Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan

nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan

dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud

derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya (UU

kesehatan No.36 tahun 2009).

Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh

potensi bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta meupun

pemerintah. Dalam pelaksanaannya tentu saja terdapat

berbagai tantangan atau masalah kesehatan yang perlu

ditangani bersama. Msalah kesehatan yang di hadapi dewasa

ini semakin kompleks dimana penyakit tidak menular semakin

meningkat, sedangkan penyakit menular tetap menjadi

perhatian serius. Hal ini berpengaruh pada ruang lingkup

epidemiologi, dimana terjadi perubahan pola dari penyakit

menular ke penaykit tidak menular yang disebut dengan

transisi epidemiologi seiring dengan perkembangan

kehidupan masyarakat.

Salah satu penyakit tidak menular tersebut adalah diare.

Diare merupakan penyebab kematian nomer dua di dunia (WHO,

2013). Salah satu target MDGs adalah menurunkan angka

kematian pada anak, termasuk menurunkan angka kematian yang


diakibatkan diare. Jika upaya dalam menangani masalah diare

tidak dilakukan dengan cepat dan berkelanjutan, maka

dimungkinkan sebanyak 760.000 anak akan meninggal oleh

karena diare setiap tahunnya. Tetapi jika penanganan diare

dilakukan dengan cepat dan tepat, maka jumlah kematian anak

karena diare akan menurun setiap tahunnya (WHO, UNICEF,

2013).

Pada tahun 2008, di Indonesia diare pada balita

berkisar 40 juta per tahun dengan kematian sebanyak

200.000-400.000 balita. (Soebagyo,2008). Menurut Riskesdas

(2013), terjadi penurunan angka kejadan diare di Jawa

Tengah, pada riskesdas 2007 sebanyak 9,2% dan pada

riskesdas 2013 sebanyak 3,3%. Sedangkan kejadian diare pada

balita pada riskesdas 2013 sebanyak 6,5%. Besarnya angka

kejadian diare dan insiden diare pada balita di Provinsi

Jawa Tengah tersebut berada di bawah rata-rata prevalensi

diare nasional, angka rata-rata nasional kejadian diare

adalah 3,5%, dan insiden diare pada balita sebesar 6,7%.

Pada tahun 2012, cakupan kejadian diare di Provinsi Jawa

Tengah masih cukup tinggi, yaitu sebesar 42,66%. (profil

kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2012). Berdasarkan data

awal dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram jumlah

pasien anak yang mengalami diare pada tiga bulan terakhir

sebanyak 100 orang pasien.

Upaya untuk menurunkan angka kematian anak karena diare

dengan melakukan tatalaksana secara tepat dan akurat. WHO


mengembangkan kerangka kerja pelayanan kesehatan yang

salah satunya dalam buku pelayanan kesehatan anak di rumah

sakit, di dalamnya berisi panduan tatalaksana anak sakit

di rumah sakit oleh tenaga kesehatan termasuk perawat.

Menurut WHO (2009), tatalaksana diare dapat dilakukan

dengan lima langkah tuntaskan diare (lintas diare). Perawat

sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan kontribusi dalam

penanganan diare sesuai dengan perannya. Peran perawat

tersebut adalah sebagai pemberi pelayanan yang mencakup

pemberi rasa nyaman, pelindung, komunikator, mediator dan

rehabilitator. Selain itu perawat berperan sebagai

pendidik yang memberikan pemahaman kepada individu,

keluarga ataupun masyarakat di semua lingkup pelayanan

kesehatan. Peran perawat selanjutnya sebagai manajer,

yaitu perawat mengelola kegiatan pelayanan kesehatan

sesuai dengan tanggung jawabnya dan dapat mengambil

keputusan dalam memecahkan masalah. Perawat juga dituntut

untuk dapat berpikir kritis dalam pengambilan keputusan,

sehingga permasalahan yang dihadapi dapat terpecahkan

dengan baik. Perawat juga mempunyai peran sebagai

pelindung, yaitu melindungi klien baik perlindungan

terhadap terapi atau pelayanan kesehatan yang didapatkan

atau membantu klien dalam pengambilan keputusan (Delaune,

Ladner, 2011).
Diantara masalah yang terdapat pada pasien dengan diare

menurut calon peneliti salah satu tindakan perawatan awal

adalah dengan pemberian cairan intravena yang adekuat.

Penting bagi perawat untuk memiliki pengetahuan yang

jelas tentang perubahan yang saling berhubungan pada semua

sistem tubuh pada pasien dengan diare. Pemeliharaan cairan

ditujukan untuk menggantikan cairan yang hilang lewat

urine, tinja, paru, dan kulit.

Maka berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik

untuk meneliti tentang hubungan peran perawat terhadap

pemenuhan kebutuhan cairan pada anak diare dengan dehidrasi

ringan sampai sedang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Mataram.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat di

rumuskan masalah sebagai berikut :

Bagaimanakah Hubungan peran perawat dengan pemenuhan

kebutuhan cairan pada anak diare dehidrasi ringan sampai

sedang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram ?

C. Tujuan penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan umum dalam penelitiian ini adalah untuk

mengetahui hubungan peran perawat dengan pemenuhan

kebutuhan cairan pada anak diare dengan dehidrasi ringan

sampai sedang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram.


2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi peran perawat di Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Mataram dalam memenuhi kebutuhan cairan.

b. Mengidentifikasi pemenuhan kebutuhan cairan pada anak

diare dengan dehidrasi ringan sampai sedang di Rumah

Sakit Umum Daerah Kota Mataram.

c. Menganalisis hubungan peran perawat dengan pemenuhan

kebutuhan cairan pada anak diare dengan dehidrasi

ringan sampai sedang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Mataram.

D. Manfaat penelitian

1. Bagi pasien dan orang tua

Dengan dilakukan penelitian mengenai peran perawat

dalam tatalaksana pemenuhan kebutuhan cairan pada anak

diare dengan dehidrasi ringan-sedang, maka akan

diketahui apakah perawat sudah menjalankan perannya

dengan benar. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan

perawat dapat melaksanakan perannya dengan optimal,

sehingga pasien dan orang tua mendapatkan tatalaksana

pemenuhan kebutuhan cairan secara tepat.

2. Manfaat bagi Rumah sakit

Dengan diketahuinya peran perawat dalam tatalaksana

pemenuhan kebutuhan cairan pada anak diare dengan

dehidrasi ringan-sedang, dapat memberikan evaluasi bagi

Rumah Sakit khususnya perawat, sehingga diharapkan


perawat dapat melaksanakan perannya dengan tepat dan

optimal.

3. Manfaat bagi Ilmu Pengetahuan

Memberikan gambaran mengenai bagaimana peran perawat

dalam tatalaksana pemenuhan kebutuhan cairan pada anak

diare dengan dehidrasi ringan-sedang di Rumah Sakit.

Kemudian dari hasil penelitian ini dapat digunakan

sebagai acuan untuk pelaksanaan peran perawat dalam

tatalaksana pemenuhan kebutuhan cairan dan menjadi acuan

melakukan penelitian selanjutnya.

E. Keaslian penelitian

1. Septi Wardani (2014) dengan judul PERAN PERAWAT DALAM

TATALAKSANA DIARE AKUT PADA ANAK DI RS DR. SOEDJONO

MAGELANG. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif

dengan pendekatan studi kasus, subjek penelitian yaitu

perawat yang bekerja di bangsal anak dengan kriteria

responden lama bekerja minimal satu tahun, Sampel

dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling

dengan strategi homogeneous sampling, metode

pengumpulan data dengan wawancara terhadap lima

respoden, dokumen, dan observasi partisipatif. Analisa

data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu reduksi data,

model data dan verifikasi data. Hasil temuan dalam

penelitian ini didapatkan empat peran perawat, yaitu

peran perawat sebagai pemberi pelayanan, peran perawat


sebagai kolaborator, peran perawat sebagai pendidik dan

peran perawat sebagai pelindung. Peran perawat sebagai

pemberi pelayanan Sehingga dapat di simpulkan Perawat

Dari karakteristik responden penelitian, diketahui

bahwa seluruh responden belum pernah mengikuti pelatihan

menganai tatalaksana diare pada anak. Penelitian tentang

peran perawat dalam tatalaksana diare akut pada anak di

Rumah Sakit dr. Soedjono Magelang dapat teridentifikasi

mempunyai empat peran. Empat peran tersebut yaitu peran

perawat sebagai pemberi pelayanan, peran perawat sebagai

kolaborator, peran perawat sebagai pendidik dan peran

perawat sebagai pelindung.

2. Siti Maswain (2017) dengan judul PENGALAMAN PERAWAT

DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PEMBERIAN CAIRAN PADA PASIEN

GASTROENTRITIS DIRUANG IGD RSUD KOTA SURAKARTA.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif

dengan pendekatan fenomenologis, instrumen penelitian

yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan

dokumentasi, subjek penelitian yaitu perawat yang

berkerja di ruang IGD RSUD KOTA SURAKARTA berjumlah 3

orang, dengan lama kerja masing-masing partisipan 1 lama

kerja 6 tahun, partisipan 2 lama kerja 3 tahun, dan

partisipan 3 lama kerja 4 tahun. Metode pengumpulan data

dengan wawancara mendalam dengan tehnik semistruktur.

yaitu reduksi data, model data dan verifikasi data.

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil


mengidentifikasi pengalaman perawat dalam melakukan

yang dihasilkan dari mengidentifikasi pengalaman

perawat dalam melakukan peran perawat sebagai care giver

pada pasien gastroenteritis, meliputi : Pengkajian data

subjektif, Pengkajian data ojektif, Merumuskan masalah

keperawatan, Intervensi kolaborasi dan mandiri perawat,

Melakukan observasi tindakan, hal ini sesuai dengan yang

diungkapkan oleh partsipan. Yang dihasilkan dari

mengidentifikasi pengalaman perawat dalam melakukan

peran perawat sebagai client advocate, meliputi :

Pemberi informasi, Pelindung hak pasien, hal ini sesuai

dengan yang diungkapakan oleh partisipan. yang

dihasilkan dari mengidentifikasi pengalaman perawat

dalam melakukan peran perawat sebagai conselor,

meliputi: Memberikan konseling kesehatan, hal ini

sesuai dengan yang diungkapkan oleh partisipan. Yang

dihasilkan dari mengidentifikasi pengalaman perawat

dalam melakukan peran perawat sebagai educator,

meliputi: Pemberi pendidikan kesehatan, Peran perawat

pelaksana, hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh

partisipan. ang dihasilkan dari mengidentifikasi

pengalaman perawat dalam melakukan peran perawat sebagai

colaborator pada pasien gastroenteritis, meliputi:

Melakukan tindakan kolaborasi, hal ini sesuai dengan

yang diungkapkan oleh partisipan. Yang dihasilkan dari

mengidentifikasi pengalaman perawat dalam emlakukan


peran perawat sebagai consultan pada pasien

gastroenteritis, meliputi: Memberikan informasi sesuai

dengan kondisi pasien, hal ini sesuai dengan yang

diungkapkan oleh partisipan. Yang dihasilkan dari

mengidentifikasi faktor-faktor penghambat perawat dalam

melakukan tindakan pemberian cairan pada pasien

gastroenteritis meliputi : Faktor usia, kondisi vena,

dan komplikasi gastroenteritis, hal ini sesuai dengan

yang diungkapkan oleh partisipan. yang dihasilkan dari

mengidentifikasi pengalaman perawat dalam melakukan

discharge planing pada pasien gastroenteritis meliputi

: Mempersiapkan pasien pulang, hal ini sesuai dengan

yang diungkapkan oleh partisipan. Sehingga dapat di

simpulkan dalam penelitian tersebut Peran perawat

sebagai care giverpada pasien gastroenteritis meliputi

pengkajian data subjektif dan objerktif, merumuskan

masalah keperawatan, intervensi kolaborasi dan mandiri

perawat, melakukan observasi tindakan. Peran perawat

sebagai client advocate pada pasien gastroenteritis

meliputi pemberi informasi dan pelindung hak pasien.

Peran perawat sebagai conselor pada pasien

gastroenteritis meliputi memberikan konseling

kesehatan. Peran perawat sebagai educator yaitu perawat

sebagai pemberi pendidikan kesehatan. Peran perawat

sebagai coordinator pada pasien gastroenteritis

meliputi kepala ruang dan katim sebagai koodinator tim


dan perawat pelaksana sebagai koordinator. Peran perawat

sebagai colaborator pada pasien gastroenteritis yaitu

perawat melakukan tindakan kolaborasi dalam menangani

pasien gastroenteritis. Peran perawat sebagai consultan

pada pasien gastroenteritis yaitu perawat memberikan

informasi sesuai dengan kondisi pasien. Faktor

penghambat perawat dalam melakukan tindakan pemberian

cairan adalah pada pasien gatsroenteritis meliputi :

faktor usia, kondisi vena, komplikasi gastroenteritis.

Pengalaman perawat dalam melakukan discharge planing

pada pasien gastroenteritis yaitu perawat mempersiapkan

pasien sebelum pulang meliputi memberitahukan pasien

untuk menyelesaikan administrasi, menjelaskan prosedur

mengkonsumsi obat, menjelaskan pencegahan

gastrenteritis.

3. Sri Hartini (2008) dengan judul PENGARUH PERAN PERAWAT

DALAM MELAKSANAKAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI

PENYULUHAN DAN PAMFLET TERHADAP KEPUASAN KELUARGA ANAK

DIARE DALAM MEMPERSIAPKAN PASIEN PULANG, DITINJAU DARI

TINGKAT PENDIDIKAN PERAWAT DI RSUD SRAGEN. Metode

penelitian ini menggunakan metode Ex Post Facto, desain

penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk

menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi

beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses

penelitian, populasi dalam penelitian ini adalah semua

keluarga pasien yang biasa menunggu pasien anak dengan


diare di Bangsal Anak (Anggrek) RSUD Sragen, pada

penelitian ini sampelnya adalah semua keluarga pasien

yang menunggu anak penderita diare di Bangsal Anak (

Anggrek ) RSUD Kabupaten Sragen dengan jumlah sample

60 orang, variabel dalam penelitian ini adalah Variabel

bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukan

bahwa dilihat bahwa kepuasan keluarga melalui metode

pamflet terdiri dari puas sebesar 86,7 % sedangkan yang

merasa tidak puas hanya sebesar 13,3 %, kemudian dari

metode penyuluhan kepuasan keluarga sebesar 100 %,

dari tingkat pendidikan perawat melalui metode

penyuluhan DIII Keperawatan sebesar 86,7 % dan S1

Keperawatan 13,3 %. Pada uji homogenitas kepuasan

keluarga ditinjau dari tingkat pendidikan perawat dapat

dilihat dengan nilai Levene’s Statistik diperoleh nilai

signifikansi sebesar 0,759 > 0,05, hal ini berarti

kepuasan keluarga ditinjau dari tingkat pendidikan

perawat bersifat homogen, sehingga dapat disumpulkan Ada

perbedaan pengaruh dalam melaksanakan pendidikan

kesehatan melalui penyuluhan dan pamflet terhadap

kepuasan keluarga anak diare dalam persiapan pulang di

bangsal anak RSUD Kabupaten Sragen, yaitu dengan uji Chi

Square dengan hasil nilai p= 0,000. Tidak ada perbedaan

pengaruh tingkat pendidikan perawat terhadap kepuasan

keluarga anak diare dalam persiapan pulang di bangsal

anak RSUD Kabupaten Sragen, yaitu dengan uji anova dua


jalan dengan hasil : Fhitung 0,001 < Ftabel 5% = 4,00.

Oleh karena tidak menggunakan uji anova dua jalan maka

tidak menguji interaksi peran perawat dalam pendidikan

kesehatan dan tingkat pendidikannya terhadap kepuasan

keluarga anak diare dalam persiapan pulang di bangsal

anak RSUD Kabupaten Sragen

4. Septi Wardani (2016) dengan judul MANAJEMEN DIARE PADA

ANAK OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT. Metode yang digunakan

adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus.

Subjek penelitian yaitu perawat yang bekerja di bangsal

anak dengan kriteria responden lama bekerja minimal satu

tahun. Sampel dipilih dengan menggunakan metode

purposive sampling dengan strategi homogeneous

sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari hasil

kolaborasi dengan dokter, anak selalu mendapatkan

tambahan cairan parenteral pada semua derajad dehidrasi.

Dari hasil penelitian, pada anak yang disertai panas

diberikan antibiotik injeksi dan oral pada diare tanpa

panas. Hal tersebut tidak sesuai dengan lintas diare

depkes (2011), yang seharusnya antibiotik diberikan

secara selektif. Antibiotik bisa diberikan pada anak

dengan diare dengan indikasi, seperti diare ada darah,

kolera atau diare dengan disertai penyakit lain. Pada

peran perawat sebagai pendidik, perawat memberikan

edukasi mengenai lama pemberian zink, yaitu 10 hari,

tetapi pernyataan tersebut tidak didukung oleh data dari


observasi, dokumentasi dan triangulasi dengan orang tua.

Perawat sudah melakukan informed consent, tetapi belum

diikuti dengan pendokumentasian mengenai tindakan yang

sudah dilakukan. Sehingga dapat disimpulkan Perawat

sudah melakukan manajemen diare akut pada anak, yang di

dalamnya mengandung kekuatan dan kelemahan dari

manajemen diare yang sudah dilakukan perawat tersebut.

5. Septi Wardani1, Reni Mareta (2017) dengan judul

Peningkatan Pengetahuan Perawat RS Dr Soedjono Magelang

dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Anak Diare. Metode

pengabdian yang dilakukan adalah melalui dua tahap,

persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan dilakukan

dengan pengurusan ijin ke tempat pengabdian, yaitu di

RS dr. soedjono Magelang. Tahap pelaksanaan dilakukan

selama dua hari dengan memberikan pengetahuan dan

pemahaman kepada perawat yang bekerja di RS dr. Soedjono

Magelang, yang memberikan asuhan keperawatan secara

langsung pada anak diare. Subjek penelitian diikuti oleh

18 perawat yang berasal dari 8 ruangan yaitu Instalasi

rawat inap sebanyak 1 orang, Ruang flamboyan sebanyak 7

orang, Ruang anggrek sebanyak 4 orang, Ruang melati

sebanyak 1 orang, Ruang ICU sebanyak 2 orang, Paviliun

nusa indah sebanyak 2 orang, Instalasi gawat darurat

sebanyak 1 orang. Hsil penelitian menunjukan yaitu hasil

di atas menunjukan, bahwa dari 18 peserta yang mengikuti

tes, terdapat 14 peserta mengalami kenaikan hasil dari


pre dan post tes. Kenaikan hasil yang signifikan

diperoleh oleh 2 peserta, yaitu peserta dengan kode C

sebanyak 50 kenaikan, dan pserta kode B dengan kenaikan

sebanyak 40. Untuk 2 peserta tidak mengalami kenaikan

nilai, karena nilai pre dan post tes hasilnya sama,

sedangkan 2 peserta lagi tidak mengalami kenaikan karena

hanya mengikuti post tes saja. Untuk rata-rata kenaikan

nilai pre tes dan post tes dari seluruh peserta adalah

sebesar 21,66%. Sehingga dapat disimpulkan Terdapat

peningkatan pengetahuan perawat RS dr. Soedjono Magelang

dalam menjalankan perannya pada pemberian asuhan

keperawatan anak diare. Peningkatan pengetahuan

tersebut bisa terjadi karena suatu tujuan kegiatan

pentransferan pengetahuan akan lebih mudah tercapai jika

stimulus dihadirkan untuk terwujudnya langkah

pembelajaran, sehingga memudahkan informasi untuk

diterima peserta berisi rangkuman singkat atas hasil

penelitian dan pembahasan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah

ini:

Tabel 1.1.Keaslian Penelitian


N Alat ukur
Nama/Tahun Judul Metode Penelitian Hasil Penelitian
o
1 Septi Peran studi kualitatif Dapat Alat ukur
Wardani perawat dengan pendekatan teridentifikas menggunaka
(2014) n
dalam studi kasus, i mempunyai
wawancara,
tatalaksana karena adanya empat peran. ,observasi
diare akut peran perawat Empat peran dan
pada anak di yang belum tersebut yaitu dokumentas
RS DR. terlihat dengan peran perawat i
Soedjono jelas pada sebagai
Magelang tatalaksana pemberi
diare akut pada pelayanan,
anak. peran perawat
sebagai
kolaborator,
peran perawat
sebagai
pendidik dan
peran perawat
sebagai
pelindung.
2 Siti Pengalaman menggunakan Segala jenis Alat ukur
Maswain informasi yang menggunaka
(2017)
perawat metode penelitian
dalam kualitatif dengan didapatkan, n
melakukan pendekatan sesuai dengan wawancara,
yg di ungkapkan ,observasi
tindakan fenomenologis.
partisipan pada dan
pemberian
IGD RSUD Kota dokumentas
cairan pada Surakarta i
pasien
gastroentrit
is diruang
IGD RSUD
Kota
Surakarta.
3 Sri Pengaruh Metode penelitian Ada perbedaan kuesioner,
Hartini peran perawat ini menggunakan pengaruh dalam akurasi
(2008) dalam metode Ex Post melaksanakan data banyak
melaksanakan Facto, yang pendidikan tergantung
pada sejauh
pendidikan bertujuan kesehatan
mana si
kesehatan untuk mengamati melalui
angket
melalui atau mengobservasi penyuluhan dan tersebut
penyuluhan variabel- variabel pamflet mencakup
dan famflet yang diteliti. terhadap data yang
terhadap kepuasan relevan dan
kepuasan keluarga anak komprehensi
keluarga anak diare dalam p dengan
diare dalam persiapan tujuan
mempersiapkan pulang di penelitian.
psien bangsal anak
pulang,ditinj RSUD Kabupaten
au dari Sragen, yaitu
tingkat dengan uji Chi
pendidikan Square dengan
perawat di hasil nilai p=
RSUD Sragen. 0,000.
4 Manajemen Metode yang Perawat sudah Wawancara,
. Septi Diare pada digunakan adalah melakukan dokumen,
Wardani dan
Anak oleh studi kualitatif manajemen diare
prawat di dengan pendekatan akut pada anak, observasi
Rumah Sakit. studi kasus. yang di
dalamnya
mengandung
kekuatan dan
kelemahan dari
manajemen diare
yang sudah
dilakukan
perawat
tersebut.
5 Septi Terdapat menggunakan metode Terdapat Alat ukur
. Wardani, Peningkatan persiapan dan peningkatan menggunakan
Reni Pengetahuan pelaksanaan pengetahuan pre tes dan
Mareta Perawat RS Dr perawat RS dr. post tes
Soedjono Soedjono
Magelang Magelang dalam
dalam menjalankan
Pemberian perannya pada
Asuhan pemberian
Keperawatan asuhan
Anak Diare. keperawatan
anak diare.