Anda di halaman 1dari 3

HEPATITIS A

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :

PUSKESMAS II Dr.M.Amir Fuad


KEMRANJEN NIP 19600217 198309 1 001

1. Pengertian No. ICPC-2 : D72 Viral Hepatitis


No. ICD-10 : B15 Acute Hepatitis A
Tingkat Kemampuan 4A

Hepatitis A adalah infeksi akut di liver yang disebabkan oleh


hepatitis A virus (HAV), sebuah virus RNA yang disebarkan
melalui rute fekal oral. Lebih dari 75% orang dewasa simtomatik,
sedangkan pada anak <6 tahun 70% asimtomatik. Kurang dari 1%
penderita hepatitis A dewasa berkembang menjadi hepatitis A
fulminan.
2. Tujuan Semua pasien Hepatitis A yang datang ke Puskesmas II
Kemranjen mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur
3. Kebijakan SK Nomor : ……………. Tentang
4. Referensi KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR HK.02.02/MENKES/514/2015 TENTANG PANDUAN
PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
5. Prosedur Anamnesis (Subjective)
Keluhan
1. Demam
2. Mata dan kulit kuning
3. Penurunan nafsu makan
4. Nyeri otot dan sendi
5. Lemah, letih, dan lesu.
6. Mual dan muntah
7. Warna urine seperti teh
8. Tinja seperti dempul

Faktor Risiko
1. Sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak
terjaga sanitasinya.
2. Menggunakan alat makan dan minum dari penderita
hepatitis.

Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)


Pemeriksaan Fisik
1. Febris
2. Sklera ikterik
3. Hepatomegali
4. Warna urin seperti teh

Pemeriksaan Penunjang
1. Tes laboratorium urin (bilirubin di dalam urin)
2. Pemeriksaan darah : peningkatan kadar bilirubin dalam
darah, kadar SGOT dan SGPT ≥ 2x nilai normal tertinggi,
dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
yang lebih lengkap.
HEPATITIS A

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :

3. IgM anti HAV (di layanan tingkat lanjutan)

Penegakan diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Diagnosis Banding
Ikterus obstruktif, Hepatitis B dan C akut, Sirosis hepatis

Komplikasi
Hepatitis A fulminan, Ensefalopati hepatikum, Koagulopati

Penatalaksanaan komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Asupan kalori dan cairan yang adekuat
2. Tirah baring
3. Pengobatan simptomatik
a. Demam: Ibuprofen 2 x 400 mg/hari.
b. Mual: antiemetik seperti Metoklopramid 3 x 10 mg/hari
atau Domperidon 3 x 10mg/hari.
c. Perut perih dan kembung: H2 Bloker (Simetidin 3 x 200
mg/hari atau Ranitidin 2 x 150 mg/hari) atau Proton Pump
Inhibitor (Omeprazol 1 x 20 mg/hari).

Rencana Tindak Lanjut


Kontrol secara berkala untuk menilai hasil pengobatan.
Konseling dan Edukasi
1. Sanitasi dan higiene mampu mencegah penularan virus.
2. Vaksinasi Hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang
berisiko tinggi terinfeksi.
3. Keluarga ikut menjaga asupan kalori dan cairan yang
adekuat, dan membatasi aktivitas fisik pasien selama fase
akut.

Kriteria Rujukan
1. Penegakan diagnosis dengan pemeriksaan penunjang
laboratorium
2. Penderita Hepatitis A dengan keluhan ikterik yang menetap
disertai keluhan yang lain.
3. Penderita Hepatitis A dengan penurunan kesadaran dengan
kemungkinan ke arah ensefalopati hepatik.

Peralatan
Laboratorium darah rutin, urin rutin dan pemeriksaan fungsi
hati

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam

6. Diagram Alur -
7. Unit terkait Balai Pengobatan,Rawat Inap,Labolatorium,KIA
HEPATITIS A

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit:
Halaman :

8.Rekaman
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis
diberlakukan
Perubahan