Anda di halaman 1dari 19

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP
PGRI Madiun yang berada di lantai 2 Kampus I IKIP PGRI MADIUN Jl. Setia
Budi 85 Madiun. Pemilihan tempat tersebut didasari pada pertimbangan sebagai
berikut:
1. Penelitian mengenai literasi finansial belum pernah dilakukan. Hal tersebut
membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di IKIP PGRI
MADIUN.
2. Mayoritas mahasiswa Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI MADIUN yang masih
awam dengan literasi finansial.
3. Mahasiswa kebanyakan tidak memiliki tabungan dan tidak memiliki
pemahaman yang jelas berkaitan dengan literasi finansial.

B. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan
Desember 2014. Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1. Jadwal Penelitian
Tahun
Jenis Tahun 2014
2015
Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb
Mengajukan
Judul
Pengajuan
Proposal
Perijinan
Pengumpulan
Data
Analisis Data
Penyusunan
Laporan

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

31

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

C. Tata Laksana Penelitian


1. Jenis dan Perancangan Penelitian
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksplanatori (expost facto
research) yaitu penelitian yang menganalisis hubungan kausal atau hubungan
variable independen terhadap variabel dependen dan peneliti tidak melakukan
perlakuan apapun terhadap variabel independen. Penelitian ini bertujuan
menjelaskan hubungan pendidikan pengelolaan keuangan keluarga, kebiasaan
belanja dan jenis kelamin dengan literasi finansial mahasiswa.
2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Menurut Siswandari (2011:5) populasi adalah himpunan sampel
atau anggota yang akan diamati. Sugiyono (2012:117) mengartikan
sampel sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam
penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi yang berjumlah 136
mahasiswa.
b. Sampel
Menurut Siswandari (2011:5) sampel merupakan sebagian
anggota populasi. Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 118) menyatakan
bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut Penentuan jumlah sampel yang dibutuhkan dapat
diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

s= (Sugiyono, 2010:118) dimana,

dengan dk = 1, taraf kesalahan bias 1%, 5%, 10%


P =b
Q = 0.5,
d = 0.05,
s = jumlah sampel

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate


random sampling yaitu. Pendistribusian sampel didasarkan pada proporsi
jumlah mahasiswa setiap angkatan dengan rumus:

ni = n (Riduwan dan Kuncoro, 2011: 57)

Keterangan:
Ni = jumlah sampel menurut stratum
n = jumlah sampel seluruhnya
Ni = jumlah populasi menurut stratum
N = jumlah populasi seluruhnya

Jumlah mahasiswa Pendidikan Ekonomi dapat dirinci sebagai berikut:


Tabel. 3.2. Jumlah Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Jenis Kelamin Prosentase (%)
Semester Jumlah
L P L P
I 14 30 44 10.29 22.06
III 9 27 36 6.62 19.85
V 7 23 30 5.15 16.91
VII 8 8 16 5.88 5.88
Perpanjangan 7 3 10 2.21 5.15
Jumlah Total 45 91 136 30.15 69.85

Dari data diatas dengan menggunakan Rumus Slovin dengan taraf


signifikansi 0.05 diperoleh sampel sejumlah 101.49254 yang dibulatkan ke
atas menjadi 102 mahasiswa. Ukuran sampel untuk masing-masing
semester dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut:
Tabel. 3.3. Ukuran Sampel Masing-Masing Semester
Prosentase Slovin Pembulatan
Semester
L P L P L P
I 10.29 22.06 10.29 % x 102 22.06 % x 102 11 23
III 6.62 19.85 6.62 % x 102 19.85% x 102 7 20
V 5.15 16.91 5.15 % x 102 16.91% x 102 5 17
VII 5.88 5.88 5.88 % x 102 5.88% x 102 6 6
Perpanjangan 2.21 5.15 2.21 % x 102 5.15% x 102 2 5
Jumlah 30.15 69.85 30.15 % x 102 69.85% x 102 31 71
Jumlah Total 102

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional


a. Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
(Sugiyono, 2013:60 )
Pada penelitian ini terdapat tiga variabel yang terdiri dari tiga variabel
bebas (X1, X2, X3) dan satu variabel terikat (Y). Tiga variabel bebas
pendidikan pengelolaan keuangan keluarga (X1), kebiasaan pengeluaran (X2)
jenis kelamin (X3) serta satu variabel terikat yaitu literasi finansial (Y).
Secara konseptual, hubungan antar variabel-variabel tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut:

PPKK

KP
LF

JK

Gambar. 3.1. Hubungan Antar Variabel


(sumber: diolah peneliti, 2015)

b. Definisi Operasional Variabel


1) Tingkat literasi finansial adalah kemampuan seseorang untuk
mendapatkan, memahami, dan mengevaluasi informasi yang
relevan untuk pengambilan keputusan dengan memahami
konsekuensi finansial yang ditimbulkannya. Indikatornya adalah
(1) mencari pilihan-pilihan dalam berkarir; (2) memahami factor-
faktor yang memhubungani gaji bersih; (3) mengenal sumber-
sumber pendapatan; (4) menjelaskan bagaimana mencapai
kesejahteraan dan memenuhi tujuan keuangan; (5) memahami

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

anggaran menabung; (6) memahami asuransi; (7) mengenalisis


risiko, pengembalian dan likuiditas; mengevaluasi alternative-
alternatif investasi; (8) mengevaluasi alternatif-alternatif
investasi; (9) menganalisis hubungan pajak dan inflasi terhadap
hasil investasi; (10) menganalisis keuntungan dan kerugian
berhutang; (11) menjelaskan tujuan dari rekam jejak kredit dan
mengenal hak-hak debitur; (12) mendeskripsikan cara-cara untuk
menghindari atau memperbaiki masalah hutang; (13) mengetahui
hukum dasar perlindungan konsumen dalam kredit dan hutang;
(14) mampu membuat pencatatan keuangan; (15) memahami
laporan neraca, laba rugi, dan arus kas.
2) Pendidikan pengelolaan keuangan keluarga adalah segala bentuk
interaksi orang tua dan anak di lingkungan keluarga untuk
penanaman pengetahuan, sikap dan perilaku yang bertujuan
memberikan pemahaman tentang nilai uang agar dapat mengatur
pemanfaatan uang. Indikatornya adalah (1) keteladanan orang tua;
(2) pembiasaan terhadap anak; (3) diskusi tentang keuangan; (4)
partisipasi anak dalam kegiatan keuangan.
3) Kebiasaan belanja adalah sesuatu yang kebiasaan seseorang
dalam mengeluarkan atau membelanjakan uang. Indikatornya
adalah (1) konsep perencanaan merujuk pada rencana seseorang
dalam mengeluarkan uang atau menghabiskan uang; (2) konsep
menabung merujuk pada kepemilikan tabungan atau tidak; (3)
konsep pembelian untuk hal yang dianggap penting merujuk pada
pembelian barang-barang yang menjadi kebutuhan utama.
4) Jenis kelamin adalah konsep karakteristik (sifat fisik maupun
psikis) yang membedakan seseorang antara laki-laki dan
perempuan.
c. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah dengan menggunakan tes dan studi pustaka. Penyebaran angket

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara langsung


oleh peneliti. Responden diminta untuk mengisi jawaban kuesioner
dengan memberikan tanda check
tersedia sesuai dengan penilaian yang dirasakan paling benar oleh
responden atas pernyataanp-pernyataan dalam kuesioner.
d. Instrumen Penelitian
Instrument merupakan alat untuk mengukur, mengobservasi yang
dapat menghasilkan data kuantitatif. Instrument penelitian digunakan
untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. dengan demikian jumlah
instrument yang akan digunakan untuk penelitian tergantung pada jumlah
variabel yang diteliti. dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrument
penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrument.
Intrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat
menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrument tersebut
tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. (Sugiyono,
2013:305).
Instrument penelitian akan digunakan untuk melakukan
pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat,
maka setiap instrument harus mempunyai skala. Skala pengukuran yang
digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, yaitu skala untuk
mengukur sikap, pendapatan, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena social yang disebut dengan variabel penelitian.
Dengan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan
menjadi indicator variabel, kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai
titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa
pernyataan atau pertanyaan. Jawaban dari setiap item tersebut
mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif seperi
berikut ini:
Sangat setuju dengan skor 5
Setuju dengan skor 5
Ragu-ragu dengan skor 5

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Tidak setuju dengan skor 5


Sangat tidak setuju dengan skor 5
Instrumen untuk masing-masing variabel penelitian
dikembangkan dari indikator variabel yang pengembangannya
didasarkan pada hasil kajian teoritis, kerangkan pikir dan devinisi
operasional yang dianggap memadai sesuai dengan konteks pada
penelitian ini. Pengembangan instrument penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini dijabarkan dalam tabel 3.1 berikut:
Table 3.4.Pengembangan Instrumen
No. Variabel Indikator Instrumen
1. Tingkat Literasi Mencari pilihan-pilihan dalam Angket
Finansial berkarir
(Widayati 2011; Memahami faktor-faktor yang
Jorgensen 2007) memhubungani gaji bersih
Mengenal sumber-sumber
pendapatan
Menjelaskan bagaimana mencapai
kesejahteraan dan memenuhi
kebutuhan keuangan
Memahami anggaran menabung
Memahami asuransi
Memahami risiko, pengembalian
dan likuiditas
Mengevaluasi alternative-alternatif
investasi
Menganalisis hubungan pajak dan
inflasi terhadap hasil investasi
Menganalisis keuntungan dan
kerugian berhutang
Menjelaskan tujuan dari rekam
jejak kredit dan mengenal hak-hak
debitur
Mendeskripsikan cara-cara untuk
menghindari atau memperbaiki
masalah hutang
Mengetahui hokum dasar
perlindungan konsumen dalam
kredit dan hutang
Mampu membuat pencatatan
keuangan
Memahami laporan neraca, laba

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

rugi dan arus kas.


2. Tingkat Literasi Sikap terbuka terhadap informasi Angket
Finansial Menilai pentingnya mengelola
(Widayati 2011; keuangan
Jorgensen 2007) Percaya diri
Orientasi ke masa depan
Tanggung jawab keuangan
3. Pendidikan Keteladanan orang tua Angket
pengelolaan Pembiasaan terhadap anak
keuangan Diskusi dengan orang tua
keluarga Partisipasi dalam keuangan
(Widayati 2011; keluarga
Jorgensen 2007)
4. Kebiasaan Konsep perencanaan pengeluaran Angket
Belanja Konsep menabung merujuk pada
(Shaari, et. al /kepemilikan tabungan atau tidak
2013; Septiani & konsep pembelian
Rita 2013)
5. Jenis Kelamin Konsep karakteristik (sifat fisik Angket
(Shaari, et. al maupun psikis) yang membedakan
2013; Septiani & seseorang antara laki-laki dan
Rita 2013) perempuan yang dikuantisir
dimana laki-laki dinyatakan
dengan (1) dan perempuan
dinyatakan dengan (0).

e. Uji Validitas dan Reliabilitas


Tes dan angket diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu
sebelum di sebarkan ke responden untuk memperoleh data. Validitas
bertujuan untuk mengetahui sejauhmana ketepatan dan kecermatan alat
ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrument dikatakan valid
apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta mengungkapkan
data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji validitas isi dan uji validitas konstruk.
Validitas ini bertujuan untuk mengetahui sejaumana item-item dalam tes
mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang akan diukur. Professional
judgment dimintakan kepada dosen pembimbing penelitian.
Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hasil suatu
pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2006). Suatu tes dapat dikatakan

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan


hasil yang tetap.
Peneliti melakukan menyusun soal sebanyak 44 butir item
pertanyaan untuk angket. Peneliti melakukan uji coba instrument dengan
menyebar tes dan angket kepada 37 responden di luar sampel. Dari 44
item soal kesemuanya dinyatakan valid.
1) Hasil Uji Validitas
Berdasarkan uji validitas item pertanyaan dalam kuesioner
penelitian ini menggunakan uji korelasi dimana setiap item dinyatakan
valid apabila nilai dari sig 2 tailed 0.05. Hasil uji validitas disajikan
dalam tabel-tabel berikut ini.

Tabel 3.5. Hasil Uji Validitas Instrumen Literasi Finansial


Variabel Item Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keterangan
Y 1 0.980 0.000 Valid
2 0.657 0.000 Valid
3 0.657 0.000 Valid
4 0.980 0,000 Valid
5 0.980 0,000 Valid
6 0.980 0,000 Valid
7 0.980 0,000 Valid
8 0.980 0,000 Valid
9 0.954 0,000 Valid
10 0.954 0,000 Valid
11 0.980 0,000 Valid
12 0.980 0,000 Valid
13 0.980 0,000 Valid
14 0.980 0,000 Valid
15 0.954 0,000 Valid
16 0.954 0,000 Valid
17 0.980 0,000 Valid
18 0.980 0,000 Valid
19 0.657 0,000 Valid
20 0.980 0,000 Valid
21 0.980 0,000 Valid
22 0.980 0,000 Valid
23 0.980 0,000 Valid
24 0.657 0,000 Valid

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Tabel 3.6. Hasil Uji Validitas Instrumen Pendidikan Pengelolaan


Keuangan Keluarga
Variabel Item Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keterangan
X1 1 0.698 0,000 Valid
2 0.614 0,000 Valid
3 0.547 0,000 Valid
4 0.457 0,004 Valid
5 0.427 0,008 Valid
6 0.600 0,000 Valid
7 0.512 0,001 Valid
8 0.545 0,000 Valid
9 0.613 0,000 Valid
10 0.518 0,001 Valid
11 0.485 0,002 Valid
12 0.632 0,000 Valid

Tabel 3.7. Hasil Uji Validitas Instrumen Kebiasaan Pengeluaran


Variabel Item Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keterangan
X2 1 0.362 0,028 Valid
2 0.426 0,009 Valid
3 0.541 0,001 Valid
4 0.603 0,000 Valid
5 0.534 0,001 Valid
6 0.552 0,000 Valid
7 0.704 0,000 Valid
8 0.680 0,000 Valid

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item soal dari
variabel literasi finansial, pendidikan pengelolaan keuangan keluarga dan
kebiasaan kebiasaan pengeluaran dinyatakan valid karena nilai sig2
tailed 0.05.

2) Hasil Uji Reliabilitas


Hasil uji reliabilitas menggunakan sebagai alat
pengujian ditemukan bahwa konsistensi internal dari item soal yang
berkaitan dengan literasi finansial menunjukkan angka sebesar 0.767. Uji
reliabilitas dari item soal pendidikan pengelolaan keuangan keluarga

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

sebesar 0.738. uji reliabilitas berkaitan dengan item soal kebiasaan


pengeluaran 0.729.
Hasil uji reliabilitas disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 3.8. Hasil Uji Reliabilitas Variabel

Variabel Cronbach Alpha Prosentase (%) Keterangan


Y 0.767 100 Reliabel
X1 0.738 100 Reliabel
X2 0.729 100 Reliabel

Hasil uji reliabilitas dalam tabel diatas menunjukkan bahwa nilai


Cronbach Alpha lebih besar dari 0.700 yaitu berkisar antara 0.729
hingga 0.767. Dengan demikian dapat disimpulkan seluruh item soal
dalam penelitian ini reliabel.

f. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk
mengolah data hasil penelitian. Ada dua cara analisis data dalam suatu
penelitian, yaitu teknik statistic dan teknik non statistik. Dalam penelitian
ini menggunakan teknik statistic karena data yang diambil peneliti
merupakan data kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan adalah
teknik analisis regresi linier berganda.
Analisis data adalah proses mengatur urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian
dasar (Bungin, 2006). Karena penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif, maka metode analisis data yang digunakan adalah alat
analisis yang bersifat kuantitatif yaitu model statistik. Hasil analisis
nantinya akan disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian
dijelaskan dan di interpretasikan dalam suatu uraian.
Teknik analisis data merupakan langkah yang digunakan untuk
menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian. Adapun teknis analisis

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Menurut
Sugiyono (2013:86) analisis regresi adalah suatu analisis yang mengukur
pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengukuran
hubungan antara variabel melibatkan lebih dari satu variabel bebas, maka
analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dikatakan
linier karena setiap estimasi atas nilai diharapken mengalami peningkatan
atau penurunan mengikuti garis lurus. Persamaan estimasi regresi linier
berganda adalah sebagai berikut.
= a + b1X1 + b2X2 + ... + bnXn
Keterangan:
a = nilai konstanta (nilai apabila X1, X2, X3, ... Xn = 0)
b1, b2, b3,...bn = nilai koeffisien regresi X1, X2, X3, ... Xn
= Literasi Finansial
X1 = Pendidikan Pengelolaan Keuangan Keluarga
X2 = Kebiasaan Pengeluaran
X3 = Jenis Kelamin
Penggunaan nilai konstanta dilakukan satuan-satuan variabel X
dan tidak sama. Sebaliknya jika variabel X dan variabel mempunyai
satuan yang sama, maka nilai yang konstanta diabaikan dengan asumsi
setiap perubahan variabel akan proporsional dengan perubahan
variabel X.
Untuk menentukan nilai b1, b2, b3,...bn dipergunakan beberapa
persamaan beberapa persamaan regresi linier berganda.
= an + b1 X1 + b2 2
2
X 1 = a X 1 + b1 1 + b2 1X2
2
2 = 2 2 + b2 1X2 + ... +bn X2Xn dan seterusnya.
Banyaknya persamaan regresi linier berganda untuk menghitung b1, b2,
b3,...bn dapat dirumuskan nx + 1, dimana nx adalah banyaknya variabel
bebas (X).

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

g. Uji Asumsi Klasik


Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda untuk
menguji hipotesis penelitian. Analisis tersebut mengharuskan beberapa
asumsi yang harus dipenuhi yaitu:
1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan dengan tujuan untuk mengetahui
normal tidaknya data yang diperoleh. Uji normalitas dilakukan dengan
cara mengamati kesesuaian probabilitas normal, sebaran komulatif
residual teramati (z res) terhadap sebaran komulatif distribusi normal.
Menurut Siswandari (2010:44) ada beberapa cara yang dapat
ditempuh untuk mendeteksi apakah residu berdistribusi normal atau
tidak. Cara tersebut adalah dengan:
(a) membuat histogram dari residu yang telah diketahui, baik melalui
perhitungan secara manual maupun dengan bantuan komputer.
(b) Membuat plot antara residu dengan ordered-normal. Jika residu
berdistribusi normal maka plot yang diperoleh adalah berupa garis
lurus.
(c) Menggunakan uji Anderson-Darling , Shapiro-Wilk atau
Kosmogorov-Smirnov.
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi statistic
SPSS 16,0 for windows. Dasar pengambilan keputusan adalah: 1) jika
data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal maka model memenuhi asumsi normalitas, dan 2) jika data
yang menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti garis
diagonal, maka model tidak akan memenuhi asumsi normalitas.
2) Uji Linieritas
Uji linieritas adalah uji yang dilakukan untuk mendeteksi adanya
hubungan linier antara variabel X dan Y (Siswandari, 2010:35). Untuk
mendeteksi hal tersebut dapat dilakukan dengan :

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

(a) Melihat plot residu


Jika plot yang bersangkutan menggambarkan diagram pencar yang
tidak berpola, maka dapat dikatakan tidak terjadi kesalahan pada
fungsi garis regresi.
(b) Melihat plot antara variabel X dan Y
Jika plot yang bersangkutan menggambarkan garis lurus maka ada
hubungan linier antara variabel X dan Y.
(c) Melihat plot antara residu dengan variabel X
Jika plot yang bersangkutan menggambarkan diagram pencar maka
terjadi hubungan linier antara variabel X dan variabel Y.
(d) Melakukan tes formal
Selain tiga cara diatas, tes lain yang dapat dilakukan untuk menguji
linieritas adalah dengan melakukan tes ketidakcocokan model.
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varians yang residual suatu
pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah model regresi yang
tidak memiliki persamaan varians residual suatu periode pengamatan yang
lain atau tidak terjadi heterokedastisitas. Cara mempredikasi ada tidaknya
heterokedastisitas pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar
(scatterplot model) tersebut. Adapun dasar pengambilan keputusan tentang
uji ini (Nugroho, 2005) adalah: 1) titik-titik data menyebar di atas dan di
bawah atau di sekitar angka 0 (nol), 2) titik-titik data tidak mengumpul
hanya di atas atau di bawah, 3) penyebaran titik-titik data tidak boleh
membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan
melebar kembali, dan 4) penyebaran titik-titik sebaiknya tidak berpola.
Konsekuensi adanya heterikedastisitas ini antara lain uji
signifikansi (uji t dan uji f) menjadi tidak tepat dan koeffisien menjadi
tidak mempunyai varians yang minimum walaupun penaksir tersebut tidak
bias dan konsisten.

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas


adalah menggunakan uji Glejser yaitu melakukan regresi terhadap model
yang digunakan dan setelah mendapatkan nilai residual ei, selanjutnya
meregresikan nilai absolut ei, ei terhadap variabel-variabel yang diduga
i2.
Model ei =
Dimana:
ei = nilai absolute residual
Xi = variabel penjelas
Vi = variabel pengganggu
Apabila t hitung > t table, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti
bahwa ada heterokedastisitas. Sebaliknya jika t hitung < t tabel maka Ho
diterima yang berarti bahwa tidak terdapat heterokedastisitas dan terdapat
homokedastisitas.
4) Uji Multikolinieritas
Menurut Gujarati (2012:414) uji multikolinieritas merupakan suatu
keadaan dimana terdapatnya lebih dari satu hubungan linier pasti diantara
beberapa atau semua variabel independen dari model regresi.
Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah model
regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent. Jika terjadi
korelasi, maka terdapat problem multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada
tidaknya multikolinieritas, dilakukan pengujian dengan metode Klein yaitu
membandingkan nilai (r2) dengan nilai R2. Apabila nilai R2 > (r2), berarti
tidak terjadi gejala multikolinieritas, sedangkan apabila nilai R2 < r2 berarti
terjadi gejala multikolinieritas.
5) Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah
terjadi korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan
menurut waktu (time series) ataukah secara ruang (cross section). Hal ini
mempunyai arti bahwa hasil suatu tahun tertentu dipengaruhi tahun
sebellumnya atau tahun berikutnya. Terdapat kurelasi atas data secara

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

ruang apabila data di suatu tempat dipengaruhi atau mempengaruhi di lain


tempat. Untuk mendeteksi adanya autokorelasi menggunakan uji statistic
Durbin-Watson.
h. Uji Statistik
Setelah dinyatakan tidak terdapat masalah dalam uji asumsi klasik maka
dilakukan uji statistic untuk mengetahui kebenaran hipotesis dengan uji t, uji f
dan uji R2.
1) Uji t
Uji t adalah pengujian koeffisien regresi secara individual untuk
mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel independen dalam
memhubungani variabel dependen, dengan menganggap variabel lain tetapi
dengan menggunakan derajad keyakinan 5%.
Gujarati (2006:115) menjelaskan bahwa hipotesis yang di uji adalah
0 dimana variabel independent secara individu tidak berhubungan
terhadap variabel dependent.
Rumus t hitung adalah:

t hitung =

Keterangan:
1 : koeffisien regresi
Se 1 : satndar eror koeffisien regresi
Kriteria pengujian sebagai berikut:
(a) Apabila nilai t tabel < t hitung < +t tabel, maka Ho diterima. Artinya
variabel independen secara signifikan. Atau jika nilai probabilitasnya <

tingkat tertentu.
(b) Apabila nilai t hitung < -t tabel atau t hitung > +t tabel, maka Ho ditolak.
Artinya variabel independen mampu memhubungani variabel dependen
secara signifikan.
2) Uji f

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Pengujian secara serentak ini bertujuan untuk mengetahui hubungan


variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-
sama, dengan menentukan hipotesis sebagai berikut:
1 2 3 4= 0
HA 1 2 3 4

Setelah itu menentukan F-hitung dengan rumus:


F-hitung = [ R2/ (k-1) : (1-R2)/(N-k)]
Dimana : R2 : koeffisien determinan
N : jumlah observasi/ sampel
K : jumlah variabel
Kriteria pengujian adalah:
(a) Apabila nilai F hitung < F tabel, maka Ho diterima, Ha ditolak. Dalam hal
ini dapat dikatakan bahwa semua koeffisien regresi secara bersama-sama
atau tidak signifikan pada taraf signifikan 5%.
(b) Apabila nilai F hitung > F tabel, maka Ho ditolak , maka Ho ditolak, Ha
diterima. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semua koeffisien regresi
secara bersama-sama signifikan pada taraf signifikan 5%.
3) Indikator Kesesuaian Model
R2 merupakan koeffisien determinasi yang digunakan untuk
mengetahui prosentase variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi
variabel independen. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan
pada analisis regresi yang ditunjukkan oleh besarnya koeffisien determinasi
R2 adjusted antara nol dan satu. Jika R2 sama dengan 0, maka tidak ada
sedikitpun prosentase sumbangan hubungan yang diberikan variabel
independen terhadap variabel dependen, atau variasi variabel independen
yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel
dependen. Sebaliknya R2 sama dengan 1, maka prosentase sumbangan
hubungan yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen
adalah sempurna, atau variasi variabel independen yang digunakan dalam
model menjelaskan 100% variasi variabel dependen.
Rumus adjusted R2 adalah sebagai berikut:

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

adjusted R2 =

Keterangan:
R2 : koeffisien determinasi
N : jumlah observasi
K : Jumlah Variabel

i. Hipotesis Statistik
Hipotesis statistis dalam penelitian ini adalah:
1. H0 = tidak ada hubungan positif pendidikan pengelolaan keuangan
keluarga dengan literasi finansial
H1 = ada hubungan positif pendidikan pengelolaan keuanga
keluarga dengan literasi finansial
2. H0 = tidak ada hubungan positif kebiasaan pengeluaran dengan
literasi finansial
H1 = ada hubungan positif kebiasaan pengeluaran dengan literasi
finansial
3. H0 = tidak ada hubungan positif jenis kelamin dengan literasi
finansial
H1 = ada hubungan positif jenis kelamin dengan literasi finansial
4. H0 = tidak ada hubungan positif pendidikan pengelolaan keuanga
keluarga, kebiasaan pengeluaran dan jenis kelamin dengan
literasi finansial
H1 = ada hubungan positif pendidikan pengelolaan keuanga
keluarga, kebiasaan pengeluaran dan jenis kelamin dengan
literasi finansial

commit to user