Anda di halaman 1dari 6

1.

JENIS DAN KARAKTERISTIK BAHAN DAN


ALAT KERAJINAN.
a.Lunak
yaitu bahan dan alat yang memiliki sifat fisik empuk/lunak
sehingga sangat mudah dibentuk. Contoh yang sering dpakai
sebagai bahan dalam pembuatan produk kerajinan tangan
adalah sabun batangan, lilin parafin, tanah liat, bubur kertas
dan clay.

b.Sedang
yaitu bahan dan alat yang memiliki sifat fisik tidak terlalu
lunak namun juga tidak terlalu keras. Contoh yang sering
dipakai sebagai bahan kerajinan tangan adalah kardus, kayu
balsa, kayu waru, kayu randu dan kayu sengon.

c.Keras
yaitu bahan dan alat yang memiliki sifat fisik keras sehingga
sukar dibentuk tanpa bantuan peralatan yang memadai.
Contohnya adalah batu, kayu jati, padas dsb.
2. MACAM-MACAM KERAJINAN
BERDASARKAN INSPIRASI BUDAYA
LOKAL.

Budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budi daya


masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan
diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu.
Budaya lokal dapat berupa hasil seni, tradisi, pola pikir,
atau hukum adat.

 Hasil Seni
Seni adalah ungkapan perasaan yang sengaja
disampaikan ke orang lain agar mereka memahami
dan merasakan apa yang dirasakan si pencipta.
Contoh: lukisan.
 Tradisi
Tradisi atau kebiasaan adalah sesuatu hal yang telah
dilakukan sejak lama dan terus menerus menjadi bagian dari
kehidupan kelompok masyarakat hingga sekarang. Tradisi ini
sering dilakukan oleh suatu negara, kebudayaan, waktu dan
agama yang sama.
Contoh: patung tentang upacara ngaben.

 Pola Pikir
Pola Pikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan
(belief) atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan
sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level
keberhasilan hidupnya.
Contoh: Patung dewa.

 Hukum Adat
Istilah hukum adat pertama kali dinyatakan oleh Prof
Christian Snouk Hugronje yaitu Adat recht yang merupakan
hukum yang ada di Indonesia dalam bukunya yang berjudul
The Atjehers dan het Gayo Land. Jika ditinjau dari kata,
hukum adat merupakan paduan dari kata hukum dan adat.
Dimana hukum berasal dari kata recht dalam bahasa belanda,
dan adat berasal dari bahasa arab yang memiliki arti
kebiasaan.
Contoh: Lukisan orang berdo’a di kuil.

3. JENIS DAN KEGUNAAN BAHAN KEMAS.


Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk,
struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen
desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.
Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi,
mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan
membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec,
2006:33).

 Jenis-jenis Kemasan

Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi


bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).
2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya
melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak
karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-
buahan yang dibungkus dan sebagainya.
3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan
untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier
umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga


jenis, yaitu:

1. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang


langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus
plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan
kaleng.
2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip),
kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan
tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian
dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan
botol kecap.
3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini
biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen
setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan
berbagai jenis botol.

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua


jenis, yaitu:

1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi
dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik.
Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan
tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam
bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat
dari kertas, foil atau plastik.

 Kegunaan Kemasan
Fungsi paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi
produk dari kerusakan-kerusakan, sehingga lebih mudah disimpan, diangkut dan
dipasarkan. Secara umum fungsi pengemasan pada bahan pangan adalah :

1. Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga kekonsumen,


agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta atau butiran
2. Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar
ultraviolet, panas, kelembaban udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari
kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.
3. Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai
alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang
terdapat pada kemasan.
4. Meningkatkan efisiensi, misalnya : memudahkan penghitungan (satu
kemasan berisi 10, 1 lusin, 1 gross dan sebagainya), memudahkan
pengiriman dan penyimpanan. Hal ini penting dalam dunia perdagangan.
5. Melindungi pengaruh buruk dari luar, Melindungi pengaruh buruk dari
produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk
yang berbau tajam, atau produk berbahaya seperti air keras, gas beracun
dan produk yang dapat menularkan warna, maka dengan mengemas
produk ini dapat melindungi produk-produk lain di sekitarnya.
6. Memperluas pemakaian dan pemasaran produk, misalnya penjualan
kecap dan syrup mengalami peningkatan sebagai akibat dari penggunaan
kemasan botol plastik.
7. Menambah daya tarik calon pembeli
8. Sarana informasi dan iklan
9. Memberi kenyamanan bagi pemakai.