Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM H-1

DENGAN SECTIO CEASAREA PADA NY. L DIRUANG BOUGENVILE

RSUD AMBARAWA

Nama : Rochma Pratiwi Sri S Tanggal Pengkajian : 11 Mei 2015 pukul 13.30

NIM : P17420613071 Ruang / RS : Bougenvile / RSUD AMBARAWA

A. Data Umum Klien


1. Initial Klien : Ny. L
2. Usia : 34 tahun
3. Status perkawinan : Menikah
4. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
5. Alamat : Bringin

1. Initial Suami : Tn. K


2. Usia : 37 tahun
3. Pekerjaan : Swasta
4. Pendidikan terakhir : SMA

B. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
No Tahun Jenis Persalinan Penolong Jenis Keadaan bayi Masalah
Kelamin waktu lahir kehamilan
1. 2015 SC Dokter Laki laki Bayi lahir sehat. Letak bayi
Normal APGAR sungsang
SCORE pada
menit pertama 6,
menit ke lima 7,
dan menit
kesepuluh 8

2. Keluhan Utama : Nyeri pada daerah luka operasi


3. Riwayat Keperawatan Sekarang :
Pasien masuk IGD dibawa oleh keluarga dengan G1P1A0, usia kehamilan 38 minggu,
rujukan dari bidan dengan letak sungsang. Kenceng kenceng sering, lender darah
positif, VT teraba bagian kecil, DJJ 140x /menit, TD 113 /81 mmHg, RR 20x/menit,
N 105 x/menit, Spo2 98%. Inpartus kala I fase aktif. Pasien menjalani operasi section
seasarea pada tanggal 5 Mei 2015 pukul 21.45.
Riwayat Bayi :
Bayi laki-laki lahir sempurna, APGAR SCORE 6 pada 1 menit pertama, 7 pada 5
menit pertama, 8 pada 10 menit pertama. LK 34 cm, LILA 11 cm, LD 32 cm, PB 50
cm.
4. Riwayat Kehamilan Sekarang :
a. Berapa kali periksa kehamilan : 5 kali priksa kehamilan di bidan
b. Masalah kehamilan : letak bayi sungsang

C. Data Umum Kesehatan Saat Ini :


1. Status Obstetri : P1 A0
2. Keadaan Umum : Kesadaran : Komposmentis
3. Tanda Vital : TD : 94/64 mmHg
Nadi : 86 x/menit
Suhu : 365 C
Pernapasan : 20 x/ menit
4. Kepala :
a. Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid
b. Kepala : rambut tampak kering, ketombe dan bercabang
c. Mata : bersih, konjungtiva tidak anemis
d. Hidung : bersih, tidak terdapat polip
e. Mulut : gigi bersih, tidak terdapat stomatitis, mukosa tampak kering
f. Telinga : telinga bersih, tidak ada benjolan
5. Dada :
a. Jantung : tidak ada keluhan pada area dada
b. Paru : jalan napas bersih
c. Payudara : bersih, simetris, putting susu menonjol, ASI keluar tapi masih sedikit
Belum menyusui bayinya karena masih berada diruang terpisah
6. Abdomen :
a. Involusio uterus : 1 cm dibawah pusar
Kontraksi kuat dan sering
b. Kandung kemih : kosong
7. Fungsi pencernaan : belum bisa BAB
8. Kondisi luka SC dalam keadaan baik
9. Perineum dan genetalia : Bersih, tidak terdapat edema dan hemoroid
Perineum utuh, tidak terdapat tanda tanda REEDA
10. Ekstermitas
Atas : tidak terdapat edema, turgor kulit : bagus, kembali tidak lebih dari 2 detik
Bawah : tidak terdapat edema dan varises
Mengalami keterbaasan untuk bergerak

D. Pola Fungsinal Gordon


1. Manajemen kesehatan
Menurut Pasien dan keluarga kesehatan merupakan hal yang penting. Jika ada
keluarganya yang sakit dia segera membawa ke tempat pelayanan kesehatan yang
terdekat, misalnya ketika kondisi tubuhnya kurang baik seperti saat ini pasien segera
pergi kerumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain itu ia juga selalu
mepertahankan kondisi kesehatannya supaya tetap stabil dengan aktivitas jalan-jalan
setiap pagi hari.

2. Eliminasi
a. BAB : Pasien belum bisa BAB sejak masuk rumah sakit
b. BAK : terpasang DC sejak hari selasa. Volume cairan yang tertampung sebanyak
300cc, warna keruh kecoklatan
3. Nutrisi dan Cairan
BB :57 kg
TB : 157 cm
Asupan nutrisi : hanya diperbolehkan minum air putih
Nafsu makan : nafsu makan menurun
Asupan Cairan : 1000 cc
Jenis : air putih

4. Istirahat Tidur
Pola tidur teratur, tidak ada gangguan tidur biasanya tidur 1 jam disiang hari dan 7
jam di malam hari. Mulai memasuki trimester ke3 sering susah tidur punggung terasa
nyeri. Keluhan saat ini sering bangun dimalam hari akibat nyeri post SC dibagian
abdomen.

5. Mobilisasi dan latihan


Tingkat mobilitas : mobilitas pasien masih terbatas. Pasien mengatakan masih takut
bergerak setelah post operasi. Kebutuhan sehari hari masih dibantu oleh keluarga
seperti berpakaian, mandi dan buang air.

6. Persepsi dan sensori dan kognitif


Pasien merasakan ketidaknyamanan setelah dilakukan operasi SC. Pasien tidak
mengetahui bagaimanan cara merawat luka tersebut. Dengan pengkajian nyeri :
 Provocative : nyeri akibat sakit bekas luka jahitan operasi
 Quality : nyeri seperti di iris iris
 Region : nyeri pada satu tempat bagian abdomen region bawah
 Saverity : nyeri sedang ( skala nyeri 5)
 Time : nyeri ketika bergerak lebih, hilang timbul

7. Pola seksual dan reproduksi


Terjadi perubahan seksualitas,pasien tidak melakukan hubungan intim pada masa
kehamilan. Tidak ada keluahan pada saat melakukna hubungan seksual

8. Hubungan dan peran


Pasien mengalami perubahan peran dalam keluarga yang sebelumnya menjadi anak
sekarang sudah menjadi ibu dengan satu orang anak

9. Konsep diri
a. Gambaran Diri
Pasien optimis dan memahami kondisinya saat ini dan menerima apa yang
harus dilakukan untuk pemulihannya.
b. Identitas
Pasien merupakan seorang perempuan berumur 17 tahun, dan sudah menikah.
c. Ideal Diri
Pasien mengatakan menerima diri dengan kondisinya sekarang.
d. Harga Diri
Pasien tetap merasa percaya diri meskipun kondisinya sakit seperti saat ini.
Dan pasien yakin akan segera sembuh keluarga yang mendukung akan
kesembuhannya
e. Peran
Pasien mengatakan tidak sabar ingin menjalankan perannya sebagai ibu baru
dan bertemu dengan bayinya

10. Spiritual :
Pasien beragama Islam dan taat ibadah, pasien mengatakan mempunyai permasalahan
untuk menjalankan ibadahnya selama dirinya sakit.

E. Pemeriksaan Penunjang :
1. Laboratorium tanggal 9 Mei 2015
Pemriksaan Hasil Nilai
hematologi rujukan
Hemoglobin 12.1 12.5 -15.5
Leukosit 11.9 4-10
Eritrosit 3.62 3.8 –5.4
Hematokrit 36.3 35-47
MCV 100.3 82-98
MCH 33.4 >= 27
MCHC 33.3 32-36
RDW 11.6 10-16
Trombosit 247 150- 400
PDW 16.0 10-18
MPV 8.3 7-11
Limposit 1.1 1.0-4.5
Monosit 0.5 0.2-1.0
Granulosit 10.2 2-4
Limposit % 9.3 25-40
Monosit % 4.6 2-8
Granulosit % 86.1 50-80
PCT 0.205 0.2-0.5

2. EKG
HR 101 bpm
R-R 590 ms
P-R 115 ms
QRS 79ms
QT 340 ms
QTc 442 ms
Axis 90 deg
RV5 0.98 mV
SV1 0.13 mV
F. Program Terapi
Tirah baring 24 jam post op

G. Terapi Obat Parenteral


Tanggal 10 Mei 2015
Celodim 3x1 gr Suprafenid 4x1 tablet
Promuba 2x100 gr
A. DAFTAR MASALAH

Tgl
No Tgl/Jam Data Fokus DP teratasi TTD

1 11 Mei DO : Gangguan rasa nyeri


2015 - Pasien mengeluh nyeri pada b.d terputusnya
13.30 daerah operasi jaringan disekitar luka
WIB - Pasien meringis kesakitan operasi
sambil meraba area sekitar
luka
- Pengaduh aduh
- Daerah perifer dingin
Pucat
DO :
 Provocative : nyeri akibat
sakit bekas luka jahitan
operasi
 Quality : nyeri seperti di
iris iris
 Region : nyeri pada satu
tempat bagian abdomen
region bawah
 Saverity : nyeri sedang
( skala nyeri 5)
 Time : nyeri ketika
bergerak lebih, hilang
timbul
DS : Kurang
Pasien mengatakan ASI pengetahuan
belum tentang cara
keluar. perawatan
Pasien mengatakan belum payudara
tau berhubungan
cara perawatan payudara. dengan
DO : Kurangnya
Puting susu menonjol informasi
Areola mamae
hiperpigmentasi
ASI belum keluar
Payudara teraba kenyal
Pasien tidak bisa
mempraktekkan cara
perawatan
payudara
2 11 Mei DS : Pasien mengatakan bila 2. Intoleransi
2015 untuk beraktifitas terasa sakit, aktivitas b.d
14.00 tubuh terasa lemah, lelah kelemahan, luka
WIB Pasien menjalani terapi bedrest operasi
total
KU : lemah
DO :
- Pasien masih dibantu
berpakaian
- Pasien masih dibantu minum
- Pasien disibin oleh keluarga
- Terdapat luka post
operasi tertutup perban
± 15 cm pada
abdomen bagian
bawah
B. PERUMUSAN INTERVENSI

NO TGL DP TUJUAN INTERVENSI TTD


1 11 1. Gangguan Gangguan rasa nyeri teratasi 1. Monitor TTV
Mei rasa nyaman setelah dilakukan tindakan 2. Jelaskan tentang proses
2015 (nyeri ) b.d selam 2x 24 jam dengan terjadinya nyeri
terputusnya kriteria hasil : 3. Atur posisi senyaman
14.15
jaringan 1. Skala nyeri 3 mungkin
WIB disekitar 2. Ekspresi wajah rileks 4. Lakukan teknik relaksasi
luka operasi 3. Tidak terlihat menahan nafas dalam
nyeri 5. Kolaborasi pemberian
4. TTV dalam rentang analgesik
normal
TD : 110/70 mmHg –
120/80 mmHg
N : 60 – 100 x/mnt
RR : 16 - 20x/menit

Kurang Setelah di lakukan 1. Kaji tingkat


pengetahua tindakan pengetahuan ibu
n keperawatan tentang cara
tentang selama 2x45 menit perawatan
cara pasien payudara
mampu
perawatan 2. Lakukan breast
melakukan
payudara care pada ibu.
perawatan
berhubunga payudara 3. Beri pendkes
n dengan sendiri, tentang cara
dengan perawatan
Kurangnya
kriteria payudara
informasi hasil :
ASI keluar
Pasien
mampu
mela
k
ukan
perawatan
payudara.
NO TGL DP TUJUAN INTERVENSI TTD

2 11 2. Intoleransi Intoleransi aktivitas pasien 1. Ajarkan mobilisasi dini


Mei aktivitas b.d teratasi setelah dilakukan untuk ibu post partum
2015 kelemahan, tindakan selama 3 x 24 jam mulai miring kanan dan
luka operasi dengan criteria hasil : kiri
15.30
1. Menurunnya keletihan 2. Tingkatkan istirahat
WIB
dan kelelahan (ditempat tidur)
2. Mampu melakukan 3. Monitor TTV tiga kali
ADL secara bertahap sehari
3. TTV dalam rentang 4. Bantu pasien dalam
normal memenuhi kebutuhan
TD : 110/70 mmHg – 5. Libatkan keluarga dalam
120/80 mmHg pemenuhan kebutuhan
N : 60 – 100 x/mnt ADL maupun kebutuhan
RR : 16 - 20x/menit sebagai ibu baru

C. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Tgl /
No Kode Dx Tindakan Keperawatan Respon TTD
Jam
1 11 1 1. Mengkaji nyeri yang  Provocative : nyeri
Mei dirasakan pasien akibat sakit bekas luka
2015 jahitan operasi
14.15  Quality : nyeri seperti
WIB di iris iris
 Region : nyeri pada
satu tempat bagian
abdomen region bawah
 Saverity : nyeri sedang
( skala nyeri 5)
 Time : nyeri ketika
bergerak lebih, hilang
timbul
2. Mengajarkan teknik Ibu mengikuti instruksi
relaksasi yang diberikan
14.30
3. Menjelaskan pada
ibu penyebab nyeri
15.00 4. Memberikan terapi  Provocative : nyeri
obat supositorial akibat sakit bekas luka
suprafenid satu tablet jahitan operasi
 Quality : nyeri
seperti di iris iris
 Region : nyeri pada satu
tempat bagian abdomen
region bawah
 Saverity : skala nyeri 4
 Time : nyeri ketika
bergerak lebih, hilang
timbul
12 Mei 5. Memberian obat Pasien merintih perih
2015 intravena kesakitan
14.00 Celodim 1 gr
Promuba 100 gr
TD : 94/64 mmHg
6. Monitor TTV RR : 20 x/ menit
14.10
N : 86 x / menit
S : 365C

D. CATATAN KEPERAWATAN

Tgl /
No Kode Dx Tindakan Keperawatan Respon TTD
Jam
7. Mengajarkan ibu Ibu melakukan kompres
massase dan dengan botol yang diisi air
14.20 mengompres area hangat
sekitar perut dengan
air hangat

2 11 2 1. Membantu klien Pasien mengatakan sakit


Mei mengidentifikasi saat banyak bergerak.
2015 aktivitas yang Semua aktivitas dibantu
15.00 mampu dilakukan oleh keluarga dan pasien
WIB belajar miring dibantu
keluarga
2. Mengajarkan Keluarga memahami dan
keluarga untuk melakukan tindakan untuk
15.15
membantu aktivitas membantu klien seperti
pasien minum, BAK, berpakaian
12 3. Menyiapkan air sibin Keluarga paham dan bisa
Mei dan mengajarkan mempraktekkannya
2015 keluarga cara
14.30 menyibin pasien

Tgl /
No Kode Dx Tindakan Keperawatan Respon TTD
Jam
14.35 4. Monitor TTV pasien TD : 94/64 mmHg
RR : 20 x/ menit
N : 86 x / menit
S : 365C

14.40 5. Mengajarkan untuk Ibu sudah bisa miring


duduk sendiri dan masih belajar
untuk duduk

E. CATATAN PERKEMBANGAN

No Tgl / Jam DP Catatan Perkembangan TTD


1. Gangguan S : Pasien mengatakan nyeri sedikit
13 Mei rasa nyaman berkurang
2015 (nyeri ) b.d O : skala nyeri 3
1
08.00 terputusnya A : Masalah teratasi sebagian
WIB jaringan P : Lanjutkan intervensi
disekitar luka - Anjurkan untuk tetap
operasi melakukan teknih nafas dalam
13 Mei Intoleransi S : Pasien mengatakan sudah bisa
2015 aktivitas b.d duduk
08.30 kelelahan, luka O : Pasien dapat melakukan beberapa
2 WIB operasi aktivitas sendiri
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
- Ajarkan pasien untuk berjalan