Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PELANGGARAN PEMBUATAN

AIR AQUA PALSU

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 2 :

1. RENI SEPTIA NINGSIH (150405003)


2. NURHAZANA R. SIMANUNGKALIT (150405005)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Pelanggaran Etika Profesi Yang Menyebabkan Kecelakaan” ini dengan lancar.

Kami menyadari bahwa makalah ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari
berbagai pihak, oleh sebab itu kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman atas kerja
sama dan dukungannya. Dan tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada ibu dosen
pembimbing yang telah memberikan bimbingannya pada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna bagi para pembaca dan kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan serta jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. Semoga makalah kami ini bermanfaat
bagi kita semua.

Akhir kata, kami ucapkan banyak terima kasih.

Medan, September 2015

KELOMPOK II
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .................................................................................................1


B. Rumusan Masalah ...........................................................................................................1
C. Tujuan .............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. Kasus Pelanggaran Etika Profesi yang Membahayakan Keselamatan Jiwa ...................2


B. Proses Pembuatan Aqua Palsu ........................................................................................2
C. Dampak Mengkonsumsi Aqua Palsu ..............................................................................3
D. Cara Membedakan Aqua Asli dengan Aqua Palsu .........................................................5
E. Peran Pemerintah dalam Mengatasi Maraknya Aqua Palsu ............................................6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .....................................................................................................................8
B. Saran ...............................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................9


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pernahkah anda meminum air mineral dalam kemasan (AMDK) yang di jual di sekitar
anda? Air mineral mungkin sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kebutuhan sehari-hari,
kita tidak perlu memasak air minum lagi dan harganya pun cukup terjangkau di bandingkan
jika kita memasaknya sendiri.

Akan tetapi, apa yang terlintas di fikiran teman-teman jika air mineral dalam kemasan
(AMDK) yang kita minum ternyata tidak steril dan higienis. Ternyata banyak oknum jahat
yang mencari keuntungan dari air mineral tersebut, sehingga mereka tidak lagi
memperhatikan kualitas air yang mereka jual. Tidak jarang mereka menggunakan air kotor
yang tidak layak minum seperti air parit. Dan alasan inilah yang membuat kami tertarik untuk
membahas lebih lanjut tentang pelanggaran pembuatan air mineral dalam kemasan palsu
(AMDK) palsu.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Mengapa bias terjadi pembuatan Aqua palsu?
2. Bagaimana proses pembuatan Aqua palsu tersebut?
3. Apa saja dampak negatif dari Aqua palsu tersebut?
4. Bagaimana peran pemerintah dalam menyikapi hal tersebut?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas etika profesi.
2. Untuk menyampaikan informasi tentang pelanggaran pembuatan air galon palsu.
3. Untuk memberikan solusi dari masalah tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kasus Pelanggaran Etika Profesi yang Membahayakan Keselamatan


Jiwa

Etika profesi adalah segala aturan dan norma yang nantinya mengatur segala tindakan
ataupun keputusan yang dilakukan oleh seorang pekerja. Seorang pekerja yang mempunyai
etika profesi yang baik tentunya akan bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan.
Selain itu, dapat menjaga kelakukan dan kejujuran atas apa yang dilakukannya. Sehingga apa
yang dilakukannya semata-mata dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan tapi
juga untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup oarang banyak.

Pelanggaran dalam etika profesi akan dapat merugikan kehidupan orang banyak. Salah
satu contoh pelanggaran etika profesi adalah Pembuatan Aqua Palsu. Bisnis aqua palsu ini
masih dalam ruang lingkup kecil karena dilakukan oleh industri rumahan (home industry),
belum dalam ruang lingkup yang besar. Mereka memalsukan aqua dengan menggunakan air
isi ulang biasa, air sumur dan air sungai yang telah dicampur oleh tawas dan boraks. Aqua
palsu ini beredar di beberapa kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta,
Bandung dan Tangerang. Kejadian ini bermula dari kecurigaan oeh seorang pelanggan yang
biasa membeli aqua untuk kebutuhan sehari-harinya. Ketika akan membuka tutup salah satu
galon, biasanya alur pembuka pada tepi tutup galon itu tidak mudah sobek dan karena itu
perlu ditarik kuat-kuat. Tetapi tutup aqua galon pada saat itu sangat mudah alurnya dibuka.
Setelah dilepaskan dari galon dan diamati lebih teliti bagian dalam tutup, ternyata tutup
tersebut cacat karena ada bekas terpapar benda panas di sekitar alur pembuka. Hal tersebut
mengakibatkan pelanggan tersebut membeli lagi aqua galon di tempat yang berbeda. Dan
hasil dugaan pelanggan tersebut memang benar jika aqua galon yang pertama adalah palsu.

B. Proses Pembuatan Aqua Palsu


 Para penjual curang aqua palsu menggunakan galon-galon dan botol-botol bekas dari
tempat penampungan.
 Galon dan botol kosong tersebut kemudian diisi air sumur dengan menggunakan
pompa air. Untuk mengurangi kotornya air, diberi campuran tawas dan boraks.
 Setelah diisi, galon dan botol disegel dengan tutup segel asli Aqua. Agar segel yang
sudah disolder mudah dipasang, mulut botol direbus terlebih dahulu.
 Kemudian, aqua palsu tersebut dijual ke wilyah sekitar dengan harga yang lebih
murah dari aqua yang asli.

Berikut adalah modus yang dilakukan para penjual air mineral palsu:

1. Menggunakan air botol plastik bekas


Para pelaku kejahatan ini menggunakan botol plastik bekas yang didapatkan dari para
pemulung. Untuk skala besar, mereka membeli di tempat penampungan daur ulang
botol bekas. Harga yang mereka bayarkan untuk membeli botol bekas sebesar Rp 5
ribu per kilogram. Botol-botol ini kemudian dibersihkan agar nampak seperti baru.
Untuk yang lecet-lecet biasanya dijual dalam keadaan dingin agar embun pendinginan
menutup lecet di botol.
2. Air mineral diambil dari sumber tidak jelas. Fakta di lapangan sangat mengagetkan
karena sumber air yang digunakan dari tempat-tempat kotor. Mereka mengambil air
dari sumur, sungai, bahkan ada yang dari air got. Air tersebut dimasukan ke dalam
botol tanpa melalui proses sterilisasi. Mereka biasanya menggunakan zat-zat kimia
seperti boraks dan tawas agar air nampak terlihat jernih.
3. Bisa mendapatkan segel dan tutup botol baru. Segel dan tutup botol baru sudah bisa
diproduksi sendiri. Ada pula yang mendapatkannya dari pegawai di perusahaan air
mineral yang sudah memiliki brand dan izin produksi. Mereka saling bekerjasama
untuk melakukan transaksi segel dan tutup botol baru.
4. Dijual di warung, pedagang asongan, dan tempat-tempat terbuka. Ditemukan pula di
beberapa warung yang menjual air mineral palsu kemasan botol. Uji laboratorium
menunjukkan perbedaan antara isi air dari merek yang sama. Warung-warung ini mau
menjual air mineral palsu karena keuntungan lebih besar. Pedagang asongan yang
menjual air mineral kemasan botol plastik juga perlu diwaspadai. Air mineral palsu
ini memang lebih banyak dijual di tempat-tempat terbuka seperti terminal, pinggir
jalan, dan pintu masuk tempat wisata, karena transaksinya lebih mudah.

C. Dampak Mengkonsumsi Aqua Palsu

Ada beberapa kemungkinan efek samping setelah mengonsumsi air mineral palsu. Dalam
jangka waktu pendek dapat timbul gatal-gatal dan keracunan. Gejala awal keracunan adalah
muntah, mual, pusing, dan diare. Bahkan, pasien bisa sampai tidak sadar. Penanganan
pertamanya, berikan air kelapa hijau. Air kelapa mengandung cairan elektrolit yang bisa
mengganti cairan tubuh yang hilang. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, minuman ini
akan memengaruhi sifat genetik konsumen. Penggunaan tawas dan boraks oleh produsen juga
akan memperparah efek yang ditimbulkan. Mengkonsumsi boraks dalam makanan atau
minuman secara tidak langsung akan berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi
(tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap
melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang terserap dalam
tubuh dalam jumlah kecil akan dikelurkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit
melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga
menganggu alat reproduksi pria. Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan
gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan. Berikut
beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.

a. Tanda dan gejala akut :

Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat).

b. Tanda dan gejala kronis :

 Nafsu makan menurun


 Gangguan pencernaan
 Gangguan SSP : bingung dan bodoh
 Anemia, rambut rontok dan kanker.

Sedangkan tawas, menurut (ACROS 2005), termasuk bahan kimia yang masuk
klasifikasi berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan apabila
terhirup, tertelan, atau terserap malalui kulit. Apabila terkena mata akan menyebabkan irritasi
mata, apabila terkonsumsi akan menyebabkan iritasi organ pencernaan. Menurut Guyton and
Hall (1997), Dilihat dari struktur kimianya tawas mengandung logam berat alumunium yang
dalam bentuk ion sangat beracun apabila terkonsumsi dalam jumlah berlebihan. Paparan
alumunium berlebih dapat merusak organ detoktifikasi yaitu hati. Penelitian lain
menyebutkan, Tawas berbahaya untuk kesehatan, karena Tawas atau Alumunii et kalii Sulfas
adalah logam yang sangat beracun bagi tubuh, dan bisa menyebabkan kerusakan Hati. Karena
itu, perlu diperhatikan agar konsumen tidak sembarangan mengonsumsi minuman kemasan.
Sebaiknya, periksa dengan teliti minuman yang akan dibeli.
Adanya kesempatan untuk melakukan penipuan dengan membuat air kemasan palsu
dikarenakan adanya penyedia botol dan segel penutup botol. Oleh karena itu, sebelum
membuang botol kemasan, sebaiknya botol tersebut dirusak terlebih dahulu. Caranya bisa
dengan digepengin atau ditusuk dengan gunting. Hal ini pun perlu diterapkan dengan botol-
botol kemasan lain seperti botol shampo, botol body lotion, dan lain-lain. Sehingga botol-
botol yang telah rusak tersebut tidak dapat digunakan oleh pelaku kecurangan.

D. Cara Membedakan Aqua Asli dengan Aqua Palsu

Air mineral palsu banyak beredar luas di masyarakat dan sangat berbahaya bagi
kesehatan. Bagaimana cara membedakan air mineral kemasan yang asli dan palsu agar tak
tertipu. Masyarakat harus lebih waspada dalam mengonsumsi air mineral kemasan. Fakta di
lapangan banyak ditemukan air mineral palsu. Berbahaya karena menggunakan sumber air
yang tidak jelas tanpa proses sterilisasi. Selain itu botol plastik air mineral merupakan jenis
bahan yang hanya bisa sekali digunakan. Air mineral palsu yang menggunakan botol bekas
sekali pakai tersebut akan mengakibatkan efek sangat buruk bagi kesehatan. Terlebih saat ini
sudah sangat sulit membedakan antara air mineral asli dengan palsu. Para penjual curang
sudah semakin canggih mengemas air mineral palsu agar bisa nampak seperti asli. Air
mineral palsu jelas sangat merugikan tubuh.

Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Eliyani menyarankan


agar masyarakat lebih waspada dalam membeli air minum kemasan. Hasil penelitian YLKI
menunjukkan banyak beredar air minum kemasan yang tidak memenuhi standar air minum.
Sampel dari beberapa air minum kemasan yang diuji laboratorium menunjukkan adanya
kandungan zat-zat berbahaya. Sedikit sulit memang mengidentifikasi air minum kemasan
yang memenuhi standar. Sebaiknya masyarakat membeli di tempat yang aman. Di tempat
terbuka air minum sangat mudah terkontaminasi. Ada pula yang palsu. Itu sangat
dikhawatirkan karena berbahaya bagi konsumen. Air mineral kemasan yang telah
terkontaminasi bisa diteliti melalui tiga cara, yaitu secara fisik, kimia, dan mikroba. Untuk
kandungan kimia dan mikroba agak sulit karena harus di tes di laboratorium. Sedangkan
secara fisik bisa dilihat dari warna, bau, dan rasa air tersebut.

Warna yang keruh harus diwaspadai. Jika membeli di tempat rentan kontaminasi
sebaiknya air tersebut dikocok terlebih dahulu. Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya
terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum. Bau air mineral asli dan palsu juga
berbeda. Air mineral asli tidak berbau sedangkan air mineral terkontaminasi akan
menimbulkan bau tidak biasa. Sedangkan rasa air bisa dirasakan di mulut. Air mineral palsu
rasanya lebih kesat. Di langit-langit mulut juga akan ada seperti debu-debu yang menempel.

Untuk identifikasi secara fisik dari segi kemasan, sedikit sulit karena penjual sudah
mampu membuat kemasan bekas menjadi nampak baru. Tapi kita bisa lihat dari tanggal
kadaluwarsanya dan izin produksi. Yang pasti sebaiknya jangan beli di tempat terbuka, beli
airnya di tempat yang aman saja. Disarankan pula kepada konsumen yang telah
menggunakan botol air mineral agar meremas botol tersebut hingga gepeng. Hal ini untuk
mencegah penggunaan berulang botol tersebut.

Tips Lain Agar Tidak Terkecoh Dengan Air Minum Kemasan Palsu

1. Jika memang Anda ingin membeli air minum kemasan, belilah di tempat-tempat
resmi seperti supermarket atau minimarket.
2. Jika Anda membeli air minum kemasan di angkutan umum atau di pedagang kaki
lima, hindari membeli air minum dalam keadaan dingin. Hal ini karena kejernihan air
akan terlihat lebih jelas jika dalam keadaan normal.
3. Perhatikan isi airnya. Apakah keruh atau tidak. Caranya kocok air minuman mineral
itu untuk mengetahuinya. Jika air menjadi keruh atau terlihat ada kotoran kecil dan
halus, segera tolak.
4. Kenali bentuk fisik atau kemasan. Kondisi botol tidak bersih dan tidak bagus.
Kalaupun bersih, mungkin terdapat banyak goresan di bagian luar. Tutup botolnya
juga mudah dibuka karena cara menutupnya hanya ditekan tanpa menggunakan alat
khusus. Biasanya, minuman palsu dijual bebas dan dapat ditemukan di berbagai
tempat umum. Seperti terminal, stasiun, SPBU, dan warung-warung pinggir jalan.
Apalagi jika minuman tersebut dijual dengan cara dimasukkan dalam plastik dan
diberi tambahan es batu. Maka, perbedaan rasa akan semakin tidak kentara. Walau
demikian, bukan berarti minuman tersebut tidak ditemukan di restoran-restoran
ataupun supermarket. Namun, persentasenya lebih kecil.

E. Peran Pemerintah dalam Mengatasi Maraknya Aqua Palsu

Tingginya konsumsi masyarakat terhadap air minum kemasan telah dimanfaatkan oleh
sebagian pihak tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan lebih, tanpa
memperhatikan dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Diharapkan adanya tindakan serius
dari pemerintah, dalam hal ini BPOM terkait isu adanya peredaran air minum kemasan palsu.
Isu ini perlu di respon pemerintah secara cepat dan memastikan agar tidak menjadi
kecemasan bagi masyarakat. Apalagi air kemasan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Akan
sangat mengkhawatirkan jika sampai diproses dengan cara sederhana (tanpa sterilisasi)
seperti itu dan berdampak negatif kepada kesehatan.

Modus peredaran air mineral palsu bahwasannya bukan hal yang baru. Polisi juga tidak
jarang melakukan penggerebekan terkait kasus ini. Namun, penggerebekan hanya berkisar
pada pelaku air minum isi ulang yang biasa menggunakan kemasan galon. Padahal, banyak
juga beredar air mineral palsu dalam kemasan botol plastik.

Karenanya BPOM jangan terlalu lama membiarkan kasus peredaran AMDK (Air Minum
Dlam Kemasan) palsu. Melainkan segera melakukan tindakan dengan penelusuran dan
pengujian sampel di laboratorium dan mengumumkannya kepada masyarakat. Hal demikian
agar membuat masyarakat merasa aman.

Bentuk Pelanggaran kode etik

Dalam kasus ini, terdapat beberapa pelanggaran yang terjadi baik yang dilakukan oleh
pegawai perusahaan ataupun pembuat dari aqua palsu tersebut.

1. Pembuatan air kemasan terbuat dari bahan yang tidak baik, bahkan ada yang
menggunakan boraks. Hal ini tentu saja adalah kesalahan fatal, bahkan dalam video tadi
sudah jelas bahwa pembuat tahu pasti akibat dari penggunan boraks tersebut dan dia juga
mengetahui apa kegunaan dari boraks tersebut.

2. Kedua, kesalahan yang dibuat juga terdapat pada pegawai perusahaan yang telah
melanggar aturan, yang mana sehaarusnya tutup botol tidaklah diberikan secara bebas
kepada masyrakat tertentu. Dan ia melakukannya semata-mata hanya demi uang dan tidak
mempedulikan akibat dari perbuatannya.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam kasus ini, kita dapat mengambil beberapa informasi dan hal-hal yang harus
dihindari dalam pembelian air mineral dalam kemasan (AMDK). Selain itu semakin
maraknya penjualan aqua palsu ini, diharapkan bagi masyarakat yang mengetahui tentang
kasus ini dapat langsung memberitahukan kepada pemerintah setempat agar tidak terjadi hal-
hal yang lebih fatal.

B. Saran
1. Semoga tidak ada lagi oknum kejahatan yang membuat aqua palsu ini.
2. Masyarakat diharapkan lebih teliti dan cermat dalam membeli air mineral dalam
kemasan (AMDK).
DAFTAR PUSTAKA
http://www.tribunjogja.com

http://www.merdeka.com

http://indonesian-english.com/blog/aqua-palsu

http://www.rendy.ceo/archives/2006/12/11/aquanya-palsu/