Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENDIDIKAN AGAM ISLAM

GENDER DALAM ISLAM

DI SUSUN

RISKA YUNIAR SUNDARI

NIM.164210449

DOSEN PEMIMPIN:

M. TAUFIK ABU ITHFA, M.ag

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

POLTEKKES KEMENKES PADANG

T.A 2016/2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Fiqih islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang paling dikenal oleh
masyarakat. Ini karena fiqih terkait langsung dengan kehidupan masyarakat.Dari sejak lahir
sampai dengan meninggal dunia manusia selalu berhubungan dengan fiqih. Tentang siapa
misalnya yang harus bertanggung jawab memberi nafkah terhadap dirinya, siapa yang
menjadi ibu bapaknya, sampai ketika ia dimakamkan terkait dengan fiqih. Karena sifat dan
fungsinya yang demikian itu, maka fiqih dikategorikan sebagai ilmu al-hal, yaitu ilmu yang
berkaitan dengan tingkah laku kehidupan manusia, dan termasuk ilmu yang wajib dipelajari,
karena dengan ilmu itu pula seseorang baru dapat melaksanakan kewajiban mengabdi kepada
Allah melalui ibadah seperti salat, puasa, haji, dan sebagainya.

Dengan fungsinya yang demikian itu tidak mengherankan jika fiqih termasuk ilmu
yang pertama kali diajarkan kepada anak-anak dari sejak dibangku Taman Kanak-Kanak
sampai dengan ia kuliah di perguruan tinggi. Dari sejak kanak-kanak seseorang sudah mulai
diajari berdoa, berwudlu, shalat, dan sebagainya, dilanjutkan sampai ke tingkat dewasa di
perguruan tinggi, para mahasiswa mempelajari fiqih secara lebih luas lagi, yaitu tidak hanya
mnyangkut fiqih ibadah, tetapi juga fiqih muamalah, seperti jual beli, perdagangan, sewa-
menyewa, gadai-menggadai, dan perseroan; dilanjutkan dengan fiqih dengan peradilan tindak
pidana, masalah rumah tangga, perceraian, sampai dengan masalah perjanjian, peperangan,
dan pemerintahan. Keadaan fiqih yang demikian itu tampak menyatu dengan misi agama
Islam yang kehadirannya untuk mengatur kehidupan manusia agar tercapainya ketertiban dan
keteraturan, dengan Rasulullah SAW.Sebagai aktor utamanya yang melaksanakan aturan-
aturan hukum tersebut sebagai ilmu al-hal.

Berdasarkan pada pengamatan terhadap fungsi hukum Islam atau fiqih tersebut, maka
muncullah serangkaian penelitian dan pengembangan hukum Islam, yaitu penelitian yang
ingin melihat seberapa jauh produk-produk hukum Islam tersebut masih sejalan dengan
tuntutan zaman, dan bagaimana seharusnya hukum Islam itu dikembangkan dalam rangka
merespons dan menjawab secara konkret berbagai masalah yang timbul di masyarakat.
Penelitian ini dinilai penting untuk dilakukan agar keberadaan hukum islam atau fiqih tetap
akrab dan fungsional dalam memandu dan membimbing perjalanan umat.
B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Gender ?

2. Bagaimana Gender dalam pandangan Islam?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui makna Studi Islam lebih jelas.

2. Untuk mengetahui Studi Islam tentang gender dalam pandangan Islam.

D. Manfaat Penulisan

1. Menghasilkan deskripsi tentang pengertian gender.

2. Menghasilkan deskripsi studi islam tentang gender dalam pandangan islam.


BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Gender

Dalam buku gender, se and society, Gender adalah behavior differences antara laki-
laki dan perempuan yang socially differences yakni perbedaan yang bukan kodrat atau
ciptaan Tuhan melainkan diciptakan oleh laki-laki dan perempuan melalui proses sosial dan
budaya yang panjang.

Dalam buku Women’s studies Encyclopedia, Gender adalah suatu konsep kultural
yang berkembang dimasyarakat yang berupaya membuat perbedaan peran, perilaku,
mentalitas dan karakter emosional antara laki - laki dan perempuan.

Gender pada mulanya adalah suatu klasifikasi gramatikal untuk benda-benda menurut
jenis kelaminnya. Kesetaraan gender sering dituntut secara tidak proposional. Semua kondisi
tersebut tambah meramai masalah problem gender. Tentu saja keadialan dan kesetaraan
gender tidak harus berarti keramaian dalam semua hal. Perlu kearifan yang lebih objektif dan
realistis untuk mengembangkan konsep atau mengaktualisasikan konsep peran-peran gender
yang lebih proporsional dan adil.

2. Pandangan Islam Tentang Gender

Al Qur’an memandang sama antara kedudukan laki-laki dan perempuan. Tidak ada
perbedaan antara laki-laki dan perempuan, kalaupun ada maka itu adalah akibat fungsi dan
tugas-tugas utama yang dibebankan agama kepada masing-masing jenis kelamin melalui
ajaran al qur’an dan as sunnah. Sehingga perbedaan yang ada tidak mengakibatkan yang satu
merasa memiliki kelebihan atas yang lain, melainkan mereka saling melengkapi.

3. Persamaan Kedudukan Laki - Laki Dan Perempuan Dalam Al Qur’an

Islam tidak membedakan antara laki - laki dan perempuan dalam pengabdian. Perempuan dan
laki-laki diciptakan dengan derajat yang sama. Dalam segi mendapat godaan, bahwa godaan
dan rayuan iblis berlaku bagi laki - laki dan perempuan.
4. Teori Dalam Pendekatan Analisis Gender

 Marginalisasi ( pemiskinan ekonomi )


 Subordinasi ( anggapan tidak penting dalam keputusan politik )
 Pembentukan stereotipe ( pelabelan negatif )
 Violence ( Kekerasan )
 Beban kerja

5. Feminisme……..????

Keperempuan atau yang sering disebut feminisme menjadi kontroversial hal ini dipicu
oleh konstruk feminisme itu sendiri yang dibangun diatas kesadaran, ketertindasan kaum
perempuan.Kesadaran inilah yang menjadikan feminisme memiliki karakter memihak dan
tidak jarang menggugat.

Yang dimaksud teologi feminisme adalah suatu paham keagamaan yang ditarik dari
pengalaman.

a. Teori Feminisme :

Feminisme liberal => teori yang beranggapan bahwa latar belakang dan ketidakmampuan
kaum wanita bersaing dengan laki-laki.

Feminisme radikal=>teori yang berpendapat bahwa akar penindasan laki-laki terhadap


perempuan adalah jenis kelamin itu sendiri ( biologis ) dan
ideologi patriarkinya.

Feminisme marxisme => aliran yang berpendapat bahwa penyebab penindasan adalah bagian
dari penindasan kelas dalam hubungan reproduksi yang bersifat
struktur

Feminisme social => menurut teori ini penilaian dan anggapan terhadap perbedaan
biologi laki-laki dan perempuan ( kontruksi sosial ).

Feminisme islam=> menurut teori ini islam memberikan kesejajaran antara laki-laki dan
perempuan dalam melakukan karya (‘amal).
b. Teologi Feminisme Dan Dominasi Patriarkhi Dalam Islam

Patriarkhi yang perpijak dari konsep superioritas laki - laki dewasa atas perempuan
dan anak-anak telah menjadi isu sentral dalam wacana feminisme. Laki-laki sebagai patriarch
( penguasa anggota keluarga ). Perempuan dipandang sebagai makhluk inferior,emosional
dan kurang akalnya. Budaya patriarkhi terjadi karena adanya dominasi kelompok tertentu
terhadap kelompok lain.

c. Feminisme Di Dunia Islam

Feminisme sudah dikenal sejak awal 1970, feminisme muncul di berbagai jurnal dan
surat kabar. Tahun 1980 masih banyak orang yang asing mendengar feminisme, apalagi
menjadi seorang feminis.Banyak orang menganggap bahwa feminisme adalah gerakan para
perempuan yang anti laki - laki.1997, feminisme sudah mulai diterima, meskipun dengan
sikap yang ekstra hati-hati.

6. Tinjauan Biomedik Terhadap Problematika Gender

 Kesetaraan gender sering dituntut secara tidak proposional


 Perkembangan gender tidak bisa lepas dari identitas seksual dan pengembangan peran
gender
 Perbedaan jenis seks yang menjadi tolak pengembangan peran gender itu sudah
terjadi sejak masa konsepsi
 Pertumbuhan jaringan otak pun berbeda antara laki-laki dan perempuan.
 Muncul gerakan feminisme sebagai gerakan untuk mengembalikan harkat dan
martabat kaum perempuan.

7. Pendapat Beberapa Tokoh Tentang Gender

Oakley (1972) dalam karyanya gender, se and society, mendefinisikan gender dengan
perbedaan antara laki-laki dan perempuan berdasar kontruksi sosial bukan berdasar biologi
dan bukan kodrat Tuhan.

Caplan (1987) dalam bukunya the cultural construction of sexuality menyebut perbedaan
antara laki-laki dan perempuan bukan sekedar biologi, namun secara sosial dan kultural.
8. Gender Di Era Kapitalisme

Awal jatuhnya status perempuan yakni dimulai sejak perubahan organisasi kekayaan
dan akhirnya perempuan direduksi menjadi bagian dari properti.Dalam era kapitalisme
modern penindasan perempuan diperlukan karena menguntungkan kapitalisme.Perempuan
juga berberan dalam reproduksi buruh sehingga memungkinkan harga tenaga kerja murah
sehingga menguntungkan kapitalis.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ilmu fiqih adalah ilmu yang menjelaskan tentang aturan hukum, amal-amal yang zahir bagi
kalangan mukalaf seperti ibadah dan muamalah, untuk mengetahui yang haram dan yang
halal dari amal tersebut, dan yang diisyariatkan serta yang tidak. Kata fiqih dipakai untuk
nama segala hukum agama, baik yang berhubungan dengan kepercayaan ataupun yang
berhubungan dengan muamalah praktis. Segala hukum dinamai fiqih dan memahami hukum
dinamai juga paham dengan fiqih.

Fiqih atau hukum Islam tumbuh berkembang hingga sampai ke puncak perkembangannya
menuju kesempurnaan. Fiqih islam tumbuh dari suatau yang telah ada yang terdapat pertama
kali menjadi pendukung hukum Islam yang juga pengembangan ke penjuru dunia.

Fiqih Islam meliputi pembahasan yang mengenai individu, masyarakat dan negara,
melengkapi bidang ibadah, muamalah, kekeluargaan, perikatan kekayaan, warisan, kriminal,
peradilan, acara pembuktian, kenegaraan, dan hukum - hukum internasional.Oleh karena itu,
para ulama membagi ilmu fiqih pada garis besarnya menjadi dua bagian pokok.
DAFTAR PUSTAKA

Prof.Dr.H.Khoiruddin Nasution,MA.2009.Pengantar Studi Islam,Yogyakarta:ACAdeMIA

Dra.Siti Ruhaini Dzuhayatin,MA.2002.Rekonstruksi Metodologis Wacana Kesetaraan


Gender dalam Islam,Yogyakarta: PSW IAIN SUNAN KALIJAGA

Mansour Fakih,dkk.1996.Membincang Feminisme Diskursus Gender Perspektif


Islam.Surabaya:Risalah Gusti