Anda di halaman 1dari 26

BAB 1

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN


LINEAR NILAI MUTLAK SATU VARIABEL

Sebelum pembelajaran dimulai, kenalan dulu yuks sama kalimat dibawah ini!
“PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR NILAI MUTLAK SATU VARIABEL”
Apa itu persamaan linear satu variabel?
Persamaan linear merupakan sebuah persamaan aljabar dimana tiap
sukunya mengandung konstanta dengan tanda sama dengan ( = ) serta
terdapat hanya satu variabelnya berpangkat satu.
Maka garis bilangannya :

Contoh :
X+1=5 variabel = X
Konstanta = 1 dan 5
2Y=4 variabel = Y
Konstanta = 4
Koefisien = 2

5A–4=1 variabel = A
Konstanta = - 4 dan 1
Koefisien = 5

Jadi dapat kita simpulkan


Variabel = abjad yang mewakili nilai/ angka yang
akan diketahui atau yang dicari
Konstanta = angka saja
Koefisien = angka yang berdampingan dengan
variable
Apa itu pertidaksamaan linear satu variabel?
Persamaan linear merupakan sebuah persamaan aljabar dimana tiap sukunya mengandung
konstanta dengan tanda pertidaksama ( <, >, ≤, ≥, ≠ ) dengan variabel berpangkat satu.
Penjelasan untuk tanda pertidaksamaan :
< (kurang dari/ lebih kecil) ≤ ( kurang dari sama dengan/ lebih kecil sama dengan)
> (Lebih dari / Lebih Besar) ≥ ( lebih dari sama dengan/ lebih besar sama dengan)
≠ ( tidak sama dengan)
Taukah kamu apa itu garis bilangan ?

Garis bilangan adalah gambar garis lurus di mana setiap titiknya diasumsikan melambangkan suatu
bilangan real dan setiap bilangan real merujuk pada satu titik tertentu.Seringkali bilangan bulat
ditunjukkan dengan lambang titik-titik tertentu yang berjarak sama di sepanjang garis ini.

Misalnya, gambar di bawah ini menunjukkan bilangan bulat dari −9 sampai 9

Semakin ke kiri makin kecilbilangannya semakin ke kanan makin besar bilangannya

kiri(-) kanan (+)


Bilangan bulat negatif bilangan bulat positif

Nol
Bagaimana menyelesaikan persamaan dan pertidak samaan linear satu variable?
Perhatikan contoh berikut ini!
1. Isilah titik-titik berikut ini!
a. ….. + 15 = 28 jika titik-titik disamping diganti dengan variabel maka diperoleh
a. X + 15 = 28, maka nilai X = ….
b. 100 - …… = 68 b. 100 – y = 73, maka nilai Y = ….

Lalu bagaimana dengan soal seperti ini : c. 2 X + 20 = 100, Tentukalah nilai x !


c. 2 X + 20 = 100, Tentukalah nilai x !
Jawab :
2 X + 20 = 100
2X = 100 – 20
2X = 80
80
X = = 40, jadi nilai X yang diperoleh adalah X = 40
2

Untuk Pertidaksamaan linear satu variable


2. Isilah titik-titik berikut ini!
a. 1 + ….. > 4 atau soal disamping dapat ditulis 1 + X > 4, berapakah nilai X yang
memenuhi?
Maka nilai yang dapat kita isikan pada titik-titik diatas sebagai pengganti X mulai dari
angka 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan seterusnya.Kenapa?
Karena :
1 +..4.. > 4 1 +..5.. > 4 1 +..8.. > 4 1 +..9.. > 4
5 >4 6 >4 9 >4 10 > 4
Sedangkan untuk angka yang kurang dari 4, contohnya 2 diperoleh : 1 +..2.. > 4
3 > 4 tidak
benar
Jadi dapat kita simpulkan untuk pertidaksamaan nilai pengganti x atau nilai variabelnya
lebih dari satu. Maka jawaban kita dapat disimpulkan dengan garis bilangan.

Maka nilai X > 4


Sudah kenalannya yah, coba mengingat perkenalan kita diatas, isilah titik-titik dibawah ini!
1. Tentukan nilai dari variabel berikut ini!
a. X + 20 = 60, maka nilai X = …
Jawab :
X + 20 = 60
X = 60 – 20
X = ……
b. 15 + Y = 79, maka nilai Y = ….
Jawab :
15 + Y = 79
Y = 79 - …..
Y = ……
c. n - 15 = 12, maka nilai n = … d. m - 32 = 67, maka nilai m = ….
Jawab : Jawab :
n - 15 = 12 m - … = …..
n = 12 + 15 m = …. + …..
n = …… m = ……

e. 2 X + 16 = 84, Tentukalah nilai x !


Jawab :
2 X + … = ….
2X = 84 – ….
2X = ….
……
X = = …, jadi nilai X yang diperoleh adalah X = …
2

Mari kita belajar ke pokok pembahasan!


A. NILAI MUTLAK
Perhatikan cerita berikut ini!
“ Pada saat kegiatan baris berbaris ketua kelas memerintahkan siswa lainnya untuk
bergeser kesebelah kiri sejauh 8 langkah, setelah itu ketua kelas memerintahkan untuk
melangkah kesebelah kiri sejauh 3 langkah.”
Berdasarkan cerita diatas
a. Berapa banyaknya langkah siswa ?
b. Berapa jarak siswa dari titik awal?

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita diharapkan pada permasalahan


yang berhubungan dengan jarak. Misalnya seperti cerita diatas, atau ingin menghitung
jarak antara kota yang satu dengan kota yang lainya, atau jarak antara dua patok
tertentu. Dalam kaitannya dengan pengukuran jarak antara dua tempat ini, timbulah
sesuatu keistimewaan, bahwa jarak ini harganya selalu positif. Dengan kata lain
pengukuran jarak antara dua tempat nilainya tidak pernah negatif.
Secara khusus, dalam matematika untuk memberikan jaminan bahwa sesuatu
itu nilainya selalu positif diberikanlah suatu pengertian yang sering kita namakan
sebagai harga mutlak. Jadi, harga mutlak atau nilai mutlak adalah suatu konsep dalam
matematika yang menyatakan selalu positif. Secara matematis pengertian harga mutlak
dari setiap bilangan real x yang ditulis dengan simbol │x│, ialah nilai positif dari nilai
x dan -x. Adapun definisi nilai mutlak adalah :
Untuk setiap bilanga real x, harga mutlak dari x ditulis │x│dan
x,x>0
│x│=
-x , x < 0

Contoh :
(a)│3│ = 3
(b)│(-3)│= -(-3)= 3
1 1
(c) │ 2│= 2

(d) │0│= 0
(e) │-5│= 5
(f) │-2│-│-6│= 2 – 6 = - 4
(g) 13 + │-1-4│- 3 -│-8│= 13 +│-5│- 3 – 8 = 13 + 5 - 3 - 8 = 7

Masalah:

Seorang anak bermain di halaman rumah. Dia melompat ke depan 1 langkah, lalu ke
belakang 2 langkah, ke depan 3 langkah dan ke belakang 4 langkah.

a. Gambarkan sketssa lompatan anak itu dalam garis bilangan real

0
b. Hitung berapa banyak langkah yang dilakukan anak tersebut
Banyak langkah adalah konsep nilai mutlak karena hanya menghitung banyak langkah,
bukan arahnya. Banyak langkah selalu dinyataakan dengan bilangan bulat .......
Ke depan 1 langkah = │1│ = ... Ke belakang 2 langkah = │-2│ = ...
Ke depan 3 langkah = │3│ = ... Ke belakang 4 langkah = │-4│ = ...
Banyak langkah seluruhnya = │1│ + │-2│ + │3│+ │-4│ = ..........................................

Kesimpulan:

Nilai mutlak suatu bilangan adalah jarak antara bilang tersebut dengan ..... pada garis
bilangan real.

Definisi:

x∈ℝ

… , 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
|𝑥| = {
… , 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0

Isilah titik-titik berikut ini!


(1) │-5│+│-3│= …………
(2) 25 + │-1- 2│- 5 -│7│=
B. Persamaan Nilai Mutlak
Untuk menyelesaikan persamaan nilai mutlak dapat menggunakan definisi dari nilai
mutlak itu sendiri.
𝑥, 𝑥 ≥ 0 𝑥 − 𝑝, 𝑥 ≥ 𝑝
|𝑥| { atau |𝑥 − 𝑝| { atau |𝑎𝑥 +
−𝑥, 𝑥 < 0 −𝑥 + 𝑝, 𝑥 < 𝑝
𝑏
𝑎𝑥 + 𝑏, 𝑥 ≥ − 𝑎
𝑏| { 𝑏
−𝑎𝑥 − 𝑏, 𝑥 < − 𝑎

Perhatikan contoh berikut ini!


1.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |𝑥 + 5| = 2!
Jawab :
Cara 1 :
𝑥 + 5, 𝑥 ≥ −5
Definisi |𝑥 + 5| { maka diperoleh
−𝑥 − 5, 𝑥 < −5
X+5=2 atau -x–5=2
X =2–5 -x =2+5
X = -3 -x =7
7
X = −1 = -7

Cara 2 : untuk cara kedua yang berubah positif negatifnya adalah angka dibalik sama
dengan. Diperoleh seperti berikut ini.
X+5=2 atau x + 5 = -2
X =2–5 x = -2 - 5
X = -3 x = -7
2.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |2𝑥 − 6| = 4!
Jawab :
2X - 6 = 4 atau 2 x - 6 = -4
2X =4+6 2x = -4 + 6
2X = 10 2x =2
10 2
X = =5 X =2=1
2

3.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |2𝑥 − 6| = −8!


Jawab : karena dibalik sama dengan pada soal angka negative maka tidak ada nilai x
yang memenuhi, karena nilai mutlak itu mempositifkan.
4.Tentukan Himpunan penyelesaian dari 10 − 2|𝑥 − 1| = 8!
Jawab :
Ubah dahulu soal menjadi bentuk sederhana maka diperoleh :
10 − 2|𝑥 − 1| = 8
−2|𝑥 − 1| = 8 − 10
−2|𝑥 − 1| = −2
−2
|𝑥 − 1| =
−2
|𝑥 − 1| = 1
Maka himpunan penyelesaiannya :
X -1=1 atau x - 1 = -1
X = 1+1 x = -1 + 1
X =2 x =0
Masalah
1.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |𝑥 + 3| = 5!
Jawab :
Cara 1 :
… . . , 𝑥 ≥ −3
Definisi |𝑥 + 3| { maka diperoleh
……,𝑥 < ⋯.
X+3=5 atau -x–3=5
X =5–3 -x = …..
X = …. -x = ……
…..
X = −1 = …….

Cara 2 :
X + 3 = …… atau x + 3 = ……
X = ….. x = -5 …..
X = ….. x = ……
2.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |2𝑥 − 8| = 12!
3.Tentukan Himpunan penyelesaian dari |2𝑥 − 8| = −12!
4.Tentukan Himpunan penyelesaian dari 10 − 2|𝑥 − 1| = 6!
Jawab :
Ubah dahulu soal menjadi bentuk sederhana maka diperoleh :
10 − 2|𝑥 − 1| = ⋯
−2|𝑥 − 1| = 6 … ….
−2|𝑥 − 1| = ⋯
….
|𝑥 − 1| =
….
|𝑥 − 1| = ⋯
Maka himpunan penyelesaiannya :
X - 1 = …. atau x - 1 = ….
X = ….. x = …..
X = …. x = ….

C. Pertidak samaan Nilai Mutlak


Untuk pertidak samaan nilai mutlak kita menggunakan beberapa teorema :
(1). Jika│x│< a, maka -a < x < a.
( 2). Jika x € R, a € R, dan a > 0, maka│x│> a, jika dan hanya jika x < -a atau x > a.
Teorema pertama digunakan untuk tanda kurang dari, sedangkan teorema ke dua
untuk tanda lebih dari.
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari :
a. |𝑥 − 1| ≤ 3 c. |𝑥 − 1| ≥ 3
b. |𝑥 + 2| < 1 d. |𝑥 + 2| > 1
Jawab :
a. |𝑥 − 1| ≤ 3 maka −3 ≤ 𝑥−1 ≤3 berdasarkan teorema 1
−3 + 1 ≤ 𝑥 − 1 + 1 ≤ 3 + 1 untuk menghilangkan angka -
1 maka +1
−2 ≤ 𝑥 ≤4
Maka garis bilangannya :

d. |𝑥 + 2| > 1 maka X + 2 > 1 atau x + 2 < -1 berdasarkan teorema 2


X >1–2 x < -1 – 2
X > -1 x < -3

Maka garis bilangannya :

Untuk b dan c kamu coba kerjakan.


BAB 3
SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL
SPLTV
Masih ingat kah kamu tentang SPLDV, sebelum membahas SPLTV mari mengingat kembali
pelajaran masa lalu mu!

Jangan move on dari masa lalu


Masalah 1:
1
1) Tuti mempunyai sejumlah uang, kemudian Ayay memberikan uang pada Tuti sebanyak 3 dari
uang Tuti semula. Uang Tuti sekarang Rp 12.000,00. Berapa uang Tuti semula?
Penyelesaian:
a. Nyatakan hal yang diketahui menjadi suatu variabel
Misal: Uang Tuti semula = x
b. Buat model matematika dari masalah
1
Uang Tuti semula + Uang Tuti semula = 12.000
3
1
..... + ..... = 12.000
3
c. Selesaikan model matematika tersebut
1
..... + 3 ..... = 12.000
... x = 12.000
12.000
X= = ...............
…………
Jadi. Uang Tuti semula adalah ..........

Definisi:
Bentuk umum Persamaan Linier Satu Variabel : ax + b = 0
a, b ∈ ℝ dan a ≠ 0 di mana
a : ..................... x : .................... b : ....................
Bentuk umum Persamaan Linier Dua Variabel: ax + by + c = 0
a, b ∈ ℝ dan a , b ≠ 0 di mana
x, y : ..................... a : .....................
b : .................... c : ....................

Masalah 2:

Uang Adi lebih banyak dari uang Bayu, tetapi lebih sedikit dari uang Cici. Uang Cici lebih
sedikit Rp 3000 dari uang Dina dan uang Dina lebih banyak Rp 5.000 dari uang Adi.

Urutkan dari jumlah uang yang paling banyak!

Penyelesaian:

Misalkan:
Uang Adi = A Uang Cici = C

Uang Bayu = B Uang Dina = D

a) Uang Adi lebih banyak dari uang Bayu : A ... B


b) Uang Adi lebih sedikit dari uang Cici : A .... C
c) Uang Cici lebih sedikit Rp 3000 dari uang Dina : C + ........... = D , maka C .... D
d) Uang Dina lebih banyak Rp 5.000 dari uang Adi : D = A + ............. , maka A .... D
Jadi, urutannya dari yang terbesar adalah ....................................
Menggambar Daerah Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

1) x<2

0
2) x > -4

0
3) 1 < x <3

0
4) x≤4

0
5) x ≥ -1

0
6) -2 ≤ x ≤ 4

A. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel


1. Dona membeli tiga buah jeruk dan sebuah apel seharga Rp. 5.000,-
sedangkan Doni membeli dua buah jeruk dan dua buah apel seharga Rp.
6.000,- Berapa harga sebuah jeruk dan apel?
Cara Substitusi:
Misalkan x = jeruk dan y = apel
...x + y = 5.000 (1)
...x + ...y = 6.000 (2)
Diselesaikan dengan substitusi
.... x + y = 5.000
y = 5.000 – ....x (1) substiusikan ke persamaan (2)
... x + ... y = 6.000 (2)
.... x + ... (5.000 – 3x) = 6.000
.... x + ............... – .... x = 6.000
.......x =...............
X = ...................
Jadi harga sebuah jeruk adalah...........................

... x + ... y = 6.000 (2)


... x = 6.000 - ... y
x = ............................... substitusikan ke persamaan (1)
.... x + y = 5.000
......................... + y = 5000
.... y = ....................
Y = .....................
Jadi harga sebuah apel adalah...........................

Cara eliminasi:
Misalkan x = jeruk dan y = apel
3x + y = 5.000 (1)
2x + 2y = 6.000 (2)
Eliminasi x :
(kalikan dengan suatu bilangan agar koefisien x pada persamaan (1) dan (2) sama
3x + y = 5.000 x ........x + ....y = .........
2x + 2y = 6.000 x ........x + ....y = .........
.....x = .............
x = ...............
Jadi harga sebuah jeruk adalah ........................
Eliminasi y :
(kalikan dengan suatu bilangan agar koefisien y pada persamaan (1) dan (2) sama
3x + y = 5.000 x ........x + ....y = .........
2x + 2y = 6.000 x ........x + ....y = .........
.....y = ......
Y = ...............
Jadi harga sebuah apel adalah ........................
Cara Gabungan Eliminasi dan Substitusi:
Misalkan x = jeruk dan y = apel
3x + y = 5.000 (1)
2x + 2y = 6.000 (2)
Eliminasi x :
(kalikan dengan suatu bilangan agar koefisien x pada persamaan (1) dan (2) sama
3x + y = 5.000 x ........x + ....y = .........
2x + 2y = 6.000 x ........x + ....y = .........
.....x = .............
x = ...............
Jadi harga sebuah jeruk adalah ........................
Substitusi x = ............... ke salah satu persamaan (1) atau (2)
Misal ke persamaan (1)
3x + y = 5.000
3 (.............) + y = .................
................ + y = .................
Y = .....................
Jadi harga sebuah apel adalah ........................

2. Ani membeli makanan camilan yang terdiri 4 bungkus wafer dan satu bungkus kripik di toko
Serba Enak harus membayar Rp. 13.000,-. Anisa ditoko yang sama membeli sebungkus wafer
dan 3 bungkus kripik membayar Rp. 17.000,-. Anita ditoko yang sama membeli 2 bungkus wafer
dan 2 bungkis kripik membayar dengan uang Rp. 20.000,-. Berapa uang kembalian yang akan
diterima Anita?
Silahkan dijawab dengan cara yang menurutmu paling mudah!

B. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel


1. Tentukan penyelesaian permasalah berikut
Ada tiga orang siswa berbelanja ke toko. Siswa pertama membeli 1 buku, 1pensil dan 1
panggaris membayar uang sebesar Rp 1.800,- , siswa kedua membeli 2 buku dan 1pensil
membayar uang sebesar Rp 25.000,- dan siswa ketiga beli 1 penggaris membayar uang sebesar
Rp3.000,-
Penyelesaian:
Misalkan:
Buku = x, pensil = y dan penggaris = z
Model matematika dari permasalah:
x + y + z = …….. (1)
2 x + y = ......... (2)
Z = ......... (3)
Menggunakan cara gabungan:
Dari persamaan (1) dan (2) eliminasi y
x + y + z = 1800
2x+y = 25000 -
..... + .... = .......... (4)
Dari persaman (3) disubtitusikan ke persamaan (4)
-x + 3000 = .............
-x = ..............
x = ................ (5)
dari persamaan (3) dan (5) ke persamaan (1)
x + y + z = 1800
.............. + y + ............. = 1800
y = 1800 - ..............
y = ................
Jadi harga 1 buku = ......................
1 pensil = ......................
1 penggaris = ......................

2. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.


x + 3y - z = 3 (1)
x + 2y + 3z = -2 (2)
x + y - z = 1 (3)
Penyelesaian: Cara gabungan
Eliminasi x dari persamaan (1) dan (2)
x + 3y - z = 3
x + 2y + 3z = -2
-
..... - ..... = 5 ..... ( 4 )
Eliminasi x dari persamaan (2) dan (3
x + 2y + 3z = -2 .......(2)
x + y - z = 1 ....(3)
-
.... + ..... = - 3 .........(5)
Eliminasi y dari persamaan (4) dan (5)
.... - .... = 5
..... + .... = - 3
-
- 8 z = ....
Z = ........
Untuk z = .... maka y - 4z = 5
y - 4(..... ) = 5
y + ...... = 5
y = ......
Untuk z = ..... dan y = ..... , maka x + 3y - z = 3
X + 3( ..... ) - ( ..... ) = 3
X + .... + .... = 3
X + ..... = 3
X = .....
Jadi , Himpunan penyelesaiannya adalah { ( .... , .... , ....) }
BAB 4
RELASI DAN FUNGSI
A. Pengertian Produk Cartesius
Jika A dan B adalah dua himpunan yang tidak kosong, maka produk Cartesius himpunan A
dan himpunan B adalah himpunan semua pasangan terurut (x,y) dengan x  A dan y  B dan ditulis
AxB = {(x,y) | x A dan y  B}.
Contoh :
Misal A : {a, b, c} dan B : {1, 2}, tentukan :
a. A x B c. A x A
b. B x A d. B x B
Jawab:
A x B = {(a,1), (b,1), (c,1), (a,2), (b,2), (c,2)}
B x A = {(1,a), (1,b), (1,c), (2,a), (2,b), (2,c)}
A x A = {(a,a), (a,b), (a,c), (b,a), (b,b), (b,c), (c,a), (c,b), (c,c)}
B x B = {(1,1), (1,2), (2,1), (2,2)}
B. Relasi
Misal :
A x B adalah produk Cartesius himpunan A dan B, maka relasi atau hubungan R dari A ke B adalah
sembarang himpunan bagian dari produk Cartesius A x B.
Pada relasi R = {(x,y)| x  A dan x  B} dapat disebutkan bahwa :
a. Himpunan ordinat pertama dari pasangan terurut (x,y) disebut daerah asal (domain).
b. Himpunan B, disebut daerah kawan (kodomain).
c. Himpunan bagian dari B yang bersifat Ry dengan y  B disebut daerah hasil (range) relasi R.
Suatu relasi R = {(x,y) | x  A dan x  B} dapat ditulis dengan menggunakan :
a. Diagram panah
b. Grafik pada bidang Cartesius
Contoh :
Relasi dari himpunan A : {1,2,3,4} ke himpunan B : {0,1,2,3,4} ditentukan oleh f : {(1,0), (2,1), (3,2),
(4,3)} dapat dituliskan rumus fungsi f : {(x,y) | y = x-1, x  A, y  B}.
Fungsi f disajikan dalam diagram panah sebagai berikut :
Domain : Df : {1,2,3,4}
1 0
Kodomain : Kf : {0,1,2,3,4}
2 1 Range : Rf : {0,1,2,3}

3 2

4 3
Relasi f
Fungsi f dapat digambarkan grafik pada bidang kartesius :

0 1 2 3 4

C. Fungsi atau Pemetaan


Relasi dari himpunan A ke himpunan B disebut fungsi atau pemetaan, jika dan hanya jika tiap
unsur dalam himpunan A berpasangan tepat hanya dengan sebuah unsur dalam himpunan B. f adalah
suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B, maka fungsi f dilambangkan dengan f : A  B
A B

  jika x A dan y  B, sehingga (x,y)  f, maka y disebut

  peta atau bayangan dari x oleh fungsi f dinyatakan dengan


lambang y : f (x) (ditunjukkan dalam gambar disamping)
 

 

f : x  y = f (x)

y = f (x) : rumus untuk fungsi f


x disebut variabel bebas
y disebut variabel tak bebas
Contoh :
Diketahi f : A  B dan dinyatakan oleh rumus f (x) = 2x – 1.
Jika daerah asal A ditetapkan A : {x | 0  x  4. x  R}
a. Tentukan f (0), f (1), f (2), f (3) dan f (4).
b. Gambarkan grafik fungsi y : f (x) = 2x – 1 dalam bidang kartesius.
c. Tentukan daerah hasil dari fungsi f.
Jawab :
a. f (x) = 2x – 1, maka :
f (0) = -1
f (1) = 1
f (2) = 3
f (3) = 5
f (4) = 7
b. Grafik fungsi y : f (x) = 2x – 1

y = f (x) = 2x – 1

Daerah asal

Kerjakan Soal berikut


1. Perhatikan himpunan A dan B berikut ini
A = {Rupiah, Rupee, Baht, Ringgit} B = {Indonesia, India, Thailand, Malaysia}
Dapatkah Anda melihat adanya hubungan antara himpunan A dan B?
Jelaskan :
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
2. Perhatikan empat himpunan berikut ini
C={Jakarta, London, Cairo, Beijing} , D={Indonesia, Inggris, Mesir, China}
E={Indonesia, Brazil, Nigeria, Swiss},F={Asia,Amerika,Afrika,Eropa}
Tentukan pasangan himpunan yang dapat mempunyai hubungan dan jelaskan hubungannya
Jawab:
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
3. Isilah diagram Venn A dengan anggota himpunan A dan diagram venn B dengan anggota
himpunan B dai soal no 1
A B

Selanjutnya buatlah hubungan anggota himpunan A dengan menggunakan


dengan anggota himpunan B
4. Ulangi kembali seperti no 3 dengan himpunan-himpunan pada soal no 2
Jawab : A B

5. Tentukan titik titik pada kordinat kartesius berikut sehingga memperlihatkan hubungan pada
jawaban soal no 3

Malaysia
Thailand
India

Indonesia

Rupiah Rupee Bath Ringgit


6. Buatlah Himpunan pasangan berurutan dari”Koordinat kartesius” pada jawaban soal no 5
Jawab :
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
7. Ria, Budi, dan Edy gemar bermain bulu tangkis. Eko dan Andi gemar bermain bola basket.
Ali gemar bermain bulu tangkis dan bola basket.
a. Jika A adalah himpunan nama anak dan B adalah himpunan permainan, maka :
Tunjukkanlah relasi di atas dengan diagram panah!
b. Nyatakanlah relasi tersebut dengan himpunan pasangan berurutan
A B
Jawab:

A x B = {(Ria, ..................................... ), (Budi, .....................................), (................. , Bulu


tangkis), (............ , .....................), (............. , ..........................), (............. , ..........................)}

8. Tuliskan” hubungan” dari setiap diagram panah berikut ini


9. Buatlah kesimpulan bagaimana dapat terjadinya hubungan antara 2 himpunan!
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
10. Perhatikan diagram panah

a. Tentukan hubungan dari setiap diagram panah berikut!


b. Diagram panah mana yang semua anggotanya mendapat pasangan anggota himpunan B?
.........................................................................................................................................
11. Diagram panah yang setiap anggota himpunan A mendapat pasangan tepat satu pada anggota
himpunan B dinamakan fungsi atau dengan simbol f . Manakah diagram panah pada soal no 9
yang merupakan fungsi , berikan alasannya
Jawab :
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

12. Dalam fungsi himpunan A dinamakan Domain , himpunan B dinamakan kodomain ,


himpunan anggota himpunan B yang mendapat pasangan dinamakan range
Tentukan Domain, Kodomain dan range dari setiap fungsi pada soal no 10
Jawab:
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
Dalam fungsi aljabar himpunan setiap nilai x yang yang menghasilkan nilai y yang merupakan
bilangan riil merupakan daerah asal atau Domain dari fungsi dan himpunan nilai y yang merupakan
bilangan riil dinamakan daerah hasil atau Range dari fungsi.

13. Perhatikan diagram berikut.

     
     
     
     

(a) (b) (c)


Diagram manakah yang mendefinisikan fungsi? Jelaskan.
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
14. Diketahui fungsi f ( x)  3x  2 , hitunglah :
a. f(2) b. f(-2)
Jawab :
a. f(2) = 3 (....) – 2 = .... - .... = .....
b. f(-2) = 3 (....) – 2 = .... - .... = .....
Latihan
1. Relasi-relasi himpunan A : {a,b,c,d} ke himpunan B : {1,2,3,4} berikut ini manakah yang
merupakan fungsi / pemetaan (gambarkan terlebih dulu diagram panahnya).
a. f = {(a,1), (b,2), (c,3), (d,4)}
b. g = {(a,2), (b,2), (c,3), (d,3)}
c. h = {(a,4), (b,1), (b,3), (c,2), (d,4)}
d. i = {(a,1), (a,2), (a,3), (a,4)}
e. j = {(a,1), (b,1), (c,1), (d,1)}
2. Relasi-relasi yang disajikan dalam bentuk grafik kartesius manakah yang merupakan pemetaan
atau fungsi ? Y
Y

a. b.

X X
0 0

Y Y
c. d.

X X
0 0
BAB 5

TRIGONOMETRI

A. Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku

Perbandingan pada sisi-sisi segitiga


depan b d. cotg
a. sin  = = samping a A
miring c   α
samping a depan b c
b. cos    e. sec
miring c b
miring c
depan b  
c. tan    samping a B β γ C
samping a a
miring c
f. csc   
depan b

Trigonometri Dasar
y
 sin  =
r
 cos  = x
r
y
 tan  =
x
B. Perbandingan trigonometri sudut Istimewa (30º, 45º, 60º)

Nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa dapat dicari dengan menggunakan segitiga siku-
siku istimewa (gambar. 1 dan gambar.2)

º sin cos tan

1 3
30 ½ ½ 3 3

45 ½ 2 ½ 2 1

gambar 1 gambar 2
60 ½ 3 ½ 3

C. Perbandingan Trigonometri sudut berelasi

Perbandingan trigonometri sudut berelasi dapat dicari dengan menggunakan bantuan lingkaran
satuan seperti pada gambar 3
1. Sudut berelasi (90º – )

a) sin(90º – ) = cos 
b) cos(90º – ) = sin 
c) tan(90º – ) = cot 

2. Sudut berelasi (180º – )

a) sin(180º – ) = sin 
b) cos(180º – ) = – cos 
c) tan(180º – ) = – tan 

3. Sudut berelasi (270º – )

a) sin(270º – ) = – cos 
b) cos(270º – ) = – sin 
c) tan(270º – ) = cot 

4. Sudut berelasi (– )
gambar 3
a) sin(– ) = – sin 
b) cos(– ) = cos 
c) tan(– ) = – tan 
D. Rumus–Rumus dalam Segitiga

a
1. Aturan sinus : sin A  b
sin B
 c
sin C
 2r
Aturan sinus digunakan apabila kondisi segitiganya adalah:

 
b b


c
a. 2 sudut dan satu b. 2 sisi dan satu sudut di depan sisi sisi
sisi
2. Aturan Kosinus : a2 = b2 + c2 – 2bc cos A
Aturan kosinus digunakan jika kondisi segitiganya:

b b
a


c c
a. sisi sisi sisi b. sisi sudut sisi

3. Luas segitiga
a) L = ½ a · b sin C :  dengan kondisi “sisi sudut sisi”
2
a  sin B  sin C
b) L = :  dengan kondisi “sudut sisi sudut”
2 sin(B  C)
c) L = s( s  a)( s  b)( s  c ) , s = ½(a + b + c) :  dengan kondisi “sisi sisi sisi”