Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

MANAJEMEN ENERGI
MANAJEMEN ENERGI PADA POMPA SENTRIFUGAL PU-X203
Laporan ini disusun untuk memenuhi penilaian praktikum mata kuliah Manajemen Energi

Dosen Pembimbing : Ir. Conny K. Wachjoe, M.Eng., Ph.D

Oleh :
Nama : Fithri Hifzhah Mulkillah
NIM : 141734014
Kelas : 4D – Teknik Konservasi Energi

PRODI D-IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
SISTEM DAN PROSES POMPA SENTRIFUGAL HORIZONTAL PU-X203

Horizontal Centrifugal Pump (PU-X203) merupakan salah satu pompa yang


digunakan pada unit 200 atau yang biasa disebut OHCl section. Pada proses OHCl section
ini banyak sistem dan proses yang berkaitan dengan pompa PU-X203 antara lain adalah
sistem CO2 stripper, sistem dekantasi, dan sistem quencher. Berikut ini adalah diagram
sistem dan proses pada pompa sentrifugal PU-X203 :

EDC + H20
TW-X201
Hot
Quench
Column TW-X205
CO2 VE-X201
stripper Decanter

R
E W
HND
C A
Y T
C E
PU- L R
X203 E
Recycle Water

 Sistem CO2 Stripper


Sistem ini berfungsi untuk memisahkan EDC dari CO2 sebagai hasil samping.
Pemisahan CO2 dari EDC crude ini untuk mencegah terjadinya korosi pada sebagian
peralatan yang terbuat dari material carbon steel juga untuk menghindari terjadinya
gangguan pada sistem perpipaan di section 200. Selain itu, tujuan dari CO2 stripper ini
untuk meminimalisasi konsumsi NaOH dalam caustic wash drum.
Pada sistem ini CO2 dihilangkan dengan cara dilucuti oleh nitrogen liquid.
Produk bawah dari CO2 stripper column ini berupa EDC dan air. EDC dan air ini akan
dikirim kebagian sistem dekantasi untuk dipisahkan.
 Sistem Dekantasi
EDC dan air yang merupakan produk bawah dari CO2 stripper column tadi
akan dikirim menuju VE-X201. VE-X201 ini berfungsi untuk memisahkan air dan
senyawa pengotor yang terkondensasi dari EDC. Prinsip pemisahan EDC dan air ini
berdasarkan perbedaan density atau berat jenis. Senyawa organik yang lebih tinggi
berat jenisnya akan terdapat pada bagian bawah decanter sedangkan yang lebih kecil
berat jenisnya yaitu air akan terpisah dan langsung dialirkan oleh pompa PU-X203
menuju TW-X201 sebagai recycle water. Adapun pH dari recycle water dijaga dalam
kisaran 7-8 dengan cara menambahkan caustic soda sebanyak 20%.
 Sistem Quencher (Hot Quench Column)
Sistem ini ditujukan untuk mendinginkan gas panas hasil dari reaksi OHCl.
Sistem pendinginan ini dilakukan secara tiba-tiba untuk mengembunkan EDC yang
masih berada dalam fasa gas. Pendinginan ini juga ditujukan untuk memisahkan
senyawa samping yang tidak diperlukan.
Gas keluar reaktor terdiri atas campuran EDC, etilen yang tidak bereaksi, air
hasil reaksi, HCl sisa, dan gas-gas lain seperti CO2 dan by product berfasa gas.
Pendinginan ini dilakukan dengan mengontakkan gas dengan cairan (disini
menggunakan demineralized water atau recycle water).
Recycle water dialirkan oleh pompa PU-X203 yang didapat dari sistem dekanter
VE-X201. Selain untuk mendinginkan kolom quencher, recycle water ini berfungsi
untuk meminimalkan jumlah fresh water yang harus ditambahkan ke sistem.
NERACA MASSA DAN ENERGI HORIZONTAL CENTRIFUGAL PUMP PU-X203

Qrecycle water 3
= 14,002 m /jam

T = 39OC
𝜌 (recycle water)= 983 kg/m3

3
2
Qrecycle water = 14,002 m /jam
P suction = 3,7 kg/cm A
Qcaustic soda (20%) = 2,8004 m3/jam
Daya Listrik : 4,725 kW Head = 45,913 m T = 39OC
Cos phi : 0,85 Motor Horizontal Centrifugal Pdischarge = 8,213 kg/cm2A

5,5 kW Pump

A. Jam Operasional Pompa dalam sehari adalah 24 jam


 Massa recycle water yang dihasilkan dalam satu hari

Massa = Laju alir massa x waktu operasi

= (14,002+2,8004) m3/jam x 24 jam x 983 kg/m3

=396.402,2208 kg
 Energi listrik yang digunakan dalam satu hari
Energi listrik = daya listrik x waktu operasi
= 4,725 kW x 24 jam
= 113,4 kWh
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛
 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑙𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑘
396.402,2208 𝑘𝑔
 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 113,4 𝑘𝑊ℎ

 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 3495,6104 𝑘𝑔/𝑘𝑊ℎ


B. Metode Perhitungan

Untuk mencari intensitas energi kelistrikan, dibutuhkan Metoda perhitungan daya


listrik :

 Daya Listrik : Daya Shaft + Losses


 Daya Hidrolik :
𝑄𝑥𝜌𝑥𝐻𝑥𝑔
Pf = 1000 𝑥 3600

14,002 𝑥 983𝑥 45,913 𝑥 9,81


= 1000 𝑥 3600

= 1,722 kW
 Daya Shaft :
𝑃𝑓
Pp = 𝑚
1,722
= 0,47
= 3,663 kW

 Losses : Ptembaga + P mekanik


P mekanik : 2 % Daya Listrik
P tembaga : 3 I2 R
𝑙
Resistansi : 𝜌𝐴
Keterangan :
𝜌 = resistivitas (ohm/m)
l = panjang (m)
A = Luas (m)

Tabel 1. Resistivitas dan Konduktivitas Material Konduksi

Mencari Nilai Resistansi :


Material yang digunakan berupa Karbon
Resistivitas = 3,5x10-5 ꭥ m
Asumsi : Dengan jari-jari rotor sebesar = 0,00676 m
Nilai resistansinya dituangkan dalam Tabel 2 :
Panjang Luas Area Resistansi
No l (m) (m) Resitivitas (ohm)
1 10 0,00014349 0,000035 2,439186481
2 11 0,00014349 0,000035 2,68310513
3 12 0,00014349 0,000035 2,927023778
4 13 0,00014349 0,000035 3,170942426
5 14 0,00014349 0,000035 3,414861074
6 15 0,00014349 0,000035 3,658779722
7 16 0,00014349 0,000035 3,90269837
8 17 0,00014349 0,000035 4,146617018
9 18 0,00014349 0,000035 4,390535667
10 19 0,00014349 0,000035 4,634454315
11 20 0,00014349 0,000035 4,878372963
12 21 0,00014349 0,000035 5,122291611
13 22 0,00014349 0,000035 5,366210259
14 23 0,00014349 0,000035 5,610128907
15 24 0,00014349 0,000035 5,854047555
16 25 0,00014349 0,000035 6,097966204
17 26 0,00014349 0,000035 6,341884852
Tabel 2. Nilai Resistansi
Pada tabel tersebut nilai resistansi yang memungkinkan adalah 4,6344 ohm
untuk mendapatkan daya listrik yang mendekati dengan daya listrik sebelumnya :
 Daya listrik = Daya shaft + (Ptembaga+Pmekanik)

Dengan :

 Daya shaft = 3,663 kW


 Losses = Ptembaga + Pmekanik
 P tembaga = 3 I2 R

= 3 x 8,4462 A x 4,6344 Ohm

= 0,9917 kW
 Pmekanik = 3,663x2%
= 0,07326 kW
 Daya Listrik = 3,663 kW + 0,9917 kW + 0,07326 kW
= 4,728 kW
 Energi Listrik = Daya Listrik x waktu operasi
= 113,470 kWh
Maka Intensitas Metode Teoritisnya :
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛
 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑙𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑘
396.402,2208 𝑘𝑔
 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 113,470 𝑘𝑊ℎ

 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 = 3493,3601 𝑘𝑔/𝑘𝑊ℎ

Intensitas Aktual = Intensitas Metode Teoritis

3495,6104 kg/kWh = 3493,3601 kg/kWh

Parameter Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5
Massa (kg) 396197,7 384716,4 396905,4 407364,7 396826,9
Energi Listrik (kW) 144,1283 144,1283 113,233 114,1283 111,442
Intensitas Konsumsi
3471,512 3370,912 3505,205 3596,358 3560,808
Energi (kg/kWh)
Tabel 3. Intensitas Konsumsi Energi

Profil Intensitas Konsumsi Energi (kg/kWh)


3800
Intensitas Konsumsi Energi (kWh)

3700
Baseline
3600

3500 Standard

3400 Intensitas Konsumsi


Energi
3300

3200

3100
1 2 3 4 5

Gambar 1. Grafik Intensitas Konsumsi Energi (kg/kWh)


TNA

Terlihat pada Gambar 4.1 bahwa nilai intensitas konsumsi energinya berada di bawah
standar, hal ini menunjukkan adanya penurunan kinerja pada pompa PU-X203.
Kemungkinan penurunan intensitas konsumsi energi ini karena terjadinya korosi pada
casing dan impeller pompa yang disebabkan oleh kandungan fluida (recycle water) yang
masih mengandung zat-zat asam dimana mampu mempercepat korosi pada komponen
pompa. Dengan penurunan nilai intensitas konsumsi energi ini perlu adanya upaya
penghematan energi.
Perhitungan biaya energi per tahun :
Diketahui :
 Daya input Motor = 4,725 kW
 Jam Operasional = 24 jam x 7 hari x 52 minggu
 Tarif Listrik Industri = Rp. 1200/kWh
Biaya operasi per tahun = Daya input motor x Jam operasional x Tarif Listrik Industri
Biaya Operasi per tahun = 4,725 kW x (24 jam x 7 hari x 52 minggu) x Rp 1200/ kWh
= Rp 49.533.120
 Alternatif 1 (Preventive Maintenance)
Preventive Maintenance merupakan pekerjaan perawatan yang sifatnya berupa
pencegahan dan dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan keandalan peralatan dan memperpanjang umur peralatan tersebut
Hal-hal yang perlu dilakukan pada saat preventive maintenance adalah :
 Tambah/ ganti Greas Coupling.
 Periksa line pompa & check valve (ganti bila perlu)
 Bersihkan oli filter & cooler (bila perlu).
 Periksa kondisi oli gear box.
 Periksa lateral play pompa.
 Periksa dan bersihkan suction starainer pompa.
 Ukur vibrasi sebelum dan sesudah preventive maintenance.
 Periksa Alignment/ kelurusan poros sebelum dan sesudah preventive
maintenance.
 Periksa baut-baut pondasi.
 Bersihkan mesin dan area sekitarnya
 Alternatif 2 (Coating pada Pompa)
Coating atau pelapisan sendiri dapat dianggap sebagai suatu proses pelapisan
yang diterapkan pada suatu benda atau substrat. Tujuan dari coating pompa itu sendiri
adalah melindungi housing pompa, impeler dari korosi akibat tekanan chemical
kimiawi atau bisa juga melindungi housing pompa dari keausan akibat gesekan atau
abrasive.
 Alternatif 3 (Pemasangan Inverter pada Pompa)
Dengan menggunakan inverter, motor listrik menjadi variable speed.
Kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan. Inverter
seringkali disebut sebagai Variabel Speed Drive (VSD) atau Variable Frequency
Drive (VFD).
Prinsip kerja inverter adalah mengubah input motor (listrik AC) menjadi DC
dan kemudian dijadikan AC lagi dengan frekuensi yang dikehendaki sehingga motor
dapat dikontrol sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Fungsi Inverter adalah
untuk merubah kecepatan motor AC dengan cara merubah Frekuensi Outputnya.