Anda di halaman 1dari 18

KONSEP MEDIS stroke

 Definisi
- Stroke = Cerebro Vascular Accident (CVA) = Cerebro Vascular Disease (CVD) =
adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah
dalam otak yang dapat timbul secara mendadak (dalam beberapa detik) atau
secara cepat ( dalam beberapa jam) dengan gejala atau tanda yang sesuai
dengan daerah yang terganggu.
- Stroke (CVA: Cerebrovaskuler Accident) adalah deficit neurologist akut yang
disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan
tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena.
- Menurut WHO, stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang
cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala
yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa
adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler
- Stroke secara umum merupakan defisit neurologis yang mempunyai serangan
mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari terganggunya pembuluh
darah otak (hudak dan Gallo, 1997).

 Klasifikasi stroke
Berdasarkan proses patologi dan gejala klinisnya stroke dapat diklasifikasikan
menjadi :
1. Stroke hemoragik
Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng
disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Umumnya terjadi pada saat
melakukan aktifitas, namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Kesadaran

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi
yang tidak terkontrol.
2. Stroke non hemoragik
Dapat berupa iskemia, emboli, spasme ataupun thrombus pembuluh darah
otak. Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau angun tidur. Tidak
terjadi perdarahan, kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak
oleh karena hipoksia jaringan otak.
Stroke non hemoragik dapat juga diklasifikasikan berdasarkan perjalanan
penyakitnya, yaitu :
- TIA’S (Trans Ischemic Attack)
Yaitu gangguan neurologist sesaat, beberapa menit atau beberapa jam saja
dan gejala akan hilang sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam.
- Rind (Reversible Ischemic Neurologis Defict)
Gangguan neurologist setempat yang akan hilang secara sempurna dalam
waktu 1 minggu dan maksimal 3 minggu..
- Stroke in Volution
Stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan yang
muncul semakin berat dan bertambah buruk. Proses ini biasanya berjalan
dalam beberapa jam atau beberapa hari.
- Stroke Komplit
Gangguan neurologist yang timbul bersifat menetap atau permanent.

 Etiologi
Stroke dapat disebabkan karena factor-faktor berikut :
1. Penyumbatan pembuluh darah oleh karena jendelan/gumpalan darah
(thrombus atau embolus)
2. Robek atau pecahnya pembuluh darah
3. Adanya penyakit-penyakit pada pembuluh darah

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


4. Adanya gangguan susunan komponen darah.
Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu ;
 Hipertensi, dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini
dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus
sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral.
 Aneurisma pembuluh darah cerebral
Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu
tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan
dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan.
 Kelainan jantung / penyakit jantung
Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI, atrial fibrilasi dan
endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan
menurunkan aliran darah ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses
embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah.
 Diabetes mellitus (DM)
Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yeitu
terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran
darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga
berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah
serebral.
 Usia lanjut
Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk
pembuluh darah otak.
 Polocitemia
Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi
lambat sehingga perfusi otak menurun.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


 Peningkatan kolesterol (lipid total)
Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan
terbentuknya embolus dari lemak.
 Obesitas
Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol
sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah
satunya pembuluh drah otak.
 Perokok
Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin
sehingga terjadi aterosklerosis.
 Kurang aktivitas fisik
Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk
kelenturan pembuluh darah (pembuluh darah menjadi kaku), salah satunya
pembuluh darah otak.

 Manifestasi Klinik
Stroke non-haemorrhagic (SNH) (iskemik), gejala utamanya adalah timbulnya
deficit neurologis secara mendadak/subakut, didahului gejala prodromal,
terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak
menurun, kecuali bila embolus cukup besar. Biasanya terjadi pada usia >50
tahun
Stroke Hemoragic, menurut WHO diklasifikasikan menjadi :
a. Perdarahan intracerebral
Mempunyai gejala prodromal yang tidak jelas, kecuali nyeri kepala karena
hipertensi. Serangan seringkali siang hari, saat aktivitas atau emosi/marah.
Sifat nyeri kepalanya hebat sekali. Mual dan muntah sering terdapat pada
permukaan serangan. Kesadaran biasanya cepat menurun dan cepat

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


masuk koma (65 % terjadi kurang dari ½ jam, 23 % antara ½ - 2 jam, dan 12 %
terjadi setelah 2 jam – 19 hari)
b. Perdarahan subarachnoid
Gejala prodromal berupa nyeri kepala hebat dan akut. Kesadaran sering
terganggu dan sangat bervariasi. Ada gejala/tanda rangsangan meningeal.
Edema papil dapat bila ada perdarahan subhialoid karena pecahnya
aneurisme pada arteri komunikans anterior atau arteri carotis interna.
Gejala neurologis yang timbul bergantung pada berat ringannya gangguan
pembuluh darah dan lokasinya. Manifestasi klinis stroke akut dapat berupa :
 Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya hemiparesis) yang
timbul mendadak.
 Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan (gangguan
hemisensorik).
 Perubahan mendadak status mental (konfusi, delirium, letargi, stupor, dan
koma).
 Afasia (bicara tidak lancer, kurangnya ucapan, atau kesulitan memahami
ucapan).
 Disartria (bicara pelo atau cadal)
 Gangguan penglihatan (hemianopia atau monokuler) atau diplopia.
 Ataksia (trunkal atau anggota badan)
 Vertigo, mual dan muntah, atau nyeri kepala.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


 Patofisiolosi

Stroke

Hemoragik Non hemoragik

Pecah pembuluh darah di otak Oklusi/sumbatan aliran


darah otak

Perfusi jaringan otak

Iskemia Pelebaran kolateral

Metabolisme anaerob Aktivitas elektrolit terganggu

As.laktat Pompa Na dan K gagal

Edema otak

Perfusi otak menurun


Nekrosis jaringan otak

Dasar-dasar vaskularisasi otak :


 Sepasang pembuluh darah carotis : denyut pembuluh darah besar ini dapat
diraba di leher depan, sebelah kiri dan kanan di bawah mandibula. Arteri
carotis masuk ke dalam cranial bercabang menjadi 3 (tiga), yaitu arteri
cerebri anterior, arteri cerebri media, dan arteri cerebri posterior. Ketiganya

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


saling berhubungan melalui pembuluh darah yang disebut arteri communis
anterior dan arteri communis posterior.
 Sepasang pembuluh darah vertebralis : denyut pembuluh darah ini tidak
dapat diraba karena terletak menyelusup di bagian samping tulang leher
(servikalis). Arteri ini memperdarahi batang otak dan kedua otak kecil
(cerebellum).
Kedua pembuluh darah besar ini di dalam rongga cranial akan saling berhubungan
berbentuk anyaman pembuluh darah yang dikenal dengan nama “Sirkulasi Willisi”.
Pada permukaan otak pembuluh darah ini akan saling berhubungan disebut
dengan “Anastomosis”.
1. Stroke non hemoragik
Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus
atau embolus. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya
aterosklerosis pada dinding pembuluh darah, sehingga arteri menjadi
tersumbat, aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang, menyebabkan
iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada
jaringan otak. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri
serebral melalui arteri karotis. Terjadinya blok pada arteri tersebut
menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan
neurologist fokal. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding
pembuluh darah oleh emboli.
 Trombosis (penyakit trombo – oklusif) merupakan penyebab stroke yang
paling sering. Arteriosclerosis selebral dan perlambatan sirkulasi selebral
adalah penyebab utama trombosis selebral, yang adalah penyebab umum
dari stroke. Tanda-tanda trombosis selebral bervariasi. Sakit kepala adalah
awitan yang tidak umum. Beberapa pasien mengalami pusing, perubahan
kognitif atau kejang dan beberapa awitan umum lainnya. Secara umum
trombosis selebral tidak terjadi secara tiba-tiba, dan kehilangan bicara

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


sementara, hemiplegia atau parestesia pada setengah tubuh dapat
mendahului awitan paralysis berat pada beberapa jam atau hari.
Trombosis terjadi biasanya ada kaitannya dengan kerusakan local dinding
pembuluh darah akibat atrosklerosis. Proses aterosklerosis ditandai oleh
plak berlemak pada pada lapisan intima arteria besar. Bagian intima arteria
sereberi menjadi tipis dan berserabut , sedangkan sel – sel ototnya
menghilang. Lamina elastika interna robek dan berjumbai, sehingga lumen
pembuluh sebagian terisi oleh materi sklerotik tersebut. Plak cenderung
terbentuk pada percabangan atau tempat – tempat yang melengkung.
Trombi juga dikaitkan dengan tempat – tempat khusus tersebut. Pembuluh –
pembuluh darah yang mempunyai resiko dalam urutan yang makin jarang
adalah sebagai berikut : arteria karotis interna, vertebralis bagian atas dan
basilaris bawah. Hilangnya intima akan membuat jaringan ikat terpapar.
Trombosit menempel pada permukaan yang terbuka sehingga permukaan
dinding pembuluh darah menjadi kasar. Trombosit akan melepasakan enzim,
adenosin difosfat yang mengawali mekanisme koagulasi. Sumbat
fibrinotrombosit dapat terlepas dan membentuk emboli, atau dapat tetap
tinggal di tempat dan akhirnya seluruh arteria itu akan tersumbat dengan
sempurna.
 Embolisme : embolisme sereberi termasuk urutan kedua dari berbagai
penyebab utama stroke. Penderita embolisme biasanya lebih muda
dibanding dengan penderita trombosis. Kebanyakan emboli sereberi berasal
dari suatu trombus dalam jantung, sehingga masalah yang dihadapi
sebenarnya adalah perwujudan dari penyakit jantung. Meskipun lebih jarang
terjadi, embolus juga mungkin berasal dari plak ateromatosa sinus karotikus
atau arteria karotis interna. Setiap bagian otak dapat mengalami embolisme,
tetapi embolus biasanya embolus akan menyumbat bagian – bagian yang

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


sempit.. tempat yang paling sering terserang embolus sereberi adalah
arteria sereberi media, terutama bagian atas.
2. Stroke hemoragik
Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi
atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen
intracranial yang seharusnya konstan. Adanya perubahan komponen
intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan
peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga
timbul kematian. Di samping itu, darah yang mengalir ke substansi otak atau
ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema, spasme pembuluh darah otak
dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang
atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.
Perdarahan serebri : perdarahan serebri termasuk urutan ketiga dari semua
penyebab utama kasus GPDO (Gangguan Pembuluh Darah Otak) dan
merupakan sepersepuluh dari semua kasus penyakit ini. Perdarahan
intrakranial biasanya disebabkan oleh ruptura arteri serebri. Ekstravasasi darah
terjadi di daerah otak dan /atau subaraknoid, sehingga jaringan yang terletakdi
dekatnya akan tergeser dan tertekan. Darah ini sangat mengiritasi jaringan
otak, sehingga mengakibatkan vasospasme pada arteria di sekitar perdarahan.
Spasme ini dapat menyebar ke seluruh hemisper otak dan sirkulus wilisi.
Bekuan darah yang semula lunak menyerupai selai merah akhirnya akan larut
dan mengecil. Dipandang dari sudut histologis otak yang terletak di sekitar
tempat bekuan dapat membengkak dan mengalami nekrosis. Karena kerja
enzim – enzim akan terjadi proses pencairan, sehingga terbentuk suatu rongga.
Sesudah beberapa bulan semua jaringan nekrotik akan terganti oleh astrosit
dan kapiler – kapiler baru sehingga terbentuk jalinan di sekitar rongga tadi.
Akhirnya rongga terisi oleh serabut – serabut astroglia yang mengalami
proliferasi. Perdarahan subaraknoid sering dikaitkan dengan pecahnya suatu

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


aneurisme. Kebanyakan aneurisme mengenai sirkulus wilisi. Hipertensi atau
gangguan perdarahan mempermudah kemungkinan ruptur. Sering terdapat
lebih dari satu aneurisme.

 Pemeriksaan Diagnostik
1. Scan tomografi komputer bermanfaat untuk membandingkan lesi
serebrovaskular, dan lesi non vaskuler, misalnya hemoragi subdural, abses otak,
tumor atau hemoragi intraserebral dapat dilihat pada CT scan.
2. Angiografi digunakan untuk membedakan lesi serebrovaskuler dengan lesi non
vaskuler. Penting untuk diketahui apakah terdapat hemoragi karena informasi
ini dapat membantu dokter memutuskan dibutuhkan pemberian antikoagulan
atau tidak.
3. Pencintraan resonan magnetik (MRI) dapat juga membantu dalam
membandingkan diagnosa stroke.
4. Pemeriksaan ultrasonografi atau doppler yang merupakan prosedur non invasif,
sangat membantu dalam mendiagnosa sumbatan arteri karotis.
5. Pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) dapat membantu menentukan apakah
terdapat disritmia, yang dapat menyebabkan stroke, dimana ditemukannya
inversi gelombang T, depresi ST, dan kenaikan serta perpanjangan QT.
6. Laboratorium
o Peningkatan Hb & Ht terkait dengan stroke berat
o Peningkatan WBC indikasi adanya infeksi  endokarditis bakterialis.
7. Analisa CSF (merah)  perdarahan sub arachnoid
8. CT Scan
Untuk mengetahui lokasi perdarahan, infark dan bekuan darah di daerah sub
arachnoid.
9. EKG
T invertil, ST depresi dan QT elevasi dan memanjang

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


 Komplikasi
 Hipoksia serebral
Diminimalkan dengan memberi oksigenasi darah adekuat ke otak. Fungsi otak
tergantung pada ketersediaan oksigen yang dikirim ke jaringan. Pemberian
oksigen suplemen dan mempertahankan hemoglobin serta hematokrit pada
tingkat dapat diterima akan membantu dalam mempertahankan oksigenasi
jaringan.
 Penurunan aliran darah serebral
Aliran darah serebral bergantung pada tekanan darah, curah jantung dan
integritas pembuluh darah serebral. Hidrasi adekuat (cairan intravena) harus
menjamin penurunan viskositas darah dan memperbaiki aliran darah serebral,
hipertensi atau hipotensi eksterm perlu dihindari untuk mencegah perubahan
pada aliran darah serebral dan potensi meluasnya area cedera.
 Embolisme serebral
Dapat terjadi setelah infark miokard atau fibrilasi atrium atau dapat berasal
dari katup jantung prostetik. Embolisme akan menurunkan aliran darah ke
otak dan selanjutnya menurunkan aliran darah serebral. Disritmia dapat
mengakibatkan vurah jantung tidak konsisten dan penghentian thrombus
local. Selain itu, disritmia dapat menyebabkan embolus serebral dan harus
diperbaiki.

 Pencegahan
a. Pencegahan Primer
1. Strategi kampanye nasional yang terintegrasi dengan program pencegahan
penyakit vascular lainnya.
2. Memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas strok :

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


 Menghindari : rokok, stress mental, alcohol, kegemukan, konsumsi
garam berlebihan, obat-obatan golongan amfetamin, kokain, dan
sejenisnya.
 Mengurangi : kolesterol dan lemak dalam makanan.
 Mengendalikan : hipertensi, diabetes mellitus , penyakit jantung
(misalnya fibrilasi atrium, infark miokard akut, penyakit jantung
reumatik), penyakit vascular aterosklerotik lainnya.
 Menganjurkan : konsumsi gizi seimbang dan olahraga teratur.
b. Pencegahan sekunder
1. Modifikasi gaya hidup beresiko strok dan factor resiko lainnya.
2. Melibatkan peran serta keluarga seoptimal mungkin.
3. Obat-obatan yang digunakan : misalnya asetosal dan antikoagulan oral
(warfarin/dikumarol).
4. Tindakan invasive :
 Flebotomi untuk polisitemia
 Enerterektomi karotis hanya dilakukan pada pasien yang simptomatik
dengan stenosis 70-99% unilateral baru.
 Tindakan bedah lainnya (reseksi artery vein malformation [AVM], kliping
aneurisme Berry).

 Penatalaksanaan
Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah:
1. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah dan boleh
dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
2. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu
diberikan ogsigen sesuai kebutuhan
3. Tanda-tanda vital diusahakan stabil
4. Bed rest

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


5. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
6. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
7. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi
8. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari
penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik
9. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang dapat
meningkatkan TIK
10. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran
menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT
11. Penatalaksanaan spesifik berupa:
10. Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan,
obat hemoragik
11. Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan
pembedahan, menurunkan TIK yang tinggi.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


ASUHAN KEPERAWATAN Stroke

 Pengkajian
o Aktifitas/ istirahat
Gejala : Merasa kesulitan untuk melakukan aktifitas karena kelemahan,
kehilangan sensasi atau paralysis.
Tanda : Gangguan tonus otot (flaksid, spastis), paralitik (hemiplegia), dan
terjadi kelemahan umum, gangguan penglihatan dan tingkat
kesadaran
o Sirkulasi
Gejala : Adanya penyakit gangguan jantung (MI, endokarditis, PJK, bakterial
Tanda : Hipertensi arterial, disritmia pada EKG, desiran pada karotis, femoralis
dan A. Iliaka
o Eliminasi
Gejala : Perubahan pola berkemih seperti inkontinensia urin, anuria
Tanda : Distensi abdomen, bising usus negatif
o Makanan/cairan
Gejala : Nafsu makan hilang, mual muntah selama fase akut, kehilangan
sensasi pada lidah, pipi, dispagia, adanya riwayat DM, peningkatan
lemak dalam darah
Tanda : Kesulitan menelan, obesitas
o Neurosensori
Gejala : Sinkop/pusing, sakit kepala, kelemahan/kesemutan, penurunan fungsi
penglihatan, kehilangan rangsang sensorik kontralateral (pada sisi
tubuh yang berlawanan pada ekstremitas dan kadang-kadang pada
ipsilateral (yang satu sisi) pada wajah

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


Tanda : Tingkat kesadaran; biasanya terjadi koma pada tahap awal hemragik,
gangguan tingkah laku; lethargi, kelemahan/paralysis, afasia
o Nyeri / kenyamanan
Gejala : Sakit kepala dengan intensitas yang berbeda-beda (karena a. carotis
yang terkena)
Tanda : Gelisah, ketegangan pada otot
o Pernapasan
Gejala : Merokok (faktor risiko)
Tanda : Ketidakmampuan menelan/batuk/hambatan jalan napas, suara napas
terdengar/ronhki (aspirasi sekresi), napas tidak teratur
o Keamanan
Tanda : Kesulitan dalam menelan, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan
nutrisi sendiri, hilang kewaspadaan terhadap bagian tubuh yang sakit
o Interaksi Sosial
Tanda : Masalah bicara, ketidakmampuan untuk berkomunikasi
o Penyuluhan
Gejala : Adanya riwayat hipertensi pada keluarga, stroke (faktor risiko),
pemakaian kontrasepsi oral, kecanduan alcohol

 Diagnosa Keperawatan
1. Kerusakan mobilitas fisik b/d hemiparese, kehilangan keseimbangan dan
koordinasi, spastisitas, dan cedera otak.
2. Nyeri (bahu nyeri) b/d hemiplegia dan disuse.
3. Gangguan perfusi jaringan cerebral b.d oklusi otak, perdarahan
4. Inkontinensia b/d kandung kemih flaksid, ketidakstabilan detrusor, kesulitan
dalam berkomunikasi.
5. Resiko terhadap kerusakan integritas kulit b/d hemiparese/hemiplegia.
Penurunan mobilitas.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


6. Perubahan proses berpikir b/d kerusakan otak, konfusi, ketidakmampuan untuk
mengikuti instruksi.
7. Kerusakan komunikasi verbal b/d kerusakan otak.
8. Kurang perawatan diri (higiene, toileting, berpindah, makan) b/d kerusakan
neuromuskular.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


 Evaluasi
Hasil yang diharapkan :
1. Mencapai peningkatan mobilisasi
a. Kerusakan kulit terhindar, tidak ada kontraktur, dan footdroop
b. Berpartisipasi dalam program latihan
c. Mencapai keseimbangan saat duduk
d. Penggunaan sisi tubuh yang tidak sakit untuk kompensasi hilangnya fungsi
pada sisi yang hemiplegia
2. Tidak mengeluh adanya nyeri bahu
a. Adanya mobilisasi bahu, latihan bahu.
b. Lengan dan tangan dinaikkan secar interval
3. Dapat merawat diri dalam bentuk perawatan kebersihan dan menggunakan
adaptasi terhadap alat-alat.
4. Pembuangan kandung kemih dapat diatur.
5. Berpartisipasi dalam program meningkatkan kognitif.
6. Adanya peningkatan komunikasi
7. Anggota keluarga memperlihatkan tingkah laku yang positif dan menggunakan
mekanisme koping.
a. Mendukung program latihan
b. Turut aktif ambil bagian dalam proses rehabilitasi
8. Tidak terjadi komplikasi
a. Tekanan darah dan kecepatan jantung dalam batas normal untuk pasien.
b. Gas darah arteri dalam batas normal.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM


Daftar Pustaka

Kumar, Vinay. Et.al. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins. Vol.2 Ed. 7. Jakarta : EGC.

Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta :
EGC.

N. Richard. Mitchell. Et.al. 2008. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit Robbins dan
Coutran. Jakarta : EGC.

Smeltzer, Suzanne C. 2000. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Zul Dahlan. 2000. Ilmu Penyakit Dalam. Edisi II, Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Reevers, Charlene J, et all. 2000. Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta : Salemba Medica.
http://www.google.com. Asuhan Keperawatan Stroke. Diakses pada Kamis, 1 Mei 2012.

Program Profesi-Pendidikan Ners/FIK-UIM