Anda di halaman 1dari 13

EduMa Vol.3 No.

1 Juli 2014 107


ISSN 2086 - 3918

Pengaruh Strategi Pembelajaran Generatif


Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika
Siswa
(Studi Eksperimen di Kelas VIII MTs Negeri Luragung Kuningan)

Arif Muchyidin

Tadris Matematika, IAIN Syekh Nurjati Cirebon


Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
email : wak_badjra@yahoo.com

Abstrak

Melalui studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di MTs Negeri


Luragung-Kuningan diperoleh kesimpulan bahwa strategi pembelajaran
yang digunakan guru belum optimal untuk meningkatkan kemampuan
penalaran matematika siswa karena pembelajaran masih terpusat pada
guru. Sedangkan kemampuan penalaran matematika memerlukan
pembelajaran yang mampu mengakomodasi proses berpikir, bernalar, sikap
kritis siswa dan bertanya. Oleh karena itu, guru harus menentukan strategi
pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat mengembangkan
kemampuan penalaran matematikanya. Salah satu strategi yang dapat
digunakan adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran generatif.
Strategi pembelajaran generatif besar kemungkinannya dapat
mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa. Hal ini
dikarenakan dalam pembelajaran ini siswa tidak lagi jadi pendengar, siswa
dituntut untuk aktif mengintegrasikan pengetahuan baru dengan
menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa sebelumnya.

Key words : Pembelajaran Generatif, Strategi Pembelajaran, Penalaran Matematika

PENDAHULUAN dalam penyelenggaraan pendidikan


Pendidikan mempunyai tersebut. Oleh karena itu
suatu peranan yang sangat penting pemerintah selalu berusaha dengan
bagi manusia baik secara individu, berbagai kebijakannya untuk terus
masyarakat, bangsa dan negara. meningkatkan mutu dan juga
Pendidikan juga merupakan salah kualitas dari pendidikan.
satu faktor yang sangat penting Menurut Undang-Undang
bagi kemajuan suatu bangsa. Maju No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
mundurnya suatu bangsa Pendidikan Nasional menyatakan
ditentukan oleh baik atau tidaknya bahwa:
pendidikan yang dilaksanakan. Hal Pendidikan adalah usaha sadar dan
ini tentu saja tidak terlepas dari terencana untuk mewujudkan
subyek-subyek yang berkaitan baik suasana belajar dan proses
secara langsung maupun tidak pembelajaran agar peserta didik
langsung serta sistem yang baik secara aktif mengembangkan
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 108
ISSN 2086 - 3918

potensi dirinya untuk memilki kesimpulan, misalnya melalui


kekuatan spiritual keagamaan, kegiatan penyelidikan,
pengendalian diri, kepribadian, eksplorasi, eksperimen,
kecerdasan, akhlak mulia, serta menunjukkan kesamaan,
keterampilan yang diperlukan perbedaan, konsistensi dan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan inkonsistensi.
negara. 2. Mengembangkan aktivitas
Untuk mencapai tujuan kreatif yang melibatkan
pendidikan yang baik, maka imajinasi, intuisi, dan
diperlukan prosedur dan sistem penemuan dengan
pelaksanaan yang baik. Ada mengembangkan pemikiran
beberapa hal yang harus divergen, orisinil, rasa ingin
diperhatikan dalam proses tahu, membuat prediksi dan
pelaksanaan pendidikan salah dugaan, serta mencoba-coba.
satunya adalah dalam proses 3. Mengembangkan kemampuan
pembelajaran. Proses pembelajaran memecahkan masalah.
yang baik akan memberikan hasil 4. Mengembangkan kemampuan
yang baik pula, sebaliknya proses menyampaikan informasi atau
pembelajaran yang buruk akan mengkomunikasikan gagasan
memberikan hasil yang buruk. Oleh antara lain melalui
karena itu setiap pelaksana pembicaraan lisan, grafik, peta,
pendidikan harus memperhatikan, diagram, dalam menjelaskan
mengetahui, serta memahami gagasan.
betapa pentingnya proses
pembelajaran yang kreatif dan Salah satu tujuan
inovatif sehingga tujuan pembelajaran matematika adalah
pembelajaran yang diinginkan melatih cara berfikir dan juga
dapat tercapai secara maksimal. bernalar. Hal ini mengakibatkan
Pelajaran matematika bahwa kemampuan penalaran
merupakan pelajaran pokok dalam matematika diperlukan oleh siswa
setiap jenjang pendidikan mulai baik dalam proses memahami mata
dari pendidikan dasar, menengah pelajaran matematika itu sendiri
sampai dengan perguruan tinggi. maupun dalam kehidupan sehari-
Mata pelajaran ini sangat penting hari. Pengembangan kemampuan
peranannya, baik untuk penalaran matematis siswa
kepentingan pengembangan berhubungan dengan strategi
matematika itu sendiri maupun pembelajaran yang diterapkan.
untuk aplikasi pada mata pelajaran Kemampuan penalaran
lain. memerlukan pembelajaran yang
Tujuan pembelajaran mampu mengakomodasi proses
matematika seperti yang berfikir, proses bernalar, sikap
dipaparkan pada buku standar kritis siswa dan bertanya.
kompetensi mata pelajaran Sementara saat ini kebanyakan
matematika guru menyampaikan mata
(http://p4tkmatematika.org) sebagai pelajaran matematika secara
berikut: langsung oleh guru tersebut,
1. Melatih cara berpikir dan sehingga siswa menjadi pasif, hanya
bernalar dalam menarik
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 109
ISSN 2086 - 3918

mendengarkan dan mencatat apa berikan, siswa juga masih kesulitan


yang dijelaskan oleh gurunya. dalam menggunakan rumus untuk
Sebagaimana yang menganalisis situasi, begitupun
diungkapkan Lusiana (2009:30), kemampuan mereka untuk
diantara alternatif strategi memberikan penjelasan dengan
pembelajaran matematika yang menggunakan model, fakta, sifat-
dapat mendukung tercapainya sifat, dan hubungan terlihat masih
tujuan mata pelajaran matematika kurang.
adalah strategi pembelajaran yang Berdasarkan latarbelakang
berlandaskan pada paham yang telah diuraikan, maka peneliti
konstruktivisme, dengan asumsi tertarik untuk melakukan
dasar bahwa pengetahuan penelitian ini dengan beberapa
dikonstruksi dalam pikiran siswa. alasan sebagai berikut: Strategi
Salah satu diantaranya dapat pembelajaran generatif menjadikan
menggunakan strategi siswa sebagai subjek belajar bukan
pembelajaran generatif, yaitu suatu hanya sebagai objek belajar, strategi
strategi pembelajaran berbasis pembelajaran generatif menuntut
konstruktivisme, yang lebih siswa untuk dapat membangun
menekankan pada pengintegrasian pengetahuannya sendiri, strategi
secara aktif pengetahuan baru pembelajaran generatif
dengan menggunakan pengetahuan mengharuskan siswa untuk dapat
yang sudah dimiliki siswa menggunakan pengetahuan yang
sebelumnya. Pembelajaran generatif dimiliki sebelumnya untuk
menuntut siswa untuk aktif dalam mempelajari pengetahuan baru,
mengkonstruksi pengetahuannya. kemampuan penalaran matematika
(La Moma, 2012 : 2). merupakan salah satu dari tujuan
Berdasarkan hasil dari studi dari pembelajaran matematika,
pendahuluan yang dilakukan di kemampuan penalaran matenatika
Madrasah Tsanawiyah Negeri diperlukan oleh siswa baik dalam
Luragung, pembelajaran proses memahami mata pelajaran
matematika yang dilakukan di sana matematika itu sendiri maupun
masih bersifat konvensional, yakni dalam kehidupan sehari-hari.
pembelajaran masih berpusat pada Berdasarkan beberapa alasan yang
guru. Sehingga hal ini telah dikemukakan diatas apakah
mengakibatkan pembelajaran terdapat pengaruh antara strategi
matematika menjadi kurang pembelajaran generatif terhadap
menarik, dan membosankan, kemampuan penalaran matematika
karena siswa hanya duduk, siswa.
mendengarkan, dan mencatat apa
yang disampaikan oleh gurunya. KAJIAN PUSTAKA
Selain itu selama ini siswa juga 1. Teori Belajar
masih merasa kesulitan dan Wati (2010 : 10)
memerlukan bimbingan ketika berpendapat bahwa, “Teori
dihadapkan dengan soal-soal belajar berpangkal pada
matematika yang bersifat pandangan hakikat manusia”.
penalaran. Seperti ketika diminta Hakikat manusia menurut
untuk menarik kesimpulan dari pandangan john locke yang
beberapa pernyataan yang guru dikutip oleh Wati (2010 : 10)
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 110
ISSN 2086 - 3918

yaitu manusia merupakan organisasi diri. Belajar


organisme yang pasif. Locke menurut teori ini adalah
menganggap bahwa manusia proses yang terjadi dalam
itu seperti kertas putih, hendak lingkungan samar-samar
ditulisi apa kertas itu sangat dari peningkatan
tergantung pada orang yang elemenelemen inti- tidak
menulisnya. seluruhnya dikontrol oleh
Ada beberapa teori belajar individu.
menurut para ahli d. Teori belajar humanistic
sebagaimana yang dikutip oleh Teori humanistik
Wati (2010 : 4 - 14): berpendapat pembelajaran
a. Teori behaviorisme manusia bergantung kepada
Belajar menurut teori emosi dan perasaannya.
bihaviorisme adalah Menurut teori ini, tujuan
pembentukan asosiasi belajar adalah untuk
antara kesan yang memanusiakan manusia.
ditangkap panca indra Proses belajar dianggap
dengan kecenderungan berhasil jika si pelajar
untuk bertindak atau memahami lingkungannya
hubungan antara stimulus dan dirinya sendiri.
dan respons (R-S).
Teori-teori belajar yang 2. Hasil Belajar
termasuk ke dalam Menurut Hudoyo (1990 : 199)
kelompok behavioristik memberikan batasan bahwa :
diantaranya: Koneksionisme, Hasil belajar adalah proses
classical conditioning, berpikir untuk menyusun
operant conditioning, hubungan-hubungan antara
systematic behavior, bagian-bagian informasi yang
contiguous conditioning. telah diperoleh sebagai
b. Teori kognitivisme pengertian-pengertian. Karena
Menurut teori kognitivisme, itu orang menjadi memahami
belajar adalah dan menguasai hubungan-
pengorganisasian aspek- hubungan tersebut sehungga
aspek kognitif dan orang itu dapat menampilkan
perseptual untuk pemahaman dan penguasaan
mendapatkan pemahaman. bahan pelajaran yang
Teori-teori belajar yang dipelajari.
termasuk ke dalam Sedangkan menurut Hamalik
kelompok kognitivisme (2006:30) :
diantaranya: Teori gestalt, Hasil belajar adalah bila
teori medan (field theory), seseorang telah belajar akan
teori organismik. terjadi perubahan tingkah laku
c. Teori Konstruktivisme pada orang tersebut, misalnya
Konstruktivisme adalah dari tidak tahu menjadi tahu,
integrasi prinsip yang dan dari tidak mengerti
diekplorasi melalui teori menjadi mengerti.
chaos, network, dan teori Dari beberapa pendapat diatas
kekompleksitas dan dapat disimpulkan bahwa hasil
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 111
ISSN 2086 - 3918

belajar adalah kemampuan masyarakat, mass


atau keberhasilan yang dicapai media, teman bergaul,
oleh seseorang setelah melalui bentuk kehidupan
proses belajar. masyarakat)
Hasil belajar siswa dipengaruhi
oleh dua faktor utama yaitu 3. Teori Motivasi Belajar
faktor dari dalam diri siswa Menurut Mc Donald
dan faktor yang datang dari (Hamalik, 2009 : 173),
luar diri siswa atau faktor “motivation is a energy change
lingkungan. Menurut Slameto within the person characterized
(2003:54-72), faktor-faktor yang by affective aroual and
mempengaruhi belajar adalah: anticipatory goal reactions.”
a. Faktor – faktor internal Motivasi adalah suatu
1) Jasmaniah, seperti : perubahan energi didalam
kesehatan, cacat tubuh pribadi seseorang yang ditandai
2) Psikologis, seperti : dengan timbulnya afektif dan
intelegensi, perhatian, reaksi untuk mencapai tujuan.
minat, nakat, motof, Motivasi adalah kondisi
kematangan, persiapan. psikologis yang mendorong
3) Kelelahan seseorang untuk melakukan
sesuatu. Motivasi merupakan
b. Faktor – faktor Eksternal dorongan yang ada di dalam
1) Keluarga, diantaranya individu, tetapi munculnya
bagaimana cara orang motivasi yang kuat atau lemah,
tua mendidik, relasi dapat ditimbukan oleh
antar anggota rangsangan dari luar. (Ahmadi,
keluarga, suasana 1997:109).
rumah, keadaan Jadi dapat disimpulkan
ekonomi keluarga, motivasi untuk belajar adalah
pengertian orang tua, kondisi psikologis yang
latar belakang mendorong seseorang untuk
kebudayaan. belajar. Menurut Prayitno yang
dikutip oleh Heru (2012:10) ada
2) Sekolah, seperti: beberapa teori – teori tentang
metode mengajar, motivasi menurut para ahli
kurikulum, relasi guru yang dibagi menjadi 3 yaitu:
dengan siswa, relasi a. Teori kebutuhan
siswa dengan siswa, Teori ini mengatakan bahwa
disiplin sekolah, alat manusia sebagai mahluk
pelajaran, waktu yang tidak akan puas hanya
sekolah, standar dengan terpenuhi satu
pelajaran di atas kebutuhan, tetapi ia akan
ukuran, keadaan puas jika semua kebutuhan
gedung, metode terpenuhi. Walaupun semua
belajar, tugas rumah. kebutuhan sudah terpenuhi
pasti ia akan mengejar
3) Masyarakat (kegiatan kebutuhan yang baru. Agar
siswa dalam kebutuhan tersebut
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 112
ISSN 2086 - 3918

terpenuhi, maka ia akan belajar anak didik


termotivasi untuk mencapai memegang peranan penting
kebutuhan yang diinginkan. untuk mencapai hasil
b. Teori humanisme belajar yang optimal, karena
Teori ini percaya bahwa dengan menggerakkan
hanya ada satu motivasi, motivasi dan menjaganya
yaitu motivasi yang hanya dalam kegiatan-kegiatan
berasal dari masing-masing yang dilaksanakan siswa
individu. Motivasi tersebut akan menjadikan siswa
dimiliki oleh individu itu lebih giat belajar.
sepanjang waktu dan
dimanapun ia berada. 4. Pengertian Strategi
Pembelajaran
c. Teori behavioristik Strategi pembelajaran
Teori ini berpendapat bahwa terdiri dari dua kata yaitu
motivasi dikontrol oleh strategi dan pembelajaran.
lingkungan. Suatu tingkah Strategi menurut kamus
laku yang bermotivasi lengkap bahasa Indonesia
terjadi apabila konsekuensi adalah cara/ siasat perang
tingkah laku itu dapat (1999 : 296). Sementara
menggetarkan emosi menurut Slameto yang dikutip
individu, yaitu menjadi suka oleh Yatim Riyanto (2010 : 132)
atau tidak suka. dalam bukunya
Adapun fungsi motivasi mengungkapkan strategi
dalam belajar menurut adalah suatu rencana tentang
Hamalik (2003:161) adalah pendayagunaan dan
sebagai berikut: penggunaan potensi dan sarana
1. Mendorong timbulnya yang ada untuk meningkatkan
kelakuan atau suatu efektivitas dan efesiensi
perbuatan, tanpa pengajaran. Hal senada juga
motivasi tidak akan diungkapkan oleh Rusyan
timbul perbuatan bahwa strategi secara umum
seperti belajar dapat didefinisikan sebagai
garis besar haluan bertindak
2. Sebagai pengarah, untuk mencapai tujuan yang
artinya mengarahkan telah ditentukan ( Yatim
perbuatan kepada Riyanto, 2010 : 132).
pencapaian tujuan yang Sedangkan pembelajaran
diinginkan menurut Muhaimin yang
3. Sebagai penggerak, dikutip oleh Yatim Riyanto,
besar kecilnya motivasi (2010 : 132) adalah upaya
akan menentukan cepat membelajarkan siswa untuk
belajar. Kegiatan pembelajaran
lambatnya suatu
akan melibatkan siswa
pekerjaan.
mempelajari sesuatu dengan
cara efektif dan efisien.
Oleh karena itu,
meningkatkan motivasi Dari makna tersebut
terlihat bahwa pembelajaran
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 113
ISSN 2086 - 3918

merupakan interaksi dua arah merupakan terjemahan dari


dari seorang guru dan peserta Generatif Learning (GL) yaitu
didik, di mana antara strategi pembelajaran berbasis
keduanya terjadi komunikasi konstruktivisme, yang lebih
(transfer) yang intens dan menekankan pada
terarah menuju pada suatu pengintegrasian secara aktif
target yang telah ditetapkan pengetahuan baru dengan
sebelumnya. menggunakan pengetahuan
Strategi pembelajaran menurut yang sudah dimiliki siswa
Kemp yang dikutip oleh Wina sebelumnya.
Sanjaya (2008 : 126) adalah Strategi pembelajaran
suatu kegiatan pembelajaran generatif menuntut siswa
yang harus dikerjakan guru untuk aktif dalam
dan siswa agar tujuan mengkonstruksi
pembelajaran dapat dicapai pengetahuannya sendiri. Selain
secara efektif dan efisien. itu, siswa juga diberi kebebasan
Sedangkan Dick dan Carey untuk mengungkap ide atau
mengatakan, Strategi gagasan dan alasan terhadap
pembelajaran adalah semua permasalahan yang diberikan
komponen materi/paket sehingga akan lebih memahami
pengajaran dan prosedur yang pengetahuan yang dibentuknya
digunakan untuk membantu sendiri dan proses
siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan
pengajaran. Strategi akan lebih optimal.
pembelajaran tidak hanya Menurut Sutarman dan
terbatas pada prosedur Swasono dalam Made Wena
kegiatan, melainkan termasuk (2011:177), pembelajaran
seluruh komponen materi atau generatif pertama kali
paket pengajaran dan pola diperkenalkan oleh Osborne
pengajaran itu sendiri ( Yatim dan Kosgrove. Pembelajaran
Riyanto, 2010;132). generatif terdiri atas empat
Dari beberapa pengertian tahap, yaitu:
diatas dapat ditarik a. Pendahuluan atau disebut
kesimpulan bahwa strategi tahap eksplorasi,
pembelajaran adalah siasat Tahap pertama yaitu tahap
guru dalam mengefektikan, eksplorasi yang disebut juga
mengefesienkan, serta tahap pendahuluan. Pada
mengoptimalkan fungsi dan tahap ini guru membimbing
interaksi antara siswa dengan siswa untuk melakukan
komponen pembelajaran dalam eksplorasi terhadap
suatu kegiatan pembelajaran pengetahuan, ide, atau
untuk mencapai tujuan konsepsi awal yang
pengajaran. diperoleh dari pengalaman
5. Pengertian Strategi sehari-harinya atau
Pembelajaran Generatif diperoleh dari pembelajaran
La Moma (2012: 2) pada tingkat kelas
mengungkapkan bahwa, sebelumnya.
Pembelajaran Generatif (PG) b. Pemfokusan,
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 114
ISSN 2086 - 3918

Pada tahap ini siswa pengertian tersebut maka yang


melakukan pengujian menjadi populasi dalam
hipotesis melalui kegiatan penelitian ini adalah seluruh
laboratorium atau dalam siswa kelas VIII MTs Negeri
model pembelajaran yang Luragung yang berjumlah 300
lain. Pada tahap ini guru siswa.
bertugas sebagai fasilisator
yang menyangkut Tabel 1 – Data Populasi Peserta
kebutuhan sumber, Didik Kelas VIII
memberi bimbingan dan MTs Negeri Luragung Kuningan
arahan dengan demikian No Kelas Jumlah Siswa
para siswa dapat 1 A 38
melakukan proses sains. 2 B 38
c. Tantangan atau tahap 3 C 36
pengenalan konsep, 4 D 37
Setelah siswa memperoleh 5 E 37
data, selanjutnya 6 F 37
menyimpulkan dan menulis 7 G 37
dalam lembar kerja. 8 H 39
Kemudian Para siswa
diminta mempresentasikan b. Sampel
temuanya melalui diskusi Sampel adalah sebagian dari
kelas. Melalui diskusi kelas jumlah dan karakteristik yang
akan terjadi proses tukar dimiliki oleh populasi
pengalaman diantara siswa. (Suharsimi, 2006 : 117). Adapun
d. Penerapan konsep subyek sampel dalam penelitian
Pada tahap ini, siswa diajak ini satu kelas dengan
untuk dapat memecahkan
menggunakan teknik cluster
masalah dengan random. Adapun sempel yang
menggunakan konsep terpilih secara acak adalah kelas
barunya atau konsep benar VIII B sebanyak 38 siswa.
dalam situasi baru yang c. Metode Penelitian
berkaitan dengan hal-hal Metode penelitian adalah teknik
praktis dalam kehidupan atau cara-cara yang dapat
sehari-hari. digunakan oleh peneliti untuk
mengumpulkan data
penelitiannya. (Riduwan, 2007 :
METODOLOGI 49). Metode penelitian ini
a. Populasi menggunakan penelitian
Dalam memperoleh sumber data kuantitatif dengan pendekatan
diperlukan suatu populasi metode eksperimen.
sebagai objek penelitian, yang d. Desain Penelitian
dimaksud dengan populasi Menurut Moh. Nazir (2005 : 84)
menurut Riduwan (2007:54) mengemukakan bahwa desain
“Populasi adalah keseluruhan penelitian adalah semua proses
karakteristik atau unit hasil yang diperlukan dalam
pengukuran yang menjadi objek perencanaan dan pelaksanaan
penelitian”. Berdasarkan
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 115
ISSN 2086 - 3918

penelitian. Adapun desain Melalui tahapan-tahapan tersebut


penelitian yang digunakan siswa diharapkan dapat memahami
dalam penelitian ini adalah one pengetahuan baru dengan
shot case study. menggunakan pengetahuan yang
e. Teknik Pengolahan Data dimiliki sebelumnya sehingga
1) Angket membantu untuk meningkatkan
Angket adalah suatu alat kemampuan penalaran matematika
pengumpul informasi siswa.
dengan cara menyampaikan Dari hasil penyebaran angket,
sejumlah pertanyaan respon siswa terhadap
tertulis untuk dijawab pembelajaran dengan menggunakan
secara tertulis pula oleh strategi pembelajaran generatif
responden (S. Margono, diperoleh presentase sebesar 71,05%
1997:1667). memberikan respon baik dan
2) Tes 28,95% memberikan respon cukup
Menurut Riduwan (2007:76) baik. Hal ini terlihat selama proses
tes adalah serangkaian pembelajaran berlangsung, siswa
pertanyaan atau latihan yang awalnya merasa matematika
yang digunakan untuk itu membosankan, dan sulit, ketika
mengukur keterampilan diterapkan strategi pembelajaran
pengetahuan, intelegensi, generatif siswa menjadi lebih aktif
kemampuan atau bakat dalam pembelajaran dan tertarik
yang dimiliki oleh individu untuk mempelajari matematika.
atau kelompok. Tes ini Dari data tes kemampuan
diberikan setelah proses penalaran matematika siswa MTs
pembelajaran dilakukan Negeri Luragung Kuningan
kepada siswa yang menunjukkan 1 orang atau sebesar
menggunakan strategi 2,64% yang mempunyai
pembelajaran generatif. kemampuan penalaran yang sangat
Pemberian tes ini bertujuan tinggi, 13 orang atau sebesar
untuk mengetahui 34,21% mempunyai kemampuan
kemampuan penalaran penalaran yang tinggi, 21 orang
matematika siswa dengan atau sebesar 55,26% memiliki
menggunakan strategi kemampuan penalaran cukup, dan
pembelajaran generatif. 3 orang atau 7,89% mempunyai
kemampuan penalaran yang
HASIL DAN PEMBAHASAN kurang. Adapaun nilai rata-rata
Pembelajaran matematika yang diperoleh siswa untuk tes
dengan menggunakan strategi kemampuan penalaran ini adalah
pembelajaran generatif merupakan 69,66, hal ini menunjukkan bahwa
suatu pembelajaran yang menuntut kemampuan penalaran matematika
siswa untuk aktif membangun siswa termasuk kedalam kategori
pengetahuannya dengan cukup.
menggunakan pengetahuan yang Berdasarkan pengolahan data
sudah dimiliki siswa sebelumnya, yang dilakukan, diperoleh
yang terdiri dari empat tahap, persamaan regresinya adalah Y =
yaitu: pendahuluan, pemfokusan, 29,765 + 0,695X. Koefisien bernilai
tantangan dan penerapan konsep. positif artinya terdapat hubungan
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 116
ISSN 2086 - 3918

yang positif antara strategi kemampuan penalaran matematika


pembelajaran generatif terhadap siswa, hal ini dikarenakan
kemampuan penalaran matematika. kemampuan penalaran matematika
Persamaan tersebut mengandung memerlukan pembelajaran yang
arti bahwa jika tanpa strategi mampu mengakomodasi proses
pembelajaran generatif maka berfikir, proses bernalar, sikap
kemampuan penalaran matematika kritis siswa dan bertanya hal
siswa sebesar 29,765. Koefisien tersebut dapat dilakukan salah
regresi sebesar 0,695 menyatakan satunya dengan menggunakan
bahwa setiap peningkatan (1%) strategi pembelajaran generatif.
strategi pembelajaran generatif
maka akan mempengaruhi KESIMPULAN DAN SARAN
kemampuan penalaran matematika 1. Kesimpulan
sebesar 0,695. Berdasarkan hasil dan
Dari hasil uji analisis regresi pembahasan di atas, penelitian
koefisien korelasi (R) sebesar 0,494 yang dilakukan diperoleh
dan koefisien determinasi (R2) kesimpulan sebagai berikut :
sebesar 0,244, hal ini menunjukkan a. Pembelajaran dengan
bahwa strategi pembelajaran menggunakan strategi
generatif memberikan kontribusi pembelajaran generatif
sebesar 24,40% terhadap mendapatkan respon positif
kemampuan penalaran matematika dari siswa. Hal ini
siswa. Sedangkan 75,60% ditunjukkan ditunjukkan
dipengaruhi oleh faktor lain, baik dengan presentase yang
faktor dari siswa itu sendiri diperoleh dari penyebaran
diantaranya motivasi dalam angket sebesar 71,05%
pembelajaran, rajin berlatih memberikan respon baik,
mengerjakan soal-soal, dan dan 28,95% memberikan
sebagainya. Selain itu adapula cukup baik.
faktor dari luar seperti perhatiaan b. Kemampuan penalaran
dari keluarga, teman, dan matematika siswa MTs
lingkungan sekolah. Berdasarkan Negeri Luragung termasuk
hasil analisis hipotesis terhadap kedalam ktegori cukup. Hal
hasil penelitian, terlihat bahwa ini ditunjukkan
terdapat pengaruh yang signifikan ditunjukkan dengan nilai
antara strategi pembelajaran rata-rata yang diperoleh
generatif terhadap kemampuan dari tes sebesar 69,66
penalaran matematika siswa. Hal termasuk kedalam kategori
ini dapat dilihat dari hasil t hitung cukup.
3,413 lebih besar daripada t tabel c. Berdasarkan pengolahan
2,028, maka dapat disimpulkan data yang dilakukan,
bahwa strategi pembelajaran diperoleh persamaan
generatif berpengaruh terhadap regresinya adalah Y =
kemampuan penalaran matematika 29,765 + 0,695X.
siswa. d. Koefisien bernilai positif
Berdasarkan hasil penelitian artinya terdapat hubungan
ini dapat dikatakan bahwa strategi yang positif antara strategi
pembelajaran mempengaruhi pembelajaran generatif
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 117
ISSN 2086 - 3918

terhadap kemampuan itu perlu dikembangkan


penalaran matematika. penelitian-penelitian
Persamaan tersebut berikutnya untuk
mengandung arti bahwa menemukan faktor-faktor
jika tanpa strategi lain yang mempengaruhi
pembelajaran generatif kemampuan penalaran
maka kemampuan guna meningkatkan
penalaran matematika kualitas hasil belajar
siswa sebesar peserta didik.
29,765.Terdapat pengaruh c. Dalam penelitian kali ini
strategi pembelajaran peneliti menghadapi
generatif terhadap kendala-kendala
kemampuan penalaran diantaranya adalah ketika
matematika siswa pada penerapan strategi
pokok bahasan bangun pembelajaran generatif.
ruang sisi datar yang Peneliti awalnya merasa
ditunjukkan dengan kesulitan untuk membuat
koefisien korelasi r = 0,494 siswa aktif dalam
dan koefisien determinasi pembelajaran, terutama
r2 = 0,244. Hal ini ketika mereka harus
menunjukkan bahwa mempresentasikan hasil
pengaruh strategi diskusi kelompok. Karena
pembelajaran generatif selama ini siswa terbiasa
terhadap kemampuan dengan pembelajaran
penalaran matematika matematika yang
siswa adalah sebesar menjadikan mereka sebagai
24,40%. objek belajar bukan subjek.
Dan untuk mengatasi hal
2. Saran tersebut peneliti mencoba
Setelah pelaksanaan penelitian untuk memberikan award
dan pembahasan hasil kepada siswa-siswa yang
penelitian, penulis aktif, hal ini ternyata
mengharapkan beberapa hal cukup efektif untuk
sebagai berikut: membuat mereka aktif
a. Dalam kegiatan dalam kegiatan
pembelajaran matematika pembelajaran.
hendaknya guru berusaha
menciptakan suasana DAFTAR PUSTAKA
belajar yang dapat Ahmadi, Abu. 1997. Strategi Belajar
menumbuhkan Mengajar Matematika.
kemampuan penalaran Bandung: CV. Pustaka
matematika siswa. Setia.
b. Selain strategi Aima, Zulfitri. 2010. Pengaruh
pembelajaran generatif Strategi Pembelajaran
ternyata masih ada faktor Generatif Terhadap
lain yang mempengaruhi Kemampuan Komunikasi
kemampuan penalaran Siswa Kelas VII Smp Negeri
matematika. Oleh karena 2 Tanjung Emas Kabupaten
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 118
ISSN 2086 - 3918

Tanah Datar. Skripsi. Tidak Matematika. Malang: IKIP


diterbitkan. Padang: STKIP Malang.
PGRI Padang, Sumatera Maran, Rafael Raga.Pengantar
Barat. Tersedia online : Logika. 2007. Jakarta : Grasindo. E-
admathedu.uad.ac.id/wp/?p= Book.
87 diunduh pada tanggal :23 Margono, S. 1997. Metodologi
februari 2013 pada pukul Penelitian Pendidikan.
22.17 WIB Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arikunto , Suharsimi. 2006. Marhijanto, Bambang. 1999. Kamus
Prosedur Suatu Penelitian Lengkap Bahasa Indonesia
Praktek..Jakarta: Rineka Masa Kini. Surabaya: Terbit
Cipta. terang.
Chaniago, Amran YS.2002. Kamus Munawaroh, Mumun. 2003. Fungsi
Lengkap Bahasa Indonesia. Ibu Dalam Keluarga (Studi
Bandung: Pustaka Setia. Komparasi antara Ibu yang
Ekawati, Estina dan Sumaryanta. Berperan Tunggal dan Ibu
2011. Pengembangan yang Berperan Ganda di
Instrumen Penilaian Kel. Kecapi Kec. Harjamukti
Pembelajaran Matematika Kota Cirebon). Tesis. Tidak
SD/SMP. Pusat diterbitkan. Bandung:
Pengembangan dan Universitas Padjadjaran
Pemberdayaan Pendidik dan Bandung
Tenaga Kependidikan Nazir, Moh. 2005. Metode
(PPPPTK) Matematika. Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Ebook. Riduwan. 2007. Belajar Mudah
Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi Penelitian Untuk Guru
Belajar dan Mengajar Karyawan dan Peneliti
(Membantu Guru dalam pemula. Bandung: Alfabeta.
Perencanaan, Pengajaran, Riduwan. 2007. Pengantar
Penilaian Prilaku, dan Statistika untuk Penelitian
Memberikan Kemudahan Pendidikan, Sosial,
kepada Siswa dalam Ekonomi, Komunikasi, dan
Belajar). Bandung: Sinar Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Baru Algensindo Offset. Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma
Hamalik,Oemar. 2003. Proses Baru Pembelajaran (sebagai
Belajar Mengajar.Bandung: Bumi referensi bagi pendidik
Aksara. dalam implementasi
Helma dan Yerizon. 2011. pembelajaran yang efektif
Peningkatan Pemahaman dan berkualitas). Kencana
Dan Penalaran Matematis Prenada Media Grup.
Mahasiswa Calon Guru Sanjaya, Wina. 2008. Strategi
Dengan Konstruksi Mental Pembelajaran Berorientasi
Apos. Laporan Penelitian Standar Proses Pendidikan.
Hibah Bersaing. Padang: Jakarta: Kencana.
Universitas Negeri Padang. Sarwono, Jonathan. 2006. Analisis
Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Data Penelitian
Belajar Mengajar Menggunakan SPSS.
Yogyakarta:CV Andi Offset.
EduMa Vol.3 No.1 Juli 2014 119
ISSN 2086 - 3918

Siregar, Eveline dan Hartini Melaksanakan Evaluasi


Nara.2010. Teori Belajar Pendidikan Matematika.
dan Pembelajaran. Bogor: Bandung: Wijayakusumah.
Ghalia Indonesia. Trianto. 2007. Model-Model
Soekadijo, RG. 1985. Logika Dasar Pembelajaran Inovatif
Tradisional Simbolik dan Berorientasi Konstruktivistik
Induktif. Jakarta: PT (Konsep, landasan teoritis,
Gramedia. teoritis praktis). Jakarta:
Sudjana. 1997. Penilaian Proses Prestasi Pustaka Publisher.
Belajar Mengajar. Bandung: Wati, Widya. 2010. Makalah
PT Remaja Rosdakarya Strategi Pembelajaran Teori
Sudjana. 2001. Tekhnik Analisis Belajar dan Pembelajaran.
Regresi dan Korelasi Bagi Program Pasca Sarjana
Para Peneliti. Bandung: Universitas Negeri Padang.
Tarsito. Wina, Made. 2011. Strategi
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Pembelajaran Inovatif
Bandung: Tarsito. Kontemporer Suatu
Suherman, Erman dan Yaya Tinjauan Konseptual
Sukjaya. 1990. Petunjuk Operasional. Jakarta : Bumi
Praktis Untuk Aksara.