Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYAKIT DIARE

Topik : Penyakit Diare


Sasaran : Pasien dan Keluarga yang Berkunjung ke Puskesmas Arjuno
Tempat : Puskesmas Arjuno Kota Malang
Hari/ tanggal : Senin, 13 September 2017
Waktu : 30 menit

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga di Puskesmas Arjuno
memahami tentang penyakit Diare.

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga mampu:
1) Menyebutkan pengertian penyakit diare
2) Menyebutkan klasifikasi (pembagian) penyakit diare
3) Menyebutkan penyebab diare
4) Menyebutkan tanda dan gejala diare
5) Menjelaskan penanganan diare
6) Menyebutkan komplikasi diare
7) Menjelaskan pencegahan diare

3. Materi
1) Pengertian penyakit diare
2) Klasifikasi penyakit diare
3) Penyebab diare
4) Tanda dan gejala diare
5) Penanganan diare
6) Komplikasi diare
7) Pencegahan penyakit diare
4.Metode
1) Ceramah
2)Tanya jawab

5. Media
 Leaflet

6. Pengorganisasian
1) Moderator : Dimas

2) Penyaji : Kirana

3) Observer : Ayu

4) Dokumentasi : Azizah

7. Susunan Kegiatan Penyuluhan

Tahap Kegiatan Kegiatan Kegiatan peserta Waktu


mahasiswa
Pembukaa  Memperkenalkan Memperhatikan dan 5 menit
(moderator) diri mendengarkan
 Mengadakan penyaji
kontrak waktu
 Menjelaskan
tujuan
penyuluhan
 Menyampaikan
pokok-pokok
materi yang akan
dijelaskan
Pengembangan  Menjelaskan  Memperhatikan 20 menit
(Penyaji) materi meliputi : dengan seksama
1)Pengertian  Menyampaikan
penyakit diare pertanyaan
2)Klasifikasi setelah
penyakit diare penyampaian
3)Penyebab materi
diare
4) Tanda dan
gejala diare
5) Penanganan
diare
6) Komplikasi
diare
7) Pencegahan
penyakit diare
 Diskusi dan
Tanya jawab
Penutup  Melakukan Memperhatikan dan 5 menit
(Moderator) evaluasi dengan menjawab
menanyakan pertanyaan dari
kembali materi- penyaji
materi yang telah
disampaikan
 Menyampaikan
kesimpulan

8. Evaluasi
 Struktur :
 Kesiapan materi :
 Kesiapan waktu dan tempat :
 Kesiapan media meliputi : Leaflet
.
 Proses:
Pada saat penyuluhan peserta aktif mengikuti kegiatan penyuluhan.

 Hasil :
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat menjawab dengan benar 80% dari
pertanyaan yang diajukan
Materi penyuluhan Diare

1. Pengertian Diare
Diare adalah kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal (lebih
dari 3 kali sehari) dan konsistensi feces cair (Smeltzer, 2001:1093).

2. Klasifikasi Diare
Menurut Donna L. Wong (2008:995), diare dapat diklasifikasi menjadi dua
yaitu:
 Diare Akut Diare akut adalah keadaan peningkatan dan perubahan tiba-tiba
frekuensi defekasi yang sering disebabkan oleh agen infeksius dalam tractus
GI. Diare akut biasanya sembuh sendiri dan lamanya sakit kurang dari 14
hari.
 Diare Kronis Diare kronis adalah keadaan meningkatnya frekeunsi defekasi
dan kandungan air dalam feses dengan lamanya (durasi) sakit lebih dari 14
hari

3. Penyebab Diare
Faktor penyebab terjadinya diare, adalah sebagai berikut:
1) Faktor infeksi (Cecily Lynn 2009:185)
a. Infeksi enteral; infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab
utama diare pada anak, meliputi
 infeksi bakteri ( Vibrio, E. coli, Salmonella, ShiDiarella,
Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb),
 infeksi virus : Enterovirus ( virus ECHO, coxsackie,
poliomyelitis) Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll)
 infeksi parasit: cacing (Ascaris, Trichiuris, oxyuris, strongyloideus),
protozoa (entamoeba histolitica, giardia lamblia, trichomonas
hominis)
b. Infeksi parenteral; merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang
dapat menimbulkan diare seperti : otitis media akut, tonsillitis,
bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya.
Kuman masuk dan berkembang dalam usus  adanya toksin dalam
dinding usus halus  hipersekresi air elektrolit (isi rongga) usus
meninkat  DIARE

2. Faktor Malabsorbsi
Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan
sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa).
Intoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan
anak. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein.

Tekanan osmotic meningkat  pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus


 isi rongga perut meningkat  DIARE

3. Faktor Makanan
Toksin tidak dapat diserap  hiperperistaltik  kemampuan absorbs
menurun  DIARE
4. Faktor Psikologis
Psikologis  hiperperistaltik  kemampuan absorbs menurun  DIARE

4) Tanda dan Gejala Diare


 BAB encer lebih dari 3x atau anak sering buang air besar dengan
konsistensi tinja cair atau encer
 Muntah
 Demam
 Nyeri abdomen
 Badan terasa lemah
 Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu
makan berkurang.
 Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
 Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringnya defekasi dan
tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
 Ada tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elastisitas kulit
menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan bibir
kering serta penurunan berat badan.
 Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun,
denyut jantung cepat, pasien sangat lemas hingga menyebabkan kesadaran
menurun.
 Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria). (Suraatmaja, 2005:8)

5) Penanganan Diare
 Mengganti cairan cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah
dengan oralit. Cairan oralit diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok,
dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit sudah dilengkapi dengan
elektrolit sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama
cairan. Minum oralit caranya :
(1) Siapkan 1 gelas air matang 200 ml
(2) Kemudian masukan 1 bungkus bubuk oralit
(3) Aduk sampai larut benar
Umur Setiap Diare Dalam waktu 4 jam
< 1 tahun ½ gelas air matang 400 ml (2 bungkus)
1 – 4 tahun 1 gelas air matang 600-800 ml (3-4
bungkus)
5 – 12 tahun 1 ½ gelas air matang 800-1000 ml (4-5
bungkus)
Dewasa 3 gelas air matang 1200-2000 ml (6-10
bungkus)

 Berikan zinc selama 10-14 hari. Zinc berfungsi untuk memperbaiki epitel
usus supaya tidak sering diare. Caranya zinc dilarutkan dalam 1 sendok air.
Pemberian zinc untuk anak <6 bulan ½ tablet dan >6 bulan 1 tablet.
 Pemberian ASI ataupun makanan pendamping ASI tetap diberikan agar
anak tidak kekurangan gizi( OTC DIGEST, 2011:27). Pemberian susu
formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak jenuh.
 Segera ke fasilitas kesehatan, jika kondisi tidak membaik dalam 3 hari atau
buang air besar cair bertambah sering, muntah berulang-ulang, makan atau
minum sedikit, demam dan tinja berdarah, sehingga bisa mendaptkan obat
antibiotic selektif dari dokter (OTC DIGEST, 2011:27).
 Nasihat yang meliputi makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan serta
cara menjaga kebersihan perseorangan. Sebaiknya makanlah makanan
setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim), makanan rendah
serat (tanpa buah, tanpa sayur) dan rendah lemak.
 Pemberian obat antidiare sebaiknya jangan karena dapat beresiko dapat
menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya seperti mual,
muntah bahkan yang cukup berat timbul illeus paralitik (OTC DIGEST,
2011:27).

6) Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi diare (Nelson, 2000:1820 dan Cecily,
2009:190)
 Syok hipovolomik yang terdekompensasi (hipotensi, asidosis
metabolik, perfusi sistemik buruk)
 Dehidrasi
Ringan Sedang Berat
BB (% 4-5 6-9 7-10
kehilangan)
Keadaan umum Haus, sadar Haus, letargi Mengantuk,
dingin, berkeringat
Air mata ada Tidak ada Tidak ada
Turgor jaringan Kembali cepat/ Kembali Kembali sangat
normal lambat lambat
Membrane basah kering Sangat kering
mukosa
Teakanan Darah Normal Normal/ , 90mmHg,
rendah mungkin tidak
dapat diukur
BAK Normal Menurun / Oliguria (50-
rendah 500cc/24 jam
Nadi normal menurun Cepat, lemah,
mungkin tidak
teraba
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Defisit cairan 40-50 60-90 >100
(ml/kg)
Komplikasi pada penderita diare diakibatkan karena dehidrasi, antara lain
(Suraatmaja, 2005:12-14):
 Hipernatremia Sering terjadi pada bayi baru lahir sampai umur 1 tahun
(khususnya bayi berumur < 6 bulan). Biasanya terjadi pada diare yang
disertai muntah dengan intake cairan /makanan kurang, atau cairan yang
diminum mengandung terlalu banyak Na. Pada bayi juga dapat terjadi
jika setelah diare sembuh diberi oralit dalam jumlah berlebihan.
Pengobatan : dapat diobati dengan pemberian oralit, atasi kejang
sebaik-baiknya.
 Hiponatremia Dapat terjadi pada penderita diare yang minum cairan
yang sedikit/tidak mengandung Na. Penderita gizi buruk mempunyai
kecenderungan mengalami hiponatremia.
Pengobatan : beri oralit dalam jumlah yang cukup.
 Demam Demam sering terjadi pada infeksi Shigella disentriae dan
Rotavirus. Pada umunya demam akan timbul jika penyebab diare
mengadakan invasi ke dalam sel epitel usus. Demam juga dapat terjadi
karena dehidrasi. Demam yang timbul akibat dehidrasi pada umumnya
tidak tinggi dan akan menurun setelah mendapat hidrasi yang cukup.
Demam yang tinggi mungkin diikuti kejang demam.
Pengobatan : kompres dan/atau antipiretika. Antibiotika jika ada infeksi
 Edema/overhidrasi Terjadi bila penderita mendapat cairan terlalu
banyak. Tanda dan gejala : edema kelopak mata. Kejang- kejang jika
terjadi edema otak. Edema paru-paru dapat terjadi pada penderita
dehidrasi berat yang diberi larutan Garam Faali.
Pengobatan : pemberian cairan intravena dan/oral dihentikan.
Kortikosteroid (jika ada kejang).
 Asidosis metabolik Asidosis metabolik ditandai dengan bertambahnya
asam atau hilangnya basa cairan ekstraseluler. Sebagai kompensasi
terjadi alkalosis respiratorik, yang ditandai dengan pernafasan yang
dalam dan cepat (kuszmaull). Pemberian oralit yang cukup
mengandung bikarbonas atau sitras dapat memperbaiki asidosis.
 Hipokalemia (serum K < 3.0 mMol/L) Jika penggantian K selama
dehidarsi tidak cukup, akan terjadi kekurangan K yang ditandai dengan
kelemahan pada tungkai, ileus, kerusakan ginjal, dan aritmia jantung.
Kekurangan K dapat diperbaiki dengan pemberian oralit (mengandung
20 mMol K/L) dan dengan meneruskan pemberian makanan yang
banyak mengandung K selama dan sesudah diare. Komplikasi yang
penting dan sering fatal, terutama terjadi pada anak kecil sebagai akibat
penggunaaan obat antimotilitas. Tanda/gejala : perut kembung, muntah,
peristaltik usus berkurang atau tidak ada. Pengobatan : cairan per oral
dihentikan, beri cairan parenteral yang mengandung banyak K
 Muntah Muntah dapat disebabkan oleh dehidrasi, iritasi usus atau
gastritis karena infeksi, ileus yang menyebabkan gangguan fungsi usus
atau mual yang berhubungan dengan infeksi sistemik. Muntah dapat
juga disebabkan karena pemberian cairan oral terlalu cepat.
Tindakan : berikan oralit sedikit- sedikit tetapi sering (1 sendok makan
tiap 2 - 3 menit). Antimetik sebaiknya tidak diberikan karena sering
menyebabkan penurunan kesadaran.
 GGA Mungkin terjadi pada penderita diare dengan dehidrasi berat dan
syok. Didiagnosis sebagai GGA bila pengeluaran urine belum terjadi
dalam waktu 12 jam setelah hidrasi cukup. 7)

7) Pencegahan Diare
Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:
(1)Mencuci tangan pakai sabun dengan benar yaitu setelah buang air besar,
sebelum & sesudah menyiapkan makanan atau minuman.
(2)Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan
cara merebus sampai mendidih ± 10-15 menit.
(3)Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan
jamban dengan tangki septik.
(4)Mencuci makanan/sayuran sebelum dimasak dibawah air mengalir.
(5)Mencuci botol susu dan tempat makan anak dengan cara mencuci di bawah
air mengalir lalu rendam dengan air panas ± 5 menit baru digunakan lagi.
(6)Menjaga kebersihan diri.
(7)Menjaga kebersihan lingkungan: rumah, saluran air, pengelolaan sampah
yang baik yaitu sampah dibuang pada tempatnya dan tempat sampah selalu
ditutup agar makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan
lain-lain), membuang tinja termasuk tinja bayi pada jamban/WC.
DAFTAR PUSTAKA

OTC DIGEST. 2011. Diare dan Obatnya edisi 61 halaman 27. Jakarta: PT
Triprakarsa Media Utama
Smeltzer, Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner &
Suddart vol.2. Jakarta: EGC
Suraatmaja, Sudaryat. 2005. Gastroenterologi Anak . Jakarta: Agung Seto.
Wong, Donna L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik . Jakarta:EGC.