Anda di halaman 1dari 42

STATEMENT OF AUTHORSHIP

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah
murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini belum pernah digunakan sebagai bahan untuk tugas pada mata ajaran lain kecuali
kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama : Clifert Thimoty Walandouw (1506690561)


Dewa Ayu Widia Lestari (1506735396)
Fikry Nurrahman (1506690504)
Mata ajaran : Pengantar Akuntansi 2
Judul makalah/tugas : Analisis Laporan Keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Hari, tanggal : Kamis, 9 Juni 2016
Dosen : Sri Nurhayati S.E., M.M. S.A.S

(Clifert Thimoty W) (Dewa Ayu Widia L) (M. Fikry Nurrahman)


NPM: 1506690561 NPM: 1506735396 NPM: 1506690504

1
DAFTAR ISI

Statement of Authorship …………………………………………. 1


Daftar Isi …………………………………………. 2
I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang …………………………………………. 3
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………. 4
1.3 Tujuan Penulisan …………………………………………. 4
1.4 Manfaat Penulisan …………………………………………. 4
II. Profil Perusahaan (PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.)
2.1 Profil Singkat Perusahaan …………………………………………. 5
2.2 Struktur Kepemilikan Saham …………………………………………. 6
2.3 Struktur Organisasi …………………………………………. 6
III. Landasan Teori
3.1 Pengertian – Analisis Horizontal …………………………………………. 7
3.2 Pengertian – Analisis Vertikal …………………………………………. 7
3.3 Pengertian – Analisis Likuiditas …………………………………………. 9
3.4 Pengertian – Analisis Solvabilitas …………………………………………. 9
3.5 Pengertian – Analisis Profitabilitas …………………………………………. 11
IV. Hasil dan Pembahasan (Analisis Financial Statement PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.)
4.1 Analisis Horizontal …………………………………………. 13
4.2 Analisis Vertikal …………………………………………. 18
4.3 Analisis Likuiditas dan Solvabilitas …………………………………………. 22
4.4 Analisis Profitabilitas …………………………………………. 26
V. Kesimpulan dan Saran …………………………………………. 30
Daftar Pustaka …………………………………………. 31
Lampiran Perhitungan …………………………………………. 32
Laporan Posisis Keuangan …………………………………………. 38
Laporan Laba Rugi …………………………………………. 41

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Salah satu syarat agar suatu perusahaan terdafatr di Bursa efek Indonesia adalah publikasi
laporan keuangan perusahaan tersebut. Tujuan laporan keuangan menurut Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK) oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah
menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, serta arus kas suatu entitas,
untuk digunakan oleh beraneka ragam pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Namun laporan keuangan saja tidak cukup sebagai dasar pengambilan keputusan oleh para
pelaku bisnis karena laporan keuangan tidak mencakup informasi lain yang lebih mendalam
mengenai kinerja perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan seperangkat teknik alanlisis yang dapat
menginterpretasikan informasi Laporan keuangan secara relevan. Salah satu teknik analisis yang
dapat di aplikasikan dalam kegiatan bisnis adalah analisis rasio keuangan dan analisis vertikal-
horizontal.
Analisis rasio keuangan (financial ratio) menilai kinerja keuangan perusahaan berdasarkan
data perbandingan masing-masing unsur yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan
Neraca, Laporan Laba Rugi serta Laporan Arus Kas dalam periode tertentu. Analisis rasio
keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan (forcasting) reaksi para calon investor
dan kreditur serta hasil usaha di masa yang akan datang.
Analisis vertikal membandingkan masing-masing pos dalam periode berjalan untuk
melihat adanya hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Analisis
vertikal juga dapat diterapkan untuk beberapa periode untuk melihat adanya perubahan analisis
sejalannya waktu. Sementara analisis vertikal membandingkan laporan keuangan untuk beberapa
periode sehingga perkembangannya dapat di analisis sesuai dengan fluktuasi jumlah pos yang ada.
Ketiga analisis tersebut dapat memberi gambaran mengenai kualitas perusahaan pada
pelaku bisnis, memprediksi laba dan rugi perusahaan di masa yang akan datang, serta menilai
kemampuan perusahaan untuk membayar hutang. Para investor dapat menilai peluang suatu
perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk inverstasinya.
Untuk membuktikan hal diatas, penulis memutuskan untuk praktik langsung dengan
melakukan analisis rasio dan analisis vertikal-horizontal. Ada pun perusahaan yang penulis pilih

3
adalah PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan
dagang, yang lumayan terkenal di Indonesia. Penulis mengharapkan analisis tersebut dapat
memberikan gambaran dan menilai kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah sebagai ruang lingkup penulisan akan dibatasi
pada hal-hal berikut :
1.2.1 Bagaimana kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 – 2015,
dengan menggunakan analisis horizontal terhadap laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi ?
1.2.2 Bagaimana kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 – 2015
dengan menggunakan analisis vertikal terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi ?
1.2.3 Bagaimana kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 –
2015 dalam likuiditas perusahaan, profitabilitas usaha, dan keputusan pendanaan dengan
menggunakan analisis likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi ?

1.3 Tujuan Penulisan


Beberapa tujuan yang diharapkan dari penulisan ini :
1.3.1 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan
analisis horizontal.
1.3.2 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan
analisis vertikal.
1.3.3 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan
analisis rasio.
1.3.4 Memenuhi tugas akhir Pengantar Akuntasi 2.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan ini :
1.4.1 `Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
melalui analisis horizontal.
1.4.2 Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
melalui analisis vertikal.
1.4.3 Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
melalui analisis rasio.

4
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Profil Singkat Perusahaan


PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. adalah perusahaan terkemuka dengan operasi mulai dari
produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi yang beredar di pasar.
Indofood mengkapitalisasi model bisnis tangguh dengan lima grup strategi sebagai pelengkap,
yaitu: Consumer Branded Products yang kegiatan usahanya dilakukan oleh PT. Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk., terdaftar di Bursa Efek Indonesia semenjak 7 Oktober 2010. ICBP
merupakan salah satu produsen terkemuka di Indonesia, dengan berbagai macam produk
konsumen.
Pada tahun 2013, ICBP memulai bisnis minuman non-alkohol, dan telah memiliki portofolio
seperti teh siap minum, air kemasan, minuman ringan berkarbonasi dan minuman jus buah.
Dalam beberapa dekade ini PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk (“Indofood” atau “Perseroan”)
telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan
operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan
pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Kini, Indofood
dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam
menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model
bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (“Grup”) yang saling melengkapi
sebagai berikut:
Produk Konsumen Bermerek (“CBP”). Kegiatan usahanya dilaksanakan oleh PT. Indofood
CBP Sukses Makmur, Tbk (“ICBP”), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
sejak tanggal 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen makanan dalam kemasan
terkemuka di Indonesia yang memiliki berbagai jenis produk makanan dalam kemasan. Berbagai
merek produk ICBP merupakan merek–merek yang terkemuka dan dikenal di Indonesia untuk
makanan dalam kemasan.
Bogasari, memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan
usaha Grup ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan.
Agribisnis. Kegiatan operasional di bidang agribisnis dijalankan oleh PT. Salim Ivomas
Pratama, Tbk (“SIMP”) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (“Lonsum”), yang sahamnya

5
tercatat di BEI, serta merupakan anak perusahaan Indofood Agri Resources Ltd. (“IndoAgri”),
yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Singapura. Kegiatan usaha utama Grup ini meliputi
penelitian dan pengembangan, pembibitan, pemuliaan dan pengolahan kelapa sawit hingga
produksi dan pemasaran minyak goreng, margarin dan shortening bermerek. Di samping itu,
kegiatan usaha Grup ini juga mencakup pemuliaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman
lainnya.
Distribusi, memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini
mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak–anak perusahaannya, serta
berbagai produk pihak ketiga

2.2 Struktur Kepemilikan Saham


Pemegang Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. per 29 Januari 2016
No PEMEGANG SAHAM Persentase(%) Total Shared Issue and Fully Paid

1 CAB Holdings Limited 50.07 4,396,103,450

2 Public (<5%) 49.91 1,329,770

3 Anthoni Salim (president Director) 0.02 50,000

4 Taufik Wiraatmadja (Direktur) 0 250


5 Franciscus Welirang (Director) 0 4,382,943,030

2.3 Struktur Organisasi

RUPS
(RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM)

DEWAN KOMISARIS

DEWAN DIREKSI

KOMITE AUDIT

SEKRETARIS PERUSAHAAN

6
Dewan Komisaris Direksi
Manuel Velez
Komisaris Utama Direktur Utama Anthoni Salim
Pangilinan
Benny Setiawan
Komisaris Direktur Axton Salim
Santoso
Edward Anthony
Komisaris Direktur Darmawan Sarsito
Tortorici
Franciscus
Komisaris Graham Leigh Pickles Direktur
Welirang
Robert Charles Joedianto
Komisaris Direktur
Nicholson Soejonopoetr
Komisaris
Utomo Josodirdjo Direktur Joseph Bataona
Independen
Komisaris
Adi Pranoto Leman Direktur Moleonoto
Independen
Komisaris Taufik
Bambang Subianto Direktur
Independen Wiraatmadja

Direktur Tjhie Tje Fie


Direktur Werianty Setiawan

7
BAB III
LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian – Analisis Horizontal


Analisis horizontal dilakukan dengan cara membandingkan persentase naik dan turunnya
setiap akun dalam Laporan Keuangan berjalan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya.
Persentase didapatkan melalui kanaikan atau penurunan yang dibagi dengan akun periode
sebelumnya, lalu dikali seratus persen.
Setiap item dalam laporan terbaru dibandingkan dengan item yang sama di periode lebih awal,
dengan ketentuan:
3.1.1 Jumlah naik atau turun
3.1.2 Persentase naik atau turun

3.2 Pengertian – Analisis Vertikal


Analisis vertikal merupakan perbandingan antara masing-masing pos periode berjalan dengan
pos-pos yang sama periode sebelumnya. Analisis vertikal diaplikasikan untuk tiap laporan dan
tetap memungkinkan untuk diaplikasikan pada laporan yang sama. Analisis vertikal bertujuan
untuk mengetahui hubungan signifikan antar laporan keuangan, sementara analisis vertikal anatr
periode bertujuan untuk mengetahui keadaan keuangan, perubahan yang trjadi, dan hubungan yang
signifikan dalam laporan keuangan.
Pada neraca, setiap pos aktiva disebut sebagai total aktiva, sedangkan setiap pos dari kewajiban
dan ekuitas dinyatakan sebagai persentase dari total kewajiban dan ekuitas. Pada laporan laba rugi
persentasenya berdasarkan total pendapatan atau penjualan. Namu, perubahan yang terjadi tidak
dapat melihat baik atau buruknya posisi perusahaan tanpa melihat proporsi dari setiap pos terhadap
total yang dijadikan sebagai angka dasar perhitungan persentase.
Pada analisis vertikal neraca, pel perrsentasi dihitung sebagai berikut:
3.2.1 Setiap item aset dinyatakan sebagai persentase dari total aset.
3.2.2 Setiap kewajiban dan barang ekuitas dinyatakan sebagai persentase dari total
kewajiban dan ekuitas.

3.3 Pengertian – Analisis Likuiditas


8
Analisis likuiditas adalah analisis yang dilakukan untuk menganalisis atau mengukur
kemampuan perusahaan dalam dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang akan
segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
Fred Weston dikutip dari Kasmir (2008:129): menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity
ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban (utang) jangka pendek.
Ada beberapa macam rasio yang digunakan untuk menganalisis likuiditas suatu perusahaan
antara lain :
3.3.1 Working Capital
Working Capital digunakan untuk mengevaluasi kemampuan sebuah perusahaan untuk
membayar kewajiban lancar-nya.
𝑊𝑜𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙 = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 − 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
3.3.2 Current Ratio
Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang
tersedia. Current ratio digunakan karena lebih baik menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam likuiditas-nya daripada working capital.
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
3.3.3 Quick Ratio
Rasio yang mengukur kemampuan “instan” perusahaan untuk membayar kewajiban jangka
pendek disebut quick ratio atau acid-ratio. Rasio ini adalah rasio dari total quick asset terhadap
total kewajban jangka pendek. Quick asset adalah kas dan aset lancar lainnya yang dapat secara
cepat dikonversikan menjadi kas.
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠

3.4 Pengertian – Analisis Solvabilitas


Kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban finansial (utang usaha) disebut
solvabilitas. Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba disebut profitabilitas. Analisis
solvabilitas fokus terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi baik
kewajiban lancar (current liabilities) mauun kewajiban tidak lancar (non-current liabilities).
Menurut Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008), Analisis Solvabilitas adalah analisis
yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang dan

9
mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek
maupun jangka panajang apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan).
3.4.1 Account Receivable Turnover
Account Receivable Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan
untuk menagih piutang mereka.
𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
3.4.2 Number of Days’ Sales in Receivable
Number of days’s sales in receivable adalah sebuah estimasi waktu untuk mengukur rata-
rata waktu piutang telah ditagih.
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑟𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
Dimana
𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 =
365 𝑑𝑎𝑦𝑠
3.4.3 Inventory Turnover
Inventory Turnover digunakan untuk mengukur aktifitas atau likuiditas dari persediaan
barang dagang perusahaan.
𝐶𝑂𝐺𝑆
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
3.4.4 Number of Days’ Sales in Inventory
Number of days’ sales in inventory adalah sebuah rasio yang mengukur tingkat waktu yang
dibutuhkan untuk menjual, membeli, ataupun menggantikan persediaan barang dagang.
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝐶𝑂𝐺𝑆
Dimana
𝐶𝑂𝐺𝑆
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝐶𝑂𝐺𝑆 =
365 𝑑𝑎𝑦𝑠
3.4.5 Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities
Ratio of fixed assets to long-term liabilities menyediakan sebuah pengukuran apakah
noteholders atau bondholders akan dibayarkan atau tidak.

10
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 (𝑛𝑒𝑡)
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑡𝑜 𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 =
𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
3.4.6 Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity
Ratio of liabilities to stockholders equity adalah rasio yang mengukur seberapa banyak
sebuah perusahaan dibiayai oleh hutang dan equity-nya.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3.4.7 Number of Interest Charges are Earned
Bagi korporasi, risiko relatif menjadi pemegang surat utang secara utuh diukur
menggunakan number of times interest charges are earned, atau disebut juga fixed charge
coverager ratio, dalam tahun tertentu. Semakin tinggi rasio, maka semakin rendah risiko
pembayaran bunga tidak dilaksanakan ketika pendapatan berkurang. Dengan kata lain,
semakin tinggi rasio, maka semakain baik jaminan atas pembayaran bunga akan dilaksanakan
dalam basis kontinu. Pengukuran ini juga menggambarkan keuatan finansial secara umum
sebuah perusahaan, yakni bunga untuk pemegang saham dan karyawan yang juga sebagai
kreditur.

𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐶ℎ𝑎𝑟𝑔𝑒𝑠 𝑎𝑟𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑


𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑡𝑎𝑥 − 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒
=
𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒

3.5 Pengertian – Analisis Profitabilitas


Analisis profitabilitas berfokus untuk melihat kemampuan perusahaandalam mendapatkan
laba. Kemampuan ini menggambarkan hasil operasi perusahaan yang ada di laporan laba-rugi.
Menurut Sofyan Safri Harahap (2008:304) : “Analisis profitabilitas adalah menganalisis
kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang
ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya”.
Macam-macam rasio yang digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan, antara lain
:
3.5.1 Ratio of Net Sales to Assets
Ratio of net sales to assets adalah rasio untuk mengukur seberapa efektif sebuah
perusahaan dalam penggunaan asset-nya.

11
𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

3.5.2 Rate Earned on Total Assets


Rasio ini merupakan pengukuran profitabilitas dari seluruh aset, dengan tidak
memperdulikan apakah aset ini dibiayai secara tunai maupun dengan utang.
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 + 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
3.5.3 Rate Earned on Stockholders’ Equity
Rasio ini mengukur profitabilitas dari modal yang dimiliki perusahaan, berupa saham, agio
saham, laba ditahan, dan juga komponen modal lainnya yang tertera di laporan keuangan
perusahaan.
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3.5.4 Rate Earned on Common Stockholders’ Equity
Rasio ini menunjukkan profitabilitas dari modal saham biasa perusahaan, terpisah dari agio
dan komponen modal lainnya.
𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 + 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠
=
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3.5.5 Earnings per Share on Common Stock
Earnings per share on common stock mengukur berapa keuntungan yang dihasilkan oleh
perusahaan untuk setiap lembar saham.
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 − 𝑃𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑟𝑒𝑑 𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 =
𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒𝑠 𝑜𝑓 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝑂𝑢𝑡𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
3.5.6 Price Earnings Ratio
Price earnings ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sebuah prospek
pendapatan masa depan perusahaan.
𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒
3.5.7 Dividend per Share of Common Stock
Dividend per share of common stock adalah rasio yang mengukur seberapa besar
pendapatan yang telah didistribusikan sebagai dividend kepada pemegang saham.

12
𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 =
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝑂𝑢𝑡𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
3.5.8 Dividend Yield
Dividend yield adalah rasio yang mengukur tingkat pengembalian kepada pemegang saham
biasa dari kas dividend.
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 =
𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑡𝑜𝑐𝑘
3.5.9 Profit Margin
Profit Margin adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua
biaya dan pengeluaran lain dikurang, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah
penjualan.
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 =
𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
3.5.10 Payout Ratio
Payout ratio adalah rasio yang mengukur seberapa persentase atau proporsi dari net income
yang didistribusikan untuk dividend.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠
𝑃𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒

13
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Horizontal (Horizontal Analysis)

4.1.1 Analisis Horizontal ( Laporan Posisi Keuangan )

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR


DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KOMPARATIF
Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Naik (Turun)


2015 2014 Jumlah %
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas 13,076,076 14,157,619 (1,081,543) (7.64)
Investasi jangka pendek 1,090,607 665,340 425,267 63.92
Piutang usaha pihak ketiga - neto 3,522,553 3,001,157 521,396 17.37
Piutang usaha pihak berelasi 733,261 553,910 179,351 32.38
Piutang bukan usaha pihak ketiga 458,089 500,602 (42,513) (8.49)
Piutang bukan usaha pihak berelasi 402,707 302,755 99,952 33.01
Persediaan - neto 7,627,360 8,446,349 (818,989) (9.70)
Uang muka dan jaminan 809,685 649,072 160,613 24.75
Pajak dibayar dimuka 302,105 351,822 (49,717) (14.13)
Beban tanaman ditangguhkan 165,308 161,819 3,489 2.16
Biaya dibayar dimuka dan aset lancar lainnya 253,910 390,760 (136,850) (35.02)
Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk
14,375,084 11,832,922 2,542,162 21.48
dijual
Total Aset Lancar 42,816,745 41,014,127 1,802,618 4.40

ASET TIDAK LANCAR


Tagihan pajak penghasilan 261,934 457,440 (195,506) (42.74)
Piutang plasma - neto 785,773 618,026 167,747 27.14
Aset pajak tangguhan - neto 2,083,290 1,742,851 340,439 19.53
Penyertaan jangka panjang 1,898,233 1,877,887 20,346 1.08
Tanaman perkebunan menghasilkan - neto 5,193,423 5,116,106 77,317 1.51
Tanaman perkebunan belum menghasilkan 3,612,838 3,197,449 415,389 12.99
Hutan tanaman industri - neto 281,726 279,221 2,505 0.90
Aset tetap - neto 25,096,342 21,982,095 3,114,247 14.17
Properti investasi 42,188 - 42,188 -
Biaya ditangguhkan - neto 676,166 596,345 79,821 13.39
Goodwill 3,976,524 3,976,524 - -
Aset tak berwujud - neto 2,628,235 2,761,473 (133,238) (4.82)
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 948,126 761,489 186,637 24.51

14
Aset tidak lancar lainnya 1,529,983 1,696,218 (166,235) (9.80)
Total Aset Tidak Lancar 49,014,781 45,063,124 3,951,657 8.77

TOTAL ASET 91,831,526 86,077,251 5,754,275 6.69

Tahun Naik (Turun)


2015 2014 Jumlah %
LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK


Utang bank jangka pendek dan cerukan 5,971,569 5,069,833 901,736 17.79
Utang trust receipts 1,747,575 3,922,784 (2,175,209) (55.45)
Utang usaha pihak ketiga 3,080,946 3,279,443 (198,497) (6.05)
Utang usaha pihak berelasi 503,958 539,400 (35,442) (6.57)
Utang lain dan uang muka yg diterima phk. ketiga 1,589,265 1,274,315 314,950 24.72
Beban akrual 2,137,266 2,084,729 52,537 2.52
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 684,417 730,683 (46,266) (6.33)
Utang pajak 352,910 478,529 (125,619) (26.25)
Utang bank (jatuh tempo dlm 1 thn) 2,949,803 1,091,748 1,858,055 170.19
Utang pembelian aset tetap (jatuh tempo dlm 1
42,942 11,349 31,593 278.38
thn)
Liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual 6,046,887 4,176,022 1,870,865 44.80
Total Liabilitas Jangka Pendek 25,107,538 22,658,835 2,448,703 10.81

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yg jatuh tempo dalam satu tahun
Utang bank 12,889,330 12,826,553 62,777 0.49
Utang obligasi 3,989,156 3,985,409 3,747 0.09
Utang pembelian aset tetap 15,466 25,914 (10,448) (40.32)
Liabilitas pajak tangguhan - neto 1,518,833 1,016,943 501,890 49.35
Utang kepada pihak-pihak berelasi 338,848 523,202 (184,354) (35.24)
Liabilitas imbalan kerja karyawan 4,775,806 4,707,196 68,610 1.46
Liabilitas estimasi atas biaya pembongkaran aset
74,956 59,001 15,955 27.04
ttp
Total Liabilitas Jangka Panjang 23,602,395 23,144,218 458,177 1.98

TOTAL LIABILITAS 48,709,933 45,803,053 2,906,880 6.35

Tahun Naik (Turun)


2015 2014 Jumlah %
EKUITAS

Modal saham - nominal Rp 100 per saham


Modal dasar - 30.000.000.000
saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
8.780.426.500 saham 878,043 878,043 - -

15
Tambahan modal disetor 522,249 522,249 - -
Laba yang belum terealisasi dari aset keuangan
tersedia untuk dijual 924,426 539,039 385,387 71.50
Selisih atas perubahan ekuitas entitas anak dan
dampak transaksi dengan kepentingan
non-pengendali 6,645,415 6,637,221 8,194 0.12
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 844,545 520,453 324,092 62.27
Bagian kelompok lepasan yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual 627,333 387,359 239,974 61.95
Saldo laba
Cadangan umum 95,000 90,000 5,000 5.56
Belum ditentukan penggunaannya 16,732,340 15,530,036 1,202,304 7.74
Kepentingan non pengendali 15,852,242 15,169,798 682,444 4.50
TOTAL EKUITAS 43,121,593 40,274,198 2,847,395 7.07

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 91,831,526 86,077,251 5,754,275 6.69

Pada tabel terlampir, dapat dilihat bahwa jumlah aset lancar perusahaan mengalami
peningkatan 4,40% atau naik sebesar Rp 1.802.618.000.000. Penyebab kenaikan tersebut
adalah adanya peningkatan pada banyak akun aset lancar (seperti akun investasi jangka
pendek, uang muka dan jaminan, aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual dll.)
yang nilainya lebih besar dari pada penurunan yang terjadi pada beberapa akun aset lancar
lainnya (seperti akun kas dan setara kas, persediaan - neto, pajak dibayar dimuka dll.)
Kenaikkan juga terjadi pada jumlah aset tidak lancar yang mengalami peningkatan sebesar
8,77% atau naik sebesar Rp 3.951.657.000.000. Penyebab utama kenaikan ini adalah
adanya kenaikkan yang signifikan pada asset tetap perusahaan (sebesar 14,17%) yang
bernilai Rp 3.114.247.000.000 dan dibarengi pula oleh peningkatan pada pos-pos terkait
lainnya (pos yang mengalami penurunan masih jauh teroffset oleh peningkatan-
peningkatan yang terjadi). Secara total PT Indofood Sukses Makmur dan entitas anaknya
mengalami peningkatan aktiva dari Rp 86.077.251.000.000 menjadi Rp
91.831.526.000.000 (atau sebesar 6,69%) pada tahun 2014 ke 2015.
Pada sisi pasiva, dapat dilihat pada tabel terlampir bahwa jumlah liabilitas
perusahaan dibandingkan dengan tahun 2014 naik 6,35% atau sekitar Rp 2,9 trilyun.
Penyumbang utama kenaikkan liabilitas adalah naiknya utang perusahaan terhadap bank
yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun serta liabilitas terkait aset kelompok lepasan
yang dimiliki untuk dijual masing-masing sebesar kurang lebih Rp 1,8 trilyun. Walaupun
pada akun liabilitas lain terdapat juga penurunan yang signifikan (contohnya akun utang
trust receipts yang turun sekitar 2,1 trilyun atau sebesar 55,45%), jumlah peningkatan
liabilitas yang terjadi lebih tinggi sehingga secara total perusahaan ini tetap mengalami
peningkatan liabilitas sebagaimana telah dipaparkan pada awal paragraf. Jumlah ekuitas
juga mengalami peningkatan sebesar 7,07% atau setara dengan Rp 2,8 trilyun dan sebagian
besar disebabkan oleh meningkatnya saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya
(sebesar kurang lebih Rp 1,2 trilyun) serta kepentingan non pengendali (sebesar kurang
lebih Rp 682 milyar). Secara total PT Indofood Sukses Makmur dan entitas anaknya

16
mengalami peningkatan pasiva dari Rp 86.077.251.000.000 menjadi Rp
91.831.526.000.000 (atau sebesar 6,69%) pada tahun 2014 ke 2015.
4.1.2 Analisis Horizontal ( Laporan Laba Rugi )
PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KOMPARATIF
Untuk Periode-Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Naik (Turun)


2015 2014 Jumlah %
OPERASI YANG DILANJUTKAN
Penjualan neto 64,061,947 63,594,452 467,495 0.74
Beban pokok penjualan (46,803,889) (46,465,617) (338,272) 0.73
LABA BRUTO 17,258,058 17,128,835 129,223 0.75

Beban penjualan dan distribusi (6,885,612) (6,241,394) (644,218) 10.32


Beban umum dan administrasi (3,495,437) (3,902,208) 406,771 (10.42)
Penghasilan operasi lain 859,172 727,004 132,168 18.18
Beban operasi lain (373,286) (392,617) 19,331 (4.92)
LABA USAHA 7,362,895 7,319,620 43,275 0.59

Penghasilan Keuangan 599,170 692,581 (93,411) (13.49)


Beban Keuangan (2,665,675) (1,552,958) (1,112,717) 71.65
Bagian atas rugi neto entitas asosiasi (334,306) (119,058) (215,248) 180.79
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4,962,084 6,340,185 (1,378,101) (21.74)

Beban pajak penghasilan (1,730,371) (1,855,939) 125,568 (6.77)


LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI
YANG DILANJUTKAN 3,231,713 4,484,246 (1,252,533) (27.93)

OPERASI YANG DIHENTIKAN


LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI
YANG DIHENTIKAN 477,788 745,243 (267,455) (35.89)

LABA TAHUN BERJALAN 3,709,501 5,229,489 (1,519,988) (29.07)

Penghasilan (rugi) komprehensif lain


Pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Laba (rugi) pengukuran kembali atas liabilitas
imbalan kerja karyawan 311,665 (29,687) 341,352 (1,149.84)
Bagian rugi komprehensif lain dari entitas
asosiasi setelah pajak (3,450) - (3,450) -

Pos yang dapat diklasifikasikan ke laba rugi:


Laba (rugi) yang belum terealisasi dari aset
keuangan tersedia untuk dijual 392,698 (27,492) 420,190 (1,528.41)
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 759,668 (324,233) 1,083,901 (334.30)
Bagian rugi komprehensif lain dari entitas

17
asosiasi setelah pajak (173,187) (74,928) (98,259) 131.14
Laba (rugi) nilai wajar atas hedging arus kas (129,548) 92,948 (222,496) (239.38)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun
setelah pajak 1,157,846 (363,392) 1,521,238 (418.62)

TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN


4,867,347 4,866,097 1,250 0.03
BERJALAN

Dari analisis horizontal atas laporan laba rugi Indofood, pada tahun 2015
perusahaan mengalami penurunan pada perolehan laba di tahun berjalan dari Rp
5.229.489.000.000 (pada tahun 2014) menjadi Rp 3.709.501.000.000 atau sebesar 29,07%.
Hal ini utamanya disebabkan oleh penurunan penghasilan keuangan sebesar sekitar Rp
93,4 milyar (atau setara 13,49% dari tahun sebelumnya) yang diikuti oleh peningkatan
beban keuangan sebesar sekitar Rp 1,1 trilyun (atau setara 71,65% dari tahun sebelumnya)
serta beban atas rugi neto entitas asosiasi sekitar Rp 215 milyar (atau setara 180,79% dari
tahun sebelumnya). Penurunan laba dari kegiatan operasi yang dihentikan (sebesar 35,89%
atau setara sekitar Rp 267 milyar) turut pula menjadi faktor yang menyebabkan penurunan
laba di tahun berjalan pada tahun 2015.
Meski demikian, ternyata penghasilan komprehensif lain setelah pajak mengalami
peningkatan sebesar kurang lebih Rp1,5 trilyun (atau 418,62% dari tahun sebelumnya). Hal
ini utamanya disebabkan oleh banyaknya pos-pos terkait yang mengalami peningkatan
secara luar biasa seperti selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (meningkat sekitar
Rp 1 trilyun atau 334,3% dari tahun sebelumnya), laba pengukuran kembali atas liabilitas
imbalan kerja karyawan (meningkat sekitar Rp 341 milyar atau 1.149,84% dari tahun
sebelumnya) serta laba yang belum tereleasiasi dari aset keuangan tersedia untuk dijual
(meningkat sekitar Rp 420 milyar atau 1528,41% dari tahun sebelumnya)
Melalui analisis horizontal ini dapat disimpulkan bahwa secara umum Indofood
masih mengalami kemajuan dan perubahan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari total laba
komprehensif pada tahun 2015 yang masih mengalami peningkatan sebesar sekitar Rp 1,25
milyar atau 0,03% dari tahun sebelumnya.

4.2 Analisis Vertikal (Vertical Analysis)

4.2.1 Analisis Vertikal ( Laporan Posisi Keuangan )


PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KOMPARATIF
Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

18
2015 2014
Jumlah % Jumlah %
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas 13,076,076 14.24 14,157,619 16.45
Investasi jangka pendek 1,090,607 1.19 665,340 0.77
Piutang usaha pihak ketiga - neto 3,522,553 3.84 3,001,157 3.49
Piutang usaha pihak berelasi 733,261 0.80 553,910 0.64
Piutang bukan usaha pihak ketiga 458,089 0.50 500,602 0.58
Piutang bukan usaha pihak berelasi 402,707 0.44 302,755 0.35
Persediaan - neto 7,627,360 8.31 8,446,349 9.81
Uang muka dan jaminan 809,685 0.88 649,072 0.75
Pajak dibayar dimuka 302,105 0.33 351,822 0.41
Beban tanaman ditangguhkan 165,308 0.18 161,819 0.19
Biaya dibayar dimuka dan aset lancar lainnya 253,910 0.28 390,760 0.45
Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk
14,375,084 15.65 11,832,922 13.75
dijual
Total Aset Lancar 42,816,745 46.63 41,014,127 47.65

ASET TIDAK LANCAR


Tagihan pajak penghasilan 261,934 0.29 457,440 0.53
Piutang plasma - neto 785,773 0.86 618,026 0.72
Aset pajak tangguhan - neto 2,083,290 2.27 1,742,851 2.02
Penyertaan jangka panjang 1,898,233 2.07 1,877,887 2.18
Tanaman perkebunan menghasilkan - neto 5,193,423 5.66 5,116,106 5.94
Tanaman perkebunan belum menghasilkan 3,612,838 3.93 3,197,449 3.71
Hutan tanaman industri - neto 281,726 0.31 279,221 0.32
Aset tetap - neto 25,096,342 27.33 21,982,095 25.54
Properti investasi 42,188 0.05 - -
Biaya ditangguhkan - neto 676,166 0.74 596,345 0.69
Goodwill 3,976,524 4.33 3,976,524 4.62
Aset tak berwujud - neto 2,628,235 2.86 2,761,473 3.21
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 948,126 1.03 761,489 0.88
Aset tidak lancar lainnya 1,529,983 1.67 1,696,218 1.97
Total Aset Tidak Lancar 49,014,781 53.37 45,063,124 52.35

TOTAL ASET 91,831,526 100.00 86,077,251 100.00

2015 2014
Jumlah % Jumlah %
LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK


Utang bank jangka pendek dan cerukan 5,971,569 6.50 5,069,833 5.89
Utang trust receipts 1,747,575 1.90 3,922,784 4.56
Utang usaha pihak ketiga 3,080,946 3.35 3,279,443 3.81
Utang usaha pihak berelasi 503,958 0.55 539,400 0.63
Utang lain dan uang muka yg diterima phk. ketiga 1,589,265 1.73 1,274,315 1.48

19
Beban akrual 2,137,266 2.33 2,084,729 2.42
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 684,417 0.75 730,683 0.85
Utang pajak 352,910 0.38 478,529 0.56
Utang bank (jatuh tempo dlm 1 thn) 2,949,803 3.21 1,091,748 1.27
Utang pembelian aset tetap (jatuh tempo dlm 1
42,942 0.05 11,349 0.01
thn)
Liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual 6,046,887 6.58 4,176,022 4.85
Total Liabilitas Jangka Pendek 25,107,538 27.34 22,658,835 26.32

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yg jatuh tempo dalam satu tahun
Utang bank 12,889,330 14.04 12,826,553 14.90
Utang obligasi 3,989,156 4.34 3,985,409 4.63
Utang pembelian aset tetap 15,466 0.02 25,914 0.03
Liabilitas pajak tangguhan - neto 1,518,833 1.65 1,016,943 1.18
Utang kepada pihak-pihak berelasi 338,848 0.37 523,202 0.61
Liabilitas imbalan kerja karyawan 4,775,806 5.20 4,707,196 5.47
Liabilitas estimasi atas biaya pembongkaran aset
74,956 0.08 59,001 0.07
ttp
Total Liabilitas Jangka Panjang 23,602,395 25.70 23,144,218 26.89

TOTAL LIABILITAS 48,709,933 53.04 45,803,053 53.21

2015 2014
Jumlah % Jumlah %
EKUITAS

Modal saham - nominal Rp 100 per saham


Modal dasar - 30.000.000.000
saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
8.780.426.500 saham 878,043 0.96 878,043 1.02
Tambahan modal disetor 522,249 0.57 522,249 0.61
Laba yang belum terealisasi dari aset keuangan
tersedia untuk dijual 924,426 1.01 539,039 0.63
Selisih atas perubahan ekuitas entitas anak dan
dampak transaksi dengan kepentingan
non-pengendali 6,645,415 7.24 6,637,221 7.71
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 844,545 0.92 520,453 0.60
Bagian kelompok lepasan yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual 627,333 0.68 387,359 0.45
Saldo laba
Cadangan umum 95,000 0.10 90,000 0.10
Belum ditentukan penggunaannya 16,732,340 18.22 15,530,036 18.04
Kepentingan non pengendali 15,852,242 17.26 15,169,798 17.62
TOTAL EKUITAS 43,121,593 46.96 40,274,198 46.79

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 91,831,526 100.00 86,077,251 100.00

20
Berdasarkan tabel terlampir, dapat dilihat bahwa persentase liabilitas terhadap total
liabilitas dan ekuitas mengalami sedikit penurunan, yaitu dari 53,21% menjadi 53,04%.
Hal ini terjadi karena peningkatan persentase yang terjadi pada pos liabilitas jangka pendek
(dari 26,32% menjadi 27,34%) dapat sedikit dilampaui oleh penurunan persentase yang
terjadi pada pos liabilitas jangka panjang (dari 26,89% menjadi 25,70%). Persentase
ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas juga tidak mengalami perubahan yang
signifikan, yaitu naik dari 46,79% menjadi 46,96%. Hal ini dikarenakan tidak terjadi
fluktuasi yang signifikan pada akun-akun terkait ekuitas. Secara umum, tidak terjadi
fluktuasi yang signifikan dalam persentase liabilitas terhadap total liabilitas dan ekuitas
serta persentase ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas.
Pada bagian aktiva perusahaan, persentase aset lancar terhadap total aset turun
sebesar 1,02%. Penurunan persentase ini paling besar disebabkan oleh akun kas dan setara
kas yang persentasenya turun dari 16,45% menjadi 14,24%. Sebaliknya persentase aset
tidak lancar terhadap total aset naik sebesar 1,02% (paling besar disebabkan oleh akun aset
tetap - neto yang persentasenya naik dari 25,54% menjadi 27,33%). Secara umum, tidak
terjadi fluktuasi yang signifikan dalam persentase aset lancar terhadap total aset dan aset
tidak lancar terhadap total aset.

4.2.2 Analisis Vertikal ( Laporan Laba Rugi )


PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KOMPARATIF
Untuk Periode-Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Tahun
2015 % 2014 %
OPERASI YANG DILANJUTKAN
Penjualan neto 64,061,947 100.00 63,594,452 100.00
Beban pokok penjualan (46,803,889) (73.06) (46,465,617) (73.07)
LABA BRUTO 17,258,058 26.94 17,128,835 26.93

Beban penjualan dan distribusi (6,885,612) (10.75) (6,241,394) (9.81)


Beban umum dan administrasi (3,495,437) (5.46) (3,902,208) (6.14)
Penghasilan operasi lain 859,172 1.34 727,004 1.14
Beban operasi lain (373,286) (0.58) (392,617) (0.62)
LABA USAHA 7,362,895 11.49 7,319,620 11.51

Penghasilan Keuangan 599,170 0.94 692,581 1.09


Beban Keuangan (2,665,675) (4.16) (1,552,958) (2.44)
Bagian atas rugi neto entitas asosiasi (334,306) (0.52) (119,058) (0.19)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4,962,084 7.75 6,340,185 9.97

Beban pajak penghasilan (1,730,371) (2.70) (1,855,939) (2.92)


LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI

21
YANG DILANJUTKAN 3,231,713 5.04 4,484,246 7.05

OPERASI YANG DIHENTIKAN


LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI
YANG DIHENTIKAN 477,788 0.75 745,243 1.17

LABA TAHUN BERJALAN 3,709,501 5.79 5,229,489 8.22

Penghasilan (rugi) komprehensif lain


Pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Laba (rugi) pengukuran kembali atas liabilitas
imbalan kerja karyawan 311,665 0.49 (29,687) (0.05)
Bagian rugi komprehensif lain dari entitas
asosiasi setelah pajak (3,450) (0.01) - -

Pos yang dapat diklasifikasikan ke laba rugi:


Laba (rugi) yang belum terealisasi dari aset
keuangan tersedia untuk dijual 392,698 0.61 (27,492) (0.04)
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 759,668 1.19 (324,233) (0.51)
Bagian rugi komprehensif lain dari entitas
asosiasi setelah pajak (173,187) (0.27) (74,928) (0.12)
Laba (rugi) nilai wajar atas hedging arus kas (129,548) (0.20) 92,948 0.15
Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun
setelah pajak 1,157,846 1.81 (363,392) (0.57)

TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN


4,867,347 7.60 4,866,097 7.65
BERJALAN

Dapat dilihat pada tabel terlampir, persentasi total laba komprehensif tahun berjalan
perusahaan terhadap penjualan neto bersih perusahaan di tahun 2015 adalah sebesar 7,60%,
(sedikit menurun jika dibandingkan tahun 2014 yakni sebesar 7,65%). Penurunan persentase
laba terebut, walaupun secara horizontal naik, adalah karena persentase beberapa beban
perusahaan terhadap penjualan neto perusahaan yang naik secara vertikal dan horizontal dari
tahun 2014 ke tahun 2015 (contohnya beban penjualan dan distribusi, beban keuangan, bagian
rugi neto atas entitas asosiasi dll.) dan peningkatan tersebut sedikit lebih tinggi dari pada
penurunan-penurunan yang terjadi pada pos lainnya (sehingga hasil akhirnya mendorong
penurunan persentase total laba komprehensif tahun berjalan terhadap penjualan neto di tahun
2015).

4.3 Analisis Likuiditas dan Analisis Solvabilitas (Liquidity Analysis and Sovability Analysis)
Kami menggunakan analisis likuiditas dan solvabilitas untuk mengetahui kemampuan PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam memenuhi kewajibannya.
4.3.1 Working Capital
Working Capital dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

22
2015 2014
Rp 17.709.207.000.000 Rp 18.355.292.000.000

Pada tahun 2014 ke tahun 2015, terjadi penurunan working capital dari PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk sebesar Rp. 646.085.000.000 . Ini menandakan bahwa kemampuan PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk melunasi kewajiban lancar dengan aset lancar mereka
berkurang. Tetapi, meskipun working capital PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk berkurang
dari tahun 2014 ke tahun 2015, working capital PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada tahun
2015 masih bernilai positif yang berarti bahwa PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dapat
melunasi kewajiban jangka pendeknya.

4.3.2 Current Ratio


Current Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
1.705334271 1.810072186

Pada tahun 2014 ke tahun 2015, terjadi penurunan current ratio dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.104737915. Ini menandakan bahwa kemampuan PT. Indofood Sukses
Makmur untuk melunasi kewajiban lancar dengan aset lancar mereka pada tahun 2015
berkurang dari tahun 2014. Tetapi, meskipun current ratio PT. Indofood Sukses Makmur,
Tbk berkurang dari tahun sebelumnya, angka dari current ratio pada tahun 2015 sebesar
1.705334271 masih dalam kondisi yang bagus. Dimana angka itu berarti bahwa perusahaan
dapat melunasi seluruh kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancarnya, dan masih dapat
menyisahkan sebagian dari aset lancarnya.
4.3.3 Quick Ratio
Quick Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.768028032 0.846529974

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan quick ratio dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.078501942. Hal ini menandakan bahwa kemampuan quick assets
(Kas, Investasi Jangka Pendek, dan Piutang Usaha) untuk melunasi kewajiban jangka pendek
dari PT. Indonesia Sukses Makmur, Tbk menurun. Selain kemampuan quick assets pada tahun
2015 menurun, angka 0.768028032 menggambarkan bahwa kemampuan quick assets PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya hanya sekitar 76
% dari total kewajiban jangka pendek.
4.3.4 Account Receivable Turnover
Account Receivable Turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

23
2015 2014
13.52226219 13.21383027

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan account receivable turnover dari PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.30843192. Hal ini menandakan bahwa kemampuan
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam penagihan piutang-nya semakin membaik. Hal ini
dapat terjadi akibat adanya perubahan nilai dari pemberian kredit maupun praktik penagihan
piutang dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
4.3.5 Number of Days’ Sales in Receivable
Number of Days’ Sales in Receivable dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
26.99252499 ( 27 hari) 27.62257366 (28 hari)

Selain digambarkan melalui account receivable turnover tingkat kemampuan PT. Indofood
Sukses Mamur, Tbk dalam penagihan piutang dapat juga dilihat dari number of days’ sales in
receivable. Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan 1 hari number of days’ sales in
receivable PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Hal ini menandakan bahwa tingkat kemampuan
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk mengumpulkan piutang-nya lebih cepat 1 hari dari
tahun sebelumnya. Kemampuan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk mengumpukan
piutang-nya dapat dikatan cukup efisien karena dalam catatan atas laporan keuangan PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk dikatakan bahwa credit term-nya adalah n/45 sedangkan rata-
rata hari pengumpulan piutang-nya selama 27 hari pada tahun 2015, cukup jauh dari batas akhir
pembayaran-nya.
4.3.6 Inventory Turnover
Inventory Turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
5.823657626 5.595945128

Pada tahun 2014 ke 2015 terjadi peningkatan inventory turnover dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.227712498. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan dalam
beban pokok penjualan, yang mana mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan dalam
penjualan, dan penurunan dalam rata-rata persediaan barang dagang PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk dari tahun 2014 ke tahun 2015.
4.3.7 Number of Days’ Sales in Inventory
Number of Days’s Sales in Inventory dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
62.67538778 (63 hari) 65.2258004 (66 hari)

24
Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan number of days’ sales in inventory dari
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 3 hari. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam menjual persedian barang dagang-nya meningkat dari
tahun 2014 ke tahun 2015.
4.3.8 Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities
Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
adalah
2015 2014
1.063296415 0.949787761

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan ratio of fixed assets to long-term
liabilities dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.113508654. Hal ini menunjukan
bahwa kemampuan fixed assets PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam membiayai long-
term liabilities-nya. Selain itu, peningkatan rasio ini juga dapat menandakan bahwa PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk melakukan pembelian fixed assets selama tahun 2015 berjalan.
4.3.9 Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity
Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
1.129594934 1.137280325

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio of liabilities to stockholders’ equity
dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.007685391. Hal ini menunjukan bahwa
margin of safety PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk tahun 2015 lebih aman daripada tahun
2014. Yang memberitahukan kepada kreditur bahwa PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
memiliki resiko gagal bayar yang lebih kecil dari tahun sebelumnya.
4.3.10 Number of Times Interest Charges Are Earned
Number of Times Interest Charges Are Earned dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
adalah
2015 2014
4.234475984 5.2216396

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan number of times interest charges are
earned dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.987163616. Hal ini menandakan
bahwa terjadi peningkatan dalam resiko beban bunga gagal bayar PT. Indofood Sukses

25
Makmur, Tbk. Dalam kata lain, resiko beban bunga gagal bayar tahun 2015 lebih tinggi
daripada tahun 2015 PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

4.4 Analisis Profitabilitas ( Profitability Analysis )


Kami menggunakan analisis profitabilitas untuk melihat kemampuan PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk dalam memperoleh keuntungan-nya.
4.4.1 Ratio of Net Sales to Total Assets
Ratio of Net Sales to Total Assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.73578326 0.792927472

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio of net sales to total assets dari PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.057144213. Hal ini menandakan bahwa pada tahun
2015 penggunaan aset dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk meningkatkan penjualan
masih belum efektif daripada tahun 2014.
4.4.2 Rate Earned on Total Assets
Rate Earned on Total Assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.058947333 0.083929456

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio earned on total assets dari PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.024982123. Hal ini berarti bahwa setiap 1 rupiah
yang didapatkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk berharga 0.058947333 total aset pada
tahun 2015, turun daripada tahun 2014. Hal ini juga menandakan bahwa pada tahun 2015
profitabilitas perusahaan menurun daripada tahun 2014.
4.4.3 Rate Earned on Stockholders’ Equity
Rate Earned on Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.088961348 0.135552214

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan rate earned on stockholders’ equity dari
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.046590866. Hal ini berarti setiap rupiah dalam
stockholders’ equity hanya dapat meningkatkan net income sebesar 0.088961348, pada tahun
2015, menurun dari tahun 2014. Ini dapat membuat investor melihat perusahaan tidak dapat
menggunakan uang-nya dengan baik atau efisien dalam memperoleh net income.

26
4.4.4 Rate Earned on Common Stockholders’ Equity
Rate Earned on Common Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
adalah
2015 2014
0.216907926 0.34463537

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan rate earned on common stockholders’
equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.127727444. Hal ini berarti setiap 1
rupiah yang didapatkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk hanya dapat bernilai sebesar
0.216907926 rupiah kepada setiap pemegang saham biasa-nya pada tahun 2015, menurun
daripada tahun 2014 yaitu sebesar 0.34463537. Ini dapat menyebabkan disinsentive terhadap
calon pemegang saham untuk membeli saham PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
4.4.5 Earnings per Share on Common Stock
Earnings per Share on Common Stock dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
338.0190017 448.9296733

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan angka earnings per share on common
stock dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 110.9106716 rupiah. Hal ini berarti, jika
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk ingin mendistribusikan laba-nya kepada para pemegang
saham, setiap lembar saham mendapatkan 338.0190017 rupiah di tahun 2015, menurun
daripada tahun 2014. Ini menggambarkan bahwa pada tahun 2015, perusahaan mengalami
penurunan profitabilitas-nya.
4.4.6 Price Earnings Ratio
Price Earnings Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
15.6795919 16.59502689

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan price earnings ratio dari PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.915434993. Hal ini berarti bahwa investor ingin membayar
berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, willingness investor sebesar 15.6795919
rupiah untuk setiap rupiah yang dihasilkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, menurun
dibandingkan tahun 2014. Indikasinya untuk perusahaan, investor akan melihat perusahaan
sebagai perusahaan yang memiliki poor current and future performance.
4.4.7 Dividend per Share of Common Stock
Dividend per Share of Common Stock dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

27
2015 2014
197.5566904 285.694778

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan dividend per share of common stock dari
PT. Indofood Sukses Makmurm, Tbk sebesar 88.1380876 rupiah. Hal ini menandakan adanya
penurunan dividend yang dibagikan kepada setiap pemegang saham biasa. Setiap saham biasa
pada tahun 2015 berharga 197.5566904 rupiah dividend, turun dari tahun sebelumnya yaitu
sebesar 285.694778 rupiah setiap saham biasa.
4.4.8 Dividend Yield
Dividend Yield dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.037274847 0.038348292

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan dividend yield dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.001073445. Hal ini menandakan setiap rupiah yang di-investasikan oleh
investor, investor mendapatkan 0.037274847 rupiah dalam dividen pada tahun 2015, turun dari
tahun 2014. Dalam kata lain investor hanya mendapatkan 3.7274847 % dividend dalam investasi
mereka.
4.4.9 Profit Margin
Profit Margin dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
2015 2014
0.057904906 0.082231843

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan profit margin dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.024326937. Hal ini menandakan adanya penurunan proporsi net
income terhadap net sales dari tahun 2014 ke tahun 2015. Dalam kata lain, net sales yang bisa
dijadikan net income berkurang, ini mungkin disebabkan bertambahnya beban-beban
perusahaan yang harus dibayar perusahaan sehingga biarpun net sales bertambah tapi proporsi
penambahan-nya masih lebih besar penambahan beban-beban tesebut dan menyebabkan net
income bukan bertambah tapi berkurang.
4.4.10 Payout Ratio
Payout Ratio dari PT.Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014
0.46761869 0.479687786

28
Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan payout ratio dari PT. Indofood Sukses
Makmur, Tbk sebesar 0.012069095. Hal ini menandakan adanya penurunan distribusi net
income untuk dividend bagi pemegang saham. Pada tahun 2015 payout ratio adalah
0.46761869 yang berarti sekitar 46 % dari net income di-distribusikan untuk dividend, turun
sekitar 0.012069095 atau sekitar 1 % dari tahun 2014. Meskipun, penurunan tersebut tidak
signifikan tetapi hal ini dapat menyebabkan investor menjadi semakin waspada terhadap
kondisi perusahaan.

29
BAB V
KESIMPULAN

Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang lebih luas,
mencari informasi yang lebih dalam lagi, dan terutama untuk melihat kinerja dari suatu perusahaan
(Sofyan, 2002). Seperti yang telah kita ketahui bersama, analisis laporan keuangan sangat penting
untuk membedakan dan memudahkan pembaca analisis tersebut dalam melihat kinerja dari suatu
perusahaan. Kali ini, penulis memilih untuk menganalisis laporan keuangan dari PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah perusahaan yang bergerak
dibidang produksi dan pengelolahan bahan baku menjadi barang yang siap dikonsumsi oleh
masyarakat. Oleh sebab itu, PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah perusahaan yang potensial
untuk dianalisis laporan keuangan-nya.
Secara garis besar dalam analisis horizontal dari laporan posisi keuangan dari PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk tergambar bahwa terjadi peningkatan total aset sebesar 6.69 % dari PT.
Indofood Sukses Makmur dari tahun 2014 ke tahun 2015 peningkatan tersebut dikarenakan
meningkat-nya total aset lancar dan tidak lancar sebesar 4.40 % dan 8.87 % . Untuk analisis
horizontal laporan laba rugi, secara umum PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk mengalami
kemajuan positif, hal tersebut dapat dilihat dengan laba komprehensih mengalami peningkatan
0.03 % pada tahun 2015.
Dalam analisis vertikal laporan posisi keuangan dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
tergambar bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan pada persentase aset lancar terhadap total
aset dan total aset tidak lancar terhadap total aset juga pada tahun 2015. Untuk analisis laporan
laba rugi, terjadi penurunan pada tahun 2015 tingkat persentase dari laba komprehensif terhadap
penjualan neto. Ini berarti bahwa perusahaan belum bisa mengefektifkan atau meminimumkan
beban dan berdampak penurunan persentase laba komprehensif.
Dalam analisis likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
masih dapat dikategorikan dalam perusahaan yang cukup bagus. Tetapi, dalam analisis
profitabilitas semua rasio profitabilitas menurun pada tahun 2015 dapat di ambil conoh rasio
earning per share menurun dari semulanya 448 rupiah per lembar saham, pada tahun 2015 menjadi
338 ruiah per lembar saham, tentu ini akan membuat investor khawatir apakah PT. Indofood
Sukses Makmur masih cukup dapat menghasilkan profit bagi mereka atau tidak. Dan kemudian
untuk analisis likuiditas dan solvabilitas, PT. Indofood Sukses Makmur cukup likuid dalam
membayar hutang jangka pendeknya dan dapat jika di likuidasi masih dapat membayar semuah
hutang-hutang-nya.
Secara umum, baik analisis rasio, vertikal, dan horizontal PT. Indofood Sukses Makmur masih
adalah perusahaan yang recommend bagi yang mau berinvestasi.

30
DAFTAR PUSTAKA

Warren, Carl S, James Reeve, and Jonathan Duchac. 2014. Accounting 25 edition. USA: South-
western Cengage Learning.
Kasmir, 2008, Analisis Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.
Irawati Susan, 2005, Manajemen Keuangan, Pustaka, Bandung
Rahardjo, Budi, 2007, Keuangan dan Akuntansi, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Graha Ilmu,
Yogyakarta.
http://www.myaccountingcourse.com/
http://www.indofood.com/investor-relation/annual-report

31
LAMPIRAN PERHITUNGAN
(Dalam Jutaan Rupiah)

a. Working Capital
𝑊𝑜𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙 = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 − 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2015: 𝑊𝑜𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙 = 42.816.745 − 25.107.538 = 17.709.207
2014: 𝑊𝑜𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑎𝑝𝑖𝑡𝑎𝑙 = 41.014.127 − 22.658.835 = 18.355.292

b. Current Ratio
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2015
42.816.745
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 1.705334271
25.107.538
2014
41.014.127
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 1.810072186
22.658.835

c. Quick Ratio
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2015
19.283.293
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 0.768028032
25.107.538
2014
19.181.383
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 0.846529974
22.658.835

d. Account Receivable Turnover


𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
2015

32
64.061.947
𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = = 13.52226219
(5.116.610 + 4.358.424)/2
2014
63.594.452
𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = = 13.21383027
(4.358.424 + 5.267.014)/2

e. Number of Days' Sales in Receivable


𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐴𝑐𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑟𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
2015
(5.116.610 + 4.358.424)/2
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑟𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 = = 26.99252499
175.512,1836
2014
(4.358.424 + 5.267.014)/2
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑟𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 = = 27.62257366
174.231,3753

f. Inventory Turnover
𝐶𝑂𝐺𝑆
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
2015
46.803.889
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = = 5.823657626
(7.627.360 + 8.446.349)/2
2014
46.465.617
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = = 5.595945128
(8.446.349 + 8.160.539)/2

g. Number of Days' Sales in Inventory


𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐷𝑎𝑖𝑙𝑦 𝐶𝑂𝐺𝑆
2015
(7.627.360 + 8.446.349)/2
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 = = 62.67538778
128.229,8329
2014
(8.446.349 + 8.160.539)/2
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑑𝑎𝑦𝑠 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑖𝑛 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 = = 65.2258004
127.303,0603

33
h. Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 (𝑛𝑒𝑡)
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑡𝑜 𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 =
𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2015
25.096.342
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑡𝑜 𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 = = 1.063296415
23.602.395
2014
21.982.095
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑡𝑜 𝐿𝑜𝑛𝑔 − 𝑡𝑒𝑟𝑚 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 = = 0.949787761
23.144.218

i. Ratio of Liabilities to Stockholders' Equity


𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
48.709.933
2015: 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = = 1.129594934
43.121.593
45.803.053
2014: 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = = 1.137280325
40.274.198

j. Number of Times Interest Charges Are Earned


𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑡𝑎𝑥 − 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒
𝑁𝑇𝐼𝐶𝐸 =
𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒

4.962.084−1.534.123
2015: 𝑁𝑇𝐼𝐶𝐸 = 1.534.123
= 4.234475984

6.340.185−1.501.830
2014: 𝑁𝑇𝐼𝐶𝐸 = = 5.2216396
1.501.830

k. Ratio of Net Sales to Assets


𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
2015:
64.061.947
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 = = 0.73578326
(91.831.526 + 86.077.251)/2
2014:

34
63.594.452
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝑜𝑓 𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 = = 0.792927472
(86.077.251 + 77.777.940)/2

l. Rate Earned on Total Assets


𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 + 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
3.709.501+1.534.123
2015: 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 = = 0.058947333
(91.831.526+86.077.251)/2

5.229.489+1.501.830
2014: 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 = = 0.083929456
(86.077.251+77.777.940)/2

m. Rate Earned on Stockholder's Equity


𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3.709.501
2015: 𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = 0.088961348
(43.121.593+40.274.198)/2

5.229.489
2014: 𝑅𝑎𝑡𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 ′ 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = 0.135552214
(40.274.198+36.884.099)/2

n. Rate Earned on Common Stockholder's Equity


𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 + 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠
𝑅𝐸𝐶𝑆𝐸 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3.709.501+1.534.123
2015: 𝑅𝐸𝐶𝑆𝐸 = = 0.216907926
(17.705.383+16.498.079)/2

5.229.489+1.501.830
2014: 𝑅𝐸𝐶𝑆𝐸 = = 0.34463537
(138.49.874+16.498.079)/2

o. Earnings Per Share on Common Stock


𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 − 𝑃𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑟𝑒𝑑 𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 =
𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒𝑠 𝑜𝑓 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝑂𝑢𝑡𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
2015:
3.709.501 − 0
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 = = 338.0190017
878.043
2014:

35
5.229.489 − 0
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 = = 448.9296733
878.043

p. Price Earnings Ratio


𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒
2015:
5300
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 15.6795919
338.0190017
(memakai market price 4 januari 2016)
2014:
7450
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 16.59502689
878.043
(memakai market price 2 januari 2015)

q. Dividend per Share of Common Stock


𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 =
𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑜𝑛 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 𝑂𝑢𝑡𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
2015:
1.734.632
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 = = 197.5566904
878.043
2015:
2.508.522
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 = = 285.694778
878.043

r. Dividend Yield
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 =
𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑡𝑜𝑐𝑘
197.5566904
2015: 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 = = 0.037274847 (memakai market price 4 januari
5300
2016)
285.694778
2014: 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 = = 0.038348292 (memakai market price 2 januari
7450
2015)

36
s. Profit Margin
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 =
𝑁𝑒𝑡 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
3.709.501
2015: 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = = 0.057904906
64.061.947
5.229.489
2014: 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = = 0.082231843
63.594.452

t. Payout Ratio
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑𝑠
𝑃𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
2015:
1.734.632
𝑃𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 0.46761869
3.709.501
2014:
2.508.522
𝑃𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 0.479687786
5.229.489

37
LAMPIRAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN

38
39
40
LAMPIRAN
LAPORAN LABA RUGI

41
42