Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

LACTODEHIDROGENASE

DISUSUN OLEH :

Nama : Maria Sherly C.H Kanawi


Nim : 20114041
Prodi : D-IV Analis Kesehatan
Semester : 5 (Lima)

PROGRAM STUDI D-IV ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Easa karena atas rahmat
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah, yang berjudul “Alpha Fetoprotein”.
Dalam pembuatan makalah ini, saya mengambil referensi yang ada di Internet maupun dari
buku.
Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada ibu “Dr. Hartati Tuna” selaku dosen mata
kuliah Kimia Klinik, dosen saya yang telah memberikan dukungan baik secara moral dan
materil. Seperti pepatah ”tak ada gading yang tak retak” saya menyadari dalam penyusunan
makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saya mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.

Kediri, 02 November 2016

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis
(senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi
kimia organik. Enzim mempunyai beberapa jenis serta beberapa sifat. Enzim bekerja
secara bolak balik. Maisng-masing enzim menempati substrat tertentu.
Enzim merupakan polimer biologik yang mengkatalisis lebih dari satu proses
dinamik yang memungkinkan kehidupan seperti yang kita kenal sekarang. Sebagai
determinan yang menentukan kecepatan berlangsungnya berbagai peristiwa fisiologik,
enzim memainkan peranan sentral dalam masalah kesehatan dan penyakit. Sehingga
dalam keadaan-keadaan tertentu kerja enzim akan mengalami perubahan. Dalam
keadaan tubuh yang kurang seimbang, atau tubuh yang kurang sehat, reaksi-reaksi
yang terjadi didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Hal ini disebabkan kerja enzim
tidak terkoordinasi dengan cermat. Sementara dalam keadaan sehat, semua proses
fisiologis akan berlangsung dengan baik serta teratur.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa definisi enzim laktat dehidroginase ?


2. Bagaimana reaksi dari enzim laktat dehidroginase ?
3. Apa spesimen dari enzim laktat dehidroginase ?
4. Berapa nilai rujukan dari enzim laktat dehidroginase ?
5. Bagaimana masalah klinis enzim laktat dehidroginase ?
6. Apa saja faktor yang mempengaruhi temuan di laboratorium ?
7. Bagaimana pemeriksaan enzim laktat dehidroginase?
1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi dari enzim laktat dehidroginase


2. Untuk mengetahui reaksi dari enzim laktat dehidroginase
3. Untuk mengetahui spesimen dari enzim laktat dehidroginase
4. Untuk mengetahui nilai rujukan dari enzim laktat dehidroginase
5. Untuk mengetahui masalah klinis enzim laktat dehidroginase
6. Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi temuan di laboratorium.
7. Untuk mengetahui cara pemeriksaan enzim laktat dehidroginase
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
A. Laktat Dehidroginase (LDH)
Laktat Dehidroginase (LDH atau LD) adalah enzim yang ditemukan pada
hewan, tumbuhan, dan prokariota .
Laktat Dehidroginase signifikansi medis karena ditemukan secara luas di
jaringan tubuh, seperti sel-sel darah dan otot jantung. Karena dilepaskan selama
kerusakan jaringan, itu adalah penanda cedera umum dan penyakit.
Sebuah dehidrogenase adalah enzim yang mentransfer hidrida dari satu
molekul ke yang lain. Laktat dehidrogenase mengkatalisis konversi piruvat ke laktat
dan kembali, karena mengubah NADH ke NAD+ dan belakang.
Dehydrogenases laktat ada di empat kelas yang berbeda enzim. Masing-
masing bertindak di kedua D-laktat ( dehidrogenase D-laktat (sitokrom) ) atau L-
laktat ( L-laktat dehidrogenase (sitokrom) ). Dua yang sitokrom c enzim-dependent.
Dua adalah NAD (P) enzim -dependent.

2.2 Reaksi
A. Laktat Dehidroginase (LDH)
Laktat dehidrogenase mengkatalisis interkonversi piruvat dan laktat dengan
interkonversi seiring NADH dan NAD + . Mengkonversi piruvat, produk akhir dari glikolisis
, laktat ketika oksigen tidak ada atau pasokan pendek, dan ia melakukan reaksi balik selama
siklus Cori dalam hati . Pada konsentrasi tinggi laktat, enzim menunjukkan inhibisi umpan
balik, dan tingkat konversi piruvat ke laktat berkurang
2.2 Spesimen
A. Laktat Dehidroginase (LDH)
Spesimen yang diperlukan untuk mengukur aktifitas LDH adalah serum atau cairan
tubuh. Spesimen harus bebas dari hemolisis dan apabila akan disimpan, spesimen harus
dipisahkan dari bekuan untuk menghindari kemungkinan pengeluaran LDH intrasel. LDH
total dan isoenzim LDH stabil pada suhu kamar selama beberapa hari, tetapi rusak apabila
dibekukan.

2.3 Nilai Rujukan


A. Laktat Dehidroginase (LDH)
Suhu Dewasa
25oC 105 - 210 IU/L
34oC 140 - 280 IU/L
37oC 200 - 400 IU/L

2.4 Masalah Klinis


A. Laktat Dehidroginase (LDH)
Laktat dehydrogenase (LDH) terdapat pada semua sel tubuh, dengan konsentrasi yang
bervariasi sekitar 1.500 sampai 5.000 kali lebih tinggi daripada di darah. Sehingga kebocoran
enzim dari jaringan yang rusak dapat meningkatkan kadar LDH dalam darah. Berbagai
jaringan memiliki komposisi isoensim LDH yang berbeda, yaitu:

LDH1 : jantung, eritrosit

LDH2 : RES

LDH3 : paru dan jaringan lainnya

LDH4 : ginjal, plasenta, pankreas

LDH5 : hati dan otot

LDH terdapat pada semua jaringan, sehingga peningkatan kadar LDH dalam darah
bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti serangan jantung, hepatitis, hemolisis, gagal
ginjal, penyakit paru dan otot. Jadi perlu diingat bahwa pemeriksaan LDH ini merupakan tes
yang sensitif, tapi tidak spesifik karena dapat meningkat pada berbagai kondisi.

2.5 Faktor Mempengaruhi Temuan


A. Laktat Dehidroginase (LDH)

 Obat narkotik dan injeksi IM dapat meningkatkan kadar


 Hemolisis sampel dapat meningkatkan kadar
 Penyimpanan sampel pada keadan beku dapat menurunkan kadar.

2.6 Pemeriksaan
A. Laktat Dehidroginase (LDH)

 Metode : SFBC
 Prinsip : dalam suasana netral LDH mengkatalisis reaksi piruvat dalam NADH
menjadi laktat dan NAD+. Aktivitas kataliktik LDH ditentukan dengan mengukur
penurunan absorban NADH pada panjang gelombang 340 nm.
 Alat dan Bahan :

Alat yang digunakan :


1. Fotometer Clinicon 4010, Microlab 300
2. Clinipette 20 µL dan 1000 µL
3. Tabung khan
4. Tip (kuning dan biru)
5. Tissue
Bahan yang digunakan :
1. Sampel (serum)
2. Pereaksi LDH, terdiri dari :
a. Buffer fosfat pH 7.5 50 mmol/L
b. Natrium piruvat 0.6 mmol/L
c. NADH 0.06 mmol/L
 Cara kerja :

1. Pipet ke dalam tabung sebanyak 20 L serum


2. Tambahkan 1000 µL larutan pereaksi
3. Campur sampai homogen
4. Inkubasi selama 1 menit
5. Baca pada fotometer Clinicon 4010 atau Microlab 300 dengan program absorban
pada panjang gelombang 340 nm
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Laktat Dehidroginase ( LDH atau LD ) adalah enzim yang ditemukan pada
hewan, tumbuhan, dan prokariota .

Faktor Mempengaruhi Temuan


A. Laktat Dehidroginase (LDH)

 Obat narkotik dan injeksi IM dapat meningkatkan kadar


 Hemolisis sampel dapat meningkatkan kadar
 Penyimpanan sampel pada keadan beku dapat menurunkan kadar.

3.2 Saran
Demikian makalah yang telah kami susun, kami menyadari masih terdapat
beberapa kekurangan dalam penulisan makalah ini, kami sebagai penyusun
mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Semoga makalah ini dapat manambah pengetahuan serta lebih bisa memahami
pokok bahasan, bagi para pembacanya dan khususnya bagi kami sebagai penyusun
Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Lactate_dehydrogenase
http://en.wikipedia.org/wiki/Creatine_kinase
http://labkesehatan.blogspot.com/2010/10/laktat-dehidrogenase.html
http://labkesehatan.blogspot.com/2010/10/creatine-kinase.html