Anda di halaman 1dari 70

Surat Al Fatihah

Surat Al Faatihah
(Pembukaan)
Surat Ke 1 : 7 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

1. "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [1]."

‫ب ۡٱل َٰعل ِمين‬ ِ ‫ۡٱلحمۡ ُد ِ ه‬


ِ ‫َّلل ر‬
Alhamdulillahi rabbil 'alamiin(a)

2. "Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam [3]."

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ‫ه‬
Ar Rahmaanirrahiim(i)

3. "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

ِ ‫َٰم ِل ِك ي ۡو ِم ٱلد‬
‫ِين‬
Maaliki yaumiddiin(i)
4. "Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5]."

ُ ‫ِإيهاك نعۡ بُ ُد و ِإيهاك ن ۡست ِع‬


‫ين‬
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin(u)
5. "Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta
pertolongan [7]."

‫ٱلص َٰرط ۡٱل ُم ۡست ِقيم‬ ۡ


ِ ‫ٱهدِنا‬
Ihdinash-shirraatal musthaqiim(i)
6. "Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,"
‫ب عل ۡي ِه ۡم وَل‬ ُ ‫ص َٰرط ٱلهذِين أ ۡنع ۡمت عل ۡي ِه ۡم غ ۡي ِر ۡٱلم ۡغ‬
ِ ‫ضو‬ ِ
‫ضا ٓ ِلين‬
‫ٱل ه‬
Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin(a)
7. "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [9]"

Keterangan :
[1]. Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah.
Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti
makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha
Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-
Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu
nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada
makhluk-Nya, sedang ar Rahiim(Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah
senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya
kepada makhluk-Nya.
[2]. Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang
dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya
karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui
keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji
bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3]. Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara.
Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya,
seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan
yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam
tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam
itu.
[4]. Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula
dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5]. Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima
pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga
yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
[6]. Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh
perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan
bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7]. Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan
untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga
sendiri.
[8]. Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang
benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga
memberi taufik.
[9]. Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua
golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Surat An Naba`
(Berita Besar)
Surat Ke 78 : 40 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫ع هم يتسآءلُون‬
'Amma yatasaa-aluun(a)
1. "Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?"

‫ع ِن ٱلنهبإِ ۡٱلع ِظ ِيم‬


'Aninnaba-il 'azhiim(i)
2. Tentang berita yang besar [1544],"

‫ٱلهذِي ُه ۡم ِفي ِه ُم ۡخت ِلفُون‬


Al-ladzii hum fiihi mukhtalifuun(a)
3. "yang mereka perselisihkan tentang ini."

‫ك هَّل سيعۡ ل ُمون‬


Kallaa saya'lamuun(a)
4. Sekali-kali tidak [1545]; kelak mereka akan mengetahui,"

‫ث ُ هم ك هَّل سيعۡ ل ُمون‬


Tsumma kallaa saya'lamuun(a)
5. "kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui."

‫أل ۡم ن ۡجع ِل ۡٱۡل ۡرض ِم َٰه ٗدا‬


Alam naj'alil ardha mihaada(n)
6. "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,"

‫و ۡٱل ِجبال أ ۡوت ٗادا‬


Wal jibaala autaada(n)
7. "dan gunung-gunung sebagai pasak?,"

‫وخل ۡق َٰن ُك ۡم أ ۡز َٰو ٗجا‬


Wakhalaqnaakum azwaaja(n)
8. "dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,"

ُ ‫وجع ۡلنا ن ۡوم ُك ۡم‬


‫سبا ٗتا‬
Waja'alnaa naumakum subaata(n)
9. "dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,"

ٗ ‫وجع ۡلنا ٱله ۡيل ِلب‬


‫اسا‬
Waja'alnaallaila libaasa(n)
10. "dan Kami jadikan malam sebagai pakaian [1546],"

ٗ ‫وجع ۡلنا ٱلنههار مع‬


‫اشا‬
Waja'alnaannahaara ma'aasya(n)
11. "dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,"

‫وبن ۡينا ف ۡوق ُك ۡم س ۡب ٗعا ِشد ٗادا‬


Wabanainaa fauqakum sab'an syidaada(n)
12. "dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,"

ٗ ‫وجع ۡلنا ِسر‬


ٗ ‫اجا و هه‬
‫اجا‬
Waja'alnaa siraajan wahhaaja(n)
13. "dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),"
ٗ ‫ت ما ٓ ٗء ث هج‬
‫اجا‬ ِ ۡ‫وأنز ۡلنا ِمن ۡٱل ُمع‬
ِ ‫ص َٰر‬
Wa-anzalnaa minal mu'shiraati maa-an tsajjaaja(n)
14. "dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,"

‫ِلنُ ۡخ ِرج ِب ِهۦ ح ٗبا ونبا ٗتا‬


Linukhrija bihii habban wanabaata(n)
15. "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,"

ٍ ‫وج َٰنه‬
‫ت أ ۡلفافًا‬
Wajannaatin alfaafa(n)
16. "dan kebun-kebun yang lebat?"

‫ص ِل كان ِم َٰيق ٗتا‬


ۡ ‫ِإ هن ي ۡوم ۡٱلف‬
Inna yaumal fashli kaana miiqaata(n)
17. "Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,"

ٗ ‫ور فت ۡأتُون أ ۡفو‬


‫اجا‬ ِ ‫ص‬ُّ ‫ي ۡوم يُنف ُخ فِي ٱل‬
Yauma yunfakhu fiish-shuuri fata'tuuna afwaaja(n)
18. "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-
kelompok,"

‫سما ٓ ُء فكان ۡت أ ۡب َٰوبٗ ا‬ ِ ‫وفُتِح‬


‫ت ٱل ه‬
Wafutihatissamaa-u fakaanat abwaaba(n)
19. "dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,"

‫ت ۡٱل ِجبا ُل فكان ۡت سرابًا‬


ِ ‫س ِير‬
ُ ‫و‬
Wasuyyiratil jibaalu fakaanat saraaba(n)
20. "dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia."

‫ِإ هن جهنهم كان ۡت ِم ۡرص ٗادا‬


Inna jahannama kaanat mirshaada(n)
21. "Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai [1547]"

‫ِل َٰ ه‬
‫لط ِغين مابٗ ا‬
Li-ththaaghiina maaaba(n)
22. "lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,"

ۡ ٓ ‫ه‬ َٰ
‫لبِثِين فِيها أحقابٗ ا‬
Laabitsiina fiihaa ahqaaba(n)
23. "mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,"

‫هَل يذُوقُون فِيها ب ۡر ٗدا وَل شرابًا‬


Laa yadzuuquuna fiihaa bardan walaa syaraaba(n)
24. "mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,"

‫س ٗاقا‬
‫ِإ هَل ح ِم ٗيما وغ ه‬
Illaa hamiiman waghassaaqa(n)
25. "selain air yang mendidih dan nanah,"

‫جزآ ٗء ِوفاقًا‬
Jazaa-an wifaaqa(n)
26. "sebagai pambalasan yang setimpal."

‫ِإنه ُه ۡم كانُواْ َل ي ۡر ُجون ِحسابٗ ا‬


Innahum kaanuu laa yarjuuna hisaaba(n)
27. "Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,"

‫وكذهبُواْ بِ َٰايتِنا ِكذهابٗ ا‬


Wakadz-dzabuu biaayaatinaa kidz-dzaaba(n)
28. "dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh- sungguhnya."
‫و ُك هل ش ۡيءٍ أ ۡحص ۡي َٰنهُ ِك َٰتبٗ ا‬
Wakulla syai-in ahshainaahu kitaaba(n)
29. "Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab [1548]."

‫فذُوقُواْ فلن نه ِزيد ُك ۡم ِإ هَل عذابًا‬


Fadzuuquu falan naziidakum illaa 'adzaaba(n)
30. "Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain
daripada azab."

ً ‫ِإ هن ِل ۡل ُمت ه ِقين مف‬


‫ازا‬
Inna lilmuttaqiina mafaaza(n)
31. "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,"

‫حدآئِق وأ ۡع َٰنبٗ ا‬
Hadaa-iqa wa-a'naaba(n)
32. "(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,"

‫وكوا ِعب أ ۡترابٗ ا‬


Wakawaa'iba atraaba(n)
33. "dan gadis-gadis remaja yang sebaya,"

‫وك ۡأ ٗسا دِه ٗاقا‬


Waka'san dihaaqa(n)
34. "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)."

‫هَل ي ۡسمعُون ِفيها ل ۡغ ٗوا وَل ِك َٰذهبٗ ا‬


Laa yasma'uuna fiihaa laghwan walaa kidz-dzaaba(n)
35. "Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula)
perkataan dusta."
‫جزآ ٗء ِمن هربِك عطا ٓ ًء ِحسابٗ ا‬
Jazaa-an min rabbika 'athaa-an hisaaba(n)
36. "Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,"

ُ‫ٱلر ۡح َٰم ِۖ ِن َل يمۡ ِل ُكون ِم ۡنه‬ ِ ‫ت و ۡٱۡل ۡر‬


‫ض وما ب ۡين ُهما ه‬ ِ ‫س َٰم َٰو‬
‫ب ٱل ه‬ ِ ‫هر‬
‫ِخطابٗ ا‬
Rabbis-samaawaati wal ardhi wamaa bainahumaar-rahmaani, laa
yamlikuuna minhu khithaaba(n)
37. "Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang
Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia."

ٓ
ُ‫ٱلرو ُح و ۡٱلم َٰلئِكةُ ص ٗف ِۖا هَل يتكله ُمون ِإ هَل م ۡن أذِن له‬
ُّ ‫ي ۡوم يقُو ُم‬
‫ٱلر ۡح َٰم ُن وقال صوابٗ ا‬
‫ه‬
Yauma yaquumur-ruuhu wal malaa-ikatu shaffan laa yatakallamuuna
illaa man adzina lahur-rahmanu waqaala shawaaba(n)
38. "Pada hari, ketika ruh [1549] dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak
berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha
Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar."

‫َٰذ ِلك ۡٱلي ۡو ُم ۡٱلح ِۖ ُّق فمن شآء ٱتهخذ إِل َٰى ر ِب ِهۦ مابًا‬
Dzaalikal yaumul haqqu faman syaa-aattakhadza ilaa rabbihii
maaaba(n)
39. "Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia
menempuh jalan kembali kepada Tuhannya."
‫ظ ُر ۡٱلم ۡر ُء ما ق هدم ۡت يداهُ ويقُو ُل‬
ُ ‫ِإنها ٓ أنذ ۡر َٰن ُك ۡم عذابٗ ا ق ِريبٗ ا ي ۡوم ين‬
‫ۡٱلكافِ ُر َٰيل ۡيتنِي ُكنتُ ت ُ َٰر َۢبا‬
Innaa andzarnaakum 'adzaaban qariiban yauma yanzhurul maru maa
qaddamat yadaah(u), wayaquulul kaafiru yaa laitanii kuntu turaaba(n)
40. "Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang
dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan
orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."

Penjelasan :
[1544]. Yang dimaksud dengan berita yang besar ialah berita tentang hari berbangkit.
[1545]. Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang
mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.
[1546]. Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai
pakaian menutupi tubuh manusia.
[1547]. Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para
penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.
[1548]. Yang dimaksud dengan kitab di sini adalah buku catatan amalan manusia.
[1549]. Para ahli tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud ruhdalam ayat
ini. Ada yang mengatakan Jibril, ada yang mengatakan tentara Allah, ada pula yang
mengatakan ruh manusia.
Surah An Nazi'at
An Naazi'aat
(Malaikat-Malaikat yang mencabut)
Surat Ke 79 : 46 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ِ ‫وٱل َٰنه ِز َٰع‬


‫ت غ ۡر ٗقا‬
Wannaazi'aati gharqaa(n)
1. "Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,"

ِ ‫وٱل َٰنه ِش َٰط‬


‫ت ن ۡش ٗطا‬
Wannaasyithaati nasythaa(n)
2. "dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,"

‫وٱل َٰ ه‬
ِ ‫س ِب َٰح‬
‫ت س ۡب ٗحا‬
Wassaabihaati sabhaa(n)
3. "dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,"

ِ ‫س ِب َٰق‬
‫ت س ۡب ٗقا‬ ‫فٱل َٰ ه‬
Fassaabiqaati sabqaa(n)
4. "dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,"

ِ ‫ف ۡٱل ُمد ِب َٰر‬


‫ت أ ۡم ٗرا‬
Falmudabbiraati amraa(n)
5. "dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia) [1550]."
ُ‫اجفة‬
ِ ‫ٱلر‬
‫ف ه‬ُ ‫ي ۡوم ت ۡر ُج‬
Yauma tarjufu rraajifah(tu)
6. "(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama
menggoncang alam,"

‫ت ۡتبعُها ه‬
ُ‫ٱلرادِفة‬
Tatba'uhaa rraadifah(tu)
7. "tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua."

ٌ‫اجفة‬ ٌ ُ‫قُل‬
ِ ‫وب ي ۡومئِ ٖذ و‬
Quluubun yauma-idzin waajifah(tun)
8. "Hati manusia pada waktu itu sangat takut,"

ٌ‫ص ُرها َٰخ ِشعة‬


َٰ ‫أ ۡب‬
Abshaaruhaa khaasyi'ah(tun)
9. "Pandangannya tunduk."

ِ‫يقُولُون أ ِءنها لم ۡردُودُون فِي ۡٱلحافِرة‬


Yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fii lhaafirah(ti)
10. (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan
kepada kehidupan semula? [1551],"

‫أ ِءذا ُكنها ِع َٰظ ٗما نه ِخر ٗة‬


A-idzaa kunnaa 'izhaaman nakhirah(tan)
11. "Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang
hancur lumat?"

ٌ ‫قالُواْ تِ ۡلك ِإ ٗذا ك هرة ٌ خا ِسرة‬


Qaaluu tilka idzan karratun khaasirah(tun)
12. Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
ٌ ‫فإِنهما ِهي ز ۡجرة ٌ َٰو ِحدة‬
Fa-innamaa hiya zajratun waahidah(tun)
13. "Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,"

‫فإِذا ُهم ِبٱل ه‬


ِ‫سا ِهرة‬
fa-idzaa hum bissaahirah(ti)
14. "maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi."

ُ ‫ه ۡل أت َٰىك حد‬
‫ِيث ُموس َٰ ٓى‬
Hal ataaka hadiitsu muusaa
15. "Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa."

ُ ‫ِإ ۡذ ناد َٰىهُ ربُّهُۥ ِب ۡٱلوا ِد ۡٱل ُمق هد ِس‬


‫ط ًوى‬
Idz naadaahu rabbuhuu bilwaadi lmuqaddasi thuwaa
16. "Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;"

‫ۡٱذه ۡب ِإل َٰى فِ ۡرع ۡون ِإنههُۥ طغ َٰى‬


Idzhab ilaa fir'auna innahuu thaghaa
17. "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,"

‫فقُ ۡل هل لهك ِإل َٰ ٓى أن تز هك َٰى‬


Faqul hal laka ilaa an tazakkaa
18. dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri
(dari kesesatan)."

‫وأ ۡهدِيك ِإل َٰى ر ِبك فت ۡخش َٰى‬


Wa ahdiyaka ilaa rabbika fatakhsyaa
19. "Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"
‫فأر َٰىهُ ۡٱۡلٓية ۡٱل ُك ۡبر َٰى‬
Fa-araahul aayatal kubraa
20. "Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar."

‫فكذهب وعص َٰى‬


Fa kadzdzaba wa'ashaa
21. "Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai."

‫ث ُ هم أ ۡدبر ي ۡسع َٰى‬


Tsumma adbara yas'aa
22. "Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)."

‫فحشر فناد َٰى‬


Fa hasyara fanaadaa
23. "Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya."

‫فقال أن ۠ا ربُّ ُك ُم ۡٱۡل ۡعل َٰى‬


Fa qaala anaa rabbukumul a'laa
24. (Seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

‫ٱَّللُ نكال ۡٱۡلٓ ِخر ِة و ۡٱۡلُول َٰ ٓى‬


‫فأخذهُ ه‬
Fa akhadzahullaahu nakaalal aakhirati wal-uulaa
25. "Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia."

‫ِإ هن فِي َٰذ ِلك ل ِع ۡبر ٗة ِلمن ي ۡخش َٰ ٓى‬


Inna fii dzaalika la'ibratan liman yakhsyaa
26. "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut
(kepada Tuhannya)."
‫ءأنت ُ ۡم أش ُّد خ ۡلقًا أ ِم ٱل ه‬
‫سما ٓ ُۚ ُء بن َٰىها‬
A-antum asyaddu khalqan ami ssamaau banaahaa
27. "Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,"

‫رفع سمۡ كها فس هو َٰىها‬


Rafa'a samkahaa fasawwaahaa
28. "Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,"

ُ ‫وأ ۡغطش ل ۡيلها وأ ۡخرج‬


‫ضح َٰىها‬
Wa-aghthasya laylahaa wa akhraja dhuhaahaa
29. "dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang
benderang."

ٓ ‫و ۡٱۡل ۡرض بعۡ د َٰذ ِلك دح َٰىها‬


Wal ardha ba'da dzaalika dahaahaa
30. "Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya."

‫أ ۡخرج ِم ۡنها مآءها وم ۡرع َٰىها‬


Akhraja minhaa maa-ahaa wamar'aahaa
31. "Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-
tumbuhannya."

‫و ۡٱل ِجبال أ ۡرس َٰىها‬


Wal jibaala arsaahaa
32. "Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,"

‫م َٰت ٗعا له ُك ۡم و ِۡل ۡن َٰع ِم ُك ۡم‬


Mataa'an lakum wali-an'aamikum
33. "(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu."
‫ٱلطا ٓ همةُ ۡٱل ُك ۡبر َٰى‬
‫ت ه‬ ِ ‫فإِذا جآء‬
Fa idzaa jaa-ati ththaammatul kubraa
34. "Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang."

ِ ۡ ‫ي ۡوم يتذ هك ُر‬


َٰ ‫ٱۡل‬
‫نس ُن ما سع َٰى‬
Yauma yatadzakkarul insaanu maa sa'aa
35. "Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,"

‫ت ۡٱلج ِحي ُم ِلمن ير َٰى‬


ِ ‫وبُ ِرز‬
Waburrizati ljahiimu liman yaraa
36. "dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat."

‫فأ هما من طغ َٰى‬


Fa-ammaa man thaghaa
37. "Adapun orang yang melampaui batas,"

‫وءاثر ۡٱلحي َٰوة ٱل ُّد ۡنيا‬


Wa-aatsara lhayaata ddunyaa
38. "dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,"

‫فإِ هن ۡٱلج ِحيم ِهي ۡٱلم ۡأو َٰى‬


fa-innal jahiima hiyal ma`waa
39. "maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)."

‫وأ هما م ۡن خاف مقام ر ِب ِهۦ ونهى ٱلنه ۡفس ع ِن ۡٱلهو َٰى‬
Wa amama man khaafa maqaama rabbihi wanahaa nnafsa 'anil hawaa
40. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri
dari keinginan hawa nafsunya,"
‫فإِ هن ۡٱلجنهة ِهي ۡٱلم ۡأو َٰى‬
fa innal jannata hiyal ma`waa
41. "maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)."

‫ي ۡسلُونك ع ِن ٱل ه‬
‫ساع ِة أيهان ُم ۡرس َٰىها‬
Yas-aluunaka 'ani ssaa'ati ayyaana mursaahaa
42. "(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan,
kapankah terjadinya? [1552],"

ٓ ‫فِيم أنت ِمن ذ ِۡكر َٰىها‬


Fiima anta min dzikraahaa
43. "Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?"

ٓ ‫ِإل َٰى ربِك ُمنته َٰىها‬


Ilaa rabbika muntahaahaa
44. "Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya)."

‫ِإنهما ٓ أنت ُمنذ ُِر من ي ۡخش َٰىها‬


Innamaa anta mundziru man yakhsyaahaa
45. "Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)"

ُ ‫كأنه ُه ۡم ي ۡوم ير ۡونها ل ۡم ي ۡلبث ُ ٓواْ ِإ هَل ع ِشيهةً أ ۡو‬


‫ضح َٰىها‬
Ka-annahum yauma yaraunahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan au
dhuhaahaa
46. "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak
tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari [1553]."
Penjelasan :
[1550]. Dalam ayat 1 sampai dengan 5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang
bermacam-macam sifat dan urusannya, bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari
kiamat. Sebahagian ahli tafsir berpendapat, bahwa dalam ayat-ayat itu Allah bersumpah
dengan bintang-bintang.
[1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati
mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari
kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.
[1552]. Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja, bukan karena mereka
percaya akan hari berbangkit.
[1553]. Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu mereka merasa bahwa hidup di dunia
adalah sebentar saja.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah S.79:10 sebagai
keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum kuffar Quraisy, mereka berkata:
"Kalau kita dihidupkan kembali sesudah mati, tentu kita akan rugi." Maka turun ayat berikut
(Q.S.79:12) sebagai keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar
Quraisy.
(Diriwayatkan oleh Sa'id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka'b)
[**]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (Q.S 79:42,43,44) turun ketika
Rasulullah saw. ditanya tentang permulaan qiamat. Ayat ini turun sebagai penegasan
bahwa hanya Allah yang mengetahui waktunya.
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Aisyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum musyrikin Makkah bertanya dengan sinis
kepada Rasulullah saw.: "kapan terjadinya qiamat?" Allah menurunkan ayat ini (Q.S.79:42-
46) yang menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui akan waktunya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu
Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. sering menyebut-nyebut qiamat.
Maka turunlah ayat ini (Q.S.79:43,44) sebagai perintah untuk menyerahkan persoalannya
kpqada Allah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Thariq bin Syihab.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah.)
Surah 'Abasa
(Ia Bermuka Masam)
Surat Ke 80 : 42 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫عبس وتوله َٰ ٓى‬


'Abasa watawallaa
1. "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,"

‫أن جآءهُ ۡٱۡل ۡعم َٰى‬


An jaa-ahul a'maa
2. "karena telah datang seorang buta kepadanya [1554]."

‫وما يُ ۡد ِريك لعلههُۥ ي هز هك َٰ ٓى‬


Wa maa yudriika la'allahuu yazzakkaa
3. "Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),"

‫أ ۡو يذه هك ُر فتنفعهُ ٱلذ ِۡكر َٰ ٓى‬


Au yadz-dzakkaru fatanfa'ahudz-dzikraa
4. "atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat
kepadanya?"

‫ٱست ۡغن َٰى‬


ۡ ‫أ هما م ِن‬
Ammaa maniistaghnaa
5. "Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup [1555],"
‫فأنت لهُۥ تص هد َٰى‬
Fa-anta lahuu tashaddaa
6. "maka kamu melayaninya."

‫وما عل ۡيك أ هَل ي هز هك َٰى‬


Wa maa 'alaika allaa yazzakkaa
7. "Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman)."

‫وأ هما من جآءك ي ۡسع َٰى‬


Wa ammaa man jaa-aka yas'aa
8. "Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan
pengajaran),"

‫و ُهو ي ۡخش َٰى‬


Wa huwa yakhsyaa
9. "sedang ia takut kepada (Allah),"

‫فأنت ع ۡنهُ تل هه َٰى‬


Fa-anta 'anhu talahhaa
10. "maka kamu mengabaikannya."

ٌ ‫َّل ِإنهها ت ۡذ ِكرة‬


ٓ‫كه‬
Kallaa innahaa tadzkirat(un)
11. "Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu
peringatan,"

‫فمن شآء ذكرهُۥ‬


Faman syaa-a dzakarah(u)
12. "maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,"
‫ص ُحفٍ ُّمك هرم ٍة‬
ُ ‫فِي‬
Fii shuhufin mukarramat(in)
13. "di dalam kitab-kitab yang dimuliakan [1556],"

ِ‫هم ۡرفُوع ٍة ُّمط ههر َۢة‬


Marfuu'atin muthahharat(in)
14. "yang ditinggikan lagi disucikan,"

ٍ‫بِأ ۡيدِي سفرة‬


Bi-aidii safarat(in)
15. "di tangan para penulis (malaikat),"

ٍ‫ِكر َۢ ِام بررة‬


Kiraamin bararat(in)
16. "yang mulia lagi berbakti."

‫نس ُن ما ٓ أ ۡكفرهُۥ‬ ِ ۡ ‫قُ ِتل‬


َٰ ‫ٱۡل‬
Qutilal insaanu maa akfarah(u)
17. "Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?"

‫ِم ۡن أي ِ ش ۡيءٍ خلقهُۥ‬


Min ayyi syai-in khalaqah(u)
18. "Dari apakah Allah menciptakannya?"

‫ِمن نُّ ۡطف ٍة خلقهُۥ فق هدرهُۥ‬


Min nuthfatin khalaqahu faqaddarah(u)
19. "Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya [1557]."

‫سرهُۥ‬ ‫ث ُ هم ٱل ه‬
‫س ِبيل ي ه‬
Tsummassabiila yassarah(u)
20. "Kemudian Dia memudahkan jalannya[1558],"
‫ث ُ هم أماتهُۥ فأ ۡقبرهُۥ‬
Tsumma amaatahu fa-aqbarah(u)
21. "kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,"

‫ث ُ هم ِإذا شآء أنشرهُۥ‬


Tsumma idzaa syaa-a ansyarah(u)
22. "kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali."

ِ ‫ك هَّل ل هما ي ۡق‬


‫ض ما ٓ أمرهُۥ‬
Kallaa lammaa yaqdhi maa amarah(u)
23. "Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah
kepadanya,"

َٰ ‫ٱۡل‬
ِ ‫نس ُن ِإل َٰى طع‬
ٓ‫ام ِهۦ‬ ُ ‫ف ۡلين‬
ِ ۡ ‫ظ ِر‬
Falyanzhuril insaanu ilaa tha'aamih(i)
24. "maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya."

‫أنها صب ۡبنا ۡٱلمآء ص ٗبا‬


Annaa shababnaal maa-a shabbaa(n)
25. "Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),"

‫ث ُ هم شق ۡقنا ۡٱۡل ۡرض ش ٗقا‬


Tsumma syaqaqnaal ardha syaqqaa(n)
26. "kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,"

‫فأ َۢنب ۡتنا ِفيها ح ٗبا‬


Fa-anbatnaa fiihaa habb(an)
27. "lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,"
ۡ ‫و ِعنبٗ ا وق‬
‫ضبٗ ا‬
Wa 'inaban waqadhbaa(n)
28. "anggur dan sayur-sayuran,"

‫ونا ون ۡخ َّٗل‬
ٗ ُ ‫وز ۡيت‬
Wa zaituunan wanakhlaa(n)
29. "zaitun dan kurma,"

‫غ ۡلبٗ ا‬
ُ ‫وحدآ ِئق‬
Wa hadaa-iqa ghulbaa(n)
30. "kebun-kebun (yang) lebat,"

‫و َٰف ِكه ٗة وأ ٗبا‬


Wa faakihatan wa-abbaa(n)
31. "dan buah-buahan serta rumput-rumputan,"

‫هم َٰت ٗعا له ُك ۡم و ِۡل ۡن َٰع ِم ُك ۡم‬


Mataa'an lakum wali-an'aamikum
32. "untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu."

ُ‫صا ٓ هخة‬ ِ ‫فإِذا جآء‬


‫ت ٱل ه‬
Fa idzaa jaa-atish-shaakh-khat(u)
33. "Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),"

‫ي ۡوم ي ِف ُّر ۡٱلم ۡر ُء ِم ۡن أ ِخي ِه‬


Yauma yafirrul maru min akhiih(i)
34. "pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,"

‫وأ ُ ِم ِهۦ وأ ِبي ِه‬


Wa ummihi wa-abiih(i)
35. "dari ibu dan bapaknya,"
َٰ ‫ِهۦ وب ِنيو‬
‫ص ِحب ِت ِه‬
Wa shaahibatihi wabaniih(i)
36. "dari istri dan anak-anaknya."

‫ي ِم ۡن ُه ۡم ي ۡوم ِئ ٍذ ش ۡأ ٍن يُ ۡغ ِني ِه‬ ُ


ٖ ‫ِلك ِل ۡٱم ِر‬
Likulliimri-in minhum yauma-idzin sya'nun yughniih(i)
37. "Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup
menyibukkannya."

ٌ ‫ُو ُجوهٌ ي ۡوم ِئ ٍذ ُّم ۡس ِفرة‬


Wujuuhun yauma-idzin musfirat(un)
38. "Banyak muka pada hari itu berseri-seri,"

ٌ ‫احكةٌ ُّم ۡست ۡب ِشرة‬


ِ ‫ض‬
Dhaahikatun mustabsyiratun
39. "tertawa dan bergembira ria,"

ٌ ‫و ُو ُجوهٌ ي ۡومئِ ٍذ عل ۡيها غبرة‬


Wa wujuuhun yauma-idzin 'alaihaa ghabarat(un)
40. "dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,"

ٌ ‫ت ۡرهقُها قترة‬
Tarhaquhaa qatarat(un)
41. dan ditutup lagi oleh kegelapan [1559]."

ُ ‫أ ُ ْو َٰلٓ ِئك ُه ُم ۡٱلكفرة ُ ۡٱلفجرة‬


Uulaa-ika humul kafaratul fajarat(u)
42. "Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka."
Penjelasan :
[1554]. Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah
s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan
berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan
pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini
sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.
[1555]. Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah s.a.w. yang
diharapkannya dapat masuk Islam.
[1556]. Maksudnya: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauhul
Mahfuzh.
[1557]. Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya,
umurnya, rezkinya, dan nasibnya.
[1558]. Memudahkan jalan maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi
persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.
[1559]. Maksudnya mereka ditimpa kehinaan dan kesusahan.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah Q.S.80:1 turun berkenaan
dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata:
"Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang
menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling
daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata:
"Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?" Rasulullah menjawab: "Tidak." Ayat ini
(Q.S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari 'Aisyah. Diriwayatkan
pula oleh Ibnu Ya'la yang bersumber dari Anas.)
[**]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (Q.S.80:17) turun berkenaan dengan
Utbah bin Abi Lahab yang berkata: "Aku kufur terhadap Tuhan Bintang." Ayat ini
menegaskan bahwa manusia akan tercela karena kekufurannya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ikrimah.)
Surah At Takwir
At Takwiir
(Digulung)
Surat Ke 81 : 29 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫س ُك ِور ۡت‬ ‫ِإذا ٱل ه‬


ُ ‫ش ۡم‬
Idzaasy-syamsu kuwwirat
1. "Apabila matahari digulung,"

‫و ِإذا ٱلنُّ ُجو ُم ٱنكدر ۡت‬


Wa idzaan nujuumuun kadarat
2. "dan apabila bintang-bintang berjatuhan,"

ُ ‫و ِإذا ۡٱل ِجبا ُل‬


‫س ِير ۡت‬
Wa idzaal jibaalu suyyirat
3. "dan apabila gunung-gunung dihancurkan,"

‫ع ِطل ۡت‬ ُ ‫و ِإذا ۡٱل ِعش‬


ُ ‫ار‬
Wa idzaal 'isyaaru 'uth-thilat
4. "dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)"

ُ ‫و ِإذا ۡٱل ُو ُح‬


‫وش ُح ِشر ۡت‬
Wa idzaal wuhuusyu husyirat
5. "dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,"
‫س ِجر ۡت‬ ُ ‫و ِإذا ۡٱل ِبح‬
ُ ‫ار‬
Wa idzaal bihaaru sujjirat
6. "dan apabila lautan dijadikan meluap"

‫وس ُز ِوج ۡت‬


ُ ُ‫و ِإذا ٱلنُّف‬
Wa idzaannufuusu zuwwijat
7. "dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)"

ُ ُ ‫و ِإذا ۡٱلم ۡو ُءۥدة‬


‫سئِل ۡت‬
Wa idzaal mau-uudatu su-ilat
8. "dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"

ٍ ‫ِبأي ِ ذ َۢن‬
‫ب قُ ِتل ۡت‬
Bi-ayyi dzanbin qutilat
9. "karena dosa apakah dia dibunuh,"

‫ف نُ ِشر ۡت‬
ُ ‫ص ُح‬
ُّ ‫و ِإذا ٱل‬
Wa idzaash-shuhufu nusyirat
10. "dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,"

‫سما ٓ ُء ُك ِشط ۡت‬


‫و ِإذا ٱل ه‬
Wa idzaassamaa-u kusyithat
11. "dan apabila langit dilenyapkan,"

ُ ‫و ِإذا ۡٱلج ِحي ُم‬


‫س ِعر ۡت‬
Wa idzaal jannatu uzlifat
12. "dan apabila neraka Jahim dinyalakan,"
‫و ِإذا ۡٱلجنهةُ أ ُ ۡز ِلف ۡت‬
Wa idzaal jannatu uzlifat
13. "dan apabila syurga didekatkan,"

ٌ ‫ع ِلم ۡت ن ۡف‬
‫س هما ٓ أ ۡحضر ۡت‬
'Alimat nafsum maa ahdharat
14. "maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya."

‫َّل أ ُ ۡق ِس ُم ِب ۡٱل ُخنه ِس‬


ٓ ‫ف‬
Fa laa uqsimu bil khunnas(i)
15. "Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,"

‫ۡٱلجو ِار ۡٱل ُكنه ِس‬


Al jawaaril kunnas(i)
16. "yang beredar dan terbenam,"

‫وٱله ۡي ِل ِإذا ع ۡسعس‬


Wal laili idzaa 'as'as(a)
17. "demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,"

‫ح ِإذا تنفهس‬
ِ ‫ص ۡب‬
ُّ ‫وٱل‬
Wash-shubhi idzaa tanaffas(a)
18. "dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,"

ُ ‫ِإنههُۥ لق ۡو ُل ر‬
‫سو ٍل ك ِر ٍيم‬
Innahuu laqaulu rasuulin kariim(in)
19. "sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang
mulia (Jibril),"
ٍ ‫ذِي قُ هوةٍ ِعند ذِي ۡٱلع ۡر ِش م ِك‬
‫ين‬
Dzii quwwatin 'inda dziil 'arsyi makiin(in)
20. "yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang
mempunyai 'Arsy,"

‫ين‬
ٍ ‫ُّمطاعٍ ث هم أ ِم‬
Muthaa'in tsamma amiin(in)
21. "yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya."

ٍ ُ‫احبُ ُكم ِبم ۡجن‬


‫ون‬ ِ ‫وما ص‬
Wa maa shaahibukum bimajnuun(in)
22. "Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila."

ِ ‫ق ۡٱل ُم ِب‬
‫ين‬ ِ ُ‫ولق ۡد رءاهُ ِب ۡٱۡلُف‬
Wa laqad ra-aahu bil ufuqil mubiin(i)
23. "Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang."

‫ين‬ ِ ‫وما ُهو على ۡٱلغ ۡي‬


ٍ ‫ب ِبض ِن‬
Wa maa huwa 'alal ghaibi bidhaniin(in)
24. "Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib."

‫وما ُهو ِبق ۡو ِل ش ۡي َٰط ٍن هر ِج ٍيم‬


Wa maa huwa biqauli syaithaanin rajiim(in)
25. "Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,"

‫فأ ۡين ت ۡذهبُون‬


Fa aina tadzhabuun(a)
26. "maka ke manakah kamu akan pergi[1560]?"
‫ِإ ۡن ُهو ِإ هَل ذ ِۡك ٌر ِل ۡل َٰعل ِمين‬
In huwa illaa dzikrul(n)-lil'aalamiin(a)
27. "Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,"

‫ِلمن شآء ِمن ُك ۡم أن ي ۡست ِقيم‬


Liman syaa-a minkum an yastaqiim(a)
28. "(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus."

‫ب ۡٱل َٰعل ِمين‬ ٓ ‫وما تشا ٓ ُءون ِإ ه‬


‫َل أن يشآء ه‬
ُّ ‫ٱَّللُ ر‬
Wa maa tasyaa-uuna illaa an yasyaa-allahu rabbul 'aalamiin(a)
29. "Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki
Allah, Tuhan semesta alam."

Penjelasan :
[1560]. Maksudnya: sesudah diterangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah
dan di dalamnya berisi pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus,
ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu:"Jalan manakah yang akan kamu tempuh lagi?"

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat Q.S.81:28, Abu Jahal
berkata: "Kalau demikian, kitalah yang menentukan apakah mau lurus atau tidak." Maka
Allah menurunkan ayat berikutnya (Q.S.81:29) membantah anggapan itu, dan menegaskan
bahwa Allah yang menentukannya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sulaiman bin Musa.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Baqiyah bin 'Amr bin Muhammad dari Zaid bin
Aslam yang bersumber dari Abi Hurairah. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir dari
Sulaiman bin al-Qasim bin Mukhaimarah.)
Surah Al Infithar
Al Infthaar
(Terbelah)
Surat Ke 82 : 19 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫سما ٓ ُء ٱنفطر ۡت‬


‫ِإذا ٱل ه‬
Idzaas-samaa-uun fatharat
1. "Apabila langit terbelah,"

ُ ‫و ِإذا ۡٱلكوا ِك‬


‫ب ٱنتثر ۡت‬
Wa idzaal kawaakibuun tatsarat
2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,"

ُ ‫و ِإذا ۡٱل ِبح‬


‫ار فُ ِجر ۡت‬
Wa idzaal bihaaru fujjirat
3. "dan apabila lautan menjadikan meluap,"

ُ ُ‫و ِإذا ۡٱلقُب‬


‫ور بُعۡ ثِر ۡت‬
Wa idzaal qubuuru bu' tsirat
4. "dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,"

‫س هما ق هدم ۡت وأ هخر ۡت‬ٞ ‫ع ِلم ۡت ن ۡف‬


'Alimat nafsun maa qaddamat wa akh-kharat
5. "maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya."
‫نس ُن ما غ هرك ِبر ِبك ۡٱلك ِر ِيم‬ ِ ۡ ‫َٰيٓأيُّها‬
َٰ ‫ٱۡل‬
Yaa ayyuhaal insaanu maa gharraka birabbikal kariim(i)
6. "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap
Tuhanmu Yang Maha Pemurah."[*]

‫ٱلهذِي خلقك فس هو َٰىك فعدلك‬


Al-ladzii khalaqaka fasawwaaka fa'adalak(a)
7. "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan
(susunan tubuh)mu seimbang,"

‫صور ٖة هما شآء ر هكبك‬


ُ ِ ‫ِف ٓي أي‬
Fii ayyi shuuratin maa syaa-a rakkabak(a)
8. "dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."

ِ ‫ك هَّل ب ۡل تُك ِذبُون بِٱلد‬


‫ِين‬
Kallaa bal tukadz-dzibuuna biddiin(i)
9. "Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan."

‫و ِإ هن عل ۡي ُك ۡم ل َٰح ِف ِظين‬
Wa inna 'alaikum lahaafizhiin(a)
10. "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi
(pekerjaanmu),"

‫ِكر ٗاما َٰك ِت ِبين‬


Kiraaman kaatibiin(a)
11. "yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),"

‫يعۡ ل ُمون ما ت ۡفعلُون‬


Ya'lamuuna maa taf'aluun(a)
12. "mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan."
‫ِإ هن ۡٱۡل ۡبرار ل ِفي ن ِع ٖيم‬
Innal abraara lafii na'iim(in)
13. "Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga
yang penuh kenikmatan,"

‫و ِإ هن ۡٱلفُ هجار ل ِفي ج ِح ٖيم‬


Wa innal fujjaara lafii jahiim(in)
14. "dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka."

‫ِين‬ ۡ ‫ي‬
ِ ‫صل ۡونها ي ۡوم ٱلد‬
Yashlaunahaa yaumaddiin(i)
15. "Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan."

‫وما ُه ۡم ع ۡنها ِبغآئِ ِبين‬


Wa maa hum 'anhaa bighaa-ibiin(a)
16. "Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu."

ِ ‫وما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ي ۡو ُم ٱلد‬


‫ِين‬
Wa maa adraaka maa yaumuddiin(i)
17. "Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?"

ِ ‫ث ُ هم ما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ي ۡو ُم ٱلد‬


‫ِين‬
Tsumma maa adraaka maa yaumuddiin(i)
18. "Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?"

ِ‫س ِلن ۡف ٖس ش ٗۡي ِۖا و ۡٱۡل ۡم ُر ي ۡومئِ ٖذ ِ هَّلل‬ٞ ‫ي ۡوم َل ت ۡم ِل ُك ن ۡف‬


Yauma laa tamliku nafsun linafsin syai-an wal amru yauma-idzil(n)-
lillah(i)
19. "(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah."
Penjelasan :
Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.82:6) turun berkenaan dengan
Ubay bin Khalaf yang mengingkari hari Ba'ts (dibangkitkan dari kubur).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ikrimah.)
Surah Al Muthaffifin
(orang-orang yang curang)
Surat Ke 83 : 36 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫و ۡي ٌل ِل ۡل ُمط ِف ِفين‬
Wailul(n) lilmuthaffifiin(a)
1. "Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang[1561],"

ِ ‫ٱلهذِين ِإذا ۡٱكتالُواْ على ٱلنه‬


‫اس ي ۡست ۡوفُون‬
Al-ladziina idzaaaktaaluuu 'alannaasi yastaufuun(a)
2. "(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta
dipenuhi,"

‫و ِإذا كالُو ُه ۡم أو هوزنُو ُه ۡم يُ ۡخ ِس ُرون‬


Wa idzaa kaaluuhum au wazanuuhum yukhsiruun(a)
3. "dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

ٓ
‫ظ ُّن أ ُ ْو َٰلئِك أنه ُهم هم ۡبعُوثُون‬
ُ ‫أَل ي‬
Alaa yazhunnu uulaa-ika annahum mab'uutsuun(a)
4. "Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,"

‫ِلي ۡو ٍم ع ِظ ٍيم‬
Liyaumin 'azhiim(in)
5. "pada suatu hari yang besar,"

‫ب ۡٱل َٰعل ِمين‬ ُ ‫ي ۡوم يقُو ُم ٱلنه‬


ِ ‫اس ِلر‬
Yauma yaquumunnaasu lirabbil 'aalamiin(a)
6. "(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?"
‫ين‬ ِ ‫َّل ِإ هن ِك َٰتب ۡٱلفُ هج‬
ٍ ‫ار ل ِفي ِس ِج‬ ٓ‫كه‬
Kallaa inna kitaabal fujjaari lafii sijjiin(in)
7. "Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan
dalam sijjin [1562]."

ٌ ‫وما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ِس ِج‬


‫ين‬
Wa maa adraaka maa sijjiin(un)
8. "Tahukah kamu apakah sijjin itu?"

ٌ ‫ِك َٰت‬
‫ب هم ۡرقُو ٌم‬
Kitaabun marquum(un)
9. "(Ialah) kitab yang bertulis."

‫و ۡي ٌل ي ۡوم ِئ ٖذ ِل ۡل ُمك ِذ ِبين‬


Wailun yauma-idzil(n)-lilmukadz-dzibiin(a)
10. "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,"

ِ ‫ٱلهذِين يُك ِذبُون ِبي ۡو ِم ٱلد‬


‫ِين‬
Al-ladziina yukadz-dzibuuna biyaumiddiin(i)
11. "(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan."

‫ِب ِب ِهۦٓ إِ هَل ُك ُّل ُمعۡ ت ٍد أثِ ٍيم‬


ُ ‫وما يُكذ‬
Wa maa yukadz-dzibu bihii illaa kullu mu'tadin atsiim(in)
12. "Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang
melampaui batas lagi berdosa,"

‫ير ۡٱۡل هو ِلين‬


ُ ‫ِإذا ت ُ ۡتل َٰى عل ۡي ِه ء َٰايتُنا قال أ َٰس ِط‬
Idzaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qaala asaathiirul awwaliin(a)
13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan
orang-orang yang dahulu"
‫َّل ب ۡۜۡل ران عل َٰى قُلُو ِب ِهم هما كانُواْ ي ۡك ِسبُون‬
ِۖ ‫ك ه‬
Kallaa bal raana 'alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun(a)
14. "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu
menutupi hati mereka."

‫َّل ِإنه ُه ۡم عن هربِ ِه ۡم ي ۡوم ِئ ٖذ لهم ۡح ُجوبُون‬


ٓ‫كه‬
Kallaa innahum 'an rabbihim yauma-idzin lamahjuubuun(a)
15. "Sekali-kali tidak [1563], sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari
(rahmat) Tuhan mereka."

‫ث ُ هم ِإنه ُه ۡم لصالُواْ ۡٱلج ِح ِيم‬


Tsumma innahum lashaaluul jahiim(i)
16. "Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka."

‫ث ُ هم يُقا ُل َٰهذا ٱلهذِي ُكنتُم ِب ِهۦ تُك ِذبُون‬


Tsumma yuqaalu haadzaal-ladzii kuntum bihii tukadz-dzibuun(a)
17. "Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu
dustakan."

‫َّل ِإ هن ِك َٰتب ۡٱۡل ۡبر ِار ل ِفي ِع ِل ِيين‬


ٓ‫كه‬
Kallaa inna kitaabal abraari lafii 'illii-yiin(a)
18. "Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam
'Illiyyin. [1564],"

‫وما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ِع ِليُّون‬


Wa maa adraaka maa 'illii-yuun(a)
19. "Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?"

ٌ ‫ِك َٰت‬
ٞ ُ‫ب هم ۡرق‬
ٌٌ‫وم‬
Kitaabun marquum(un)
20. "(Yaitu) kitab yang bertulis,"
‫ي ۡشه ُدهُ ۡٱل ُمق هربُون‬
Yasyhaduhul muqarrabuun(a)
21. "yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."

‫ِإ هن ۡٱۡل ۡبرار ل ِفي ن ِع ٍيم‬


Innal abraara lafii na'iim(in)
22. "Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang
besar (syurga),"

ُ ‫على ٱ ۡۡلرآئِ ِك ين‬


‫ظ ُرون‬
'Alal araa-iki yanzhuruun(a)
23. "mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang."

‫ضرة ٱلنه ِع ِيم‬


ۡ ‫ف فِي ُو ُجو ِه ِه ۡم ن‬
ُ ‫تعۡ ِر‬
Ta'rifu fii wujuuhihim nadhratanna'iim(i)
24. "Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh
kenikmatan."

ٍ ُ ‫ق هم ۡخت‬
‫وم‬ ٍ ‫يُ ۡسق ۡون ِمن هر ِحي‬
Yusqauna min rahiiqin makhtuum(in)
25. "Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),"

ُ ‫ُۚك وفِي َٰذ ِلك ف ۡليتناف ِس ۡٱل ُمت َٰن ِف‬ٞ ‫ِخ َٰت ُمهُۥ ِم ۡس‬
‫سون‬
Khitaamuhu misk(un), wafii dzaalika falyatanaafasil mutanaafisuun(a)
26. "laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."

‫و ِمزا ُجهُۥ ِمن ت ۡسنِ ٍيم‬


Wa mizaajuhu min tasniim(in)
27. "Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim,"
‫ب ِبها ۡٱل ُمق هربُون‬
ُ ‫ع ۡي ٗنا ي ۡشر‬
'Ainan yasyrabu bihaal muqarrabuun(a)
28. "(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah."

ۡ ‫ِإ هن ٱلهذِين أ ۡجر ُمواْ كانُواْ ِمن ٱلهذِين ءامنُواْ ي‬


‫ضح ُكون‬
Innal-ladziina ajramuu kaanuu minal-ladziina aamanuu yadhhakuun(a)
29. "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-
orang yang beriman."

‫و ِإذا م ُّرواْ ِب ِه ۡم يتغام ُزون‬


Wa idzaa marruu bihim yataghaamazuun(a)
30. "Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling
mengedip-ngedipkan matanya."

‫و ِإذا ٱنقلبُ ٓواْ ِإل َٰ ٓى أ ۡه ِل ِه ُم ٱنقلبُواْ ف ِك ِهين‬


Wa idzaaanqalabuu ilaa ahlihimuunqalabuu fakihiin(a)
31. "Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali
dengan gembira."

ٓ ُ‫و ِإذا رأ ۡو ُه ۡم قالُ ٓواْ ِإ هن َٰ ٓهؤ‬


‫َل ِء لضآلُّون‬
Wa idzaa ra-auhum qaaluuu inna haa-ulaa-i ladhaalluun(a)
32. "Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan:
"Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat","

‫وما ٓ أ ُ ۡر ِسلُواْ عل ۡي ِه ۡم َٰح ِف ِظين‬


Wa maa ursiluu 'alaihim haafizhiin(a)
33. "padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang
mukmin."

‫ضح ُكون‬ ِ ‫ف ۡٱلي ۡوم ٱلهذِين ءامنُواْ ِمن ۡٱل ُكفه‬


ۡ ‫ار ي‬
Fal yaumal-ladziina aamanuu minal kuffaari yadhhakuun(a)
34. "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,"
ُ ‫على ۡٱۡلرآ ِئ ِك ين‬
‫ظ ُرون‬
'Alal araa-iki yanzhuruun(a)
35. "mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang."

ُ ‫ه ۡل ث ُ ِوب ۡٱل ُكفه‬


‫ار ما كانُواْ ي ۡفعلُون‬
Hal tsuu-wibal kuffaaru maa kaanuu yaf'aluun(a)
36. 'Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu
mereka kerjakan."

Penjelasan :
[1561]. Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang
curang dalam menakar dan menimbang.
[1562]. Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.
[1563]. Maksudnya: sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan bahwa mereka dekat
pada sisi Allah.
[1564]. 'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sampai ke Madinah,
diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan
timbangan. Maka Allah menurunkan ayat ini (Q.S.83:1,2,3) sebagai ancaman kepada
orang-orang yang curang dalam menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah
termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.
(Diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih yang bersumber
dari Ibnu Abbas.)
Surah Al Insyiqaq
Al Insyiqaaq
(Terbelah)
Surat Ke 84 : 25 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫سما ٓ ُء ٱنشقه ۡت‬


‫ِإذا ٱل ه‬
idzaa alssamaau insyaqqath
1. "Apabila langit terbelah,"

‫وأذِن ۡت ِلر ِبها و ُحقه ۡت‬


wa adzinat lirabbihaa wahuqqath
2. "dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,"

ُ ‫و ِإذا ۡٱۡل ۡر‬


‫ض ُم هد ۡت‬
wa idzaa al-ardhu muddath
3. "dan apabila bumi diratakan,"

‫وأ ۡلق ۡت ما فِيها وتخله ۡت‬


wa alqat maa fiihaa watakhallath
4. "dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,"

‫وأذِن ۡت ِلربِها و ُحقه ۡت‬


wa adzinat lirabbihaa wahuqqath
5. "dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu
manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)."
‫نس ُن ِإنهك كا ِد ٌح ِإل َٰى ر ِبك ك ۡد ٗحا ف ُم َٰل ِقي ِه‬ ِ ۡ ‫َٰيٓأيُّها‬
َٰ ‫ٱۡل‬
yaa ayyuhaa al-insaanu innaka kaadihun ilaa rabbika kadhan
famulaaqiih(i)
6. "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju
Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.[1565],"

‫فأ هما م ۡن أُو ِتي ِك َٰتبهُۥ ِبي ِمي ِن ِهۦ‬


fa ammaa man uutiya kitaabahu biyamiinih(i)
7. "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,"

‫يرا‬
ً ‫ب ِحسابٗ ا ي ِس‬
ُ ‫فس ۡوف يُحاس‬
fa sawfa yuhaasabu hisaaban yasiiraa(n)
8. "maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,"

ً ‫ب ِإل َٰ ٓى أ ۡه ِل ِهۦ م ۡس ُر‬


‫ورا‬ ُ ‫وينق ِل‬
wa yanqalibu ilaa ahlihii masruuraa(n)
9. "dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira."

‫وأ هما م ۡن أُوتِي ِك َٰتبهُۥ ورآء ظهۡ ِر ِهۦ‬


Wa ammaa man uutiya kitaabahu waraa-a zhahrih(i)
10. "Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,"

ً ُ‫عواْ ثُب‬
‫ورا‬ ُ ‫فس ۡوف ي ۡد‬
Fa sawfa yad’uu tsubuuraa(n)
11. maka dia akan berteriak: "Celakalah aku."

‫يرا‬ ۡ ‫وي‬
ً ‫صل َٰى س ِع‬
Wayashlaa sa’iiraa(n)
12. "Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."
ً ‫ِإنههُۥ كان فِ ٓي أ ۡه ِل ِهۦ م ۡس ُر‬
‫ورا‬
Innahu kaana fii ahlihii masruuraa(n)
13. "Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-
sama kafir)."

‫ِإنههُۥ ظ هن أن لهن ي ُحور‬


Innahuu zhanna an lan yahuur(a)
14. "Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada
Tuhannya)."

‫يرا‬
ً ‫ص‬ِ ‫بل َُٰۚ ٓى ِإ هن ربههُۥ كان ِب ِهۦ ب‬
Balaa inna rabbahu kaana bihii bashiiraa(n)
15. "(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya."

‫ق‬ ‫َّل أ ُ ۡق ِس ُم ِبٱل ه‬


ِ ‫شف‬ ٓ ‫ف‬
Fa laa uqsimu bisysyafaq(i)
16. "Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,"

‫وٱله ۡي ِل وما وسق‬


Waallayli wa maa wasaq(a)
17. "dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,"

‫و ۡٱلقم ِر ِإذا ٱتهسق‬


Waalqamari idzaa ittasaq(a)
18. "dan dengan bulan apabila jadi purnama,"

ٍ ‫لت ۡركبُ هن طبقًا عن طب‬


‫ق‬
Latarkabunna thabaqan ‘an thabaq(in)
19. "sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),[1566],"
‫فما ل ُه ۡم َل يُ ۡؤ ِمنُون‬
Fa maa lahum laa yu`minuun(a)
20. "Mengapa mereka tidak mau beriman?"

ُ ‫و ِإذا قُ ِرئ عل ۡي ِه ُم ۡٱلقُ ۡرء‬


‫ان َل ي ۡس ُجدُون‬
Wa-idzaa quri-a ‘alaihimul qur-aanu laa yasjuduun(a)
21. "dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,"

‫ب ِل ٱلهذِين كف ُرواْ يُك ِذبُون‬


Balil ladziina kafaruu yukadzdzibuun(a)
22. "bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya)."

ُ ‫ٱَّللُ أ ۡعل ُم بِما يُو‬


‫عون‬ ‫و ه‬
Waallaahu a’lamu bimaa yuu’uun(a)
23. "Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)."

ٍ ‫فب ِش ۡر ُهم ِبعذا‬


‫ب أ ِل ٍيم‬
Fabasysyirhum bi’adzaabin aliimi(n)
24. "Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,"

ِ َۢ ُ‫ت ل ُه ۡم أ ۡج ٌر غ ۡي ُر ممۡ ن‬
‫ون‬ ‫ِإ هَل ٱلهذِين ءامنُواْ وع ِملُواْ ٱل َٰ ه‬
ِ ‫ص ِل َٰح‬
Illaa alladziina aamanuu wa ’amiluu alshshaalihaati lahum ajrun
ghairu mamnuun(in)
25. "tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak
putus-putusnya."

Penjelasan :
[1565]. Maksudnya: manusia di dunia ini baik disadarinya atau tidak adalah dalam
perjalanan kepada Tuhannya. Dan tidak dapat tidak dia akan menemui Tuhannya untuk
menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.
[1566]. Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat ialah dari setetes air mani sampai
dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan sampai dewasa. Dari hidup
menjadi mati kemudian dibangkitkan kembali.
Surah Al Buruj
Al Buruuj
(Gugusan Bintang)
Surat Ke 85 : 22 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫وج‬ ۡ ِ ‫سما ٓ ِء ذا‬


ِ ‫ت ٱلبُ ُر‬ ‫وٱل ه‬
Wassamaa-i dzaatil buruuj(i)
1. "Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,"

ُ ‫و ۡٱلي ۡو ِم ۡٱلم ۡو‬


‫عو ِد‬
Wal yaumil mau'uud(i)
2. "dan hari yang dijanjikan,"

‫وشا ِه ٍد وم ۡش ُهو ٍد‬


Wasyaahidin wamasyhuud(in)
3. "dan yang menyaksikan dan yang disaksikan."

‫ب ۡٱۡل ُ ۡخدُو ِد‬ ۡ ‫قُتِل أ‬


ُ ‫ص َٰح‬
Qutila ashhaabul ukhduud(i)
4. "Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit [1567],"

‫ت ۡٱلوقُو ِد‬ ِ ‫ٱلنه‬


ِ ‫ار ذا‬
Annaari dzaatil waquud(i)
5. "yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,"
‫ِإ ۡذ ُه ۡم عل ۡيها قُعُو ٌد‬
Idz hum 'alaihaa qu'uud(un)
6. "ketika mereka duduk di sekitarnya,"

ُ ‫و ُه ۡم عل َٰى ما ي ۡفعلُون بِ ۡٱل ُم ۡؤ ِمنِين‬


‫ش ُهو ٌد‬
Wa hum 'alaa maa yaf'aluuna bil mu'miniina syuhuud(un)
7. "sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang
beriman."

‫يز ۡٱلح ِمي ِد‬


ِ ‫ٱَّلل ۡٱلع ِز‬ ٓ ‫وما نق ُمواْ ِم ۡن ُه ۡم إِ ه‬
ِ ‫َل أن يُ ۡؤ ِمنُواْ بِ ه‬
Wa maa naqamuu minhum illaa an yu'minuu billahil 'aziizil hamiid(i)
8. "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang
mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,"

‫ٱَّللُ عل َٰى ُك ِل ش ۡي ٖء ش ِهي ٌد‬


‫ضو ه‬ُۚ ِ ‫ت و ۡٱۡل ۡر‬ ‫ٱلهذِي لهُۥ ُم ۡل ُك ٱل ه‬
ِ ‫س َٰم َٰو‬
Al-ladzii lahu mulkus-samaawaati wal ardhi wallahu 'alaa kulli syai-in
syahiid(un)
9. "Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala
sesuatu."

ِ ‫ِإ هن ٱلهذِين فتنُواْ ۡٱل ُم ۡؤ ِم ِنين و ۡٱل ُم ۡؤ ِم َٰن‬


ُ ‫ت ث ُ هم ل ۡم يتُوبُواْ فل ُه ۡم عذ‬
‫اب‬
ِ ‫اب ۡٱلح ِري‬
‫ق‬ ُ ‫جهنهم ول ُه ۡم عذ‬
Innal-ladziina fatanuul mu'miniina wal mu'minaati tsumma lam
yatuubuu falahum 'adzaabu jahannama walahum 'adzaabul hariiq(i)
10. "Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan [1568] kepada orang-orang
yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi
mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar."
ٌ ‫ت ل ُه ۡم ج َٰنه‬
‫ت ت ۡج ِري ِمن ت ۡحتِها‬ ‫ِإ هن ٱلهذِين ءامنُواْ وع ِملُواْ ٱل َٰ ه‬
ِ ‫ص ِل َٰح‬
ُ ‫ۡٱۡل ۡن َٰه ُۚ ُر َٰذ ِلك ۡٱلف ۡو ُز ۡٱلك ِب‬
‫ير‬
Innal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati lahum jannaatun tajrii
min tahtihaal anhaaru dzaalikal fauzul kabiir(u)
11. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang
besar."

‫ِإ هن ب ۡطش ر ِبك لشدِي ٌد‬


Inna bathsya rabbika lasyadiid(un)
12. "Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras."

ُ ‫ِإنههُۥ ُهو يُ ۡب ِد‬


‫ئ ويُ ِعي ُد‬
Innahuu huwa yubdi-u wayu'iid(u)
13. "Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan
menghidupkannya (kembali)."

‫ور ۡٱلودُو ُد‬


ُ ُ‫و ُهو ۡٱلغف‬
Wa huwal ghafuurul waduud(u)
14. "Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,"

‫ذُو ۡٱلع ۡر ِش ۡٱلم ِجي ُد‬


Dzuul 'arsyil majiid(u)
15. yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia,"

‫فعها ٌل ِلما يُ ِري ُد‬


Fa'_'aalun limaa yuriid(u)
16. "Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya."
‫ِيث ۡٱل ُجنُو ِد‬
ُ ‫ه ۡل أت َٰىك حد‬
Hal ataaka hadiitsul junuud(i)
17. "Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang,"

‫فِ ۡرع ۡون وث ُمود‬


Fir'auna watsamuud(a)
18. "(yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud?"

ٍ ‫ب ِل ٱلهذِين كف ُرواْ فِي ت ۡكذِي‬


‫ب‬
Balil-ladziina kafaruu fii takdziib(in)
19. "Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,"

ُ َۢ ‫ٱَّللُ ِمن ورآئِ ِهم ُّم ِحي‬


‫ط‬ ‫و ه‬
Wallahu min waraa-ihim muhiith(un)
20. "padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka [1569]."

ٌ ‫ب ۡل ُهو قُ ۡرء‬
‫ان هم ِجي ٌد‬
Bal huwa qur-aanun majiid(un)
21. "Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,"

َِۢ ُ‫ح هم ۡحف‬


‫وظ‬ ٍ ‫فِي ل ۡو‬
Fii lauhin mahfuuzh(in)
22. "yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh."

Penjelasan :
[1567]. Yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.
[1568]. Yang dimaksud dengan mendatangkan cobaan ialah, seperti menyiksa,
mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.
[1569]. Maksudnya: mereka tidak dapat lolos dari kekuasaan Allah.
Surah Ath Thariq
Ath Thaariq
(yang datang dimalam hari)
Surat Ke 86 : 17 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫ق‬
ِ ‫ار‬ ‫سما ٓ ِء و ه‬
ِ ‫ٱلط‬ ‫وٱل ه‬
Wassamaa-i wath-thaariq(i)
1. "Demi langit dan yang datang pada malam hari,"

‫ار ُق‬ ‫وما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ه‬


ِ ‫ٱلط‬
Wa maa adraaka maa alth-thaariq(u)
2. "tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?"

ُ ِ‫ٱلنه ۡج ُم ٱلثهاق‬
‫ب‬
Alnnajmu altstsaaqib(u)
3. "(yaitu) bintang yang cahayanya menembus,"

ٌ ِ‫ِإن ُك ُّل ن ۡف ٖس له هما عل ۡيها حاف‬


‫ظ‬
In kullu nafsin lammaa ‘alaihaa haafizh(un)
4. "tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya."

َٰ ‫ٱۡل‬
‫نس ُن ِم هم ُخ ِلق‬ ُ ‫ف ۡلين‬
ِ ۡ ‫ظ ِر‬
Falyanzhuril insaanu mimma khuliq(a)
5. "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?"
ٍ ‫ُخ ِلق ِمن هما ٓ ٖء دا ِف‬
‫ق‬
Khuliqa min maa-in daafiq(in)
6. "Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,"

ِ ‫ص ۡل‬
ِ ِ‫ب وٱلتهرآئ‬
‫ب‬ ُّ ‫ي ۡخ ُر ُج ِم َۢن ب ۡي ِن ٱل‬
Yakhruju min baini shshulbi waalttaraa-ib(i)
7. "yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."

‫ِإنههُۥ عل َٰى ر ۡج ِع ِهۦ لقاد ٌِر‬


Innahuu ‘alaa raj’ihi laqaadir(un)
8. "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah
mati)."

‫ي ۡوم ت ُ ۡبلى ٱل ه‬
‫سرآئِ ُر‬
Yauma tublaas saraa-ir(u)
9. "Pada hari dinampakkan segala rahasia,"

ِ ‫فما لهُۥ ِمن قُ هو ٖة وَل ن‬


‫اص ٍر‬
Famaa lahuu min quwwatin walaa naasir(in)
10. "maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula)
seorang penolong."

‫ٱلر ۡج ِع‬
‫ت ه‬ ِ ‫سما ٓ ِء ذا‬
‫وٱل ه‬
Waalssamaa-i dzaatir raj’i
11. "Demi langit yang mengandung hujan [1570],"

ِ ‫ص ۡد‬
‫ع‬ ‫ت ٱل ه‬ ِ ‫و ۡٱۡل ۡر‬
ِ ‫ض ذا‬
Waal-ardhi dzaati sh-shad’i
12. "dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,"
ۡ ‫ل ف‬ٞ ‫ِإنههُۥ لق ۡو‬
‫ص ٌل‬
Innahuu laqaulun fashl(un)
13. "sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan
yang bathil."

‫وما ُهو ِب ۡٱله ۡز ِل‬


Wa maa huwa bilhaz(li)
14. "dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau."

‫ِإنه ُه ۡم ي ِكيدُون ك ۡي ٗدا‬


Innahum yakiiduuna kaydaa(n)
15. "Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-
benarnya."

‫وأ ِكي ُد ك ۡي ٗدا‬


Wa akiidu kaydaa(n)
16. "Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya."

‫فم ِه ِل ۡٱل َٰك ِف ِرين أمۡ ِه ۡل ُه ۡم ُرو ۡي َۢدا‬


Fa mahhilil kaafiriina amhilhum ruwaidaa(n)
17. "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu
barang sebentar."
Penjelasan :
[1570]. Raj'i berarti kembali. Hujan dinamakan raj'i dalam ayat ini, karena hujan itu berasal
dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas,
dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (Q.S.86:2-5) turun berkenaan dengan
Abbil Assad yang berdiri diatas kulit yang sudah disamak sambil berkata dengan sombong:
"Hai golongan Quraisy, barangsiapa yang bisa memindahkan aku dari kulit akan aku beri
hadiah." Selanjutnya ia berkata: "Muhammad menganggap bahwa penjaga pintu jahanam
itu berjumlah 19. Aku sendiri sanggup mewakili kalian mengalahkan yang 10 dan kalian
mengalahkan yang 9 lagi." Ayat ini (S.86:2-5) turun sebagai sindirin terhadap perbuatan
mereka.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Ikrimah.)
Surah Al A'la
Al A'laa
(Yang Paling Tinggi)
Surat Ke 87 : 19 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫ٱسم ر ِبك ۡٱۡل ۡعلى‬


ۡ ‫ح‬ِ ‫س ِب‬
Sabbihiisma rabbikal a'laa
1. "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,"

‫ٱلهذِي خلق فس هو َٰى‬


Al-ladzii khalaqa fasawwaa
2. "yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),"[*]

‫وٱلهذِي ق هدر فهد َٰى‬


Wal ladzii qaddara fahadaa
3. "dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,"[*]

‫ِي أ ۡخرج ۡٱلم ۡرع َٰى‬


ٓ ‫وٱلهذ‬
Wal ladzii akhrajal mar-'aa
4. "dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,"[*]

‫غثا ٓ ًء أ ۡحو َٰى‬


ُ ‫فجعلهُۥ‬
Faja'alahuu ghutsaa-an ahwaa
5. "lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman."[*]
‫سنُ ۡق ِرئُك فَّل تنس َٰ ٓى‬
Sanuqri-uka falaa tansaa
6. "Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan
lupa,"[*]

‫ٱَّللُ ِإنههُۥ يعۡ ل ُم ۡٱلجهۡ ر وما ي ۡخف َٰى‬


ُۚ ‫ِإ هَل ما شآء ه‬
Illaa maa syaa-allahu innahu ya'lamul jahra wamaa yakhfaa
7. "kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang
tersembunyi."

‫ونُي ِس ُرك ِل ۡليُ ۡسر َٰى‬


Wa nuyassiruka lilyusraa
8. "dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah [1571],"

‫ت ٱلذ ِۡكر َٰى‬


ِ ‫فذ ِك ۡر ِإن نهفع‬
Fa dzakkir in nafa'atidz-dzikraa
9. "oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,"

‫سيذه هك ُر من ي ۡخش َٰى‬


Sayadz-dzakkaru man yakhsyaa
10. "orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,"

‫ويتجنهبُها ۡٱۡل ۡشقى‬


Wa yatajannabuhaal asyqaa
11. "dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya."

‫صلى ٱلنهار ۡٱل ُك ۡبر َٰى‬


ۡ ‫ٱلهذِي ي‬
Al-ladzii yashlannaaral kubraa
12. "(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)."
‫ث ُ هم َل ي ُموتُ فِيها وَل ي ۡحي َٰى‬
Tsumma laa yamuutu fiihaa walaa yahyaa
13. "Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."

‫ق ۡد أ ۡفلح من تز هك َٰى‬
Qad aflaha man tazakkaa
14. "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),"

‫ٱسم ربِ ِهۦ فصله َٰى‬


ۡ ‫وذكر‬
Wa dzakaraasma rabbihii fashallaa
15. "dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang."

‫ب ۡل ت ُ ۡؤثِ ُرون ۡٱلحي َٰوة ٱل ُّد ۡنيا‬


Bal tu`tsiruunal hayaataddunyaa
16. "Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi."

‫ر وأ ۡبق َٰ ٓى‬ٞ ‫و ۡٱۡلٓ ِخرة ُ خ ۡي‬


Wal-aakhiratu khairun wa-abqaa
17. "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal."

‫ف ۡٱۡلُول َٰى‬ ُّ ‫ِإ هن َٰهذا ل ِفي ٱل‬


ِ ‫ص ُح‬
Inna haadzaa lafiish-shuhufil uulaa
18. "Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,"

‫ف ِإ ۡب َٰر ِهيم و ُموس َٰى‬


ِ ‫ص ُح‬
ُ
Shuhufi ibraahiima wamuusaa
19. "(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa"
Penjelasan :
[1571]. Maksudnya: jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukan bahwa apabila datang Jibril membawa wahyu kepada
Nabi SAW. beliau mengulang kembali wahyu itu sebelum Jibril selesai menyampaikannya
karena takut lupa lagi. Maka Allah menurunkan ayat ini (Q.S.87:2-6) sebagai jaminan
bahwa Rasul tidak akan lupa pada wahyu yang telah diturunkan.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani yang bersumber dari Ibnu Abbas. Didalam isnadnya
terdapat juwaibir yang sangat lemah.)
Surah AL Ghasyiyah
(Peristiwa yang dahsyat)
Surat Ke 88 : 26 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫بِ ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫ِيث ۡٱل َٰغ ِشي ِة‬


ُ ‫ه ۡل أت َٰىك حد‬
Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah(ti)
1. "Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?"

ٌ‫وه ي ۡوم ِئ ٍذ َٰخ ِشعة‬


ٞ ‫ُو ُج‬
Wujuuhun yauma-idzin khaasyi'ah(tun)
2. "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,"

ٌ‫اصبة‬
ِ ‫املةٌ نه‬
ِ ‫ع‬
'Aamilatun naashibah(tun)
3. "bekerja keras lagi kepayahan,"

ً‫امية‬
ِ ‫ارا ح‬ ۡ ‫ت‬
ً ‫صل َٰى ن‬
Tashlaa naaran haamiyatan
4. "memasuki api yang sangat panas (neraka),"

‫ت ُ ۡسق َٰى ِم ۡن ع ۡي ٍن ءانِي ٍة‬


Tusqaa min 'ainin aaniyah(tin)
5. "diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas."

ٍ‫له ۡيس ل ُه ۡم طعا ٌم إِ هَل ِمن ض ِريع‬


Laisa lahum tha'aamun illaa min dharii')in
6. "Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,"
ٍ‫هَل يُ ۡس ِم ُن وَل يُ ۡغنِي ِمن ُجوع‬
Laa yusminu walaa yughnii min juu'(in)
7. "yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar."

ٌ‫وه ي ۡوم ِئ ٖذ نها ِعمة‬


ٞ ‫ُو ُج‬
Wujuuhun yauma-idzin naa'imah(tun)
8. "Banyak muka pada hari itu berseri-seri,"

ٌ‫اضية‬
ِ ‫ِلسعۡ ِيها ر‬
Lisa'yihaa raadhiyah(tun)
9. "merasa senang karena usahanya,"

‫فِي جنه ٍة عا ِلي ٍة‬


Fii jannatin 'aaliyah(tin)
10. "dalam syurga yang tinggi,"

ً‫هَل ت ۡسم ُع ِفيها َٰل ِغية‬


Laa tasma'u fiihaa laaghiyah(tan)
11." tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna."

ً‫ارية‬
ِ ‫ن ج‬ٞ ‫ِفيها ع ۡي‬
Fiihaa 'ainun jaariyah(tun)
12. Di dalamnya ada mata air yang mengalir."

ٌ‫ر هم ۡرفُوعة‬ٞ ‫س ُر‬


ُ ‫فِيها‬
Fiihaa sururun marfuu'ah(tun)
13. "Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,"
ٌ‫ضوعة‬ ٞ ‫وأ ۡكو‬
ُ ‫اب هم ۡو‬
Wa-akwaabun maudhuu'ah(tun)
14. "dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),"

ٌ‫صفُوفة‬
ۡ ‫ار ُق م‬
ِ ‫ونم‬
Wanamaariqu mashfuufah(tun)
15. "dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,"

ٌ‫ي م ۡبثُوثة‬
ُّ ‫وزرا ِب‬
Wazaraabiyyu mabtsuutsah(tun)
16. "dan permadani-permadani yang terhampar."

ِ ۡ ‫ظ ُرون ِإلى‬
‫ٱۡل ِب ِل ك ۡيف ُخ ِلق ۡت‬ ُ ‫أفَّل ين‬
Afalaa yanzhuruuna ilal ibili kaifa khuliqat
17. "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,"

‫سما ٓ ِء ك ۡيف ُرفِع ۡت‬


‫و ِإلى ٱل ه‬
Wa ilas samaa-i kaifa rufi'at
18. "Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?"

ِ ُ‫و ِإلى ۡٱل ِجبا ِل ك ۡيف ن‬


‫صب ۡت‬
Wa ilal jibaali kaifa nushibat
19. "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?"

‫س ِطح ۡت‬ ِ ‫و ِإلى ۡٱۡل ۡر‬


ُ ‫ض ك ۡيف‬
Wa ilal ardhi kaifa suthihat
20. "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?"
‫فذ ِك ۡر ِإنهما ٓ أنت ُمذ ِك ٌر‬
Fadzakkir innamaa anta mudzakkir(un)
21. "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi
peringatan."

‫له ۡست عل ۡي ِهم بِ ُمص ۡي ِط ٍر‬


Lasta 'alaihim bimushaithir(in)
22. "Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"

‫ِإ هَل من توله َٰى وكفر‬


Illaa man tawalla wakafar(a)
23. "tetapi orang yang berpaling dan kafir,"

‫ٱَّللُ ۡٱلعذاب ۡٱۡل ۡكبر‬


‫فيُع ِذبُهُ ه‬
Fayu'adz-dzibuhullahul 'adzaabal akbar(a)
24. "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar."

‫ِإ هن ِإل ۡينا ٓ ِإياب ُه ۡم‬


Inna ilainaa iyaabahum
25. "Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,"

‫ث ُ هم ِإ هن عل ۡينا ِحساب ُهم‬


Tsumma inna 'alainaa hisaabahum
26. "kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka."

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Allah melukiskan ciri-ciri surga, kaum-
kaum yang sesat merasa heran. Maka Allah menurunkan ayat ini (Q.S.88:17) sebagai
perintah untuk memikirkan keluhuran dan keajaiban ciptaan Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qotadah)
Surah Al Fajr
(Fajar)
Surat Ke 89 : 30 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫و ۡٱلف ۡج ِر‬
Wal fajr(i)
1. "Demi fajar,"

‫وليا ٍل ع ۡش ٍر‬
Walayaalin 'asyr(in)
2. "dan malam yang sepuluh [1572],"

‫ش ۡف ِع و ۡٱلو ۡت ِر‬
‫وٱل ه‬
Wasy-syaf'i wal watr(i)
3. "dan yang genap dan yang ganjil,"

‫وٱله ۡي ِل ِإذا ي ۡس ِر‬


Wal laili idzaa yasr(i)
4. "dan malam bila berlalu."

‫ه ۡل فِي َٰذ ِلك قس ٌم ِلذِي ِح ۡج ٍر‬


Hal fii dzaalika qasamun lidzii hijr(in)
5. "Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang
berakal."

‫أل ۡم تر ك ۡيف فعل ربُّك ِبعا ٍد‬


Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'aad(in)
6. "Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?"
‫ت ۡٱل ِعما ِد‬
ِ ‫ِإرم ذا‬
Irama dzaatil 'imaad(i)
7. "(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi [1573],"

‫ٱله ِتي ل ۡم يُ ۡخل ۡق ِم ۡثلُها فِي ۡٱل ِب َٰل ِد‬


Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fiil bilaad(i)
8. "yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,"

‫ص ۡخر ِب ۡٱلوا ِد‬


‫وث ُمود ٱلهذِين جابُواْ ٱل ه‬
Wa tsamuudal-ladziina jaabuush-shakhra bil waad(i)
9. "dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah [1574],"

‫وفِ ۡرع ۡون ذِي ۡٱۡل ۡوتا ِد‬


Wafir'auna dziil autaad(i)
10. "dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),"

‫ٱلهذِين طغ ۡواْ فِي ۡٱلبِ َٰل ِد‬


Al-ladziina thaghau fiil bilaad(i)
11. "yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,"

‫فأ ۡكث ُرواْ فِيها ۡٱلفساد‬


Fa-aktsaruu fiihaal fasaad(a)
12. "lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,"

ٍ ‫ب عل ۡي ِه ۡم ربُّك س ۡوط عذا‬


‫ب‬ ‫فص ه‬
Fashabba 'alaihim rabbuka sautha 'adzaab(in)
13. "karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,"
‫ِإ هن ربهك ل ِب ۡٱل ِم ۡرصا ِد‬
Inna rabbaka labil mirshaad(i)
14. "sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi."

‫نس ُن ِإذا ما ۡٱبتل َٰىهُ ربُّهُۥ فأ ۡكرمهُۥ ونعهمهُۥ فيقُو ُل ر ِب ٓي‬ ِ ۡ ‫فأ هما‬
َٰ ‫ٱۡل‬
‫أ ۡكرم ِن‬
Fa-ammaal insaanu idzaa maaabtalaahu rabbuhuu fa-akramahu
wana'_'amahu fayaquulu rabbii akraman(i)
15. "Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya
kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku."

‫وأ هما ٓ ِإذا ما ۡٱبتل َٰىهُ فقدر عل ۡي ِه ِر ۡزقهُۥ فيقُو ُل ربِ ٓي أ َٰهن ِن‬
Wa ammaa idzaa maaabtalaahu faqadara 'alaihi rizqahuu fayaquulu
rabbii ahaanan(i)
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku
menghinakanku" [1575].

‫َّل بل هَل ت ُ ۡك ِر ُمون ۡٱليتِيم‬


ِۖ ‫ك ه‬
Kallaa, bal laa tukrimuunal yatiim(a)
17. "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim [1576],"

ِ ‫ضون عل َٰى طع ِام ۡٱل ِم ۡس ِك‬


‫ين‬ ُّ ‫وَل ت َٰ ٓح‬
Walaa tahaadh-dhuuna 'alaa tha'aamil miskiin(i)
18. "dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,"

‫وت ۡأ ُكلُون ٱلتُّراث أ ۡك َّٗل له ٗما‬


Wa ta'kuluunatturaatsa aklan lammaa(n)
19. "dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan
yang bathil),"
‫وت ُ ِحبُّون ۡٱلمال ُح ٗبا ج ٗما‬
Wa tuhibbuunal maala hubban jammaa(n)
20. "dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan."

‫ض د ٗكا د ٗكا‬
ُ ‫ت ۡٱۡل ۡر‬ ٓ ِۖ ‫ك ه‬
ِ ‫َّل ِإذا ُد هك‬
Kallaa, idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa(n)
21. "Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,"

‫وجآء ربُّك و ۡٱلمل ُك ص ٗفا ص ٗفا‬


Wa jaa-a rabbuka wal malaku shaffan shaffaa(n)
22. "dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris."

ِ ۡ ‫يء ي ۡومئِ َۢ ِذ بِجهنه ُۚم ي ۡومئِ ٖذ يتذ هك ُر‬


َٰ ‫ٱۡل‬
ُ‫نس ُن وأنه َٰى له‬ ٓ ْ ‫و ِجا‬
‫ٱلذ ِۡكر َٰى‬
Wa jii-a yauma-idzin bijahannama yauma-idzin yatadzakkarul insaanu
wa-annaa lahudz-dzikr(a)
23. "Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia,
akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya."

‫يقُو ُل َٰيل ۡيتنِي قدهمۡ تُ ِلحيا ِتي‬


Yaquulu yaa laitanii qaddamtu lihayaatii
24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh)
untuk hidupku ini."

ُ ‫في ۡوم ِئ ٖذ هَل يُعذ‬


‫ِب عذابهُۥٓ أح ٌد‬
Fayauma-idzin laa yu'adz-dzibu 'adzaabahuu ahadun
25. "Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya [1577]."

‫وَل يُو ِث ُق وثاقهُۥٓ أح ٌد‬


Walaa yuutsiqu watsaaqahuu ahad(un)
26. "dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya."

ُ ‫َٰيٓأيهتُها ٱلنه ۡف‬


ُ‫س ۡٱل ُم ۡطمئِنهة‬
Yaa ayyatuhaannafsul muthma-innh(tu)
27. "Hai jiwa yang tenang."

ِ ‫اضي ٗة هم ۡر‬
ً‫ضيهة‬ ِ ‫ۡٱر ِج ِع ٓي ِإل َٰى ربِ ِك ر‬
Irji'ii ilaa rabbiki raadhiyatan mardhii-yatan
28. "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya."

‫ف ۡٱد ُخ ِلي ِفي ِع َٰبدِي‬


Faadkhulii fii 'ibaadii
29. "Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,"

‫و ۡٱد ُخ ِلي جنه ِتي‬


Waadkhulii jannatii
30. "masuklah ke dalam syurga-Ku."
Penjelasan :
[1572]. Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan
ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di
dalamnya hari Asyura. Ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh
malam pertama bulan Zulhijjah.
[1573]. Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
[1574]. Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam.
Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal
mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan
tempat berlindung.
[1575]. Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa
kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang
tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian
Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[1576]. Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-
haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
[1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

Asbabun Nuzul
[*]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.89:27 turun berkenaan dengan
Hamzah (yang gugur sebagai syahid).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buraidah.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli
sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya."
Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan
sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan
ayat ini (Q.S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu
Abbas.)
Surah Al Balad
(Negeri)
Surat Ke 90 : 20 Ayat

‫ٱلر ۡح َٰم ِن ه‬
‫ٱلر ِح ِيم‬ ِ ‫ِب ۡس ِم ه‬
‫ٱَّلل ه‬
Bismillahirrahmaanirrahiim(i)
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

‫َل أ ُ ۡق ِس ُم ِب َٰهذا ۡٱلبل ِد‬


ٓ
Laa uqsimu bihaadzaal balad(i)
1. "Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),"

‫وأنت ِح َۢ ُّل بِ َٰهذا ۡٱلبل ِد‬


Wa-anta hillun bihaadzaal balad(i)
2. "dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,"

‫ووا ِل ٖد وما ولد‬


Wawaalidin wa maa walad(a)
3. "dan demi bapak dan anaknya."

ِ ۡ ‫لق ۡد خل ۡقنا‬
َٰ ‫ٱۡل‬
‫نسن ِفي كب ٍد‬
Laqad khalaqnaal insaana fii kabad(in)
4. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah."

‫ب أن لهن ي ۡقدِر عل ۡي ِه أح ٌد‬


ُ ‫أي ۡحس‬
Ayahsabu an lan yaqdira 'alaihi ahadu(n)
5. "Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa
atasnya?"
‫يقُو ُل أ ۡهل ۡكتُ م ٗاَل لُّبدًا‬
Yaquulu ahlaktu maaalan lubad(an)
6. Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."

‫ب أن له ۡم يرهُۥٓ أح ٌد‬
ُ ‫أي ۡحس‬
Ayahsabu an lam yarahuu ahad(un)
7. "Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?"

‫أل ۡم ن ۡجعل لههُۥ ع ۡين ۡي ِن‬


Alam naj'al lahu 'ainain(i)
8. "Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,"

‫و ِلس ٗانا وشفت ۡي ِن‬


Wa lisaanan wasyafatain(i)
9. "lidah dan dua buah bibir."

‫وهد ۡي َٰنهُ ٱلنه ۡجد ۡي ِن‬


Wa hadainaahun-najdain(i)
10. "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan [1578],"

‫فَّل ۡٱقتحم ۡٱلعقبة‬


Falaaaqtahamal 'aqabat(a)
11. "Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar."

ُ‫وما ٓ أ ۡدر َٰىك ما ۡٱلعقبة‬


Wa maa adraaka maal 'aqabat(u)
12. "Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?"
‫ف ُّك رقب ٍة‬
Fakku raqabah(tin)
13. "(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,"

‫م فِي ي ۡو ٖم ذِي م ۡسغب ٍة‬ٞ ‫أ ۡو ِإ ۡط َٰع‬


Au ith'aamun fii yaumin dzii masghabah(tin)
14. "atau memberi makan pada hari kelaparan,"

‫يتِ ٗيما ذا م ۡقرب ٍة‬


Yatiiman dzaa maqrabah(tin)
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,"

‫أ ۡو ِم ۡس ِك ٗينا ذا م ۡترب ٍة‬


Au miskiinan dzaa matrabah(tin)
16. "atau kepada orang miskin yang sangat fakir."

‫ث ُ هم كان ِمن ٱلهذِين ءامنُواْ وتواص ۡواْ بِٱل ه‬


ْ‫ص ۡب ِر وتواص ۡوا‬
‫بِ ۡٱلم ۡرحم ِة‬
Tsumma kaana minal-ladziina aamanuu watawaashau bish-shabri
watawaashau bil marhamah(ti)
17. "Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk
bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang."

ۡ ۡ َٰ ٓ َٰ ُ
‫ب ٱلميمن ِة‬ ۡ
ُ ‫أ ْولئِك أصح‬
Uulaa-ika ashhaabul maimanah(ti)
18. "Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan."
‫ب ۡٱلم ۡشم ِة‬ ۡ ‫وٱلهذِين كف ُرواْ ِب َٰاي ِتنا ُه ۡم أ‬
ُ ‫ص َٰح‬
Wal ladziina kafaruu biaayaatinaa hum ashhaabul masyamah(ti)
19. "Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri."

ُ ‫ار ُّم ۡؤصد َۢة‬ٞ ‫عل ۡي ِه ۡم ن‬


'Alaihim naarun mu'shadah(tu)
20. "Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat."

Penjelasan :
[1578]. Yang dimaksud dengan dua jalan ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan.