Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperimen dengan

menggunakan pendekatan cross-sectional, di mana pengukuran variabel

independen dan dependen dilakukan hanya sekali dalam satu waktu

(Nursalam, 2003).

B. Waktu dan Tempat penelitian

1. Waktu penelitian

Penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku

stimulasi perkembangan anak pada ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun

dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan November 2006.

2. Tempat penelitian

Penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku

stimulasi perkembangan anak pada ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun

dilaksanakan di Play Group Pelangi Anak Umbulharjo yang terletak di jalan

Pramuka gang Garuda No. 14 Yogyakarta.


C. Populasi Penelitian

1. Populasi peneliti

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2002). Populasi

dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun terdaftar

di Play Group Pelangi Anak Umbulharjo Yogyakarta yang berjumlah 53 orang ibu.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto,

2002). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah samppel jenuh, yaitu

semua anggota populasi digunakan sebagai sample (Sugiyono, 2003).

D. Variabel dan Definisi Operasional

1. Variabel

a. Variabel bebas, yaitu tingkat pengetahuan tentang perkembangan anak

usia 3-5 tahun.

b. Variabel terikat, yaitu perilaku stimulasi perkembangan anak pada ibu

yang mempunyai anak usia 3-5tahun

c. Variabel pengganggu:

1. Umur : Tidak dikendalikan karena ibu yang berumur tua belum tentu

mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang lebih baik dari pada

ibu yang berumur muda.

2. Tingkat pendidikan : Pengendaliannya dengan pembatasan tingkat

pendidikan ibu SMU sampai Sarjana.


3. Sosial ekonomi : Tidak dikendalikan karena setiap individu

mempunyai tingkat sosial ekonomi yang berbeda-beda.

4. Jumlah anak : pengendaliannya dengan cara membatasi jumlah anak

balita yaitu satu.

5. Pekerjaan : Tidak dikendalikan karena setiap individu mempunyai

pekerjaan yang berbeda-beda.

2. Definisi Operasiona

a. Ibu adalah ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun yang terdaftar di Play

Group Pelangi Anak Umbulharjo Yogyakarta.

b. Pengetahuan ibu tentang perkembangan anak adalah kemampuan ibu

menjawab dengan benar pertanyaan tentang perkembangan anak meliputi:

pengertian perkembangan, tahap-tahap perkembangan, tugas-tugas

perkembangan, stimulasi perkembangan yang diperlukan dan pemantauan

perkembangan anak.

c. Perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak adalah sebagai tindakan

yang dilakukan dan tidak dilakuakan ibu dalam menstimulasi anaknya

sesuai dengan tahap-tahap perkembangan.


E. Hubungan antar variabel

Variabel bebas Variabel terikat


Tingkat pengetahuan Perilaku ibu dalam
tentang stimulasi perkembangan
perkembangan anak anak

Variabel pengganggu
1. Umur
2. Tingkat pendidikan
3. Sosial ekonomi
4. Jumlah anak
5. pekerjaan

F. Tehnik pengumpulan data

Tehnik pengumpulan data yang diperoleh dengan mengunakan kuesioner,

peneliti membagikan kuesioner kepada responden dan apabila ada hal-hal yang

kurang jelas mengenai pertanyaan yang ada bisa ditanyakan langsung kepada peneliti.

Pertanyaan yang sudah diisi kemudian akan diambil oleh peneliti saat itu juga.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa

kuesioner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:


1. Identitas diri responden

Bentuk pertanyaan adalah terbuka, meliputi nama (inisial), umur, pendidikan,

pekerjaan, jumlah anak, dan usia balita.

2. Tingkat pengetahuan tentang perkembangan anak usia 3-5 tahun meliputi:

pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi, tahap-tahap perkembangan, tugas-

tugas perkembangan, stimulasi perkembangan yang diperlukan dan pemantauan

perkembangan.

Bentuk instrumen adalah kuesioner yang berupa pertanyaan tertutup dalam

bentuk multiple choice dengan jumlah pertanyaan sebanyak 30 butir yang terbagi

dalam beberapa aspek pengetahuan sebagai berikut:

Tabel 1. Aspek Pengetahuan

Aspek pengetahuan Jumlah soal Nomor butir soal


1.Pengertian perkembangan 6 1, 3, 5, 7, 21, 23

anak

2.Tahap-tahap perkembangan 6 2, 4, 6, 8, 22, 24

3.Tugas-tugas perkembangan

4.Stimulasi perkembangan 6 9, 11, 13, 15, 25, 27

yang diperlukan

5.Pemantauan perkembangan 6 10, 12, 14, 16, 26, 28

6 17, 18, 19, 20, 29, 30


Total butir soal 30
Pengukuran variabel tingkat pengetahuan ini diukur menggunakan skala

ordinal. Alternatif jawaban pada setiap butir soal dijumlahkan kemudian

dibandingkan dengan jumlah butir dikalikan 100%. Hasil berupa persentase untuk
menilai tingkat pengetahuan tentang perkembangan anak, dengan menggunakan

rumus:

X
P= x 100%
N
Keterangan:

P = Prosentase

X = Jumlah alternatif jawaban yang benar

N = Jumlah butir

Kemudian dikategorikan menjadi:

Baik = 76% - 100%

Cukup = 56% - 75%

Kurang = ≤ 55%

(Arikunto, 2002).

3. Perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak.

Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan 20 butir

pernyataan mengenai perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak dalam bentuk

skala Likert yaitu: Selalu (SL) = 4, Sering (SR) = 3, kadang-kadang (KK) = 2, Tidak

pernah (TP) = 1, yang diukur menggunakan skala ordinal. Kisi-kisi soal untuk

variabel perilaku ibu dalam perkembangan anak adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Aspek perilaku

Aspek perilaku Jumlah soal Nomor butir soal


1. Perilaku ibu dalam stimulasi

perkembangan anak (perkembangan

motorik kasar) 5 1,3,5,7,9

2. Perilaku ibu dalam stimulasi

perkembangan anak (perkembangan

motorik halus) 5 2,4,6,8,10

3. Perilaku ibu dalam stimulasi

perkembangan anak (perkembangan

bahasa dan bicara) 5 11,13,15,17,19

4. Perilaku ibu dalam stimulasi

perkembangan anak ( perkembangan

sosial) 5 12,14,16,18,20

Total butir soal 20

Alternatif jawaban dijumlahkan dan dibandingkan dengan jumlah butir

kemudian dikalikan 100%, dengan kategori secara umum sebagai berikut:

Baik = 76% - 100%

Cukup = 56% - 75%

Buruk = ≤ 55%

(Arikunto, 2002).

H. Uji Validitas dan Reliabilitas

Kuesioner yang telah dibuat, akan diuji validitas dan reliabilitasnya pada

responden yang telah ditentukan. Uji kuesioner ini akan diujikan pada 30 responden
ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun yang terdaftar di Play Grou Pelangi Anak

Umbulharjo Yogyakarta.

1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan

suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur data

dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2002).

Uji validitas yang digunakan untuk mengukur kesahihan dari variabel bebas

yaitu tingkat pengetahuan tentang perkembangan anak dan variabel terikat yaitu

perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak menggunakan rumus korelasi dari

Pearson dengan nilai simpangan, karena kedua bentuk butir soal pada masing-masing

variabel jika diujikan akan menghasilkan jawaban yang bervariasi dari responden.

Rumusnya adalah:

∑xy
rxy = ——————
√{∑x2} ( ∑ Y2 )

Keterangan :

x =X-X

Y = skor skala

X = skor rata-rata dari X

Y = skor rata-rata dari Y (Arikunto, 2002).

2. Reliabilitas

Reliabilitas dapat diartikan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk

digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.
Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya (Arikunto,

2002).

Uji reliabilitas instrumen untuk tingkat pengetahuan tentang perkembangan

anak menggunakan rumus KR 21 (Kuder Richardson), karena skor yang

dipergunakan dalam instrumen ini menghasilkan skor dikotomi, yaitu jika jawaban

benar akan mendapat skor 1, dan jika jawaban salah maka mendapat skor 0.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

k M (k-M)
ri = —— 1- ———
(k-1) kst2

Keterangan:

k = jumlah butir dalam instrumen

M = mean skor total

st2 = varians total (Sugiyono, 2005).

Sedangkan penghitungan reliabilitas instrumen untuk variabel terikat yaitu

perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak menggunakan rumus alfa cronbach,

karena instrumen yang digunakan skornya bukan 1 dan 0, melainkan berupa

rentangan antara beberapa nilai yaitu skornya 1 sampai dengan 4. Rumusnya adalah:

k ∑ ab2
r11 = —— 1- ———
(k-1) a12

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑ ab2 = jumlah varians butir
a12 = varians total

I. Analisis Data

1. Tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak

Pernyataan mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak

terdiri dari 30 item. Data yang terkumpul dipersentasikan menjadi 3 kategori

(Arikunto, 2002) :

1. Baik = 76% - 100%

2. Cukup = 56% - 75%

3. Kurang = ≤ 55%

2. Perilaku ibu dalam stimulasi perkambangan anak

Data perilaku ibu dalam stimulasi perkembangan anak diambil melalui

pembagian kuesioner yang terdiri dari 20 item. Data yang terkumpul dipersentasikan

menjadi 3 kategori (Arikunto, 2002) :

1. Baik = 76% - 100%

2. Cukup = 56% - 75%

3. Kurang = ≤ 55%

3. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku stimulasi perkembangan pada

ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun.


Untuk mengetahui Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku

stimulasi perkembangan pada ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun digunakan

metode analisa koefisien korelasi bivariat yaitu dengan menggunakan rumus korelasi

tata jenjang atau rank-difference correlation atau rank-order correlation. Rumus yang

dikemukakan oleh Spearman adalah :

6 ∑ D²
ρ = 1 - ———
N (N²-1)
Keterangan :

ρ = koefisien korelasi tata jenjang

D = beda antara jenjang setiap subjek

N = banyaknya subjek (Arikunto, 2002).