Anda di halaman 1dari 3

Risiko Perbankan

Bank Indonesia sebagai “The Last of Resort” berkewajiban penuh untuk menjaga dan
melindungi perbankan dalam negeri dari berbagai risiko yang timbul. Dalam hal ini ada 4
(empat) risiko yang perbankan yang ditetapkan atau diisyaratkan oleh Bank Indonesia untuk
di-manage (dikelola) yaitu :
a. Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko yang disebabkan oleh ketidak-mampuan para debitur
dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana yang perlu dipersyaratkan oleh pihak
kreditur.
b. Risiko Pasar
Risiko pasar merupakan risiko yang disebabkan karena adanya pergerakan pasar dari
kondisi normal ke kondisi di luar prediksi atau yang tidak normal sehingga kondisi
tersebut menyebabkan pihak perbankan mengalami kerugian. Risiko pasar secara
umum disebabkan karena dua hal :
 Risiko nilai tukar adalah risiko yang disebabkan karena perubahan nilai tular mata
uang asing di pasaran internasional sehingga perubahan ini mempengaruhi kepada
kondisi yang tidak pasti pada nilai perusahaan. Seperti perubahan pada nilai tukar
mata uang dollar Amerika.
 Risiko tingkat bunga adalah risiko yang disebabkan karena berubahnya tingkat suku
bunga (interest rate) yang menyebabkan suatu perusahaan menghadapi dua tipe
risiko selanjutnya yaitu 1) risiko perubahan pendapatan, dimana perubahan itu
menyebabkan berubahnya atau berkrangnya nilai dari yang diharapkan, 2) risiko
perubahan nilai pasar yaitu terjadinya penurunan nilainya atau menjadi lebih kecil
dari yang semula
c. Risiko Operasional
Risiko operasional merupakan risiko yang timbul karena faktor internal bank sendiri
yaitu seperti kesalahan pada system computer, human error, dan lainnya sehingga
kejadian seperti itu telah menyebabkan timbulnya masalah pada bank itu sendiri.
d. Risiko Likuditas
Risiko likuditas merupakan risiko yang dialami oleh pihak perbankan karena
ketidakmampuannya memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Dampak Kerugian akibat Risiko Perbankan


Kerugian akibat kejadian risiko akan mengurangi laba yang diperoleh. Pada umumnya dampak
kerugian akan langsung berpengaruh kepada stakeholder yaitu pegawai dan pemegang saham.
Lebih jauh, dampak kerugian dapat berpengaruh kepada nasabah atau pun perekonomian.
Bagi Pemegang Saham
 Penurunan atau bahkan kehilangan nilai investasi
 Kehilangan dividen akibat berkurangnya laba bank
 Bertanggung jawab terhadap kerugian

Bagi Pegawai
 Tindakan indisipliner karena kelalaian atau pun kesengajaan
 Berkurangnya pendapatan, pengurangan bonus atau bahkan gaji
 Kehilangan pekerjaan

Bagi Nasabah
 Penurunan tingkat pelayanan nasabah
 Pengurangan ketersediaan produk
 Krisis likuiditas
 Perubahan regulasi

Risiko Fraud
Terdapat empat faktor pendorong seseorang untuk melakukan kecurangan, yang disebut juga
dengan teori GONE yaitu
Greed (keserakahan), Opportunity (kesempatan), Need (kebutuhan),
Exposure (pengungkapan).

Faktor Greed dan Need merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku
kecurangan (disebut juga faktor individual). Sedangkan faktor Opportunity dan Exposure
merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan
(disebut juga faktor generik/umum).

a. Faktor individu
1. Moral, faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed).
2. Motivasi, faktor ini berhubungan dengan kebutuhan (need), yang lebih cenderung
berhubungan dengan pandangan/pikiran dan keperluan pegawai/pejabat yang
terkait dengan aset yang dimiliki perusahaan/instansi/organisasi tempat ia bekerja.
Selain itu tekanan (pressure) yang dihadapi dalam bekerja dapat menyebabkan
orang yang jujur mempunyai motif untuk melakukan kecurangan.
b. Faktor generic
1. Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung pada
kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Kesempatan untuk melakukan
kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan. Namun, ada yang mempunyai
kesempatan besar dan ada yang kecil. Secara umum manajemen suatu
organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan
kecurangan daripada karyawan.
2. Pengungkapan (exposure) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya
kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain.
Oleh karena itu, setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila
perbuatannya terungkap.

Dampak Risiko Fraud


Kerugian yang bersifat materi maupun non materi, dimana kerugian materi diukur dari segi
finansial dengan mengacu pada nilai mata uang yang dipakai. Sedangkan kerugian non materi
diukur dari segi non finansial seperti menurunnya kepercayaan publik pada perusahaan.
Risiko Politik