Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PRAKTIKUM FISIKA LANJUTAN

EFEK COMPTON

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Fisika Lanjutan

Dosen Pengampu: Drs. Hasian Pohan, M.Si

Disusun oleh:

Kelompok 8

Mila Hanifah (11160163000017)

Annisa Ristanti Y. (11160163000025)

Pendidikan Fisika 4A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul “Efek Compton”.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga,
para sahabat serta para pengikutnya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Fisika
Lanjutan serta dapat menjadi sumber informasi untuk menambah pengetahuan pembaca
mengenai materi Efek Compton.

Penyusunan makalah ini tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Hasian Pohan M.Si selaku dosen mata kuliah Praktikum Fisika Lanjutan.
2. Teman-teman mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika serta semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Kami masih menyadari terdapat berbagai kekurangan dalam penyusunan


makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran untuk
penyempurnaan makalah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tangerang Selatan, 2 Februari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1..Latar Belakang.................................................................................................. 1
1.2..Rumusan Masalah............................................................................................. 1
1.3..Tujuan Penulisan...............................................................................................1

BAB II ISI

2.1..Foton................................................................................................................... 2
2.2..Efek Compton.................................................................................................... 2
2.3..Metode dan Prosedur Percobaan ……………………………………………9

BAB III PENUTUP

3.1..Kesimpulan...................................................................................................... 13
3.2..Saran.................................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Fisika kuantum (dikenal juga dengan mekanika kuantum dan teori kuantum)
sebagian besar merupakan studi tentang dunia mikroskopik. Efek Compton atau
sering disebut juga hamburan Compton merupakan salah satu dari tiga percobaan
yang membuktikan bahwa cahaya yang selama ini diperlakukan sebagai gejala
gelombang juga memiliki sifat yang biasa dikaitkan dengan partikel. Energinya
tidak disebar merata pada gelombang, melainkan disebarkan dalam bentuk ikatan
seperti partikel; sebuah ikatan diskret (kuantum) energi elektromagnet ini dikenal
sebagai sebuah foton.1
Efek Compton merupakan salah satu percobaan yang menuntun kepada teori
kuantum dan membuktikan kebenarannya. Dalam teori kuantum cahaya perjalanan
foton dalam ruang dengan kecepatan dianggap tidak menyebar sebagaimana
gelombang, tetapi terkonsentrasi dalam ruang yang sangat kecil. Efek Compton
menjadi submateri yang menjelaskan sifat partikel radiasi elektromagnetik. Materi
efek Compton juga menjadi materi yang dipelajari dalam fisika. Oleh karena itu,
untuk lebih memahami efek Compton maka disusun makalah yang berjudul “Efek
Compton”.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan foton?
2. Apa yang dimaksud dengan efek Compton?
3. Bagaimana metode dan prosedur percobaan efek compton?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat memahami foton
2. Mahasiswa dapat memahami efek Compton
3. Mahasiswa dapat melakukan percobaan efek compton

1
Kenneth Krane, Fisika Modern (Jakarta: UI Press, 2014), hlm. 77.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Foton
Foton memiliki sifat-sifat yang jelas; tidak memiliki massa diam, bergerak
h
dengan laju cahaya dan memenuhi hubungan th 㠮 t 㠮 dan t bahkan

dapat merasakan tarikan gravitasi seperti partikel-partikel lain. Dalam fisika,


kedudukan foton yang mendasar yaitu foton mentransmisikan gaya elektromagnet;
dalam sudut pandang ini dua muatan listrik berinteraksi dengan mempertukarkan
foton (foton dipancarkan salah satu muatan dan diterima muatan lainnya).2
2.2. Efek Compton
Pada tahun 1923, Compton memberikan kesimpulannya mengenai hamburan
sinar X oleh materi. Dalam naskah ilmiahnya “A Quantum Theory of Scattering of
X-Rays by Light”, Compton menerangkan percobannya tentang hamburan sinar X
oleh materi. Compton mengamati bahwa panjang gelombang sinar X yang
terhambur berbeda dengan panjang gelombang sinar X sebelum terhambur.
Perubahan panjang gelombang tersebut ternyata juga bergantung dari sudut
hamburan. Kesimpulan yang dicantumkan dalam naskah Compton tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut:
 Teori Compton bertopang pada pengandalan bahwa setiap elektron yang
berperan dalam proses ini menghambur suatu kuantum cahaya yang utuh (foton)
 Teori ini berlandasakan pada hipotesa bahwa kuantum-kuantum cahaya datang
dari berbagai arah tertentu dan dihamburkan pula dalam arah-arah tertentu
(tidak acak)
 Hasil eksperimen yang dilakukan untuk menyelidiki teori tersebut telah
menunjukkan bahwa gumpalan radiasi (kuantum radiasi, foton), kecuali
membawa energi juga memiliki momentum linear.3

2
Ibid., hlm. 114.
3
Yusman Wiyatmo, Fisika Modern (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 48

2
Efek Compton merupakan cara lain radiasi berinterakasi, dimana radiasi
dihamburkan oleh elektron hampir bebas yang terikat lemah pada atomnya.
Sebagian energi radiasi diberikan pada elektron sehingga terlepas dari atom; energi
sisa diradiasikan kembali sebagai radiasi elektromagnetik. Menurut gambaran
gelombang, energi radiasi yang dipancarkan itu lebih kecil daripada energi radiasi
yang datang (selisihnya berubah menjadi energi kinetik elektron), namun panjang
gelombang keduanya tetap sama.4
Proses hamburan ini, dianalisis sebagai suatu interaksi (tumbukan, dalam
pengertian partikel secara klasik antara sebuah foton dengan sebuah elektron yang
dianggap diam). Tumbukan dianggap bersifat lenting sempurna, sehingga berlaku
hukum kekekalan energi. Pada keadaan awal, foton memiliki energi yang
diberikan oleh
h
th t

Dan momentumnya adalah


ht h
t t t

4
Op.cit., hlm. 104

3
Pada skema tersebut foton datang dan menumbuk elektron yang diam. Lalu foton
terhambur dengan momentum 㠐 dan elektron terhambur dengan momentum .
Sudut hamburan foton dihitung terhadap arah datangnya.
Elektron pada keadaan diam memiliki energi diam . Setelah hamburan

foton memiliki energi dan momentum 㠐 dan bergerak pada arah yang membuat
sudut terhadap arah foton datang. Elektron memiliki energi total dan
momentum dan bergerak pada arah yang membuat sudut terhadap foton datang.
Agar analisisnya mencakup pula foton datang berenergi tinggi yang memberikan
energi yang sangat besar pada elektron yang terhamburkan maka bagi elektron
dibuat kinematika relativistik. Dalam interaksi ini berlaku persyaratan kekekalan
energi dan momentum, yakni:
t t th

t t t (2.1a)
Pada sumbu searah dengan arah datang foton
t t th

t cos t cos (2.1b)
Pada sumbu tegak lurus dengan arah datang foton
t
t th

t sin sin (2.1c)

Karena terdapat empat besaran yang tidak diketahui ( 㠮 㠮 㠮 dan 㠐
saling bergantungan), dua dari empat persamaan tersebut dapat dieliminasikan
untuk memecahkan persamaannya secara serempak. Jika mengukur energi dari arah
foton hambur, maka dan dapat dihilangkan. Sudut dihilangkan dengan
menggabungkan persamaan-persamaan momentum:

cos t cos

sin t sin (2.1d)
Dikuadratkan kemudian dijumlahkan
㠐 㠐
cos t 㠐 cos t cos tt sin t sin

4
㠐 㠐
cos t sin t cos t cos t sin
㠐 㠐
t cos t (2.1e)

Dengan menggunakan hubungan relativistik antara energi dan momentum


t t

Dengan menyisipkan dan diperoleh


㠐 㠐 㠐
t t cos t t (2.1f)
㠐 㠐 㠐
t t t t
㠐 㠐
t cos t t
㠐 㠐 㠐
Karena t menjadi t dan t menjadi t 㠐 , maka
㠐 㠐 㠐
t cos kedua ruas dibagi 2
㠐 㠐 㠐
t cos

Karena t maka

㠐 㠐
t cos
㠐 㠐
t 㠐 cos
㠐 㠐
t 㠐 cos
㠐 㠐
t cos


t cos

Kedua ruas dikali 㠐 maka

㠐 t t cos (2.1g)

Karena besaran di ruas kanan tidak pernah negatif, maka 㠐 selalu lebih kecil
daripada foton datang; selisih 㠐 adalah energi kinetik yang diberikan kepada

5
elektron, ( . Persamaan tersebut digunakan ketika mengukur energi.
Untuk mengukur pergeseran Compton dapat digunakan persamaan
㠐 h
t t cos (2.1h)

Begitu pula, 㠐 selalu lebih kecil daripada ; foton hambur memiliki panjang
gelombang yang lebih panjang daripada foton datang; perubahan panjang
gelombang ini merentang dari pada t hingga dua kali panjang gelombang
Compton pada t h .5
Dengan cara mengingat hubungan antara momentum dan frekuensi, persamaan
(2.1e) dapat ditulis

ht h tt㠐 ht㠐
t cos t

Maka persamaan (2.1f) menjadi


ht h tt㠐 ht㠐
t t cos t t

Setelah disederhanakan, persamaan tersebut menghasilkan


t㠐 t t t htt㠐 htt㠐 cos
h

t 㠐
cos

㠐 h
t t cos (2.1i)

yang menyatakan hubungan antara panjang gelombang foton terhambur ( 㠐 ) dan


sudut hamburannya dengan panjang gelombang foton datang ( ) dan massa diam
h
elektron ( ).6 Besaran dikenal sebagai panjang gelombang Compton dari

elektron yang memiliki nilai 0,002426 nm.


Peragaan eksperimen pertama dari jenis hamburan ini dilakukan oleh Arthur
Compton pada tahun 1923. Pada percobaan ini seberkas sinar-X dijatuhkan pada

5
Ibid., hlm. 105.
6
Agus Suroso, Hamburan Compton, 2018, hlm. 1, (personal.fmipa.itb.ac.id).

6
suatu sasaran hamburan, yang dipilih Compton adalah unsur karbon. Meskipun
tidak ada sasaran hamburan yang mengandung elektron yang benar-benar bebas,
elektron valensi dalam kebanyakan materi terikat sangat lemah pada atomnya
sehingga berperilaku seperti elektron hampir “bebas”. Energi kinetik elektron ini
dalam atom sangatlah kecil dibandingkan terhadap energi kinetik yang diperoleh
elektron dalam dalam proses hamburan ini. Energi dari sinar-X yang terhambur
diukur dengan sebuah detektor yang dapat berputar pada berbagai sudut .7

Hasil percobaan asli Compton ini diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Pada
setiap sudut, muncul dua buah puncak, yang berkaitan dengan foton-foton sinar-X
hambur dari dua energi atau panjang gelombang yang berbeda. Panjang gelombang
dari salah satu puncak ini tidak berubah terhadap perubahan sudut; puncak ini
berkaitan dengan hamburan foton sinar-X oleh elektron-elektron terdalam yang
terikat erat pada atom. Karena eratnya ikatan elektron ini pada atom, maka foton
yang terhambur oleh elektron ini tidak mengalami kehilangan energi. Akan tetapi,
panjang gelombang puncak yang lain sangat bergantung pada perubahan sudut dan
perubahan panjang gelombang ini tepat sesuai dengan yang diramalkan rumus
Compton.8

7
Krane, loc.cit.
8
Ibid., hlm. 115.

7
Hasil yang sama dapat diperoleh bagi hamburan sinar gamma, adalah foton
berenergi lebih tinggi (panjang gelombangnya lebih pendek) yang dipancarkan
dalam berbagai peluruhan radioaktif. Compton juga mengukur perubahan panjang
gelombang sinar gamma hambur. Perubahan panjang gelombang yang disimpulkan
dari berbagai hamburan sinar gamma identik dengan yang disimpulkan dari sinar-X.
Perubahan panjang gelombang tidak bergantung pada panjang gelombang datang.9

9
Ibid., hlm. 107.

8
2.3. Metode Percobaan
Dalam percobaan ini, akan dipelajari efek Compton dari kuasi elektron
bebas aluminium. Kuanta γ berasal dari preparat Cs-137 yang memiliki energi
662 keV. Energi spektrum γ tergantung kepada sudut θ yang dicatat dengan
menggunakan pencacah sintilasi yang telah dikalibrasi pada kondisi
menggunaka penghambur aluminium maupun tidak. Sebagai evaluasi, energi
E(θ) ditentukan dari posisi puncak absorpsi total pada spektrum yang berbeda.

9
Untuk dapat menentukan energi E kuanta yang dihamburkan kita dapat mengikuti
langkah sebagai berikut :
2.3.1 Alat dan bahan
 1 Aparatus Set Compton
 1 CS-137 preparation, 3.7 MBq
 1 Mixed Preparation 㠮 㠮 h
 1 Scintillation counter
 1 Detector output stages
 1 High voltage power supply 1.5kv
 1 sensor easy
 1 MCA-Box
 Cassy Lab
2.3.2 Prosedur Eksperimen
 Persiapan
1. Susunlah peralatan seperti pada gambar

2. Siapkan panel eksperimen dengan skala sudut dan koordinat polar dan
pelindung.
3. Pasanglah pencacah sintilasi (e) pada output stage detector (f),
kemudian pasang pada holder (d) dan MCA Box pada cassy.
4. Hubungkan output stage dtector dengan power supply tegangan tinggi
1.5 kv
5. Hubungkan juga kabel sinyal 6 pole dan kabel BNC pada output stage
detector dengan preamplifier dan input pada MCA Box.

10
6. Hubungkan output RS-232 pada cassy dengan komputer
7. Pasang power supply, kemudian hidupkan cassy.

 Kalibrasi Pencacah Sintilasi


1. Jalankan program CASSY Lab. Pilih “Display measuring parameter”,
kemudian pilih “Multichannel Measurement”, Number of Channel =
256 channels, Measuring Time = 200 s, Negatif pulse = on, Gain box
= -2.
2. Pilih “Start measurement” atau tekan <F9> untuk memulai
pengukuran.
3. Secara perlahan-lahan naikkan tegangan dari power supply sehingga
garis 662 keV.
4. (Cs-137) berada di sekitar channel 150.
5. Hapus nilai pengukuran lama dengan <F4> dan mulai pengukuran
spektrum baru untuk kalibrasi dengan <F9>.
6. Pilih Energy Calibration untuk melakukan kalibrasi energi pada
channel dimana energi untuk Am-241 adalah 59,5 keV dan energi
untuk Cs-137 adalah 662 keV.

 Pencatat spektrum
1. Keluarkan preparat 㠮 㠮 dan dari holder sample dan ganti dengan Cs-
137.
2. Atur sudut pengukuran antara preparat dan detektor pada sudut tertentu,
dan ganti waktu pengukurannnya sesuai waktu yang telah ditentukan.
3. Letakkan penghambur aluminium, letakkan pelindung tambahan,
kemudian lakukan pengukuran spektrum.
4. Letakkan holder sample dengan preparat, pada sudut tertentu dan
letakkan pelindung.

11
5. Lakukan pengukuran untuk spektrum pertama tanpa penghambur
aluminium.
6. Letakkan penghambur aluminium dan lakukan pengukuran baru, utnuk
spektrum kedua. Aktifkan mode substraction dan kurangi spektrum
dua dengan spektrum satu.
- Aktifkan kursor dan tentukan energi E dari puncak maksimum,
kemudian simpan nilai pengukuran dalam file ulangi pengukuran
dengan sudut yang berbeda.

12
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Foton merupakan partikel; memiliki sifat-sifat yang jelas; tidak memiliki massa
h
diam, bergerak dengan laju cahaya dan memenuhi hubungan th 㠮 t 㠮 dan

t bahkan dapat merasakan tarikan gravitasi seperti partikel-partikel lain


2. Dalam hamburan Compton foton hambur memiliki energi yang lebih kecil
daripada foton datang dan memiliki panjang gelombang yang lebih panjang
daripada foton datang. Perubahan panjang gelomang bergantung pada perubahan
sudut
3. Energi spektrum γ tergantung kepada sudut θ yang dicatat dengan menggunakan
pencacah sintilasi yang telah dikalibrasi pada kondisi menggunakan penghambur
aluminium maupun tidak. Sebagai evaluasi, energi E(θ) ditentukan dari posisi
puncak absorpsi total pada spektrum yang berbeda.

3.2. Saran
1. Untuk pembaca, agar dapat menggunakan makalah ini dengan sebaik-baiknya
2. Pembaca dapat menggunakan makalah ini sebagai referensi untuk pengetahuan
mengenai foton dan efek Compton disertai dengan sumber lain yang lebih
kredibel

13
DAFTAR PUSTAKA

Krane, Kenneth. Fisika Modern. Jakarta: UI Press, 2014.

Wiyatmo, Yusman. Fisika Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.


Agus Suroso. Hamburan Compton.
http://personal.fmipa.itb.ac.id/agussuroso/files/2016/04/hamburanCompton.pdf.
Diakses pada tanggal 04 Februari 2017 pukul 22.34 WIB

14