Anda di halaman 1dari 8

UAS STABILITAS TANAH

1. Sebutkan dan jelaskan tipe tanah apa yang dikategorikan sebagai tanah bermasalah!
2. Sebutkan dan jelaskan tujuan melakukan perbaikan tanah!
3. Sebutkan dan jelaskan kriteria pemilihan metode perbaikan tanah!
4. Sebutkan dan jelaskan metode stabilisasi secara hidrolis!
5. Apa yang dimaksud dengan preloading/precompression dalam stabilisasi tanah dan jelaskan
keuntungan dan kerugian menggunakan metode ini!
6. Apa yang dimaksud dengan vertical drain dalam stabilisasi tanah dan apa tujuan melakukan
vertical drain?
7. Sebutkan dan jelaskan metode pemadatan dalam deep compaction!
8. Apa yang dimaksud dengan grout dan grouting?
9. Sebutkan dan jelaskan material/bahan apa saja yang bisa dipakai dalam grouting!
10. Apa yang dimaksud dengan metoda soil nailing?
11. Sebutkan dan jelaskan aplikasi metoda soil nailing dalam rekayasa geoteknik!
12. Sebutkan dan jelaskan tipe nail yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
13. Sebutkan dan jelaskan alat-alat yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
14. Sebutkan dan jelaskan material yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
15. Sebutkan dan jelaskan metoda konstuksi dalam metoda soil nailing?
16. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian metoda soil nailing!
17. Apa yang dimaksud dengan geosintetik dalam rekayasa geoteknik?
18. Sebutkan dan jelaskan tipe geosintetik yang banyak digunakan dalam rekayasa geoteknik!
19. Sebutkan dan jelaskan fungsi geosintetik dalam rekayasa geoteknik!
20. Sebutkan dan jelaskan aplikasi geosintetik dalam rekayasa geoteknik!

1. Sebutkan dan jelaskan tipe tanah apa yang dikategorikan sebagai tanah bermasalah!
Jawab:
Tipe tanah yang dikategorikan sebagai tanah bermasalah (difficult soil) antara lain:
 Tanah lempung lunak (soft soil), didefinisikan sebagai tanah lempung yang memiliki
kuat geser undrained Cu < 0,25 kg/cm2 , perkiraan nilai SPT yaitu N < 5 blows/ft, dan
nilai perlawanan konus qc < 15 kg/cm2
 Tanah gambut (peat soil), merupakan tanah yang mengandung bahan organik dalam
jumlah besar sehingga mempengaruhi sifat rekayasa tanah tersebut.
 Tanah ekspansif (swelling soil), merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut
yang besar dan sangat dipengaruhi oleh air.
 Tanah runtuh (collapsible soil), merupakan jenis tanah yang akan mengembang pada
saat ditambahkan air, namun apabila kadar air meningkat melebihi kondisi optimum
sehingga kejenuhan melebihi 100%, tanah akan runtuh akibat hancurnya ikatan
antar butiran tanah (tanah berperilaku seperti lumpur).
 Tanah rentan likuifaksi, merupakan tanah jenuh air yang berubah perilakunya
menjadi seperti benda cair (liquify) akibat beban dinamis (biasanya akibat gempa)
sehingga menimbulkan bahaya yang cukup besar terhadap konstruksi diatasnya.

2. Sebutkan dan jelaskan tujuan melakukan perbaikan tanah!


Jawab:
Tujuan melakukan perbaikan tanah secara umum adalah:
a. Menaikkan daya dukung dan kuat geser
b. Menaikkan modulus
c. Mengurangi kompressibilitas
d. Mengontrol stabilitas volume (shrinking dan swelling)
e. Mengurangi kerentanan terhadap liquifaksi
f. Memperbaiki kualitas material untuk bahan konstruksi
g. Memperkecil pengaruh lingkungan

3. Sebutkan dan jelaskan kriteria pemilihan metode perbaikan tanah!


Jawab:
Kriteria pemilihan metode perbaikan tanah antara lain:
a. Jenis dan tingkat perbaikan yang diinginkan
b. Jenis dan struktur tanah, serta kondisi aliran air tanah
c. Ketersediaan peralatan dan material
d. Waktu konstruksi
e. Kemungkinan kerusakan struktur disekitarnya
f. Ketahanan material yang digunakan
g. Biaya

4. Sebutkan dan jelaskan metode stabilisasi secara hidrolis!


Jawab:
Metode stabilisasi secara hidrolis adalah metode perbaikan/stabilisasi tanah dimana teknan
air pori tanah dihilangkan/dikurangi.
a. Preloading
Mempercepat penurunan dengan cara menambahkan beban sebelum pelaksanaan
konstruksi dengan tujuan untuk menaikkan kuat geser tanah
b. Drainase Vertikal (Vertical drains)
Mempercepat proses Konsolidasi (primer) dengan cara memperpendek aliran air keluar
dari pori-pori tanah
c. Dewatering
Mempercepat penurunan dengan cara menurunkan muka air tanah (ingat prinsip
bouyancy dimana penurunan muka air tanah = peningkatan beban) dengan tujuan
menaikkan kuat geser tanah
d. Metode Elektrokinetik
Mengurangi kadar air sehingga kuat geser meningkat dan kompresibilitas menurun
seiring dengan berkurangnya volume pori tanah
e. Pemompaan, sumur, dan parit.

5. Apa yang dimaksud dengan preloading/precompression dalam stabilisasi tanah dan


jelaskan keuntungan dan kerugian menggunakan metode ini!
Jawab:
Preloading/precompression adalah metode mempercepat penurunan dengan cara
menambahkan beban sebelum pelaksanaan konstruksi dengan tujuan untuk menaikkan kuat
geser tanah. Diletakkan tanah timbunan diatas tanah yang membutuhkan konsolidasi.
Sangat efektif pada tanah lempung, karena tanah lempung mengalami konsolidasi yang
besar.

Keuntungan:
a. Hanya menggunakan alat konvensional (contoh: dump truck)
b. Kontraktor mana saja dapat melakukan metode tersebut
c. Sepanjang apapun track nya, pekerjaan selalu berhasil

Kerugian:
a. Timbunan dapat diperpanjang secara horizontal paling kurang 10 meter dari perimeter
konstuksi rencana.
b. Dibutuhkan kuantitas transportasi tanah yang besar.
c. Tanah timbun harus tetap ditempat lokasi untuk sebulan atau setahun.

6. Apa yang dimaksud dengan vertical drain dalam stabilisasi tanah dan apa tujuan
melakukan vertical drain?
Jawab:
Vertical drain adalah saluran vertikal yang mempunyai permeabilitas tinggi, dan saluran
tersebut dapat memberi fasilitas kepada air pori untuk mengalir melalui lintasan-lintasan
yang berarah radial pada saluran vertikal tadi.
Tujuan melakukan vertical drain adalah untuk mengatasi lamanya proses waktu penurunan
pada metode pembebanan awal akibat lapisan tanah yang cukup dalam dan mempunyai
permeabilitas rendah, sehingga dapat mempercepat proses konsolidasi.

7. Sebutkan dan jelaskan metode pemadatan dalam deep compaction!


Jawab:
Pemadatan tanah dalam (deep compaction) ini terutama ditujukan untuk tanah non
kohesive. Seringkali dijumpai kondisi dimana suatu lapisan tanah tak berkohesi cukup tebal
dalam keadaan yang tidak cukup padat ataurelative renggang (loose), atau akibat reklamasi
suatu daerah rendah dibawah air. Sebagai akibatnya, tanah urugan tersebut berada pada
kondisi regang. Tanah-tanah seperti ini perlu dipadatkan dahulu sebelum digunakan sebagai
bahan untuk bangunan. Tanah tak berkohesi (dominan pasir) yang renggang harus
dipadatkan dahulu karena pada tanah-tanah seperti ini mudah terjadi peristiwa liquefaction
bilamana terjadi getaran yang cukup kuat (dari gempa bumi atau lainnya).

Metode deep compaction antara lain:


a. Precompression, yaitu mempercepat penurunan dengan cara menambahkan beban
sebelum pelaksanaan konstruksi dengan tujuan untuk menaikkan kuat geser tanah.
b. Peledakan, yaitu cara pemadatan dengan menggunakan bahan peledak.
c. Dynamic compaction, yaitu pemadatan dengan menjatuhkan beban berat dari
ketinggian tertentu. Energi benturan ini menciptakan getaran dan mengatur ulang
partikel-partikel tanah yang ada dan mendorong keluar gas dan air terkandung dalam
partikel didalam tanah asal.
d. Vibrocompaction, merupakan cara yang menggunakan alat penggetar yang dilakukan
dengan cara memasukkan alat tersebut kedalam tanah yang renggang sampai pada
kedalaman lapisan tanah terbawah yang ingin dipadatkan. Termasuk dalam cara
vibrocompaction ini merupakan penggunaan tiangtiang pancang untuk pemadatan.
e. Compaction grouting, merupakan pemadatan dengan mencampurkan semen dan air
yang diinjeksikan dengan tekanan ke dalam rongga, pori, rekahan dan retakan batuan
yang selanjutnya cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat.

8. Apa yang dimaksud dengan grout dan grouting?


Jawab:
Grout adalah campuran kering semen dan tanah, sedangkan grouting adalah pekerjaan
menginjeksikan cairan campuran semen dan air dengan tekanan ke dalam rongga, pori,
rekahan dan retakan batuan yang selanjutnya cairan tersebut dalam waktu tertentu akan
menjadi padat.

9. Sebutkan dan jelaskan material/bahan apa saja yang bisa dipakai dalam grouting!
Jawab:
Material grouting terdiri dari campuran semen, air, dan kemungkinan akan ditambahkan
pasir halus, bentonit dan campuran grout harus ditentukan oleh Direksi dilapangan agar
memenuhi kebutuhan dari kondisi tanah yang ditemui pada tiap lubang.
a. Air
Air yang digunakan untuk pencucian, pengeboran, pengetesan, dan campuran grouting
harus sesuai dengan persyaratan.
b. Semen
Semen yang digunakan dalam persiapan campuran grouting harus sesuai dengan
persyaratan.
c. Pasir (Fine Agregat)
Pasir yang digunakan dalam persiapan campuran grouting harus sesuai dengan
persyaratan dimana persyaaratan gradasinya harus dalam batasan.
d. Admixture
Admixture yang digunakan dalam persiapan campuran grouting harus sesuai dengan
persyaratan
e. Bentonite
Bentonite yang disetujui untuk digunakan dalam persiapan campuran grouting harus
berupa bubuk. Bentonit harus mengalami hydrasi paling sedikit 12 jam sebelum
digunakan dalam campuran grouting.

10. Apa yang dimaksud dengan metoda soil nailing?


Jawab:
Soil nailing adalah teknik perkuatan tanah in-situ untuk menjaga kestabilan galian tanah
dengan cara memasukan perkuatan dengan ukuran relatif kecil (biasanya besi beton) yang
dipasang dengan spasi yang dekat ke dalam massa tanah sehingga secara lokal tanah
menjadi stabil.

11. Sebutkan dan jelaskan aplikasi metoda soil nailing dalam rekayasa geoteknik!
Jawab:
1. Stabilisasi lereng pada jalan raya.
2. Lereng galian basement untuk gedung tinggi.
3. Rangka terowongan untuk lereng terstratifikasi yang curam dan tidak stabil.
4. Stabilisasi jalur kereta api dan jalan raya memotong lereng
5. Struktur penggalian penahan di daerah perkotaan untuk bangunan tinggi dan fasilitas
bawah tanah
6. Konstruksi dan perkuatan abutment jembatan dengan batas kompleks yang melibatkan
dukungan dinding di bawah pondasi

12. Sebutkan dan jelaskan tipe nail yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
Jawab:
a. Grouted nail: Baja di masukkan ke dalam lubang berikutnya ujungnya ditutup dengan
semen. Menggunakan tulangan baja dengan grouting.
b. Driven nail: Baja di masukkan ketanah langsung meskipun proses penggalian masih
dilaksanakan biasa dilaksanakan untuk perkuatan sementara. Menggunakan jenis nail
tulangan baja dan baja profil siku.
c. Self-drilling soil nail: proses pemboran lubang serta memasukkan batang baja dan
proses grouting dilaksanakan secara simultan selama proses memasukkan batang baja,
merupakan metode tercepat untuk menghindari korosi. Menggunakan baja tulangan
dilapisi pipa pelindung (fabrikasi) dan pipa baja pratarik.
d. Jet-grouted soil nail: dilakukan jika tanah mudah longsor, saat penggalian dan membuat
lubang kemudian di injeksi beton untuk menghindar korosi. Menggunakan naik berupa
pipa baja komposit.
e. Launching soil nail: Batang baja di masukkan dengan tekanan udara tinggi, metode ini
sangat cepat, kesulitan hanya mengontrol kedalaman masuknya batang baja.

13. Sebutkan dan jelaskan alat-alat yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
Jawab:
a. Peralatan bor, ada beberapa jenis umum dari peralatan pengeboran, yaitu rotary air-
flushed and water-flushed, down-thehole hammer, dan tri-cone bit.
b. Ground mixing equipment, dalam rangka untuk menghasilkan keseragaman grout
campuran, tinggi kecepatan miker geser koloid harus dipertimbangan.
c. Shotcreting equipment, metode campuran kering akan membutuhkan katup pada nosel
stopkontak untuk memeriksa jumlah penyuntikan air ke dalam aliran bertekanan tinggi
campuran pasir/semen.
d. Kompresor, kapasitas min 9m3/min.

14. Sebutkan dan jelaskan material yang biasa dipakai dalam metoda soil nailing!
Jawab:
a. Batang baja ulir sebagai tendon
Batang baja ulir menerus tanpa sambungan atau las, baru, lurus, dan tidak rusak.
b. Centralizers
Dibuat dengan menggunakan bahan PVC atau bahan sintetik lainnya yang tidak
membahayakan batang baja (kayu tidak boleh digunakan)
c. Grout
Semen atau campuran antara semen dan pasir.
d. Bahan Tambah (Admixture)
Campuran untuk mengontrol bleed pada beton, memperbaiki flowability, mengurangi
kadar air, memperlama waktu set beton untuk grout, dapat digunakan setelah diperiksa
dan disetujui.
e. Semen
Sesuai ketentuan AASHTO M85/ASTM C 150, tipe, I, II, III atau V. Semen disimpan agar
tidak mengalami hidrasi parsial atau kelembaban. Semen yang telah mengeras atau
membongkah tidak boleh digunakan.
f. Agregat Halus
Sesuai keterangan AASHTOM6/ASTM C33.
g. Baja Tulangan
Baja tulangan harus dilindungi terhadap kotoran, karat. dan cairan kimia tertentu
sebelum dipasang.
15. Sebutkan dan jelaskan metoda konstruksi dalam metoda soil nailing?
Jawab:
Perkuatan tanah dengan metode ini dengan memanfaatkan tekanan pasifyang akan
dikerahkan jika terjadigerakan. Hal ini dapat digunakan untukmempertahankan galian
danmenstabilkan lereng alam (tanah asli) dengan menciptakan suatu perkuatanstruktur
penahan tanah (Abramson, etal., 2002), yang umumnya di pasangpasang dengan sudut 10° –
20° terhadapbidang datar tanah dan Pemasangan dilakukan dari atas ke bawah (Top
DownConstructed).
Soil nailing termasuk katagori perkuatan kaku (rigid) yang dapatmemikul gaya normal, gaya
lintang dangaya momen, sangat cocok digunakanlereng alam. Pada pemakuan tanahuntuk
penahan galian, tulangan-tulanganumumnya terbuat dari batang-batangbaja, pipa baja atau
batang metal Paku-pakuatau Tulangan-tulangan dipasangdengan cara menekan atau
mengeborlebih dahulu, dan kemudian di grouting(ditutup dengan larutan semen).

16. Sebutkan dan jelaskan keuntungan dan kerugian metoda soil nailing!
Jawab:
Kelebihan Soil Nailing
– Peralatan konstruksinya mudah dipindahkan dan dapat digunakan pada lokasi yang
sempit.
– Tekniknya fleksibel, mudah untuk dimodifikasi.
– Tidak menimbulkan kebisingan.
– Lebih sedikit gangguan pada properti/bangunan disekitarnya.
– Membutuhkan ruang “shoring” yang lebih sedikit.
– Volume baja untuk nail bars dalam soil nailing lebih sedikit dibandingkan dengan ground
anchors, karena umumnya batangan baja dalam soil nailing lebih pendek. Material yang
dibutuhkan juga relatif lebih sedikit, jika dibandingkan dengan ground anchors.
– Luas area yang dibutuhkan dalam masa konstruksi lebih kecil dibandingkan dengan teknik
lain, sehingga cocok untuk pekerjaan yang memiliki areal konstruksi terbatas.
– Dinding dengan soil nailing relatif lebih fleksibel terhadap penurunan, karena dinding
untuk soil nailing lebih tipis jika dibandingkan dengan dinding gravitasi.

Kelemahan soil nailing


– Metode soil nailing tidak dapat digunakan untuk tanah jenuh air.
– Tidak cocok digunakan untuk tanah dengan gaya geser yang sangat rendah, tidak juga pada
pasir dan kerikil yang kohesinya buruk.
– Lereng tanah harus dapat mempertahankan bentuknya tanpa bantuan konstruksi penahan
lain, pada saat proses “nailing” berlangsung dan sebelum shotcrete diaplikasikan.
– Drainase baik adalah hal yang penting, terutama untuk struktur yang permanen
– Soil nailing tidak cocok diaplikasikan untuk struktur yang membutuhkan kontrol ketat
terhadap deformasi. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan post tension nail, namun
langkah ini akan meningkatkan biaya kosntruksi.
– Pelaksanaan konstruksi soil nailing relatif lebih sulit, sehingga membutuhkan kontraktor
yang ahli, dan berpengalaman.

17. Apa yang dimaksud dengan geosintetik dalam rekayasa geoteknik?


Jawab:
Geosintetik adalah material sintetik yang digunakan dalam permasalahan geoteknik dan
dikombinasikan dengan tanah. Material sintetik merupakan hasil polimerisasi dari industri-
industri kimia atau minyak bumi. Penggunaan bahan sintetik ini berkaitan dengan sifat
ketahanan (durabilitity) material sintetik terhadap senyawa-senyawa kimia, pelapukan,
keausan, sinar ultra violet dan mikroorganisme. Polimer utama yang digunakan untuk
pembuatan geosintetik adalah Polyester (PET), Polyamide (PM), Polypropylene (PP), dan
Polyethylene (PE).

18. Sebutkan dan jelaskan tipe geosintetik yang banyak digunakan dalam rekayasa geoteknik!
Jawab:
a. Geogrids (uniaxial dan biaxial)
Produk geotekstil yang berupa lubang-lubang berbentuk segi empat (geotextile grid)
atau lubang berbentuk jaring (geotextile net) , biasanya terbuat dari bahan Polyester
(PET) atau High Density Polyethylene (HDPE).
b. Geotextile (nonwoven dan woven)
Bahan lulus air dari anyaman (woven) atau tanpa anyaman (non-woven) dari benang-
benang atau serat- serat sintetik.
c. Geomembranes
Geosintetik yang bersifat impermeable atau tidak tembus air, biasanya dibuat dari
bahan high density polyethylene (HDPE).
d. Geonet
Material seperti grid yang dibentuk oleh dua set lapis polimer yang tidak rata, berlajur-
lajur dari material polymer ekstruded yang kemudian digabungkan menjadi satu, dimana
orientasi gridnya membentuk suatu sudut tertentu.
e. Geosynthetic Clay Liner
Terdiri dari bentonite yang dilapisi oleh geotekstil, bentonite biasanya diperkuat dengan
jahitan atau needle punching. GCL memiliki fungsi utama sebagai pemisah antara lapisan
tanah dan air.

19. Sebutkan dan jelaskan fungsi geosintetik dalam rekayasa geoteknik!


Jawab:
a. Sebagai separasi/pemisah, yaitu sebagai pemisah antara dua jenis lapisan tanah yang
berbeda granulasinya, atau dua jenis lapisan dari material yang berbeda yang harus
dipisahkan, tanpa mencegah sirkulasi air.
b. Sebagai filter, yaitu untuk mencegah migrasi partikel-partikel dari tanah atau lumpur
bersama aliran air.
c. Sebagai perkuatan, yaitu sebagai pengikat pada konstruksi dinding penahan tanah,
seperti pada bahu jalan dan lereng-lereng.
d. Sebagai drainase, yaitu untuk mengalirkan air dari tanah secara vertikal maupun
horizontal.
e. Sebagai lapis kedap, yaitu pabila fungsi filtrasi adalah hanya mencegah partikel kecil
dengan kata lain sifat cairan dapat dialirkan, maka fungsi Lapis Kedap ini justru
keduanya. Yaitu untuk mencegah merembesnya cairan atau material yang tidak
diinginkan ke dalam tanah. Tujuannya agar tanah tidak mengalami kontaminasi .
f. Sebagai stabilisasi, yaitu dalam rangka menyebarkan beban pada tanah lunak agar lebih
merata, sehingga tanah tsb dapat menopang dengan baik konstruksi yang akan
dibangun di atasnya.
20. Sebutkan dan jelaskan aplikasi geosintetik dalam rekayasa geoteknik!
Jawab:
1. Populer dalam proyek konstruksi di Indonesia terutama dalam pembangunan jalan di
atas tanah lunak seperti di pulau Sumatera dan Kalimantan yang banyak terdapat tanah
gambut.
2. Sebagai filter pada konstruksi penahan gelombang baik di tepian pantai maupun lepas
pantai .
3. Sebagai drainase di belakang abutmen atau dinding penahan tanah.
4. Untuk mencegah bercampurnya lapis pondasi jalan dengan tanah dasar yang lunak
sehingga integritas dan tebal rencana struktur jalan dapat dipertahankan.
5. Untuk menahan tegangan atau deformasi pada struktur tanah.
6. Untuk menjaga fluktuasi kadar air pada tanah ekspansif atau digunakan pada
penampungan sampah.
7. Tikar geotekstil (mat) digunakan untuk mencegah erosi tanah akibat hujan dan aliran air.