Anda di halaman 1dari 3

Apa yang Terjadi Kalau Bayi Tidak

Divaksin (Imunisasi)?
Oleh Arinda VeratamalaData medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.
 65Klik
Klik untuk
untuk membagikan
berbagi di Facebook(Membuka
Twitter(Membuka
pada Tumblr(Membuka di di jendela
di jendela
jendela yang yang
yang baru)
baru) baru)65
 Klik untuk
Klik untuk berbagi
berbagi di
viaLine
Google+(Membuka
Linkedln(Membuka didijendela
new(Membukadi jendelayang
jendela yangbaru)
yang baru)
baru)

Apakah anak Anda sudah mendapat imunisasi lengkap? Imunisasi bayi merupakan hal yang
penting diberikan kepada si kecil setelah lahir, dan berguna untuk mencegah anak terkena
penyakit. Sayangnya, beberapa orangtua takut anaknya sakit setelah mendapat imunisasi,
sehingga bayi pun tidak mendapat vaksin yang dibutuhkan. Ini tak hanya membahayakan
buah hati, tapi juga anak-anak lain di sekitarnya.

Mengapa imunisasi bayi penting dilakukan?


Bayi sangat rentan terhadap penyakit karena di dalam tubuhnya belum terbentuk sistem
kekebalan tubuh yang kuat. Dengan melakukan imunisasi pada bayi, berarti Anda
melindungi bayi Anda dari berbagai penyakit. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh anak
Anda akan membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk membentuk antibodi, yang
berfungsi untuk melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuhnya. Ini dapat mencegah
anak terkena berbagai macam penyakit yang berbahaya.

Lebih jauh dari itu, imunisasi dapat menyelamatkan hidup anak Anda. Pada zaman dahulu,
banyak anak menderita sakit seperti polio, dan penyakit tersebut menyebabkan banyak anak
meninggal dunia. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, vaksin diciptakan untuk
memberantas penyakit tersebut dan hasilnya sekarang sudah sedikit anak-anak yang
menderita penyakit berbahaya.

Dampak yang ditimbulkan setelah imunisasi mungkin menyebabkan anak Anda menderita
demam, nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, anak tidak ingin makan, dan lainnya.
Namun, hal ini normal terjadi dan tidak akan berlangsung lama, ini merupakan respon tubuh
terhadap zat baru yang masuk ke dalam tubuh. Rasa sakit yang ditimbulkan ini jauh lebih
baik ketimbang rasa sakit yang dirasakan anak jika tidak diberi imunisasi. Anak bisa
menderita penyakit yang lebih berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian, jika ia
tidak mendapatkan imunisasi.

Daftar imunisasi bayi yang wajib


Di Indonesia, tiap bayi di bawah umur satu tahun harus mendapatkan imunisasi dasar
lengkap. Imunisasi ini berguna untuk mencegah bayi terkena
penyakit polio, campak, tuberkulosis (TBC), difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus,
dan hepatitis B. Imunisasi dasar lengkap ini terdiri dari 5 jenis vaksin yang akan diberikan
sesuai umur bayi, dan pemberian setiap vaksinnya bisa dilakukan lebih dari satu kali.
Dengan mendapatkan vaksin sesuai umurnya, tubuh bayi dirangsang untuk membuat sistem
kekebalan tubuh yang lebih kuat dengan membentuk antibodi sebagai perlawanan untuk
menyerang penyakit berbahaya.

Berikut ini merupakan lima vaksin imunisasi dasar lengkap:

 Vaksin hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B dan kerusakan hati. Vaksin ini
diberikan 1 kali pada bayi baru lahir yang berusia kurang dari 7 hari. Saat bayi baru lahir,
biasanya bayi akan langsung diberikan vaksin ini.
 Vaksin BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Vaksin ini diberikan 1 kali pada
bayi yang berumur 1 bulan.
 Vaksin DPT-Hepatitis B untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, dan hepatitis B. Vaksin
ini diberikan 3 kali, yaitu pada saat bayi berumur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
 Vaksin polio untuk mencegah polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan tungkai
kaki dan lengan. Vaksin ini diberikan 4 kali, yaitu pada saat bayi berumur 1 bulan, 2 bulan, 3
bulan, dan 4 bulan.
 Vaksin campak untuk mencegah campak. Campak dapat menyebabkan komplikasi radang
paru, radang otak, dan kebutaan. Vaksin campak diberikan 1 kali saat bayi berumur 9 bulan.

Bagaimana jika imunisasi bayi telat


dilakukan?
Mungkin ibu sempat lupa untuk membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, bidan,
maupun dokter anak untuk diberikan vaksin imunisasi. Atau mungkin anak sedang batuk,
pilek, demam, atau diare saat jadwal imunisasi sehingga Anda sebagai ibu tidak berani
memberikan imunisasi pada anak Anda. Sebenarnya anak masih dapat diberikan imunisasi
walaupun ia sedang sakit pilek, batuk, atau demam.

Jika imunisasi terlewat atau telat diberikan, sebaiknya segera bawa anak Anda untuk
imunisasi. Pemberian vaksin yang tidak sesuai jadwal tidak masalah, asalkan pemberian
kelima vaksin tersebut (imunisasi dasar lengkap) dilakukan pada saat anak masih berusia di
bawah 1 tahun. Segera mintakan imunisasi yang telat tersebut agar anak tidak berisiko
tertular penyakit yang berbahaya.

Bagaimana jika bayi tidak diimunisasi sama


sekali?
Sebagian kecil dari Anda mungkin meragukan imunisasi. Beberapa cerita di luar sana
menyebutkan bahwa imunisasi justru menyebabkan anak sakit. Namun, imunisasi dijamin
aman dilakukan. Sejumlah ilmuwan terus bekerja untuk membuat vaksin lebih aman dari
waktu ke waktu. Sebelum mendapat lisensi dan diedarkan, vaksin pasti mengalami sejumlah
pengujian untuk menjamin keamanannya.

Jika anak tidak mendapatkan imunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-
penyakit yang telah disebutkan di atas, parahnya lagi penyakit tersebut bisa menyebabkan
kematian pada anak. Sistem kekebalan tubuh pada anak yang tidak mendapat imunisasi
tidak sekuat anak yang diberi imunisasi, tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk
ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya, ini membuat anak rentan terhadap penyakit. Jika
anak yang tidak diimunisasi ini menderita sakit, ia juga dapat menularkannya ke orang
sekitarnya sehingga juga membahayakan orang lain.

Baca Juga:

 Daftar Lengkap Imunisasi Wajib untuk Bayi Anda


 Kenapa Ada Anggapan Imunisasi Menyebabkan Autisme? (Padahal Sudah Terbukti Tidak
Benar)
 Kenapa Anak Demam Setelah Imunisasi?