Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN CA CERVIKS POST KEMOTERAPI

Tanggal Pengkajian : 5 februari 2018 Jam: Ruang Rajawali 4B

A. Bioadata
1. Biodata Pasien
a. Nama : Tn. S
b. Umur : 49 Tahun
c. Alamat : Pemalang
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Buruh Harian
f. Tanggal masuk : 05 februari 2018
g. Diagnosa medis : Ca. Cerviks
h. Nomor register : CM 665644

2. Biodata Penanggung jawab


a. Nama : Ny. Darmah
b. Umur : 30 Tahun
c. Alamat : Pemalang
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Hubungan sengan klien : Anak kandung

1. RIWAYAT KEPERAWATAN
a. Riwayat Penyakit Sekarang
1. Keluhan Utama : Nyeri di area perut bagian bawah dekat kemaluan
2. Kronologi penyakit saat ini
Sekitar 4 bulan yang lalu klien mengeluh sering keputihan dan mengeluarkan
cairan bercampur darah pada area kemaluan, klien berobat ke rumah sakit dan
di diagnosis ca cerviks, pada saat pengkajian pada tanggal 5 februari 2018
klien akan melakukan pengobatan kemoterapi yang ke dua dan penyinaran
yang ke dua belas, saat pengkajian klien menguluh nyeri, mual, ada cairan
yang keluar dari kemaluan dan sedikit bercampur darah..
3. Pengaruh penyakit terhadap pasien
Klien mengatakan penyakitnya sangat mempengaruhi aktivitasnya klien takut
tidak bisa lagi bekerja untuk mencari nafkah.
4. Apa yang diharapkan pasien dari pelayanan kesehatan
Klien mengharapkan selama dirawat diRS dapat sembuh dari penyakit yang di
derita pasien saat ini, klien berharap agar dapat bisa bekerja kembali, untuk
mencukupi kebutuhan biaya hidup sehari-hari.

b. Riawayat Penyakit Masa Lalu


1. Penyakit masa anak-anak
Klien mengatakan ketika waktu anak-anak tidak pernah menderita
penyakit yang serius, hanya demam biasa saja dan ditangani langsung oleh
orang tuanya dengan minum ramuan.
2. Alergi
Klien mengatakan tidak pernah alergi baik obat-obatan maupun makanan
yang sering dimakan sehari-hari.
3. Pengalaman sakit/dirawat sebelumnya
Klien mengatakan tidak pernah dirawat/opname di RS selama ini,
hanya ini merupakan pertama kali klien dirawat, itupun klien mintak untuk
pulang ke rumahnya, karena dia tidak betah tinggal diRS.
4. Pengobatan terakhir
Klien pertama kali dalam masa pengobatan untuk penyakitnya sekarang
c. Riwayat Sosial
1. Identifikasi kondisi lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja
Klien tinggal dilingkungan penduduk di daerah perdesaan klien bekerja
sebagai buruh harian.
2. Identifikasi ada tidaknya penderita penyakit menular dilingkungan tempat
tinggal dan tempat kerja
Untuk penyakit menular dari keluarga, klien mengatakan tidak ada yang
menderita penyakit menular. Tetapi unutk dilingkungan kerja sepertinya tidak
ada karna klien mengalami penyakit yang tidak menular
d. Riwayat kesehatan keluarga
1. Dengan siapa klien tinggal dan berpa jumlah keluarga?
Klien tinggal dirumah bersama suaminya, klien memiliki dua orang
anak perempuan yang tidak tinggal serumah.
2. Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit serupa
Dalam keluarga klien tidak ada yang mengalami penyakit seperti yang
di alami klien sekarang
3. Apakah ada keluarga yang mempunyai penyakit menular atau menurun?
Menurut info dari klien dan anaknya, dalam keluarga tidak ada riwayat
penyakit menular yang di derita anggota keluarga dirumah.
4. Bagaimana efek yang terjadi pada keluarga bila salah satu anggota keluarga
sakit?
Bila ada anggota keluarga yang sakit sangat mempengaruhi terhadap
keluarga, apalagi samapai dirawat di RS. Seperti saat ini klien di rawat di RS
semua anggota keluarga prihatin terhadap klien, baik dari kondisi serta biaya
dalam perawatan sehari-hari.
Pengakajian biologis (dikaji sebelum dan sesudah sakit) rasa aman dan
nyaman
1. Apakah ada rasa nyeri?dibagian mana?jelaskan secara rinci:PQRST
Pain : ca cerviks
Quality : hilang timbul
Region : perut bawah, dekat area kemaluan
Scale :4
Time : nyeri datang secara tiba tiba
2. Apakah mengganggu aktivitas?
Nyeri yang di alami klien tidak mengganggu aktivitas
3. Apakah yang dilakukan untuk mengurangi/menghilangkan nyeri?
Klien mengatakan jika ada nyeri ia akan istirahat saja di tmpat tidur, napas
dalam
4. Apakah cara yang digunakan untuk mengurangi nyeri efektif?
Klien mengatakan untuk mnegurangi nyeri hanya dengan istirahat dan
menarik napas dalam dan berdoa.
5. Apakah ada riwayat pembedahan?
Tidak ada riwayat pembedahan sebelmumnya.
e. Aktifitas istirahat-tidur katifitas
1. Apakah klien selalu berolahraga? jenis olahraga
Klien tidak perna berolahraga, klien mengatakan bekerja itu sama dengan
berolahraga
2. Apakah klien menggunakan alat bantu dalam beraktifitas?
Klien tidak menggunakan alat bantu beraktifitas sehari-harinya begitu
klien dirawat di RS aktivitas klien di bantu oleh perawat dan keluarga.
3. Apakah ada gangguan aktifitas?
Klien tidak ada gangguan dalam berkatifitas, klien masih sehat
walaupun usianya sudah 49 tahun
4. Berapa lama melakukan kegiatan perhari ? jam berapa mulainya?
Klien melakukan kegiatan mulai dari jam 08.00 wib sampai dengan jam 16.00
wib
5. Apakah klien mempunyai ketrampilan khusus?
Klien tidak mempunyai kterampilan khsusus.
6. Bagaimana aktifitas klien saat sakit skerang ini?perlu bantuan?
Sejak klien dirawat diRS aktifitas klien di bantu keluarga dan perawat
Eliminasi: urien dan feses
1. Bagaimana pola klien dalam defekasi?kapan, pola dan karakteristik feses?
Klien mengatakan untuk buang air besar satu kali setiap hari tapi hanya
sedikit karena untuk makanan yang masuk sedikit. Untuk karakteristinya agak
lembek dan berwarna kuning.
2. Apakah terbiasa menggunakan obat pencahar?
Untuk obat pencahar klien tidak pernah menggunakannya sebagai obat
dalam membantu untuk melancarkan BABnya.
3. Apakah ada keksulitan?
Dalam buang air besar klien mengatakan tidak ada kesulitan dalam
mengeluarkannya.
4. Usaha yang dilakukan klien untuk mengatasi masalah?
Untuk BAB klien tidak masalah dalam kesehariannya jadi klien tidak
ada kendala dalam kesehariannya.
5.Apakah klien menggunakan alat bantu untuk defekasi?
Klien BAB di kamar mandi, klien tidak menggunakan alat bantu
6.Apakah BAB perlu bantuan?
Klien dalam BAB tidak adalah masalah dalam kesehariannya.
Eliminasi urin
1. Apakah BAK klien teratur?
Untuk Klien BAKnya dalam sehari-hari BAKnya teratur ketika bangun
tidur pagi, siang dan malam sebelum tidur.
2. Bagaimana pola, frekuensi, waktu, karakteristik serta perubahan yang
terjadi dalam miksi?
Pola BAK klien secara teratur, BAK ketika bangun tidur, dalam sehari
BAK bisa 4-5 kali, saat di rumah sakit klien BAK 5 – 6 kali sehari
Bagaimana perubahan pola miksi klien?
Saat di rumah sakit klien tidak mengalami perubahan dalam BAK
Apakah ada riwayat pembedahan, apakah menggunakan alat bantu dalam
miksi?
Klien tidak menggunakan alat bantu dalam miksi dalam kesehariannya.
f. Personal hygiene
1. Bagaimana pola personal hygiene? berpa kali mandi, gosok gigi dll?
Sebelum masukRS klien mandi 2x sehari saat di rumah sakit klien klien
mandi 2x sehari.
Berapa hari klien terbiasa cuci rambut? apakah klien memerlukan
bantuan dalam melakukan personal hygiene?
Dalam melakukan personal higiene klien tidak di bantu oleh keluarganya
g. Istirahat
1. Kapan dan berapa lama klien istirahat?
Klien istirahat sepulang bekerja tidur jam 21.00 wib, saat di RS klien
istirahat total, tidur siang selama 2 s/d 3 jam dan tidur malam mulai dari jam
20.00wib sampai dengan jam 05.00 wib
2. Apakah kegiatan untuk mengisi waktu luang?
Klien menonton TV sambil tiduran diruang tamu rumahnya saat di
rumah sakitklien hanya istirahat di tempat tidur
3. Apakah klien menyediakan waktu khusus untuk istirahat?
Klien tidak menyediakan waktu khsusu untuk istirahatnya karena klien
merasa sudah tua, klien beristirahat hanya pada saat pekerjaan selesai
4. Apakah pengisian waktu luang sesuai hobby?
Klien tidak ada istilah mengisi waktu luang sesuai dengan hobby
karena klien pekerjaan sehari-harinya buruh harian.
5. Bagaimana istirahat klien saat sakit sekarang?
Klien saat ini memang sedang istirahat karena dalam keadaan sakit
tetapi klien juga tidak betah kalau hanya berbaring saja, karena klien biasa
kerja.
h. Tidur
1. Apakah kondisi saat ini menggangu klien?
Klien merasa terganggu dengan keadaannya saat ini
2. Apakah klien terbiasa menggunakan obat penenang sebelum tidur?
Klien tidak menggunakan obat tidur.
3. Kegiatan apa yang dilakukan menjelang tidur?
Bercerita/ngobrol dengan anaknya
4. Bagaimana kebiasaan tidur?
Tidak ada kebiasaan tidur
5. Apakah klien sering terjaga saat tidur
Kadang kadang
6. Pernahkah mengalami gangguan tidur?jenisnya
Klien tidak ada gangguan dalam tidurnya
7. Apa hal yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut?
i. Cairan
1. Berapa banyak klien minum per hari?gelas?
Saat sebelum saklit klien minum dua botol aqua besar dalam sehari, saat di Rs
klien minum hanya satu botol aqua besar
2. Minuman apa yang disukai klien dan yang biasa diminum klien?
Klien suka minum yang manis
3. Apakah ada minuman yang disukai/dipantang?
Tidak ada
4. Apakah klien terbiasa minum alkohol?
Klien tidak minum alkohol
5. Bagaimana pola pemenuhan cairan per hari?
Klien minum air putih
6. Ada program pembatasan cairan?
Tidak ada
j. Nutrisi
1. Nutrisi yang biasa dimakan klien tiap hari?
Nasi, dan lauk pauk
2. Bagaimana pola pemenuhan nutrisi klien?berapa keali per hari?
Klien makan 3x sehari, saat di rumah sakit setelah kemo terapi klien
mengalami mual muntah dan tidak nafsu makan
3. Apakah ada makanan kesukaan, makanan yang dipantang?
Klien suka makan tempe, klien tidak ada makanan pantangan.
4. Apakah ada riwayat alergi terhadap makanan?
Klien tidak ada alergi makanan
5. Apakah ada kesulitan menelan?mengunyah?
Klien tidak mengalami kesulitan dalam menelan
6. Apakah ada alt bantu delam makanan?sonde, infus
Saat di rumah sakit klien makan seperti biasa, hanya saja klien terpasang
IVFD Nacl 0,9% gtt 10x/m
7. Apakah ada yang menyebabkan gangguan pencernaan?
Tidak ada
8. Bagaimana kondisi gigi gelili klien?gigi palsu?kekuatan gigi?
Gigi klien masih baik, tidak menggunakan gigi palsu
9. Adakah riwayat pembedahan dan pengobatan yang berkaitan dengan sistem
pencernaan?
Tidak ada
k. Kebutuhan oksigenasi dan CO2 pernapasan
1. Apakah ada kesulitan dalam bernapas?bunyi napas?Dyspnea?
Saat pengkajian klien tidak mengalami permasalahan dalam pernapasan
2. Apakah yang dilakukan klien mengatasi masalah?(Ya, jelaskan apa jenisnya)
3. Posisi yang nyaman bagi klien?
Berbaring di tempet tidur
4. Apakah ada klien terbiasa merokok?oba-obatan untuk melancarkan
pernpasan?
Klien mengatakan bahwa klien tidak merokok
5. Apakah ada alergi terhadap debu, obat-obatan, dll?
Tidak ada
6. Apakah klien pernah punya riwayat gangguan pernapasan dan mendapat
pengobatan?(Ya, apa jenis obat, berapa alama pemberiannya?kapan?)
Tidak ada
Kardiovaskuler
1. Apakah Klien Cepat Lelah ?
Klien mengatakan dalam bekerja ia tidak merasa cepat lelah, kecuali kalau terlalu
lama bekerja
2. Apakah ada keluhan berdebar debar
Klien mengatakan kalau ia tidak mengalami jantung berdebar debar
3. Apakah klien mendapat obat untuk mengatasi gangguan kardiovaskuler
Tidak
l. Sex
1. Apakah ada kesulitan dalam hubungan sexual?
Klien mengatakan ia tidak melakukan hubungan sexual semenjak di diagnosis
penyakit ca cerviks
2. Apakah penyakit sekarang mempengruhi/mengganggu fungsi sexual?
Iya, karna dapat menyebabkan pendarahan
3. Jumlah anak?
2 orang anak perempuan

1. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL


a. Psikologi
1. Status ekonomi
Klien mengatakan ia seorang buruh harian dengan penghasilan yang pas pasan,
dengan pendapatan klien, klien mampu mencukupi kebutuhan ekonomi
keluarfga klien
2. Apakah klien dapat mengekspresikan perasaannya?
Klien selalu menceritakan permasalahan klien dan keluarga pada anaknya, saat
di rumah saklit klien selalu terbuka pada perawat dan dokter
3. Bagaimana suasana hati klien?
klien mengatakan ia merasa cemas dengan keadaannya, apakah penyakitnya
akan sembuh apa tidak.
4. Bagaimana pertasaan klien saat?
Klien merasa sedih dengan keadaannya sekarang
5. Apa yang dilakukan bila susana hati sedih, marah, gembira?
Klien selalu berdoa kepada allah agar di cepat sembuh
6. Konsep diri :
7. Bagaimana klien memnadang dirinya?
Klien memandang dirinya sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai tanggung
jawab terhadap keluarganya
8. Hal-hal apa yang disukai klien?
Klien suka bekerja
9. Bagaimana klien memandang diri sendiri?
10. Apakah klien mampu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan yang ada pada
dirinya?
11. Hal-hal apa yang dapat dilakukan klien saat ini?
Klien tidak melakukan apa apa, klien hanya istirahat dan berbaring di tempat
tidur
b. Hubungan sosial
1. Apakah ada klien mempunyai teman dekat?
Klien banyak teman, orang tergdekat klien adalah keluarganya
2. Siapa yang dipercaya klien?
Klien percaya kepada istri dan anaknya
3. Apakah klien ikut dalam kegiatan masayarakat?
Kadang klien ikut kegiatan gotong royong di area tempat tinggalnya
4. Apakah pekerjaan klien sekarang?apakah sesuai kemampuan?
Klien merasa masih layak bekerja sebagai buruh harian, klien merasa masih
mampu untuk pekerjaan itu
c. Spiritual
1. Apakah klien menganut satu agama?
Klien menganut agama islam
2. Saat ini apakah klien mengalami gangguan dalam menjalankan ibadah?
Saat di rumah sakit klien melakukan ibadah seperti biasanya
3. Bagian mana hubungan anatara manusia dan Tuhan dalam agama klien?
Habblumminaullah habblumminnannas
2. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum
1. Kesadaran : GCS
4–6-5
2. Kondisi klien secara umum
Kesadaran CM, keadaan umum sakit sedang, nyeri dada sebelah kiri dan lemas,
klien sering merasa cepat lelah, klien terbaring di tempat tidur aktivitas di bantu
keluarga
3. Tanda-tanda vital
TD 100/60 mmhg RR 20x/m N 80x/m T 37c
4. Pertumbuhan fisik:BB,TB,postur tubuh
Postur tubuh tinggi besar Tb 160cm Bb 45kg IMT : 17,6 Kurus
5. Keadaan kulit:warna, testur, kelainan kulit
Kulit warna sawo mateng, keadaan kulit baik, tidak ada kelainan kulit.
b. Pemeriksaan Cepalokaudal
Kepala
a. Bentuk, keadaan kulit, pertumbuhan rambut

Bentuk mesochepal, rambut hitam dan ada sedikit uban, lurus, tidak mudah
dicabut, kulit kepala bersih, tidak ada ketombe

Mata
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, diameter kurang
lebih 3mm, reflek cahaya mata kanan dan kiri positif, penglihatan baik
Telinga
Simetris antara telinga kanan dan telinga kiri, tidak ada discharge, tidak ada
serumen, pendengaran baik
Hidung
Tidak terdapat secret, bersih, tidak hiperemis, tidak ada septum deviasi, terpasang
O2 3 Liter / menit dengan nasal kanul.
Leher
Tidak ada kaku kuduk, tidak ada pembesaran kelenjar limpha dan tiroid, tidak ada
peningkatan JVP, JVP = R – 2 cmH2O

Dada
Paru - paru
I : Bentuk simetris, gerakan dada simetris, tidak ada tarikan otot
intercosta
Pa : Stem fremitus kanan = kiri
Pe : Sonor seluruh lapang paru
Au : Suara dasar vesikuler, tidak ada wheezing maupun ronkhi
Jantung
I : Ictus cordis tidak tampak
Pa : terdapat pembesaran jantung (Cardiomegali)
Pe : Pekak, konfigurasi jantung dalam batas normal
Au : Bj S1-S2 murni, tidak ada gallop, bising maupun murmur
Abdomen
I : Datar
Au : Bising usus (+), 20 x/menit
Pa : tidak ada nyeri tekan
Pe : Timpani
Ekstremitas
Ekstremitas atas dan bawah tidak ada edema, tidak ada sianosis, akral hangat,
tonus otot baik, nilai kekuatan otot 5, pergerakan terbatas, terpasang infus Nacl
0,9% 10 tetes / menit di tangan kiri.
Genitalia
Menurut klien, ada keputihan dan mengeluarkan cairan sedikit sedikit
1. Pemeriksaan penunjang
USG Abdomen
Kesan :
 Penebalan regio serviks uteri
 Tak tampak nodul pada hepar, lien, maupun limpadenopati paraaorta yang
mencurigakan suatu metastasis
 Tak tampak bendungan pada ginjal maupun ureter proksimal kanan kiri
 Tak tampak kelainan pada sonografi organ organ intra abdomen

Pemeriksaan Histopatologi

 Organ : Cerviks
 Makroskopis : identitas sesuatu tanpa keterangan, jarinagan pecah belah sebanyak +/-
2 cc berwana coklat kehitaman
 Mikroskopis : sediaan di dapat tumor epitelial solid tanpa pertandukkan sel tumor
atipi, polimorfi, inti hiperkromasi, mitosis dapat di temukan
 KESIMPULAN : Cerviks : squamosa cell carsinoma deferensiensi buruk

Hasil pemeriksan darah tanggal 05 februari 2018

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN


Hematologi paket
Hemoglobin 10,5 g/dl 2.00 – 15.00 L
Hematokrit 32.2 % 35 – 47 L
Eritrosit 4.09 Ul 4,4 – 5,9 L
MCH 25.7 Pg 27.00 – 32.00
MCV 78.7 Fl 76 – 96
MCHC 32.6 g/dl 29.00 – 36.00
leukosit 5.3 ul 3,6 – 11
Trombosit 179 ul 150 – 400
RDW 18.2 % 11.60 – 14.80
MPV 9,5 Fl 4.00 – 11.00
Kimia klinik
Glukosa sewaktu 119 Mg/dl 80 – 160
SGOT 16 u/l 15 – 34
SGPT 12 u/l 15 – 60
Ureum 13 mg/dl 15 – 39
Kreatinin 0.9 mg/dl 0.60 – 1.30
Elektrolit
Natrium 136 mmol/l 136 – 145
Kalium 3,5 mmol/l 3.5 – 5.1
Clorida 101 mmol/l 98 - 107
ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI PROBLEM


1 S: Kanker Nyeri
 Klien Mengatakan Nyeri Di
Area Perut Bawah Dekat
Kemaluan Merusak struktur
O: jaringan
 Saat Terjadi Nyeri Klien
Tampak Meringis
 Pain : ca cerviks Vistula rektum

 Quality : hilang timbul


 Region : perut bawah,
dekat area kemaluan Imfiltrasi ke saraf

 Scale :4
 Time : nyeri datang
Gangguan rasa
secara tiba tiba
nyaman : nyeri
 Td : 100/70 mmhg
 Nadi 80x/m
 Rr : 20x/m
 T : 36,5 ‘c

S:
2
 Klien mengatakan perutnya
Kanker Resiko nutrisi kurang
tersa mual muntah dan tidak
dari kebutuhan tubuh
nafsu makan setelah di
kemoterapi
Non pembedahan
O:
 Klien terlihat mual
 Klien tampak lemas
 Klien makan hanya sedikit Kemoterapi

 Makanan yang di sediakan


rumah sakit hanya di makan tiga Efek samping obat

sendok saja kemoterapi

 Td : 100/70 mmhg
 Nadi : 80x/m
Mual, muntah dan
 Rr : 20x/m
anoreksia
 T : 36,5’c

S:
3 Kanker serviks Kecemasan
 Klien mengatakan ia merasa
cemas dengan keadaannya
apakah penyakitnya akan
Non pembedahan
sembuh.
O:
 Klien tampak gelisa
Kemoterapi
 Klien selalu menanyakan
tentang penyakitnya dan
pengobatannya
Psikologis

Kurang pengetahuan

Cemas

Diagnosa keperawatan yang di dapat


1. Nyeri b/d metastase jaringan tumor
2. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kemoterapi
3. kecemasan b/d kurang informasi tentang penyakit dan pengobatannya
INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan/ Masalah Rencana keperawatan


Kolaborasi Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Nyeri Kronis berhubungan dengan NOC: NIC :
ketidakmampuan fisik-psikososial kronis Comfort level Pain Manajemen
(metastase kanker, injuri neurologis, Pain control - Monitor kepuasan pasien terhadap manajemen nyeri
artritis) Pain level - Tingkatkan istirahat dan tidur yang adekuat
Setelah dilakukan tindakan - Kelola anti analgetik ...........
keperawatan selama 3x24 jam - Jelaskan pada pasien penyebab nyeri
nyeri kronis pasien berkurang - Lakukan tehnik nonfarmakologis (relaksasi, masase
dengan kriteria hasil: punggung)
Klien tampak rileks
Skala nyeri 0
Tidak ada ekspresi menahan
nyeri dan ungkapan secara
verbal
Tidak ada tegangan otot
DIAGNOSA KEPERAWATAN / RENCANA KEPERAWATAN
MASALAH KOLABORASI
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI KEPERAWATAN
Mual berhubungan dengan kemotherapi NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1. Kaji penyebab mual dan muntah klien.
selama 3 x 24 jam mual klien akan berkurang 2. Jaga kebersihan klien setelah muntah dan
dengan kh : letakan tissue pembersih pada likasi yang
klien akan merasa lebih nyaman, status cairan mudah dijangkau oleh klien.
seimbang, intake nutrisi adekuat, klien tidak 3. Berikan perawatan oral setelah klien
mual dan muntah muntah.
4. Berikan/ajarkan metode distraksi dari
sensasi mual misalnya menggunakan
musik dsb.
5. Jaga lingkungan yang bersih, tenang dan
ventilasi yang baik.
6. Kolaborasi pemberian antiemetik.
7. Berikan antiemetik satu jam sebelum
pemberian khemoterapi.
8. Motifasi klien untuk makan/minum
sedikit-sedikit tetapi sering.
9. Berikan diit yang disukai dalam kondisi
hangat dan sajikan dengan menarik.
Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan
Masalah Kolaborasi Tujuan dan Kriteria Intervensi
Hasil
Kecemasan berhubungan NOC : NIC :
dengan - Kontrol kecemasan Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)
Faktor keturunan, Krisis - Koping Gunakan pendekatan yang menenangkan
situasional, Stress, Setelah dilakukan Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
perubahan status tindakan asuhan Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
kesehatan, ancaman keperawatan selama 2x Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis
kematian, perubahan 24 jam klien kecemasan Libatkan keluarga untuk mendampingi klien
konsep diri, kurang teratasi dgn kriteria Instruksikan pada pasien untuk menggunakan tehnik relaksasi
pengetahuan dan hasil: Dengarkan dengan penuh perhatian
hospitalisasi Klien mampu Identifikasi tingkat kecemasan
mengidentifikasi dan Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan
mengungkapkan gejala Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi
cemas
Mengidentifikasi,
mengungkapkan dan
menunjukkan tehnik
untuk mengontol cemas
Vital sign dalam
batas normal
Postur tubuh,
ekspresi wajah, bahasa
tubuh dan tingkat
aktivitas menunjukkan
berkurangnya
kecemasan
Klien mengerti tentang
penyakit yang diaalami
dan prosedur
pengobatan
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

TANGGAL KODE IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI KEPERAWATAN TANDA


/ JAM DIAGNOSA TANGAN
5/02/2018 1  Mengajarkan klien tehnik non farmakologi S : CANDRA
09.00  Klien Mengatakan Nyeri Pada Area
seperti kompres hangat dan napas dalam
Perut Bawah Dekat Kemaluan
 memonitor kepuasan pasien terhadap O :
 Saat Terjadi Nyeri Klien Tampak
manajemen nyeri
Meringis
 menganjurkan klien untuk meningkatkan
 Pain : ca cerviks
istirahat dan tidur yang adekuat
 Quality : hilang timbul
 menjelaskan pada pasien penyebab nyeri
 Region : perut bawah, dekat
 memberikan posisi yang nyaman
area kemaluan
 memberikan lingkungan yang nyaman dan
 Scale :4
tenang.
 Time : nyeri datang secara
tiba tiba
 Td : 100/70 mmhg
 Nadi 80x/m
 Rr : 20x/m
 T : 36,5 ‘c
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan
11.00 2  mengkaji penyebab mual dan muntah klien. S:
 memerikan perawatan oral setelah klien  Klien mengatakan perutnya terasa
muntah. mual ingin muntah dan tidak nafsu
 memerikan/mengajarkan metode distraksi makan setelah di kemoterapi
dari sensasi mual misalnya menggunakan O :
musik dsb.  Klien terlihat mual
 menjaga lingkungan yang bersih, tenang dan  Klien lemas
ventilasi yang baik.  Klien makan sedikit
 memberikan antiemetik.  Td 100/70 mmhg
 memerikan antiemetik satu jam sebelum  Nadi : 80x/m
pemberian khemoterapi.  Rr : 20x/m
 memotifasi klien untuk makan/minum  T : 36’c
sedikit-sedikit tetapi sering. A : masalah belum teratasi
 memberikan diit dalam kondisi hangat P : Intervensi di lanjutkan
13.00 3  Mengkomunikasikan dengan klien S :
menggunakan pendekatan yang menenangkan  Klien mengatakan ia merasa cema
 menyatakan dengan jelas harapan terhadap dengan keadaannya apakah
pasien penyakitnya akan sembuh
 menjelaskan semua prosedur dan apa yang O :
dirasakan selama prosedur  Klien tampak gelisah
 memberikan informasi faktual mengenai  Klien bertanya tentang penyakitnya
diagnosis, tindakan prognosis dan tentang pengobatan
 Menganjurkan keluarga untuk mendampingi kemoterapinya
klien A : Masalah belum teratasi
 mengidentifikasi tingkat kecemasan P : Intervensi di lanjutkan

 Dorong pasien untuk mengungkapkan


perasaan, ketakutan, persepsi
TANGGAL KODE IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI KEPERAWATAN TANDA
/ JAM DIAGNOSA TANGAN
6/02/2018 1  Mengajarkan klien tehnik non farmakologi S : CANDRA
10.00  Klien Mengatakan Nyeri sedikit
seperti kompres hangat dan napas dalam
berkurang
 memonitor kepuasan pasien terhadap O :
 Saat Terjadi Nyeri Klien Tampak
manajemen nyeri
Meringis
 menganjurkan klien untuk meningkatkan
 Pain : ca cerviks
istirahat dan tidur yang adekuat
 Quality : hilang timbul
 menjelaskan pada pasien penyebab nyeri
 Region : perut bawah, dekat
 memberikan posisi yang nyaman
area kemaluan
 memberikan lingkungan yang nyaman dan
 Scale :2
tenang.
 Time : nyeri datang secara
tiba tiba
 Td : 100/70 mmhg
 Nadi 80x/m
 Rr : 20x/m
 T : 36,5 ‘c
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan
12.00 2  mengkaji penyebab mual dan muntah klien. S:
 memerikan perawatan oral setelah klien  Klien mengatakan perutnya terasa
muntah. mual ingin muntah dan tidak nafsu
 memerikan/mengajarkan metode distraksi makan setelah di kemoterapi
dari sensasi mual misalnya menggunakan O :
musik dsb.  Klien terlihat mual
 menjaga lingkungan yang bersih, tenang dan  Klien lemas
ventilasi yang baik.  Klien makan sedikit
 memberikan antiemetik.  Td 100/70 mmhg
 memerikan antiemetik satu jam sebelum  Nadi : 80x/m
pemberian khemoterapi.  Rr : 20x/m
 memotifasi klien untuk makan/minum  T : 36’c
sedikit-sedikit tetapi sering. A : masalah belum teratasi
 memberikan diit dalam kondisi hangat P : Intervensi di lanjutkan
14.00 3 S:
 Mengkomunikasikan dengan klien  Klien mengatakan ia merasa cema
menggunakan pendekatan yang menenangkan dengan keadaannya apakah
 menyatakan dengan jelas harapan terhadap penyakitnya akan sembuh
pasien O:
 menjelaskan semua prosedur dan apa yang  Klien tampak gelisah
dirasakan selama prosedur  Klien bertanya tentang penyakitnya
 memberikan informasi faktual mengenai dan tentang pengobatan
diagnosis, tindakan prognosis kemoterapinya
 Menganjurkan keluarga untuk mendampingi A : Masalah belum teratasi
klien P : Intervensi di lanjutkan
 mengidentifikasi tingkat kecemasan
 Dorong pasien untuk mengungkapkan
perasaan, ketakutan, persepsi