Anda di halaman 1dari 6

Analisa Data

Data Masalah Penyebab


DS: pasien mengeluh nyeri pada tangan Nyeri Akut Agen cedera fisik
sebelah kiri.
P : Ketika beraktivitas
Q : Terasa tajam
R : Nyeri pada daerah lengan kiri
S : skala 7
T : menetp

DO: k/u cukup


Grimace (+)
A. Tidak ada sumbatan jalan nafas
B. Nafas spontan, SpO2 98%
C. N : 100x/menit
TD : 126/71 mmHg
Tidak ada perdarahan
CRT < 2 detik
D. Kes composmentis, GCS 456
E. Hanya terdapat fraktur radius ulna
sinixtra dan tidak terdapat multiple
trauma pada tubuh An.D

DS: pasien mengatakan tangan kirinya sakit Intoleransi imobilisasi


untuk digerakkan aktivitas

DO: k/u cukup


Grimace (+)
Fraktur (+)
Bidai (+)
A. Tidak ada sumbatan jalan nafas
B. Nafas spontan, SpO2 98%
C. N : 100x/menit
TD : 126/71 mmHg
Tidak ada perdarahan
CRT < 2 detik
D. Kes composmentis, GCS 456
E. Hanya terdapat fraktur radius ulna
sinixtra dan tidak terdapat multiple
trauma pada tubuh An.D
Ekstremitas
Exs atas Odema (-/+)
Eks bawah odema (-/-)

DS: pasien bertnya terus tentang kondisin Ancaman pada Ansietas


patah tulanag apa tanganya bisa pulih status terkini
kembali atau tidak .
DO: k/u cukup
Tampak gugup (+)
Gelisah (+)
Ketakutan (+)
A. Tidak ada sumbatan jalan nafas
B. Nafas spontan, SpO2 98%
C. N : 100x/menit
TD : 126/71 mmHg
Tidak ada perdarahan
CRT < 2 detik
D. Kes composmentis, GCS 456
E. Hanya terdapat fraktur radius ulna
sinixtra dan tidak terdapat multiple
trauma pada tubuh An.D
Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilisasi
3. Ansietas berhubungan dengan Ancaman pada status terkini

Intervensi
No NOC NIC
.D
x
Ke
p
1.  Pain level Pain Management
 Pain control a. Lakukan pengkajian nyeri secara
 Comfort level komprehensif termasuk
Kriteria Hasil: lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi,k
a.Mampu mengontrol ualitas dan faktor presipitasi
nyeri,penyebab nyeri,mampu b. Observasi reaksi non verbal dari
menggunakan teknik non ketidaknyamanan
farmakologi untuk mengirangi c. Gunakan teknik komunikasi
nyeri terapeutik untuk mengetahui
b.Melaporkan bahwa nyeri pengalaman nyeri pasien
berkurang dengan menggunakan d. Kaji kultur yang mempengaruhi
manajemen nyeri respon nyeri pasien
c. Mampu mengenali nyeri (skala e. Kurangi faktor presipitasi nyeri
nyeri,intensitas, frekuensi dan f. Pilih dan Lakukan penanganan nyeri
tanda nyeri) (Farmakologi,nonfarmakologi dan
d. Menyatakan rasa aman setelah interpersonal)
nyeri berkurang g. Berikan analgetik untuk mengurangi
e. Tanda vital dalam rentang nyeri
normal h. Kolaborasi dengan tim medis jika ada
f.tidak mengalami gangguan tidur keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
Analgesic administration
a. Tentukan lokasi,karakteristik,kualitas
dan derajat nyeri sebelum pemberian
analgesic
b. Cek instruksi dokter entang jenis
obat,dosis dan frekuensi

2.  Joint movement : Active Exercise Therapy : Ambulation


 Mobility level a. Monitor tanda-tanda vital
 Self Care : ADLs b. ajarkan pasien teknik ambulasi

 Transfer performance c. Kaji kemampuan pasien dalam

Kriteria Hasil: mobilisasi

a. Klien Meningkat dalam aktifitas d.Latih pemenuhan ADL pasien secara

fisik mandiri sesuai kemampuan

b. Mengerti tujuan dari peningkatan e.Dampingi dan bantu pasien saat

mobilitas mobilisasi dan memenuhi kebutuhan

c. memverbalisasikan perasaan ADL

dalam meningkatkan kekuatan dan f. Ajarkan pasien bagaimana merubah

kemampuan berpindah posisi dan berikan bantuan jika


diperlukan

3 NIC
 Anxiety self-control Anxiety Reduction (penurunan
 Anxiety level kecemasan)
 Coping a. Gunakan pendekatan yang
menenangkan
Kriteria Hasil : b. Nyatakan dengan jelas harapan
Klien mampu mengidentifikasi dan terhadap pelaku pasien
mengungkapkan gejala cemas. c. Jelaskan semua prosedur dan apa
Mengidentifikasi, mengungkapkan yang dirasakan selama prosedur
dan menunjukkan tehnik untuk d. Pahami prespektif pasien
mengontol cemas. terhadap situasi stres
Vital sign dalam batas normal. e. Temani pasien untuk
Postur tubuh, ekspresi wajah, memberikan keamanan dan
bahasa tubuh dan tingkat aktivfitas mengurangi takut
menunjukkan berkurangnya f. Dorong keluarga untuk menemani
kecemasan. anak

g. Dengarkan dengan penuh
perhatian
h. Identifikasi tingkat kecemasan
i. Bantu pasien mengenal situasi
yang menimbulkan kecemasan
j. Dorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
k. Instruksikan pasien
menggunakan teknik relaksasi
l. Berikan obat untuk mengurangi
k ecemasan

Implementasi & Evaluasi


No. Implementasi Evaluasi
1. Pain Management S: px masih mengeluh nyeri bila tangan
a. Melakukan pengkajian nyeri secara digerakkan
komprehensif termasuk lokasi P : Ketika beraktivitas
,karakteristik,durasi,frekuensi,kua Q : Terasa tajam
R : Nyeri pada daerah lengan kiri
litas dan faktor presipitasi
S : skala 7
b. Mengobservasi reaksi non verbal T : menetp
dari ketidaknyamanan O:
c. Mengajarkan eknik relaksasi Airway jalan nafas paten
distraksi (nafas dalam) breathing nafas spontan SpO2 98%

d. Memberikan analgetik untuk circulation ( TD : 126/71 mmHg, Nadi:


mengurangi nyeri (injeksi 100x/menit), CRT < 2detik

ketorolac) disability kes composmentis GCS 456


eksposure fraktur radius ulna sinixtra

A: masalah teratasi sebagian


P: lanjutkan intervensi
2. Exercise Therapy : Ambulation S: px mengatakan tidak dapat
a. Mengajarkan pasien teknik beraktifitas menggunakan tangan kirinya
ambulasi
b. Mengkaji kemampuan pasien O:
dalam mobilisasi Airway jalan nafas paten
c. Melatih pemenuhan ADL breathing nafas spontan SpO2 98%
pasien secara mandiri sesuai circulation ( TD : 126/71 mmHg, Nadi:
kemampuan 100x/menit), CRT < 2detik
d. Mengajarkan pasien bagaimana disability kes composmentis GCS 456
merubah posisi dan berikan eksposure fraktur radius ulna sinixtra
bantuan jika diperlukan
e. kolaborasi dilakukannya A: masalah teratasi sebagian
pembidaian P: lanjutkan intervensi
NIC S: pasien bertnya terus tentang kondisin
Anxiety Reduction (penurunan
patah tulanag apa tanganya bisa pulih
kecemasan)
a. Gunakan pendekatan yang kembali atau tidak .
menenangkan
O:
b. Jelaskan semua prosedur dan
apa yang dirasakan selama Airway jalan nafas paten
prosedur
breathing nafas spontan SpO2 98%
c. Pahami prespektif pasien
terhadap situasi stres circulation ( TD : 126/71 mmHg, Nadi:
d. Temani pasien untuk
100x/menit), CRT < 2detik
memberikan keamanan dan
mengurangi takut disability kes composmentis GCS 456
e. Dorong keluarga untuk
eksposure fraktur radius ulna sinixtra
menemani anak
f. Identifikasi tingkat kecemasan
g. Bantu pasien mengenal situasi
A: masalah teratasi sebagian
yang menimbulkan kecemasan
h. Instruksikan pasien P: lanjutkan intervensi
menggunakan teknik relaksasi