Anda di halaman 1dari 3

Appendisitis Akut

No. Dokumen : 440/C.VII.SOP.087.08/436.6.3.7/2014


No. Revisi :01
SOP Tanggal : 7 Agustus 2014
Terbit
Halaman :1 UPTD Puskesmas Sememi
KOTA dr. Lolita Riamawati
SURABAYA NIP 196908262002122003

1. Pengertian Appendicitis akut adalah radang yang timbul secara mendadak pada apendik,
merupakan salah satu kasus akut abdomen yang paling sering ditemui, dan jika
tidak ditangani segera dapat menyebabkan perforasi.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah penatalaksanaan Appendisitis
Akut dalam rangka perbaikan mutu dan kinerja di Puskesmas Sememi.
3. Kebijakan Permenkes no. 5 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.
4. Referensi Permenkes no. 5 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer halaman 107-111.
5. Prosedur/ 1. Petugas menanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan oleh pasien.
Langkah Keluhan: Nyeri perut kanan bawah, mula-mula daerah epigastrium
kemudian menjalar ke Mc Burney, muntah, disuria,demam.
2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien.
3. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien dimulai dengan pemeriksaan
kepala/leher, dada, perut dan ekstrimitas.
Pemeriksaan abdomen:
 Terdapat nyeri tekan Mc.Burney
 Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan)
 Adanya defens muscular.
 Rovsing sign positif
 Psoas sign positif
 Obturator Sign positif
 Perkusi : nyeri ketok (+)
 Auskultasi : Peristaltik normal, peristaltik (-) bila terjadi perforasi
4. Pemeriksaan penunjang untuk skrining: darah lengkap.
5. Penegakan diagnosis appendicitis akut.
6. Pemberian terapi:
Pasien yang telah terdiagnosis Appendisitis akut harus segera dirujuk ke
layanan sekunder untuk dilakukan operasi cito
a. Non-farmakologis
1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)
2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan apapun
melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika ada dehidrasi.
4. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung dan untuk
mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anestesi.
5. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya 4-6 jam
sebelum dilakukan pembedahan.
6. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung agar
mengurangi distensi abdomen dan mencegah muntah.
b. Farmakologi
1. Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat adalah
apendiktomi dan merupakan satu-satunya pilihan yang terbaik.
2. Penundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat
mengakibatkan abses atau perforasi. Insidensi apendiks normal yang
dilakukan pembedahan sekitar 20%.
3. Antibiotik spektrum luas
7. Kriteria Rujukan
Pasien yang telah terdiagnosis harus dirujuk ke layanan sekunder untuk
dilakukan operasi cito.
Appendisitis Akut
UPTD No. Dokumen : 440/C.VII.SOP.087.08/436.6.3.7/2014
dr. Lolita Riamawati
Puskesmas No. Revisi :01
SOP NIP 196908262002122003
Sememi Tanggal Terbit : 7 Agustus 2014
Halaman :2

6. Diagram
Alir Mulai

Anamnesa & Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang untuk skrining: DL

Penegakan diagnosis: Appendicitis akut

Pemberian terapi:

Pasien yang telahterdiagnosis Appendisitis akut harus segera dirujuk


ke layanan sekunder untuk dilakukan operasi cito
a. Non-farmakologis
1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)
2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak diberikan
apapun melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika ada
dehidrasi.
4. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung dan
untuk mengurangi bahaya muntah pada waktu induksi anestesi.
5. Anak memerlukan perawatan intensif sekurang-kurangnya 4-6 jam
sebelum dilakukan pembedahan.
6. Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung agar
mengurangi distensi abdomen dan mencegah muntah.
b. Farmakologi
1. Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat adalah
apendiktomi dan merupakan satu-satunya pilihan yang terbaik.
2. Penundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat
mengakibatkan abses atau perforasi. Insidensi apendiks normal yang
dilakukan pembedahan sekitar 20%.
3. Antibiotik spektrum luas

Rujuk RS bila sudah terdiagnosis

Selesai

7. Unit terkait  Loket


 Unit layanan UGD
 Laboratorium
 Apotek
Appendisitis Akut
UPTD No. Dokumen : 440/C.VII.SOP.087.08/436.6.3.7/2014
dr. Lolita Riamawati
Puskesmas No. Revisi :01
SOP NIP 196908262002122003
Sememi Tanggal Terbit : 7 Agustus 2014
Halaman :3

8. Rekaman Historis Perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai


diberlakukan
1 Template Menyesuaikan dengan format 1 mei 2015
akreditasi