Anda di halaman 1dari 11

F1.

Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

LAPORAN KEGIATAN

UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN


MASYRAKAT TENTANG BAHAYA MEROKOK

A. LATAR BELAKANG

Perilaku hidup sehat dirumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan


anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan perilaku hidup
bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan dimasyarakat.
PHBS dirumah tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS.
Rumah tangga yang ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS
dirumah tangga yang diantaranya tidak merokok didalam rumah tangga. Pada
beberapa pekan kemarin kami telah melakukan penyuluhan tentang bahaya rokok
terhadap rumah tangga.

Di negara kita merokok menjadi kebiasaan setiap kaum lelaki pada


umumnya. Tidak memandang usia , merokok seperti hal wajib yang harus
dilakukan kaum lelaki setiap menginjak dewasa . Alasan mereka awal mulai
merokok sangat sederhana , yaitu mencoba-coba . Banyak dari mereka ketagihan
dan tidak dapat menghentikan kebiasaan mereka itu . Tidak hanya remaja , bahkan
baru-baru ini diberitakan ada anak usia 2 tahun yang sudah ketagihan merokok
karena mengikuti gaya hidup ayahnya . Hal semacam ini yang harus di renungkan
oleh kita sebagai bagian dalam institusi kesehatan . Kabar berita semacam ini
menjadi pukulan bagi institusi kesehatan karena di anggap lalai dan kurang
adanya promosi kesehatan pada masyarakat terutama pada daerah-daerah terpencil
dimana pengetahuan dan informasi sangat kurang bagi warga setempat . Hal ini
yang menjadikan tema merokok sebagai sasaran promosi kesehatan yang sangat
efektif karena seperti yang telah kita ketahui bagaimana bahaya merokok bagi
kesehatan.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan


oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah
diketahui dengan jelas. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa
kebiasaan merokok mengakibatkan resiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti
penyakit jantung, paru paru kanker rongga mulut, kanker laring, tekanan darah
tinggi, impotensi, gangguan kehamilan serta cacat pada janin. Penelitian terbaru
juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, itu asap rokok yang
terhirup oleh orang orang bukan perokok.

Merokok secara aktif maupun secara pasif membahayakan tubuh, seperti


menyebabkan kerontokan rambut, gangguan pada mata seperti katarak,
kehilangan pendengaran lebih awal dibandingkan perokok, menyebabkan paru
paru kronis, merusak gigi dan bau mulut, menyebabkan stroke dan serangan
jantung, tulang lebih mudah patah, menyebabkan kanker kulit, menyebabkan
kanker rahim dan keguguran.

B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
a. Kurangnya kesadaran anggota rumah tangga untuk tidak merokok
b. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok
c. Kurangnya dukungan terhadap perokok pasif

C. PEMILIHAN INTERVENSI
Melihat berbagai permasalahan yang terjadi di atas, maka kami bermaksud
mengadakan penyuluhan kesadaran tentang bahaya merokok.

D. PELAKSANAAN
Penyuluhan tentang bahaya merokok dilakukan di SMP/SMA Muhammadiyah
Jl. Sungai Poso Hari Senin tanggal 12 Juni 2017.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

E. EVALUASI
Peserta yang hadir adalah seluruh siswa/siswi Smp/ Sma Muhammadiyah.
Kegiatan ini berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Tampak antusias
peserta dalam mengikuti penyuluhan dan keikutsertaannya. Namun dari sisi
yang lain tingkat pengetahuan peserta masih kurang mengenai materi
penyuluhan sebelum diadakannya penyuluhan.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

TINJAUAN PUSTAKA

A. Zat zat beracun

1. Tar adalah zat berwarna coklat berisi berbagai jenis hidrokarbon aromatik
polisiklik, amin aromatik dan N-nitrosamine. Tar yang dihasilkan asap
rokok akan menimbulkan iritasi pada saluran napas, menyebabkan
bronchitis, kanker nasofaring dan kanker paru.
2. Nikotin adalah bahan alkaloid toksik yang merupakan senyawa amin
tersier, bersifat basa lemah dengan pH 8,0. Pada pH fisiologis, sebanyak
31% nikotin berbentuk bukan ion dan dapat melalui membran sel. Asap
rokok pada umumnya bersifat asam (pH 5,5). Pada pH ini nikotin berada
dalam bentuk ion dan tidak dapat melewati membran secara cepat
sehingga di mukosa pipih hanya terjadi sedikit absorpsi nikotin dari asap
rokok. Pada perokok yang menggunakan pipa, cerutu dan berbagai macam
sigaret Eropa, asap rokok bersifat basa dengan pH 8,5 dan nikotin pada
umumnya tidak dalam bentuk ion dan dapat diabsorpsi dengan baik
melalui mulut.
3. Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang mempunyai afinitas
kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah, ikatan CO dengan
haemoglobin akan membuat haemoglobin tidak bisa melepaskan ikatan
CO dan sebagai akibatnya fungsi haemoglobin sebagai pengangkut
oksigen berkurang, sehingga membentuk karboksi hemoglobin mencapai
tingkat tertentu akan dapat menyebabkan kematian.
4. Timah hitam (Pb) yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug.
Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis dihisap dalam satu hari akan
menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang
masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila
seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari,
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh. (Sugeng D


Triswanto, 2007)

B. Bahaya merokok pasif


1. Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung
2. Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru
dan bronkhitis
3. Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih
4. Bersin dan batuk-batuk karena alergi
5. Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan
6. Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin
C. Bahaya merokok terhadap ibu hamil, janin dan bayi
1. Keguguran pada janin yang dikandung
2. Kematian janin di dalam kandungan
3. Pendarahan pada plasenta dan terjadi pembesaran lebih dari 30 persen
4. Berat badan janin berkurang sekitar 20-30 persen dari normal
5. Bayi yang lahir prematur dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil
Asap rokok lebih berbahaya lagi jika dihisap oleh bayi, akibatnya adalah:
1. Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan
2. Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun
kognitif
3. Terjangkitnya penyakit telinga
4. Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat
5. Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen
6. Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap
sempurna
7. Sindrom kematian secara mendadak
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

D. Bahaya merokok bagi kesehatan serta penyakit

Rokok adalah benda berbentuk silinder kecil yang dalamnya berisi tembakau
yang telah di campur dengan bahan-bahan lain. Rokok dibakar pada ujungnya
untuk kemudian dihisab asapnya dan dibuang lagi. Rokok sudah ada sejak
jaman dulu, dan sekarang rokok sudah sangat marak. Kadang orang kurang
sadar tentang Bahaya rokok, sehingga mereka merokok dengan enak dan
santai kapanpun mereka sempat. Hidup sehat sebenarnya gampang dan
murah,akan tetapi kadang menjadi sebuah hal yang mahal jika kita tak mau
menjaganya. Dan ketika kita sakit, barulah kita sadar akan pentingnya
kesehatan. Begitu juga dengan kebiasaan merokok kita sehari-hari. Kita aka
merasa rugi jika kita sudah merasakan akibat dari merokok. Bahaya Rokok
bagi kesehatan akan terasa jika kita sudah terlalu lama merokok. Apa saja
bahaya merokok?
Menurut penelitian seseorang yang menghisap rokok setiap hari dapat
meningkatkan resiko terkena kanker laring, paru-paru, kerongkongan, rongga
mulut, gangguan pembuluh darah, gangguan kehamilan dan sakit jantung.
Menurut riset seseorang yang secara rutin merokok 3 hingga 4 batang sehari,
delapan kali lebih beresiko terkena kanker mulut jika dibandingkan orang
yang tidak merokok. Bahkan hasil terbaru menunjukkan bahwa dalam
perkembangannya merokok akan mengakibatkan kanker pankreas. Setiap
tahun frekuensi penderita penyakit kronis akibat rokok semakin meningkat.
Meskipun banyak riset dan bukti otentik bahwa merokok ibarat bom waktu
yang bisa merusak kesehatan. Ini dikarenakan rokok memunculkan rasa
kecanduan. Di dalam rokok terkandung sebuah zat yang bernama nikotin. Zat
ini bisa menimbulkan efek santai dan inilah yang membuat kebiasaan
merokok sulit untuk ditinggalkan.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Penyakit akibat merokok :

1. Kanker paru-paru
Kanker ialah penyakit yang disebabkan pertumbuhan yang tidak terkendali
dari sel abnormal yang ada dibagian tubuh. Hubungan merokok dan
kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan
hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan
timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan
bahkan rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

2. Jantung Koroner
Merokok terbukti merupakan factor resiko terbesar untuk mati mendadak.
Resiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada
perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Resiko ini meningkat
dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang dihisap. Penelitian 8
menunjukkan bahwa factor resiko merokok bekerja sinergis dengan
factorfaktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak, gula darah yang tinggi,
terhadap tercetusnya PJK. Perlu diketahui bahwa resiko kematian akibat
penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama
sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan
pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan
merusak pembuluh darah perifer. Pembentukan aterosklerosis pada
pembuluh darah koroner jantung jauh lebih banyak bagi perokok
dibandingkan dengan yang non perokok. Kondisi ini akibat mendorong
vosokonstriksi pembuluh darah koroner. Sebagai pendorong factor resiko
PJK yang lain tentu perokok akan meningkatkan kadar kolesterol didalam
darah yang akan memberikan resiko tinggi terhadap PJK. Demikian juga
merokok mempercepat pembekuan darah sehingga agregasi trombosit
lebih cepat terjadi, yang merupakan salah satu factor pembentukan
aterosklerosis sebagai penyebab PJK.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

3. Bronkitis
Bronkitis terjadi karena paru-paru dan alur udara tidak mampu melepaskan
mucus yang terdapat didalamnya dengan cara normal. Mucus adalah
cairan lengket yang terdapat dalam tabung halus, yang disebut tabung
bronchial yang terletak dalam paru-paru. Mucus beserta semua kotoran
tersebut biasanya terus bergerak melalui tabung baronkial dengan bantuan
rambut halus yang disebut silia. Silia ini terus menerus bergerak 9
bergelombang seperti tentakel bintang laut, anemone, yang membawa
mucus keluar dari paru-paru menuju ketenggorokan. Asap rokok
memperlambat gerakan silia dan setelah jangka waktu tertentu akan
merusaknya sama sekali. Keadaan ini berarti bahwa seorang perokok harus
lebih banyak batuk untuk mengeluarkan mukusnya. Karena sistemnya
tidak lagi bekerja sebaik semula, seorang perokok lebih mudah menderita
radang paru-paru yang disebut bronchitis.
4. Penyakit Stroke
Stroke adalah penyakit deficit neurologist akut yang disebabkan oleh
gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak serta
menimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak yang
terganggu. Kejadian serangan penyakit ini bervariasi antar tempat, waktu,
dan keadaan penduduk. (M.NBustan,1997) Dr. Hans Tendra juga
mengungkapkan bahwa penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat
mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Resiko stroke
dan resiko kematian lebih tinggi perokok dibandingkan tidak perokok.
5. Hipertensi
Walaupun nikotin dan merokok menaikkan tekanan darah diastole secara
akut, namun tidak tampak lebih sering di antara perokok, dan tekanan
diastole sedikit berubah bila orang berhenti merokok. Hal ini mungkin
berhubungan dengan fakta bahwa perokok sekitar 10-12 pon lebih ringan
dari pada bukan perokok yang sama umur, tinggi badan dan 10 jenis
kelaminnya. Bila mereka berhenti merokok, sering berat badan naik. Dua
kekuatan, turunnya tekanan diastole akibat adanya nikotin dan naiknya
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

tekanan diastole karena peningkatan berat badan, tampaknya mengimbangi


satu sama lain pada kebanyakan orang, sehingga tekanan diastole sedikit
berubah bila mereka berhenti merokok.
6. Penyakit Diabetes
Diabetes terjadi ketika glukosa dalam darah terlalu tinggi karena tubuh
tidak bisa menggunakan dengan benar. Glukosa adalah gula yang
diproduksi oleh tubuh dan terutama diambil dari karbohidrat dalam
makanan. Bukti-bukti makin bayak menunjuk pada peran rokok terhadap
timbulnya penyakit diabetes atau bahwa penderita diabetes akan
memperparah resiko kematian jika terus merokok. 7. Impotensi Impotensi
merupakan kegagalan atau disfungsi alat kelamin lakilaki secara berulang.
Ciri utamanya adalah kegagalan mempertahankan ereksi atau berhasil
ereksi tetapi “kurang keras”. Rokok merupakan salah satu penyumbang
penting terjadinya impotensi. Para ahli mengaitkan terjadinya impotensi
dengan peran rokok yang merusak jaringan darah dan syaraf. Dan karena
seks yang sehat memerlukan “kerjasama” seluruh komponen tubuh, maka
adanya ganguan pada komponen vital menyebabkan gangguan dan bahkan
kegagalan seks seperti halnya yang terjadi pada impotensi.

E. Bahaya rokok bagi lingkungan


Proses pengolahannya dari daun tembakau sampai siap digulung
menghabiskan banyak sumber daya dan terutama pohon sebagai kertas
penggulungnya. Satu pohon besar harus ditebang untuk memproduksi 300
bungkus rokok. Kertas dari pohon tersebut dipakai untuk menggulung daun
tembakau yang telah diolah, dipakai sebagai pembungkus dan sebagainya.
Pohon berukuran besar yang memiliki efisiensi yang tinggi dalam menyaring
udara malah ditebang dan digunakan dalam industri rokok yang turut
menyumbang polusi udara. Walaupun pabrik rokok meluncurkan program
penanaman pohon untuk penghijauan, perlu dipertanyakan apakah ini hanya
strategi peningkatan popularitas sebab laju pertumbuhan tunas pohon tersebut
tidak akan pernah bisa melampaui laju pembabatan hutan yang mereka
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

lakukan. Langkah yang lebih tepat adalah tidak menebang pohon lagi sambil
menanam tunas pohon yang baru.

Ketika rokok dibakar, asap dan lebih dari 4.000 bahan kimianya
terbang ke udara sebagai zat pencemar. Asap ini kemudian dihirup oleh
perokok aktif maupun pasif dan menimbulkan masalah kesehatan secara
kronis. Bayangkan bila yang menghirupnya adalah anak-anak, maka secara
tidak langsung kesehatan anak tersebut sudah digerogoti sejak usia muda.
Bahaya rokok tidak berhenti sampai disana. Saat rokok habis dihisap, perokok
dengan mudah membuang puntung rokok sembarangan. Perokok mungkin
berpikir bahan rokok berupa kertas dan daun kering tembakau akan dengan
mudah diuraikan. Kenyataannya puntung rokok bukan hanya sekedar "kertas
dan daun kering". Bahan kimia beracun yang terkandung di dalamnya akan
meracuni tempat dimana ia dibuang. Bila dibuang ke perairan, bahan beracun
akan larut ke air dan meracuni organisme di dalamnya. Bila dibuang di tanah,
bahan beracun akan meresap ke tanah dan mencemarinya. Butuh waktu 25
tahun bagi bahan kimia tersebut untuk "diencerkan" di tanah. Namun bila
puntung rokok tetap dibuang ke tanah, bahan beracun akan tetap masuk dan
butuh waktu semakin lama untuk menguraikannya. Akibatnya tanaman
menjadi sulit tumbuh dan tanah menjadi tandus.
F1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

1. Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.


2. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim
3. Pembina, Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh
4. Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.
5. Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo
&Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.
6. Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
7. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat,2001. Buku Pedoman Umum Tim
Pembina
8. Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh Proyek
Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.