Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan bangsa seperti

bangsa kita Indonesia. Mengingat di Negara yang kita cintai ini, pendidikan masih minim.

Terutama PAUD/TK, banyak anak yang mengikuti jenjang pendidikan langsung ke

pendidikan dasar/SD. Sebenarnya PAUD/TK juga sangat penting, karena untuk

mengembangkan pola pikir anak. Namun warga kita sangat menyepelekan pendidikan usia

dini (PAUD/TK).

Misalnya didesa Jambe Sewu Kec. Randudongkal Kab. Pemalang yang telah saya

telusuri. Didesa itu bahkan tidak ada sekolahan untuk usia dini, jadi langsung kejenjang

Pendidikan Dasar. Sehingga anak-anak tersebut dalam mengembangkan pola pikirnya

kurang. Perlu orang tua ketahui bahwa anak memiliki kemampuan yang perlu diasah sejak

dini, karena dengan mereka memiliki berbagai kemampuan tersebut tentunya sudah dapat

dibentuk sedari dini.

Sayangnya banyak orangtua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak

begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa

bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga

3 tahun.

Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu

persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa demi masa untuk perkembangannya

di masa yang akan datang. Saat ini telah banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak

memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan

bakat dalam diri anak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha dan orangtua dalam

mengajar dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajar anak membaca tidak

harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya. Yang terpenting disini adalah

Anda berusaha memberikan yang terbaik dalam pendidikannya kelak.


Oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan,

baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun

tinggi. Hal ini guna untuk memperbaiki pendidikan di indonesia yang masih minim. Dan

untuk mewujudkan hal itu, diupayakan untuk para orang tua agar bisa menyekolahkan

anaknya kejenjang yang lebih rendah dulu (PAUD/TK) baru kejenjang yang lebih tinggi.

Karena anak-anak harus menyesuaikan pola pikirnya terlebih dahulu sebelum melangkah

ke jenjang yang lebih tinggi.

1.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu :

1.2.1 Untuk membentuk anak yang berkualitas.

1.2.2 Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar disekolah yang lebih tinggi

lagi atau diatasnya.

1.3 Manfaat

Manfaat dari pendidikan usia dini, yakni :

1.3.1 Anak dapat berkembang lebih baik dalam mengembangkan pola pikirnya

1.3.2 Mambantu daya kreativitas anak.

1.3.3 Dapat memperluas wawasan anak untuk pendidikan yang selanjutnya.

1.4 Rumusan Masalah

1.4.1 Apa pengertian pendidikan usia dini ?

1.4.2 Mengapa pendidikan usia dini sangat penting untuk perkembangan pola pikir anak ?

1.4.3 Apa saja cara atau metode yang dilakukan guru didalam pembelajaran anak usia dini ?

1.4.4 Bagaimana peran orang tua dan metodenya dalam membelajari anak usia dini ?
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian pendidikan anak usia dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang

pendidikan dasar yang merupakan suatu pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir

sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan

untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memliki

kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal,

nonformal dan informal.

Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mempunyai peranan yang sangat

penting yaitu sebagai :

 Titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia.

 Menentukan sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakan fondasi dasar bagi

kepribadian anak.

 Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan

kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar,

etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan

mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

 Merupakan Masa Golden Age (Usia Keemasan). Dari perkembangan otak manusia, maka

tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni

mencapai 80% perkembangan otak.


 Cerminan diri untuk melihat keberhasilan anak dimasa mendatang. Anak yang

mendapatkan layanan baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk

meraih keberhasilan di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan

pelayanan pendidikan yang memadai membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk

mengembangkan hidup selanjutnya.

2.2 Pentingnya pendidikan usia dini untuk perkembangan pola pikir anak

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa

telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi perkembangan yang pesat

tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak

berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan

berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun

pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun

berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana

perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan

periode berikutnya hingga masa dewasa.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak

menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah.

“Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di

sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa PAUD pun sudah mulai diajarkan

kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah

bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di

usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus

membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik

yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.
Menurut Erik Erikson dalam Malcolm Knowles ada tahapan-tahapan perkembangan

psikososial anak yaitu sebagai berikut:

 Tahap kepercayaan dan ketidak percayaan (trust versus misstrust), yaitu tahap psikososial

yang terjadi selama tahun pertama kehidupan. Pada tahap ini,bayi mengalami konflik

anatara percaya dan tidak percaya. Rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik

dan sejumlah kecil ketakutan serta kekhawatiran akan masa depan.

 Tahap otonomi dengan rasa malu dan ragu (autonomi versus shame and doubt), yaitu tahap

kedua perkembangan psikososial yang berlangsung pada akhir masa bayi dan masa baru

pandai berjalan. Setelah memperoleh kepercayaan dari pengasuh mereka, bayi mulai

menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka mulai

menyatakan rasa mandiri atau atonomi mereka dan menyadari kemauan mereka. Jika

orangtua cenderung menuntut terlalu banyak atau terlalu membatasi anak untuk

menyelidiki lingkungannya, maka anak akan mengalami rasa malu dan ragu-ragu.

 Tahap prakarsa dan rasa bersalah (initiatif versus guilt), yaitu tahap perkembangan

psikososial ketiga yang berlangsung selama tahun pra sekolah. Pada tahap ini anak terlihat

sangat aktif, suka berlari, berkelahi, memanjat-manjat, dan suka menantang lingkungannya.

Dengan menggunakan bahasa, fantasi dan permainan khayalan, dia memperoleh perasaan

harga diri. Bila orangtua berusaha memahami, menjawab pertanyaan anak, dan menerima

keaktifan anak dalam bermain, maka anak akan belajar untuk mendekati apa yang

diinginkan, dan perasaan inisiatif semakin kuat. Sebaliknya, bila orangtua kurang

memahami, kurang sabar, suka memberi hukuman dan menganggap bahwa pengajuan

pertanyaan, bermain dan kegiatan yang dilakukan anak tidak bermanfaat maka anak akan

merasa bersalah dan menjadi enggan untuk mengambil inisiatif mendekati apa yang

diinginkannya.

 Tahap kerajinan dan rasa rendah diri (industry versus inferiority),yaitu perkembangan yang

berada langsung kira-kira tahun sekolah dasar. Pada tahap ini, anak mulai memasuki dunia

yang baru, yaitu sekolah dengan segala aturan dan tujuan. Anak mulai mengarahkan energi
mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.perasaan anak akan

timbul rendah diri apabila tidak bisa menguasai keterampilan yang diberikan disekolah.

 Tahap identitas dan kekacauan identitas (identity versus identity confusion), yaitu

perkembangan yang berlangsung selama tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini, anak

dihadapkan pada pencarian jati diri. Ia mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya

sendiri, perasaan bahwa ia adalah individu unik yang siap memasuki suatu peran yang

berarti ditengah masyarakat baik peran yang bersifat menyesuaikan diri maupun

memperbaharui. Apabila anak mengalami krisis dari masa anak kemasa remaja maka akan

menimbulkan kekacauan identitas yang mengakibatkan perasaan anak yang hampa dan

bimbang.

 Tahap keintiman dan isolasi (intimacy versus isolation), yaitu perkembangan yang dialami

pada masa dewasa. Pada masa ini adalah membentuk relasi intim dengan oranglain.

Menurut erikson, keintiman tersebut biasanya menuntut perkembangan seksual yang

mengarah pada hubungan seksual dengan lawan jenis yang dicintai. Bahaya dari tidak

tercapainya selama tahap ini adalah isolasi, yakni kecenderungan menghindari berhubungan

secara intim dengan oranglain kecuali dalam lingkup yang amat terbatas.

 Tahap generativitas dan stagnasi (generativity versus stagnation), yaitu perkembangan

yang dialami selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap generativitas adalah

perhatian terhadap apa yang dihasilkan (keturunan, produk, ide-ide, dan sebagainya) serta

pembentukan dan penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Apabila

generativitas tidak diungkapkan dan lemah maka kepribadian akan mundul mengalami

pemiskinan dan stagnasi.

 Tahap integritas dan keputusasaan (integrity versus despair), yaitu perkembangan selama

akhir masa dewasa. Integritas terjadi ketika seorang pada tahun-tahun terakhir

kehidupannya menoleh kebelakang dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam

hidupnya selama ini, menerima dan menyesuaikan diri dengan keberhasilan dan kegagalan

yang dialaminya, merasa aman dan tentram, serta menikmati hidup sebagai yang berharga
dan layak. Akan tetapi, bagi orangtua yang dihantui perasaan bahwa hidupnya selama ini

sama sekali tidak mempunyai makna ataupun memberikan kepuasan pada dirinya maka ia

akan merasa putus asa.

2.3 Metode guru dalam membelajari anak usia dini

Pendidikan dini bagi anak-anak usia (3-6 tahun) merupakan hal yang penting,

karena pada usia ini merupakan masa membentuk dasar-dasar kepribadian manusia,

kemampuan berfikir, kecerdasan, keterampilan serta kemandirian maupun kemampuan

bersosialisasi. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia fundamental dari perkembangan

manusia menuju manusia dewasa yang sempurna.

Menurut Peraturan Pemerintah No 27 tahun 1990 tentang pendidikan usia dini,

Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk usaha kesejahteraan anak dengan

mengutamakan kegiatan bermain, yang juga menyelenggarakan pendidikan usia dini bagi

anak usia 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar.

Selama usia (3-6 tahun),taman kanak-kanak, pusat penitipan anak-anak dan

kelompok bermain semuanya menekankan permainan yang memakai mainan. Akibatnya

baik sendiri atau berkelompok mainan merupakan unsure yang penting dari aktivitas

bermain anak. Bermain dengan teman-teman sebayanya, anak dirangsang dalam

kemampuan mental seperti kecerdasan, kreativitas, kemampuan sosial yang sangat

bermanfaat pada masa kini dan masa yang akan datang. Kegiatan bermain memiliki arti

positif terhadap perkembangan sosial anak. Karena dengan bermain mereka lebih banyak

mengenal benda-benda yang berguna bagi perkembangan sosialnya.

Hal ini dapat terlihat dengan mengenal benda seperti mobil dapat mengembangkan

rasa sosial anak dimana benda tersebut dapat membantu orang lain pergi kesuatu tempat

tertentu. Secara lebih jauh dapat dilihat dengan adanya perkembangan teknologi

menunjukan makin menariknya teknis dan permainan elektronik bagi anak yang ditunjang

oleh situasi dan kondisi dimana anak-anak sulit mendapat teman sebaya untuk
bersosialisasi sehingga anak dapat menonton atau bermain sendiri tanpa memerlukan orang

lain.

Dengan demikian metode guru dalam membelajarkan pendidikan anak usia dini

yaitu dengan menggunakan metode menghibur yaitu dengan bermain. Bermain sendiri

merupakan hak asasi bagi anak usia dini yang sangat penting guna mengembangkan

kepribadianya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, namun merupakan

media anak untuk belajar. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak usia dini mempunyai

nilai positif terhadap perkembangan kepribadianya.

Dalam bermain anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia

rasakan dan pikirkan. Dengan bermain anak sebenarnya sedang mempraktekan ketrampilan

dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya

sendiri.

Dalam kegitan pembelajaran di PAUD pengajar harus memiliki teknik dan cara

mengajar yang baik, yaitu diantaranya :

1. Cintai dan sayangi anak didik seperti anak kita sendiri. Seorang pendidik yang baik akan

dapat meresapi dalam hatinya bahwa ia sangat mencintai dan menyayangi anak didiknya

disekolah seperti ia mencintai dan menyayangi anak-anaknya sendiri dirumah.

2. Mengajar dengan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Apa yang

dilakukan pendidik disekolah dan lembaga PAUD berorientasi pada kebutuhan

perkembangan anak dalam belajarnya. Setia anak diberikan kesempatan untuk mengajukan

pertanyaan dan keinginan yang ditanggapi dengan antusias yang sama oleh pendidik.

3. Berikan penampilan yang terbaik dan terindah dalam mengajar. Seorang pendidik harus

memberikan penampilan dan kemmampuan yang terbaik dalam mengajar, misalnya dalam

menyanyi seorang pendidik PAUD harus berusaha menyanyi dengan suara yang baik dan

merdu didengar anak demikian juga dngan aspek-aspek lainya, seperti pakaian, cara

bersikap, dan sebagainya.


4. Mengajar dengan penuh semangat dan antusias. Pendidik hrus terlihat bersemangat dan

penuh motivasi dalam mengajar, semangat keceriaan yang sesuai dengan dunia anak harus

dilakukan agar anak juga termotivasi untuk belajar dikelasnya.

5. Perhatikan setiap sudut keberadaan anak. Pendidik harus jeli mengawasidan

memperhatikan anak sampai kesetiap sudut, agar dapat menangkap setiap gerakan anak.

Dalam situasi tertentu kontak mata dengan anak tidak lagi dibutuhkan, lihat seluruh anak

dengan rata-rata air diseluruh kepala mereka saja untuk mengetahui keberadaan kawanan

secara ebih cepat.

6. Jangan berteriak-teriak mengulangi perintah yang sama. Kita jangan berteriak-teriak

kepada anak untuk mengulang perintah yang sama kepada anak , karena semakin kita

berteriak dan ulangi maka anak akan semakin mengabaikanya dihari berikutnya. Jadi lebih

bik tunggu jeda ketika anak sudah tenang barulah kita lakukan satu kali perintah dengan

jelas dan tegas.

7. Gunakan prinsip iklan “kesan pertama begitu menggoda”. Tariklah perhatian anak dengan

suatu yang menggoda untuk mengajak anak memperhatikan kita misalnya dengan bunyi-

bunyian, lagu, bentuk, cahaya, gerakan, dll. Sehingga pendidik tidak perlu berteriak-teriak

memanggil anak-anak untuk menarik perhatianya.

8. Tegas tapi tidak marah. Dalam menerapkan disiplin dan peraturan pendidik harus tegas dan

konsisten tetapi tidak terlihat emosi apalagi dengan marah-marah kepada anak. Berikan

sebuah komitmen bahwa kita mempunyai aturan dan batasan tindakan yang harus

diperhatikan anak.

9. Tanggap terhadap keluhan anak tapi tidak pada kemalasan. Pendidik harus menanggapi

setiap keluhan anak yang bersifat kamajuan dalam perkembangan belajar anak, tetapi

kadang kita hrus tahu ada anak tertentu yang besikap malas, keluhanya karena rasa malas

yang dimiliki anak tidak kita berikan toleransi dalam rangka penegakan disiplin pada anak.

10. Kreativitas yang tinggi. Kreativitas yang tinggi dan selalu up to date harus selalu jadi ciri

pendidik PAUD yang baik. Setiap hari kita harus selalu berfikir ide apa yang menarik,

efektif, dan membantu perkembangan belajar anak supaya lebih baik. Pendidik PAUD
harus selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dan mendidik

anak-anaknya.

Kunci dari keberhasilan, kesuksesan pendidik PAUD dalam mengajar dan mendidik anak-

anak adalah komunikasi yang baik. Karena dengan komunikasi yang baik akan terjalin

hubungan yang baik antara kita sebagai pendidik dengan anak-anak didik kita.

2.4 Peran orang tua dan metodenya dalam membelajari anak usia dini

Anak merupakan perwujudan cinta kasih orang dewasa yang sudah siap atau tidak

menjadi orang tua. Memiliki anak dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan, yang pada

akhirnya kita dituntut untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-

anak kita agar dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.

Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan sesuatu hal yang

mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya indah, mudah, ceria, penuh

cinta, penuh keajaiban, dan penuh kejutan. Namun dalam kepemilikanya banyak

bergantung pada orang tua.

Peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak-anak agar siap untuk

menjalankan kehidupanya. Anak-anak sudah harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak

dini. Oleh sebab itu anak-anak yang mempunyai intelektualitas yang tinggi akan lebih

mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan . mereka akan memiliki kepercayaan

diri yang tinggi, lebih mudah untuk beradaptasi, lebih mudah menerima hal-hal yang baru,

dan intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum mereka masuk sekolah. Kondisi

seperti itulah yang yang menempatkan orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anaknya

dalam progam pendidikan informal yang terjadi dilingkungan keluarga.

Dalam membelajari anak usia dini, orang tua juga bisa memilih metode atau cara

pengajaran seperti dibawah ini :

 Metode Global (Ganze Method)

Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Contohnya,

ketika membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri.
Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih

lama. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.

 Metode Percobaan (Experimental method)

Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan

percobaan sendiri. Menurut Maryam, staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta

Selatan, terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya

informasi, yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan

percobaan sendiri. Misalnya, anak belajar tentang tanaman pisang, pendidik tak hanya

menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi

tanaman pisang. Dengan belajar dari alam, anak dapat mengamati sesuatu secara konkret.

Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun.

 Metode Resitasi (Recitation Method)

Berdasarkan pengamatan sendiri, minta anak membuat resume. Maryam

menambahkan, pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan,

Mengapa begini dan begitu?. Misalnya anak bertanya, Mengapa pohon dapat berbuah?

Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu minta anak menyimpulkannya

sendiri.

 Metode Latihan Keterampilan (Drill Method)

Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil, yaitu

membuat prakarya (artwork). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk

mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga

dimensi lainnya. Selain melatih kemampuan motoriknya, seperti menulis, menggambar,

menghias dan menggunakan alat-alat. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara

konkret.

 Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method)

Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan

anak. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama.


 Metode Perancangan (Project Method )

Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai

obyek kajian. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. Pola

pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta

membiasakannya menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki.

 Metode Bagian (Teileren Method)

Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada

sesuatu, seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu, setelah orang tua berhasil

mengidentifikasi.

Demikian merupakan metode pembelajaran untuk anak usia dini, metode-metode

diatas bisa menjadi pedoman bagi para orang tua dalam mendidik anak agar menjadi anak

yang berkualitas, berintelektual, dan berkreativitas.

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak.

Pada usia 0-6 tahun merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian manusia,

kemampuan berfikir, ketrampilan, kemandirian, bersosialisasi dan kecerdasan. Karena

menurut penelitian kecerdasan anak puncaknya terjadi pada saat umur 4 tahun. Sehingga

periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada

periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa

dewasa. Dan cara atau metode yang tepat dalam mengajarkan anak usia dini yaitu dengan

bermain. Karena bermainya seorang anak bukan sekedar mengisi waktu melainkan media

untuk belajar anak, dan setiap kegiatanya dalam bermain memunyai nilai yang positif

terhadap perkembangan kepribadianya. Dan dalam bermain anak memiliki kesematan


untuk mengekspresikan sesuatu yang anak itu pikirkan dan rasakan. Sebenarnya dengan

bermain anak sedang mempraktekan ketrampilanya dalam mengembangkan dirinya.

Oleh sebab itu pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk perkembangan

anak, karena anak yang semenjak usia 0-6 tahun sudah mendapat layanan yang baik maka

anak akan memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan dimasa mendatang. Dan

bila yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai maka anak harus

membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidupnya selanjutnya.

3.2 Saran

Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu hal

yang sangat penting untuk persiapan kematangan anak dalam mengahadapi masa yang

akan datang. Kini telah banyak berdiri sekolah taman kanak-kanak/PAUD yang

memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas yang dapat mengembangkan

kemampuan dan bakatnya. Namun bukan hanya pendidikan disekolahan saja yang harus

dilakukan untuk pendidikan sang anak, melainkan juga pendidikan dilingkungan keluarga.

Karena pendidikan keluargalah yang sangat menentukan karakter perkembangan anak.

Oleh karena itu diperlukan usaha dan peran orang tua dalam mengajar dan mendidik

anak supaya anak tersebut mempunyai kreativitas dan intelektualitas yang tinggi. Karena

dengan intelektualitas yang tinggi anak akan lebih mudah menerima dengan baik semua

yang diajarkan, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah untuk beradaptasi dan

lebih mudah menerima hal baru. Dan untuk mewujudkanya orang tua harus ikut serta

dalam mengembangkan karakter anak yaitu bisa dengan memberikan pendidikan

dilingkungan keluarga dengan metode-metode yang sudah tertera diatas. Karena peran

orang tua sangat besar dalam membantu anak untuk menjalankan kehidupan selanjutnya.

Dan memberikan pendidikan di sekolahan baik dari jenjang yang lebih rendah ( TK/PAUD)

sampai ke jenjang yang lebih tinggi (perguruan tinggi).


DAFTAR PUSTAKA
Taqiyuddin, M., (2005). Pendidikan Untuk semua (Dasar dan Falsafah Pendidikan

Luar Sekolah). Cirebon: STAIN Cirebon Press.tanggal 18 Okt 2014 16:30:15 GMT

Mulyadi, S., (2004) Bermain dan Kreativitas (Upaya Mengembangkan Kreativitas

Anak Melalui Kegiatan Bermain). Papas Sinar Sinanti : Jakarta. 23 Okt 2014 19:47:13

GMT

http://ekynozi.blogspot.com/ tanggal 21 Okt 2014 23:10:34 GMT

http://www.pendidikankarakter.com/membangun-karakter-sejak-pendidikan-anak-

usia-dini/ tanggal 21 Okt 2014 16:30:46 GMT

Diposting oleh sersanto aji di 05.09

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke

Pinterest

1 komentar:

1.

gitar Poker15 Juli 2017 12.38

Daftar Agen Judi Poker Online Terbaik dan Terpercaya se Indonesia

bcadomino

bcadomino

mutiarapoker

ompoker

anekaqq

menangqq
kompasqq

memberqq

toyotaqq

wongpoker

Balas

Muat yang lain...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

sersanto aji

Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

 ▼ 2016 (11)

o ▼ Juni (11)

 CERPEN TENTANG CINTA (ROMI BUKAN ROMEO)

 MAKALAH TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK

USIA DI...

 BUKU AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK SMP KELAS IX

SEME...

 MODEL PEMBEAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

 DESAIN MATERI PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT UNTUK


SMA ...

 RPP BAHASA INDONESIA SMA KELAS XI SEMESTER 2

 ANALISIS GAYA BAHASA PADA RUBRIK OPINI

 MATERI TENTANG NOTULEN RAPAT

 ARTIKEL TENTANG KLAUSA

 Manusia ini terbuat dari tanah, makan dari hasil t...

 Jangan pernah mencari-cari kesalahan namun temukan...