Anda di halaman 1dari 16

Sifat Kepemimpinan

Adapun sifat yang harus dimiliki dalam kepemimpinan adalah :


1. Berpandangan jauh.
2. Bertindak dan bersikap bijaksana.
3. Berpengetahuan luas.
4. Bersikap dan bertindak adil.
5. Berpendirian tuguh.
6. Optimis bahwa misinya berhasil.
7. Berhati ikhlas.
8. Memiliki kondisi fisik yang baik.
9. Mampu berkomunikasi.
10. Kesadaran akan tujuan arah.
11. Antussiasme.
12. Keramahan dan kecintaan.
13. Ketegasan.
14. Integritas.
15. Penguasaan teknis.
16. Kecerdasan.
17. Keterampilan.

Fungsi Kepemimpinan
Agar suatu kelompok dapat dipimpin dengan baik dan efektif, seorang pemimpin
paling sedikit harus menjalankan dua fungsi, yaitu :
1. Fungsi Pemecahan masalah, fungsi ini berhubungan dengan tugas atau pekerjaan
terhadap masalah yang di hadapi kelompok.
2. Fungsi Social fungsi ini berhubungan dengan kehidupan kelompok, yaitu memberikan
dorongan kepada anggota kelompok untuk menciptakan suasana kerja bagi
kelompoknya.

Fungsi kepemimpinan yaitu :


Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu
fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan.
Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
1) Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan
menyediakan fasilitasnya.
2) Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing,
directing, commanding, controling, dsb.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut


harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari
Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam
kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada
didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian
didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan
atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang
dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang
dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan
pemimpin.

Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara


operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1. Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana
(cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan
hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan
secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2. Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut
digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan
pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3. Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang
dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap
anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam
melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-
masing.
4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang
membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan
ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang
dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus
diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh
seorang pemimpin seorang diri.
5. Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur
aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga
memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi
pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan,
koordinasi, dan pengawasan.

Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi


dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi
tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur
hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin
dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu
organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan
pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin
melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
1) Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
2) Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
3) Sebagai komunikator yang efektif.
4) Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.

Fungsi pokok pimpinan adalah:


1) Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh
anggotanya.
2) Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
3) Bertindak sebagai wakil kelompok dalam berhubungan dengan dunia luar
Fungsi kepemimpinan itu pada pokoknya adalah menjalankan wewenang
kepemimpinan, yaitu menyediakan suatu sistem komunikasi, memelihara kesediaan bekerja
sama dan menjamin kelancaran serta keutuhan organisasi atau perusahaan.
Fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan
b. Pengembangan imajinasi
c. Pendelegasian wewenang kepada bawahan
d. Pengembangan kesetiaan para bawahan
e. Pemrakarsaan, penggiatan dan pengendalian rencana-rencana
f. Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
g. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
h. Pelaksanaan kontrol dan perbaikan kesalahan-kesalahan
i. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi
j. Pertanggungjawaban semua tindakan
https://blingjamong.wordpress.com/2014/02/07/kepemimpinan-fungsi-
tanggung-jawab-dan-ciri-pemimpin/

Sifat-Sifat Kepemimpinan
Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan
mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya, yang dipakai
sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Usaha-usaha yang sistematis tersebut
membuahkan teori sifat atau kesifatan dari kepemimpinan.
Dalam Handoko (1995: 297) Edwin Ghiselli mengemukakan teori mereka tentang
teori kesifatan atau sifat kepemimpinan. Edwin Ghiselli mengemukakan 6 (enam) sifat
kepemimpinan yaitu :
1. Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau
pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen.
2. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung jawab
dan keinginan sukses.
3. Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif, dan daya piker.
4. Ketegasan, atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan
memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.
5. Kepercayaan diri, atau pandangan terhadap dirinya sehingga mampu untuk
menghadapi masalah.
6. Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkan
serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inofasi.

Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R.
Terry dalam Kartono (1992: 37). Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagai
berikut:
1) Energi jasmaniah dan mental Yaitu mempunyai daya tahan, keuletan, kekuatan
baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan.
2) Kesadaran akan tujuan dan arah Mengetahui arah yang akan dituju dari
pekerjaan yang akan dilaksanakan, serta yakin akan manfaatnya.
3) Antusiasme Pekerjaan yang dilakukan mempunyai tujuan yang
bernilai, menyenangkan, memberikan sukses, dan dapat membangkitkan semangat
serta antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan.
4) Keramahan dan kecintaan Kasih sayang dan dedikasi pemimpin bisa memotivasi
bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan bagi semua pihak,
sehingga pemimpin dapat mengarahkan untuk mencapai tujuan.
5) Integritas Pemimpin harus bersikap terbuka; merasa utuh bersatu, sejiwa
dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan
hormat.
6) Penguasaan teknis Setiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa
kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk
memimpin.
7) Ketegasan dalam mengambil keputusan Pemimpin yang berhasil pasti dapat
mengambil keputusan secara cepat, tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan
pengalamannya.
8) Kecerdasan Orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang
lebih cepat dan cara yang lebih efektif.
9) Keterampilan mengajar Pemimpin yang baik adalah seorang guru yang mampu
menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong, dan penggerakkan anak buahnya
untuk berbuat sesuatu.
10) Kepercayaan Keberhasilan kepemimpinan pada umumnya selalu didukung oleh
kepercayaan anak buahnya, yaitu percaya bahwa pemimpin bersama-sama dengan
anggota berjuang untuk mencapai tujuan.

Teori Kesifatan menurut George R. Terry adalah sebagai berikut:


1) Kekuatan Kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat yang pokok bagi
pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai
rintangan.
2) Stabilitas emosi Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian
lingkungan sosial yang rukun, damai, dan harmonis.
3) Pengetahuan tentang relasi insani Pemimpin diharapkan memiliki pengetahuan
tentag sifat, atak, dan perilaku bawahan agar ia bisa menilai kelebihan dan
kelemahan bawahan yang disesuaikan dengan tugas-tugas yang akan diberikan
kepadanya.
4) Kejujuran Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik
kepada diri sendiri maupun kepada bawahan.
5) Obyektif Pertimbangan pemimpin harus obyektif, mencari bukti-bukti yang nyata
dan sebab musabab dari suatu kejadian dan memberikan alasan yang rasional atas
penolakannya.
6) Dorongan pribadi Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus
muncul dari dalam hati agar mau ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian
kepada kepentingan umum.
7) Keterampilan berkomunikasi. Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara,
mudah menangkap maksud orang lain, mahir mengintegrasikan berbagai opini
serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan.
8) Kemampuan mengajar Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik, yang
membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah
pengetahuan, keterampilan agar bawahannya bisa mandiri, mau memberikan
loyalitas dan partisipasinya.
9) Keterampilan sosial Dia bersikap ramah, terbuka, mau menghargai pendapat orang
lain, sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik.
10) Kecakapan teknis atau kecakapan manajerial. Penguasaan teknis perlu dimiliki
agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan.
Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas, dapat
disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah :
1) Kemampuan sebagai pengawas supervisory ability;
2) Kecerdasan
3) Inisiatif
4) Energi jasmaniah dan mental
5) Kesadaran akan tujuan dan arah
6) Stabilitas emosi
7) Obyektif
8) Ketegasan dalam mengambil keputusan
9) Keterampilan berkomunikasi
10) Keterampilan mengajar
11) Keterampilan social
12) Pengetahuan tentang relasi insane.
http://erwinparasian.blogspot.co.id/2014/04/sifat-sifat-kepemimpinan.html

BAB I
PEMBAHASAN
A. Sifat –sifat kepemimpinan
Setiap orang mempunyai sekedar pengaruh atas yang lain, dengan praktek. Pengaruh
ini jadi tumbuh, sebagian orang lebih banyak dipengaruhi oleh orang lain, dan sebagaian
kondisi lebih banyak dapat digunakan untuk mempengaruhi, maka sangat mungkin
untuk aseseorang atau pemimpin untuk mempengaruhi prilaku orang lain menurut keinginan-
keinginan dalam suatu keadaan tertentu.

Kemempinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dari sifat-sifat


kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam
rangka menyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-
tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta
merasa tidak terpaksa. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat
kepribadian yang baik akan lebih mudah untuk diterima oleh anggotanya. Karena para
pemimpin juga menjalankan sebuah fungsi dan perannya yang sangat penting.Juga untuk
mencoba untuk memahami persoalan-persoalan yang dihadapi para anggota ketika mereka
menjalankan profesinya.
Oleh karena itu, dalam kepemimpinan sebuah organisasi dibutuhkan seorang
pemimpin yang efektif.Sehingga setiap orang yang diangkat menjadi pemimpin didasarkan
kelebihan-kelebihan yang dimilikinya daripada orang-orang yang dipimpin.Dan dalam
keadaan tertentu kelebihan-kelebihan itu dapat dipergunakannya untuk bertindak sebagai
pemimpin tetapi, tidak semua orang dapat menggunakan kelebihannya itu untuk memimpin.
Maka dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai bagaimana sifat-sifat pemimpin
yang efektif, baik iotu secara umum maupun agama, sehingga bisa menjadi pemimpin yang
baik.

B. Sifat-Sifat Pemimpin Yang Efektif


1) Sifat-sifat pemimpin yang efektif secara umum
Untuk menjadi pemimpin diperlukan adanya syarat-syarat tertentu.Dan syarat-syarat
serta sifat-sifat dimiliki seseorang pemimpin berbeda-beda menurut golongan dan fungsi
jabatan yang dipegangnya. Untuk menjadi pemimpin perusahaan tidak mungkin sama syarat-
syarat dan sifat yang diperlukan dengan pemimpin dalam bidang pendidikan. Meskipun
demikian, disamping syarat-syarat yang khusus berlaku dan diperlukan bagi jenis-jenis
lembaga atau organisasi tertentu, banyak syarat dan sifat umum yang berlaku dan diperlukan
bagi hamper semua jabatan kepemimpinan.
Banyak penulis dan ahli yang mencoba merumuskan syarat-syarat dan sifat-sifat
kepemimpinan menurut bidangnya masing-masing.Ada yang merumuskannya secara garis
besar dan pokok-pokoknya saja, tetapi ada pula yang sangat terinci.
Prof. Dr. A. Abdurrahman yang dikutip dari Administrasi dan Supervisi Pendidikan
karangan Ngalim Purwanto, menyimpulkan bahwa sifat kepemimpinan menjadi sifat pokok
yang disebutnya panca sifat yaitu :
1. Adil
2. Suka melindungi
3. Penuh insiatif
4. Penuh daya penarik
5. Penuh kepercayaan pada diri sendiri.
Ordway Tead, mengemukakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin
sebagai berikut :
1. Berbadan sehat, kuat dan penuh energi
2. Yakin akan maksud dan tujuan organisasi
3. Selalu bergairah
4. Bersifat ramah tamah
5. Mempunyai keteguhan hati
6. Unggul dalam teknik bekerja
7. Sanggup bertindak tegas
8. Memiliki kecerdasan
9. Pandai mengajari bawahan
10. Percaya pada diri sendiri.

Selanjutnya penelitian, Edwin Ghiselli, dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukkan sifat-
sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. Sifat-sifat tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau
pelaksanaan fungsi-fungsi dasar manajemen, terutama pengarahan dan pengawas
pekerjaan orang lain.
2. Kebutuhan akan prestasi dalam bekerja, mencakup pencarian tanggung jawab dan
keingin suksesan.
3. Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya piker.
4. Ketegasan (decibeness), atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan
memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.
5. Kepercayaan diri, atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk
menghadapi masalah.
6. Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkan
serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru dan inovasi.

Sedangkan keith Davis mengikhtisarkan ada empat cirri / sifat utama yang
mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi adalah (1) kecerdasan,
(2) Kedewasaan, dan keluasan hubungan sosial (3) motivasi diri dan dorongan berprestasi (4)
sikap-sikap hubungan manusiawi.
Selanjutnya akan dibahas mengenai sifat-sifat / karakteristik kepemimpinan kepala sekolah
yang efektif diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan
baik, lancer dan produktif.
2) Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
3) Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat
dilibatkan sekolah dan pendidikan.
4) Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan
guru dan pegawai lain di sekolah.
5) Bekerja dengan tim manajemen.
6) Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan.

Suatu konsep yang lebih menarik lagi ialah sifat-sifat yang diharapkan dimiliki oleh
setiap pemimpin yang baik, yang dikemukakan oleh Suprapto pada permulaan memangku
jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta ia mendasarkan uraiannya kepada asas
kepemimpinan yang dirumuskan Ki. Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing
Madya mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Dari asas kepemimpinan tersebut ditutunkannya
17 sifat kepemimpinan yang semuanya dimulai dengan huruf “t” yaitu :
1. Takwa
2. Taat
3. Temen (jujur)
4. Tekun
5. Terampil
6. Tanggap
7. Trengginas (lincah)
8. Tegas
9. Tangguh
10. Tangg on (iman)
11. Terbuka
12. Toleran
13. Teliti
14. Tertib
15. Tepo Seliro
16. Tanpa Pamrih
17. Tanggung Jawab
Dengan mengidentifikasi sifat-sifat kepemimpinan tersebut tidak berarti bahwa
seorang pemimpin yang baik harus memiliki keseluruhan atau semua sifat
tersebut.Keseluruhan sifat tersebut hanyalah merupakan tipe ideal yang tidak mungkin
terdapat di dalam kenyataan yang diharapkjan tentunya ialah agar setiap pemimpin berusaha
untuk memiliki sebanyak mungkin sifat kepemimpinan yang baik itu.

2) Sifat-sifat Pemimpin Yang Efektif Secara Agama


Setelah membahas mengenai sifat-sifat kepemimpinan yang baik secara umum, dalam
uraian selanjutnya akan dikemukakan beberapa sifat yang diperlukan dalam kepemimpinan
pendidikan maupun agama.
Allah swt menciptakan manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan-Nya, berarti
ketaatan dan kepatuhan manusia kepada Allah merupakan alas an penciptaan manusia.
Karena itu kekhalifahan manusia di bumi juga merupakan tujuan penciptaan manusia, dan
sekaligus hanya manusia yang mampu menerima amanat dari Allah bahwa manusia bebas
memilih dan berkehendak untuk mengikuti perintah-perintah Allah.
Tugas manusia sebagai pemimpin dan manajer di bumi ini ialah memakmurkan alam
sebagai manifestasi dari rasa syukur manusia kepada Allah dan pengabdian kepada-Nya,
Dalam Q.S Al-Anbiya’ : 73
Artinya :“Kami Telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi
petunjuk dengan perintah kami dan Telah kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan
kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan Hanya kepada kamilah mereka
selalu menyembah”,

Jadi, bagi setiap umat ada pemimpin yang dipercayai (credible) sehingga mereka
dapat mengajarkan kebenaran, kebaikan dan kemuliaan dengan keteladananya.Pemimpin
harus menjadi penolong, menggerakkan, mengarahkan dan membimbing anggota organisasi
untuk mematuhi kehendak Allah. Oleh karena itu, seorang pemimpin efektif diperlukan sifat-
sifat yang baik, agar umat yang akan mengankatnya sebagai pemimpin bisa mempercayainya.
Adapun sifat-sifat pemimpin yang efektif dalam agama adalah sebagai berikut.
a) Rendah hati dan sederhana
Seorang pemimpin pendidikan hendaknya jangan mempunyai sikap sombong atau lebih
mengetahui daripada yang lain. Ioa hendaknya lebih banyak mendengarkan dan bertanya
daripada berkata dan menyuruh.Sehingga para anggotanya tidak merasa diremehkan
meskipun mereka hanya seorang bawahan.
b) Bersifat suka menolong
Pemimpin hendaknya selalu siap sedia untuk membantu anggota-anggotanya tanpa diminta
bantuannya. Dan selalu bersedia untuk mendengarkan kesulitan-kesulitan yang disampaikan
oleh anggota-anggotanya meskipun ia tidak akan dapat menolongnya.
c) Sabar dan memiliki kestabilan emosi
Seorang pemimpin pendidikan hendaknya memiliki sifat sabar.Jangan lekas merasa kecewa,
dalam menghadapi kegagalan atau kesukaran, sebaliknya jangan lekas merasa bangga dan
sombong jika kelompoknya berhasil. Sifat ini akan memberikan perasaan aman kepada
anggota-anggotanya.
d) Percaya kepada dirinya sendiri
Seorang pemimpin hendaknya menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada anggota-
anggotanya, percaya bahwa mereka akan dapat melaksanakan tugasnya masing-masing
dengan sebaik-baiknya. Yang dipimpinnya harus merasa pula bahwa mereka mendapat
kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya.
e) Jujur, adil, dan dapat dipercaya
Sikap percaya kepada diri sendiri pada anggota-anggota kelompok dapat timbul karena
adanya kepercayaan mereka terhadap pemimpinnya. Karena mereka menaruh kepercayaan
kepada pemimpinnya, mereka akan menjalankan semua kewajiban dengan rasa patuh dan
bertanggung jawab.
f) Keahlian dalam jabatan
Keahliuan jababatan merupakan syarat utama pula dalam kepemimpinan.Tanpa keahlian tak
mungkin menjadi pemimpin.Dengan keahlian jabatan itu bukan saja dimaksud kecakapan
dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi juga termasuk pengalaman dan penguasaan semua
macam pengetahuan yang diperlukan untuk memperoleh dan menambah kecakapan kita.
g) Amanah
Amanah juga merupakan sifat kepemimpinan.Karena Allah telah mempercayakan manusia
mengelola ala mini untuk kebaikan manusia dan kemakmuran alam, berarti keteladanan
manusia yang menduduki jabatan tertentu sangat diperlukan untuk kebaikan organisasi. Oleh
karena itu, seorang pemimpin diharapkan melakukan apa yang mereka katakana, agar
bawahannya sukarela melakukan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
BAB 2
PENUTUP
A . Kesimpulan
Sebenarnya sifat-sifat kepemimpinan yang efektif tersebut hanyalah merupakan tipe
ideal yang tidak mungkin terdapat dalam kenyataan.Dan tidak mungkin semua sifat yang
telah diuraikan di atas berlaku bagi semua pemimpin dari segala organisasi.Namun sangat
diharapkan tentunya ialah agar setiap pemimpin berusaha untuk memiliki sebanyak mungkin
sifat kepemimpinan yang baik itu. Namun, penulis akan menyimpulkan bahwa yang menjadi
inti dari sifat-sifat kepemimpinan yang efektif itu adalah sebagai berikut :
a) Bertakwa dan taat kepada perintah Tuhan
b) Jujur, adil dan dapat dipercaya
c) Bertanggung jawab atas segala tugas yang di emban
d) Sehat jasmani dan rohani
e) Mempunyai kecakapan ilmu pengetahuan.

Sedangkan sifat kepemimpinan yang efektif dalam agama adalah sebagai berikut :
a) Rendah hati dan sederhana
b) Suka menolong
c) Sabar dan memiliki kestabilan emosi
d) Jujur, adil dan amanah
e) Keahlian dalam jabatan
http://lintikpuber.blogspot.co.id/2013/06/leadership-sifat-sifat
kepemimpinan.html

Fungsi – Fungsi Kepemimpinan


Fungsi – fungsi kepemimpinan bagi seorang manajer adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi
diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat
tersebut antara lain :
a) Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk
memutuskan apa yang akan dilakukan.
b) Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang
berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui
c) Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan
dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.

2. Fungsi memandang ke depan


Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu
mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini
memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat
berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan.
Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam
maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul,
baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin
tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang
pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah
laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah
mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan
sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan
pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera
diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel
yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan.
Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia,
dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
6. Fungsi memberi motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin
harus dapat memberi semangat dan mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan
menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberianhadiah,
pujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa
bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.
http://e511308hilda.blogspot.co.id/2015/05/kepemimpinan-dalam-
manajemen.html

ada umunya Fungsi Kepemimpinan adalah mengusahakan agar kelompok yang


dipimpinnya dapat mewujudkan tujuan dengan baik melalui kerjasama yang produktif dalam
segala situasi. Menurut Sondang S. P. Siagian (1999) fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi:
1. Pimpinan Sebagai Penentu Arah
Setiap organisasi dibentuk sebagai wahana untuk mencapai tujuan tertentu. Arah yang hendak
ditempuh oleh organisasi menuju tujuannya harus sedemikian rupa sehingga mengoptimalkan
pemanfaatan dari segala sarana dan prasarana yang tersedia. Perumus dan penentu strategi
dan taktik tersebut adalah pimpinan dalam organisasi tersebut.
2. Pimpinan Sebagai Wakil dan Juru Bicara Organisasi
Kebijaksanaan dan kegiatan organisasi perlu dijelaskan kepada pihak luar agar pihak tersebut
mempunyai pengetahuan yang tepat tentang kehidupan organisasi yang bersangkutan, dan
yang paling bertanggung jawab sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan
dengan berbagai pihak tersebut adalah pimpinan organisasi. Pimpinan perlu mengetahui
keputusan lain yang telah dibuat oleh pimpinan yang lebih rendah. Serta pengetahuan tentang
berbagai kegiatan yang berlangsung dalam organisasi sebagai pelaksanaan dari berbagai
keputusan yang telah diambil.
3. Pimpinan Sebagai Komunikator yang Efektif
Pemeliharaan hubungan baik ke luar maupun ke dalam dilakukan melalui proses komunikasi.
Interaksi yang terjadi antara sesama anggota dalam suatu organisasi dimungkinkan karena
komunikasi yang efektif. Komunikasi sangat diperlukan pimpinan dalam menyampaikan
suatu keputusan dalam rangka pengendalian dan pengawasan, pengerahan bawahan dan
menyampaikan informasi kepada pihak lain.
4. Pimpinan Sebagai Mediator
Dalam kehidupan organisasional, selalu ada saja situasi konflik yang harus diatasi, baik
dalam hubungan ke luar maupun dalam hubungan ke dalam organisasi. Fungsi pimpinan
sebagai mediator dalam hal ini difokuskan pada penyelesaian situasi konflik yang mungkin
timbul dalam organisasi. Timbulnya situasi konflik dalam organisasi merupakan tantangan
yang harus dihadapi pimpinan. Untuk mengatasinya secara rasional, objektif, efektif dan
tuntas, dituntut kemampuannya berperan sebagai seorang mediator yang handal.
5. Pimpinan Sebagai Integrator
Adanya pembagian tugas, sistem alokasi daya, dana dan tenaga, serta diperlukannya
spesialisasi pengetahuan dan ketrampilan dapat menimbulkan sikap, perilaku dan tindakan
yang berkotak-kotak. Oleh karena itu diperlukan integrator terutama pada hirarki puncak,
yaitu pimpinan. Hanya pimpinanlah yang berada “di atas semua orang dan semua satuan
kerja yang memungkinkannya menjalankan peranan integratif yang didasarkan pada
pendekatan yang holistik.

Berdasarkan pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa keefektivan


kepemimpinan dapat disoroti dari segi penyelenggaraan fungsi-fungsi kepemimpinan yang
bersifat hakiki, yaitu sebagai penentu arah yang hendak ditempuh melalui proses
pengambilan keputusan, sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam usaha pemeliharaan
hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi, sebagai komunikator
yang efektif, sebagai mediator yang rasional, objektif dan netral serta sebagai integrator.
Dengan fungsi-fungsi kepemimpinan tersebut, seorang pimpinan dapat menggerakkan,
mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya.

Referensi:
Sondang P. Siagian. 1999. Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.
http://www.pendidikanekonomi.com/2014/08/fungsi-kepemimpinan.html