Anda di halaman 1dari 7

Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.

id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

ADAPTASI MAKHLUK HIDUP

Salah satu dari ciri-ciri dari makhluk hidup adalah menyesuaikan diri dengan
lingkungannya atau yang biasa disebut "Beradaptasi". Adaptasi bertujuan agar
dapat mempertahankan diri dan kelestariannya.
A. Adaptasi Hewan Dengan Lingkungannya
Adaptasi merupakan sebuah penyesuaian dari makhluk hidup dengan
lingkungannya. Adapun tujuan dari makhluk hidup melakukan adaptasi adalah
untuk mempertahankan hidup dan melestarikan jenisnya. dikarenakan
lingkungan makhluk hidup itu berbeda-beda, maka cara makhluk hidup untuk
menyesuaikan diri pun berbeda-beda. Seperti bentuk alat tubuhnya, cara
mendapatkannya, tingkah lakunya pun berbeda-beda sesuai dengan
lingkungannya itu.
Cara hewan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya ada tiga cara, yaitu
sebagai berikut :
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau alat-alat
tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi morfologi ini
merupakan jenis adaptasi yang paling mudah untuk diamati. Misalnya
bentuk paruh burung yang berbeda-beda, bentuk mulut serangga yang
berbeda-beda, bentuk kaki berbagai jenis burung berbeda-beda, dan lain
sebagainya.
a. Burung
Setiap jenis burung, makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa
cairan madu (nektar), biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu, bentuk
paruh yang dimiliki oleh setiap jenis burung juga berbeda-beda.

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


1
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

 Burung pipit mempunyai paruh


pendek dan kuat. Bentuk paruh
ini sesuai untuk memakan jenis
biji-bijian. Paruh ini berfungsi
menghancurkan biji tersebut.
 Burung elang mempunyai paruh
kuat, tajam, dan melengkung
bagian ujungnya. Paruh seperti
ini sesuai untuk mencabik
mangsanya. Macam-Macam Bentuk Paruh Burung

 Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk


paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat yang
becek, berlumpur, atau di dalam air.
 Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing
yang berguna untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit
pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.
 Burung kolibri memiliki paruh yang berbentuk runcing dan juga
panjang. Bentuk paruh seperti ini memudahkan burung kolibri
menghisap nektar.
 Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian
memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.
Selain dari bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga
mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai macam bentuk dari
kaki burung tersebut merupakan salah satu bentuk penyesuaian
terhadap cara memperoleh makanan.

Macam-Macam Bentuk Kaki Burung

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


2
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

 Kaki burung kakaktua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk


memegang makanan.
 Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
 Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini
untuk mencengkengkeram mangsanya.
 Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger.
 Kaki bebek dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang
di air.
 Burung pelatuk mahir dalam hal memanjat karena bentuk kakinya
sesuai untuk memanjat.
b. Serangga
Serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan.
Misalnya, mulut kupu-kupu mempunyai alat penghisap. Oleh karena
itu, mulutnya dinamakan mulut penghisap. Kupu-kupu menggunakan
mulut ini untuk menghisap nektar(sari madu) pada bunga. Bentuk alat
penghisap itu menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan.
Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap. Mulut
ini digunakan untuk menghisap makanan berupa darah manusia
maupun hewan. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam
(runcing) yang berguna menusuk kulit manusia atau hewan.
Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah.
Mulut ini memiliki gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan berupa
daun.
Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat
penyerap ini mirip spons (gabus). Alat ini berfungsi untuk menyerap
makanan terutama yang berupa cairan.
c. Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang gersang, kering, dan panas.
Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang
pasir. Ketika minum unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak.
Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh.

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


3
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

Unta memiliki punuk. Punuk unta berisi makanan cadangan.


Makanan cadangan tersebut berupa lemak. Jika tidak memperoleh
makanan, unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut.
Dengan demikian, unta mampu bertahan hidup meskipun kekurangan
makanan.

2. Adaptasi Fisiologi.
Adaptasi fisiologi tidak mudah dilihat seperti halnya adaptasi
morfologi. Adaptasi fisiologi adalah bentuk penyesuaian fungsi alat-alat
dalam tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh :
 Kotoran unta kering dan urinenya pekat.
 Manusia akan berkeringat jika berada pada suhu tinggi.
 Herbivora (hewan pemakan tumbuhan) mempunyai enzim selulosa
untuk mencerna makanannya.
 Cacing tanah memiliki kelenjar zat kapur untuk menetralkan zat
makanannya yang berupa daun yang telah busuk.

3. Adaptasi Tingkah Laku.


Untuk menghindarkan diri dari serangan musuh, hewan memiliki
berbagai macam cara untuk mengelabui musuhnya dengan menggunakan
bagian tubuhnya. Misalnya :
 Cecak memutuskan ekornya yang disebut autotomi apabila dikejar
musuh.
 Walang sengit mengeluarkan bau yang sangat menyengat untuk
mengusir musuhnya.
 Bunglon akan mengubah warna tubuh sesuai dengan lingkungannya.
 Hewan kaki seribu (luwing) menggulung bila disentuh.
 Musang dan kumbang berpura-pura mati jika diserang musuh.
 Cumi-cumi menyemburkan cairan seperti tinta untuk menghindarinya.
 Anjing sering menjulurkan lidahnya untuk mengurangi panas
tubuhnya.
 Kerbau berkubang di hari panas.

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


4
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

B. Penyesuaian Diri Tumbuhan Dengan Lingkungan


Masing-masing tumbuhan mempunyai ciri-ciri masing-masing untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan ada yang hidup di gurun
yang kering dan juga panas. Adapula tumbuhan yang hidup di air. Tumbuhan
menyesuaikan diri dengan lingkungannya demi kelangsungan hidup.
Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, tumbuhan ada yang hidup di
darat dan ada pula yang hidup di air. Tumbuhan yang menyesuaikan diri
dengan lingkungannya yang kurang air disebut xerofit, contohnya kaktus.
Sedangkan tumbuhan yang hidup di air disebut hidrofit, contohnya eceng
gondok, teratai, kangkung, dan hidrilla. Tumbuhan yang hidup dengan
menempelkan diri disebut epifit, contohnya tanduk rusa dan anggrek. Ada pula
tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya lembab, contohnya
lumut, jamur, dan suplir.
Tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sama
seperti makhluk hidup lainnya. Adapun cara-cara tumbuhan melakukan
penyesuaian diri terhadap lingkungannya adalah sebagai berikut :
1. Pohon Jati.
Pohon jati menyesuaikan diri dengan cara menggugurkan daunnya saat
musim kemarau. Pengguguran daun ini betujuan agar tidak terjadinya
penguapan yang berlebihan yang menyebabkan tumbuhan kekurangan air
dan mati. Pengguran daun pada musim kemarau juga dilakukan oleh
tumbuhan lain, seperti mahoni dan kedondong walaupun tidak sebanyak
pada pohon jati.
2. Kaktus.
Tanaman kaktus tempat hidup aslinya adalah tanah yang kering seperti
gurun. Oleh karena itu, tanaman ini menyesuaikan diri dengan kondisi
lingkungan yang kering dan panas. Tumbuhan kaktus menyesuaikan diri
dengan mempunyai daun yang kecil-kecil seperti duri yang berguna untuk
mengurangi penguapan air, batangnya tebal berair dan berlapis lilin yang
berfungsi untuk menyimpan cadangan air, akarnya yang panjang untuk
mencari air.

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


5
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

3. Teratai.
Teratai tempat hidupnya di air. Tumbuhan ini menyesuaikan diri
dengan mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Bentuk daun
seperti ini mengakibatkan penguapan air terjadi dengan mudah. Selain itu,
batangnya yang berongga-rongga memungkinkan teratai dapat bernapas
walaupun akar dan batangnya berada di air.
4. Eceng Gondok
Eceng gondok hidup mengapung di permukaan air. Agar dapat
mengapung tumbuhan ini memiliki batang yang menggembung berisi
rongga udara seperti spons.

Selain menyesuaikan dengan lingkungannya. Tumbuhan juga memiliki


bagian tubuh yang berguna untuk melindungi dirinya. Misalnya sebagai
berikut :
1. Bambu.
Saat tangan menyentuh bambu, maka tangan akan terasa gatal. Hal ini
karena bambu mempunyai rambut-rambut halus. Rambut-rambut
tersebutlah yang menyebabkan gatal.
2. Salak, Bunga Mawar, dan Putri malu
Salak, bunga mawar, dan putri malu mempunyai duri. Duri ini
untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan
yang mencoba mengganggunya.
3. Pohon Nangka, Pohon Karet, dan Bunga Kamboja.
Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluarkan getah. Getah
dapat menempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang
menempel menyebabkan hewan sulit bergerak. Dengan demikian,
tumbuhan tersebut terhindar dari gangguan hewan.
4. Buah Durian.
Kulit durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat
pertahanan diri dari musuhnya. Dengan kulit berduri, durian bisa

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


6
Materi IPA Kelas 5 SUMBER : studiscience.blogspot.co.id/
“ADAPTASI MAKHLUK HIDUP”

melindungi biji yang ada di dalam yang digunakan sebagai alat


perkembangbiakan.
5. Buah Belimbing.
Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Hal ini
bertujuan agar tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan
demikian, biji di dalam buah belimbing terlindung. Biji ini digunakan
sebagai alat perkembangbiakan.

Mahriyadi, S.Pd ringkasansuper@gmail.com


7