Anda di halaman 1dari 9

HUKUM GAUSS

Hukum Gauss ini didasarkan pada konsep garis-garis medan listrik yang mempunyai arah atau
anak panah seperti pada gambar 1

Gambar 1 : garis-garis medan listrik disekitar muatan listrik positif

Jumlah gais-garis medan listrik yang menembus secara tegak lurus pada suatu bidang
dinamakan Fluks Listrik dengan symbol f, seperti pada gambar

Rumus Fluks Listrik :

atau
Hukum Gauss dinyatakan sebagai berikut :

” Jumlah garis medan yang menembus suatau permukaan tertutup sebanding dengan jumlah
muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup tersebut”

Di rumuskan sebagai berikut :

Tentang iklan-iklan ini

Terkait

Medan Listrik & Kuat Medan Listrikdalam "Fisika Kelas XII Smt 1"

Energi Potensial Dan Potensial Listrikdalam "Fisika Kelas XII Smt 1"

Induksi Elektromagnetikdalam "Fisika Kelas XII Smt 1"


Hukum mengenai gaya elektrostatis dikemukakan oleh Charles Augustin de Coulomb dalam
Hukum Coulombnya. Kita dapat menyatakan Hukum Coulomb di dalam bentuk lain, yang
dinamakan Hukum Gauss, yang dapat digunakan untuk menghitung kuat medan listrik pada
kasus-kasus tertentu yang bersifat simetri. Hukum Gaus menyatakan :
“jumlah aljabar garis-garis gaya magnet (fluks) listrik yang menembus permukaan tertutup
sebanding dengan jumlah aljabar muatan listrik di dalam permukaan tersebut”
Dalam persamaan matematisnya dapat ditulis :

1. Fluks Medan Listrik

Fluks medan listrik yang disimbolkan ΦE , dapat dinyatakan oleh jumlah garis yang melalui
suatu penampang tegak lurus. kerapatan fluks listrik pada titik tersebut adalah jumlah per satuan
luas pada titik itu. Untuk permukaan tertutup di dalam sebuah medan listrik maka kita akan
melihat bahwa ΦE adalah positif jika garis-garis gaya mengarah ke luar, dan adalah negatif jika
garis-garis gaya menuju ke dalam. Sehingga, ΦE adalah positif untuk permukaan S1 dan negatif
untuk S2. ΦE untuk permukaan S3 adalah nol. Seperti yang diperliahtkan pada gambar di bawah
ini.

Perhatikan hambar dibawah ini.


Pada gambar (a) menunjukkan sebuah permukaan tertutup yang dicelupkan di dalam medan
listrik tak uniform. Misalnya, permukaan tersebut dibagi menjadi segiempat-segiempat kuadratis
ΔS yang cukup kecil, sehingga dianggap sebagai bidang datar. Elemen luas seperti itu dinyatakan
sebagai sebuah vektor ΔS , yang besarnya menyatakan luas ΔS . Arah ΔS sebagai normal pada
permukaan yang digambarkan ke arah luar. Sebuah vektor medan listrik E digambarkan oleh tiap
segiempat kuadratis. Vektor-vektor E dan ΔS membentuk sudut θ terhadap satu sama lain.
Perbesaran segiempat kuadratis dari Gambar (b) ditandai dengan x, y, dan z, di mana pada x, θ >
90o (E menuju ke dalam); pada y, θ = 90o (E) sejajar pada permukaan); dan pada z, θ < 90o (E
menuju ke luar). Sehingga, definisi mengenai fluks adalah:

Dengan menggantikan penjumlahan terhadap permukaan pada persamaan di atas dengan sebuah
integral terhadap permukaan akan diperoleh:

ΦE = ∫ E ⋅ dS

kita dapat menentukan bahwa satuan SI yang sesuai untuk fluks listrik (ΦE ) adalah
newton.meter2/coulomb (Nm2/C). Hubungan antara ΦE untuk permukaan dan muatan netto q,
berdasarkan Hukum Gauss adalah:

∈0 ΦE = q

dengan menggunakan persamaan ΦE = ∫ E ⋅ dS diperoleh:

∈0 ∫ E ⋅ dS = q
jika sebuah permukaan mencakup muatan-muatan yang sama dan berlawanan tandanya, maka
fluks ΦE adalah nol. Hukum Gauss dapat digunakan untuk menghitung E jika distribusi muatan
adalah sedemikian simetris sehingga kita dapat dengan mudah menghitung integral di dalam
persamaan ∈0 ∫ E ⋅ dS = q.

2. Medan di Sebuah Titik

Perhatikan gambar di atas. Gambar tersebut merupakan bola Gaus di mana q sebagai titik pusat
dari bola tersebut dengan jari-jari r dan medan listrik E. Medan listrik yang terjadi pada
permukaan bola yang jari-jarinya r dan berpusat pada muatan tersebut, dapat ditentukan dengan
menggunakan Hukum Gauss. Pada gambar tersebut, E dan dS pada setiap titik pada permukaan
Gauss diarahkan ke luar di dalam arah radial.
Sudut di antara E dan dS adalah nol dan kuantitas E dan dS akan menjadi E.dS saja. Dengan
demikian, Hukum Gauss dari persamaan (4.11) akan menjadi:
∈0 ∫ E ⋅ dS = ∈0 ∫ E.dS = q
karena E adalah konstan untuk semua titik pada bola, maka E dapat dikeluarkan dari integral,
yang akan menghasilkan:
∈0 .E∫ dS = q
dengan integral tersebut menyatakan luas bola, sehingga:
∈0 E (4πr2 )= q
atau

karena k = 1/4πε0 maka persamaannya menjadi :

3. Medan Listrik pada Keping Sejajar


Perhatikan gambar di atas. Pada gambar tersebut terdapat dua plat yang memiliki muatan yang
berbeda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya benda yang memiliki muatan memiliki
medan listrik pada benda tersebut. Sama halnya dengan plat ini, plat sebelah kanan memiliki
muatan negatif dan plat sebelah kiri memiliki muatan positif. Sehingga medan listrik yang terjadi
pada kedua plat tersebut bersifat homogen.

Jika luas keping A, masing-masing keping bermuatan +q dan -q, medan listrik dinyatakan oleh
banyaknya garis-garis gaya, sedangkan garis-garis gaya dinyatakan sebagai jumlah muatan yang
menimbulkan garis gaya tersebut (Hukum Gauss). Muatan listrik tiap satu satuan luas keping
penghantar didefinisikan sebagai rapat muatan permukaan diberi lambang σ (sigma), yang diukur
dalam C/m2. Sehingga persamaannya dpat dihintung dengan :

atau dengan persamaan

karena N = ε0.E.A maka dapat di subtitusikan ke persamaan σ sehingga menjadi

Persamaan tersebut dapat disederhanakan karena memiliki nilai yang sama yaitu A sehingga
persamaannya menjadi :
σ=ε0.E
Sehingga medan listrik pada keping sejajar dapat dicari dan hasilnnya menjadi :
Keterangan : E : Medan Listrik ( N/C)
σ : rapat muatan keping (C/m2)
A : Luas Hukum Gauss dan Contoh Soal

Ketika belajar listrik statis sobat akan menjumpai sebuah hukum yang namanya hukum gauss.
Hukum ini menceritakan hubungan antara fluks litrik hmogen yang melalui sebuah bidang
(luasan) dan muatan listrik. Hukum ini ditemukan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman
bernama Carl Friedrich Gauss. Sedikit cerita unik dari ilmuwan ini, ia adalah anak seorang buruh
miskin dan ibunya buta huruf. Menurut cerita ia tidak pernah ingat tanggal lahirnya. Namun
demikian, Gauss muda punya kemampuan intelektual yang brilian. Di usianya yang belum genap
dua dekade ia telah bisa memecahkan berbagai operasi matematika yang sangat rumiit.

Hukum Gauss

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang hukum gauss ada baiknya kita simak apa itu fluks
listrik. Fluks listrik dapat didefinisikan sebagai perkalian antara garis gaya listrik dengan luasan
bidang yang dilewatinya. Jika ada garis-garis gaya dari sebuah medan listrik homogen yang
menembus sebuah bidan seluas A maka fluks listrik (Φ baca : phi) yang melalui bidang tersebut
tergantung pada kuat mendan listrik, luas bidang yang ditembus, dan sudut jatuhnya. Ada dua
kemungkinan, gaya jatuh tegak lurus dan gaya jatuh tidak secara tegak lurus.

a. Garis Gaya Jatuh Tegak Lurus


Φ = E. A
b. Garis Gaya Jatuh Tidak Tegak Lurus

Φ = E. A. cos θ
Keterangan
Φ = Fluks listrik satuannya dalam SI adalah NC-1m2 atau waber (Wb)
E = Kuat medan listrik (N/C)
A = Luas bidang yang ditembus oleh medan listrik (m2)
θ = sudut antara gaya yang datang dengan garis bidang normal

Bunyi Hukum Gauss


“Jumlah garis gaya dari sebuah medan listrik yang menembus suatu
permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang
dilingkupi oleh permukaan tertutup tersebut.”

Secara matematis, hukum Gauss dinyatakan dengan rumus berikut

Φ = E. A. cos θ = Q/εo
Dengan
Q = muatan yang dilingkupi oleh permukaan tertutup
ε 0 = permitivitas udara
Contoh Soal
Jika terdapat persegi dengan panjang sisi 20 cm, lalu bila sebuah medan listrik homogen sebesar
200 N/C ditembakkan ke arahnya dengan arah yang tegak lurus bidang persegi tersebut, berapa
jumlah garis medan listrik yang menembus bidang persegi tersebut (fluks listrik)?
Jawab
Luas Persegi = 20 x 20 = 400 cm2 = 4 x 10-2 m2
JumlahGarisyang menembus bidang
Φ = E. A
Φ = 200. 4 x 10-2 m
Φ = 8 weber
Sobat punya sebuah bidan lingkaran dengan jari-jari 7 cm. Jika ada kuat medan listrik sebesar
200 N/C mengarah pada bidang tersebut dengan membentuk sudut 300 terhadap bidang.
Tentukan berapa fluks listrik tersebut?
Jawab
Luas Bidang = Luas lingkaran = π r2 = 22/7 x 49 = 154 cm2 = 1,54 x 10-2 m2
Cos θ = Cos 60o
( θ = sudut yang dibentuk oleh E dan garis normal — lihat gambar sebelumnya –)
Φ = E. A.cos θ
Φ = 200. 1,54 x 10-2 . 0,5
Φ = 1,54 weber