Anda di halaman 1dari 24

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENANGANAN PENYAKIT DERMATITIS

DISUSUN OLEH :
SANG AYU MADE DIAN ANDAYANI
P07120016090

Tingkat 2.3
D III KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D III
TAHUN AJARAN 2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENANGANAN PENYAKIT DERMATITIS

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Dermatitis adalah penyakit kulit gatal-gatal, kering, dan kemerahan.
Dematitis juga dapat didefinisikan sebagai peradangan pada kulit, baik
karena kontak langsung dengan zat kimia yang mengakibatkan iritasi,
atau reaksi alergi.
Dengan kata lain, dermatitis adalah jenis alergi kulit. Selain penyebab
bahan-bahan kimia, sering kali dermatitis terjadi ketika kulit sensitive
kontak langsung dengan perhiasan logam biasanya emas dengan kadar
rendah atau perhiasan perak dan kuningan. Jika Anda mengalami kulit
kering dan gatal, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter,
apakah yang terjadi pada kulit Anda teridentifikasi dermatitis.
Jika Anda teridentifikasi dermatitis, maka pertama kali yang harus
Anda ketehui adalah penyebab dari penyakit kulit tersebut. Pastikan
Anda menghindari penyebab dari iritasi dan alergi. Jangan pernah
menggaruk, meskipun rasa gatal tidak tertahankan. Sebab menggaruk
tidak akan membuat hilang rasa gatal, melainkan akan memperparah
ketidaknyamanan Anda. Sebab menggaruk akan menyebabkan kulit
lebih rentan terhadap infeksi kulit dan penyakit kulit lainnya. Biasanya
rasa gatal timbul karena area kulit tersebut kering maka gunakan
pelembab untuk mengurangi rasa gatal. Gunakan obat kulit untuk
dermatitis, juga akan membantu mengurangi rasa gatal.
Dermatitis tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada
anak-anak. Tipe dermatitis yang sering terjadi pada anak-anak yaitu
dermatitis atopik yang meruapakan suatu gejala eksim terutama timbul
pada masa kanak-kanak. GeJala ini biasanya timbul pada usia sekitar 2
bulan sampai 1 tahun den sekitar 85% pada usia kurang dari 5 tahun.
Pada keadaan akut, gejalanya berupa kulit kemerahan, kulit melenting
berisi cairan, basah dan sangat gatal. Kadang-kadang disertai infeksi
sekunder yang menimbulkan nanah.

B. TUJUAN:
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 50 menit, diharapkan
sasaran dapat memahami penanganan penyakit dermatitis.
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 50 menit, diharapkan
sasaran dapat:
1. Menjelaskan tentang definisi penyakit dermatitis dengan tepat dan
benar
2. Menjelaskan tentang etiologi penyakit dermatitis dengan tepat dan
benar
3. Menjelaskan kembali tentang tanda dan gejala penyakit dermatitis
dengan tepat dan benar
4. Menjelaskan tentang pencegahan penyakit dermatitis dengan tepat
dan benar
5. Menjelaskan tentang penanganan penyakit dermatitis dengan tepat
dan benar
6. Menjelaskan tentang komplikasi yang terjadi pada penyakit
dermatitis dengan tepat dan benar
C. MATERI DERMATITIS
1. Definisi Penyakit Dermatitis
2. Etiologi Penyakit Dermatitis
3. Tanda dan Gejala Penyakit Dermatitis
4. Pencegahan Penyakit Dermatitis
5. Penanganan Penyakit Dermatitis
6. Komplikasi Penyakit Dermatitis

D. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab / Diskusi

E. ALAT / MEDIA
A. Alat :
1. Meja
2. Kursi
3. Layar
4. LCD (Proyektor)
5. Laptop
B. Media
1. Slide
2. Leaflet
F. SETING KEGIATAN
No Langkah- Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan
Langkah Sasaran
1 Pendahuluan 5 menit a. Memberi salam - Menjawab
b. Memperkenalkan diri salam
c. Menjelaskan maksud - Menjawab
dan tujuan pertanyaan
d. Kontrak waktu
e. Apersepsi
2 Penyajian 20 menit a. Menjelaskan tentang - Mendengarka
pengertian Penyakit n
Dermatitis. dengan
b. Menjelaskan tentang seksama
penyebab penyakit
Dermatitis.
c. Menjelaskan tanda dan
gejala penyakit
Dermatitis.
d. Menjelaskan cara
pencegahan penyakit
Dermatitis.
e. Menjelaskan cara
penanganan penyakit
Dermatitis.
f. Menjelaskan apa saja
komplikasi penyakit
Dermatitis.
3 Evaluasi 20 menit a. Tanya jawab - Partisipasi
b. Menanyakan kembali aktif
c. Post test
4 Penutup 5 menit a. Meminta dan memberi - Memberikan
pesan / kesan pesan dan
b. Memberi salam kesan
- Menjawab
salam
G. SASARAN
Warga Desa Tembuku , Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli

H. WAKTU
 Hari/Tanggal : 20 Oktober 2017
 Jam : 09.00 wita-09.50 wita
 Lama : 50 menit

I. TEMPAT
Balai Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

J. RENCANA EVALUASI
1. Struktur
Secara keseluruhan, persiapan penyuluhan mulai dari media,
materi, dan surat undangan sudah dipersiapkan sejak Senin, 15
Oktober 2017 dengan rinciannya sebagai berikut:
a. Persiapan Media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya
lengkap dan bisa digunakan. Media yang digunakan adalah
Slide, Leaflet, Laptop, Layar/LCD, Kursi, dan Meja.
b. Persiapan Materi
Materi yang diberikan dalam penyuluhan tentang Dermatitis
semuanya lengkap, dan siap digunakan, dan disebarluaskan
dalam bentuk leaflet yang berisi gambar maupun tulisan
mengenai penyakit Dermatitis.
c. Undangan / Peserta Penyuluhan
Semua warga dan undangan dengan antusias datang ke Balai
Banjar guna mengikuti serangkaian acara penyuluhan.
Undangan peserta penyuluhan sejumlah 30 orang.
2. Proses Penyuluhan
a. Kehadiran minimal 90 % karena mengingat pentingnya
penyuluhan mengenai serangkaian penyakit Dermatitis, dan
berharap dengan diberikan penyuluhan mengenai Dermatitis
dapat menurunkan status angka penderita dermatitis di Desa
Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
b. Minimal sasaran menyimak dan mendengarkan materi
penyuluhan sebesar 80%
c. Dalam proses penyuluhan kesehatan berharap sasaran dapat
merespon dengan baik dan adanya feedback yang baik
d. Dalam proses penyuluhan diharapkan sasaran (peserta) aktif
dimana bisa melakukan tanya jawab serangkaian penyakit
dermatitis yang belum dimengerti
e. Peserta yang hadir diharapkan tidak meninggalkan tempat
penyuluhan selama penyuluhan berlangsung
f. Peserta yang hadir diharapkan bisa berinteraksi dengan baik
sehingga menciptakan suasana yang kondusif

3. Hasil Penyuluhan
a. Jangka Pendek
1. Sasaran mengerti sekitar 85% dari materi yang telah
diberikan
2. Sasaran mau memahami materi yang telah disampaikan
dan tidak mengobrol
3. Sasaran tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan.

b. Jangka Panjang
1. Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai penyakit
Dermatitis sehingga dapat menurunkan status angka
terjadinya Dermatitis
2. Sasaran sudah memahami dan menjelaskan bagaimana
untuk mencegah dan mengobati penyakit dermatitis
3. Sasaran dapat menerapkan perilaku hidup sehat sehingga
dapat mengurangi dampak dari penyakit dermatitis
4. Status penderita dermatitis di Desa Tembuku, Kecamatan
Tembuku, Kabupaten Bangli sudah mulai berkurang.
LAMPIRAN I

A. DEFINISI DERMATITIS
Dermatitis berasal dari kata dermo- (kulit) -itis (radang/inflamasi),
sehingga dermatitis dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan di mana kulit
mengalami inflamasi.
Dermatitis adalah suatu peradangan pada dermis dan epidermis yang
dalam perkembangannya memberikan gambaran klinik berupa efloresensi
polimorf dan pada umumnya memberikan gejala subjektif gatal. (Mulyono
:1986)
Dermatitis adalah peradangan epidermis dan dermis yang memberikan
gejala subjektif gatal dan dalam perkembangannya memberikan efloresensi
yang polimorf. (Junaidi Purnawan : 1982)
Dermatitis adalah peradangan kulit ( epidermis dan dermis ) sebagai
respon terhadap pengaruh faktor eksogen atau pengaruh faktor endogen,
menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ( eritema, edema,
papul, vesikel, skuama ) dan keluhan gatal ( Djuanda, Adhi, 2007 ).
Dermatitis adalah peradangan pada kulit ( imflamasi pada kulit ) yang
disertai dengan pengelupasan kulit ari dan pembentukkan sisik ( Brunner dan
Suddart 2000 ). Jadi dermatitis adalah peradangan kulit yang ditandai oleh
rasa gatal.
Dermatitis adalah epidermo yang berupa gejala subyektif pruritus dan
obyektif tampak imflamasi eritema. (Arief Masjoer. 1998. Kapita Selekta.
Edisi 3. Jakarta : EGC)
Dermatitis adalah peradangan pada kulit ( umlamasi pada kulit ) yang
disertai dengan pengelupasan kulit ari.( Brunner dan Suddart dan
pembentukkan sisik 2000 )
B. ETIOLOGI DERMATITIS
Berdasarkan etiologinya dermatitis dibagi dalam type :
a. Dermatits kontak
1. Dermatitis kontak toksis akut. Suatu dermatitis yang disebabkan oleh
iritan primer kuat / absolut. Contoh : H2SO4 , KOH, racun serangga.
2. Dermatitis Kontak Toksis Kronik. Suatu dermatitis yang disebabkan
oleh iritan primer lemah / relatif. Contoh : sabun , detergen.
3. Dermatitis Kontak Alergi. Suatu dermatitis yang disebabkan oleh
alergen . Contoh : logam (Ag, Hg), karet, plastik, popok atau diaper
pada anak-anak, dll.
b. Dermatitis Atopik. Suatu peradangan menahun pada lapisan epidermis
yang disebabkan zat-zat yang bersifat alergen. Contoh : inhalan (debu,
bulu).
c. Dermatitis Perioral. Suatu penyakit kulit yang ditandai adanya beruntus-
beruntus merah disekitar mulut. Penyebabnya tidak diketahui dan bisa
muncul pemakaian salep korti kosteroid diwajah untuk mengobati suatu
penyakit.
d. Dermatitis Statis. Suatu peradangan menahun pada tungkai bawah yang
sering meninggalkan bekas, yang disebabkan penimbunan darah dan
cairan dibawah kulit, sehingga cenderung terjadi varises dan edema.

C. MANIFESTASI KLINIS DERMATITIS


Gejala klinis / manifestasi klinis
Secara umum manifestasi klinis dari dermatitis yaitu secara Subyektif
ada tanda–tanda radang akut terutama pruritus ( sebagai pengganti dolor).
Selain itu terdapat pula kenaikan suhu (kalor), kemerahan (rubor), edema atau
pembengkakan dan gangguan fungsi kulit (function laisa). Sedangkan secara
Obyektif, biasanya batas kelainan tidak tegas dan terdapat lesi polimorfi yang
dapat timbul secara serentak atau beturut-turut.
a. Dermatitis Kontak.
Gatal-gatal , rasa tidak enak karena kering, kulit berwarna coklat dan
menebal.
 (Dermatitis kontak iritan dengan bahan iritan air liur pada balita)
Dermatitis kontak iritan kronis atau dermatitis iritan kumulatif,
disebabkan oleh kontak dengan iritan lembah yang berulang-
ulang (oleh faktor fisik, misalnya gesekan, trauma mikro,
kelembaban rendah, panas atau dingin; juga bahan contohnya
detergen, sabun, pelarut, tanah, bahkan juga air). Dermatitis
kontak iritan kronis mungkin terjadi oleh karena kerjasama
berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara sendiri tidak cukup
kuat menyebabkan dermatitis iritan, tetapi bila bergabung dengan
faktor lain baru mampu. Kelainan baru nyata setelah berhari-hari,
berminggu atau bulan, bahkan bisa bertahun-tahun kemudian.
Sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan faktor paling
penting. Dermatitis iritan kumulatif ini merupakan dermatitis
kontak iritan yang paling sering ditemukan.
Gejala klasik berupa kulit kering, eritema, skuama,
lambat laun kulit tebal (hiperkeratosis) dan likenifikasi, batas
kelainan tidak tegas. Bila kontak terus berlangsung akhirnya kulit
dapat retak seperti luka iris (fisur), misalnya pada kulit tumit
tukang cuci yang mengalami kontak terus menerus dengan
deterjen. Ada kalanya kelainan hanya berupa kulit kering atau
skuama tanpa eritema, sehingga diabaikan oleh penderita. Setelah
kelainan dirasakan mengganggu, baru mendapat perhatian.
Banyak pekerjaan yang beresiko tinggi yang memungkinkan
terjadinya dermatitis kontak iritan kumulatif, misalnya : mencuci,
memasak, membersihkan lantai, kerja bangunan, kerja di bengkel
dan berkebun.
 (Dermatitis kontak iritan akibat detergen)
Dermatitis Kontak Alergi
Selain berdasarkan fase respon peradangannya, gambaran klinik
dermatitis kontak alergi juga dapat dilihat menurut predileksi
regionalnya. Hal ini akan memudahkan untuk mencari bahan
penyebabnya.
1.Tangan
Kejadian dermatitis kontak baik iritan maupun alergik paling
sering di tangan, misalnya pada ibu rumah tangga. Demikian pula
dermatitis kontak akibat kerja paling banyak ditemukan di
tangan. Sebagian besar memang disebabkan oleh bahan iritan.
Bahan penyebabnya misalnya deterjen, antiseptik, getah
sayuran/tanaman, semen dan pestisida.

 (Dermatitis kontak alergi karena nikel pada jam tangan)


1.Lengan
Alergen umumnya sama dengan pada tangan, misalnya oleh jam
tangan (nikel), sarung tangan karet, debu semen dan tanaman. Di
aksila umumnya oleh bahan pengharum.
2.Wajah
Dermatitis kontak pada wajah dapat disebabkan bahan kosmetik,
obat topikal, alergen yang ada di udara, nikel (tangkai kaca mata).
Bila di bibir atau sekitarnya mungkun disebabkan oleh lipstik,
pasta gigi dan getah buah-buahan. Dermatitis di kelopak mata
dapat disebabkan oleh cat kuku, cat rambut, perona mata dan obat
mata.
3.Telinga
Anting atau jepit telinga terbuat dari nikel, penyebab lainnya
seperti obat topikal, tangkai kaca mata, cat rambut dan alat bantu
pendengaran.
4.Leher dan Kepala
Pada leher penyebabnya adalah kalung dari nikel, cat kuku (yang
berasal dari ujung jari), parfum, alergen di udara dan zat warna
pakaian. Kulit kepala relative tahan terhadap alergen kontak,
namun dapat juga terkena oleh cat rambut, semprotan rambut,
sampo atau larutan pengeriting rambut.
5.Badan
Dapat disebabkan oleh pakaian, zat warna, kancing logam, karet
(elastis, busa ), plastik dan deterjen.
6.Genitalia
Penyebabnya dapat antiseptik, obat topikal, nilon, kondom,
pembalut wanita dan alergen yang berada di tangan.
7.Paha dan tungkai bawah
Disebabkan oleh pakaian, dompet, kunci (nikel) di saku, kaos
kaki nilon, obat topikal (anestesi lokal, neomisin, etilendiamin),
semen,
sandal dan sepatu.

b. Dermatitis Atopik.
Gatal-gatal , muncul pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir,
yang mengenai wajah, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan dan kaki.

c. Dermatitis Perioral.
Gatal-gatal bahkan menyengat, disekitar bibir tampak beruntus-
beruntus kecil kemerahan.

d. Dermatitis Statis.
Awalnya kulit merah dan bersisik, setelah beberapa minggu / bulan ,
warna menjadi coklat.
D. PENCEGAHAN DERMATITIS

Hindari kontak dengan iritan atau allergen. Jika anda alergi maka
hindarilah factor pencetus alergi, seperti debu,bulu binatang

 Jika gatal, jangan menggaruk karena dapat terjadi luka, radang dan
bernanah

 Hindari stres dan menjalankan pola hidup yang sehat dan Jaga kebersihan
diri dan lingkungan.

 Jaga kelembaban kulit dengan cara menghndari perubahan suhu.

 Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan dan Hindari sabun


dengan bahan yang terlalu keras

Pada terapi ada beberapa anjuran yang harus dilakukuan guna penyembuhan
dermatitis itu sendiri dalam hal ini terdapat penjelasan dari setiap terapi, yaitu :

1. Antihistamin dan Antialergi


Antihistamin meredakan dermatitis yang diinduksikan oleh alergi, bekerja
terutama pada reseptor histamin H. Perhatikan bahwa beberapa antihistamin
menyebabkan mengantuk. Tidak boleh diberikan pada pasien yang
mengemudi atau beroperasi mesin

2. Antihistamin/Antipruritus Topikal
Memberi tahu kepada pasien untuk menggunakan preparat anti gatal dengan
tepat. Beberapa produk harus digosokkan secara topikal, sedangkan yang lain
digunakan sewaktu mandi. Hindari kontak dengan mata atau puting susu bila
sedang masa menyusui. Anti-Infeksi Topikal.
Beberapa anti-infeksi topikal mengandung antibiotik sehingga dapat
digunakan untuk mengobati dermatitis yang terinfeksi.
3. Anti-infeksi Topikal dengan korfikosteroid
Kortikosteroid yang terkandung dalam preparat mi digunakan untuk menekan
peradangan akibat dermatitis. Obat tersebut berguna pada berbagai tipe
dermatitis yang terinfeksi.

4. Kortikosteroid topikal
Obat-obat seperti steroid sebaiknya digunakan hanya pada daerah yang
meradang. Tidak dianjurkan untuk menggunakan preparat mi pada luka
terbuka atau pada wajah.

5. Pelindung kulit
Beberapa bahan yang terkandung dalam pelembab dan emolien dapat
memperburuk kondisi kulit.
Pelembab sebaiknya dioleskan sesering mungkin untuk menghindari
kekeringan kulit yang meluas.

6. Preparat Psoriasis, Seboroik dan Iktiosis


Obat-obat yang termasuk dalam kelompok ini digunakan untuk mengobati
kondisi dermatitis seboroik.

7. Obat Suplemen
The Marigold, Minyak Evening, Primrose Marine E, Latio Calamin, Baking
Soda, Multivitamin dan Mineral, Vitamin A, C, dan E dan Zing, Ekstrak Kulit
Kayu Cemara. Pengobatan yang tepat didasarkan atas kausa, yaitu
menyingkirkan penyebabnya. Tetapi, seperti diketahui penyebab dermatitis
multi faktor, kadang juga tidak diketahui pasti, maka pengobatan bersifat
simtomatis, yaitu dengan menghilangkan/mengurangi keluhan dan menekan
peradangan.
Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk
mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion
dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih
lembab. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah,
seperti saat habis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan
mempertahankan kelembaban kulit. Kompres dingin juga diduga dapat
mengurangi rasa gatal yang terjadi.
Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti
hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan.
Untuk kasus kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid
dan apabila pada daerah eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika
untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah
antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin
untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang
diberikan.
Pada kasus ringan dapat diberikan antihistamin, atau antihistamin
dikombinasi dengan antiserotonin, antibradikinin, anti-SRA, dan sebagainya.
Pada kasus akut dan berat dapat diberi kortikosteroid.
Prinsip umum terapi topikal diuraikan di bawah ini:
1. Dermatitis akut/basah (medidans) harus diobati secara basah
(kompres terbuka). Bila subakut, diberi losio (bedak kocok),
krim, pasta, atau linimentum (pasta pendingin). Krim diberikan
pada daerah yang berambut, sedang pasta pada daerah yang
tidak berambut. Bila kronik, diberi salap.
2. Makin berat atau akut penyakitnya, makin rendah persentase
obat spesifik.

Ada juga cara lain yaitu mencegah terjadinya dermatitis, seperti yang dijelaskan
di atas yaitu terapi dan pengobatan. Salah satu cara tersebut dengan mencegah dan
mempunyai tahap-tahapnya. Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan
beberapa tips dibawah ini :

a) Jaga kelembaban kulit.


b) Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
c) Hiari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
d) Kurangi Stress.
e) Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang
menggaruk seperti wool dan lain lain.
f) Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen
dan larutan lainnya.
g) Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan
alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain
lain.
h) Hati-hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan
alergi

E. PENANGANAN DERMATITIS

Penanganan bagi penderita dermatitis bisa bervariasi. Apabila masih


ringan sebenarnya tidak perlu diobati namun disarankan untuk menjaga
kebersihan dan kulit dijaga agar tidak terlalu kering. Tetapi jika terjadi infeksi
akibat daerah gatal yang digaruk, disarankan untuk menggunakan krim
hidrokortison beberapa kali dalam sehari.

Bagi penderita dermatitis akut, dapat menggunakan krim steroid bisa


juga dengan obat antihistamin untuk mengontrol rasa gatal, melakukan
kompres dingin dan pemberian antibiotik. Bila tidak ada perubahan sejak
pengobatan tersebut, periksakanlah ke dokter. Namun penggunaan antibiotik
ini harus diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping antibiotik yang
semakin memperparah keadaan.
Meskipun penyakit dermatitis tidak menular dan tidak membahayakan
jiwa, penting juga untuk mengenalinya. Dengan begitu dapat dihindari
resikonya. Seperti contoh, ketika sudah mengetahui penyebab dari penyakit
dermatitis (eksim) yang diderita, maka sebaiknya cepat dihindari agar jangan
berkepanjangan. Dermatitis yang diderita dapat diperburuk karena keadaan
penderita yang secara emosional mengalami stres, perubahan suhu dan
kelembaban udara. Meski penyebab stres terdengar sepele namun jika tidak
ditangani secara tepat dapat menyebabkan gejala depresi.

Ada pula cara pengobatannya dengan obat tradisional eksim


Siapkan bahan-bahan sebagai berikut :

 Jeruk nipis 1 buah


 Kapur sirih 1 sendok teh
 Kunyit 5 ruas ibu jari (cuci bersih)
 Ragi tape ½ buah

Kapur sirih jeruk nipis kunyit


Ragi tape

Cara pembuatannya :

1. Tumbuk kunyit, kapur sirih dan ragi tape sampai halus 2.


2. Selanjutnya campurkan dengan perasaan air jeruk nipis, aduk sampai
semua bahan tercampur rata.
3. Terakhir, oleskan atau balurkan pada kulit yang terkena eksim. Namun
sebelumnya sudah dibersihkan dengan alkohol terlebih dahulu.

Adapun Penatalaksanaan dari penanganan dermatitis

1. Terapi umum
 Hindari faktor penyebab.
 Jaga kulit bayi/anak jangan sampai kering  pelembab.
 Berikan pengertian untuk tidak digaruk.

2. Terapi Lokal
 Salep / krim / losio kortikosteroid.

3. Terapi Sistemik
 Anti histamin.
 Kortikosteroid ; dosis 40-60 mg.
 Antibiotik ; Eritromisin, Dewasa 4x 250 mg/hr.
F. KOMPLIKASI DERMATITIS

Komplikasi dengan penyakit lain yang dapat terjadi adalah sindrom


pernapasan akut, gangguan ginjal, Infeksi kulit oleh bakteri-bakteri yang lazim
dijumpai terutama staphylococcus aureus, jamur, atau oleh virus misalnya herpes
simpleks.

Komplikasi yang mungkin terjadi :

a. Infeksi saluran nafas atas


b. Bronkitis
c. Infeksi kulit
G. EVALUASI

PERTANYAAN :

1. Apa yang dimaksud dermatitis ?


2. Bagamaimana etiologi dermatitis ?
3. Bagaimana tanda dan gejala dermatitis ?
4. Bagaimana cara pencegahan dermatitis ?
5. Apa saja komplikasi dermatitis ?

JAWABAN :

1. Dermatitis berasal dari kata dermo- (kulit) -itis (radang/inflamasi), sehingga


dermatitis dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan di mana kulit
mengalami inflamasi.
Dermatitis adalah peradangan pada kulit ( imflamasi pada kulit ) yang disertai
dengan pengelupasan kulit ari dan pembentukkan sisik ( Brunner dan Suddart
2000 ). Jadi dermatitis adalah peradangan kulit yang ditandai oleh rasa gatal.

2. Berdasarkan etiologinya dermatitis dibagi dalam type :


a. Dermatits kontak
1. Dermatitis kontak toksis akut. Suatu dermatitis yang disebabkan
oleh iritan primer kuat / absolut. Contoh : H2SO4 , KOH, racun
serangga.
2. Dermatitis Kontak Toksis Kronik. Suatu dermatitis yang
disebabkan oleh iritan primer lemah / relatif. Contoh : sabun ,
detergen.
3. Dermatitis Kontak Alergi. Suatu dermatitis yang disebabkan oleh
alergen . Contoh : logam (Ag, Hg), karet, plastik, popok atau
diaper pada anak-anak, dll.
b. Dermatitis Atopik. Suatu peradangan menahun pada lapisan
epidermis yang disebabkan zat-zat yang bersifat alergen.
Contoh : inhalan (debu, bulu).
c. Dermatitis Perioral. Suatu penyakit kulit yang ditandai adanya
beruntus-beruntus merah disekitar mulut. Penyebabnya tidak
diketahui dan bisa muncul pemakaian salep korti kosteroid
diwajah untuk mengobati suatu penyakit.
d. Dermatitis Statis. Suatu peradangan menahun pada tungkai
bawah yang sering meninggalkan bekas, yang disebabkan
penimbunan darah dan cairan dibawah kulit, sehingga
cenderung terjadi varises dan edema.

3. Secara umum manifestasi klinis dari dermatitis yaitu secara Subyektif ada
tanda–tanda radang akut terutama pruritus ( sebagai pengganti dolor). Selain
itu terdapat pula kenaikan suhu (kalor), kemerahan (rubor), edema atau
pembengkakan dan gangguan fungsi kulit (function laisa). Sedangkan secara
Obyektif, biasanya batas kelainan tidak tegas dan terdapat lesi polimorfi yang
dapat timbul secara serentak atau beturut-turut.

4. Hindari kontak dengan iritan atau allergen. Jika anda alergi maka
hindarilah factor pencetus alergi, seperti debu,bulu binatang

 Jika gatal, jangan menggaruk karena dapat terjadi luka, radang dan
bernanah

 Hindari stres dan menjalankan pola hidup yang sehat dan Jaga kebersihan
diri dan lingkungan.

 Jaga kelembaban kulit dengan cara menghndari perubahan suhu.

 Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan dan Hindari sabun


dengan bahan yang terlalu keras
Salah satu cara tersebut dengan mencegah dan mempunyai tahap-tahapnya.
Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :

1. Jaga kelembaban kulit.


2. Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang
mendadak.
3. Hiari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
4. Kurangi Stress.
5. Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang
menggaruk seperti wool dan lain lain.
6. Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras,
deterjen dan larutan lainnya.
7. Hindari faktor lingkungan lain yang dapat
mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu
binatang dan lain lain.
8. Hati-hati dalam memilih makanan yang bisa
menyebabkan alergi

5. Komplikasi dengan penyakit lain yang dapat terjadi adalah sindrom


pernapasan akut, gangguan ginjal, Infeksi kulit oleh bakteri-bakteri yang
lazim dijumpai terutama staphylococcus aureus, jamur, atau oleh virus
misalnya herpes simpleks.

Komplikasi yang mungkin terjadi :

a. Infeksi saluran nafas atas


b. Bronkitis
c. Infeksi kulit
SUMBER

Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 3. Jakarta :
EGC
Djuanda, Adhi. 2005i Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Penerbit : Balai Penerbit FK UI,
Jakarta.
(Mulyono :1986) Pedoman Pengobatan Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi pertama. Jakarta:
Meidian Mulyajaya
(Arief Masjoer. 1998. Kapita Selekta. Edisi 3. Jakarta : EGC)
(Junaidi Purnawan : 1982) Kapita Selekta Kedokteran. Edisi kedua. Jakarta: Media
Aesculapius