman
kepada pegawai yang baru saja bergabung di RS. berkaitan dengan segala hal
yang berkaitan dan berlaku baik secara umum maupun secara khusus dimana
petugas baru di tempatkan.
Program orientasi pegawai meliputi kegiatan sebagai berikut :
No. Nama Kegiatan Waktu Penanggung Jawab
Orientasi Umum
1. Visi dan Misi Rumah Sakit serta 60’ Ka. Seksi Kepegawaian
Peraturan Kepegawaian dan Pengembangan
SDM
2. Struktur Organisasi Rumah Sakit 60’ Ka. Sub.Bagian
Sekretariat dan Umum
3. Ketetentuan tentang Hak Pasien & Ka. Sub.Bagian
Keluarga Sekretariat dan Umum
4. Lingkungan Rumah Sakit (Hospital 60’ Staf Seksi
Tour) Kepegawaian dan
Pengembangan SDM
5. Kebijakan dan Program Peningkatan 60’ Anggota TPMKPRS
Mutu dan KPRS
6. Ketentuan berkaitan dengan 60’ Anggota Komite PPI
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
(PPI)
7. Ketentuan berkaitan dengan Kesehatan 60’ Penanggung Jawab K3
dan Keselamatan Kerja (K3)

No. Nama Kegiatan Waktu Penanggung Jawab


Orientasi Khusus/ Spesifik
1. Struktur Organisasi Kepegawaian & 30’ Kepala Sie.

29 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


Pengembangan SDM Kepegawaian &
Pengembangan SDM
2. Lingkungan Kepegawaian & 30’ Kepala Sie.
Pengembangan SDM Kepegawaian &
Pengembangan SDM
3. Kebijakan dan SPO Kepegawaian & 120’ Kepala Sie.
Pengembangan SDM Kepegawaian &
Pengembangan SDM
4. Kebijakan dan SPO berkaitan 120’ Kepala Sie.
Kepegawaian & Pengembangan SDM Kepegawaian &
Pengembangan SDM
5 Pola Kerja (sesuai dengan uraian tugas 60’ Kepegawaian &
pokok, fungsi, wewenang serta Pengembangan SDM
tanggung jawab.

30 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

10.1. Pengertian
Rapat adalah pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, instansi
pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan,
merundingkan, dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan
bersama.

10.2. Tujuan
Tujuan diadakannya rapat di bagian Kepegawaian & Pengembangan SDM
Rumah Sakit adalah sebagai berikut :
.1 Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu
masalah yang dihadapi di bagian SDM RS .
.2 Menampung semua permasalahan dari staff yang
bertugas di RS .
.3 Agar semua staff di bagian SDM ikut berpartisipasi
terhadap masalah-masalah yang sedang terjadi.
.4 Untuk membantu terselenggaranya pelayanan yang
professional setiap unit/instalasi di RS .
.5 Untuk menyampaikan informasi, perintah atau
pernyataan yang dapat meningkatkan mutu pelayanan di setiap
unit/instalasi di RS .

10.3. Kriteria Rapat


.1 Membicarakan suatu masalah yang berkaitan
dengan tujuan organisasi dan harus dirundingkan atau didiskusikan
secara musyawarah.
.2 Pada saat rapat berlangsung seluruh peserta
rapat harus berperan aktif.
.3 Setiap pembicaraan ketika rapat berlangsung
bersifat terbuka, tidak ada yang disembunyikan.
.4 Adanya unsur rapat seperti pemimpin rapat,
notulen rapat, peserta rapat, dan masalah yang dibahas.

10.4. Kegiatan Rapat


Rapat dilakukan dan diadakan di ruangan Kepegawaian & Pengembangan
SDM RS. yang dipimpin oleh Ka. Sie Kepegawaian & Pengembangan SDM dan
diikuti oleh seluruh staff SDM RS . Kegiatan Rapat dilaksanakan sebulan sekali
dengan membahas segala masalah-masalah yang didapati di bagian kepegawaian
31 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM
& pengembangan SDM, kecuali ada hal-hal yang sangat urgent dapat
dilaksanakan rapat pada saat kebutuhan.
Adapun jenis, jadwal dan mekanisme rapat kepegawaian & pengembangan
SDM adalah sebagai berikut :
a. Rapat Struktural
Rapat struktural Sub Bagian Sekretariat diselenggarakan pada :
Hari : Selasa, Minggu Ke - 1 setiap bulan
Jam : Sesuai dengan undangan
Tempat : Sesuai dengan undangan
Peserta :
 Ka Sub. Bag Sekretariat
 Ka. Sie Kepegawaian & Pengembangan SDM
 Ka. Sie Sistem Informasi Rumah Sakit dan Rekam Medis
 Ka. Sie Rumah Tangga dan Logistik
Materi :
 Evaluasi Kinerja Sub Bagian Sekretariat dan Umum
 Evaluasi SDM Evaluasi Kinerja Sub Bagian Sekretariat dan Umum
 Evaluasi terhadap materi dan Administrasi Sub Bagian Sekretariat
dan Umum
 Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM Sub Bagian
Sekretariat dan Umum
 Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja Sub Sub Bagian
Sekretariat dan Umum
Kelengkapan rapat :
 Undangan
 Daftar hadir
 Notulen
 Laporan/ Rekomendasi/ Usulan kepada Pimpinan
b. Rapat Rutin
Rapat rutin diselenggarakan pada :
Hari : Kamis, Minggu Ke - 1 setiap bulan
Jam : Sesuai dengan situasi dan kondisi
Tempat : Kepegawaian & Pengembangan SDM
Peserta : Ka Sie. Kepegawaian & Pengembangan SDM , staf SDM
(administrasi), Diklat.
Materi :
 Evaluasi Kinerja SDM
 Evaluasi SDM Setiap unit/instalasi/bagian
 Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM
 Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja di setiap
unit/instalasi/bagian
Kelengkapan rapat :
 Undangan
 Daftar hadir
32 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM
 Notulen
 Laporan/ Rekomendasi/ Usulan kepada Pimpinan

c. Rapat Insidentil
Rapat insidentil diselenggarakan pada :
Hari : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang
perlu dibahas dan diselesaikan segera.
Jam : Sesuai dengan undangan
Tempat : Sesuai dengan undangan
Peserta : Ka Sie. Kepegawaian & Pengembangan SDM , staf SDM
(administrasi), Diklat
Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas
Kelengkapan rapat :
 Undangan
 Daftar hadir
 Notulen
 Laporan/ Rekomendasi/ Usulan kepada Pimpinan

33 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM


BAB XI
PELAPORAN

11.1. Pengertian
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala bentuk kegiatan yang terkait administrasi SDM dan juga Diklat.

11.2. Jenis Laporan


Jenis-jenis laporan yang di buat oleh kepegawaian & pengembangan SDM adalah
sebagai berikut :
1. Laporan Bulanan
- Laporan jumlah karyawan yang masuk dan keluar,
- Laporan pelatihan yang diadakan secara internal dan eksternal..
2. Laporan Tahunan
- Review tahunan kepegawaian & pengembangan SDM.

34 | Pedoman Pengorganisasian Seksi Kepegawaian dan Pengembangan SDM

Anda mungkin juga menyukai