Anda di halaman 1dari 4

Muhammad Indra Nugraha Putra

S1 T PWK/ 2016

Revitalisasi Gerakan Mahasiswa Untuk Menjawab Tantangan Rakyat


Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya
dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual. Peran
dan fungsi mahasiswa itu sendiri ialah seorang mahasiswa akan menjadi generasi
penerus untuk memimpin bangsa ini nantinya, atau sebagai pemegang tonggak estafet
sekarang, mahasiswa sebagai agen perubahan yang berarti jika saat ini bangsa atau
lingkungan sekitar salah seorang mahasiswa dituntut merubahnya dengan apa yang
seharusnya benar.

Sebagai mahasiswa sosial kontrol harus ada dengan bersosialisasi dengan


lingkungan sekitar meliputi rakyat, mahasiswa juga harus mempunyai moral-moral yang
baik karena mahasiswa dituntut menjaga moral-moral yang sudah ada di kalangan
masyarakat. Mahasiswa harus menentukan arah mana untuk melakukan pergerakan
untuk bangsa yang lebih baik, fokus untuk pergerakan harus jelas agar rakyat bisa dengan
jelas menatap masa depan bangsanya, dikarenakan mahasiswa sebagai lidah atau otak
rakyat di masa sekarang.

Gerakan mahasiswa saat ini pun belom jelas atau tidak ada fokus ke arah mana
yang akan dituju, mahasiswa sekarang pun hanya melihat dari apa yang ada di dalam
kampus saja. Oleh karena itu revitalisasi gerakan mahasiswa harus dibenarkan atau
direncanakan kembali agar bangsa menjadi baik dan bisa menjawab berbagai masalah
yang ada di masyarakat. Pada zaman sekarang pengaruh globalisasi sangat cenderung
memprihatinkan, mahasiswa dituntut beradaptasi pada situasi zaman sekarang untuk
menjawab tantangan rakyat atau kunci keberhasilan pergerakan mahasiswa saat ini.
Dalam hal ini mahasiswa harus memiliki keppekaanterhadap dinamika perubahan
kehidupan sosial bangsa ini.

Untuk mewujudkan keberhasilan atau melakukan perubahan maka tindakan yang


harus diambil oleh mahasiswa adalah membangun kesadaran bahwa perubahan tidak
bisa dilakukan hanya dengan mengkritisi berbagai kebijakan publik dan politik yang
dikeluarkan oleh pemerintah. Akan tetapi perubahan dapat dilakukan dengan cara
menciptakan konseptualisasi- konsepualisasi teoritis baru guna menyelesaikan berbagai
persoalan sosial yang sedang dihadapi masyarakat. Selain itu visi dan misi gerakan
mahasiswa harus diarahkan dan fokus pada proses perubahan sosial, politik dan
ekonomi yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat, oleh karena itu tantangan rakyat
Muhammad Indra Nugraha Putra
S1 T PWK/ 2016

untuk mahasiswa sekarang cukup berat jika pergerakan mahasiswa masih biasa biasa
saja.

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini pun cukup banyak, apakah
kewajiban mahasiswa hanya diam dan hanya berkutik pada bangku kuliah saja?
sedangkan masalah terus timbul pada bangsa ini yang akan menyengsarakan rakyatnya
dan kemudian hari anak cucu kita tidak bisa menikmati hidup atas perubahan yang lebih
baik kelak. Contoh permasalahan yang tidak kunjung kelar ialah korupsi mungkin
korupsi sudah bukan hal yang asing bagi kita, korupsi sudah merebak di hampir seluruh
lapisan masyarakat dan sepertinya sudah menjadi sebuah kebudayaan masyarakt
indonesia maka tidak mengherankan apabila negara seringkali kerugian finansial yang
cukup signifikan.

Banyak masyarakat yang dengan bekerja keras hingga fajar hanya untuk
membayar pajak dan lain-lain kemudian uang itu hanya mengalir di kantong-kantong
orang yang tidak bertanggung jawab tentu menimbulkan beberapa dampak kerugian
bagi masyarakat, uang yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur, sarana
pendidikan, kesehatan, sekarang sudah menjadi gaji harian untuk para orang yang tidak
bertanggung jawab di negeri ini. Sekali lagi apakah seorang mahasiswa melihat hal
semacam itu hanya diam? Apakah tidak ada gerakan mahasiswa yang akan membawa
perubahan? Mari kita renungkan sejenak karena kita sebagai mahasiswa dan kita harus
balik lagi dan mengetahui peran dan fungsi mahasiswa yang sebenarnya.

Revitalisasi pergerakan mahasiswa untuk menjawab tantangan rakyat dengan


tema tersebut timbullah pertanyaan yang dasar yakni mengapa mahasiswa? Karena
mahasiswa adalah elemen masyarakat yang paling idealis dan memiliki semangat yang
tinggi dalam memperjuangkan sesuatu. Mungkin mahasiswa itu bisa secara signifikan
mempengaruhi perubahan kebijakan atau struktur pemerintahan tanpa menyampingkan
untuk memperoleh cita-cita. Berbicara permasalahan korupsi sebagai mahasiwa kita
harus melakukan gerakan yang bisa memberi perubahan atau memecahkan masalah
dalam bangsa ini.

Upaya pertama atau dasar sebagai pergerakan mahasiswa untuk masalah ini
adalah berawal dari lingkungan sekitar mahasiswa harus menciptakan lingkungan bebas
dari korupsi di kampus, ini sebagai cerminan diri terlebih dahulu sebelum kita bergerak
Muhammad Indra Nugraha Putra
S1 T PWK/ 2016

yang lebih nyata. Hal utama dimulai dari kesadaran masing- masing mahasiswa yang
menanamkan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka tidak boleh melakukan tindakan
korupsi walaupun itu hanya tindakan sederhana saja. Karena sikap kita akan dipandang
masyarakat terlebih dahulu dalam mengatasi masalah seperti ini.

Untuk merevitalisasi gerakan mahasiswa dapat dilakukan antara lain


mensosialisasikan pendidikan politik yang beretika melalui pendidikan formal,
menciptakn aliansi strategis mahasiswa dan akademisi dalam menciptakan indonesia
yang lebih baik dan maju di masa depan. Revitalisasi gerakan mahasiswa di indonesia
memiliki harapan agar peran gerakan mahasiswa akan kembali kuat dan signifikan dalam
membuat perubahan positif di Indonesia.

Gerakan mahasiswa saat ini terkesan mengalami degradasi moral, karena


gerakan mahasiswa diwarnai dengan anarkis dalam menyampaikan pendapatnya,
apakah itu contoh yang baik sebagai seorang mahasiswa yang mempunyai intelektual
yang tinggi?. Revitalisasi gerakan mahasiswa untuk menjawab tantangan masyarakat
dengan persoalan saat ini mengajak para mahasiswa, yang diharapkan dapat
meningkatkan kualitas bangsa ini dan rakyat ini menjadi yang lebih baik.
Muhammad Indra Nugraha Putra
S1 T PWK/ 2016

DAFTAR PUSTAKA

James William Noll, Taking Sides: Clashing Views on Controversial Educational Issues,
(Inggris: McGraw-Hill, Ed. 13, 2004)

M. Syukron Habiburrahman, Mahasiswa dan Anarkisme, (Jakarta: Arrisalah, Ed-50,


2009)

Moh. Ali dan Moh. Asrori, Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: PT
Bumi Aksara, Cet. 6, 2010)

Rahmat K. Dwi Susilo, 20 Tokoh Sosiologi Modern, (Jogjakarta : Arruz Media, 2008)

Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT. Rosdakarya,
Cet. 4, 2004)

Taufik Abdullah, Pemuda dan Perubahan Sosial, (Jakarta: PT.Pustaka LP3ES, 1983)

Zakiah Daradjat, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, (Jakarta: Gunung Agung,
1978)

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, Cet. 17,
2002)