Anda di halaman 1dari 2

SPO FARINGITIS AKUT

No. Dokumen :

No. Revisi :

SPO Tanggal Terbit :


KabupatenBanyum
Halan : 2/
as

Nama TTD KAPUS


Nama dan gelar Kepala
Puskesmas........
Nip..................................

Tujuan Mampu mendiagnosis dan melakukan terapi pada pasien faringitis akut

3. Kebijakan
Berlaku pada semua pasien faringitis akut

4. Referensi

5. Prosedur/ Langkah-
1. Pengertian
langkah
1.1. Faringitis akut biasanya merupakan bagian dari infeksi
orofaring yaitu tonsilofaringitis akut atau bagian dari influensa
(Rinofaringitis).
1.2. Penyebab : virus yang menyerang jaringan limfoid faring.
1.3. Faktor pencetus atau yang memperberat iritasi makanan yang
merangsang.
1.4. Infeksi sekunder dapat terjadi oleh berbagai kuman seperti :
golongan streptokokus, stafilokokus, influensa dan kuman
anaerob.
1.5. Perjalanan penyakit bergantung pada :
1.5.1. Adanya infeksi sekunder
1.5.2. Daya tahan tubuh penderita
1.5.3. Virulensi kuman
1.6. Faringitis biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3 – 5 hari.
2. Gambaran klinis
2.1. Nyeri tenggorok dan sakit menelan, yang mungkin didahului
pilek atau influensa lainya.
2.2. Nyeri sampai ke telinga (otalgia)
2.3. Hiperemia pada jaringan linfoid di dinding belakang faring
yang kadang disertai folikel eksudat menandakan adanya
infeksi sekunder, pada permukaannya mungkin terlihat alur-alur
sekret mukopurulen.
3. Penatalaksanaan:
3.1. Istirahat dan banyak minum
3.2. Pengobatan simtomatis :
3.2.1. Demam : parasetamol 3 x 500 mg (dosis anak : 10
mg/kgbb/kali)
Ingus yang berlebihandiberikan dekongestan : efedrin 3 x 10 mg (dosis ana

6. Diagram Alir
(jikadibutuhkan)

7. Unit terkait