Anda di halaman 1dari 3

Nama : Niko Nofian Nugroho

NRP : 1610221044

Judul Jurnal Modalitas Agen Antijamur yang berbeda dalam Pengobatan


Keratitis Jamur: Studi Retrospektif
Pendahuluan Keratitis jamur masih bersifat refrakter dan penyakit yang
mengancam penglihatan. Meskipun pilihan obat antijamur telah
meningkat, tantangan dalam pengelolaan keratitis jamur
didasarkan pada virulensi jamur yang berbeda di antara spesies
ragi filamen dan respon inang. Pendistribusian obat ke jaringan
kornea dan identifikasi patogen jamur memainkan peran penting
dalam pengelolaan keratitis jamur. Meskipun berbagai generasi
dan spesies jamur menyebabkan keratitis jamur, pola kepekaan
obat membuat bukti penting yang berguna untuk pengobatan
keratitis jamur
Tujuan Mengevaluasi efektivitas modalitas agen antijamur yang berbeda
dalam pengobatan, gambaran klinis dan hasil terapeutik dari
keratitis jamur.
Metode Penelitian ini meninjau 251 mata dari 246 pasien yang diobati
untuk keratitis jamur sedang dan berat pada periode 2010 sampai
2015. Diagnosis keratitis jamur berdasarkan ciri klinis keratitis
jamur disamping diagnosis laboratorium. Obat antijamur
ditentukan sesuai dengan ketersediaan komersial tergantung
pada gambaran klinis, sampai diagnosis laboratorium. Sepuluh
modalitas agen antijamur yang berbeda disamping agen
antibakteri dan obat cycloplegic digunakan.
Hasil Dari total perlakuan 251 mata, 194 mata (77,29%) menunjukkan
ulkus sembuh total. Tapi 121 mata diobati oleh lima kelompok
terapi kombinasi agen antijamur yang mencapai ulkus sembuh di
97 mata (80,16%). Penelitian tersebut melaporkan 10 kelompok
modalitas agen antijamur yang berbeda. Tingkat penyembuhan
tertinggi adalah 88,46% pada kasus yang diobati dengan terapi
kombinasi suntikan intrastromal kornea pada amfoterisin B di
samping flukonazol topikal dengan durasi penyembuhan rata-rata
(25,43 ± 4,09 hari). Tingkat kedua adalah 84% kombinasi injeksi
natamycine dan subconjunctival amfoterisin B dengan durasi
penyembuhan 27,95 ± 3,46 hari. Durasi penyembuhan terpendek
adalah 24,83 ± 4,39 hari pada kasus yang diobati dengan terapi
kombinasi injeksi intrastromal kornea vorikonazol.
Kesimpulan Penggunaan
Contactterapi kombinasi
Lens‑ related agen antijamur
Complications; Alipour et almencapai modalitas pengobatan

terbaik pada kasus keratitis jamur terutama kombinasi injeksi intrastromal agen
antijamur dengan obat topikal menurut tingkat kuratif dan durasi ulkus sembuh
Contact Lens‑ related Complications; Alipour et al