Anda di halaman 1dari 8

ETIKA PROPESI DAN HUKUM KESEHATAN

MODUL 3
Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan

Tujuan Umun

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini anda diharapkan

Mengidentifikasi aspek legal dan legislasi dalam pelayanan dan praktek kebidanan

Tujuan Khusus

Memahami pengertian (Aspek legal pelayanan kebidanan, Legislasi pelayanan kebidanan,


registrasi pelayanan kebidanan, lisensi praktek kebidanan dan Otonomi dalam pelayanan
kebidanan.

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 1


PENGANTAR

Tuntutan terhadap kualitas pelayanan kebidanan semakin meningkat seiring dengan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi dan era globalisasi. Pemahaman yang baik mengenai etika profesi
merupakan landasan yang kuat bagi profesi bidan agar mampu menerapkan dan memberikan
pelayanan kebidanan yang profesional dalam melakukan profesi kebidanan, dan dalam berkarya di
pelayanan kebidanan, baik kepada individu, keluarga dan masyarakat. Pengkajian dan pembahasan
tentang etika tidak selalu berhubungan dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan
dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk
pada perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang
berlaku. Etika juga sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang
membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan
sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan
yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun
perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai
punishmentnya. Oleh karena itu, para bidan maupun calon bidan, harus mampu memahami kondisi
masyarakat yang semakin kritis dalam memandang kualitas pelayanan kebidanan, termasuk pula
ketidakpuasan dalam pelayanan.

URAIAN TEORI
Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 2
3.1 Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan
3.1.1 Aspek legal pelayanan kebidanan

Amanat dan pesan mendasar dari UUD 1945 adalah upaya pembangunan
nasional yaitu pembangunan disegala bidang guna kepentingan, keselamatan,
kebangiaan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara terarah, terpadu dan
kesinambungan

3.1.2 Legislasi, registrasi, lisensi praktek kebidanan

A. legislasi pelayanan kebidanan


1. menjamin perlindungan pada masyarakat pengguna jasa profesi dan profesi mendiri
2. legislasi sangat berperan dalam pembangunan pelayanan professional

Bidan dikatakan professional nyang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Mandari
2. Peningkatan kompetensi
3. Praktik berdasarkan evidence based
4. Penggunaan berbagai sumber informasi

Legislasi adalah proses pembuatan Undang-Undang penyempurnaan perangkat


hokum yang sudah ada mrlalui serangkaian kegiatan Sertifikasi (pengaturan kompetensi)
Registrasi (pengaturan kewenangan), dan lisensi (pengaturan penyeleggaraan
kewenangan).

Tujuan legislasi adalah :

1. Mempertahankan kualitan pertahanan


2. Memberikan kewenangan
3. Menjamin perlindungan hokum
4. Meningkakan propesionalisme

Fungsi legislasi :

1. Menjamin perlindungan masyarakat pengguna jasa dan profesi itu sendiri


2. Dalam pemberian pelayanan yang professional

B. Registrasi pelayanan kebidanan

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 3


Sebuah proses dimana seorang tenaga profesi harus mendaftarkan dirinya pada
suatu badan tertentu secara periodic guna mendapkan kewenangan dan hak untuk
melakukan tindakan profesinya setelah memenuhu syarat-syarat tertentu yang telah di
tetapkan oleh badan tersebut.

Registrasi bidan artinya proses pendaftaran pendokumentasian dan pengakuan


terhadap bidan setelah ditanyakan memenuhi minimal kompetensi inti atau standar
penampilan minimal yang ditetapkan sehingga secara fisik dan mental mampu
malukan praktik propesinya.

Tujuan umum egistrasi adalah melindungi masyarakat dari mutu pelayanan


propesinya.

1. Meningkatkan kemampuan tenaga profesi dalam mengadopsi kemajuan ilmu


pengetahuan dan teknologiyang berkembang pesat
2. Meningkatkan mekanisme yang objektif dan koperatif mdaalam pelayanan kasus mal
praktik.
3. Mendata jumlah dan kategori melakukan praktik.

C. Lisensi pelayanan kebidanan

Proses administrasi yang dilakukan oleh pemerintah berupa surat ijin praktik
yang diberikan kepada tenaga propesi yang telah teregistrasi untuk pelayanan mandiri

Tujuannya adalah sebagai berikut :

1. Memberikann kejelasan batasan wewenang


2. Menetapkan sarana dan prasarana

3.1.3 Otonomi dalam pelayanan kebidanan

Profesi yang berhubungan dengan keselamatan jiwa manusia, adalah


pertanggungjawaban dan tanggung gugat (accountability) atas semua tindakan yang
dilakukannya. Sehingga semua tindakan yang dilakukan oleh bidan harus berbasis
kompetensi dan didasari suatu evidence based. Accountability diperkuat dengan satu
landasan hukum yang mengatur batas-batas wewenang profesi yang bersangkutan.

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 4


Dengan adanya legitimasi kewenangan bidan yang lebih luas, bidan memiliki
hak otonomi dan mandini untuk bertindak secara profesional yang dilandasi
kemampuan berfikir logis dan sistematis serta bertindak sesuai standar profesi dan
etika profesi.
Beberapa dasar dalam otonomi dan aspek legal yang mendasari dan terkait
dengan pelayanan kebidana antara lain sebagai berikut:
1. Kepmenkes Republik Indonesia 900/ Menkcs/SK/ VII/ 2002 Tentang registrasi dan
praktik bidan.
2. Standar Pelayanan Kebidanan, 2001.
3. Kepmenkes Republik Indonesia Nomor 369/Menkes/SK/III/ 2007 Tentang Standar
Profesi Bidan.
4. UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.
5. PP No 32/Tahun 1996 Tentang tenaga kesehatan.
6. Kepmenkes Republik Indonesia 1277/Menkes/SK/XI/2001 Tentang organisasi dan
tata kerja Depkes.
7. UU No 22/ 1999 Tentang Otonomi daerah.
8. UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
9. UU tentang aborsi, adopsi, bayi tabung, dan transplantasi.
10. KUHAP, dan KUHP, 1981.
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 585/ Menkes/ Per/ IX/
1989 Tentang Persetujuan Tindakan Medik.
12. UU yang terkait dengan Hak reproduksi dan Keluarga Berencana.
a. UU No.10/1992 Tentang pengembangan Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga Sejahtera.
b. UU No.23/2003 Tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan di
Dalam Rumah Tangga.
A. Tujuan Otonomi Dalam Pelayanan Kebidanan

Supaya bidan mengetahui kewajiban otonomi dan mandiri yang sesuai dengan
kewenangan yang didasari oleh undang – undang kesehatan yang berlaku.
Selain itu tujuan dari otonomi pelayanan kebidanan ini meliputi :
1. Untuk mengkaji kebutuhan dan masalah kesehatan Misalnya mengumpulkan data –
data dan mengidentifikasi masalah pasien pada kasus tertentu.
2. Untuk menyusun rencana asuhan kebidanan. Merencanakan asuhan yang akan
diberikan pada pasien sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh pasien tersebut.
3. Untuk mengetahui perkembangan kebidanan melalui penelitian.
4. Berperan sebagai anggota tim kesehatan Misalnya membangun komunikasi yang baik
antar tenaga kesehatan, dan menerapkan keterampilan manajemen

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 5


5. Untuk melaksanakan dokumentasi kebidanan. Mengevaluasi hasil tindakan yang telah
dilakukan, mengidentifikasi perubahan yang terjadi dan melakukan
pendokumentasian.
6. Untuk mengelola perawatan pasien sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya.
Membangun komunikasi yang efektif dengan pasien dan melakukan asuhan terhadap
pasien.

B. Kegunaan Otonomi Dalam Pelayanan Kebidanan

Otonomi pelayanan kesehatan meliputi pembangunan kesehatan,


meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dalam upaya
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk meningkatkan sumber daya
manusia yang berkualitas.

C. Persyaratan

Suatu ketentuan untuk melaksanakan praktek kebidanan dalam memberikan


asuhan pelayanan kebidanan sesuai dengan bentuk – bentuk otonomi bidan dalam
praktek kebidanan.
Syarat – syarat dari otonomi pelayanan kebidanan meliputi :
1. Administrasi
Seorang bidan dalam melakukan praktek kebidanan, hendaknya memiliki
sarana dan prasarana yang melengkapi pelayanan yang memiliki standard dan sesuai
dengan fasilitas kebidanan.

2. Dapat diobservasi dan diukur


Mutu layanan kesehatan akan diukur berdasarkan perbandingannya terhadap
standar pelayanan kesehatan yang telah disepakati dan ditetapkan sebelum
pengukuran mutu dilakukan.

3. Realistic
Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh dengan nyata akan diukur terhadap
criteria mutu yang ditentukan, untuk melihat standar pelayanan kesehatan apakah
tercapai atau tidak

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 6


PENUTUP

Kesimpulan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah kumpulan asas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlak, sedangkan etiket adalah sopan santun. Moral merupakan nilai-nilai
dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya. Hukum berhubungan erat dengan moral. Hukum membutuhkan moral, hukum
tidak mempunyai arti, kalau tidak dijiwai oleh moralitas. Etika dalam pelayanan kebidanan
merupakan issue utama di berbaai tempat, dimana sering terjadi karena kurang pemahaman

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 7


para praktisi pelayanan kebidanan terhadap etika. Pelayanan kebidanan adalah proses dari
berbagai dimensi.
Hal tersebut membutuhkan bidan yang mampu menyatu dengan ibu dan keluarganya.
Screening antenatal, pelayanan intrapartum, perawatan intensive pada neonatal, dan
pengakhiran yang profesional dan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan
kode etik profesi bidan merupakan suatu pedoman dalam tata cara dan keselarasan dalam
pelaksanaan pelayanan profesional bidan.

Saran
Melalui makalah ini, penulis berharap agar para bidan maupun calon bidan menjalankan
profesionalitas pekerjaannya sesuai kode etik kebidanan, antara lain menjunjung tinggi martabat
dan citra profesi, menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota, meningkatkan
pengabdian para anggoa profesi, dan meningkatkan mutu profesi.

DAFTAR PUSTAKA

Hadiwardoyo, Purwa, 1989. Etika Medis, Yogyakarta, Balai Pustaka


Heni, 2009. Etika Profesi Kebidanan, Yogyakarta. Fitramaya
Puji Heni, Yetty Asmar, 2005. Etika Profesi Kebidanan, Yogyakarta. Fitramaya

Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 8