Anda di halaman 1dari 20

TUGAS TERSTRUKTUR

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI


“Propagasi Modul 1”

KELAS K

KELOMPOK 8

Insan Restu A 115040107111002

Arif Prabowo 115040107111006

Faiqoh Amalina 115040107111008

Eka Putri K 115040107111011

Merpy Mayangsari 115040113111002

Fifin Julianti 115040113111006

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
1. Jelaskan mengenai ruang lingkup manajemen operasi
Menurut Richard B Chase dalam bukunya Production and Operation Management;
Manufacture and Service, 1998, manajemen operasi (MO) didefinisikan sebagai disain,
operasi dan perbaikan sistem produksi yang bertujuan menciptakan barang dan jasa utama
perusahaan. Sama halnya dengan pemasaran dan keuangan, manajemen operasi merupakan
bidang fungsional yang memiliki tanggung jawab sebagai manajemen lini dalam struktur
organisasi bisnis. Ini penting karena manajemen operasi sering kali dicampur-adukkan
dengan Riset Operasi atau Manajemen Sain (Operation Research-OR/ Management Science-
MS) serta Industrial Engineering (IE).
Perbedaan pokok antara Manajemen Operasi dengan OR atau MS atau IE adalah
bahwa MO merupakan bidang manajemen sedang OR/ MS merupakan aplikasi metode
kuantitatif untuk pengambilan keputusan di segala bidang, sementara IE merupakan disiplin
ilmu teknik. Dengan demikian MO menggunakan OR/ MS sebagai alat untuk pengambilan
keputusan seperti misalnya dalam penyusunan skedul dengan menggunakan jalur kritis, dan
dalam beberapa hal memiliki topic bahasan yang sama dengn IE seperti otomatisasi pabrik.
Perbedaan peran manajemen membuat MO menjadi berbeda dengan disiplin ilmu yang lain.
Ruang lingkup Manajemen Operasi mencakup tiga aspek utama yaitu: 1)
Perencanaan Sistem Produksi. Perencanaan Sistem Produksi ini meliputi Perencanaan
Produk, Perencanaan Lokasi Pabrik, Perencanaan Layout Pabrik, Perencanaan Lingkungan
Kerja, Perencanaan Standar Produksi. 2) Sistem Pengendalian Produksi. Meliputi
pengendalian proses produksi, bahan, tenaga kerja, biaya, kualitas dan pemeliharaan. 3)
Sistem Informasi Produksi. Ketiga aspek dan komponen-komponennya tersebut agar dapat
berjalan dengan baik perlu planning, organizing, directing, coordinating, controlling
(Management Process).
Dalam perencanaan manajemen produksi/operasi, perencanaan hingga pengambilan
keputusan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kalsifikasi hirarkhis (Hierarchical
Classifications). Artinya, perencanaan dan keputusan ditempatkan pada tiga kategori yakni:
1. Keputusan dan Rencana Strategik
Pada tataran ini, perencanaan dan keputusan memiliki skop yang luas dan meliputi
seperti misalnya, penentuan product line, distribution and marketing channel, new plant
and warehouse, dll.
2. Keputusan dan Rencana Taktis
Merupakan keputusan-keputusan perencanaan taktis terutama yang terkait penyusunan
skedul operasi, alokasi dana, penggunaan mesin, perencanaan tingkat produksi ,
penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, penentuan perlu tidaknya lembur,
penentuan perlu tidaknya persediaan dan berapa banyak.
3. Keputusan dan Rencana Operasional
Merupakan keputusan jangka pendek yang terkai misalnya menetukan pekerjaan yang
harus dilakukan hari ini atau minggu ini, menentukan siapa melakukan tugas apa,
menentukan tugas-tugas apa yang harus diprioritaskan. Perencanaan dan keputusan
operasional ini merupakan tingkatan yang terakhir yang mencakup perencanan dan
keputusan tugas-tugas rutin sehari-hari, nisalnya penjadualan karyawan dan peralatan,
penyesuaian tingkat produksi, keputusan melakukan tindakan-tindakan penyesuaian
bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian mesin, pengawasan
terhadap kualitas produksi. Perencanaan dan keputusan pada tataran strategik diambil
oleh mereka yang berada pada tingkatan tertinggi dalam organisasi, yang kemudian
perencanaan dan keputusan pada tingkat strategik tersebut perlu diterjemahkan dan
dijadikan pedoman atau batasan dalam perencanaan dan keputusan taktis. Selanjutnya
perencanaan dan keputusan taktis, yang dibuat berdasarkan perecanaan dan keputusan
stratejik, dijadikan pedoman bagi perencanaan dan keputusan operational.
2. Carilah paling sedikit 5 definisi tentang arti manajemen. Setelah mengerti arti
manajemen, lanjutkan dengan definisi manajemen operasi dengan sintesis dan bahasa
kalian sendiri. Jelaskan apa yang dilakukan dalam perencanaan produksi hingga
pengawasan produksi oleh manajer produksi.
a. 5 pengertian manajemen yaitu sebagai berikut :
- Menurut james A.F Stoner (2006 )
Manajemen adalah proses perencanaa, pengorganisasian, kepeminmpinan, dan dan
penegndalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya
yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya.
- Menurut Mulau S.P. Hasbuan
Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumberdaya
manusia dan sumber-sumber lannya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu
tujuan.
- Menurut T.Hani Handoko (2003)
Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya –
sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
- Menurut Kosasih dan Soewedo (2009:1)
Manajemen adalah Pengarahan menggerakkan sekelompok orang dan fasilitas dalam
usaha untuk mencapai tujuan tertentu.
- Menurut Robbins dan Coulter (2007)
Manajemen adalah proses pengoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga
pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui
orang lain.
b. Berdasarkan bebrapa pengertian di atas, maka menurut kami manajemen operasi adalah
suatu tindakan dalam mengatur, mengkoordinasikan, melaksanakan serta mengawasi
dalam kegiatan produksi atau operasi dalam hubungannya dengan mengkonversi atau
mentransformasikan input menjadi output yang efektif dan efisien.
c. Sedangkan yang dilakukan oleh manajer produksi dalam perencanaan produksi,
antara lain:
 Perencanaan produk
Perencanaan produk merupakan hal pertama yang dilakukan oleh seorang
manajer operasi. Dalam perencanaan produk ini, ide-ide tentang produk baru
maupun pendiferensiasi produk lama menjadi hal yang utama pada
perencanaan produk ini.
 Perencanaan lokasi pabrik
Perencanaan lokasi pabrik tentunya dilakukan dengan memilih tempat-tempat
yang strategis. Hal ini berkaitan dengan akses informasi dan transportasi serta
kemudahan konsumen dalam menjangkau lokasai pabrik tersebut.
 Perencanaan letak fasilitas produksi
Letak fasilitas produksi secara langsung maupun tidak langsung akan
mempengaruhi kinerja, keefektifan dan keefisienan dalam proses produksi.
Tata letak perusahaan dimulai dari indoor area, yaitu ruang depan dengan
garasi, ruang display, dan kantor pemasaran. Hal ini dilkukan untuk
memepermudah dalam pemasaran produksi.
 Perencanaan lingkungan kerja
Menurut kami, perencanaan lingkungan kerja yang dimaksud disini adalah
manajer operasi merencanakan beberapa standar kerja dari masing-masing
divisi (etika prpovesi ) sehingga antar divisi tidak terjadi ketimpangan. Selain
itu, setiap divisi juga melakukan pekerjaannya sesuai dengan job desk yang
sudah ditentukan dan disepakati bersama termasuk di dalamnya apa yng boleh
dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan pada saat berlangsung proses
produksi dalam perusahaan tersebut.
 Perencanaan standar produksi
Perencanaan standar produksi hamper sama dengan perencanaan ingkungan
kerja, hanya saja perencanaan standar produksi ditekankan pada bagaimana
produk yang dihasilkan. Standar produksi ini juga dapat menjadi salah satu
cara untuk memberikan cirri khas dari produk yang dibuat.
 Pengendalian produksi
Hal ini terdiri dari pengendalian terhadap proses produksi, bahan baku, tenaga
kerja, biaya produksi, kualitas, dan pemeliharaan. Pengendalian produksi ini
menjadi penting karena hal ini berhubungan dengan seberapa banyak input
yang digunakan oleh perusahaan yang kemudian akan dikolerasikan dengan
untung ruginya perusahaan tersebut. Jika input yang digunakan tidak
dikendalikan (terlalu banyak) dan tidak sesuai dengan permintaan pasar maka
tentunya hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
 Penginformasian produksi
Penginformasian produksi ini meliputi kegiatan penyusunan struktur
organisasi, produksi atas dasar pesanan, dan produksi untuk pasar. Struktur
organisasi disini dimaksudkan agar setiap kegiatan produksi dipegang oleh
seorang atau beberapa orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.
Informasi produksi atas dasar pesan dan produksi pasar diperlukan untuk
mengetahui jumlah produksi yang sesuai baik untuk memenuhi permintaan
barang/jasa atas sejumlah permintaan maupun permintaan pasar pada
umumnya.
 Pengawasan
Pengawasan ini juga menjadi salah satu hal terpenting yang dilakukan oleh
manajer produksi. Pengawasan ini terdiri dari pengawasan terhadap
perencanaan, pengendalian, dan informasi produksi. Ketiga hal pengawasan ini
tidak dapat dipisahkan ssatu sama lain karena proses produksi di suatu
perusahaan dimulai dari perencanaan hingga penginformasian.
3. Gambarkan mekanisme ruang lingkup manajemen produksi dan operasi. Megapa
operasi dikatakan suatu system yang produktif?
a. Mekanisme Ruang Lingkup Manajemen Produksi dan Operasi

b. Operasi Sebagai Sistem yang Produktif


Manajemen operasi merupakan pengelola system transformasi yang mengubah
masukan menjadi barang dan jasa. Yang menjadi masukan system tersebut adalah energi,
material, tenaga kerja, modal dan informasi. Semua masukan ini diubah menjadi barang
dan jasa melalui teknologi proses, yaitu metode tertentu yang digunakan untuk
melakukan transformasi tersebut. Dalam suatu manajemen koprasi menujukkan informasi
umpan balik yang digunakan untuk mengendalikan teknologi proses atau masukan.
Dalam operasi, pengendalian melalui umpan balik merupakan hal yang mendasar demi
terciptanya produk yang diinginkan. Sedangkan output produksi merupakan produk yang
dihasilkan seperti limbah, informasi, dan sebagainya.
Dalam sistem produksi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain adalah
Perencanaan dan pengendalian Produksi, Pengendalian Kualitas, Penentuan Standar-
standar Operasi, Penentuan Fasilitas Produksi, Perawatan Fasilitas Produksi, dan
Penentuan Harga Pokok Produksi. Sub-sistem tersebut akan membentuk konfigurasi
Sistem Produksi. Keandalan dari konfigurasi Sistem Produksi ini akan tergantung dari
produk yang dihasilkan serta bagaimana cara menghasilkannya (proses produksinya).
Cara menghasilkan produk tersebut dapat berupa jenis proses produksi menurut cara
menghasilkan produk, operasi dari pembuatan produk, dan variasi produk yang
dihasilkan.
4. Apa yang membedakan istilah produksi dengan operasi? Ceritakan sejarah hingga
timbulnya manajemen operasi dalam setiap lembaga?
a. Yang membedakan istilah produksi dengan operasi:
• Istilah produksi sering digunakan dalam suatu organisasi yang menghasilkan keluaran
(output) baik berupa barang ataupun jasa secara umum. Produksi diartikan sebagai
suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan input menja.di output. Istilah
produksi memiliki sejarah yang mengacu pada manufacturing. Produksi barang
mengacu pada aktivitas memproduksi barang berwujud, misalnya radio, koran, bus,
dan buku teks.
• Istilah operasi kini mengacu pada produksi barang dan jasa. Operasi jasa mengacu
pada aktivitas memproduksi barang-barang berwujud dan tak berwujud, misalnya
hiburan, transportasi, dan pendidikan. Kegiatan operasi merupakan bagian penting
dari suatu organisasi, karena dari operasi nantinya akan menimbulkan pemasukan
bagi perusahaan setelah menjadi produk komersil. Dalam proses operasi, semula
bahan baku yang telah dikumpulkan akan diproses menjadi suatu produk yang siap
dipasarkan kepada calon konsumen.
b. Sejarah hingga timbulnya manajemen operasi dalam setiap lembaga Manajemen operasi
telah ada sejak manusia dapat memproduksi barang dan jasa. Terdapat tujuh bidang
kontribusi utama untuk manajemen operasi antara lain:
1. Pembagian tugas
2. Pembakuan bagan
3. Revolusi industry
4. Kajian ilmiah tentang pekerjaan
5. Hubungan antar manusia
6. Model keputusan
7. Komputer.
Ketujuh bidang kontribusi ini telah memajukan bidang manajemen operasi pasa jalur
utama. Selanjutnya bdang-bidang kontribusi ini tetap dapat diterapkan pada manajemen
operasi yang modern, meskipun kadang-kadang dalam bentuk yang diperbaiki.
Buruknya prestasi industri di Amerika Serikat yang terjadi di kalangan bisnis
membangkitkan minat akan manajemen operasi Kebangkitan minat ini terwujud dalam
berbagai bentuk. Pertama, kembali memperhatikan kualitas. Kualitas yang lebih baik
dipandang sebagai kunci keunggulan bersaing di beberapa industry. Timbul juga
kesadaran yang lebih besar akan peran manusia yang diminkan dalam operasi. Hal ini
menyebabkan perlu perhatian lebih teerhadap kerjasama, partisipasi, perencanaan
kompensasi yang inovatif, dan sebagainya. Manusia mungkin dipandang sebagai sumber
daya terpenting lebih dari teknologi atau system pengendalian dalam operasi.
5. Gambarkan dan jelaskan system operasi / produksi dari:
a. Sistem produksi Lembaga Agribisnis

Pengolahan tanah, pemupukan


SDM, saprodi pemeliharaan, pemanenan produk- Produk Agribisnis
pertanian produk Agribisnis, pemasaran
produk-produk Agribisnis

Dalam sistem produksi lembaga agribisnis dibutuhkan input berupa sumberdaya manusia
yag mengerti seluk-beluk dari sistem agribisnis yang dimulai dari hulu hingga hilir, dan
juga sarana dan prasarana dalam berproduksi dibidang agribisnis, seperti bahan baku untuk
budidayanya hingga pemasarannya. Dalam prosesnya, dmulai dari proses pengelolaan
tanah, pemupukan pemeliharaan, pemanenan produk-produk Agribisnis, pemasaran
produk-produk agribisnis sehingga dapat dihasilkan produk agrbinisnis yang dapat diterima
oleh konsumen.
b. Sistem operasi rumah sakit

Tenaga Medis, Obat- Diagnosa dan


obatan, Sarana dan Penanganan Pasien Kesembuhan Pasien
Prasana Medis

Dalam sistem operasi rumah sakit, diperlukan input berupa tenaga medis, obat-obatan, dan
sarana dan prasarana medis untuk mendiagnosa dan melakukan penanganan pasien
sehingga dihasilkan kesembuhan bagi pasien.
c. Sistem produksi pabrik sayuran dalam kaleng

SDM, bahan seleksi bahan baku, pencucian,


baku, mesin pencampuran bahan baku, Produk sayur dalam
produksi, pengalengan, pengecekan hasil kaleng
transportasi produksi, pemasaran

Dalam sistem produksi pabrik sayuran dalam kaleng diperlukan input berupa SDM baik
dari SDM yang mampu dalam penyeleksian bahan baku, proses produksi, hingga
pemasarannya. Dilakukannya seleksi bahan baku, pencucian, pencampuran bahan baku,
pengalengan, pengecekan hasil produksi, sehingga dihasilkan produk sayuran dalam
kaleng.
d. Sistem operasi fakultas pertanian

Dosen atau pengajar, mahasiswa, Hasil penelitian,


tenaga pelayanan, sarana dan Pembelajaran, penelitian akademisi di
prasarana pembelajaran bidang pertanian

Dalam sistem operasi fakultas pertanian, dibutuhkan mahasiswa, dosen atau pengajar yang
mumpuni dibidang pertanian, tenaga pelayanan baik dibidang akademik, administrasi,
pelayananan kelas, kebersihan, keamanan, maupun lainnya, dan juga sarana dan prasarana
untuk menunjang proses pembelajaran seperti ruang kelas, laboratorium, tempat praktikum
dilapang, maupun tempat parkir. Dilakukannya kegiatan belajar dan mengajar dan juga
kegiatan penelitian. Sehingga dihasilkannya hasil-hasil penelitian dan para akademisi
dibidang pertanian.
e. Sistem produksi supplier sayur organik

Sayur-sayuran Pengiriman dan pemasokan Sayuran organik diterima


organik, alat sayuran organik ke toko sayuran oleh toko sayuran organik
transportasi, SDM organik maupun konsumen maupun konsumen

Dalam sistem produksi supplier sayur organik, dibutuhkan input berupa sayuran-sayuran
organik, alat transportasi dan SDM yang mampu menyeleksi sayuran-sayuran organik yang
akan dikirim maupun SDM dalam proses pengiriman sayuran. Dilakukaannya seleksi
sayuran organik dari petani dan dilakukannya pengiriman sayuran organik ke toko organik
maupun konsumen. Sehingga sayuran organik dapat sampai ke toko organik maupun
konsumen dalam keadaan baik.
f. Sistem produksi Perusahaan Pertanian
Bahan baku, peralatan Pengolahan bahan baku sarana
dan teknologi, SDM, untuk menjadi sarana produksi
transportasi produksi pertanian pertanian

Dalam sistem produksi perusahaan pertanian, dibutuhkan bahan baku yang digunakan
dalam proses produksinya, peralatan dan teknologi untuk menghasil kualitas produk yang
baik, SDM baik ahli dalam bidang seleksi bahan baku, produksi, maupun pemasarannya.
Dilakukannya pengolahan bahan baku sehingga dihasilkan sarana produksi dalam bidang
pertanian dengan kualitas yang baik.
g. Sistem operasi supermarket sayur dan buah-buahan

Bahan baku (sayuran dan Penyeleksian sayuran dan Sayuran dan


buah-buahan), sarana dan buah-buahan, penataan buah-buahan
prasarana dalam ruang, menjaga kualitas kualitas baik
supermarket, SDM sayuran dan buah-buahan

Dalam sistem operasi supermarket sayur dan buah-buahan, dibutuhkan bahan baku berupa
sayuran dan buah-buahan dengan kualitas yang baik, sarana daan prasarana dalam
penjualan seperti gedung, lahan parkir, alat-alat dalam pengoperasian supermarket, SDM
dalam pengoperasian supermarket. Dilakukannya seleksi sayuran dan buah-buahan,
penataan ruangan dan menjaga kualitas dari sayuran dan buah-buahan. Sehingga dihasilkan
sarana produksi dalam bidang pertanian dengan kualitas yang baik.
h. Sistem operasi toko elektronik

Barang-barang Peletakan dan penataan Kualitas Barang-


elektronik, sarana barang-barang elektronik, barang elektronik
dan prasarana, pengecekan, pelayanan yang baik dan
transportasi, SDM pada konsumen pelayanan yang baik

Dalam sistem operasi toko elektronik, dibutuhkan barang-barang elektronik dengan


kualitas yang baik, sarana daan prasarana dalam penjualan seperti gedung, lahan parkir,
alat-alat dalam pengoperasian toko, SDM ahli elektro dan pemasaran. Dilakukannya
pemeriksaan barang-barang elektronik, penataan ruangan dan melakukan pelayanan yang
baik pada konsumen. Sehingga konsumen mendapatkan barang–barang elektronik dengan
kualitas dan pelayanan yang baik.
i. Sistem produksi pabrik mebel

Bahan baku, Seleksi bahan baku, Kualitas Barang-


sarana dan pengolahan, penngecekan, barang elektronik
prasarana, SDM, pemasaran yang baik dan
transportasi pelayanan yang baik

Dalam sistem produksi pabrik mebel, dibutuhkan bahan baku yang digunakan dalam
proses produksinya, peralatan dan teknologi untuk menghasil kualitas produk yang baik,
SDM baik ahli dalam bidang seleksi bahan baku, produksi, maupun pemasarannya.
Dilakukannya seleksi bahan baku, pengolahan bahan baku dan pengecekan. Sehingga
dihasilkan mebel dengan kualitas yang baik.
j. Sistem operasi toko mebel

Barang mebel, sarana Peletakan dan penataan Kualitas mebel dan


dan prasarana, mebel, pengecekan, pelayanan yang
transportasi, SDM pelayanan pada konsumen baik

Dalam sistem operasi toko mebel, dibutuhkan barang mebel dengan kualitas yang baik,
sarana daan prasarana dalam penjualan seperti gedung, lahan parkir, alat-alat dalam
pengoperasian toko, SDM ahli perkayuan dan pemasaran. Dilakukannya pemeriksaan
mebel, penataan ruangan dan melakukan pelayanan yang baik pada konsumen. Sehingga
konsumen mendapatkan mebel dengan kualitas dan pelayanan yang baik.
k. Sistem operasi bank

SDM, sarana dan Pengelolaan dana nasabah, Jasa keuangan


prasarana, dana pelayanan nasabah

Dalam sistem operasi bank, dibutuhkan SDM yang ahli dalam bidang keuangan dan
pelayanan terhadap nasabah, sarana dan prasarana meliputi gedung, lahan parkir,
penyimpanan uang, peralatan dalam melayani nasabah, dan juga dana dalam
pengoperasiannya. Dilakukannya pengelolaan dana nasabah dan pelayanan yang terbaik
untuk nasabah. Sehingga nasabah mendapatkan pelayanan jasa keuangan yang baik.
l. Sistem operasi asuransi

SDM, sarana dan Pengelolaan dana asuransi, Jasa asuransi


prasarana, dana pelayanan nasabah
Dalam sistem operasi asuransi, dibutuhkan SDM yang ahli dalam bidang keuangan dan
pelayanan asuransi, sarana dan prasarana meliputi gedung, lahan parkir, dan peralatan
dalam melayani nasabah asuransi. Dilakukannya pengelolaan dana asuransi dan pelayanan
yang terbaik untuk nasabah asuransi. Sehingga nasabah mendapatkan pelayanan jasa
asuransi yang baik.
m. Sistem produksi dan operasi restoran organik

Bahan baku organik, Pengolahan bahan baku menjadi Menu masakan


SDM, sarana dan menu yang sesuai permintaan organik dan
prasarana dan memberikan pelayanan pelayanan yang baik

Dalam sistem operasi dan produksi restoran organik, dibutuhkan bahan baku baik yang
serba organik, SDM yang ahli dalam seleksi bahan baku, memasak, pemasaran,
administrasi dan pelayanan ke konsumen, sarana dan prasarana meliputi gedung, lahan
parkir, peralatan memasak, dan peralatan dalam melayani konsumen. Dilakukannya
pengelolaan bahan baku menjadi menu yang sesuai permintaan konsumen dan pelayanan
yang terbaik untuk konsumen. Sehingga konsumen mendapatkan menu masakan organik
dan pelayana yang baik.
n. Sistem operasi penerbangan
SDM, sarana dan Pelayanan Jasa transortasi yang
prasarana penerbangan aman dan nyaman

Dalam sistem operasi penerbang, dibutuhkan SDM yang ahli dalam bidang mesin pesawat,
pilot, pramugari dan pramugara, dan administrasi, sarana dan prasarana meliputi pesawat
dengan fasilitasnya. Dilakukannya pengecekan pesawat sebelum dilakukan penerbangan
dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk penumpang. Sehingga penumpang
mendapatkan pelayanan yang baik.
6. Uraikan definisi untuk istilah-istilah di bawah ini, agar mahasiswa memahami arti dan
fungsi dari masing-masing istilah di dalam manajemen operasi dan produksi, yaitu:
a) Produksi
Produksi adalah proses mengubah input menjadi output. Produksi meliputi semua
kegiatan untuk menciptakan/ menambah nilai/ guna suatu barang/jasa sehingga lebih
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
b) Produk
Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang atau jasa. Dalam
suatu usaha, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam
marketing, produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan
bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan.
c) Jasa
Menurut Kotler (2000) , Jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan
oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan
menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa dan bisa juga tidak
terikat pada suatu produk.
Jasa mempunyai beberapa karakteristik diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Tidak berwujud
Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud, berarti jasa tidak dapat dilihat,
dirasakan,dicicipi atau disentuh seperti yang dapat dirasakan dari suatu barang.
2. Heteregonitas
Jasa merupakan variabel non standar dan sangat bervariasi. Artinya, karena jasa
itu berupa suatu unjuk kerja, maka tidak ada hasil jasa yang sama
walaupun dikerjakan oleh satu orang. Hal ini dikarenakan oleh interaksi manusia
(karyawan dan konsumen) dengansegala perbedaan harapan dan persepsi yang
menyertai interaksi tersebut.
3. Tidak dapat dipisahkan
Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan
partisipasikonsumen dalam proses tersebut. Berarti, konsumen harus berada di
tempat jasa yangdimintanya, sehingga konsumen melihat dan bahkan ikut ambil
bagian dalam proses produksi tersebut.
4. Tidak tahan lama
Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan,
dijualkembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen
jasa dimana ia membeli jasa.
d) Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya
sumber-sumber produksi ( tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada di ubah untuk
dijadikan suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah
kegunaan barang atau jasa.
e) Faktor-faktor produksi
Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi
barang atau jasa. Pada awal nya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu
tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan dana. Pada perkembangannya, faktor
sumber daya alam diperluas, baik langsung dari alam maupun tidak yang digunakan
oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources).
f) Produsen
Produsen adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan suatu
produk. Produsen berfungsi untuk menghasilkan produk atau jasa yang dapat digunakan
orang untuk memenuhi kebutuhannya.
g) Produktivitas
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara
luaran (output) dengan masukan (input). Menurut Herjanto, produktivitas merupakan
suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Semakin tinggi tingkat
produktivitasnya berarti semakin banyak hasil (output ) yang dicapai. Adapun unsur dari
produktivitas yaitu efisensi, efektivitas dan kualitas. Produktivitas berfungsi sebagai
patokan dalam perusahaan dan industry untuk berproduksi.
h) Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda
secaraterpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan
pengeluaran.
Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan
dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa
yang memberikan pendapatan bagi perusahaan. Berikut ini ada 4 fungsi terpenting
dalam poduksi dan operasi:
1. Proses Pengolahan.
2. Jasa-jasa penunjang.
3. Perencanaan.
4. Pengendalian atau pengawasan
i) Perencanaan Produk
Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio
suatu proyek, sehingga suatu organisasi
dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yangakan diikuti selama periode
tertentu.
Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk
mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
1. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
2. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk
turunan).
3. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
4. Waktu dan urutan proyek.
j) Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai
macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang
akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Perencanaan produksisangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan
sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan
pengendalian dalam satu kesatuan
k) Urutan Proses Produksi
Urutan proses produksi adalah kegiatan atau metode yang digunakan
oleh perusahaan dalam mengarahkan proses produksi secara bertahap sampai
menghasilkan output(barang atau jasa). Berfungsi untuk menghasilkan produk yang
berkualitas serta menjagakualitas produk.
l) Skedul Produksi
Skedul produksi adalah tahap dari perencanaan produksi yang membuat rencana kapan
proses produksi dilaksanakan. Rencana produksi adalah suatu keputusanyang diambil
dan pelaksanaannya akan dilakukan oleh fungsi operasional yang diawasi secaraketat
oleh bagian pengendali mutu (Quality Control), namun tingkat keberhasilannya bukan
hanya pada tinggkat pelaksanaan tapi sangat ditentukan oleh baik tidaknya susunan
rencana produksi itu sendiri.
7. Jenis dari proses produksi ini ada beberapa macam, yang dapat dipisahkan menurut
berbagai sudut pandangan. Penggunaan sudut pandangan yang tidak sama akan
menghasilkan pemisahan proses produksi yang berbeda pula. Sebutkan dan jelaskan
masing-masing proses produksi tersebut.
Sifat proses produksi : menentukan jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam
pengolahan suatu produk. Berdasarkan sifatnya, proses produksi dapat dibedakan menjadi 4
macam yakni :
a. Proses ekstraktif
Suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Contoh :
proses penambangan batu bara. Terdapat dalam industri proses produksi dasar.
b. Proses analitik
Suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir
menyerupai bentuk atau jenis aslinya. Misalnya, penyulingan minyak.
c. Proses fabrikasi ( proses pengubahan )
Suatu proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Contoh : proses
pembuatan pakaian, sepatu.
d. Proses sintetik
Metode pengkombinasian beberapa bahan ke dalam suatu bentuk produk. Misalnya,
dalam pengolahan baja produk akhirnya akan beda dengan jenis aslinya karena ada
perubahan fisik atau kimia.
- Jangka waktu produksi : ditentukan menurut periode waktu dalam mana fasilitas
produksi digunakan. Proses produksi digolongkan menjadi 2 macam, yakni :
e. Proses terus- menerus ( continuous process )
Digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan manufaktur di mana periode waktu yang
lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang akan dipakai.
Contohnya, produksi mobil di mana perubahan model hanya terjadi sekali dalam satu
tahun.
f. Proses terputus- putus ( intermittent process )
Terdapat dalam keadaan manufaktur di mana mesin-mesin itu beroperasi dengan
mengalami beberapa kali berhenti dan dirancang untuk membuat produk lain yang
berbeda. Contoh, alat-alat pengecoran logam di mana bentuk alat ini dapat dirubah
setiap saat.
- Sifat produk : proses produksi yang lain dapat ditentukan menurut sifat produknya,
jadi melibatkan ada atau tidaknya spesifikasi pembeli suatu produk tertentu. Proses
produksi dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni :
g. Produksi standard
Produksi barang-barang yang sering dilakukan oleh produsen. Contohnya, produksi
televisi. Penggunaan produksi standard ini memerlukan sejumlah modal yang besar
untuk : memelihara sejumlah persediaan, menyediakan fasilitas penyimpanan yang
memadai, menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kebakaran,
pencurian dan sebagainya.
h. Produksi pesanan
Digunakan bilamana para pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk
yang diinginkan. Contohnya, mebel untuk keperluan khusus.
8. Saat ini adalah era globalisasi dan perdagangan bebas, bagaimana usaha dan upaya
yang harus dilakukan oleh para produsen di Indonesia khususnya di bidang operasi
agar mampu memenangkan persaingan baik di pasar dalam negeri maupun di luar
negeri? Strategi dan peran apakah yang dapat dimainkan bidang operasi dalam
menghadapi era globalisasi tersebut? Dapatkah operasi pabrik maupun jasa
dikembangkan sehingga menjadi salah satu cara untuk berkompetisi di pasar
internasional?
Globalisasi ekonomi adalah perubahan perekonomian dunia yang bersifat mendasar
atau struktural, dan proses ini akan berlangsung terus dengan laju yang akan semakin cepat
mengikuti perubahan teknologi yang juga semakin cepat dan peningkatan serta perubahan
pola kebutuhan masyarakat dunia. Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan
saling ketergantungan ekonomi dan juga mempertajam persaingan antarnegara, tidak hanya
dalam perdagangan internasional, tetapi juga investasi, keuangan, dan produksi sehingga
diperlukan suatu usaha dan upaya produsen di Indonesia agar mmpu memenangkan
persaigan pasar baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Upaya – upaya tersebut
yakni diantaranya:
 Meningkatkan kualitas produk yang tinggi
 Pelayanan yang baik terhadap konsumen sehingga dapat memuaskan dan memenuhi
keinginan konsumen
 Melalui inovasi dan standarisasi produk
 Memahami pertumbuhan pasar untuk mengetahui informasi baik harga maupun
produk
 Pengembangan produk secara berkesinambungan
 Melalui tingkat harga yang rendah
 Adaptasi dan penganekaragaman produk yang sesuai dengan pasar yang dibidik
 Bekerjasama dengan pasar saham dan bursa saham sehingga dapat menguatkan modal
Selain itu, strategi dan peran yang dapat dimainkan bidang operasi dalam menghadapi
era globalisasi adalah :
 Meningkatkan daya saing, pengamanan perdagangan dalam negeri serta penguatan
produ untuk ekspor.
 Mengembangkan kebijakan dan diplomasi perdagangan seperti yang telah ditetapkan
oleh Badan Kementrian yaitu dengan menetapkan beberapa program dan kegiatan
yang bertujan untuk meningkatkan daya saing ekspor.
 Menyempurnakan sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas rakyat Indonesia
 Meningkatkan daya guna dan partisipasi lembaga penelitian dan pengkajian
 Meningkatkan sarana produksi, inovasi teknologi dan intensifikasi untuk seluruh
produsen
Operasi pabrik dan jasa dapat dikembangkan menjadi salah satu cara untuk
berkompetisi di pasar internasional karena dengan pengembangan operasi pabrik dan jasa
dapat meningkatkan mutu dari suatu produk dan kualitas pelayanan suatu jasa. Sehingga
produk maupun jasa tersebut dapat diterima di pasar global.
Adapun cara atau strategi yang digunakan dalam mengembangkan operasi pabrik dan
jasa yakni dengan:
 Mengatur waktu produksi agar dapat menjadwal semua barang untuk penyelesaian
yang tepat pada waktunya.
 Menghindari kelebihan atau kekurangan muatan dari fasilitas produkssi sehingga
kapasitas produkssi dapat dimanfaatkan secara efisien.
 Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan atau konsumen
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.
2013..Istilah dalam Manajemen Operasi.Online.[http://shoimus1990.blogspot.com/20
12/06/manajemen-operasi-dan-produki-dalam.html].Diakses pada 22 Februari 2013.
Herjanto, E. 2007. Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo
Herjanto, Eddy. Manajemen Operasi. (online). [http://books.google.co.id/books]. Diakses
tanggal 19 Februari 2014
James, R Evan. 2010. “Applied Production and Operations Management”,
[https://sites.google.com/site/operasiproduksi/mo_reading_01]. Diakses pada tanggal
19 Februari 2014
K.Dermoredjo, Saktiyanu. 2012. Analisis Dampak Pedagangan Bebas ASEAN Terhadap
Pengembangan Komoditas Pangan di Indonesia. Fakultas Pertanian UGM.
Richard B Chase. 1998. Production and Operation Management. New York: McGraw Hill.
Muhammad soimus soleh. [https://sites.google.com/site/operasiproduksi/ruang-
lingkup-manajemen-operasi]. Diakses pada tanggal 19 Februari 2014
Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert. Bisnis. Edisi Kedelapan Jilid 2. Erlangga.
Sholeh, Mohammad Shoimus. Manajemen Produksi dan Operasi. Online
[http://shoimus1990.blogspot.com/2012/06/manajemen-operasi-dan-produki-
dalam.html]. Diakses pada tanggal 22 Februari 2014.