Anda di halaman 1dari 2

FRAKTUR TERTUTUP

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :
PUSKESMAS
GUMELAR
1. Pengertian Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi,
tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial.
Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak berhubungan
dengan lingkungan luar.
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan fraktur tertutup di
puskesmas Gumelar
3. Kebijakan SK Nomor : ……………. Tentang
4. Referensi KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015 TENTANG PANDUAN
PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
5. Prosedur Anamnesis
Keluhan
1. Adanya riwayat trauma (terjatuh, kecelakaan, dll)
2. Nyeri
3. Sulit digerakkan
4. Deformitas
5. Bengkak
6. Perubahan warna
7. Gangguan sensibilitas
8. Kelemahan otot

Faktor Risiko:
Osteoporosis

Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi (look)
Adanya deformitas dari jaringan tulang, namun tidak menembus
kulit. Anggota tubuh tdak dapat digerakkan.
2. Palpasi (feel)
a. Teraba deformitas tulang jika dibandingkan dengan sisi yang
sehat.
b. Nyeri tekan.
c. Bengkak.
d. Perbedaan panjang anggota gerak yang sakitdibandingkan
dengan sisi yang sehat. 3. Gerak (move)
Umumnya tidak dapat digerakkan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologi berupa foto polos dilakukan pemeriksaan
dalam proyeksi AP dan lateral

Penatalaksanaan
1. Semua fraktur dikelola secara emergensi dengan metode ATLS
2. Lakukan stabilisasi fraktur dengan bidai, waspadai adanya
tanda-tanda compartemen syndrome seperti edema, kulit yang
mengkilat dan adanya nyeri tekan.
3. Rujuk segera kelayanan sekunder

Kriteria Rujukan:
Pasien segera dirujuk setelah kondisi lebih stabil dengan tetap
mengawasi tanda vital.
6. Diagram Alir
(bila perlu)
7. Unit terkait
FRAKTUR TERTUTUP

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :
8.Rekaman
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis
diberlakukan
Perubahan