Anda di halaman 1dari 4

SPO GLAUKOMA KRONIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO
Tanggal Terbit:
Halaman :

PUSKESMAS Nama Kepala


ABCD Puskesmas

1. Pengertian No. ICPC-2 : F93 Glaucoma


No. ICD-10 : H40.2 Primary angle-closure glaucoma
Tingkat Kemampuan 3B

Masalah Kesehatan
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang umumnya
ditandai kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang
pandang yang bersifat progresif serta berhubungan dengan
berbagai faktor risiko terutama tekanan intraokular (TIO)
yang tinggi. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan
kedua terbesar di dunia setelah katarak. Kebutaan karena
glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada kebanyakan
kasus glaukoma dapat dikendalikan. Umumnya penderita
glaukoma telah berusia lanjut, terutama bagi yang memiliki
risiko. Hampir separuh penderita glaukoma tidak
menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut.
2. Tujuan Semua pasien yang datang ke Puskesmas ABC
mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur
3. Kebijakan SK Nomor : ……………. Tentang
4. Referensi 1. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015
TENTANG PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER
DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT
PERTAMA
2. Gerhard, K.L. Oscar, Gabriele. Doris, Peter.
Ophtalmology a short textbook. 2ndEd. New York:
Thieme Stuttgart. 2007.
3. Gondhowiardjo, T.D. Simanjuntak, G. Panduan
Manajemen Klinis Perdami, 1th Ed.Jakarta: CV Ondo.
2006.
4. James, Brus. dkk. Lecture Notes Oftalmologi. Jakarta:
Erlangga. 2005.
5. Riordan, P.E, Whitcher, J.P. Vaughan & Asbury
Oftalmologi Umum. Ed17.Jakarta: EGC. 2009.
6. Sidarta, I. Ilmu Penyakit Mata, Ed III. Cetakan V.
Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2008.
SPO GLAUKOMA KRONIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO
Tanggal Terbit:
Halaman :
7. Vaughan, D.G. Oftalmologi Umum. Edisi 14. Cetakan I.
Jakarta: Widya Medika. 2000.
8. Sumber Gambar:http://www.onmedica.com/
5.Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Pasien datang dengan keluhan yang bervariasi dan berbeda
tergantung jenis glaukoma. Glaukoma kronis dapat dibagi
menjadi glaukoma kronis primer dan sekunder.
1. Umumnya pada fase awal, glaukoma kronis tidak
menimbulkan keluhan, dan diketahui secara
kebetulan bila melakukan pengukuran TIO
2. Mata dapat terasa pegal, kadang-kadang pusing
3. Rasa tidak nyaman atau mata cepat lelah
4. Mungkin ada riwayat penyakit mata, trauma, atau
pemakaian obat kortikosteroid
5. Kehilangan lapang pandang perifer secara bertahap
pada kedua mata
6. Pada glaukoma yang lanjut dapat terjadi penyempitan
lapang pandang yang bermakna hingga menimbulkan
gangguan, seperti menabrak-nabrak saat berjalan.

Faktor Risiko
1. Usia 40 tahun atau lebih
2. Ada anggota keluarga menderita glaukoma
3. Penderita miopia, penyakit kardiovaskular,
hipertensi, hipotensi, vasospasme, diabetes mellitus,
dan migrain
4. Pada glaukoma sekunder, dapat ditemukan riwayat
pemakaian obat steroid secara rutin, atau riwayat
trauma pada mata.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana


(Objective)
Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh trias
glaukoma, yang terdiri dari:
1. Peningkatan tekanan intraokular
2. Perubahan patologis pada diskus optikus
3. Defek lapang pandang yang khas.
SPO GLAUKOMA KRONIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO
Tanggal Terbit:
Halaman :

Pemeriksaan Oftalmologis
1. Visus normal atau menurun
2. Lapang pandang menyempit pada tes konfrontasi
3. Tekanan intra okular meningkat
4. Pada funduskopi, rasio cup / disc meningkat (rasio
cup / disc normal: 0.3)

Gambar Kelainan diskus optik akibat komplikasi


glaukoma

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama.

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan oftalmologis.

Diagnosis Banding:
1. Katarak
2. Kelainan refraksi
3. Retinopati diabetes / hipertensi
4. Retinitis pigmentosa

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
Penatalaksanaan kasus glaukoma pada layanan tingkat
pertama bertujuan mengendalikantekanan intra okuler dan
merujuk ke dokter spesialis mata di rumah sakit.

Pengobatan umumnya medikamentosa dengan obat-obat


SPO GLAUKOMA KRONIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO
Tanggal Terbit:
Halaman :
glaukoma, contohnya Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari. Jenis
obat lain dapat diberikan bila dengan 1 macam obat TIO
belum terkontrol

Konseling dan Edukasi


1. Memberitahu keluarga bahwa kepatuhan pengobatan
sangat penting untuk keberhasilan pengobatan
glaukoma.
2. Memberitahu pasien dan keluarga agar pasien
dengan riwayat glaukoma pada keluarga untuk
memeriksakan matanya secara teratur.

Kriteria Rujukan
Pada glaukoma kronik, rujukan dilakukan segera setelah
penegakan diagnosis.

Peralatan
1. Snellen chart
2. Tonometer Schiotz
3. Oftalmoskop

Prognosis
1. Ad vitam : Bonam
2. Ad functionam : Dubia ad malam
3. Ad sanationam : Dubia ad malam

6.Diagram Alur
7.Unit terkait
8.Rekaman
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal
Historis
mulai
Perubahan
diberlakukan