Anda di halaman 1dari 10

rBAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang sering
dijumpai dalam masyarakat maupun pada pasien yang memeriksakan diri ke fasilitas
kesehatan.LBP merupakan keluhan yang sering kita dengar pada orang usia lanjut, namun tidak
menutup kemungkinan dialami oleh orang usia muda.

LBP termasuk salah satu gangguan musculoskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan
penurunan produktivitas kerja, akibat dari keterbatasan fungsional dan banyak kehilangan jam
kerja, sehingga menjadi alasan dalam mencari pengobatan.Gangguan ini paling banyak
ditemukan di tempat kerja, terutama pada mereka yang beraktivitas dengan postur tubuh yang
salah.

Data untuk jumlah penderita LBP di Indonesia belum diketahui secara pasti. Beberapa
data menyebutkan bahwa keluhan nyeri punggung bawah ini 90% dapat sembuh spontan antara
2–6 minggu dengan resiko kekambuhan, 8% kasus dapat sembuh dalam 6–12 minggu,
sedangkan 1–2% kasus memerlukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan semakin banyak dijumpainya keluhan dan kasus LBP di masyarakat pada
umumnya dan pada pasien yang berkunjung ke fasilitas kesehatan pada khususnya, perlu
disosialisasikan pengertian dan pentingnya pencegahan LBP ini, sehingga dapat terjaga
produktivitas baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun di tempat kerja. Mengingat
bahwa penderita penyakit kronis yang tergabung dalam Prolanis tidak hanya yang berusia lanjut,
tetapi juga ada yang termasuk dalam usia produktif atau masih bekerja secara aktif dalam
kesehariannya.
1.2 Tujuan
1.2.1 TujuanUmum
Dilakukan pembinaan bagi peserta penyakit kronis yang memiliki keluhan maupun
memiliki faktor resikoLow Back Pain melalui Klub Prolanis Seger Waras Klinik Hamid
Rusdi.
1.2.2 Tujuan Khusus
 Terselenggaranya edukasi terhadap peserta Prolanis khususnya mengenai keluhan
nyeri punggung bawah, penyebab, serta faktor resikonya
 Terselenggaranya Senam Prolanis bagi peserta Prolanis, dan secara khusus
memberikan pengetahuan teknik mengatasi nyeri punggung bawah ringan yang
dapat dilakukan di rumah

1.3 Pengeluaran Biaya Senam Prolanis

Pengeluaran biaya untuk kegiatan senam prolanis sebagai berikut :

1. Instruktur Senam Rp. 150.000,00

2. Pembelian Snack untuk peserta Rp. 200.000,00

3. Honorarium Narasumber Penyuluhan Rp. 400.000,00 +

TOTAL : Rp. 750.000,00


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Low Back Pain

Low Back pain adalah suatu sensasi nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliakal,
umumnya pada daerah L4-L5 dan L5-S1, nyeri inisering disertai penjalaran ke tungkai sampai
kaki (Harsono, 2009).LBP juga didefinisikan sebagai nyeri yang dirasakan di daerah punggung
bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya.Nyeri ini terasa di
antara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral
dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai dan kaki (Dunn et al, 2011).

2.2 Faktor resiko

1. Usia :Pada usia 30 tahun mulai terjadi degenerasi yang berupa kerusakan jaringan,
penggantian jaringan menjadi jaringan parut, pengurangan cairan. Hal tersebut menyebabkan
stabilitas pada tulang dan otot menjadi berkurang. Semakin tua seseorang, semakin tinggi resiko
seseorang mengalami penurunan elastisitas tulang yang menjadi pemicu timbulnya gejala LBP.
Keluhan LBP biasanya dialami seseorang pada usia kerja yaitu 24-65 tahun (Kantana, 2010).

2. Jenis Kelamin :Prevalensi terjadinya LBP lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-
laki, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih sering tidak masuk bekerja
karena LBP (Hoy et al, 2010). Kekuatan otot wanita hanya 60% dari kekuatan otot pria.Hal
tersebut mengakibatkan keluhan musculoskeletal banyak dialami wanita (Oborne, 1995).

3. Berat badan :Indeks masa tubuh (IMT) dapat digunakan sebagai indikator kondisi status gizi.
Dihitung dengan rumus BB2/TB (berat badan2/tinggi badan), adapun menurut WHO (2005)
dikategorikan menjadi tiga yaitu kurus (< 18,5); normal (18,5-25); gemuk (25-30); serta obesitas
(> 30). Kaitan IMT dengan Low Back pain adalah semakin gemuk seseorang maka bertambah
besar risikonya untuk mengalami Low Back pain.Hal ini dikarenakan seseorang dengan
kelebihan berat badan akan berusaha untuk menyangga berat badan dari depan dengan
mengontraksikan otot punggung bawah. Dan bila ini berlanjut terus menerus, akan meyebabkan
penekanan pada bantalan saraf tulang belakang (Tan dan Horn, 1998).

4. Pekerjaan :Pekerjaan fisik yang berat, terutama yang memberikan tekanan yang cukup besar
pada tulang belakang. Pekerjaan yang berhubungan dengan posisi statis yang berkepanjangan,
seperti duduk atau berdiri dalam waktu lama.Pekerjaan yang dilakukan dengan gerakan-gerakan
membungkukkan atau memutar tubuh secara berulang-ulang.

5. Kebiasaan merokok dan pola hidup :Perokok lebih beresiko terkena LBP dibandingkan
dengan yang bukan perokok. Diperkirakan hal ini disebabkan oleh penurunan pasokan oksigen
yang diikat hemoglobin dan berkurangnya oksigen darah akibat nikotin terhadap penyempitan
pembuluh darah arteri.Kebiasaan merokok dapat menyebabkan nyeri punggung karena perokok
memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan pada peredaran darahnya, termasuk ke
tulang belakang.Kebiasaan merokok akan dapatmenurunkan kapasitas paru-paru yang
diakibatkan adanya kandungan karbonmonoksida sehingga kemampuan untuk mengkonsumsi
oksigen menurun dan sebagai akibatnya tingkat kesegaran menurun. Apabila yang bersangkutan
melakukan tugas yang menuntut pengerahan tenaga maka akanmudah lelah karena kandungan
oksigen dalam darah rendah, pembakaran karbohidrat terhambat, terjadi penumpukan asam
laktat, dan akhirnya timbul nyeri otot. Kebiasaan minum alkohol, kopi dan rokok dihubungkan
dengan kejadian osteoporotik; sedangkan kurang gerak atau olahraga menyebabkan fleksibilitas
jaringan kurang baik.

2.3 Penyebab Low Back Pain

LBP dapat disebabkan oleh berbagai kelainan yang terjadi pada tulang belakang, otot,
diskus intervertebralis, sendi, maupun struktur lain yang menyokong tulang belakang (Fauci et
al, 2008). Penyebab pertama adalah traumatik atau mekanik, yang dapat terjadi pada unsur
miofasial (misalkan pada pekerja kasar yang gizinya kurang baik dengan kondisi kesehatan
badan yang kurang optimal, atau pada kalangan sosial yang serba cukup atau berlebihan keadaan
tubuh tidak optimal karena kegemukan, terlalu banyak duduk dan terlalu kaku karena tidak
mengadakan gerakan-gerakan untuk mengendurkan ototnya); dan yang terjadi pada komponen
keras (misalkan akibat trauma karena jatuh fraktur kompresi dapat terjadi di vertebrata torakal
bawah atau vertebra lumbal atas, atau trauma yang ringan jatuh terduduk dari kursi pendek).
Penyebab kedua adalah akibat proses degeneratif, antara lain Spondilosis(terjadi
perubahan degeneratif yaitu rarefikasi korteks tulang belakang, penyempitan discus dan osteofit-
osteofityang dapat menimbulkan penyempitan dari foramina intervetebralis); Hernia Nukleus
Pulposus (perubahan degeneratif pada annulus fibrosus discus intervertebralisyang bila pada
suatu saat terobek dapat disusul dengan protusio discus intervertebralis yang akhirnya
menimbulkan hernia nukleus pulposus); Osteoathritis(proses degeneratif pada kartilago
artikularis, akibat dari trauma kecil yang terjadi berulang-ulang selama bertahun-tahun, sehingga
pergerakan yang terbatas sepanjang columna vertebralis akan menyebabkan tarikan dan tekanan
pada otot atau ligamen pada setiap gerakan sehingga menimbulkan nyeri punggung bawah).

Penyebab ketiga yaitu akibat penyakit inflamasi, seperti Arthritis rematoid (penyakit
autoimun yang menyerang persendian tulang, dimana sendi yang terjangkit mengalami
peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan kemudian sendi mengalami kerusakan).
Penyebab keempat yaitu akibat gangguan metabolisme, antara lain Osteoporosis (penyakit
metabolik tulang yang ditandai oleh menurunnya massa tulang, berkurangnya matriks dan
mineral tulang disertai dengan kerusakan mikro arsitektur dari jaringantulang).

Penyebab lainnya adalah akibat Neoplasma benigna maupun maligna (primer atau
sekunder / metastatik); Referred Pain(nyeri alih yang menjalar dari organ dalam yang
bermasalah); Psikogenik (beban psikis yang dirasakan berat oleh penderita, dapat pula
bermanifestasi sebagai nyeri punggung karena menegangnya otot-otot; Infeksi (infeksi akut
misalnya kuman pyogenik stafilokokus dan streptokokus, dan infeksi kronik misalnya spondilitis
TB).

2.4 Penanganan dan Terapi Low Back Pain

A. TERAPI KONSERVATIF

1. Bed rest : untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan pada struktur tulang belakang,
dilakukan pada alas yang keras, selama 3-5 hari, sedangkan pada scoliosis dengan nyeri
hebat atau pada HNP bisa diperlukan waktu yang lebih panjang selama 5 minggu.
2. Pembatasan aktivitas : hingga selama 3 bulan disertai pembatasan beban hingga 9 kg.
B. TERAPI OBAT-OBATAN

Dengan pemberian analgetik, anti inflamasi, dan relaksan otot.

C. TERAPI FISIK

1. Kompres panas / dingin : akut (< 24 jam) diberikan kompres dingin, sedangkan yang
kronis dengan kompres panas
2. Diatermi, ultrasound
3. Korset lumbal : untuk mencegah kekambuhan dan nyeri punggung bawah kronis serta
mengurangi beban pada diskus dan mengurangi spasme

D. LATIHAN

Dilakukan segera setelah nyeri hilang, antara lain dengan olahraga ringan seperti
berjalan, bersepeda, atau berenang; ataupun dengan latihan gerakan khusus yang ditujukan pada
punggung bagian bawah. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kelenturan dan kekuatan
otot, gerak sendi, dan jaringan lunak.
E. TERAPI PIJAT

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah 10 minggu, orang yang rutin dipijat setiap
minggunya mengalami sedikit rasa sakit dan lebih mampu untuk melakukan aktivitas
sehari-hari.

F. AKUPUNKTUR

G. SUNTIKAN ( NERVE ROOT BLOCK )

Salah satu prosedur yang disebut Nerve Root Block, menargetkan pada saraf yang
teriritasi, dengan injeksi obat yang mengandung steroid.

H. OPERASI

Ahli bedah dapat menghilangkan herniated disc, memperluas ruang di sekitar saraf
tulang, dan / atau menyambung dua vertebrae bersama-sama; tergantung penyebab Low
Back Pain.

2.5 Pencegahan Low Back Pain

1. Menjaga berat badan


2. Olah raga teratur
3. Gerakan dan posisi tubuh yang tepat
 Duduk dan berdiri : otot perut ditegangkan, punggung tegak dan lurus
 Turun dari tempat tidur : punggung didekatkan ke tepi tempat tidur, saat akan berdiri
tumpukan tangan pada paha untuk membantu posisi berdiri
 Mengangkat sesuatu dari lantai : lutut ditekuk, punggung lurus dengan
mengencangkan otot perut, posisikan beban sedekat mungkin dengan dada
 Ganti WC jongkok dengan WC duduk : memudahkan gerakan dan tidak membebani
punggung saat bangkit
BPJS KCU MALANG
NOTULEN
PERTEMUAN PENYULUHAN DAN SENAM PROLANIS TAHUN 2017
DI KLINIK HAMID RUSDI KOTA MALANG

Hari : Minggu
Tanggal : 7 Januari 2018
Waktu : 07.00-10.00
Tempat : Klinik Hamid Rusdi Malang
Undangan : Peserta Prolanis Hamid Rusdi Malang
Topik : Low Back Pain
Pembicara : dr. PRILLYA WASKITA

Sesi Tanya Jawab

1. Tanya : Anak saya perempuan usia 23 tahun pernah mengalami keluhan nyeri punggung
bagian bawah dan dinyatakan menderita HNP, kemudian menjalani pengobatan dan
fisioterapi. Apakah pada penderita HNP dimana terjadi penjepitan saraf pada struktur tulang
belakang yang sudah dijelaskan tadi, bisa kembali normal pada penjepitan saraf tersebut?
(anak saya mengalami kelebihan berat badan / obesitas)
Jawab : Bila penjepitan saraf pada HNP tidak terlalu berat derajat penjepitannya, dapat
diatasi dengan pembatasan aktivitas termasuk bed rest, pemberian obat-obatan yang
tujuannya untuk mengendalikan terjadinya proses radang (anti inflamasi) maupun relaksan
otot. Tetapi bila penjepitan saraf pada HNP sudah berat akibat kerusakan annulus fibrosus
(cincin) pada diskus intervertebralis, kerusakan hanya dapat diperbaiki melalui jalan operasi.
Oleh karena itu, bila penderita tidak menjalani operasi, harus berhati-hati dalam beraktivitas
sehari-hari terutama mengangkat beban yang berat, menurunkan berat badan,dan olah raga
secara teratur.
2. Tanya :Bila kaki sering mengalami kram, apakah hal ini juga disebabkan oleh nyeri
punggung bagian bawah yang melibatkan saraf?
Jawab ;Ciri-ciri nyeri punggung bawah yang melibatkan saraf antara lain nyeri berpusat atau
bersumber pada punggung bawah yang menjalar sampai ke kaki, baik pada posisi tegak
maupun membungkuk; rasa nyeri yang dirasakan sifatnya tajam(tersetrum, terbakar, disilet,
kesemutan, mati rasa), dan tidak membaik dengan pemijatan. Sedangkan pada keluhan kaki
kram disebabkan oleh kelelahan pada otot tertentu karena rendahnya kandungan oksigen
pada otot yang bersangkutan, pembakaran karbohidrat terhambat, terjadi penumpukan asam
laktat, dan akhirnya timbul nyeri otot atau kram. Oleh karena itu penting untuk dilakukan
peregangan atau stretching sebelum melakukan aktivitas berat seperti mengawali olahraga,
atau pada saat kita bangun tidur, supaya otot tidak langsung bekerja berat secara mendadak
yang bisa mengakibatkan kelelahan pada otot dan terjadi kram.

3. Tanya : Bagaimana kita membedakan nyeri punggung bawah yang disebabkan karena batu
ginjal?
Jawab : Ciri-ciri nyeri punggung bawah karena batu ginjal yaitu nyeri terjadi secara
mendadak, nyeri hilang timbul, nyeri seperti diremas-remas (kolik), pada pemeriksaan fisik
terasa sangat nyeri bila dipukul (nyeri ketok) pada pinggang kanan atau kiri, dan pada
pemeriksaan penunjang (laboratorium) urine keruh atau kemerahan.