Anda di halaman 1dari 2

BAB V

RINGKASAN

Seorang wanita, 36 tahun, Hindu, Bali dengan kanker serviks stadium III B dan
CKD stadium V ec. NO dengan adanya anemia, hipoalbuminemia, dan hiperurisemia..
Penegakan diagnosis kanker serviks pada kasus ini didasarkan pada anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan histopatologi.
Dari anamnesis didapatkan pasien datang dengan keluhan utama nyeri perut sejak
5 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan nyeri perut tersebut dirasakan di perut
bagian bawah. Dikatakan bahwa nyeri perut tersebut dirasakan terus menerus dan terasa
seperti tertusuk-tusuk. Keluhan nyeri perut tersebut disertai dengan mual, muntah, dan
perut kembung. Pasien juga mengatakan bahwa ia tidak bisa buang air besar sejak 1
minggu yang lalu, nafsu makannya menurun, serta berat badannya menurun dalam
beberapa bulan terakhir dari 56 kg menjadi 39 kg. Oleh karena itu, pasien tidak bisa
beraktivitas lagi dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Selain itu pasien juga
mengeluh perutnya membesar sejak sekitar 3 minggu. Perutnya semakin lama semakin
membesar hingga pasien merasa sesak dan kadang-kadang merasa nyeri saat kencing.
Volume kencing pasien juga dirasakan lebih sedikit dari sebelumnya. Pasien juga
mengeluh perdarahan pervaginam yang telah dirasakan sejak sekitar dua tahun yang
lalu. Perdarahan tersebut awalnya dialami setelah melakukan hubungan seksual.
Perdarahan tersebut berlanjut walaupun saat pasien tidak melakukan hubungan seksual
dan kadang-kadang disertai nyeri pada perut bagian bawah. Darah yang keluar
dikatakan berwarna merah segar, kadang berlendir, dan volumenya cukup banyak. Dari
riwayat penyakit terdahulunya, pasien mengatakan bahwa pasien pernah dirawat di
rumah sakit pada tahun 2010 karena kanker serviks dan telah menjalani kemoterapi dan
radioterapi beberapa kali. Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit asma, hipertensi,
kencing manis, maupun penyakit jantung. Dari pemeriksaan histopatologi (biopsi
serviks) yang telah dilakukan pada tanggal 9 September 2010 didapatkan adanya
Mucinous Cervical Adenocarcinoma Grade I. Dari pemeriksaan laboratorium yang
dilakukan tanggal 11 Desember 2012 didapatkan kadar hemoglobin pasien adalah 8,4
gr/dL, kadar albumin pasien adalah 2,3 g/dL, dan kadar asam urat pasien adalah 9,7
mg/dL. Selain itu, dari hasil pemeriksaan kimia darah yang dilakukan tanggal 11

32
Desember 2012 didapatkan adanya peningkatan kadar blood urea nitrogen dan serum
creatinine sehingga pasien dikonsulkan ke bagian penyakit dalam dan pasien
didiagnosis dengan CKD stadium V ec. NO.
Dari anamnesis ditemukan adanya faktor risiko kanker serviks pada pasien ini
yaitu usia 36 tahun serta adanya riwayat menggunakan pil kontrasepsi selama 7 tahun
yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks.
Pasien ini diberikan terapi yang sifatnya hanya untuk mengurangi keluhan
pasien, serta untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan memotivasi pasien agar
pasien dapat menerima keadaannya. Karena pasien ini juga didiagnosis CKD stadium V
ec. NO dengan anemia ringan, hipoalbuminemia, dan hiperurisemia, maka pasien juga
diberikan terapi sesuai dengan prosedur penanganan dari divisi penyakit dalam.
Prognosis pasien ini buruk karena stadium kanker yang dideritanya sudah dalam
tahap lanjut, keadaan umumnya yang lemah, status nutrisinya kurang, adanya
penyebaran tumor hingga uterus dan ginjal.

33

Anda mungkin juga menyukai